Anda di halaman 1dari 16

PENGARUH PEMBERIAN TERAPI MUSIK KLASIK MOZART

TERHADAP WAKTU PULIH SADAR PASIEN KANKER


PAYUDARA DENGAN ANESTESI GENERAL DI RSUD Dr.
MOEWARDI SURAKARTA
HALAMAN JUDUL

NASKAH PUBLIKASI

Diajukan sebagai salah satu persyaratan


Untuk meraih gelar Sarjana Keperawatan

Disusun Oleh :

AZHAR PUTRIAYU NURZALLAH


J 210.110.016

FAKULTAS ILMU KESEHATAN


UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA
2015
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA

FAKULTAS ILMU KESEHATAN


Jln. A. Yani, TromolPos I Pabelan, KartasuraTelp. (0271) 717417 Surakarta 57102

Surat Persetujuan Artikel Publikasi Ilmiah

Yang bertandatangan dibawah ini pembimbing skripsi/ tugas akhir :


Pembimbing I
Nama : Arina Maliya, S.Kep., Msi.Med
NIK :-
Pembimbing II
Nama : Kartinah, A.Kep., S. Kep
NIK :-

Telah membaca dan mencermati naskah publikasi ilmiah, yang merupakan ringkasan
skripsi/ tugas akhir dari mahasiswa :
Nama : AZHAR PUTRIAYU NURZALLAH
NIM : J 210.110.016
Fakultas : Ilmu Kesehatan
Program studi : S1 Keperawatan
Judulskripsi : Pengaruh Pemberian Terapi Musik Klasik Mozart
Terhadap Waktu Pulih Sadar Pasien Kanker Payudara
Dengan Anestesi General Di RSUD Dr. Moewardi
Surakarta.

Naskah artikel tersebut layak dan dapat disetujui untuk di publikasikan. Demikian
persetujuan ini dibuat, semoga dapat dipergunakan seperlunya.

Surakarta, 3 Agustus 2015


Mengetahui,

Pembimbing I Pembimbing II

(Arina Maliya, S.Kep., Msi.Med) (Kartinah, A.Kep., S. Kep)


Pengaruh Pemberian Terapi Musik Klasik Mozart Terhadap Waktu Pulih sadr Pasien Ca 1
Mamae Dengan Anestesi General Di Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Moewardi
Surakarta (Azhar Putriayu Nurzallah)

PENELITIAN

PENGARUH PEMBERIAN TERAPI MUSIK KLASIK: MOZART


TERHADAP WAKTU PULIH SADAR PASIEN KANKER
PAYUDARA DENGAN ANESTESI GENERAL DI RSUD DR.
MOEWARDI SURAKARTA
Azhar Putriayu Nurzallah*
Arina Maliya, S.Kep., Msi.Med**
Kartinah, A.Kep., S.Kep ***

Abstrak

Efek fisiologis yang ditimbulkan tubuh seseorang dalam menjalani pembedahan


berbeda-beda tergantung dari kondisi umum pasien, jenis dan sifat bedah yang
dilakukan, teknik anestesi yang digunakan, jenis dan dosis obat yang diberikan, semua
hal itu sangat berpengaruh terhadap waktu pulih sadarnya pasienkanker payudara
setelah menjalani operasi. Sebagai perawat kita dapat memberika terapi komplementer
yaitu terapi musik klasik mozart sebagai salah satu modifikasi lingkungan dan suasana
hati pasien agar pasien dalam kondisi tenang dan rileks. Tujuan penelitian ini adalah
mengetahui pengaruh terapi musik klasik mozart terhadap waktu pulih sadar pasien
kanker payudara dengan anestesi general di RSUD Dr. Moewardi surakarta. Penelitian
ini menggunakan metode quasi eksperiment dengan desain nonequivalent control group
design.Sampel penelitian adalah 15 kelompok kontrol dan 15 kelompok perlakuan pasien
kanker payudara dengan anestesi general dengan teknik accidental sampling. Sampel
yang diperoleh diberikan terapi musik klasik mozart: Eine kleine nachtmusic- serenade
no. 13 in G major selama 15 menit setelah itu diukur waktu pulih sadarnya menggunakan
aldrete score. Hasil yang diperoleh dianalisis dengan independent sample t-test. Hasil
analisis penelitian memiliki nilai signifikan (p value) 0,002 ( p< 0,005 ) sehingga terdapat
pengaruh terapi musik klasik mozart terhadap waktu pulih sadar pasien kanker payudara
dengan anestesi general di RSUD Dr.Moewardi surakarta. Waktu pulih sadar pasien
kanker payudara pada kelompok perlakuan adalah 5, 33 menit , waktu pulih sadar pasien
kanker payudara pada kelompok perlakuan adalah 6,42 menit dan memiliki selisih 1,09
menit. Kesimpulan penelitian: Ada pengaruh terapi musik klasik mozart terhadap waktu
pulih sadar pasien kanker payudara dengan anestesi general di RSUD Dr. Moewardi
Surakarta.

Kata kunci: kanker payudara, anestesi general, terapi musik klasik mozart, waktu pulih
sadar
Pengaruh Pemberian Terapi Musik Klasik Mozart Terhadap Waktu Pulih sadr Pasien Ca 2
Mamae Dengan Anestesi General Di Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Moewardi
Surakarta (Azhar Putriayu Nurzallah)

THE EFFECT OF MOZART CLASSICAL MUSIC THERAPY


ON RECOVERED TIME CONSCIOUS IN CANCER MAMAE
WITH GENERAL ANESTHESIA PATIENTS DR. MOEWARDI
HOSPITAL AT SURAKARTA
Azhar Putriayu Nurzallah*
Arina Maliya, S.Kep., Msi.Med**
Kartinah, A.Kep., S.Kep ***

