Anda di halaman 1dari 6

ek

SIPIL’ MESIN ’ARSITEKTUR ’ELEKTRO

PENGARUH SUHU KARBURASI DAN WAKTU TAHAN TERHADAP KEKUATAN TARIK


BAJA KARBON DENGAN VARIASI MEDIA PENDINGIN
Muhammad Zuchry M.*

Abstract
Carbon steel is widely used as industrial materials because of its properties which varies the
material has the properties of most soft and easy to make until the loudest change the properties
of steel can be obtained by heat treatment to provide treatment where a combination of
heating and cooling for a certain time thus obtain the desired mechanical properties. For this
required hardened on the surface which is one way to obtain the surface (skin) a hard, wear
resistant and on the inside (core) are resilient and tough. Carburizing treatment performed on
carbon steel with variation of cooling resulted in a change in tensile strength of carbon steel It
can be seen by the difference in tensile strength experienced by carbon steel having a different
cooling starting from sea water,water,oil,and.air.
Key words : Carburizing, cooling media, tensile strength

Abstrak
Baja karbon banyak digunakan sebagai bahan industri karena sifatnya yang bervariasi, dimana
bahan ini memiliki sifat lunak dan mudah untuk ditingkatkan kekerasannya, dan sifat baja ini
dapat diperoleh dengan perlakuan panas. Perlakuan panas dengan variasi pendinginan pada
waktu tertentu akan diperoleh sifat mekanik yang diinginkan. Untuk memperoleh kekerasan
permukaan , tahan aus dan mempunyai inti yang ulet serta tangguh maka, Carburizing adalah
salah satu cara perlakuan yang dapat diberikan pada baja karbon untuk meningkatkan
kekerasan, dengan memberikan variasi pendinginan akan mengakibatkan perubahan dalam
kekuatan tarik baja karbon Hal ini dapat dilihat oleh perbedaan kekuatan tarik yang dialami oleh
baja karbon dengan pendingin yang berbeda mulai dari air laut, air, minyak, dan udara.
Kata Kunci : Karburasi, media pendingin, kekuatan tarik

1. Pendahuluan pendinginan untuk waktu tertentu


Baja karbon banyak dipakai sehingga mendapatkan sifat mekanik
sebagai bahan industri karena sifat- yang diinginkan.. Dalam banyak hal
sifatnya yang bervariasi yaitu bahan seringkali keuletan atau ketangguhan ini
tersebut mempunyai sifat dari paling juga diperlukan, disamping sifat tahan
lunak dan mudah dibuat sampai yang ausnya. Untuk hal tersebut diperlukan
paling keras, olehnya itu mengapa baja pengerasan pada permukaan yang
disebut bahan yang kaya dengan sifat- merupakan salah satu cara untuk
sifat banyak digunakan sebagai memperoleh bagian permukaan (kulit)
peralatan dapur, jembatan, dan yang keras, tahan aus dan pada bagian
konstruksi. Perubahan sifat-sifat dari baja dalam (inti) yang ulet dan tangguh.
dapat diperoleh dengan memberikan Pada pengerasaan permukaan
perlakuan heat treatment dimana (surface hardening) juga akan
kombinasi dari pemanasan dan menyebabkan lapisan permukaan

* Staf Pengajar Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Tadulako, Palu
Pengaruh Suhu Karburasi dan Waktu Tahan terhadap Kekuatan Tarik Baja
Dengan Variasi Media Pendingin
(Muhammah Zuchry M.)

