Anda di halaman 1dari 174

2016

KOTA SURAKARTA

DINAS KESEHATAN KOTA SURAKARTA


TAHUN 2017
Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2016

KATA PENGANTAR

Puji syukur Alhamdulillah kami panjatkan kepada Allah SWT, karena


hanya atas petunjuk-Nya, maka Buku Profil Kesehatan Kota Surakarta Tahun
2016 telah dapat diterbitkan sebagai salah satu keluaran dari upaya pemantapan
dan pengembangan Sistem Informasi Kesehatan.
Profil Kesehatan Kota Surakarta Tahun 2016 merupakan salah satu
upaya untuk memberikan gambaran/informasi hasil-hasil yang telah dicapai
dalam pelaksanaan pembangunan di bidang kesehatan serta situasi daerah dan
pencapaian kegiatan yang telah dilaksanakan dalam upaya meningkatkan derajat
kesehatan masyarakat pada tahun 2016. Profil kesehatan Kota Surakarta juga
merupakan sarana untuk memantau dan mengevaluasi pencapaian
pembangunan kesehatan di Kota Surakarta dan hasil kinerja penyelenggaraan
Standar Pelayanan Minimal Kota Surakarta.
Format penyusunan Profil Kesehatan tahun 2016 mengacu pada
Pedoman Penyusunan Profil Kesehatan Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa
Tengah, ditambah beberapa format data yang disesuaikan dengan kebutuhan
data indikator kinerja SPM-BK. Meski demikian, masih ada beberapa data yang
tidak dapat diisi karena kesulitan mendapatkan datanya.
Untuk lebih meningkatkan mutu Buku Profil Kesehatan Kota Surakarta,
sangat diharapkan saran, tanggapan, dan partisipasi dari semua pihak. Akhirnya
kepada semua pihak yang telah menyumbangkan pikiran, tenaga dan daya
dalam penyusunan Buku Profil Kesehatan Kota Surakarta Tahun 2016,
diucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya.

i
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL
KATA PENGANTAR i
DAFTAR TABEL ii
DAFTAR ISI vii

BAB. I. DEMOGRAFI 1

1.1. Keadaan Penduduk 1


1.2. Keadaan Ekonomi 3
1.3. Keadaan Pendidikan 4
1.4. Indeks Pembangunan Manusia 5

BAB. II SUMBER DAYA KESEHATAN 7

2.1. Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama 7


2.1.1. Puskesmas 7
2.1.2. Klinik Pratama 9
2.1.3. Dokter Keluarga 11
2.2. Fasilitas Kesehatan Tingkat Rujukan 11
2.2.1. Klinik Utama 11
2.2.2. Rumah Sakit Umum 12
2.2.3. Rumah Sakit Khusus 13
2.3. Fasilitas Penunjang Pelayanan Kesehatan 14
2.4. Tenaga Kesehatan 14
2.4.1. Tenaga Kesehatan di Puskesmas 15
2.4.2. Tenaga Kesehatan di Dinas Kesehatan dan UPT non Pusk 17
2.4.3. Tenaga Kesehatan di Rumah Sakit 18
2.5. Pengawasan Kefarmasian 19
2.6. Pembiayaan Kesehatan 21
2.7. Indikator Pelayanan Kesehatan 22

vii
BAB. III KESEHATAN KELUARGA 25

3.1. Pelayanan Kesehatan Ibu dan KB 25


3.1.1. Angka Kematian Ibu 25
3.1.2. Pelayanan Ante Natal Care 30
3.1.3. Status Gizi Ibu Hamil 30
3.1.4. Deteksi Resiko Tinggi Ibu Hamil 32
3.1.5. Persalinan Ditolong Tenaga Kesehatan 32
3.1.6. Pelayanan Keluarga Berencana 33
3.2. Pelayanan Kesehatan Anak 34
3.2.1. Angka Kematian Bayi (AKB) 34
3.2.2. Angka Kematian Balita (AKBA) 34
3.2.3. Bayi dengan Berat Badan Lahir Rendah 35
3.2.4. Penanganan Komplikasi Neonatal 36
3.2.5. Pemberian ASI Eksklusif 36
3.2.6. Pemberian Kapsul Vit A pada Balita 38
3.2.7. Penimbangan Balita di Posyandu (D/S) 39
3.2.8. Pelayanan Imunisasi 39
3.3. Pelayanan Kesehatan Remaja 40
3.4. Pelayanan Kesehatan Usia Lanjut 41
3.5. Peningkatan Gizi Masyarakat 42
3.5.1. Status Gizi Balita 43
3.5.2. Kelurahan Dengan Garam Beryodium Baik 44
3.5.3. Kecamatan Rawan Gizi 44

BAB. IV PENGENDALIAN PENYAKIT 45

4.1. Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I) 45


4.1.1. Tetanus Neonatorum 45
4.1.2. Campak 45
4.1.3. Difteri 47
4.1.4. Pertusis 47
4.1.5. Polio dan AFP 48
4.1.6. Hepatitis B 49
4.1.7. Hemofilus Influenza Tipe b 50

viii
4.2. Penyakit Menular 51
4.2.1. Tuberkulosis 51
4.2.2. HIV/AIDS 52
4.2.3. Pneumonia 54
4.2.4. Kusta 55
4.2.5. Diare 55
4.2.6. Demem Berdarah Dengue (DBD) 56
4.2.7. Malaria 60
4.3. Penyakit Tidak Menular 60
4.3.1. Penyakit Hipertensi 61
4.3.2. Penyakit Diabetes Mellitus 61
4.4. Morbiditas 61
4.4.1. Pola Penyakit 61
4.4.2. Kejadian Luar Biasa 62

BAB. V KESEHATAN LINGKUNGAN 63

5.1. Sanitasi Total Berbasis Masyarakat 63


5.2. Penyehatan Lingkungan Permukiman dan Tempat-Tempat Umum 64
5.2.1. Rumah Sehat 64
5.2.2. Penduduk dengan Akses Berkelanjutan terhadap AM Berkualitas 65
5.2.3. Penduduk dengan Akses terhadap Fasilitas Sanitasi yang Layak 66
5.2.4. Penyehatan Tempat-Tempat Umum 67

BAB. VI PROMOSI KESEHATAN DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT 69

5.1. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) 69


5.2. Pengembangan Media Promosi Kesehatan 70
5.3. Upaya Kesehayan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM) 71
5.3.1. Kelurahan Siaga 71
5.3.2. Posyandu 72
5.3.3. Posbindu 73

BAB. VII PENUTUP 75


LAMPIRAN TABEL 79

ix
DAFTAR TABEL

TABEL URAIAN
1. LUAS WILAYAH, JUMLAH DESA/, JUMLAH PENDUDUK, JUMLAH RUMAH
TANGGA, DAN KEPADATAN PENDUDUK MENURUT KECAMATAN
2. JUMLAH PENDUDUK MENURUT JENIS KELAMIN DAN KELOMPOK UMUR
3. PENDUDUK BERUMUR 1O TAHUN KE ATAS YANG MELEK HURUF DAN
IJAZAH TERTINGGI YANG DIPEROLEH MENURUT JENIS KELAMIN
4. JUMLAH KELAHRAN MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN DAN
PUSKESMAS
5. JUMLAH KEMATIAN NEONATAL, BAYI DAN BALITA MENURUT JENIS KELAMIN,
KECAMATAN DAN PUSKESMAS
6. JUMLAH KEMATIAN IBU MENURUT KELOMPOK UMUR, KECAMATAN DAN
PUSKESMAS
7. KASUS BARU TB, SELURUH KASUS TB, KASUS TB PADA ANAK, DAN CASE
NOTIFICATION RATE (CNR) PER 100.000 PENDUDUK
8. JUMLAH KASUS DAN ANGKA PENEMUAN KASUS TB PARU BTA+ MENURUT
JENIS KELAMIN, KECAMATAN DAN PUSKESMAS
9. ANGKA KESEMBUHAN DAN PENGOBATAN LENGKAP TB PARU BTA + SERTA
KEBERHASILAN PENGOBATAN
10. PENEMUAN KASUS PNEUMONIA BALITA MENURUT JENIS KELAMIN,
KECAMATAN DAN PUSKESMAS
11. JUMLAH KASUS HIV, AIDS, DAN SYPHILIS MENURUT JENIS KELAMIN
12. PROSENTASE DONOR DARAH DISKRINING TERHADAP HIV MENURUT JENIS
KELAMIN
13. KASUS DIARE YANG DITANGANI MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN
DAN PUSKESMAS
14. KASUS BARU KUSTA MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN DAN
PUSKESMAS
15. KASUS BARU KUSTA 0-14 TAHUN DAN CACAT TINGKAT 2

ii
TABEL URAIAN
16. JUMLAH KASUS DAN ANGKA PREVALENSI PENYAKIT KUSTA MENURUT TIPE
/ JENIS
17. PERSENTASE PENDERITA KUSTA SELESAI BEROBAT (RELEASE FROM
TREATMENT/RFT)
18. JUMLAH KASUS AFP (NON POLIO) MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS
19. JUMLAH KASUS PENYAKIT MENULAR YANG DAPAT DICEGAH DENGAN
IMUNISASI (PD3I)
20. JUMLAH KASUS PENYAKIT MENULAR YANG DAPAT DICEGAH DENGAN
IMUNISASI (PD3I)
21. JUMLAH KASUS DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) MENURUT JENIS
KELAMIN, KECAMATAN DAN PUSKESMAS
22. KESAKITAN DAN KEMATIAN AKIBAT MALARIA
23. PENDERITA FILARIASIS DITANGANI
24. PENGUKURAN TEKANAN DARAH PENDUDUK ≥18 TAHUN MENURUT JENIS
KELAMIN
25. PEMERIKSAAN OBESITAS MENURUT JENIS KELAMIN
26. CAKUPAN DETEKSI DINI KANKER LEHER RAHIM DENGAN METODE IVA DAN
KANKER PAYUDARA DENGAN PEMEERIKSAAN KLINIS (CBE)
27. JUMLAH PENDERITA DAN KEMATIAN PADA KLB MENURUT JENIS KLB
28. KEJADIAN LUAR BIASA (KLB) DI DESA/KALURAHAN YANG DITANGANI <24
JAM
29 CAKUPAN KUNJUNGAN IBU HAMIL, DAN PERSALINAN DITOLONG TENAGA
KESEHATAN, DAN PELAYANAN KESEHATAN IBU NIFAS
30. PERSENTASE CAKUPAN IMUNISASI TT PADA IBU HAMIL
31. PERSENTASE CAKUPAN IMUNISASI TT PADA WANITA USIA SUBUR
32. JUMLAH IBU HAMIL YANG MENDAPATKAN TABLET Fe1, Fe3
33. JUMLAH DAN PERSENTASE PENANGANAN KOMPLIKASI KEBIDANAN DAN
KOMPLIKASI NEONATAL

iii
TABEL URAIAN
34. PROPORSI PESERTA KB AKTIF MENURUT JENIS KONTRASEPSI
35. PROPORSI PESERTA KB BARU MENURUT JENIS KONTRASEPSI
36. JUMLAH PESERTA KB BARU DAN KB AKTIF
37. BAYI DENGAN BERAT BADAN LAHIR RENDAH (BBLR)
38. CAKUPAN KUNJUNGAN NEONATAL
39. JUMLAH BAYI YANG DIBERI ASI EKSKLUSIF
40. CAKUPAN PELAYANAN KESEHATAN BAYI
41. PERSENTASE CAKUPAN DESA/KALURAHAN UNIVERSAL CHILD
IMMUNIZATION (UCI) MENURUT KECAMATAN
42. CAKUPAN IMUNISASI HEPATITIS B < 7 HARI DAN BCG PADA BAYI MENURUT
JENIS KELAMIN
43. CAKUPAN IMUNISASI DPT-HB/DPT-Hib, POLIO, CAMPAK DAN IMUNISASI
DASAR LENGKAP PADA BAYI MENURUT JENIS KELAMIN
44. CAKUPAN PEMBERIAN VITAMIN A PADA BAYI DAN ANAK BALITA MENURUT
JENIS KELAMIN
45. JUMLAH ANAK 0 – 23 BULAN DITIMBANG MENURUT JENIS KELAMIN
45.a PREVELENSI STUNTING ANAK BADUTA
46. CAKUPAN PELAYANAN ANAK BALITA MENURUT JENIS KELAMIN
47. JUMLAH BALITA DITIMBANG MENURUT JENIS KELAMIN
48. CAKUPAN KASUS BALITA GIZI BURUK YANG MENDAPAT PERAWATAN
49. CAKUPAN PELAYANAN KESEHATAN (PENJARINGAN) SISWA SD &
SETINGKAT MENURUT JENIS KELAMIN
50. PELAYANAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT
51. PELAYANAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT PADA ANAK SD DAN SETINGKAT
51.a PERSENTASE REMAJA PUTRI MENDAPAT TABLET TAMBAH DARAH
52. CAKUPAN PELAYNAN KESEHATAN USIA LANJUT
53. CAKUPAN JAMINAN KESEHATAN PENDUDUK
54. JUMLAH KUNJUNGAN RAWAT JALAN, RAWAT INAP, DAN KUNJUNGAN
GANGGUAN JIWA DI SARANA PELAYANAN KESEHATAN

iv
TABEL URAIAN
55. ANGKA KEMATIAN PASIEN DI RUMAH SAKIT
56. INDIKATOR KINERJA RUMAH SAKIT
57. PERSENTASE RUMAH TANGGA BERPERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT
(BER-PHBS)
58. PERSENTASE RUMAH SEHAT
59. PENDUDUK DENGAN AKSES BERKELANJUTAN TERHADAP AIR MINUM
BERKUALITAS (LAYAK) MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS
60. PERSENTASE KUALITAS AIR MINUM DI PENYELENGGARA AIR MINUM YANG
MEMENUHI SYARAT KESEHATAN
61. PENDUDUK DENGAN AKSES TERHADAP FASILITAS SANITASI YANG LAYAK
(JAMBAN SEHAT) MENURUT JENIS JAMBAN
62. DESA YANG MELAKSANAKAN SANITASI TOTAL BERBASIS MASYARAKAT
63. PERSENTASE TEMPAT-TEMPAT UMUM MEMENUHI SYARAT KESEHATAN
MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS
64. TEMPAT PENGELOLAAN MAKANAN (TPM) MENURUT STATUS HIGIENE
SANITASI
65. TEMPAT PENGELOLAAN MAKANAN DIBINA DAN DIUJI PETIK
66. PERSENTASE KETERSEDIAAN OBAT DAN VAKSIN
67. JUMLAH SARANA KESEHATAN MENURUT KEPEMILIKAN
68. PERSENTASE SARANA KESEHATAN (RUMAH SAKIT) DENGAN KEMAMPUAN
PELAYANAN GAWAT DARURAT (GADAR) LEVEL I
69. JUMLAH POSYANDU MENURUT STRATA
70. JUMLAH UPAYA KESEHATAN BERSUMBERDAYA MASYARAKAT (UKBM)
71. JUMLAH DESA SIAGA MENURUT KECAMATAN
72. JUMLAH TENAGA MEDIS DI FASILITAS KESEHATAN
73. JUMLAH TENAGA KEPERAWATAN DI FASILITAS KESEHATAN
74. JUMLAH TENAGA KEFARMASIAN DI FASILITAS KESEHATAN

v
TABEL URAIAN
75. JUMLAH TENAGA KESEHATAN MASYARAKAT DAN KESEHATAN
LINGKUNGAN DI FASILITAS KESEHATAN
76. JUMLAH TENAGA GIZI DI FASILITAS KESEHATAN
77. JUMLAH TENAGA KETERAPIAN FISIK DI FASILITAS KESEHATAN
78. JUMLAH TENAGA KETEKNISAN MEDIS DI FASILITAS KESEHATAN
79. JUMLAH TENAGA KESEHATAN LAIN DI FASILITAS KESEHATAN
80. JUMLAH TENAGA PENUNJANG/PENDUKUNG KESEHATAN DI FASILITAS
KESEHATAN
81. ANGGARAN KESEHATAN KABUPATEN/KOTA
82. KASUS PENYAKIT TIDAK MENULAR DI PUSKESMAS DAN RUMAH SAKIT

vi
Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2016

Bab I
DEMOGRAFI

1.1. KEADAAN PENDUDUK

1.1.1. Pertambahan penduduk.


Berdasarkan data dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil
(Hasil Registrasi Penduduk), jumlah penduduk Kota Surakarta sebesar
552.930 jiwa. Terdiri dari 272.559 jiwa penduduk laki-laki (49,29%) dan
280.371 jiwa penduduk perempuan (50,71%).
Bila dibandingkan jumlah penduduk pada tahun 2015 (510.077 jiwa),
terjadi peningkatan jumlah penduduk sebesar yang cukup bermakna. Hal ini
bisa terjadi karena data yang digunakan pada tahun 2015 adalah data
survey dari BPS, sedangkan data tahun 2016 menggunakan data hasil
pencatatan sipil dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil. Seperti
tahun sebelumnya, jumlah penduduk terbanyak ada di kecamatan Banjarsari
sebesar 174.610 jiwa dan jumlah penduduk terkecil ada di kecamatan
Serengan 53.773 jiwa. Gambaran selengkapnya jumlah penduduk tiap
kecamatan dapat dilihat pada lampiran tabel 1.

