Anda di halaman 1dari 2

G.

Efek pemulihan rehabilitasi jantung terhadap PTCA

Fase Rehabilitasi Jantung


1. Fase I : Inpatient
Anggota tim multidisiplin rehabilitasi jantung akan mengunjungi pasien jantung di ICU dan
di bangsal perawatan, tujuan kunjungan ini untuk memberikan exercise dan edukasi.
Fase I terdiri dari 5 tahap Myocardial infark tanpa complikasi
Step 1 :
 Latihan lingkup gerak sendi assistif
 Bangun dari tempat tidur à duduk dikursi
 BAB/BAK disamping tempat tidur, jika kamar mandi agak jauh
 Dapat melakukan aktifitas sendiri dengan duduk
 Terapi fisik dada (Chest physical therapy)
 Aktivitas level : 1 – 2 Mets
Step 2 :
 Latihan LGS aktif
 Duduk dikursi sesering mungkin
 ADL partial self care
 Mandi dengan shower dengan posisi duduk
 Berjalan short distance 2-3x/hari dengan supervisi
 Aktivitas level : 1 – 3 Mets
Step 3 :
 Jalan ditingkatkan (in Hall) perlahan 5-10 menit 2-3 kali sehari
 ADL partial selfcare
 Aktivitas level : 2 – 3 Mets
Step 4 :
 Jalan ditingkatkan 5-10 menit di ruangan 3-4 kali sehari
 ADL/Perawatan diri secara mandiri
 Naik turun tangga ½ lantai atau turun tangga 1 lantai..
 Aktivitas level : 3 – 4 Mets
Step 5 :
 Melanjutkan program diatas
 Naik turun tangga 1 lantai.
 Rencana pulang.
 Program Konseling
 Aktivitas level : 3 – 4 Mets

1. Fase II : Outpatient
Terdiri dari : Program latihan terstruktur, Pasien individual/group, Konselling dan edukasi.
Durasi : 4-8 minggu, Goal : 6 Mets
1. Fase III : Mainte
Terdiri dari: Sesi edukasi formal mengenai faktor risiko; Program latihan; Durasi : 3-6 bulan;
Goal : 6-8 Mets.
1. Fase IV : Long Term Cardiac Rehabilitation
 Pemeliharaan jangka panjang dari goal individu (seumur hidup)
 Monitoring secara professional dari status klinik dan follow up perkembangan secara
keseluruhan oleh tim primary healthcare
 Kemungkinan akan dibentuk kelompok pendukung pasien jantung (klub)
EDUKASI & KONSELING
1. Memberikan dukungan dan informasi kepada pasien dan keluarganya tentang
penyakit jantung.
2. Membantu mereka untuk mengenal faktor resiko dan mendiskusikan modifikasi
faktor resiko tersebut.
3. Dukungan dari anggota keluarga untuk membantu perubahan pola hidup.
4. Memberi semangat pasien untuk taat terhadap program aktivitas dirumah dan program
berjalan.
5. Program edukasi fase II dan memberi semangat terhadap pasien dan pasangannya
untuk patuh terhadap program latihan (di RS).
6. Memberi informasi dan edukasi seperti yang tercatat pada program terintergrasi.
7. Ruang lingkup masa depan akan mencakup penilaian ansietas dan depresi