Abstract

Everyone had a different physiological effects in surgery depending on patients


general condition, type and nature of the surgary performed, anesthesia technique used,
type and dose of medicine gived. All of, it influencial of recovered time conscious cancer
mamae patient after surgery. As a nurse, we can provided complementay therapies by
used mozart classical music therapy as on of environment modification and change the
mood of patient so that patient can be calm and relax condition. The aim of this st udy was
to explain the effect of mozart classical music therapy on recovered time conscious in
cancer mamae with general anesthesia patients Dr.Moewardi hospital at Surakarta. This
study was quasi eksperiment with nonequivalent control group design. Samples were 15
respondent contro groug and 15 respondent treatment group (with mozart classical music
therapy) cancer mamae with general anesthesia patients with accidental sampling
technique. Samples were provide mozart classical music therapy: Eine kleine nac hmusic
–serenade no.13 in G major for 15 minutes after that it’s measure recovered time
conscious by aldrete score. The result were analyze by independent sample t-test. The
result of statistical had significant value (p value) 0,002 ( p < 0,005) so there was the
effect of mozart classical music therapy on recovered time conscious in cancer mamae
with general anesthesia patients Dr. Moewardi hospital at Surakarta. The average
recovered time conscious cancer mamae in traetment group was 5, 33 minutes and
avarage recovered time conscious cancer mamae in control group was 6, 42 minutes.
The conclusion of this study that mozart classical music therapy was effective of
revovered time conscious in cancer mamae with general anesthesia patient Dr. Moewardi
hospital at Surakarta.

Keywords : cancer mamae, general anesthesia, mozart classical music


therapy, recovered time conscious
Pengaruh Pemberian Terapi Musik Klasik Mozart Terhadap Waktu Pulih sadr Pasien Ca 3
Mamae Dengan Anestesi General Di Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Moewardi
Surakarta (Azhar Putriayu Nurzallah)

PENDAHULUAN (PACU).Idealnya adalah bangun dari


Dewasa ini, pasien yang anestesi secara bertahap, tanpa
mendapatkan tindakan operasi keluhan dan mulus dengan
bedah semakin pengawasan dan pengelolaan
meningkat.Berdasarkan data yang di secara ketat sampai dengan
dapat dari studi pendahuluan di keadaan stabil menurut penilaian
Rumah Sakit Umum Daerah Dr. aldrete score. Menurut penelitian
Moewardi Surakata bahwa kasus Sudiono (2013) bahwa terdapat
bedah untuk pasien ca mamae perbedaan nilai aldrete score pada
termasuk tinggi. Pada tahun 2014 pasien pasca operasi dengan
tercatat 3.566 jiwa menjalani operasi anestesi general yang diberi
ca mamae , dan pada bulan januari perlakuan latihan fisik yaitu pada
sampai juni 2015 tercatat 2.309 jiwa menit ke 5 pasien di recovery room
menjalani operasi ca mamae. pasien memiliki nilai aldrete score
Anestesi general merupakan dibawah 8, pada menit ke 10,15, dan
teknik yang paling sering dipilih 20 nilai aldrete score berada diatas
dalam melakukan tindakan operasi 8, dan pada menit ke 25 dan 30 nilai
sebagai salah satu cara penghilang aldrete score berada hampir bernilai
rasa sakit saat akan menjalani 10. Menurut penelitian Simanjuntak
operasi, diikuti dengan hilangnya (2013) bahwa rerata waktu pulih
kesadaran (Keat,. et al, 2013). sadar pasien dengan anestesi
Dalam berkembangan ilmu general pada pasien fibroadenoma
pengetahuan ilmu anestesi, teknik mamae (FAM) dengan TIVA propofol
TIVA atau Total Intravenous TCI (target controlled infusion)
anesthesia sudah banyak digunakan adalah 8, 95 menit dan MCI (manual
dengan tujuan mencapai kondisi controlled infusion) adalah 9, 90
anestesi yang imbang melalui menit.
penyuntikan obat tunggal atau Efek fisiologis yang
kombinasi beberapa macam obat. ditimbulkan tubuh seseorang dalam
Adapun beberapa golongan obat menjalani operasi berbeda -beda,
yang dipakai yaitu golongan hipnotik tergantung dari kondisi fisik pasien,
dan sedatif, analgetik opioid, dan jenis bedah yang dilakukan, jenis
pelumpuh otot (Simanjuntak, 2013). anestesi yang dipakai, jenis obat
Menurut penelitian Prasetya yang diberikan, dan juga banyaknya
dan Sudadi (2012) bahwa terdapat dosis obat yang diberikan. Semua
perbedaan durasi operasi pada hal itu dapat berpengaruh terhadap
kelompok propofol-kentamin (PK) waktu pulih sadar pasien post
dan propofol-fentanyl (PF) yaitu operasi.
pada kelompok PK dengan rerata Dalam ilmu keperawatan,
durasi operasi 27,9 menit dan untuk memberikan kenyamanan
kelompok PF dengan rerata durasi serta mempercepat pemulihan
operasi 24,1 menit dengan rerata pasien kita dapat menerapkan terapi
selisih waktu yang diperlukan mulai komlpementer yaitu terapi musik
saat induksi hingga mulai insisi klasik mozart. Seperti dalam
adalah 5 menit pada kelompok PK penelitian Park (2010) bahwa musik
dan 5,14 menit pada kelompok PF. merupakan intervensi terhadap
Pasca operasi, pulih dari anestesi lingkungan pasien yang dapat
general secara rutin pasien dikelola mengurangi agitasi pada pasien
di recovery room atau disebut juga cedera otak traumatis dengan
Post Anesthesia Care Unit menginduksi kenan gan dan emosi
Pengaruh Pemberian Terapi Musik Klasik Mozart Terhadap Waktu Pulih sadr Pasien Ca 4
Mamae Dengan Anestesi General Di Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Moewardi
Surakarta (Azhar Putriayu Nurzallah)