1.1.2. Kepadatan Penduduk.


Kota Surakarta merupakan kab/kota terpadat di Jawa Tengah.
Dengan luas wilayah Kota Surakarta sebesar 44.04 km2 dan jumlah
penduduk sebesar 552.930 jiwa, diperoleh kepadatan penduduk sebesar
12.555 jiwa per km2. Apabila dibandingkan dengan kepadatan pada tahun
sebelumnya sebesar 11.582 jiwa per km2, mengalami peningkatan yang
cukup signifikan. Kepadatan tertinggi ada pada Kecamatan Pasarkliwon
sebesar 17.378 jiwa per km2, dan kepadatan terendah ada pada Kecamatan
Jebres 11.207 jiwa per km2. Gambaran selengkapnya tentang kepadatan
penduduk adalah sebagai berikut :
Laweyan : 11.551
Serengan : 16.857
Pasar Kliwon : 17.378
Jebres : 11.207
Banjarsari : 11.790
Kota : 12.555
( Sumber : Dispendukcapil )
1
Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2016

1.1.3. Sex Ratio Penduduk


Perkembangan penduduk menurut jenis kelamin dapat dilihat dari
angka sex ratio, yaitu perbandingan penduduk laki-laki terhadap penduduk
perempuan. Angka sex ratio penduduk tahun 2016 sebesar 97,21%. Ini
berarti bahwa setiap ada 100 orang perempuan maka terdapat 97 orang laki-
laki. Angka tersebut sedikit mengalami peningkatan dibandingkan tahun
2015 sebesar 96,96%. Artinya terjadi peningkatan jumlah penduduk laki-laki
lebih besar dari pada perempuan, namun demikian jumlah penduduk
perempuan masih lebih banyak dibandingkan dengan jumlah penduduk laki-
laki. Ini merupakan bahan pemikiran khususnya dalam mengantisipasi resiko
angka kelahiran dan perencanaan program pemberdayaan perempuan.

1.1.4. Angka Ketergantungan ( Dependency ratio )


Susunan penduduk menurut golongan umur dan jenis kelamin dapat
dilihat pada grafik sebagai berikut:
Grafik 1. Susunan Penduduk menurut Golongan Umur & Jenis Kelamin
Tahun 2016

2
Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2016

Berdasarkan grafik diatas, maka didapatkan angka ketergantungan sebesar


41,81% Ini berarti setiap 100 orang penduduk produktif menanggung 42
orang non produktif.

1.2. KEADAAN EKONOMI


1.2.1. Mata pencaharian
Salah satu ukuran untuk mengetahui ekonomi suatu wilayah adalah
dengan melihat komposisi penduduk berdasarkan mata pencaharian.
Berdasarkan data dari Monografi Kelurahan (Buku Kota Surakarta Dalam
Angka 2016) maka mata pencaharian penduduk, adalah sebagai berikut:

Tabel 1. Mata Pencaharian Penduduk Kota Surakarta Tahun 2016

NO LAPANGAN PEKERJAAN JUMLAH %


1. Pertanian 1.840 0.43%
2. Pertambangan 364 0.09%
3. Industri 62.226 14.57%
4. Listrik dan Gas 426 0.10%
5. Konstruksi 13.658 3.20%
6. Perdagangan 108.207 25.34%
7. Angkutan 12.643 2.96%
8. Keuangan 16.612 3.89%
9. Jasa 55.223 12.93%
10. Lain-lain 155.766 36.49%
Jumlah 426.965 100%
Sumber : Buku Surakarta Dalam Angka 2016
Berdasarkan tabel di atas, terlihat bahwa prosentase terbesar penduduk di
Surakarta adalah di bidang Perdagangan, yaitu sebesar 25.34%.

1.2.2. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).


Produk Domestik Regional Bruto merupakan indikator untuk
mengukur tingkat pertumbuhan ekonomi dan tingkat pendapatan
masyarakat. Berdasarkan BPS Kota Surakarta (Tahun 2015), laju
pertumbuhan ekonomi diukur dari besarnya nilai PDRB atas dasar harga
konstan dari tahun ke tahun. Pada tahun 2015, terjadi kenaikan relatif
sedang yaitu 5.44%, sedangkan untuk pertumbuhan harga berlaku sebesar

3
Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2016

9.12%. Untuk lebih jelasnya, tentang pertumbuhan PDRB tahun 2010 s/d
2015 dapat dilihat pada tabel sebagai berikut:

Tabel. 2 Perkembangan Produk Domestik Regional Bruto


Kota Surakarta Tahun 2010 s/d 2015 (jutaan rupiah)
BERLAKU KONSTAN
Tahun
NILAI % PERUBAHAN NILAI %PERUBAHAN
2010 21,469,551.30 11.94 21,469,551.30 5.94
2011 23,909,011.13 11.36 22,848,439.42 6.42
2012 26,425,273.02 10.52 24,123,781.59 5.58
2013 29,081,312.47 10.05 25,631,681.32 6.25
2014 32,059,446.90 10.24 26,984,358.61 5.28
2015 34,982,374.09 9.12 28,453,493.87 5.44

Berdasarkan tabel di atas, dapat dilihat bahwa semenjak tahun 2010 hingga
tahun 2015 pertumbuhan ekonomi mengalami kenaikan (pertumbuhan
positif) meskipun keadaan ekonomi masih belum menggembirakan.

PDRB per Kapita Penduduk Kota Surakarta tahun 2015 menurut harga
berlaku adalah sebesar Rp. 68,163,859.02 sedangkan PDRB per Kapita
menurut harga konstan adalah sebesar Rp. 55,442,204.69

1.3. KEADAAN PENDIDIKAN


Salah satu indikator indeks pembangunan manusia adalah tingkat
pendidikan penduduk. Untuk kota Surakarta, berdasarkan data dari BPS
Kota Surakarta, maka banyaknya penduduk menurut pendidikan (umur 10
tahun ke atas) tahun 2015 adalah sebagai berikut:

4
Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2016

Grafik 2. Komposisi Penduduk Berdasarkan Tingkat Pendidikan


Kota Surakarta Tahun 2016

1.4. INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) adalah indikator untuk mengukur


capaian pembangunan manusia berdasarkan sejumlah komponen dasar kualitas
hidup. Sebagai ukuran kualitas hidup, IPM dibangun melalui pendekatan tiga
dimensi dasar yaitu dimensi kesehatan, pengetahuan dan hidup layak.

Tabel 3. Besaran Komponen IPM Kota Surakarta Tahun 2010-2015

Komponen 2010 2011 2012 2013 2014 2015


Angka Harapan Hidup 76,85 76,89 76,93 76,97 76,99 77,00

Angka Harapan Lama Sekolah 13,17 13,34 13,50 13,64 13,92 14,14

Angka Rata-rata Lama Sekolah 9,99 10,05 10,11 10,25 10,33 10,36

Pengeluaran 12.123 12.464 12.680 12.820 12.907 13.604

IPM 77,45 78,00 78,44 78,89 79,34 80,14

Rangking se Jawa Tengah 2 2 2 2 2 3,00

5
Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2016

Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa IPM Kota Surakarta mengalami
peningkatan terus menerus dari tahun 2011 sampai dengan tahun 2015. Besaran
IPM Kota Surakarta menduduki peringkat kedua dari 35 kabupaten/kota di Jawa
Tengah. Jika dibandingkan dengan IPM Kabupaten di sekitarnya, IPM Kota
Surakarta tertinggi dilihat dari kelima komponen penilaian, sebagaimana tabel di
bawah ini.

Tabel 4. IPM Kabupaten/Kota se-Jawa Tengah Tahun 2015

6
Profil Kesehatan Kota Surakarta Th 2016

BAB II
SUMBER DAYA KESEHATAN

Derajat kesehatan masyarakat suatu negara dipengaruhi oleh


keberadaan sumber daya kesehatan yang meliputi : sarana kesehatan, tenaga
kesehatan, kefarmasian dan pembiayaan kesehatan. Sarana kesehatan yang
diulas pada pada bagian ini terdiri dari fasilitas pelayanan kesehatan tingkat
pertama (FKTP) yang meliputi puskesmas, klinik pratama dan dokter keluarga
serta fasilitas kesehatan tingkat rujukan (FKTR) yang meliputi klinik utama,
rumah sakit umum dan rumah sakit khusus.
Undang-Undang Nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan menyatakan
bahwa fasilitas pelayanan kesehatan adalah suatu alat dan/atau tempat yang
digunakan untuk menyelenggarakan upaya pelayanan kesehatan, baik promotif,
preventif, kuratif, maupun rehabilitatif yang dilakukan oleh pemerintah,
pemerintah daerah, dan/atau masyarakat.

2.1. FASILITAS KESEHATAN TINGKAT PERTAMA


2.1.1. Puskesmas
Puskesmas adalah suatu unit pelaksana fungsional yang berfungsi
sebagai pusat pembangunan kesehatan, pusat pembinaan peran serta
masyarakat dalam bidang kesehatan serta pusat pelayanan kesehatan
tingkat pertama yang menyelenggarakan kegiatannya secara menyeluruh,
terpadu yang berkesinambungan pada suatu masyarakat yang bertempat
tinggal dalam suatu wilayah tertentu.
Puskesmas diharapkan dapat bertindak sebagai motivator,
fasilitator dan turut serta memantau terselenggaranya proses
pembangunan di wilayah kerjanya agar berdampak positif terhadap
kesehatan masyarakat di wilayah kerjanya. Hasil yang diharapkan dalam
menjalankan fungsi ini antara lain adalah terselenggaranya pembangunan
di luar bidang kesehatan yang mendukung terciptanya lingkungan dan
perilaku sehat.

7
Profil Kesehatan Kota Surakarta Th 2016

Puskesmas diharapkan menjadi Fasilitas Kesehatan Tingkat


Pertama (FKTP) yang handal sehingga bisa menjadi FKTP utama Jaminan
Kesehatan Nasional (JKN) di Kota Surakarta. Adapun data Puskesmas di
Kota Surakarta Tahun 2016 sebagaimana tabel berikut :

Tabel 5. Data Puskesmas di Kota Surakarta

TIPE KRITERIA JUMLAH JEJARING

JML NON SAN


NAMA PER TER
NO DESA/ PERA BIAS GAT PUS POLIN POSKES
PUSKESMAS AWA PEN
KEL WATA A TERP TU DES DES
TAN CIL
N ECIL

1 PAJANG 4 V - V - - 3 - -

2 PENUMPING 4 - V V - - 1 - -

3 PURWOSARI 3 - V V - - 1 - -

5 JAYENGAN 4 - V V - - 2 - -
2
4 KRATONAN 3 - V V - - - -

6 GAJAHAN 6 V - V - - 1 - -

7 SANGKRAH 3 - V V - - 2 - -

9 PURWODININGRT 6 - V V - - 1 - -

10 NGORESAN 1 - V V - - 1 - -

8 SIBELA 1 V - V - - 2 - -

11 PUCANGSAWIT 3 - V V - - 2 - -

14 NUSUKAN 1 - V V - - 2 - -

13 MANAHAN 2 - V V - - - - -

15 GILINGAN 3 - V V - - 1 - -

12 BANYUANYAR 2 V - V - - 1 - -

16 SETABELAN 4 - V V - - 1 - -

17 GAMBIR SARI 1 - V V - - 2 - -

TOTAL SURAKARTA 51 25

Adapun keempat Puskesmas Perawatan yang ada, sekaligus


berfungsi sebagai Puskesmas PONED (Pelayanan Obstetri Neonatal
Emergensi Dasar).

8
Profil Kesehatan Kota Surakarta Th 2016

2.1.2. Klinik Pratama


Selain Puskesmas sebagai andalah Pemerintah dalam pelayanan
tingkat pertama, Klinik Pratama juga memiliki kontribusi terhadap
pelayanan kesehatan di Kota Surakarta. Jumlah Klinik Pratama di Kota
Surakarta adalah sebanyak 36 dengan rincian Balai Pengobatan (BP)
sebanyak 3, Klinik Pratama Rawat Jalan sebanyak 27 dan Klinik Pratama
Rawat Inap sebanyak 6. Data Klinik Pratama yang ada di Kota Surakarta
adalah sebagai berikut :

Tabel 6. DATA KLINIK PRATAMA DAN BALAI PENGOBATAN


DI KOTA SURAKARTA TAHUN 2016

NO NAMA KLINIK JENIS KLINIK ALAMAT


Jl. RE. Marthadinata N. 15
1 AIRA pratama rawat jalan
Sudiroprajan, Jebres, Surakarta
AISYIYAH MEDICAL
2 pratama rawat jalan Jl.KH. Dewantoro 10 Kentingan
CENTER
Jl. Slamet Riyadi No. 78 RT 01 RW
3 ANANDA pratama rawat jalan
03 Jajar, Laweyan, Surakarta
pratama rawat inap Jl. Veteran No. 113 Danukusuman,
4 AN NISA
bersalin Surakarta
Jl. Sutowijoyo No. 10 Penumping,
5 AURA pratama rawat jalan
Laweyan, Surakarta
pratama rawat inap Jl. Dr. Rajiman RT 03 RW 08 Pajang,
6 BAROKAH
bersalin Laweyan, Surakarta
7 BETESDA BP Jl. Sutan Syarir (Gereja SJA)
pratama rawat inap
8 Bhayangkara Jl.dr.Muwardi 33A Purwosari
bersalin
pratama rawat jalan Jl. Dewi Sartika No 33
9 MECADITA
kes.gigi danukusuman, Serengan, Surakarta
pratama rawat jalan Jl. Dr. Supomo No. 78 Punggawan,
10 MECADITA
kes.gigi Banjarsari, Surakarta
Jl. Brigjen Sudiarto No. 196
11 BUDI PENI Pratama rawat jalan
Joyotakan
12 CAHAYA SEHAT BP Jl. Patimura No 88
Jl. Kyai Mojo No 70 Semanggi,
13 ENGGAL WARAS Pratama rawat jalan
Surakarta
Jl. Kapt.Mulyadi No. 182 Pasar
14 FOSMIL Pratama rawat jalan
Kliwon, Surakarta
15 KARUNIA HUSADA pratama rawat jalan Jl. Kol. Sutarto No. 150 C. Jebres
Jl. Kol. Sutarto No. 57 RT 02 RW 08
16 KIMIA FARMA Pratama rawat jalan
Jebres, Surakarta

9
Profil Kesehatan Kota Surakarta Th 2016

NO NAMA KLINIK JENIS KLINIK ALAMAT


Jl. Arifin No.1 Kp. Baru, Pasar
17 MARGANINGSIH pratama rawat jalan
Kliwon, Surakarta
18 PMI Pratama rawat jalan Jl. Kol. Sutarto No. 58 Jebres
19 POOLIEN pratama rawat jalan Jl. Yos Sudarso No. 338 Serengan
Jl. Yosodipuro N. 121
PT. ESTETIKA MEDIKA
20 pratama rawat jalan Mangkubumen, Banjarsari,
UTAMA (LBC)
Surakarta
Jl. Jaya Wijaya No. 11 Kadipiro
21 KUSUMA HUSADA pratama rawat jalan
Surakarta
Jl. Gajah Mada No. 103
22 LARISSA pratama rawat jalan
Punggawan, Banjarsari, Surakarta
Jl. Letjend Sutoyo No.13 Nusukan,
23 MITRA MEDIKA pratama rawat jalan
Banjarsari, Surakarta
Jl. Cilosari RT 2 RW 13 Semanggi,
24 MTA Pratama rawat inap
Pasar Kliwon, Surakarta
Jl. Yosodipuro No. 99
25 NAAVAGREEN pratama rawat jalan Mangkubumen, Banjarsari,
Surakarta
Jl. Sumpah Pemuda No.6, Kadipiro,
26 NGESTI HUSADAJATI Pratama rawat jalan
Banjarsari, Surakarta
Jl. Prof Yohanes No. 35 Jebres,
27 NORMA Pratama rawat jalan
Surakarta
28 PMS pratama rawat jalan Jl. Ir Juanda No. 47 Surakarta
29 PT. KAI Pratama rawat jalan Jl. Monginsidi No. 112 Surakarta
Jl. Truntum I RT 01 RW 15
30 RETNO pratama rawat jalan
Sondakan, Laweyan, Surakarta
Jl. Petir RT 01 RW 14 Jebres, Jebres,
31 SOLO PEDULI Pratama rawat inap
Surakarta
Jl. Sriwijaya No. 8 Nusukan,
32 SRIWIJAYA pratama rawat jalan
Banjarsari, Surakarta
Jl. Gajah Mada No. 57 RT 01 RW 05
33 TIPHARA pratama rawat jalan
Punggawan, Banjarsari, Surakarta
34 UNS Medical Center BP Jl. Ir. Sutami 36A Kentingan
Jl. Malabar Utara III Mojosongo,
35 MOJOSONGO Pratama rawat inap
Jebres
36 CITA MEDIKA HUSADA Pratama rawat jalan Jl. Pulanggeni No. 23

10
Profil Kesehatan Kota Surakarta Th 2016

2.1.3. Dokter Keluarga / Dokter Praktek Perseorangan


Sebagai daerah perkotaan, Kota Surakarta memiliki keragaman
jenis sarana pelayanan kesehatan, Selain Puskesmas dan Klinik Pratama,
keberadaan Dokter Keluarga juga memberikan kontribusi terhadap
pelayanan kesehatan tingkat pertama di Kota Surakarta. Adapun jumlah ijin
dokter praktek di Kota Surakarta pada tahun 2016 adalah sebanyak 1.850,
tersebar di 5 kecamatan, dengan persebaran sebagai berikut :

Tabel 7. Data Ijin Dokter Praktek Perseorangan di Kota Surakarta


Tahun 2016

NO KECAMATAN JUMLAH
1 LAWEYAN 451
2 SERENGAN 76
3 PASARKLIWON 192
4 JEBRES 592
5 BANJARSARI 539
JUMLAH 1.850

2.2. FASILITAS KESEHATAN TINGKAT RUJUKAN


Selain Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), keberadaan
Fasilitas Kesehatan Tingkat Rujukan juga sangat mempengaruhi kualitas
pelayanan kesehatan secara menyuluruh di Kota Surakarta. Fasilitas
Kesehatan Rujukan yang akan dibahas dalam bab ini adalah Klinik Utama,
Rumah Sakit Umum dan Rumah Sakit Khusus.