menjadi kuat dan pada lapisan dengan memenaskan baja disekitar


permukaan terjadi tegangan sisa. Hal ini temperatur transformasi austenit antara
menjadikan benda kerja menjadi tahan 816 – 983 oC tergantung kadar karbon
terhadap kelelahan dan batas (C) material, dapat dilihat pada
kelelahan naik (Wachid Sucherman diagram fasa baja karbon didalam
1987). lingkungan yang kaya akan kadar
Bahan uji dipakai baja karbon karbon. Bahan sebagai sumber karbon
rendah (St 37 yang ditemui dipasar diantaranya arang, cocas (briket
bebas, baja ini adalah baja karbon batubara), cyanide, sodium carbonate,
rendah dengan kadar karbon+ 0,16 % atau barium karbonate, hydrocarbon
sehingga tidak bisa dikeraskan secara methane dan propane.
langsung kecuali dengan penambahan Jika besi dipanaskan dalam
karbon lingkungan yang kaya akan karbon,
Salah satu cara untuk maka pada permukaan material
mendapatkan permukaan yang keras terbentuk lapisan yang kaya akan
adalah dengan cara carburasi yaitu karbon. Setelah temperatur pemanasan
benda kerja dimasukkan kedalam kotak tercapai dan ditahan pada temperatur
baja yang berisi bahan karburasi tersebut dengan selang waktu tertentu,
dengan menyisakan ruang + 50 mm. maka karbon akan berdifusi sampai
Setelah ditutup, dipanaskan perlahan- kedalaman tetentu.
lahan hingga mencapai suhu Suatu bahan dapat berubah
carburizing ( 850 – 1000 oC) dan ditahan dengan adanya gaya yang bekerja
pada suhu tersebut selama beberapa padanya dan akan mendapat
jam. perlawanan gaya dalam bahan yang
Penelitian ini membahas cenderung untuk melawan gaya luar.
tentang pengaruh bahan pendingin air, Hasil interaksi kedua gaya tersebut
air laut, oli dan udara) pada proses laku adalah kecenderungan dari bahan
panas baja karbon St 37 terhadap sifat untuk kembali kebentuk semula apabila
kekuatan baja yang telah mengalami gaya-gaya luar ditiadakan yang disebut
proses karburasi.. Penggunaan media kelenturan (elastisitas) bahan. Deformasi
pendingin yang berbeda-beda berguna elastis terjadi bila sepotong logam
dalam penentuan sifat dari material dibebani gaya dan bila berupa gaya
yang diinginkan, dimana semakin besar tarik benda akan bertambah panjang,
massa jenis dari media pendingin, maka sebaliknya bila beban berupa gaya
laju pendinginannya akan semakin tekan mengakibatkan benda menjadi
besar demikian.sebaliknya. pendek. Regangan elastik adalah hasil
dari perpanjangan sel satuan dalam
arah tegangan tarik atau dalam arah
2. Studi Pustaka tekanan. Bila hanya ada deformasi
elastik, regangan akan sebanding
Proses karburasi dikenal dengan
dengan tegangan. Perbandingan
proses pengerasan permukaan ( surface
antara tegangan dan regangan disebut
hardening). Proses ini digunkan pada
modulus elastisitas. Makin besar gaya
elemen mesin yang diinginkan
tarik-menarik antar atom logam, makin
permukaannya yang keras tetapi
tinggi pula modulus elastisitasnya. Pada
bagiann inti tetap liat, misalnya pada
saat batang uji menerima gaya tarik
roda gigi, poros yang berputar sehingga
sebesar F, dengan luas penampang
keausan elemen tersebut dapat
mula - mula Ao, maka panjang batang
dikurngi. Proses karburasi dilakukan

123
Jurnal SMARTek, Vol. 9 No. 2. Mei 2011: 122 - 127

akan bertambah sebesar ΔL, sehingga L1 = Panjang setelah diberi beban


timbul tegangan yang besarnya: (m)
L0 = Panjang mula-mula (m)
F
σ= ………….…………(1) Perbandingan antara tegangan dan
Ao
regangan elastis disebut Modulus
elastisitas (Modulus Young), yang
Dengan: perumusannya seperti berikut ini:
σ = Tegangan (N/m2)
F = Beban (N) σ
E= ………….…………(3)
A0 = Luas penampang mula - ε
mula (m2)
dengan:
E = Modulus Young (N/m2)
Perbandingan antara σ = Tegangan (N/m2)
pertambahan panjang (Δ l = l1 - l0 ) ε = Regangan
dengan panjang mula-mula (l0) disebut
regangan: Pada pengujian tarik benda
kerja dibebani secara bertahap, yang
L1 − Lo ………….…………(2) bertambah besar sedikit demi sedikit.
ε=
Lo Akibat pembebanan ini, maka terjadi
dengan: perubahan panjang terhadap besarnya
ε = Regangan beban oleh mesin tarik sehingga terjadi
hubungan diagram (σ -ε) sebagaimana
pada gambar 1.