positif. Menurut penelitian Rihiantoro lingkungan harus dibuat senyaman


(2013) bahwa terdapat pengaruh mungkin untuk seseorang yang akan
yang bermakna terhadap terjadinya menjalani pembedahan agar tidak
penurunan indikator status stress dan tetap dalam kondisi stabil
hemodinamika pada pasien koma (Mulyono, 2008). Salah satu
dengan cidera kepala dan stroke intervensi lingkungan adalah dengan
yang akan membantu stabilitas memperdengarkan sebuah musik
hemodinamika pasien sekaligus klasik yang telah terbukti dapat
membantu proses pemulihan pasien. menghilangkan rasa tidak nyaman.
Tujuan penelitian ini adalah Ada beberapa manfaat musik
untuk mengetahui apakah ada terhadap waktu pulih sadar
pengaruh terapi musik klasik mozart seseorang yaitu (Perry & Potter,
terhadap waktu pulih sadar pasien 2010) :1) Musik dapat menaikan
ca mamae dengan anestesi general tingkat endorfin;Zat-zat kimiawi
di RSUD Dr. Moewardi Surakarta. penyembuhan yang ditimbulkan oleh
kegembiraan dan kekayaan
TINJAUAN PUSTAKA emosional dalam musik
memungkinkan tubuh menciptakan
Terapi Musik K lasik zat anestetiknya sendiri dan
Manurut Campbell (2002) meningkatkan fungsi kekebalan. 2)
musik klasik mozart adalah musik Musik dapat mengatur hormon-
yang memiliki irama yang teratur dan hormon yang berkaitan dengan
nada-nada yang teratur, bukan stress; Para ahli anestesiologi
nada-nada miring, mengandung menyatakan bahwa kadar hormon-
komposisi nada berfluktuasi antara hormon stress dalam darah menurun
nada tinggi dan nada rendah yang secara signifikan pada orang -orang
akan merangsang otak. Terapi yang mendengarkan musik.
musik menurut Djohan (2009)
adalah terapi musik sebagai sebuah Anestesi General
aktivitas terapeutik yang Anestesi umum merupakan
menggunakan musik sebagai media teknik yang paling sering dipilih
untuk memperbaiki, memelihara, dalam melakukan tindakan operasi.
mengembangkan mental, fisik dan Anestesi umum ialah salah satu cara
kesehatan emosi. Menurut Perry dan penghilang rasa sakit saat akan
Potter (2010) terapi musik adalah menjalani operasi diikuti dengan
terapi yang menggunakan musik hilangnya kesadaran (Keat., et al,
untuk menunjukkan kebutuhan fisik, 2013).
psikologis, kognitif, dan sosial Anestesi umum ini dapat
individu yang menderita cacat dan dilakukan melalui intravena, inhalasi
penyakit. dan atau kombinasi kedua teknik
Pulih sadar pasien anestesi tersebut (Gertler & Joshi, 2008).
adalah waktu yang dibutuhkan Ketika, hanya obat IV yang diberikan
seseorang untuk sadar dari tunggal untuk induksi dan
diberikan anestesi sampai proses pemeliharaan anestesia, digunakan
pembedahan selesai dan efek dari istilah TIVA (Total Intravenous
anestesi itu menghilang. Ketakutan Anesthesia) (Simanjuntak, 2013).
sering terjadi pada seseorang yang Pemilihan teknik serta obat
akan menjalani pembedahan yang akan digunakan dalam
sehingga akan mengganggu anestesi umum, memerlukan
jalannya pembedahan, maka kondisi beberapa pertimbangan dari
beberapa faktor yaitu keamanan
Pengaruh Pemberian Terapi Musik Klasik Mozart Terhadap Waktu Pulih sadr Pasien Ca 5
Mamae Dengan Anestesi General Di Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Moewardi
Surakarta (Azhar Putriayu Nurzallah)

serta kemudahan dalam melakukan ini mempengaruhi otot polos


teknik tersebut, kecepatan induksi pembuluh darah otak sehingga
dan pemulihan, stabilitas menimbulkan vasodilatasi yang
hemodinamik, efek samping yang menyebabkan peningkatan tekanan
ditimbulkan, serta biaya yang intrakarnial.Adapun efek tidak
dibutuhkan (Larson, 2009 ). langsung yang terjadi pada setiap
Beberapa dampak yang terjadi pada depresi pernapasan yang
pasien dengan anestesi general. mengakibatkan kenaikan tekanan
intrakarnial karena CO2 merupakan
Terhadap Sistem Respirasi vasodilator pembuluh darah otak.
Anestesi umum sering
menyebabkan jalan napas Waktu Pulih Sadar
mengalami obstruksi setelah Pulih sadar merupakan
hilangnya tonus otot – otot lidah dan bangun dari efek obat anestesi
faring , apnea, akan terdapat derajat ssetelah proses pembedahan
hipotensi. Hipoksemia merupakan dilakukan (Barone., et al 2004).
komplikasi yang sering terjadi pasca Lamanya waktu yang dihabiskan
anestesi dan pembedahan.Hal ini pasien di recovery room tergantung
terjadi akibat hipoventilasi alveolar kepada berbagai faktor termasuk
maupun ketidak sesuaian pevusi durasi dan jenis pembedahan, teknik
atau ventilasi (Gwinutt, 2012). anestesi, jenis obat dan dosis yang
diberikan dan kondisi umum
Terhadap Sistem Kardiovaskuler pasien.Sebagian besar unit memiliki
Menyebabkan depresi kebijakan yang menentukan
jantung pada tingkat tertentu yang lamanya berada di ruang
melemahkan kontraktilitas jantung. pemulihan.Menurut Gwinnut (2012)
Beberapa juga menurunkan dalam bukunya mengatakan sekitar
stimulasi simpatetis dari sistem 30 menit berada dalam ruang
sistemik, yang menyebabkan pemulihan dan itu pun memenuhi
vosodilatasi dan efek kombinasi kriteria pengeluaran.
menyebabkan penurunan tekanan Untuk mengetahui tingkat
darah (hipotensi) sehinggga pulih sadar seseorang pasca
potensial mengganggu pefusi ke anestesi dilakukan perhitungan
organ mayor, terutama saat induksi menggunakan skor Aldrete (Barone.,
(Keat., et al, 2013). et, al 2004).
Tabel. 1. Skor Aldrete
Terhadap Sistem Pencernaan
No Kriteria Motorik Nilai
Regurgitasi dan aspirasi 1 Aktivitas Motorik :
lambung kadang – kadang terjadi a. Mampu 2
menggerakkan 4
walaupun sudah menerapkan ekstremitas
kewaspadaan.Kadang-kang aspirasi b. Mampu 1
menggerakkan 2
dapat terjadi tanpa disadari selama ekstremitas
anestesi disertai dengan timbulnya c. Tidak mampu
menggerakkan
0