2.2.1. Klinik Utama


Di Kota Surakarta terdapat 15 Klinik Utama dengan perincian : 9
buah Klinik Utama Rawat Jalan dan 6 buah Klinik Utama Rawat Inap. Data
Klinik Utama di Kota Surakarta adalah sebagai berikut :

11
Profil Kesehatan Kota Surakarta Th 2016

Tabel. 8. DATA KLINIK UTAMA DI KOTA SURAKARTA TAHUN 2016

NO NAMA KLINIK JENIS KLINIK ALAMAT


CAHAYA MITRA (PT.
Jl. Nusa Indah IX No. 5 Punggawan,
1 KARMEL INDAH Utama rawat jalan
Banjarsari
SEJAHTERA)
Jl. Letjend Suprapto No. 89
2 CERDAS CERIA Utama rawat jalan
Banyuanyar
Utama rawat inap Jl. Surya No. 34 Purwodiningratan,
3 dr. JOHAN
bersalin Jebres, Surakarta
Gigi Utama rawat Jl. Dr. Rajiman No. 402 RT 07 RW 05
4 EPIONE DENTISTRY
jalan Penumping, Laweyan, Surakarta
Utama rawat inap Jl. dr. Rajiman No. 383 Panularan,
5 MOMMY & ME
bersalin Surakarta
ONKOLOGI PERMATA Jl. Siwalan No. 37 RT 02 RW 14
6 Utama rawat inap
HARAPAN Kerten, Laweyan, Surakarta
Jl. Cempaka XI RT 02/20 Sampangan,
7 PKU SAMPANGAN Utama rawat inap
Semanggi, Pasar Kliwon, Surakarta
Utama rawat jalan Jl. Honggowongso No. 119 RT 3 RW 3
8 QTA (Klinik Gigi)
kes gigi mulut Kratonan, Serengan, Surakarta
SHERLY INDRATNO
Utama rawat jalan Jl. Kapten Mulyadi No. 30
9 AND ASSOCIATES
kes gigi mulut Sudiroprajan, Jebres
DENTAL CLINIC
SOLO EYE CENTER Utama Kesehatan Jl. Dr. Rajiman No. 422 Bumi,
10
(Mata) Mata rawat jalan Laweyan
Utama rawat inap Jl. Prof. Suharso No. 109 Jajar,
11 SRI MURTI
bersalin Laweyan, Surakarta
Gigi Utama rawat Jl. Urip Sumoharjo 112 RT 05 RW 09
12 VIVO
jalan Purwodiningratan, Jebres, Surakarta
Jl. Letjen. S. Parman No. 131
13 BUDI SEHAT Utama rawat jalan
Kestalan, Surakarta
Jl. Gajahmada No. 134, RT 004 RW
14 KLINIK MOMMIES Utama rawat jalan
001
KHUSUS JIWA DAN Jl. Adi Sucipto 167 Karangasem,
15 Utama rawat inap
SARAF PURI WALUYO Laweyan, Surakarta
16 STAMINA Utama Rawat Jalan Jl. Moh. Yamin 121

2.2.2. Rumah Sakit Umum


Rumah Sakit merupakan fasilitas pelayanan kesehatan yang
menjadi rujukan bagi Puskesmas, Klinik, dan Dokter Keluarga. Rumah
Sakit terbagi menjadi 2 kategori, yaitu Rumah Sakit Umum (RSU) dan
Rumah Sakit Khusus (RSK).

12
Profil Kesehatan Kota Surakarta Th 2016

Rumah Sakit terbagi menjadi 4 type yaitu A, B, C, dan D. Untuk


pelayanan rujukan pasien dari FKTP, diberlakukan rujukan terstruktur dan
berjenjang, artinya dari FKTP dapat merujuk ke Rumah Sakit type D atau
C, dan tidak bisa langsung dirujuk ke Rumah Sakit type B atau A, kecuali
dalam keadaan darurat (life saving).
Data Rumah Sakit Umum yang ada di Kota Surakarta adalah
sebagai berikut :

Tabel 9. DATA RUMAH SAKIT UMUM DI KOTA SURAKARTA

JUMLAH TEMPAT
NO NAMA RUMAH SAKIT KEPEMILIKAN TYPE
TIDUR (TT)

1 RSU Dr Moewardi Pem Prov. Jateng A 775


2 RS Slamet Riyadi TNI D 64
3 RSUD Kota Surakarta Pem Kot Surakarta C 104
4 RS Kasih Ibu Swasta B 200
5 RS PKU Muhammadiyah Ska Swasta B 232
6 RS Dr. OEN Surakarta Swasta B 225
7 RS Brayat Minulyo Swasta C 108
8 RS Panti Waluyo Swasta C 156
9 RS Islam Kustati Swasta C 199
10 RS Hermina Surakarta Swasta D 43
11 RS Tri Harsi Swasta D 50

JUMLAH 2.156

2.2.3. Rumah Sakit Khusus


Rumah Sakit Khusus adalah Fasilitas Rujukan untuk pelayanan
penyakit tertentu. Data Rumah Sakit Khusus di Kota Surakarta adalah
sebagai berikut :

13
Profil Kesehatan Kota Surakarta Th 2016

Tabel 10. DATA RUMAH SAKIT KHUSUS DI KOTA SURAKARTA

JUMLAH
NO NAMA RUMAH SAKIT KEPEMILIKAN TYPE TEMPAT TIDUR
(TT)

1 RSJD Surakarta Pem Prov. Jateng A 347


2 RS Mata Solo Swasta C 25
3 BBKPM Surakarta Kemenkes -

JUMLAH 372

2.3. FASILITAS PENUNJANG PELAYANAN KESEHATAN

Selain tersedianya fasilitas pelayanan kesehatan primer dan


rujukan, pelayanan kesehatan di Kota Surakarta juga dilengkapi dengan
fasilitas penunjang pelayanan kesehatan seperti apotek, toko obat, dan
laboratorium kesehatan sebagaimana tabel berikut :

Tabel 11. Data Fasilitas Penunjang Pelayanan Kesehatan


Kota Surakarta Tahun 2016
JUMLAH
No. SARANA
PEMERINTAH SWASTA
1 Apotek 1 165
2 Toko Obat 0 20
3 Laboratorium Kesehatan 1 10

2.4. TENAGA KESEHATAN


Tenaga kesehatan memiliki peranan penting untuk meningkatkan
kualitas pelayanan kesehatan yang maksimal kepada masyarakat agar
masyarakat mampu untuk meningkatkan kesadaran, kemauan, dan

14
Profil Kesehatan Kota Surakarta Th 2016

kemampuan hidup sehat sehingga akan terwujud derajat kesehatan yang


setinggi-tingginya sebagai investasi bagi pembangunan sumber daya
manusia yang produktif secara sosial dan ekonomi serta sebagai salah
satu unsur kesejahteraan umum.
Berdasarkan Undang Undang Nomor 36 Tahun 2014 tentang
Tenaga Kesehatan, tenaga kesehatan adalah setiap orang yang
mengabdikan diri dalam bidang kesehatan serta memiliki pengetahuan
dan/atau keterampilan melalui pendidikan di bidang kesehatan yang untuk
jenis tertentu memerlukan kewenangan untuk melakukan upaya kesehatan.
Tenaga di bidang kesehatan terdiri atas tenaga kesehatan dan
asisten tenaga kesehatan. Tenaga kesehatan dikelompokkan ke dalam tiga
belas jenis, yang terdiri atas: tenaga medis, tenaga psikologi klinis, tenaga
keperawatan, tenaga kebidanan, tenaga kefarmasian, tenaga kesehatan
masyarat, tenaga kesehatan lingkungan, tenaga gizi, tenaga keterapian
fisik, tenaga keteknisian medis, tenaga teknik biomedika, tenaga kesehatan
tradisional, dan tenaga kesehatan lainnya.

2.4.1. Tenaga Kesehatan di Puskesmas

Kota Surakarta merupakan wilayah perkotaan yang merupakan


penyangga bagi kabupaten di sekitarnya. Demikian juga untuk pelayanan
kesehatan, baik di tingkat pertama maupun di tingkat rujukan. Dari 17
Puskesmas yang ada di Kota Surakarta, semuanya telah memiliki tenaga
medis dokter dan dokter gigi.
Berdasarkan Permenkes nomor 75 tahun 2014 tentang Pusat
Kesehatan Masyarakat, tenaga kesehatan yang harus tersedia di
Puskesmas adalah :
- Dokter
- Dokter gigi
- Perawat
- Bidan
- Tenaga Kesehatan Masyarakat
- Tenaga Kesehatan Lingkungan

15
Profil Kesehatan Kota Surakarta Th 2016

- Tenaga Teknis Laboratorium Medis


- Tenaga Gizi
- Tenaga Kefarmasian
- Tenaga Administrasi

Untuk tenaga paramedis perawat, bidan, farmasi, gizi dan analis


semua puskesmas juga telah ada. Namun untuk tenaga Kesehatan
Masyarakat, Kesehatan Lingkungan, Rekam Medis dan Fisioterapi, belum
semua puskesmas memiliki.
Gambaran tentang sebaran SDM Kesehatan di Puskesmas Kota
Surakarta adalah sebagai berikut :

Tabel. 12. SDM Kesehatan di Puskesmas Kota Surakarta Tahun 2016

Rekam Medis
Perawat dan
perawat gigi
Dokter Gigi

Fisioterapi
Farmasi

Kesmas

Kesling
Dokter
Umum

Analis
JML
Bidan

Gizi
Nama Unit Kerja
PDDK

PAJANG 48.103 4 2 12 8 5 1 0 1 0 2 1
PENUMPING 23.604 2 1 4 3 2 1 0 0 0 1 0
PURWOSARI 28.526 2 2 6 4 3 1 0 1 0 1 0
JAYENGAN 30.465 2 1 6 5 3 1 0 1 0 1 0
KRATONAN 23.149 2 1 7 5 4 1 1 1 0 2 0
GAJAHAN 31.805 3 1 14 12 4 2 1 1 1 1 0
SANGKRAH 53.078 3 1 8 6 4 2 1 1 0 2 0
PWDININGRTN 27.356 3 1 6 4 3 1 1 1 0 1 0
NGORESAN 32.484 2 2 5 3 3 1 1 1 0 1 0
SIBELA 50.409 3 1 11 8 6 2 1 0 1 1 0
PUCANGSAWIT 32.815 2 2 5 4 3 1 1 1 0 1 0
NUSUKAN 30.561 2 1 6 4 4 1 1 0 0 1 0
MANAHAN 20.168 2 1 5 3 2 1 0 1 0 1 0
GILINGAN 27.167 2 1 6 4 2 1 1 0 0 1 0
BANYUANYAR 31.529 3 1 11 11 3 2 1 1 0 1 0
SETABELAN 13.279 2 1 8 5 2 1 0 1 0 1 0
GAMBIR SARI 54.236 2 2 5 4 3 1 1 1 1 1 0
JUMLAH 558.732 41 22 125 93 56 21 11 13 3 20 1

16
Profil Kesehatan Kota Surakarta Th 2016

2.4.2. Tenaga Kesehatan di Dinas Kesehatan dan UPTD non Puskesmas


Dinas Kesehatan merupakan instansi pengampu kebijakan bidang
kesehatan di Kota Surakarta. Sebagai instansi yang mengelola kebijakan,
tentunya Dinas Kesehatan perlu didukung oleh tenaga-tenaga kesehatan
yang berwawasan luas dan handal.
Selain itu, Dinas Kesehatan Kota Surakarta juga memiliki Unit
Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) selain UPTD Puskesmas, yaitu : UPTD
Pemeliharaan Kesehatan Masyarakat Surakarta (PKMS), UPTD Instalasi
Farmasi dan UPTD Laboratorium Kesehatan.
Data SDM Kesehatan di Dinas Kesehatan dan UPTD non
Puskesmas adalah sebagai berikut :

Tabel. 13. SDM Kesehatan di Dinas Kesehatan dan UPTD non Puskesmas
Kota Surakarta Tahun 2016
Dokter Umum

Dokter Gigi

Perawat
Farmasi

Kesmas

Jumlah
Kesling

Umum
Analis
Bidan

Gizi

NO UNIT KERJA

1 Dinas Kesehatan 3 1 3 5 3 2 9 4 1 39 70
2 UPTD PKMS 0 0 1 0 1 0 1 0 1 4 8
3 UPTD Instalasi Farmasi 0 0 6 0 0 0 0 0 0 3 9
4 UPTD Laboratorium Kes 0 0 0 0 0 0 0 0 6 3 9

Jumlah 3 1 7 5 4 3 10 5 11 57 106

17
Profil Kesehatan Kota Surakarta Th 2016

2.4.3. Tenaga Kesehatan di Rumah Sakit


Di Kota Surakarta terdapat 11 rumah sakit umum dan 2 rumah
sakit khusus. Data distribusi tenaga kesehatan di rumah sakit adalah
sebagai berikut :

Tabel 14. Data Distribusi Tenaga Kesehatan di Rumah Sakit Kota Surakarta
Tahun 2016
Dokter Spesialis

Dokter Umum

Drg. Spesialis

Teknis Medis
Dokter Gigi

Perawat
Farmasi

Kesmas

Jumlah
Kesling

Umum
Bidan

Gizi
NO UNIT KERJA

1 RSUD Dr. Moewardi 114 16 7 3 113 878 95 21 3 11 172 636 2083


2 RS Slamet Riyadi 12 11 0 2 6 65 14 1 1 0 14 54 180
3 RS Dr. Oen Surakarta 19 25 0 2 34 328 28 4 3 1 33 358 845
4 RS Brayat Minulyo 2 8 0 1 17 116 10 2 0 1 23 161 341
5 RS Panti Waluyo 44 20 1 5 27 177 25 4 0 1 34 122 461
6 RS Kasih Ibu 60 24 3 3 52 264 27 6 0 1 80 0 527
7 RS PKU Muh Ska 82 26 3 3 57 317 41 5 0 2 48 286 866
8 RSUI Kustati 43 15 1 2 22 301 22 1 0 1 39 198 642
9 RS Tri Harsi 11 3 1 3 3 7 7 2 0 0 7 17 62
10 RSUD Kota Surakarta 8 9 0 4 9 23 13 3 0 2 15 17 102
11 RS Hermina 27 13 4 1 4 56 9 1 0 1 12 0 130
12 RSJD Surakarta 14 12 0 3 20 225 0 8 2 1 33 162 479
13 RS Mata Solo 8 3 0 0 8 20 0 0 0 0 10 10 59

Jumlah 444 185 20 32 323 2433 229 39 1 11 412 1114 5264

18
Profil Kesehatan Kota Surakarta Th 2016

2.5. PENGAWASAN KEFARMASIAN, MAKANAN MINUMAN, DAN OBAT


TRADISIONAL
Program pengawasan kefarmasian, makanan minuman dan obat
tradisional meliputi : ketersediaan obat di puskesmas, pengadaan obat,
pelayanan kefarmasian di Puskesmas, pelayanan kefarmasian di sarana
kesehatan swasta dan pengawasan keamanan pangan.
a. Ketersediaan Obat di Puskesmas
Ketersediaan obat merupakan faktor yang penting dalam
pelayanan kesehatan di puskesmas. Ketersediaan obat di
puskesmas adalah obat – obat essensial, obat generik, obat
penunjang, Obat Asli Indonesia dan Obat Program. Secara
keseluruhan ketersediaan obat di puskesmas telah terpenuhi. Dari
target 95% dapat tercapai 97,2%.
b. Pengadaan Obat
Pada tahun 2016 pengadaan obat untuk kebutuhan puskesmas
dilaksanakan di Dinas Kesehatan dengan anggaran dari APBD Kota
Surakarta dan DAK serta di dukung dengan obat buffer dari Dinas
Kesehatan Provinsi Jawa Tengah. Sedangkan obat – obat program
sebagian berasal dari Kementerian Kesehatan RI dan Dinas
Kesehatan Propinsi Jawa Tengah, apabila terdapat kekurangan
kebutuhan obat program pengadaannya dari anggaran APBD Kota
Surakarta. Target pengadaan obat generik sebesar 100%, tercapai
95,45%. Tidak tercapainya pengadaan obat generik ada tahun
2016 dikarenakan ada beberapa industri farmasi yang tidak dapat
memenuhi pesanan obat dari Dinas Kesehatan. Kekurangan obat
dapat terpenuhi dengan obat buffer yang ada di Dinas Kesehatan
Kota Surakarta dan buffer dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa
Tengah.
c. Pelayanan kefarmasian di puskesmas.
Salah satu upaya meningkatkan mutu pelayanan kesehatan di
puskesmas adalah pemenuhan standar pelayanan kefarmasian
meliputi sarana prasarana penyimpanan dan pelayanan obat,

19
Profil Kesehatan Kota Surakarta Th 2016

pengelolaan obat, pencatatan pelaporan obat, dan pelayanan


informasi obat. Pada tahun 2016, 17 puskesmas di Kota Surakarta
sudah memenuhi standar pelayanan kefarmasian dan akan
ditingkatkan pada tahun yang akan datang. Angka ini menunjukkan
peningkatan yang baik terhadap pelayanan kefarmasian di
puskesmas dari target 95 % di tahun 2016.
d. Pengawasan keamanan pangan
Pengawasan keamanan pangan meliputi : pengawasan distributor
makanan, pengawasan Industri Rumah Tangga Pangan (IRTP) dan
pemeriksaan pangan yang beredar .
Pada tahun 2016 distributor makanan yang memenuhi syarat
95,31% dari target sebesar 75%. Sedangkan IRTP yang memenuhi
syarat 97,13% dari target 95%. IRTP yang tidak memenuhi syarat
dilakukan pembinaan sehingga pada akhir tahun telah memenuhi
syarat.

Pengawasan peredaran makanan dilakukan pengujian terhadap


pangan yang beredar baik di sekolah, industri rumah tangga pangan,
distributor, super market, toko dan pasar tradisional. Hasil pengujian
sampel makanan yang beredar 84,89% dari target 85%. Hasil tersebut
menunjukkan bahwa masih terdapat makanan yang tidak memenuhi syarat
yaitu mengandung bahan berbahaya berupa pengawet boraks, formalin,
pemanis buatan dan pewarna tekstil yang dilarang untuk makanan.
Makanan yang tidak memenuhi syarat banyak ditemukan di pasar
tradisional.