σ (kN/mm2)

U
σu

σB y
σy B
σE E
σP P

0 (%)
ε

Gambar 1. Hubungan Tegangan - Regangan

124
Pengaruh Suhu Karburasi dan Waktu Tahan terhadap Kekuatan Tarik Baja
Dengan Variasi Media Pendingin
(Muhammah Zuchry M.)

3. Metode Penelitian data yang diperoleh dari uji mekanis


3.1 Tahapan penelitian tersebut dianalisa dengan Perhitungan
Kegiatan penelitian ini dibagi tegangan dan regangan utama yaitu
beberapa tahap, yaitu tahap tegangan,regangan, dan reduksi
persiapan, tahap pengerjaan, tahap penampang pada daerah –daerah
pengujian dan tahap analisa. proporsional, yielding, ultimate, break,
dan modulus elastic.
Pada tahap pengerjaan benda
kerja , dilakukan proses karburasi
dengan media cocas (briket batubara) 3.2 Pengujian Tarik
pada temperatur 900 oC dan 950 o C Untuk pengujian digunakan
dengan waktu tahan selama 3, 6 dan 9 Mesin uji Tarik (Tensile Machine), Tipe
jam dalam tungku kemudian Universal PM10, mesin uji tarik yang
didinginkan dengan air, oli udara dan digunakan seperti yang diperlihatkan
air laut. . Langkah selanjutnya ialah pada gambar 2 berikut:
proses uji mekanis yaitu uji tarik, Data-

Gambar 2. Mesin uji Tarik Type Universal

Lc

L0

A0

L0

Gambar 3. Model spesimen Pengujian


Keterangan :
A0 = Luas penampang (mm2) ; L0 = Panjang Ukur = 50 (mm)
Tebal specimen (To) = 4 mm; Lebar specimen (Bo) = 20 mm’

125
Jurnal SMARTek, Vol. 9 No. 2. Mei 2011: 122 - 127

D ata y ang di hasi l kan pada 4 dan gambar 5.


penguj i an i ni yai tu beba n tari k Dari grafi k gambar 4 dan
propor ti onal , mul ur, maksi m um , gam bar 5 terli hat ba h wa tej adi
pa ta h dan p ertam ba ha n peni ngkata n tega nga n tari k bai k
panj a ng , sel anj u tn ya d a ta pada su hu 900 o C m aupu n su hu
ter seb ut d i ol ah . 950 o C . P a d a ba ha n baj a yan g
di carburi zi ng denga n s uhu 900 o C
teg ang an tari k terb e sar terj ad i
4. Hasil dan Diskusi pada wa k tu pe na ha nan 9 j a m
Dari hasil Pengujian mekanis denga n m enggun a kan m edi a
yaitu uji tarik, masing-masing pendi ngi n ai r l aut=1 ,0 559 KN/mm 2
specimen yang dikarburasi pada ,kemudi an ai r = 0,997 1 KN/mm 2 ,
suhu 900oC dan 950oC dengan o li = 0 ,7 5 9 0 7 KN/ mm 2 dan ud ara =
pendinginan air, oli, udara dan 0 ,4 7 7 4 3 K N / m m 2 .
air laut hasil pengujian yang
didapatkan diperlihatkan pada
gambar

Te gangan v s waktu (900oC)

1,2

1
Tegangan (KN/mm2)

0,8 air laut


udara
0,6
oli
0,4 air

0,2

0
0 2 4 6 8 10
waktu (jam)