hipoksia, hipotensi, dan gagal napas ekstremitas


2 Respirasi :
pasca operasi (Gwinutt, 2012). a. Mampu nafas 2
dalam, batuk, dan
tangis kuat
Terhadap Sistem Saraf Perifer b. Sesak atau 1
Sebagian besar obat pernapasan
terbatas
anestesi inhalasi bersifat vasodilator c. Henti napas 0
(Gwinnutt, 2012).Anestesi inhalasi
Pengaruh Pemberian Terapi Musik Klasik Mozart Terhadap Waktu Pulih sadr Pasien Ca 6
Mamae Dengan Anestesi General Di Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Moewardi
Surakarta (Azhar Putriayu Nurzallah)

3 Tekanan darah :
a. Berubah sampai 2
pasien ca mamae dengan
20% dari prabedah anestesi general di RSUD Dr.
b. Berubah 20-50% 1
dari prabedah
Moewardi.
c. Berubah > 50% 0
dari pra bedah
4 Kesadaran :
a. Sadar baik dan
orientasi baik
2 METODE PENELITIAN
b. Sadar setelah 1
dipanggil
c. Tak ada 0 Rancangan Penelitian
tanggapan Penelitian ini merupakan
terhadap
rangrangan jenis penelitian kuantitatif, dengan
5 Warna Kulit :
a. Kemerahan 2
metode Quasi eksperimental dengan
b. Pucat agak suram 1 desain Nonequivalent control group
c. Sianosis 0 design yaitu suatu penelitian dengan
Penilaian dilakukan : menggunakan kelompok yang
Saat masuk recovery diberikan intervensi dan kelompok
room.Selanjutnya dilakukan yang tidak diberikan intervensi atau
penilaian setiap saat dan dicatat kelompok kontrol (Sugiyono, 2014).
setiap menit sampai tercapai nilai Kelompok perlakuan diberikan terapi
total 10. Pasien bisa dipindahkan ke musik klasik mozart selama
ruang perawatan dari ruang responden dalam keadaan anestesi
pemulihan jika nilai pengkajian post hingga kesadarannya kembali dan
anestesi adalah 8-10. Lama tinggal kelompok kontrol tidak diberikan
di ruang pemulihan tergantung dari perlakuan.
teknik anestesi yang
digunakan.(Coyle TT, 2005; Larson,
2009). Populasi dan Sampel
Populasi dalam penelitian ini
adalah semua pasien ca mamae
Kerangka Konsep yang menjalani pembedahan di
RSUD Dr. Moewardi surakarta
Terapi musik
didapatkan populasi 3.566 dalam
klasik mozart satu tahun terakhir. Sampel dalam
penelitian ini berjumlah 30 0rang
dengan 15 kelompok kontrol dan 15
kelompok perlakuan . Dilakukan
Pasien ca mamae
dengan anestesi Waktu dengan menggunakan teknik non
general pulih sadar probability random sampling dengan
cara accidental sampling (Sugyiono,
Gambar 1. Kerangka konsep 2014)

Hipotesis Instrumen Penelitian


H0 = Tidak ada pengaruh Penelitian ini menggunakan
pemberian terapi musik klasik instrumen ukur berupa lembar
mozart terhadap waktu pulih observasi aldrete score . alat yang
sadar pasien ca mamae digunakan dalam penelitian ini
dengan anestesi general di adalah Mp3 dengan musik klasik
RSUD Dr. Moewardi. mozart (dengan frekuensi 20 – 40
Ha = Ada pengaruh pemberian cps hertz), Eine kleine nachtmusic –
terapi musik klasik mozart Serenade No.13 in G major, allegro
terhadap waktu pulih sadar (Manurung, 2012), headphone,
stopwacth , dan tape Recorder
Pengaruh Pemberian Terapi Musik Klasik Mozart Terhadap Waktu Pulih sadr Pasien Ca 7
Mamae Dengan Anestesi General Di Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Moewardi
Surakarta (Azhar Putriayu Nurzallah)

Analisis Data Distribusi data statistik waktu pulih


Analisa data pada penelitian ini sadar menunjukkan bahwa pada
adalah univariat dan bivariat.Analisis kelompok perlakuan diperoleh waktu
bivariat untuk menguji hipotesis pulih sadar tercepat adalah 3,21
penelitian menggunakan uji menit, terlama 6,71 menit, rata-rata
Independent Sample T -test 5,33 menit, median atau nilai tengah
5,16 menit, dan standar deviasi 0,84
HASIL PENELITIAN DAN menit. Sedangkan pada kelompok
PEMBAHASAN kontrol diperoleh waktu pulih sadar
tercepat adalah 4,21 menit, terlama
Analisis Univariate 7,45 menit, rata -rata 6,42 menit,
median atau nilai tengah 6,49 menit
Karakteristik Responden dan standar deviasi 0,88 menit.
selisih waktu pulih sadar pada
Tabel 2. Karakteristik responden kelompok kontrol dan perlakuan
adalah 1, 09 menit