20
Profil Kesehatan Kota Surakarta Th 2016

2.6. PEMBIAYAAN KESEHATAN


Anggaran untuk pembiayaan kesehatan di Kota Surakarta tahun
2016 berasal dari berbagai sumber sebagai berikut :

2.6.1. Program dan kegiatan yang dibiayai APBD Kota Tahun 2016
 Total belanja : Rp. 122.021.752.000,-
 Belanja Tidak Langsung , : Rp. 48.071.094.000,-
 Belanja langsung : Rp. 73.950.656.000,-

2.6.2. Program yang didanai Non APBD


Pembangunan kesehatan di Kota Surakarta, selain didukung dari
dana APBD Kota, maka sebagian mendapatkan alokasi dana dari APBN,
APBD Propinsi, dan bantuan luar negri. Adapun rincian dana untuk
kegiatan sebagai berikut:

a. Sumber dana APBN sebesar Rp. 433.359.000,-


b. Sumber dana APBD Propinsi sebesar Rp. 123.331.900,-
c. Sumber Dana Kerja sama/Luar Negeri Rp. 651.085.348,-

Berdasarkan data tersebut di atas, diperoleh bahwa anggaran


kesehatan Pemerintah Kota Surakarta Tahun 2016 mencapai 9,54%. Dan
anggaran perkapita sebesar Rp. 352.883.80. Ini berarti bahwa Pemerintah
Kota Surakarta telah berkomitmen dalam penganggaran bidang kesehatan.
Hanya saja, anggaran kesehatan yang telah dialokasikan tersebut,
sebagian besar masih terserap pada upaya kuratif dan rehabilitatif.
Sedangkan untuk pembiayaan upaya promotif dan preventif belum
signifikan. Hal ini menjadi tantangan bagi Dinas Kesehatan Kota Surakarta
untuk dapat mengubah persepsi dari “Paradigma Sakit” menjadi
“Paradigma Sehat”, sesuai dengan arah kebijakan pembangunan
kesehatan bahwa pembangunan kesehatan berorientasi pada upaya
promotif dan preventif.

21
Profil Kesehatan Kota Surakarta Th 2016

2.7. INDIKATOR PELAYANAN KESEHATAN

2.7.1. Upaya Kesehatan Dasar

Jumlah Puskesmas yang ada di Kota Surakarta adalah sebanyak 17 unit,


dengan rincian 4 unit Puskesmas Rawat Inap dan 13 unit Puskesmas Rawat
Jalan. Selain itu juga terdapat 25 unit Puskesmas Pembantu dan 17 unit
Puskesmas Keliling.
Indikator yang digunakan untuk menilai kinerja puskesmas salah satunya
adalah rata kunjungan rawat jalan per hari. Untuk Puskesmas di Kota Surakarta,
rata kunjungan per Puskesmas per hari adalah sebesar 124 orang.

2.7.2. Upaya Kesehatan Rujukan

Rumah Sakit di Kota Surakarta sebanyak 13 buah yang terdiri dari 11


Rumah Sakit Umum dan 2 Rumah Sakit Khusus. Jika dilihat dari kepemilikan,
untuk Rumah Sakit Umum, maka 3 (tiga) Rumah Sakit Umum milik Pemerintah
dan 8 (tujuh) Rumah Sakit Umum swasta. Sedangkan untuk Rumah Sakit
Khusus 1 (satu) milik Pemerintah Provinsi (RSJD) dan 1 (satu) milik swasta (RS
Khusus Mata Solo).
Indikator mutu pelayanan rumah sakit dapat dilihat dari BOR, LOS, TOI,
GDR dan NDR. Bed Occupation Rate (BOR) yang ideal untuk suatu rumah sakit
antara 60% s/d 80%. BOR rata-rata untuk rumah sakit umum di Kota Surakarta
sebesar 67,7%. BOR tertinggi ada di Rumah Sakit Umum PKU Muhammadiyah
Surakarta yaitu sebesar 77,93%, dan yang terendah ada di RS Tri Harsi yaitu
5,78%. Sedangkan untuk rumah sakit khusus. maka BOR rata-rata adalah 72,9.
Leng Of Stay (LOS) adalah rata-rata lamanya pasien dirawat, angka yang
ditetapkan antara 6-9 hari. Tahun 2016, rata-rata LOS untuk RS umum adalah
3,2 hari. Sedangkan untuk rumah sakit khusus LOS sebesar 28,7 hari.
Turn Of Interval (TOI) adalah rata-rata hari tempat tidur tidak ditempati
dan angka ideal dari TOI adalah 1-3. Untuk Rumah sakit umum TOI rata-rata 1,7

22
Profil Kesehatan Kota Surakarta Th 2016

dan TOI rata-rata untuk Rumah sakit khusus 10,8. Net Death Rate (NDR) adalah
angka kematian lebih atau sama dengan 48 jam dan jumlah yang dapat ditolerir
adalah 2,2 per 100 penderita keluar. NDR untuk Rumah Sakit Umum di tahun
2016 adalah sebesar 2,1. Gross Death rate (GDR) adalah angka kematian untuk
tiap-tiap 100 penderita keluar maksimum adalah 4,5. GDR rata-rata untuk rumah
sakit umum adalah 3,. Rumah sakit dengan GDR melebihi angka 4,5 adalah
rumah sakit umum Dr. Moewardi.

23
Profil Kesehatan Kota Surakarta Th 2016

24
Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2016

Bab III
KESEHATAN KELUARGA

3.1. PELAYANAN KESEHATAN IBU DAN KB


3.1.1. Angka Kematian Ibu

Angka Kematian Ibu (AKI) merupakan salah satu indikator penting


dari derajat kesehatan masyarakat dan khususnya derajat kesehatan
perempuan. Angka ini berguna juga untuk menggambarkan status gizi dan
kesehatan ibu, kondisi kesehatan lingkungan serta tingkat pelayanan
kesehatan, terutama ibu pada saat hamil, melahirkan dan masa nifas.
Angka kematian ibu juga merupakan salah satu target yang telah
ditentukan dalam tujuan pembangunan millenium berkelanjutan (SDG’s
tujuan ke-5) yaitu meningkatkan kesehatan ibu dimana target yang akan
dicapai sampai tahun 2030 adalah mengurangi sampai 3/4 resiko jumlah
kematian ibu. Angka kematian Ibu Bersalin atau Maternal Mortality Rate
(MMR) menunjukan banyaknya ibu hamil atau ibu bersalin yang meninggal
pada tiap 100.000 kelahiran hidup.
Angka Kematian Ibu di Indonesia menurut Survei Demografi dan
Kesehatan Indonesia (SDKI) Tahun 2012 sebesar 359 per 100.000
kelahiran hidup, meningkat dibandingkan hasil SDKI Tahun 2007 sebesar
228 per 100.000 kelahiran hidup. Sedangkan Angka Kematian ibu maternal
di Jawa Tengah (berdasarkan Profil Kesehatan Jawa Tengah Tahun 2012)
sebesar 114 per 100.000 kelahiran hidup. Dengan demikian jika
dibandingkan dengan angka kematian Nasional maupun angka Jawa
Tengah, angka kematian Ibu di Kota Surakarta sudah dibawah angka Jawa
Tengah dan Nasional.

25
Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2016

Grafik 3. Pencapaian dan Proyeksi Angka Kematian Ibu (AKI)


Tahun 1994-2015 (Dalam 100.000 Kelahiran Hidup)

Sumber data: SDKI 1991 - 2012

Pendekatan lain yang dapat dipergunakan untuk melihat taraf


kesehatan ibu adalah dengan melihat data perkembangan jumlah kematian
ibu hamil, bersalin dan nifas (Maternal Mortality Rate) di Kota Surakarta
menurut data laporan program KIA/KB, sebagai berikut :

Grafik 4. Angka Kematian Ibu Maternal di Kota Surakarta


Tahun 2011 s/d 2016

26
Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2016

Pada grafik diatas dapat diketahui bahwa angka kematian ibu


maternal masih fluktuasi. Kematian ibu cukup rendah di tahun 2011 yaitu
sebesar 39,4 kemudian meningkat pada tahun 2012, dan menurun kembali
pada tahun 2013. Namun tahun 2014 mengalami peningkatan yang cukup
tajam dari tahun sebelumnya yaitu 71,35. Pada tahun 2015, kembali terjadi
penurunan dengan hasil 52,26, namun belum mencapai target yang
ditetapkan. Sedangkan capaian pada tahun 2016 terjadi penurunan yaitu 40,6
sehingga sudah mencapai target yang diharapkan yaitu 50 per 100.000
kelahiran hidup.

Tabel 16. Kematian Ibu Berdasarkan Masa Maternal dan Umur


di Kota Surakarta Tahun 2016

Masa Maternal Kelompok Umur 2016


Jml %
Ibu Hamil <20 tahun 0 0
20-34 tahun 0 0
≥ 35 tahun 0 0
Ibu Bersalin <20 tahun 0 0
20-34 tahun 1 25.00
≥ 35 tahun 0 0
Ibu Nifas <20 tahun 0 0
20-34 tahun 2 50.00
≥ 35 tahun 1 25.00
Kematian Ibu <20 tahun 0 0
20-34 tahun 3 75.00
≥ 35 tahun 1 25.00
Kematian Ibu Ibu Hamil 0 0
Ibu Bersalin 1 25.00
Ibu Nifas 3 75.00
Sumber : Sumber : Program KIA Bidang Kesmas, 2016

Berdasarkan masa maternal, kematian ibu maternal 1 kasus terjadi


pada masa bersalin dan 3 kasus terjadi pada masa nifas. Menurut
Kelompok umur jumlah kematian ibu terbanyak pada umur 20-34 tahun.

27
Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2016

Kematian Ibu banyak terjadi pada ibu nifas dan kelompok umur 20 -
34 tahun, hal ini tidak sesuai dengan teori RISTI Reproduksi dimana pada
kelompok usia tersebut seharusnya dan penyebab yang memungkinkan
hal tersebut antara lain :
 Migrasi ibu hamil yang sangat dinamis, sehingga masa kehamilan
kurang bisa terpantau
 Penanganan di Pelayanan Dasar (BPM/Klinik) yang belum memenuhi
standar sehingga sering terjadi keterlambatan di Rumah Sakit
Rujukan
 Ada Rumah Sakit yang belum sepenuhnya melakukan pelayanan
sesuai standar
 Ada 17,9% Pasangan Usia Subur yang belum menggunakan
kontrasepsi.
Penyebab kematian ibu maternal di Kota Surakarta pada tahun 2016
adalah karena perdarahan (1 kasus) dan (3 kasus) karena pre
eklamsi/eklamsi (PEB). Salah satu upaya untuk pemantauan kesehatan ibu
hamil dalam bentuk pencegahan dan deteksi dini resiko tersebut adalah
pemeriksaan laboratorium, ibu hamil WAJIB melakukan pemeriksaan
golongan darah, pemeriksaan Hb, protein urine, reduksi urine (sesuai
pedoman pelayanan ANC Terpadu KEMENKES RI Tahun 2013).
Terjadinya kematian ibu terkait dengan kurangnya akses ke pelayanan
kesehatan yang berkualitas bagi ibu, terutama pelayanan kegawatdaruratan
tepat waktu. Hal ini dilatarbelakangi oleh terlambat mengenal tanda bahaya
dan mengambil keputusan, terlambat mencapai fasilitas kesehatan,
terlambat mendapatkan pelayanan di fasilitas kesehatan.
Beberapa upaya yang telah dilakukan Dinas Kesehatan Kota
Surakarta dalam rangka penurunan angka kematian ibu yaitu :
 Penguatan di Pelayanan Dasar melalui : Bimbingan Teknis ke
Pelayanan Swasta dan Bidan Praktek Mandiri (BPM), melakukan
kemitraan dan koordinasi dengan organisasi profesi terkait serta
melakukan evaluasi Standar Pelayanan dan Kepatuhan terhadap SPO

28
Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2016

 Pembentukan sistim jejaring antara Dinas Kesehatan dengan seluruh


Rumah Sakit, Rumah Bersalin dan Bidan Praktek Mandiri di Kota
Surakarta dalam pelaporan kejadian kematian ibu.
 Sistim survailance dalam pelacakan kematian
 Deteksi dini dengan menggunakan instrumen Score Pudji Rochyati
 Adanya Mitra Informasi (MI) di setiap kelurahan.
 Implementasi P4K (Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan
Komplikasi), yaitu salah satu kegiatan dalam pelayanan antenatal dan
merupakan upaya meningkatkan pengetahuan ibu hamil, suami dan
keluarganya tentang semua resiko kehamilan, bahaya kehamilan dan
persalinan, serta mengajak ibu hamil, suami, dan masyarakat sekitarnya
untuk melakukan perencanaan. Meskipun dalam pelaksanaannya masih
ditemui beberapa kendala, diantara :
- Sticker tidak dipasang
- Pengisian data tidak lengkap
 GSI (Gerakan Sayang Ibu), yaitu suatu gerakan bersama yang
dilakukan masyarakat dan pemerintah dalam rangka memenuhi hak
reproduksi perempuan dan hidup ibu dan bayi. Dengan gerakan ini
diharapkan akan muncul kepedulian masyarakat terhadap pemenuhan
hak – hak tersebut.
 Kunjungan dokter spesialis kebidanan dan penyakit kandungan di
puskesmas untuk melakukan pemeriksaan terhadap ibu hamil resiko
tinggi dan transfer of knowledge kepada petugas puskesmas.
 Kegiatan Audit Maternal Perinatal yang bertujuan untuk melakukan
analisa penyebab kematian
 Kegiatan Kelas Hamil adalah kegiatan untuk pembelajaran tentang
segala seluk-beluk kehamilan, persalinan, masa nifas dan perawatan
bayi, bagi ibu hamil dan pendamping (suami atau saudara terdekat)
Gambaran selengkapnya mengenai jumlah kematian ibu tiap kecamatan
dapat dilihat pada lampiran.

29
Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2016

3.1.2. Pelayanan Ante Natal Care (ANC)

Selama tahun 2016 dari jumlah ibu hamil sebanyak 10.828, yang
melakukan pemeriksaan ante natal care pertama kali (K1) sebanyak 10791
(99,7%). Capaian ini lebih tinggi dibandingkan dengan pencapaian tahun 2015
yang 95,4%. Sedangkan ibu hamil yang melakukan pemeriksaan sampai
dengan minimal empat kali sebanyak 10.561 (97,5%). Lebih tinggi bila
dibandingkan dengan angka tahun 2015 (92,7%). Hal ini menunjukkan bahwa
telah terjadi karena adanya perbaikan dalam pencatatan dan pelaporan,
sehingga cakupan K1 dan K4 yang terlaporkan sudah mendekati jumlah
sasaran yang ada.
Target SPM untuk K4 tahun 2016 sebesar 95%. Sehingga angka
Surakarta sudah mencapai target. Bila dibandingkan angka Jawa Tengah
yang sebesar 88,78% maka angka Surakarta lebih tinggi. Jika dilihat sebaran
tiap Puskesmas, maka Puskesmas yang angka capaiannya cukup jauh dari
target adalah puskesmas Kratonan (87,9%), Gajahan (88,6%) dan Manahan
(91%). Untuk puskesmas Nusukan dan Gilingan, hasil yang dicapai sangat
jauh dari target yang ditetapkan karena dimungkinkan adanya ibu hamil dari
wilayah puskesmas lain yang melakukan pemeriksaan kehamilan di
puskesmas Nusukan ataupun Gilingan.

3.1.3. Status Gizi Ibu Hamil

Status gizi ibu hamil dapat dilihat dari banyaknya ibu hamil yang
menderita Kurang Energi Kronis (KEK) dan Anemi Gizi Besi (AGB). Pada
tahun 2016, berdasarkan laporan Puskesmas, ditemukan Ibu hamil KEK
sebanyak (3,40%) 370 orang, dari sasaran ibu hamil sebanyak 10.828. Jika
dibandingkan angka tahun 2015 yang sebesar 2,80% maka prosentase ibu
hamil menderita KEK mengalami peninngkatan. Jika dilihat angka di tiap
kecamatan maka angka Bumil KEK terbesar ada di wilayah kecamatan
Banjarsari sebesar 3,9% dan terendah di wilayah kecamatan Serengan
sebesar 1,8%.

30
Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2016

Sedangkan untuk bumil dengan AGB, berdasarkan laporan dari


Puskesmas, untuk tahun 2016 ditemukan bumil dengan AGB sebesar 8,52%.
Terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan capaian tahun 2015 sebesar
6,5%. Gambaran mengenai status gizi Ibu hamil dapat dilihat pada grafik
berikut ini.

Grafik 5. Proporsi Ibu Hamil KEK dan AGB


Kota Surakarta Tahun 2011 - 2016

Tablet Fe adalah tablet yang mengandung Fe dan asam folat. Ibu hamil
mendapat Fe 3 adalah ibu yang selama kehamilannya minimal mendapat 90
tablet Fe. Distribusi tablet Fe ditujukan untuk mengurangi kasus kurang darah
(anemia) pada ibu hamil. Program pemberian tablet Fe gratis baru terbatas
pada ibu hamil dan sebagian remaja putri karena besarnya dana yang
dibutuhkan untuk bisa menyediakan tablet Fe bagi seluruh ibu hamil minimal
90 tablet per ibu hamil dan seluruh remaja putri minimal 1 minggu 1 tablet per
orang. Prioritas pemberian tablet Fe kepada ibu hamil juga terkait dampak
resiko terhadap kematian ibu saat persalinan karena perdarahan.
Capaian distribusi tablet Fe3 (90 tablet) tahun 2016 di Kota Surakarta
sebesar 92,14%, masih di bawah target Kementerian Kesehatan sebesar

31
Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2016

95%, meskipun ada 1 (satu) Puskesmas yang capaian distribusi Fe (90 tablet)
sudah mencapai seluruh sasaran (100%). Secara keseluruhan di tingkat Kota,
capaian distribusi tablet Fe tahun 2016 mengalami penurunan dibanding
tahun 2015 (93,1%).
Jika dilihat dari angka Bumil Anemia untuk Kota Surkarta tahun 2016
yang sebesar 8,52%, maka hal ini sejalan dengan angka capaian distribuasi
tablet Fe3. Melihat capaian distribusi tablet Fe yang sudah baik di Kota
Surakarta, yang dibutuhkan berikutnya adalah adanya personil atau
masyarakat yang berperan sebagai pengawas minum tablet Fe. Sehingga
dapat diyakinkan bahwa tablet Fe yang telah diterima oleh ibu hamil memang
benar-benar diminum sesuai ketentuan. Khusus di Kota Surakarta, Dinas
Kesehatan telah mengeluarkan ketentuan dosis pemberian tablet Fe untuk ibu
hamil anemia adalah 2 tablet sehari sebagai dosis pengobatan dan untuk ibu
hamil dengan Hb normal diberikan 1 tablet sehari sebagai dosis pencegahan.