Gambar 4 Grafik hub antara Tegangan vs Waktu (900)

Te gangan v sWaktu (950oC)

0,9

0,8
Tegangan(KN/mm2)

0,7

0,6 air laut


udara
0,5
oli
0,4
air
0,3

0,2

0,1
0
0 2 4 6 8 10
Waktu (jam)

Gambar 5 Grafik hub Tegangan vs Waktu (950)

126
Pengaruh Suhu Karburasi dan Waktu Tahan terhadap Kekuatan Tarik Baja
Dengan Variasi Media Pendingin
(Muhammah Zuchry M.)

Untuk bahan baja yang kekuaan tarik dimulai dari air,air laut, oli
dicarburizing dengan suhu 950oC dan udara.
tegangan tarik terbesar terjadi pada
waktu penahanan 9 jam dengan 5.2 Saran
menggunakan air laut = 0,9352 KN/mm2, a. Sebagai bahan pembanding
kemudian air = 0,7543 KN/mm2, oli = sebaiknya dilakukan pengujian
0,7511 KN/mm2, dan udara = 0,4718 menggunakan variasi media
KN/mm2. Ini terjadi dikarenakan oleh carburasi
jenis media pendingin dan kekentalan
media pendingin dimana air laut
b. Pengujian dapat menggunakan
ketebalan spesimen yang bevariasi
mempunyai sifat mendinginkan paling
dan waktu penahanan yang lebih
cepat , kemudian air, oli dan udara
variatif.
mendinginkan paling lambat, selain itu
juga berhubungan dengan waktu
penahanan dimana semakin lama
waktu penahanan (holding time), maka 6. Daftar Pustaka
kekuatan tarik specimen akan semakin Anwar Alamsyah, 1993, Pengembangan
tinggi demikian pula sebaliknya. Hal ini Teknik Perlakuan Panas pada
juga berlaku pada suhu karburasi Baja yang berwawasan
dimana kekuatan tarik specimen suhu Lingkungan, PT. Tira Austenit
950oC lebih rendah dibandingkan Graha Bakti Praja
dengan suhu 900oC. Dieter,George E, 1986, Mechanical
Metallurgy, Mc Graw Hill Book
Company Printers Ltd.
5. Kesimpulan dan Saran
George Krauss, 1990, Steel Heat
5.1 Kesimpulan Treatment and Processing
Proses carburizing Principles, ABM International
mempengaruhi kekuatan tarik
Lawrence H. Van Vlack, 1992, Ilmu dan
specimen,dimana semakin tinggi suhu
Teknologi Bahan, Edisi kelima,
karburizing yang diberikan akan
Erlangga, Jakarta
menurunkan kekuatan tarik specimen
tersebut. Hal ini dapat terlihat dari hasil Politeknik Manufaktur Bandung,
yang diperoleh bahwa kekuatan tarik Pengetahuan Bahan,
specimen karburizing pada suhu 900oC Departemen Pendidikan dan
lebih tinggi = 1,0599 KN/mm2 Kebudayaan, Bandung
dibandingkan pada suhu 950oC =0,9352
Suhartono, H. Agus, 1994, Pengaruh
KN/mm2, kemungkinan ini terjadi karena
Karburasi Terhadap Ketahanan
proses pengarbonan pada suhu yang
Lelah Baja Karbon Medium
lebih tinggi menjadikan specimen
dengan Takik V, majallah BPPT,
tersebut menjadi getas. Untuk media
No LIX, Jakarta
pendingin, kekuatan tarik dipengaruhi
oleh waktu pendinginan dimana Tata Sudria, MS, Prof, 1988,
semakin lambat waktu pendinginan Pengetahuan Bahan Teknik,
terjadi maka kekuatan tarik akan Pradya Paramita, Jakarta
semakin besar demikian pula
sebaliknya,. Ini terlihat dari hasil yang
diperoleh bahwa dilihat dari kecepatan
pendinginan maka urutan besarnya

127