Karak- Perlakuan Kontrol Nilai Aldrete Score


teristik Tabel 4. Nilai Aldrete Score
Frek Persen Fre Perse
uensi tase kue ntase
(%) nsi (%) Data Statistik Perlakuan Kontrol
Umur
40-50 3 20% 0 0% Nilai minimum 9 8
tahun Nilai maksimum 10 9
>50-65 12 80% 15 100%
tahun Rata-rata
9,3 8,2
Jumlah 15 100% 15 100% Median 9 8
Standar Deviasi 0,48 0,41
Distribusi karakteristik responden
sebagaimana ditampilkan pada tabel Distribusi data statistik kondisi peulih
2.menunjukkan bahwa pada sadar menunjukkan bahwa nilai
kelompok kontrol didapatkan 15 aldrete score pada kelompok
orang (100%) merupakan usia >50 – perlakuan nilai minimum 9, nilai
65 tahun dan pada kelompok maksimum 10, rata-rata 9,3, median
perlakuan didapatkan 12 orang 9, dan standar deviasinya adalah
(80%) merupakan usia >50 – 60 0,48. Sedangkan nilai aldret score
tahun. Maka dapat disimpulkan pada kelompok kontrol memiliki nilai
bahwa sebagian besar responden minimum 8, nilai maksimum 9, rata-
pada kedua kelompok berumur lebih rata 8,2, median 8, dan standar
dari 50 sampai dengan 60 tahun. deviasinya adalah 0,41.
Waktu Pulih Sadar Analisis Bivariat
Data Statistik Perlakuan Kontrol
Waktu tercepat 3,21 4,21 Pengaruh terapi musik klasik
Waktu terlama 6,71 7,45 mozart terhadap waktu pulih
Rata-rata 5,33 6,42 sadar
Median 5,16 6,49
Standar Deviasi 0,84 0,88
Selisih waktu 1, 09
pulih sadar

Tabel 3. Waktu Pulih sadar


Pengaruh Pemberian Terapi Musik Klasik Mozart Terhadap Waktu Pulih sadr Pasien Ca 8
Mamae Dengan Anestesi General Di Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Moewardi
Surakarta (Azhar Putriayu Nurzallah)

Tabel 5. Pengaruh terapi musik antara kelompok perlakuan dan


klasik mozart terhadap waktu pulih kelompok kontrol.
sadar
Waktu pulih Rerata thitung p Keputu Pembahasan
sadar san Karakteristik Responden
Kelompok 5,3333
perlakuan - 0,00 H0
Kelompok 6,4280
3,47
2 ditolak Analisis terhadap karakteristik
8
kontrol responden menunjukkan bahwa usia
termuda pada penelitian ini adalah
Hasil analisis Independent sampel t- usia 49 tahun (10%) dan usia tertua
test menunjukkan thitung sebesar - adalah 58 tahun (10%). Sebagiam
3,478 dengan tingkat signifikan (p) besar responden pada kedua
0,002. Tingkat signifika uji (p) 0,002 kelompok tersebut adalah usia 50
lebih kecik dari 0,05 (0,002 < 0,05 ) sampai dengan 57 tahun (80%).
sehingga keputusan uji adalah H0 Rentang usia resonden pada
ditolak dan Ha diterima, sehingga penelitian ini adalah 50-60 tahun
dapat disimpulkan terdapat yang dikategorikan menjadi usia
perbedaan yang signifikan pada pertengahan (middle age) dan usia
rata-rata waktu pulih sadar antara lanjut (ederly) yang merupakan
kelompok perlakuan dan kelompok tahap lanjut dari suatu proses
kontrol. Dengan rata -rata waktu pulih kehidupan yang ditandai dengan
sadar kelompok perlakuan adalah penurunan kemampuan tubuh untuk
5,33 menit dan kelompok kontrol beradaptasi dengan stress
6,42 menit. lingkungan dan kegagalan
seseorang untuk mempertahankan
Pengaruh Terapi Musik Klasik keseimbangan terhadap kondisi
Mozart Terhadap Kondisi Pulih stress fisiologis (Effendi & Makhfudli,
Sadar 2009).
Hasil penelitian ini, didukung
Tabel 6. Pengaruh terapi musik oleh penelitian Oemiati, Rahajeng,
klasik mozart terhadap kondisi waktu dan Yudikristanto (2011) bahwa
pulih berdasarkan kelompok umur makin
tua usia responden risiko terkena
penyakit tumor atau kanker makin
Kondisi Rata- p Keputusan tinggi, yang mencapai puncaknya
rata
pulih pada usia 35 tahun sampai 44
sadar tahun, kemudian secara perlahan
resikonya akan menurun dan akan
Kelompok 9,3 terjadi peningkatan pada usia lebih
perlakuan 0,001 H0 ditolak dari 65 tahun dan menurut jenis
kelaminnya risiko penyakit
Kelompok
8,2 tumor/kanker lebih banyak terjadi
kontrol pada perempuan dibandingkan laki-
laki. Hal ini selaras dengan
penelitian Anggorowati (2013) yang
Hasil analisis uji Mann Whitney menyatakan bahwa pada umur
menunjukkan nilai signifikan (p) menopause lebih dari 48 tahun
0,001 lebih kecil dari 0,05 (p < 0,05) secara signifikan meningkatkan
maka H0 ditolak yang artinya ada risiko terkena kanker payudara.
perbedaan kondisi pulih sadar
Pengaruh Pemberian Terapi Musik Klasik Mozart Terhadap Waktu Pulih sadr Pasien Ca 9
Mamae Dengan Anestesi General Di Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Moewardi
Surakarta (Azhar Putriayu Nurzallah)