3.1.4. Deteksi Resiko Tinggi Ibu Hamil

Penanganan ibu hamil risti merupakan salah satu indikator pelayanan


kesehatan ibu. Selama tahun 2016, dari jumlah ibu hamil yang ada,
ditemukan ibu hamil risti sebanyak 2.571 (melebihi dari perkiraan jumlah
bumil risti sebesar 2.166). Hal ini dimungkinkan karena adanya ibu hamil yang
tercatat lebih dari 1 kali karena memiliki lebih dari 1 faktor resiko. Kesalahan
seperti ini seharusnya dapat diminimalkan apabila pencatatan dalam kohort
ibu hamil dapat dilaksanakan dengan baik. Cakupan rujukan di Kota
Surakarta cukup bagus karena kasus resiko tinggi ibu hamil dapat ditangani
melalui pelayanan dokter ahli kebidanan dan penyakit kandungan di
puskesmas.

3.1.5. Persalinan Ditolong Tenaga Kesehatan

Pada tahun 2016 dari jumlah persalinan sebanyak 9.810, seluruhnya


telah ditolong oleh tenaga kesehatan. Hasil ini sama dengan pencapaian

32
Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2016

tahun 2015. Jika dibandingkan dengan target SPM (>95%), maka sudah
mencapai target. Gambaran selengkapnya mengenai cakupan persalinan
oleh tenaga kesehatan dapat dilihat pada lampiran.

3.1.6. Pelayanan Keluarga Berencana

Berdasarkan data dari Bapermas PP, PA & KB Kota Surakarta, jumlah


PUS tahun 2016 sebanyak 68.826. Dari jumlah PUS yang ada, 82,1% telah
menjadi peserta KB aktif, dan 9,4% merupakan peserta KB baru. Jika
dibandingkan angka Jawa Tengah untuk angka peserta KB aktif (78%), maka
angka Surakarta lebih tinggi. Jika dilihat tiap jenis metode, maka yang paling
banyak diminati adalah metode suntik (46,5%), diikuti metode IUD (20,3%),
dan PIL (13,3%). Gambaran di tiap kecamatan dapat di lihat pada grafik
sebagai berikut:

Grafik 6. Prosentase Peserta KB Baru dan Peserta KB Aktif menurut


kecamatan se-Kota Surakarta tahun 2016

33
Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2016

3.2. PELAYANAN KESEHATAN ANAK

3.2.8. Angka Kematian Bayi (AKB)

Selama tahun 2016 berdasarkan laporan dari Puskesmas ditemukan


bayi mati sejumlah 33 bayi, sedangkan jumlah kelahiran bayi hidup sebanyak
9.851. Dari data tersebut didapatkan angka kematian bayi sebesar 3,35 per
seribu kelahiran hidup. Dari 37 kematian bayi tersebut 13 kematian bayi terjadi
masa neonatal.
Apabila dibandingkan dengan angka tahun 2015 (2,82 per 1000
kelahiran hidup), maka mengalami peningkatanan. Jika dibandingkan angka
Jawa Tengah yang sebesar 32 per seribu kelahiran hidup maka angka
kematian bayi di Surakarta masih jauh lebih rendah. Demikian juga bila
dibandingkan dengan target SDGs (Sustainable Development Goals) sebesar
23 per seribu kelahiran hidup, angka kematian bayi di Kota Surakarta lebih
rendah.
Angka kematian bayi bila dilihat untuk tiap-tiap kecamatan, maka
angka kematian bayi tertinggi ditemukan di kecamatan Laweyan sebesar 5,68
per 1000 kelahiran hidup dan angka kematian bayi terendah ditemukan di
kecamatan Banjarsari sebesar 2,22 per 1000 kelahiran hidup. Gambaran
selengkapnya mengenai jumlah kematian bayi dapat dilihat pada lampiran.

3.2.2. Angka Kematian Balita (AKBA)

Berdasarkan laporan dari Puskesmas yang ada di kota Surakarta


selama tahun 2016 terdapat kematian balita sebanyak 41 anak, sedangkan
jumlah kelahiran hidup sebanyak 9.851 bayi. Berdasarkan data tersebut
didapatkan angka kematian Balita sebesar 4,16 per 1000 anak kelahiran.
Angka tersebut lebih tinggi jika dibandingkan dengan angka kematian balita
tahun 2015 (3,66 per 1000 kelahiran hidup). Data yang ada sudah termasuk
data kematian di rumah sakit melalui pelaporan Autopsi Verbal.

34
Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2016

Angka kematian balita di Jawa Tengah sebesar 38 per 1000


kelahiran hidup, dengan demikian angka kematian balita di Surakarta jauh
lebih rendah. Demikian juga jika dibandingkan dengan target SDG’s sebesar
32/1000 kelahiran hidup. Meski demikian, angka kematian balita di kota
Surakarta masih perlu mendapat perhatian.

3.2.3 Bayi dengan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR)

Gambaran tentang status gizi bayi baru lahir dapat dilihat dari
angka berat badan saat lahir. Selama tahun 2016, berdasarkan laporan
Puskesmas ditemukan bayi baru lahir dengan Berat Lahir Rendah (< 2500
g) sebanyak 284 (2,9%). Mengalami peningkatan dibandingkan dengan
angka BBLR tahun 2015 (2,8%). Angka BBLR tertinggi berada di wilayah
Puskesmas Banyuanyar (13,6%) dan terrendah ada wilayah Puskesmas
Gambirsari (0,00%). Angka ini tidak jauh berbeda dengan kondisi tahun
2015.
Jika dilihat dari Status Gizi Bumil, angka BBLR sebanding dengan
angka Bumil KEK yang juga mengalami peningkatan dibandingkan dengan
angka bumil KEK tahun 2015. Gambaran selengkapnya mengenai BBLR
dapat dilihat pada tabel 29.

Masih ditemukannya kasus BBLR erat hubungannnya dengan :


a. Status gizi ibu pada waktu hamil rendah (3,4%) ibu hamil menderita
Kurang Energi Kronis / KEK)
b. Faktor kurangnya pengetahuan ibu, mengingat tingkat pendidikan ibu
rata-rata SMP dan SMA
c. Faktor ibu bekerja di sektor industri dan jasa
d. Rendahnya daya beli keluarga (Masyarakat Miskin)
Gambaran mengenai status gizi bayi baru lahir menurut kecamatan di
kota Surakarta tahun 2016 dapat dilihat pada grafik berikut :

35
Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2016

Grafik 7. Bayi dengan Berat Badan Lahir Rendah


Di Kota Surakarta Tahun 2011 - 2016

3.2.4. Penanganan Komplikasi Neonatal

Cakupan kunjungan neonatal tahun 2016 adalah sebesar 96,1%,


sedikit lebih rendah jika dibandingkan cakupan tahun 2015 sebesar 99,6%.
Jumlah perkiraan neonatal komplikasi adalah sebanyak 1.478 bayi. Dari
jumlah tersebut, yang ditemukan dan ditangani adalah sebesar 31,5%. Masih
jauh dari yang diharapkan. Namun sudah terjadi peningkatan jika
dibandingkan dengan capaian tahun 2015 sebesar 23,5%.

3.2.5. Pemberian ASI Eksklusif

Bayi mendapatkan ASI Eksklusif adalah bayi 0-6 bulan yang diberi
ASI saja tanpa makanan atau cairan lain kecuali obat, vitamin dan mineral
berdasarkan recall 24 jam. Cakupan pemberian ASI Eksklusif diperoleh dari
hasil pendataan yang dilakukan oleh kader pada bulan Februari dan Agustus
setiap tahunnya.
36
Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2016

Target bayi mendapatkan ASI Eksklusif dari Kementerian Kesehatan


adalah 80%, sementara capaian di Kota Surakarta tahun 2016 sebesar
76,7%. Dengan sebaran capaian tertinggi di Puskesmas Purwosari 87,8% dan
capaian terendah di Puskesmas Gilingan 66,1%. Angka capaian Kota
Surakarta bila dilihat dari tahun ke tahun mengalami peningkatan cukup
signifikan.
Dari sisi pengetahuan ibu, sebenarnya _amper semua ibu sudah
terpapar penyuluhan ASI oleh petugas kesehatan ataupun media promosi
yang lain. Akan tetapi perilaku ibu untuk memberikan ASI yang memang
masih perlu diluruskan. Kendala yang dihadapi yang menjadikan seorang ibu
tidak memberikan ASI Eksklusif antara lain karena ibu bekerja, ASI tidak
cukup, bayi rewel, payudara kecil sehingga kurang percaya diri, dan lain-lain.
Beberapa upaya yang dilakukan untuk dapat meningkatkan cakupan
ASI Eksklusif adalah :
 Kegiatan Kelompok Pendukung Ibu (KP-Ibu)
Adalah kegiatan kelompok masyarakat yang terdiri dari ibu hamil dan ibu
menyusui dengan didampingi oleh motivator dari kalangan mereka sendiri
yang telah diberi pelatihan khusus, serta fasilitator dari puskesmas.
Kegiatan ini bertujuan sebagai sarana untuk saling berbagi pengalaman
dan informasi tentang pemberian ASI. Sampai saat ini telah dibentuk KP-
Ibu di seluruh kelurahan.
 Advokasi Inisiasi Menyusu Dini (IMD) ke sarana pelayanan kesehatan
 Advokasi penyediaan ruang Laktasi di Perkantoran dan Tempat-Tempat
Umum.
Kondisi saat ini menunjukkan bahwa selain pengetahuan, ibu
membutuhkan dukungan yang lebih intensif dari lingkungan di sekitarnya
untuk dapat melaksanakan praktek pemberian ASI secara optimal. Dengan
terbitnya PP no 33 tahun 2012 tentang Pemberian ASI Eksklusif, setidaknya
dapat memberi pedoman bagi fasilitas kesehatan untuk ikut mendukung
pemberian ASI dan mengurangi penggunaan susu formula setelah persalinan.

37
Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2016

3.2.6. Pemberian Kapsul Vitamin A pada Balita

Vitamin A merupakan zat gizi yang esensial bagi manusia. Selain


untuk kesehatan mata sebagai fungsi utama, vitamin A sangat bermanfaat
untuk pertumbuhan, dapat membantu mempercepat penyembuhan luka,
memperkuat daya tahan tubuh, membantu fungsi reproduksi dan sel-sel
syaraf. Pada ibu nifas yang cukup mendapat vitamin A akan meningkatkan
kandungan vitamin A dalam ASI, sehingga bayi yang disusui lebih kebal
terhadap penyakit. Disamping itu kesehatan ibu lebih cepat pulih. Oleh karena
konsumsi sehari-hari sumber vitamin A rendah, maka untuk memenuhi
kebutuhan tubuh perlu suplementasi kapsul vitamin A.
Kapsul vitamin A adalah kapsul yang mengandung vitamin A dosis
tinggi, yaitu 100.000 Satuan Internasional (SI) yang berwarna biru untuk bayi
umur 6-11 bulan dan 200.000 SI yang berwarna merah untuk anak balita 12-
59 bulan. Pemberian kapsul vitamin A bayi dan anak balita dilakukan pada
bulan Februari dan Agustus, sedangkan ibu nifas mendapatkan 2 (dua) kapsul
vitamin A selama masa nifas.
Hasil cakupan pemberian kapsul vitamin A tahun 2016 di Kota
Surakarta untuk bayi adalah sebesar 94,59% dan anak balita sebesar 98%.
Hasil tersebut lebih tinggi dari target yang ditetapkan Kementerian Kesehatan
sebesar 85%. Namun untuk Kota Surakarta, diharapkan capaian bisa 100%
karena wilayah perkotaan dengan luas wilayah yang tidak besar sehingga
mudah dijangkau.
Tingginya cakupan pemberian vitamin A di Kota Surakarta
dikarenakan seluruh posyandu yang ada sebanyak 603 posyandu semuanya
dalam kategori aktif serta mudahnya akses terhadap fasilitas pelayanan
kesehatan, dan tentunya peran aktif dari promosi kesehatan baik berupa
penyuluhan langsung maupun melalui media massa yang ada di Kota
Surakarta.
Di Kota Surakarta pemberian kapsul vitamin A dosis tinggi juga mulai
diberikan bagi Balita sakit. Pemberian ini diintegrasikan dengan program
manajemen terpadu balita sakit (MTBS). Berdasarkan laporan Puskesmas,

38
Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2016

jumlah balita sakit yang mendapat kapsul vitamin A dosis tinggi sebanyak 940
anak.

3.2.7. Penimbangan Balita di Posyandu (D/S)

Salah satu indikator peran serat masyarakat di bidang kesehatan


adalah cakupan balita yang datang dan ditimbang di Posyandu (D/S).
Cakupan D/S tahun 2016 adalah sebesar 73,11%, masih di bawah target
Nasional yaitu 80%. Beberapa kendala yang dihadapi dalam pencapaian
target tersebut adalah :
 Surakarta merupakan wilayah perkotaan yang banyak terdapat fasilitas
pelayanan kesehatan selain puskesmas dan posyandu, sehingga masih
ada balita yang tercatat di Posyandu namun tidak pernah datang ke
Posyandu.
 Saat ini, anak usia >2 th sudah mengikuti PAUD dan TK, sehingga pada
saat pelaksanan Posyandu, tidak bisa datang.

Untuk mengatasi kendala tersebut, perlu dilakukan upaya jemput bola


dengan mengambil data hasil pemantauan tumbuh kembang yang dilakukan
di luar Posyandu untuk bisa dicatat di posyandu sehingga pertumbuhan dan
perkembangannya tetap dapat dipantau.

3.2.8. Pelayanan Imunisasi

Untuk menurunkan angka kesakitan, kematian, dan kecacatan bayi


serta anak Balita perlu dilaksanakan program imunisasi baik program rutin
maupun program tambahan untuk penyakit-penyakit yang dapat dicegah
dengan imunisasi yaitu penyakit TBC, Difteri, Pertusis, Tetanus, Poliomielitis,
Campak, Hepatitis B, dan Hemofilus influenza tipe B. Idealnya bayi harus
mendapat imunisasi dasar lengkap yang terdiri dari BCG satu kali, DPT tiga
kali, Polio empat kali, Hepatitis B empat kali, Hib tiga kali dan campak satu
kali. Cakupan imunisasi dasar lengkap (IDL) dilihat dari status imunisasi ke
tujuh antigen tersebut.

39
Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2016

Selama tahun 2016, dari jumlah sasaran bayi sebanyak 9.851 bayi,
yang telah lengkap status imunisasinya (berdasarkan cakupan IDL) sebesar
98,51%. Hasil ini sudah di atas target SPM (95%).

Imunisasi dasar pada bayi seharusnya diberikan pada anak sesuai


dengan umurnya. Pada kondisi ini, diharapkan sistem kekebalan tubuh dapat
bekerja secara optimal. Namun demikian, pada kondisi tertentu beberapa bayi
tidak mendapatkan imunisasi dasar secara lengkap. Kelompok inilah yang
disebut dengan drop out (DO) imunisasi. Bayi yang mendapatkan imunisasi
DPT-HB-Hib1 pada awal pemberian imunisasi, namun tidak mendapatkan
imunisasi campak, disebut angka drop out imunisasi (DPT-HB-Hib1)-Campak.
Indikator ini diperoleh dengan menghitung selisih penurunan cakupan
imunisasi Campak terhadap cakupan imunisasi DPT-HB-Hib1.
Pada tahun 2016 sebagaimana tahun sebelumnya, Kota Surakarta
berhasil mencapai target Universal Child Immunization, artinya 51 kelurahan
di Kota Surakarta, masing-masing telah mencapai imunisasi dasar lengkap di
atas 85%, dengan demikian sudah sesuai dengan harapan WHO (World
Health Organization).

3.3. PELAYANAN KESEHATAN REMAJA

Masa remaja merupakan masa yang cukup rawan, baik ditinjau dari
sosial budaya maupun dari sisi kesehatan. Dari tinjauan kesehatan, pada
masa remaja terjadi perubahan fisik dan spikis yang cukup drastis. Pada
masa itu juga timbul rasa keingintahuan yang cukup besar sehingga apabila
tidak mendapatkan pengetahuan yang cukup akan dapat menjerumuskan
mereka kepada hal-hal yang dapat membahayakan kesehatan mereka
sendiri dan lingkungannya.
Pada Puskesmas PKPR, remaja yang berkunjung dilayani secara
terpisah dari pasien umum lainnya. Hal ini untuk menjaga privasi pasien
sehingga mereka dapat lebih terbuka kepada petugas pelayanan kesehatan.
Hasil pelayanan PKPR dapat dilihat pada tabel di bawah ini :

40
Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2016

Tabel 16. Cakupan Pelayanan Puskesmas dengan PKPR


Tahun 2011 - 2016
NO URAIAN 2011 2012 2013 2014 2015 2016
1. Jumlah remaja dilayani di 28.686 34.650 43.477 38.371 56.792
Puskesmas
2. Jumlah remaja mendapatkan 15.287 25.987 31.952 28.649 41.695
pelayanan medis
3. Jumlah remaja mendapat 5.285 7.654 7.429 5.288 11.120
pelayanan konseling
4. Jumlah remaja dirujuk ke 1.023 1.525 1.777 1.487 2.328
Rumah Sakit

Selain itu, mulai tahun 2016 juga telah mulai dilaksanakan pemberian
tablet Fe untuk remaja putri. Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya
kematian ibu dengan intervensi dini terhadap remaja putri sebagai calon ibu.
Untuk tahun 2016, cakupan pemberian tablet Fe untuk remaja putri adalah
sebesar 31,3%. Data selengkapnya dapat dilihat pada tabel 51.a.