Kemudian ditinjau dari data perlakuan adalah 110/68 mmHg


statistik karakteristik responden, sedangkan kelompok perlakuan
bahwa usia diatas 54 tahun (60%) memiliki rata-rata tekanan darah
memiliki waktu pemulihan yang lebih 109/66 mmHg, dan rata-rata nadi
cepat dari pada usia di bawah 54 pada kelompok kontrol adalah 79
tahun (40%), hal ini dibuktikan x/menit dan pada kelompok kontrol
selaras dengan yang dikatakan adalah 77x/menit. Hal ini selaras
Mulyono (2008) bahwa waktu dengan penelitian Rihiantoro (2013)
pemulihan tergantung pada kondisi bahwa te rapi musik klasik dapat
lingkungan, adanya stabilitas menstabilkan status hemodinamik
hemodinamika seperti tekanan seperti menurunkan tekanan darah,
darah, pernapasan dan nadi yang menstabilkan nadi dan frekuensi
mempengaruhi waktu pulih sadar. pernapasan, juga membantu
mempercepat proses pemulihan
pasien.
Waktu Pulih Sadar Hal ini membuktikan bahwa
intervensi dengan mendengarkan
Hasil penelitian menunjukkan musik klasik mozart dapat
bahwa terdapat perbedaan waktu mengubah secara efektif ambang
pemulihan diantara kedua otak yang dalam keadaan stress
kelompok.Hasil analisis menjadi lebih relaks, karena musik
menggunakan uji independent secara mudah dapat diterima oleh
sample t-test adalah nilai organ pendengaran dan melalui
thitungsebesar -3, 478 dengan tingkat saraf pendengaran diterima dan
signifikan (p) 0,002 (p < 0,005).Maka diartikan di otak tanpa batasan
dapat ditarik kesimpulan bahwa H0 intelektual melainkan dapat
ditolak dan Ha diterima. Artinya mengaktivasi sistem limbik yang
adalah terdapat perbedaan waktu
mengatur emosi seseorang menjadi
pulih sadar antara pasien yang diberi lebih relaks, dalam keadaan relaks
perlakuan musik klasik mozart inilah pembuluh darah berdilatasi
dengan pasien yang tidak diberi sehingga dapat menurunkan
perlakuan musik klasik mozart. tekanan darah, menstabilkan nadi
Nilai rata-rata waktu pemulihan dan frekuensi pernapasan (Sarayar,
pasien kanker payudara dengan Mulyadi, & Henry., 2013).
diberikan terapi musik klasik mozart Musik dapat bermanfaat untuk
adalah 5,33 menit, sedangkan menurunkan gejala fisiologi, stres,
pasien bedah kanker payudaratanpa dan tingkat kecemasan (Faradisi,
diberikan musik klasik mozart adalah 2012). Musik mempengaruhi
6,42 menit. Kelompok pasien yang perubahan fisiologis seperti
diberikan terapi musik klasik mozart menurunkan tekanan darah, detak
mempunyai waktu pulih sadar lebih jantung, mengurangi ketegangan
cepat. Hal ini disebabkan pada otot dan menurunkan ACTH
kelompok pasien kanker payudara
(hormon stres) (Manurung, dkk.,
dengan diberikan terapi musik klasik 2011). Musik memiliki pengaruh
mozart mempunyai kondisi yang terhadap sentral fisik dan sistem
jauh lebih tenang, menurunnya saraf simpatis. Musik akan direaksi
gejala fisiologis seperti menurunnya oleh respon syaraf yang akan
tekanan darah, nadi yang normal, mempengaruhi kelenjar tymus, dan
dan respirasi yang teratur. mengakibatkan adanya relaksasi.
Dari hasil observasi bahwa rata- Musik memiliki potensi
rata tekanan darah pada kelompok
Pengaruh Pemberian Terapi Musik Klasik Mozart Terhadap Waktu Pulih sadr Pasien Ca 10
Mamae Dengan Anestesi General Di Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Moewardi
Surakarta (Azhar Putriayu Nurzallah)

mempengaruhi perasaan pendengar mengatakan bahwa pada anestesi


dengan perubahan dari negatif ke general menggunakkan Total
positif dan meningkatkan kondisi Intravenous Anesthesia propofol
kegembiraan dan ketenangan Target Controlled Infusion (TIVA
(Djohan, 2009). Kondisi ini ada Propofol TCI) dan Manual Controlled
kaitannya dengan pengaruh musik Infusion (MCI) tidak memiliki
sebagaimana yang dinyatakan oleh perbedaan dalam hal waktu pulih
Rosch dan Koeditz (1998) dalam sadar, TIVA propofol TCI
Manurung dkk (2011) bahwa musik memberikan waktu induksi yang
mempengaruhi sistem limbik diotak lebih singkat dan perubahan tekanan
yang menekan fungsi poros darah yang lebih kecil bila
hipotalamus, hipofisis, dan kelenjar dindingkan dengan TIVA MCI.
adrenal sehingga menghambat Dalam Perry & Potter (2010)
pengeluaran hormon stress menjelaskan bahwa kondisi yang
(epinefrin, norepinefrin, dopa, tenang dan rileks dapat
kortikosteroid). menghambat hormon-hormon stress
Kelompok pasien kanker dan meningkatkan hormon endorfin
payudara tanpa diberikan terapi sebagai analgesik alamiah yang
musik klasik mozart mempunyai selaras dengan Mulyono (2008)
waktu yang sedikit lebih lama, hal ini kemukakan bahwa terapi musik
disebabkan pada kelompok pasien klasik dapat mengurangi dosis obat
kanker payudara tanpa diberikan anestesi yang diberikan kepada
musik klasik mozart mempunyai pasien caesar secario , sehingga
kondisi yang lebih tegang. Dari hasil mampu mempercepat waktu
observasi dan wawancara pemulihan. Hal ini menunjukkan
responden merasa khawatir akan bahwa pemulihan pasien tidak
operasinya nanti. Dengan kondisi hanya dipengaruhi oleh efek
seperti ini maka gejala fisiologis pemberian obat, namun juga
pasien akan meningkat seperti berhubungan dengan kondisi
tekanan darah meningkat, nadi lingkungan dan kondisi umum
meningkat dan respirasi pasien juga pasien.
meningkat. Hal tersebut akan Menurut Campbell (2002) musik
mempengaruhi proses pemulihan bersifat terapeutik dan bersifat
pasien. menyembuhkan, yang dapat
Kondisi pasien yang rileks jauh menghasilkan rangsangan ritmis
dari tekanan psikologis dan stress yang ditangkap oleh organ
akan membantu kinerja obat pendengaran dan diolah didalam
anestesi, obat anestesi akan bekerja sistem saraf tubuh dan kelenjar pada
dengan baik sehingga pemulihan otak yang mereorganisasi
pasien juga akan memerlukan waktu interpretasi bunyi kedalam ritme
yang lebih cepat (Supriyadi, 2011). internal pendengar. Ketika
Walaupun dapat dikatakan bahwa diperdengarkan musik klasik, maka
waktu pulih sadar juga sangat harmonisasi dalam musik klasik
berpengaruh terhadap jenis akan masuk ke telinga dalam bentuk
anestesi, obat anestesi yang suara atau audio, menggetarkan
diberikan dan dosis yang dibutuhkan genderang telinga,
pasien dan sifat bedah yang akan mengguncangkan cairan di telinga
dijalani. dalam serta menggetarkan sel-sel
Dalam penelitian Simanjuntak, rambut di koklea lalu di sampaikan
Oktaliansah, dan Redjeki (2013) melalui saraf koklearis menuju otak
Pengaruh Pemberian Terapi Musik Klasik Mozart Terhadap Waktu Pulih sadr Pasien Ca 11
Mamae Dengan Anestesi General Di Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Moewardi
Surakarta (Azhar Putriayu Nurzallah)

dan menciptakan imajinasi sama dalam kategori sudah pulih


keindahan di otak kanan dan otak namun, kondisi responden yang
kiri, yang akan memberikan dampak diberikan terapi musik klasik mozart
kenyamanan dan ketenangan. jauh e l bih rileks dan bugar ditandai
Perubahan perasaan ini terjadi dengan sudah dapat menggerakkan
karena musik klasik mozart dapat ke empat ekstremitas, warna kulit
menjangkau wilayah kiri kortek yang bersemburah kemerahan, dan
cerebri (Faradisi, 2012). Dari korteks dapat diajak berkomunikasi dan
limbik, pendengaran dilanjutkan ke berinteraksi dengan perawat.
hipokamus, dan meneruskan sinyal Sesuai dengan pendapat Djohan
musik ke amigdala yang merupakan (2009) pemberian terapi musik dapat
area perilaku kesadaran yang memperbaiki, memelihara,
bekerja pada tingkat bawah sadar, mengembangkan mental, fisik, dan
sinyal kemudian diteruskan ke kesehatan emosi.Musik dapat
hipotalamus.Hipotalamus digunakan untuk memperbaiki
merupakan area pengaturan kesehatan fisik, interaksi sosial yang
sebagian fungsi vegetatif dan fungsi positif, mengembangkan hubungan
endokrin tubuh seperti halnya interpersonal, dapat
banyak aspek perilaku emosional, mengekspresikan emosi secara
pendengaran dilanjutkan ke formatio alamiah, dan meningka tkan
retikularis sebagai penyalur impuls kesadaran diri pasien.
menuju serat otonom.Serat saraf
tersebut mempunyai dua sistem SIMPULAN DAN SARAN
saraf, yaitu saraf simpatis dan para
simpatis.Kedua saraf ini dapat Simpulan
mempengaruhi kontraksi dan 1. Waktu pulih sadar pasien
relaksasi organ -organ, sehingga dengan anestesi general yang
dapat menimbulkan ketenangan tidak diberikan perlakuan musik
(Ganong, 2005). klasik mozart membutuhkan
waktu rata-rata 6,42 menit.
2. Waktu pulih sadar pasien
Nilai Aldrete Score dengan anestesi general yang
Berdasarkan hasil analisis uji diberikan terapi usik klasik
Mann Whitney menunjukkan nilai mozart membutuhkan waktu
signifikan (p) 0,001 lebih kecil dari rata -rata 5,33 menit.
0,05 (p < 0,05) maka H 0 ditolak yang 3. Selisih waktu pulih sadar pasien
artinya ada perbedaan nilai aldrete dengan anestesi general yang
score antara kelompok perlakuan diberikan musik klasik mozart
yang diberikan terapi musik klasik dengan yang tidak diberikan
mozart dengan kelompok kontrol musik klasik mozart memiliki
yang tidak diberikan terapi musik rata -rata 1,09 menit.
klasik mozart. 4. Ada pengaruh terapi musik
Hasil penelitian menunjukkan klasik mozart terhadap waktu
bahwa ada pengaruh terapi musik pulih sadar pasien dengan
klasik mozart dalam pemenuhan anestesi general di RSUD Dr.
kondisi pulih pasien dngan rata-rata Moewardi Surakarta.
kelompok perlakuan memiliki nilai
aldrete score lebih tinggi yaitu
9,3dari pada kelompok kontrol 8,2. Saran
Walaupun kedua nilai tersebut sama
Pengaruh Pemberian Terapi Musik Klasik Mozart Terhadap Waktu Pulih sadr Pasien Ca 12
Mamae Dengan Anestesi General Di Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Moewardi
Surakarta (Azhar Putriayu Nurzallah)