3.4. PELAYANAN KESEHATAN USIA LANJUT

Program usia lanjut saat ini dijadikan program pengembangan


pelayanan di Puskesmas karena memiliki arti yang cukup stategis. Saat ini
jumlah penduduk usia lanjut berkisar antara 27 juta (angka nasional), dan
diprediksi pada tahun 2020 akan menjadi sekitar 38 juta atau 11,8% dari
seluruh jumlah penduduk; dan jumlah ini sebanding dengan jumlah penduduk
usia lanjut yang ada saat ini di Kota Surakarta sebesar 8,99%. Hal ini
berkaitan dengan makin meningkatnya umur harapan hidup yang hingga saat
ini umur harapan hidup Kota Surakarta mencapai usia 77 tahun pada tahun
2015. Ini dapat dijadikan indikator mengenai kualitas pelayanan pada usia
lanjut di Kota Surakarta.
Secara keseluruhan cakupan pelayanan kesehatan lansia di Kota
Surakarta tahun 2016 (57,08%), masih jauh dari target Renstra DKK

41
Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2016

Surakarta 2016 (100%); akan tetapi masih ada beberapa puskesmas yang
belum memenuhi target Renstra, seperti Puskesmas Pajang, Penumping,
Purwodiningratan, Nusukan, Setabelan dan Gambirsari. Sedangkan capaian
terrendah ada di Puskesmas Gajahan.
Hal ini kemungkinan disebabkan karena penghitungan hasil
pelayanan pada pos lansia hanya lansia baru yang pertama kali datang di
Pos lansia tanpa menyertakan kunjungan di puskesmas, dan lansia yang
berkunjung ke pos lansia ada yang tidak tercatat karena banyaknya jumlah
lansia yang berkunjung pada saat pelaksanaan pos lansia oleh karena
keterbatasan tenaga dan kemampuan kader lansia. Kedepan perlu dilakukan
lagi refresing bagi kader lansia di dalam rangkaian pelaksanaan kegiatan
pada pos lansia sehingga didapatkan pencatatan pelaporan yang lebih baik
lagi.

3.5. PENINGKATAN GIZI MASYARAKAT

3.5.1. Status Gizi Balita

Data status gizi balita tahun 2016 diperoleh dari hasil rutin yang
dilakukan setiap bulan di 603 posyandu se Kota Surakarta. Dari rekap hasil
pengukuran status gizi diketahui bahwa tidak ditemukan balita dengan status
gizi buruk (0%), sama seperti tahun 2015 sebesar 0%. Sedangkan prevalensi
balita dengan status BGM (di Bawah Garis Merah) sebesar 1,9% dengan
perincian pada balita laki-laki sebesar 1,9% dan perempuan sebesar 2,0%.
Data tertinggi berada di Puskesmas Pucangsawit sebesar 5,3%. Bila
dibandingkan dengan data tahun 2015 sebasar 1,2%, berarti mengalami
penurunan.
Capaian ini dimungkinka karena adanya kesalahan dalam pola asuh,
namun demikian Pemerintah Kota berkomitmen untuk menanggulangi
permasalahan gizi di masyarakat yaitu dengan program PMT Pemulihan dari

42
Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2016

dana APBD Kota Surakarta dengan pendampingan dan pemantauan berkala


dari petugas puskesmas.
Permasalahan gizi yang ada, disamping gizi kurang dan gizi buruk
adalah status gizi lebih. Semakin mudahnya akses terhadap berbagai jenis
makanan dan masih kurangnya pengetahuan masyarakat terhadap pola
makan dengan gizi seimbang akan berpengaruh terhadap peningkatan
prevalensi gizi lebih.
Selain hal tersebut di atas, permasalahan gizi juga dilihat dari berapa
banyak balita pendek (stunting) yang ada. Untuk tahun 2016, prosentase
baduta stunting yang ada di Kota Surakarta adalah sebesar 3,26%.
Status gizi balita perlu mendapatkan perhatian khusus karena akibat
yang bisa timbul bila status gizi balita buruk diantaranya adalah :
a. Adanya gangguan pertumbuhan fisik dan mental anak
b. Penurunan tingkat kecerdasan/IQ
c. Rentan terhadap berbagai macam penyakit
Kemungkinan penyebab masih ditemukannya balita dengan status gizi buruk
dan kurang adalah :
a. Daya beli masyarakat yang masih rendah karena faktor pendapatan
keluarga
b. Pola makan keluarga yang belum menerapkan pola makan gizi
seimbang

Upaya-upaya yang sudah dilakukan dalam rangka meningkatkan


status gizi masyarakat diantaranya :
a. Promosi pentingnya penyediaan menu dengan gizi seimbang
b. Peningkatan cakupan keluarga sadar gizi, dengan optimalisasi pendataan
c. Pemberian makanan tambahan bagi Balita dengan gizi buruk atau gizi
kurang
d. Pemberian makanan tambahan bagi Ibu hamil KEK
e. Pemantapan SKPG

43
Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2016

3.5.2. Kelurahan Dengan Garam Beriodium Baik

Garam beriodium adalah garam (NaCl) yang diperkaya dengan


iodium melalui proses iodisasi sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI)
dengan kandungan Kalium Iodat (KiO3). Kelurahan dengan garam beriodium
baik adalah kelurahan dimana lebih dari 90 % rumah tangga yang tinggal di
wilayah tersebut mengkonsumsi garam beriodium.
Persentase kelurahan dengan garam beriodium baik di Kota
Surakarta tahun 2016 adalah 100%.Ini menunjukkan bahwa sebanyak 51
kelurahan yang ada di Kota Surakarta, rumah tangga yang tinggal masing-
masing lebih dari 90% mengkonsumsi garam beriodium cukup. Ini bisa dicapai
berkat kerjasama dan peran serta dari berbagai pihak, baik lintas program
melalui promosi kesehatan dan lintas sektor terkait yang tergabung dalam Tim
Penanggulangan GAKI Kota Surakarta. Tim ini bekerja sebagai wujud
pelaksanaan Perda No 14 Tahun 2003 tentang Pengendalian Peredaran
Garam di Kota Surakarta.

3.5.3. Kecamatan Rawan Gizi

Dari 5 (lima) kecamatan yang ada di Kota Surakarta, maka


keseluruhan merupakan kecamatan bebas rawan gizi. Dasar penentuan
kecamatan rawan gizi adalah besarnya kasus gizi buruk (BGM + BGT) di 5
(lima) wilayah kecamatan masing-masing kurang dari 20%. Berdasarkan hasil
tersebut, maka berarti tidak ada kecamatan rawan gizi di Kota Surakarta.
Namun demikian, masih tetap perlu dicermati adanya kasus-kasus gizi buruk
yang terjadi meskipun prevalensinya tidak besar.

44
Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2016

BAB IV
PENGENDALIAN PENYAKIT

4.1. PENYAKIT YANG DAPAT DICEGAH DENGAN IMUNISASI (PD3I)

4.1.1. Tetanus Neonatorum

Tetanus neonatorum disebabkan oleh basil Clostridium tetani, yang


masuk ke tubuh melalui luka. Penyakit ini menginfeksi bayi baru lahir yang
salah satunya disebabkan oleh pemotongan tali pusat dengan alat yang
tidak steril. Kasus tetanus neonatorum banyak ditemukan di negara
berkembang khususnya negara dengan cakupan persalinan oleh tenaga
kesehatan yang rendah.
Pada tahun 2016 tidak terdapat kasus tetanus neonatarum, seperti
juga tahun sebelumnya. Capaian tersebut sangat bagus jika dibandingkan
dengan capaian Nasional yang pada tahun 2015 sebanyak 53 kasus dengan
27 kasus meninggal (CFR sebesar 50,9%) .

4.1.2. Campak

Penyakit campak merupakan penyakit yang potensial menimbulkan


wabah, dikarenakan penyebarannya yang mudah yaitu melalui udara
sewaktu penderita bersin atau batuk serta komplikasi yang timbul yaitu diare
hebat, peradangan pada telinga dan infeksi saluran nafas (pneumoni)..
Kasus penyakit campak akan diperburuk dengan gizi buruk sehingga dapat
meningkatkan angka kematian karena campak. Penyakit ini dapat dicegah
dengan pemberian imunisasi campak. Indonesia adalah negara keempat
terbesar penduduknya di dunia yang memiliki angka kesakitan campak
sekitar satu juta pertahun dengan 30.000 kematian, yang menyebabkan
Indonesia menjadi salah satu prioritas yang diidentifikasikan oleh WHO dan
UNICEF untuk melaksanakan akselerasi dan menjaga kesinambungan dari
reduksi campak dengan strategi cakupan rutin yang tinggi (>90%) dan

45
Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2016

merata di setiap kabupaten/kota serta memastikan semua anak


mendapatkan kesempatan kedua untuk imunisasi campak. Kekebalan yang
terbentuk pada pemberian imunisasi kesempatan pertama adalah 85 persen
dan pada kesempatan kedua adalah 95 persen. Cakupan imunisasi campak
yang tinggi (≥ 95%) dan merata di suatu wilayah akan membentuk hird
immunity/kekebalan komunitas di wilayah tersebut karena yang 5% akan
terimunisasi dengan sendirinya.
Penyakit campak disebabkan oleh virus campak golongan
Paramyxovirus viridae measles. Penularan dapat terjadi melalui udara yang
telah terkontaminasi oleh droplet (ludah) orang yang telah terinfeksi.
Sebagian besar kasus campak menyerang anak-anak usia pra sekolah dan
usia SD. Jika seseorang pernah menderita campak, maka dia akan
mendapatkan kekebalan terhadap penyakit tersebut seumur hidupnya dari
virus yang sama.
Pada tahun 2016, dilaporkan terdapat 20 kasus campak, lebih tinggi
dibandingkan tahun 2015 yang sebanyak 13 kasus. Dari jumlah kasus
tersebut, semuanya dapat ditatalaksana dengan baik dan tidak ada
komplikasi yang berat sehingga tidak terdapat kasus meninggal dunia.
Kasus tersebut tersebar di Puskesmas Ngoresan 4 kasus, Puskesmas
Sibela 6 kasus, Puskesmas Banyuanyar, dan Puskesmas Gambirsari 9
kasus.
Campak dinyatakan sebagai KLB apabila terdapat 5 atau lebih kasus
klinis, 2 diantaranya konfirm (hasil pemeriksaan laboratorium positif campak)
dalam waktu 4 minggu berturut-turut yang terjadi secara mengelompok dan
dibuktikan adanya hubungan epidemiologis. Untuk kota Surakarta, tidak
terjadi KLB Campak.
Berdasarkan laporan hasil cakupan imunisasi dari Puskesmas
pada tahun 2016 cakupan imunisasi campak pada bayi sebesar 95,47
persen sedangkan pada anak Sekolah Dasar sebesar 97,6 persen. Untuk
cakupan imunisasi campak pada bayi sudah sedikit diatas target nasional (>
95%).

46
Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2016

4.1.3. Difteri

Penyakit difteri disebabkan oleh bakteri Corynebacterium diphtheriae


yang menyerang sistem pernapasan bagian atas. Penyebarannya melalui
kontak fisik dan pernafasan. Difteri dapat menimbulkan komplikasi berupa
gangguan pernafasan yang berakibat kematian. Penyakit difteri pada
umumnya menyerang anak-anak usia 1-10 tahun. Pada tahun 2016 tidak
terdapat kasus difteri, sedangkan pada tahun sebelumnya (tahun 2015)
dilaporkan sebanyak 1 kasus difteri terjadi di wilayah Puskesmas Manahan.
Kasus tersebut telah berhasil ditangani sehingga tidak terjadi kasus
meninggal dunia. Berdasarkan hasil PE (penyelidikan epidemiologi),
diperoleh bahwa penderita difteri yang ditemukan mempunyai status
imunisasi lengkap dengan tempat layanan imunisasi di Rumah Sakit. Hal ini
merupakan salah satu alasan perlunya dilakukan upaya untuk meningkatkan
mutu layanan imunisasi secara berkala di semua fasilitas kesehatan pemberi
layanan imunisasi, baik tatacara pengelolaan vaksin maupun pemberian
imunisasi yang benar sebagaimana seharusnya.

4.1.4. Pertusis

Pertusis disebut juga batuk rejan atau batuk 100 hari adalah penyakit
pada saluran pernafasan yang disebabkan oleh bakteri Bordetella pertusis.
Penyebaran pertusis adalah melalui percikan ludah (droplet infection) yang
keluar dari batuk atau bersin. Gejala penyakit adalah pilek, mata merah,
bersin, demam, dan batuk ringan yang lama- kelamaan batuk menjadi parah
dan menimbulkan batuk menggigil yang cepat dank eras. Komplikasi
pertusis adalah pneumonia bacterialis yang dapat menyebabkan kematian.
Pada tahun 2016 sebagaimana tahun sebelumnya, tidak dijumpai kasus
pertusis di kota Surakarta.

47
Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2016

4.1.5. Polio dan AFP (Acute Flaccid Paralysis/Lumpuh Layu Akut)

Polio adalah penyakit pada susunan syaraf pusat yang disebabkan


oleh satu dari tiga virus yang berhubungan, yaitu virus polio tipe 1, 2 atau 3.
Secara klinis penyakit polio adalah anak dibawah 15 tahun yang menderita
lumpuh layu akut (acute flaccid paralysis = AFP). Penyebaran penyakit Polio
adalah melalui kotoran manusia (tinja) yang terkontaminasi. Penyakit yang
pada umumnya menyerang anak berusia 0-3 tahun ini ditandai dengan
munculnya demam, lelah, sakit kepala, mual, kaku di leher, serta sakit di
tungkai dan lengan.
Polio merupakan salah satu dari beberapa penyakit yang dapat
dibasmi berdasarkan pemikiran bahwa virus polio akan mati bila disingkirkan
dari tubuh manusia dengan cara pemberian imunisasi. Eradikasi polio secara
global akan memberikan keuntungan secara finansial. Biaya jangka pendek
yang dikeluarkan untuk mencapai tujuan eradikasi tidak akan seberapa
dibanding dengan keuntungan yang akan didapat dalam jangka panjang.
Tidak ada lagi anak-anak yang menjadi cacat karena polio. Biaya yang
diperlukan untuk rehabilitasi penderita polio dan biaya untuk imunisasi polio
akan dapat dihemat. Dalam rangka upaya membebaskan Indonesia dari
penyakit Polio maka telah dilaksanakan program Eradikasi Polio (ERAPO)
yang meliputi pemberian imunisasi polio secara rutin, pemberian imunisasi
tambahan (PIN, Sub-PIN, Mopping-up) pada anak balita, surveilans AFP dan
pengamanan virus polio di laboratorium.
Surveilans AFP adalah pengamatan yang dilakukan terhadap semua
kasus kelumpuhan yang terjadi secara mendadak dan sifatnya layuh
(flaccid), seperti kelumpuhan pada poliomyelitis, terjadi pada anak usia di
bawah 15 tahun yang merupakan kelompok yang rentan terhadap penyakit
polio, dalam upaya untuk menemukan adanya transmisi virus polio liar. Hasil
pemeriksaan virologist dan klinis akan membuktikan secara sah dan
meyakinkan apakah semua kasus AFP yang terjaring termasuk kasus polio
atau tidak, sehingga akhirnya dapat diketahui apakah masih ada polio liar di
masyarakat. AFP merupakan kelumpuhan yang sifatnya flaccid yang bersifat
lunglai, lemas atau layuh, atau terjadi penurunan kekuatan otot, dan terjadi
secara akut (mendadak).

48
Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2016

Sedangkan non polio AFP adalah kasus lumpuh layuh akut yang
diduga kasus polio sampai dibuktikan dengan pemeriksaan laboratorium
bukan kasus polio. Kementerian Kesehatan menetapkan non polio AFP rate
minimal 2/100.000 populasi anak usia <15 tahun. Pada tahun 2016, di Kota
Surakarta tidak terjadi kasus Polio dan AFP.
Dalam tata laksana kasus AFP, setiap kasus AFP yang ditemukan
dalam kegiatan intensifikasi surveilans, akan dilakukan pemeriksaan
spesimen tinja untuk mengetahui ada tidaknya virus polio liar. Untuk itu
diperlukan spesimen adekuat yang sesuai dengan persyaratan yaitu diambil
≤14 hari setelah kelumpuhan dan suhu spesimen 0°C - 8°C sampai di
laboratorium.
Target penemuan kasus AFP dalam satu wilayah minimal 2 kasus
AFP diantara 100.000 anak usia <15 tahun per tahun. Berdasarkan
surveilans aktif rumah sakit pada tahun 2016 di kota Surakarta ditemukan 2
kasus AFP, namun hasil pemeriksaan laboratorium terhadap 2 kasus
tersebut adalah negatif membuktikan bahwa tidak ada virus polio liar di kota
Surakarta. Surveilans AFP dengan target penemuan 2 kasus AFP per tahun
perlu selalu dilakukan sebagai bentuk kewaspadaan sampai dinyatakan
dunia bebas dari penyakit polio. Penemuan kasus AFP di suatu wilayah
bukan berarti terdapat kasus polio di wilayah tersebut, akan tetapi justru
untuk memastikan apakah masih ada kasus polio liar atau tidak di wilayah
tersebut.

4.1.6. Hepatitis B

Hepatitis B (penyakit kuning) adalah penyakit yang disebabkan oleh


virus hepatitis B yang merusak hati. Penularan penyakit adalah secara
horizontal yaitu dari darah dan produknya melalui suntikan yang tidak aman,
melalui transfuse darah dan melalui hubungan seksual. Sedangkan
penularan secara vertical yaitu dari ibu ke bayi selama proses persalinan.
Infeksi pada anak biasanya tidak menimbulkan gejala. Gejala yang
ada adalah merasa lemah, gangguan perut dan gejala lain seperti flu. Urin
menjadi kuning, kotoran menjadi pucat. Penyakit ini bisa menjadi kronis dan

49
Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2016

menimbulkan pengerasan hati (Cirrhosis Hepatis), kanker hati (Hepato


Cellular Carsinoma) dan menimbulkan kematian. Semakin muda tertular
akan semakin mudah menjadi kronis/parah. Kronisitas dialami oleh 90% bayi
yang terinfeksi saat lahir, 25-50% anak yang terinfeksi saat usia 1-5 tahun
dan 1-5% anak lebih dari 5 tahun dan orang dewasa. Untuk itulah maka
pemberian imunisasi Hepatits B yang pertama (HB-0) diberikan seawal
mungkin segera setelah bayi lahir, kurang dari 24 jam.
Program imunisasi hepatitis B yang telah berjalan selama ini (HB-0,
DPT-HB-Hib 1, 2, 3) ternyata belum cukup untuk mencegah perkembangan
penyakit hepatitis B, sehingga pemerintah berupaya memberikan HBIg
(Hepatitis B immune globulin) kepada bayi yang lahir dari ibu dengan HBsAg
positif lebih awal lagi sebelum 6 jam dari kelahiran. Untuk itu idealnya
dilakukan skrining HBsAg pada ibu hamil trimester ke-1 dan ke-3, masuk
dalam paket ANC, sehingga pemberian HBIg pada bayi baru lahir tepat
waktu.

4.1.7. Hemofilus Influenza tipe b

Hemofilus Influenza tipe b (Hib) adalah salah satu bakteri yang dapat
menyebabkan infeksi di beberapa organ seperti meningitis, epiglotitis,
pneumonia, arthritis dan selulitis. Penularan penyakit secara droplet melalui
nasofaring. Sebagian besar bakteri bertahan sampai beberapa bulan di
tubuh (asymptomatis carrier).
Secara epidemiologis Hib banyak menyerang anak di bawah usia 5
tahun, terutama usia 6 bulan sampai 1 tahun. Gejala yang ditimbulkan
tergantung organ mana yang diserang, pada organ selaput otak akan timbul
gejala meningitis (demam, kaku kuduk, kehilangan kesadaran), pada organ
paru akan menyebabkan pneumonia (demam, sesak nafas, retraksi otot
pernafasan), terkadang menimbulkan gejala sisa berupa kerusakan alat
pendengaran.

50
Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2016

4.2. PENYAKIT MENULAR

4.2.1. Tuberculosis
(1) Kasus Baru BTA (+)
Pada tahun 2016 ditemukan jumlah kasus baru BTA+ sebanyak
283 kasus, meningkat bila dibandingkan kasus baru BTA+ yang ditemukan
tahun 2015 yang sebesar 166 kasus. Jumlah kasus tertinggi yang
dilaporkan terdapat di puskesmas Pajang sebanyak 31 kasus dan jumlah
kasus terrrendah di Puskesmas Kratonan sebanyak 7 kasus.
Salah satu penyebab kurang optimalnya dalam peningkatan CDR
TB karena belum adanya dukungan pelaksanaan strategi DOTS (Direct
Observed Treatment Short-Course Chemotherapy) oleh dokter praktek
swasta (DPS), walaupun upaya sosialisasi strategi DOTS kepada DPS
sudah dilaksanakan. Upaya yang dilakukan dalam rangka meningkatkan
CDR adalah dengan melakukan jejaring dengan Puskesmas, Rumah sakit,
LAPAS dan BBKPM. Penemuan penderita juga secara aktif case finding
oleh puskesmas.
Menurut jenis kelamin, kasus BTA+ pada laki-laki lebih tinggi
daripada perempuan yaitu 1,5 kali dibandingkan kasus BTA+ pada
perempuan. Jika dilihat dari kelompok umur, kasus baru pada anak (umur
0-14 tahun) sebanyak 14 kasus atau 6,6% dari seluruh kasus baru BTA(+).
Yang perlu diwaspadai dengan adanya kasus TB anak adalah bahwa ada
orang dewasa di sekitar anak atau kontak erat dengan anak tersebut yang
harus pula ditemukan, diobati sampai sembuh.

(2) Angka Kesembuhan (Cure rate)


Pada semua penderita TB Paru yang ditemukan, dilakukan
pengobatan. Dari yang diobati, angka kesembuhan penyakit TB Paru yang
pada tahun 2016 sebesar 87,36%. Pada tahun 2016, mengalami
peningkatan menjadi 95,05,%. Ini masih di bawah target Renstra Kota
Surakarta sebesar 98%, tetapi sudah diatas target nasional 85%.
Upaya untuk peningkatan angka kesembuhan dengan pemberian
PMT (Pemberian Makanan Tambahan), dan untuk mengantisipasi Drop

51
Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2016

Out pengobatan diberikan transport PMO (Pengawas minum obat).


Jejaring eksternal dengan fasilitas pelayanan TB DOTS dilakukan secara
berkala untuk pelacakan kasus TB yang mangkir.
Untuk meningkatkan pemulihan bagi penderita TB diberikan
bantuan “PMT“ (Pemberian Makanan Tambahan) dan transport rujukan
pemeriksaan ke BBKPM. Dan untuk mengantisipasi drop out pengobatan
maka dilakukan program pemantauan minum obat (PMO) oleh kader atau
keluarga dekat.
Bagi penderita TB-MDR penduduk kota Surakarta diberikan bantuan
transport untuk pengobatan per hari selama pengobatan sampai
dinyatakan sembuh.

4.2.2. HIV & AIDS

HIV-AIDS merupakan salah satu penyakit IMS (Inveksi Menular


Seksual) yang menjadi program prioritas pengendalian penyakit di Dinas
kesehatan kota surakarta. Berdasarkan data dari Bidang P2PL, selama
tahun 2016 ditemukankan kasus baru sebanyak 91 terdiri dari HIV 32
orang dan AIDS 59 orang. Jumlah tersebut meningkat jika dibandingkan
dengan jumlah kasus IMS tahun 2015 sebanyak 77 kasus. Proporsi jenis
kelamin HIV pada laki-laki lebih tinggi dibanding perempuan yaitu 78,13 %
laki-laki dan 21,88% perempuan begitu juga dengan AIDS penderita laki-
laki 74,58% dan perempuan 25,42 % hal ini disebabkan antara lain oleh
adanya kelompok LSL (Lelaki sex Lelaki) yang cenderung meningkat,
dimana aktifitas sexualnya sangat rentan terhadap transmisi virus HIV,
disamping lebih banyak laki-laki yang menggunakan jasa wanita pekerja
sex (WPS) yang tanpa diketahui sudah terjangkit HIV/AIDS sehingga risiko
tertular semakin tinggi. Sedangkan kematian akibat HIV/AIDS sebanyak 14
kasus, dengan rincian 4 kasus kematian pada laki-laki dan 5 kasus
kematian pada perempuan. Penemuan kasus diperoleh dengan adanya
puskesmas yang membuka pelayanan klinik IMS dan Layanan VCT secara
efektif, yaitu puskesmas Sangkrah, Manahan, Kratonan dan Setabelan.
Dari semua kasus tersebut, semuanya sudah dilakukan pengobatan.

52
Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2016

Penemuan belum sesuai estimasi penderita yang ada. Kasus


HIV/AIDS merupakan fenomena gunung es sehingga masih banyak kasus
yang sebenarnya ada tapi belum bisa terdeteksi. Oleh karena itu dilakukan
upaya peningkatan penemuan kasus HIV/AIDS, antara lain melalui strategi
akselerasi SUFA (Strategic Use oF ARV), yaitu pemberian pengobatan
ARV tanpa memandang/memeriksa CD4-nya, artinya bila hasil skrining
HIV positf maka langsung diterapi ARV tanpa memeriksa banyak
sedikitnya kekebalan tubuh seseorang. Sasaran akselerasi SUFA adalah
kelompok berrisiko meliputi populasi kunci (LSL, WPS, Waria), Ibu hamil,
penderita IMS,TB dan Hepatitis B.
Program akselerasi SUFA dimulai tahun 2014, diawali di 4
puskesmas (Manahan, Sangkrah, Setabelan dan Kratonan), kemudian
berkembang ke semua puskesmas. Bentuk kegiatan akselerasi SUFA
diantaranya adalah VCT mobile, skrining HIV pada ibu hamil yang
merupakan paket ANC, skrining pada penderita TB, IMS dan Hepatitis B
melalui KTIP (Konseling Testing Inisiatif Petugas).
Gambaran mengenai kasus baru HIV/AIDS dan Kematian Akibat
HIV/AIDS sebagaimana gambar berikut :

Grafik 8. Kasus Baru HIV/AIDS dan Kematian Akibat AIDS

53
Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2016

Salah satu upaya yang dilakukan untuk pencegahan penyakit


HIV/AIDS melalui ibu adalah dilaksanakannya Program PPIA (Pencegahan
Penularan HIV dari Ibu ke Anak). Program PPIA bertujuan untuk menghindari
penularan virus HIV/AIDS dari ibu kepada anak. Program ini dilaksanakan
dengan melakukan pemeriksaan/penapisan (screening) terhadap ibu hamil pada
saat kontak pertama (K1) dengan tenaga kesehatan.

4.2.3. Pneumonia

Pneumonia merupakan penyebab dari 15% kematian balita di


dunia, yaitu diperkirakan sebanyak 922.000 balita di tahun 2015.
Pneumonia menyerang semua umur di semua wilayah, namun terbanyak
terjadi di Asia Selatan dan Afrika sub-Sahara (www.who.int). Populasi yang
rentan terserang pneumonia adalah anak-anak usia kurang dari 2 tahun,
usia lanjut lebih dari 65 tahun dan orang yang memiliki masalah kesehatan
(malnutrisi, gangguan imunologi).
Pneumonia adalah infeksi akut yang mengenai jaringan paru-paru
(alveoli) yang dapat disebabkan oleh berbagai mikroorganisme seperti
virus, jamur dan bakteri. Gejala penyakit pneumonia yaitu menggigil,
demam, sakit kepala, batuk, mengeluarkan dahak, dan sesak napas.
Salah satu upaya yang dilakukan untuk mengendalikan penyakit ini
yaitu dengan meningkatkan penemuan pneumonia pada balita. Perkiraan
kasus pneumonia secara nasional sebesar 3.55%, namun angka perkiraan
kasus di masing-masing provinsi menggunakan angka yang berbeda-beda
sesuai angka yang telah ditetapkan. Untuk Jawa Tengah, angka perkiraan
kasus pneumonia adalah sebesar 3,61%.
Sampai dengan tahun 2016, angka cakupan penemuan pneumonia
balita di Kota Surakarta yaitu sebesar 5% dari jumlah kasus yang
diperkirakan. Angka tersebut masih sangat jauh dari target yang
diharapkan yaitu sebesar 80%. Salah satu upaya peningkatan penemuan
kasus pneumonia adalah dengan optimalisasi MTBS (Manajemen Terpadu
Balita Sakit) di puskesmas.

54
Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2016

4.2.4. Kusta

Pemberantasan penyakit kusta di Kota Surakarta mempunyai tujuan


melakukan eliminasi kusta kurang dari 1 per 10.000 penduduk baik di
tingkat Kota maupun di tingkat Puskesmas. Kegiatan pemberantasan kusta
difokuskan pada pencarian penderita baik secara aktif maupun pasif.
Pengobatan penderita tipe PB maupun MB dengan “Multy Drug Therapy“
(MDT). Selain itu upaya pencegahan dan perawatan cacat serta
penyuluhan kesehatan.
Dari hasil pengamatan penyakit kusta, secara epidemiologis Kota
Surakarta sudah mencapai Eliminasi Kusta sejak tahun 1990. Selama
tahun 2016 tidak ditemukan kasus kusta Tipe PB di Puskesmas, namun
ada 10 kasus kusta tipe MB yang tersebar di Puskesmas Pajang (2 kasus),
Puskesmas Purwosari (1 kasus), Puskesmas Jayengan (1 kasus),
Puskesmas Sangkrah (1 kasus), Puskesmas Sibela (1 kasus), Puskesmas
Pucangsawit (3 kasus), dan Puskesmas Gambirsari (1 kasus). Prevalensi
rate tahun 2016 adalah 0,181 per 10.000, berarti prevalance sudah di
bawah stándar Nasional yaitu < 1 per 10.000. Dari 10 kasus yang ada,
terdapat 3 kasus penderita dengan cacat tingkat 2. Semua kasus yang
ditemukan telah dilakukan pengobatan. Upaya yang dilakukan untuk
memberantas Penyakit Kusta di Kota Surakarta adalah dengan kegiatan
Chase Survey, pemeriksaan kontak penderita, termasuk yang telah RFT
dimonitor setiap tahun terus-menerus sampai waktu 5 tahun.

4.2.5. Diare

Berdasarkan laporan hasil pengamatan penyakit Puskesmas,


selama tahun 2016, ditemukan kasus diare sebanyak 11.183 (100% dari
perkiraan jumlah kasus diare). Angka ini sudah mencapai target cakupan
penemuan yang diharapkan sebesar 80%. Dibandingkan dengan jumlah
kasus pada tahun 2015 (11.936 kasus), terjadi penurunan jumlah kasus
namun tidak terlalu signifikan. Hal ini kemungkinan terjadi karena data
yang dilaporkan hanya yang berkunjung ke Puskesmas saja, belum

55
Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2016

termasuk yang ke sarana pelayanan kesehatan lain (rumah sakit, balai


pengobatan, dan dokter praktek swasta).
Kasus diare berhubungan dengan perilaku masyarakat,
penyediaan kualitas air bersih dan kepemilikan jamban keluarga
yang memenuhi syarat kesehatan. Jika dilihat dari akses tehadap air
bersih, sebenarnya seluruh keluarga yang ada sudah memiliki akses
terhadap air bersih. Sedangkan untuk penduduk yang memiliki akses
terhadap sanitasi yang layak masih sebesar 66,8%. Upaya yang
telah dilakukan dalam rangka penanggulangan diare adalah upaya
promosi melalui penjaja makanan, sosialisasi PHBS (Perilaku Hidup
Bersih dan Sehat) dan mengoptimalkan klinik sanitasi di Puskesmas.

4.2.6. Demam Berdarah Dengue (DBD)

(1) Angka Kesakitan (Incedence Rate)

Berdasarkan data kasus DBD dan DD tahun 2016 Kota Surakarta


merupakan daerah endemis penyakit demam berdarah dengue (DBD).
Dan 5 kecamatan yang ada semua merupakan daerah endemis. Dari 51
Kelurahan yang ada, hanya 7,84% (4 kelurahan) yang bebas DBD, yaitu
kelurahan Laweyan, Kedunglumbu, Kepatihan Wetan dan Ketelan. Sisanya
kelurahan endemis 29 kelurahan dan 18 kelurahan sporadis.
Berdasarkan laporan pengamatan penyakit dari Puskesmas,
selama tahun 2016 ditemukan kasus Penyakit Demam Berdarah sebanyak
751 kasus yang tersebar di 17 wilayah Puskesmas di Kota Surakarta.
Jumlah kasus terbanyak terjadi di wilayah Puskesmas Gambirsari
sebanyak 206 kasus, diikuti oleh wilayah Puskesmas Sibela sebanyak 133
kasus, wilayah Puskesmas Gilingan 63 kasus dan wilayah Puskesmas
Purwosari sebanyak 52 kasus. Sedangkan untuk puskesmas lainnya
jumlah kasus berkisar antara 4 – 47 kasus. Jumlah kasus DBD terrendah di
wilayah Puskesmas Purwodiningratan dan Setabelan masing-masing
sebanyak 4 kasus.

56
Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2016

Dengan jumlah kasus sebanyak 751, maka didapatkan angka


kesakitan (insidence rate/IR) sebesar 13,58 per 10.000 penduduk. Angka
ini meningkat cukup tajam dibandingkan tahun 2015 dimana IR tahun 2015
sebesar 9,23 per 10.000 penduduk. Dengan demikian target Renstra Kota
Surakarta untuk indikator Incidence rate (IR) DBD < 4 per 10.000
penduduk tidak tercapai, termasuk untuk target nasional yaitu IR < 2 % .
Penyebab dari masih tingginya IR DBD di Kota Surakarta adalah
karena masih belum membudayanya Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di
masyarakat, perubahan musim yang tidak menentu serta tingginya
mobilitas penduduk. Berdasarkan hasil pemantauan jentik berkala, angka
bebas jentik sebesar 94,8% meningkat jika dibandingkan tahun 2015
(94,5%). Angka ini masih di bawah target (>95%). Untuk itu, masyarakat
tetap perlu ditingkatkan pengertiannya tentang arti pentingnya kegiatan
Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN), yang merupakan upaya
paling efektif dalam mencegah penyakit DBD. Namun mengingat PJB yang
dilakukan tidak semua rumah (hanya sampel) maka perlu adanya cross
cek yang lebih intensif apakah memang angka bebas jentik yang
sesungguhnya sebesar itu, termasuk juga evaluasi untuk metode sampling
yang dilakukan. Masih perlunya peningkatan koordinasi penggerakan PSN
di masyarakat.
Upaya – upaya yang telah dilakukan dalam rangka pencegahan
dan pemberantasan penyakit demam berdarah adalah Promosi tentang
pencegahan dan penanggulangan penyakit demam berdarah melalui
kegiatan JUSE (Jum’at Sehat), Musyawarah Masyarakat Desa (MMD) di
semua kelurahan sampai ke tingkat RW, Pemberantasan Sarang Nyamuk
(PSN), Pemantauan Jentik Berkala (PJB), Larvasidasi Selektif (LS),
Penyelidikan Epidemiologi (PE) setiap ada kasus dan fogging focus bagi
yang memenuhi kriteria.
Mengingat mobilitas penduduk yang tinggi dan penyebab penyakit
DBD adalah virus yang ditularkan melalui gigitan nyamuk aedes agypti,
maka upaya pencegahan selain yang telah disebutkan di atas, perlu
ditambahkan “BHT” (Bersihkan lingkungan, Hindari gigitan nyamuk,
Tingkatkan daya tahan tubuh). Bersihkan lingkungan di sini meliputi
lingkungan di dalam maupun di luar rumah/gedung terutama tempat-

57
Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2016

tempat yang disukai nyamuk. Hindari gigitan nyamuk dapat dilakukan mulai
dari yang ramah lingkungan (menutup lobang angin dengan kasa, tidur
memakai kelambu, mengenakan pakaian tertutup, lengan/celana panjang)
sampai pemakaian lotion anti nyamuk.
Sedangkan tingkatkan daya tahan tubuh dapat dilakukan selain
dengan makan makanan yang bergizi seimbang, juga dengan olahraga
secara teratur dan istirahat cukup dengan tidur pada malam hari mulai
pukul 21.00 sampai dengan pukul 03.00, tanpa lampu, karena saat itulah
waktu terbentuknya imunitas tubuh secara alami, hindari begadang.