Dalam menindaklanjuti hasil pasien pasca operasi dengan


penelitian ini, berikut beberapa saran anestesi general.
yang perlu diperhatikan bagi:
1. Profesi Keperawatan
Perawat hendaknya lebih DAFTAR PUSTAKA
meninkatkan intensitas Anggorowati, L. (2013). FaktorResiko
tindakan keperawatan Kanker Payudara Wanita. Jurnal
dengan terapi musik klasik Kesehatan Masyarakat Vol 8 (2):
mozart pada pasien dengan 121-126
anestesi general pasca
Barone, C. P., Pablo, C. S.,&Barone, G.
operasi agar pemulihan W. (2004). Postanesthetic Care in
kondisi pasien berjalan lebih The Critical Care Unit. Journal of
cepat. The American Association of
2. Institusi Rumah Sakit Critical-Care Nurse , 24: 38-45
Pihak rumah sakit hendaknya
membuat kebijakan yang Campbell, D. (2002). Efek
mendukung penigkatan Mozart:Memanfaatkan kekuatan
intensitas tindakan musik untuk mempetajam pikiran,
keperawatan denga terapi meningkatkan kreativitas dan
musik klasik mozart. Hal ini menyehatkan tubuh penerjemah
Widodo . Jakarta: Gramedia
dapat dilaksanakan dengan Pustaka Utama
meningkatkan pemanfaatan
sarana audio video yang Coyle T. T., Helfrick J. K., & Gonzales
sudah ada , khususnya M. L. (2005). Office-based
musik klasik di recovery ambulatory anesthesia: factors
room. that influence patient satisfaction
3. Institusi Pendidikan or dissatisfaction with deep
Keperawatan sedation/general anesthesia. J
Bagi institusi pendidikan, Oral Maxillofac Surg; 63: 163-172
hasil penelitian ini dapat
Djohan.(20 09). Psikologi Musik.
dijadikan salah satu referensi Yogyakarta:Galangpress.
dalam pembelajaran
mengenai lamanya waktu Effendi, F & Makhfudi.(2009).
pulih sadar pada pasien Keperawatan Kesehatan
dengan anestesi general Komunitas Teori dan Praktek
dengan atau tanpa diberikan Dalam Keperawatan. Jakarta:
musik klasik mozart. Salemba Medika
4. Peneliti Se lanjutnya
Hasil penelitian ini dapat Faradisi, F. (2012).Efektivitas Terapi
menjadi bhan referensi bagi Murotal dan Terapi Musik Klasik
Terhadap Penurunan Tingkat
peneliti selanjutnya Kecemasan Pasien Pra Operasi
khususnya untuk penelitian Di Pekalongan.Jurnal Ilmiah
tentang lama waktu pulih kesehatan Vol. V (2) September
sadar kondisi pasien pasca 2012.
operasi dengan anestesi
general.Karena pada Ganong, W. F. (2005 ). Buku Ajar
dasarnya masih banyak Fisiologi Kedokteran. Jakarta:
faktor yang mempengaruhi EGC
kecepatan pemulihan kondisi Gwinnutt, C. L. (2012 ). Catatan Kuliah
Anestesi Klinis Edisi 3. Jakarta:
EGC.
Pengaruh Pemberian Terapi Musik Klasik Mozart Terhadap Waktu Pulih sadr Pasien Ca 13
Mamae Dengan Anestesi General Di Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Moewardi
Surakarta (Azhar Putriayu Nurzallah)

Keat, S., Simon, T., Alexander , B ., Potter, P. A., &Perr y, A. G.


&Lanham, S. (2013). Anaesthesia (2010). Fundamentals of
on the move. Jakarta: Indeks Nursing7th Edition Buku 2.Alih
Bahasa: Nggie. Adrina F., Albar.
Larson, M. (2009).History of Anesthetic Marina. Jakarta: Penerbit
practice. Dalam Miller R, Salemba Medika.
penyunting. Miller’s
Anestheia.Edisi ketujuh. Rihiantoro, T., Nurachmah, E&Hariyati ,
Philadelphia: Churchill R. S. (2013).Pengaruh Terapi
Livingstone (3-41) Musik Terhadap status
Hemodinamika pada pasien
Manurung, S., Lestari T. R., Suryati ., Koma di Ruag ICU Sebuah
Miradwiyana., Karma, A., & Rumah sakit di lampung.Jurnal
Paulina, K. (2011 ). Efektivitas keperawatan Indonesia. 12 -2
Terapi Musik Terhadap
Pencegahan Postpartum Blues Simanjuntak, V. E., Oktaliansah, E.,
Pada Ibu Primipara Di Ruang &Redjeki, I. S. (2013).
Kebidanan RSUP Cipto Perbandingan waktu induksi,
Mangunkusumo Jakarta perubahan tekanan darah, dan
Pusat.Buletin Penelitian Sistem pulih sadar antara total
Kesehatan Vol. 14 :17-23 intravenous anesthesia propofol
targed controlled infusion dan
Mulyono .(2008 ). Hubungan musik klasik manual controlled infusion. Jurnal
dengan waktu pemulihan pasien Anestheia Perioperative: 1 (3),
post operasi seksio cesaria 158- 66
dengan spinal anestesi di RSUD
DR. Mowardi surakarta. Diss. Sudiyono.(2013). Pengaruh Lahitah
Universitas muhammadiyah Fisik Terhadap Pemulihan Pasien
Surakarta. Pasca General Anestesi Di
Instalasi Perawatan Intensif
Oemiati, R., Rahajeng, E., RSUD dr. Soediono Madiun.
&Yudikristanto, A. Jurnal Metabolisme Vol 2 : 1
(2011 ).Prevalensi Tumor Dan
Beberapa Faktor Yang Sugiyono.(2014). Cara Mudah
Mempengaruhinya Di Menyusun Skripsi, Tesis, dan
Indonesia.Buletin Penelitian Disertasi. Bandung: ALFABETA
Kesehatan Vol.39 (4): 190-204
Supriyadi.(2011). Efek Terapi Bacaan
Park, S. (2010 ). Effect of prefered music Al-qur’an Terhadap Waktu
on agitation after traumatic brain Pemulihan Pasien Post Operasi
injury. Univercity Of Michigan. Dengan General Anestesi Di
Recovery Room Badan Pengelola
Prasetya, L. S & Sudadi.(2012). Rumah Sakit Umum Daerah
Stabilitas Hemodinamik Propofol- Kabupaten Pekalongan. Prosding
Kentamin Vs Propofol-Fentanyl Seminar Nasional Keperawatan
Pada Operasi Sterilisasi atau PPNI Jawa tengah 8 Juni 2011.
Ligasi Tuba: perbandingan antara
kombinasi propofol 2mg/kgbb/jam
dan ketamin 0,5 mg/kgbb/jam
dengan kombinasi propofol 2
mg/kgbb/jam dan fentanyl 1
mg/kgbb/jam. Jurnal *Azhar Putriayu Nurzallah :
Anestesiologi Indonesia Volume Mahasiswa S1 Keperawatan FIK UMS.
IV : 2 Jln A Yani Tromol Post 1 Kartasura
Pengaruh Pemberian Terapi Musik Klasik Mozart Terhadap Waktu Pulih sadr Pasien Ca 14
Mamae Dengan Anestesi General Di Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Moewardi
Surakarta (Azhar Putriayu Nurzallah)

**Arina Maliya , Skep, Mesi.Med :


Dosen Keperawatan FIK UMS. Jln A
Yani Tromol Post 1 Kartasura.
***Kartinah, A.kep, S.kep:Dosen
Keperawatan FIK UMS. Jln A Yani
Tromol Post 1 Kartasura