(2) Angka Kematian Demam Berdarah (Case Fatality Rate/CFR)

Dari 751 kasus DBD di Kota Surakarta, 15 diantaranya meninggal


dunia, sehingga didapatkan CFR sebesar 1,9%. Kematian terjadi di wilayah
Puskesmas Purwosari, Gajahan, Nusukan, Gilingan dan Banyuanyar
masing-masing 1 kasus, dan Puskesmas Sangkrah, Purwodiningratan,
Sibela, Pucangsawit dan Gambirsari masing-,masing 2 kasus. Gambaran
selengkapnya tentang jumlah kasus dan yang meninggal untuk tiap-tiap
Puskesmas dapat dilihat pada tabel sebagai berikut :

Tabel 17. Sebaran Kasus DBD DAN CFR menurut Puskesmas


Di Kota Surakarta Tahun 2016
JUMLAH JUMLAH
NO PUSKESMAS CFR
KASUS KEMATIAN
1. Pajang 13 0 0
2. Penumping 23 0 0
3. Purwosari 52 1 1,9
4. Jayengan 16 0 0
5. Kratonan 48 0 0
6. Gajahan 17 1 5,9
7. Sangkrah 45 2 4,4
8. Purwodiningaratan 4 2 50
9. Ngoresan 14 0 0
10. Sibela 133 2 1,5
11. Pucangsawit 47 2 4,3

58
Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2016

12. Nusukan 31 1 3,2


13. Manahan 24 0 0
14. Gilingan 11 1 9,1
15. Banyuanyar 63 1 1,6
16. Setabelan 4 0 0
17. Gambirsari 206 2 1,0
KOTA 751 15 1,9

(3) Pelayanan terhadap Penderita DBD


Seluruh penderita DBD di Kota Surakarta yang berobat ke sarana
pelayanan kesehatan, sudah mendapatkan pelayanan. Dengan kata lain
cakupan pelayanan penderita DBD di Kota Surakarta mencapai 100%.
Sehingga target yang ditetapkan dalam SPM sudah tercapai. Walaupun
demikian, dengan masih adanya penderita yang meninggal, menunjukkan
kualitas penanganannya masih perlu ditingkatkan.
Penanganan penderita DBD memerlukan kecepatan dan
ketepatan, baik di tingkat masyarakat maupun di sarana pelayanan
kesehatan. Tidak terpenuhinya kedua hal tersebut dapat berakibat fatal
bagi penderita, karena akan mempertinggi resiko terjadinya kematian. Di
tingkat masyarakat diharapkan ada kewaspadaan dini melalui kegiatan
Kelurahan Siaga sehingga apabila terjadi kasus dapat diambil keputusan
yang tepat dan segera dirujuk. Dalam hal kecepatan penanganan, semua
sarana pelayanan kesehatan di Kota Surakarta menempatkan penderita
DBD sebagai prioritas. Pelaporan KDRS dari rumah sakit harus sudah
diterima Dinas Kesehatan dan Puskesmas dalam waktu 1 kali 24 jam sejak
diagnosa DBD ditegakkan dan PE (Penyelidikan Epidemiologi) dilakukan
Puskesmas dalam waktu 1 kali 24 jam sejak KDRS diterima puskesmas.
Sedangkan dalam hal ketepatan penanganan, upaya peningkatan
kemampuan tenaga kesehatan selalu dilakukan antara lain melalui
ceramah klinik serta pertemuan tatalaksana penyakit DBD maupun jejaring
surveilans dengan rumah sakit.

59
Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2016

4.2.7. Malaria
Kota Surakarta tidak termasuk daerah endemis penyakit malaria.
Meski demikian upaya kewaspadaan dini terhadap penularan kasus
impor/eksodus dari daerah lain yang endemis tetap dilakukan. Upaya
deteksi dini dilakukan melalui pemeriksaan klinis di Puskesmas.
Berdasarkan laporan dari Puskesmas, maka selama tahun 2016 tidak
ditemukan kasus malaria baik secara klinis maupun laboratorium.

4.2.8. Filariasis
4.3. PENYAKIT TIDAK MENULAR
Peningkatan Umur Harapan Hidup (UHH) akan menambah jumlah
lanjut usia (lansia) yang akan berdampak pada pergeseran pola penyakit di
masyarakat dari penyakit infeksi ke penyakit degeneratif. Prevalensi
penyakit menular mengalami penurunan, sedangkan penyakit tidak menular
(PTM) cenderung mengalami peningkatan. Secara nasional proporsi
kematian akibat PTM meningkat. Sedangkan secara global Organisasi
Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan PTM telah menyebabkan 60
persen kematian dan 43 persen kesakitan.
Di Jawa Tengah jumlah kasus PTM berdasarkan informasi dari
puskesmas dan rumah sakit menunjukkan angka yang cukup fantastis dan
meningkat dari tahun ke tahun. Demikian juga di kota Surakarta,
berdasarkan laporan dari puskesmas dan rumah sakit tahun 2016 terjadi
peningkatan pada hampir semua jenis PTM bila dibandingkan tahun 2015.
Keadaan ini perlu segera ditanggulangi, karena sesungguhnya PTM
merupakan penyakit yang dapat dicegah bila faktor risikonya dikendalikan.
Pencegahan dan penanggulangan PTM merupakan kombinasi upaya
inisiatif pemeliharaan kesehatan mandiri oleh petugas dan individu yang
bersangkutan yang dapat dilakukan melalui kegiatan deteksi dini faktor risiko
PTM berbasis masyarakat yaitu Posbindu PTM (Pos Pembinaan Terpadu
Penyakit Tidak Menular) maupun kegiatan prolanis di Puskesmas, serta
perilaku “CERDIK” (Cek kesehatan secara teratur, Enyahkan asap rokok,
Rajin olahraga dan aktifitas fisik, Diet seimbang, Istirahat cukup dan Kelola
stres).

60
Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2016

4.3.1. Penyakit Hipertensi


Penyakit hipertensi masuk pada 10 besar penyakit di Puskesmas.
Jika dilihat berdasarkan penyakit tidak menular maka menempati urutan
pertama. Kasus yang ditemukan pada tahun 2016 dari laporan Puskesmas
sebanyak 59.028 kasus (hipertensi essensial). Terjadi peningkatan jika
dibandingkan dengan jumlah kasus tahun 2015 sebanyak 52.637 kasus. Hal
ini perlu mendapat perhatian apakah peningkatan tersebut karena
pengelolaan penyakit yang sudah baik karena adanya PROLANIS (Program
Pengelolaan Penyakit Kronis) ataukah karena banyak yang putus
pengobatan. Ini menunjukkan bahwa pola penyakit degeneratif perlu
mendapatkan perhatian yang serius dari semua pihak.

4.3.2. Penyakit Diabetes Melitus (DM)


Kasus penyakit Diabetes Melitus masuk dalam 10 besar pola
penyakit. Pada tahun 2016, ditemukan kasus Diabetes mellitus tidak
tergantung insulin sebanyak 5.223 (data Puskesmas) dan 35.143 (data
Rumah Sakit). Sedangkan untuk DM yang tergantung insulin ditemukan 274
(data Puskesmas) dan 780 (data rumah sakit). Jika dihitung prevalensinya
maka diperoleh angka sebesar 7.491 per 100.000 penduduk. Prevalensi
pada tahun 2015 adalah sebesar 5.819 per 100.000 penduduk. Dari pola
penyakit tidak menular menunjukkan bahwa saat ini pola penyakit
masyarakat sudah bergeser ke arah pola penyakit degeneratif. Gambaran
selengkapnya mengenai pola penyakit tidak menular dapat dilihat pada
lampiran.

4.4. MORBIDITAS
4.4.1. Pola Penyakit
Angka kesakitan penduduk didapat dari data yang berasal dari
masyarakat (community based data) yang diperoleh melalui pengumpulan
data Puskesmas melalui sistem pencatatan dan pelaporan yang ada.
Gambaran 10 penyakit terbesar pada pasien rawat jalan di Puskesmas pada
tahun 2016 adalah sebagai berikut :

61
Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2016

Tabel 18. Pola Penyakit Pada Rawat Jalan Puskesmas


Di Kota Surakarta Tahun 2016

NO NAMA PENYAKIT JUMLAH %


1 Common Cold 192.445 30,61
2 Essential (primary) hypertension 122.973 19,56
3 Myalgia 43.159 6,86
4 Headache 29.920 4,76
5 Fever, unspecified 25.119 3,99
6 Rheumatism 23.898 3,80
7 Cough 22.899 3,64
8 Gastritis and duodenitis 19.985 3,18
9 Diarrhoea & gastroenteritis 16.791 2,67
10 Dispepsia 11.480 1,83

4.4.2. Kejadian Luar Biasa

Dari hasil kegiatan pengamatan penyakit Dinas Kesehatan Kota


Surakarta selama tahun 2016 terjadi 1 kasus KLB (Kejadian Luar Biasa).
Jenis KLB yang terjadi adalah keracunan makanan dengan jumlah korban
sebanyak 17 orang. Kejadian ini dapat tertangani dalam waktu kurang dari
24 jam, sehingga tidak terjadi korban jiwa. Meskipun demikian, tetap
diperlukan kewaspadaan agar prestasi dapat terus dipertahankan.
Sementara itu, pada tahun 2016 tidak ada laporan KLB akibat PD3I
maupun penyakit menular lainnya.

62
Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2016

BAB V
KESEHATAN LINGKUNGAN

5.1 SANITASI TOTAL BERBASIS MASYARAKAT (STBM)

STBM adalah pendekatan untuk mengubah perilaku higienis dan


saniter melalui pemberdayaan masyarakat dengan cara pemicuan.
Penyelenggaraan STBM bertujuan untuk mewujudkan perilaku yang higienis
dan saniter secara mandiri dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan
masyarakat yang setinggi-tingginya.
Dalam pelaksanaan STBM berpedoman pada lima pilar yaitu:
1. Stop buang air besar sembarangan (Stop BABS),
2. Cuci tangan pakai sabun (CTPS),
3. Pengelolaan air minum/makanan rumah tangga (PAM-RT),
4. Pengelolaan sampah rumah tangga, dan
5. Pengelolaan limbah cair rumah tangga
Desa STBM adalah desa yang sudah stop BABS minimal 1 dusun,
mempunyai tim kerja STBM atau natural leader, dan telah mempunyai
rencana kerja STBM atau rencana tindak lanjut.
Pada tahun 2016, Pemerintah Kota Surakarta sudah melaksanakan
STBM (Sanitasi Total Berbasis Masyarakat) sejak tahun 2014. Diawali di 2
kelurahan yaitu Kelurahan Purwosari dan Kelurahan Gandekan, kemudian
dilanjutkan dengan Kelurahan Tipes, Kelurahan Pucangsawit dan Kelurahan
Nusukan. Kegiatan utama yang dilakukan adalah Pilar Pemicuan Stop BABS
(Buang Air Besar Sembarangan). Kegiatan ini akan disusul dengan Pilar
yang lain yaitu CTPS (Cuci Tangan Pakai Sabun), Pengelolaan Air Minum
rumah tangga, Pengelolaan sampah rumah tangga dan Pengelolaan Limbah
Cair rumah tangga.

63
Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2016

5.2 PENYEHATAN LINGKUNGAN PERMUKIMAN DAN TEMPAT-TEMPAT


UMUM

5.2.1 Rumah Sehat


Berdasarkan hasil pendataan tahun 2016, ditemukan Rumah Sehat
sebanyak 74.768 (72,74% dari jumlah rumah yang ada). Angka capaian ini
belum mencapai target SPM yang sebesar 80%. Jika dilihat sebaran tiap
Puskesmas, maka wilayah dengan rumah sehat tertinggi adalah Puskesmas
Penumping (95,45%), sedangkan yang paling sedikit cakupan rumah
sehatnya ada di Puskesmas Sangkrah (38,18%). Puskesmas Sangkrah
membawahi Kelurahan Sangkrah, Semanggi dan Kedunglumbu, yang
merupakan kantong penduduk berpenghasilan menengah ke bawah
sehingga mempengaruhi kondisi perumahan penduduk.
Adapun terhadap rumah yang belum memenuhi syarat, dilakukan
pembinaan berupa kunjungan pembinaan on the spot 2 kali kunjungan
dalam 1 tahun.
Gambaran mengenai kondisi rumah penduduk Kota Surakarta seperti
pada grafik di bawah ini, dan selengkapnya tentang rumah sehat dapat
dilihat pada lampiran.

Grafik 8. Rumah Sehat di Kota Surakarta Tahun 2016

40.000
35.000
30.000
25.000
20.000
15.000
10.000
5.000
0
Lwyn Srgn Ps.Klw Jbrs Bj.sari
Jumlah 16.965 10.336 12.222 27.350 35.919
Sehat 14.107 8.247 5.814 19.481 27.119

64
Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2016

5.2.2 Penduduk dengan Akses Berkelanjutan terhadap Air Minum


Berkualitas
Menurut Peraturan Menteri Kesehatan Nomor
492/MENKES/PER/IV/2010 tentang Persyaratan Kualitas Air Minum, air
minum adalah air yang melalui proses pengolahan atau tanpa proses
pengolahan yang memenuhi syarat kesehatan dan dapat langsung
diminum. Pada Permenkes tersebut juga disebutkan bahwa penyelenggara
air minum wajib menjamin air minum yang diproduksinya aman bagi
kesehatan. Dalam hal ini penyelenggara air minum diantaranya adalah
Badan Usaha Milik Negara (BUMN)/Badan Usaha Milik Daerah (BUMD),
koperasi, badan usaha swasta, usaha perorangan, kelompok masyarakat
dan/atau individual yang menyelenggarakan penyediaan air minum.
Air minum yang aman bagi kesehatan adalah air minum yang
memenuhi persyaratan secara fisik, mikrobiologis, kimia, dan radioaktif.
Secara fisik, air minum yang sehat adalah tidak berbau, tidak berasa, tidak
berwarna serta memiliki total zat padat terlarut, kekeruhan, dan suhu
sesuai ambang batas yang ditetapkan. Secara mikrobiologis, air minum
yang sehat harus bebas dari bakteri E.Coli dan total bakteri koliform.
Secara kimiawi, zat kimia yang terkandung dalam air minum seperti besi,
aluminium, klor, arsen, dan lainnya harus di bawah ambang batas yang
ditentukan. Secara radioaktif, kadar gross alpha activity tidak boleh
melebihi 0,1 becquerel per liter (Bq/l) dan kadar gross beta activity tidak
boleh melebihi 1 Bq/l.

65
Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2016

5.2.3 Penduduk dengan Akses terhadap Fasilitas Sanitasi Yang Layak

(1) Jenis Sarana Penyediaan Air Bersih yang Dipergunakan (Kepemilikan


SAB)
Dari 103.116 keluarga yang ada, telah dilakukan
pemeriksaan/inspeksi sanitasi terhadap 25.056 (24,6%). Dari hasil inspeksi
tersebut diketahui bahwa 91,8% keluarga yang ada di Kota Surakarta telah
memiliki sarana air bersih. Jumlah tersebut mengalami penurunan
dibanding tahun 2013 (91,8%). Sisa keluarga yang belum tercakup adalah
keluarga yang belum memiliki sarana air bersih secara mandiri tetapi
mampu untuk mengakses air bersih melalui SPT/SGL Umum dan Hidran
Umum.

(2) Jamban Keluarga


Penduduk dengan akses jamban sehat pada tahun 2014 sebesar
344.116 jiwa, mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2013 sebesar
337.219 jiwa. Peningkatan ini karena Pemerintah melalui Kementerian
Pekerjaan Umum menggulirkan program pembangunan jamban komunal
(USRI : Urban Sanitation Rural Infrastructur).
Pemerintah Kota Surakarta, dengan difasilitasi oleh IUWASH
(Indonesia Urban Water and Sanitation) telah menyusun Road Map PAL-D
(Peta Jejak Pengelolaan Air Limbah – Domestik) untuk kurun waktu 2015 –
2020 sehingga tercapai Universal Acses Sanitation 100
Dari hasil pemeriksaan terhadap 25.056 keluarga, diketahui
bahwa 92,6% telah memiliki jamban keluarga dan 94,1% telah memenuhi
syarat sehat. Jika dibandingkan angka tahun 2012 (91,5%) jamban
memenuhi syarat sehat mengalami peningkatan dan telah melampaui
target SPM (85%). Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat,
diharapkan jumlah tersebut akan mengalami peningkatan di tahun
berikutnya.

66
Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2016

(3) Saluran Pengelolaan Air Limbah (SPAL)


Dari hasil pemeriksaaan diketahui bahwa 95,4% KK sudah
memiliki SPAL. Jumlah ini mengalami penurunan dibandingkan tahun lalu
(97%) tetapi telah melampaui target SPM yaitu 90%.

5.2.4 Penyehatan Tempat-Tempat Umum

Tempat Tempat Umum (TTU) yang ada di kota Surakarta meliputi


kantor, hotel, sekolah, toko, Restoran/Rumah makan, pasar tradisional dan
lain-lain. Pada tahun 2014 dari 606 TTU yang ada, 100% dilakukan
pemeriksaan, dan dari hasil pemeriksaan yang memenuhi syarat
kesehatan sebanyak 58.41%. Angka cakupan tahun 2014 masih dibawah
target SPM (80%).
Masalah yang dihadapi dalam pelaksanaan peningkatan jumlah
TTU yang memenuhi syarat diantaranya adalah koordinasi antar program
dan lintas sektor yang belum optimal, alokasi dana dalam anggaran daerah
untuk kegiatan penyehatan dan pengawasan TTU yang masih terbatas,
mekanisme pendataan dan pelaporan yang belum efektif, dan peralatan
pengukuran parameter kualitas lingkungan yang belum lengkap. Oleh
karena itu, dapat dilakukan upaya-upaya untuk mengatasi masalah
tersebut, yaitu dengan melakukan advokasi dan sosialisasi terpadu antar
program dan lintas sektor, memenuhi kebutuhan peralatan pengukuran
parameter kesehatan lingkungan, meningkatkan sistem monitoring dan
evaluasi, dan meningkatkan kapasitas pemilik/penyelenggara TTU agar
ikut serta dalam peningkatan kualitas kesehatan lingkungan.

67
Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2016

68
Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2016

BAB VI

PROMOSI KESEHATAN DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT

6.1. PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS)

Faktor yang terbesar dalam mempengaruhi derajat kesehatan menurut


H.L. Blum adalah faktor perilaku masyarakat. Dengan mewujudkan perilaku
yang sehat, diharapkan dapat menurunkan angka kesakitan dan angka
kematian ibu dan anak akibat kurangnya kesadaran/pengetahuan
masyarakat dalam mengunjungi sarana pelayanan kesehatan.
Dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat,
Kementerian Kesehatan melalui Pusat Promosi Kesehatan menerapkan
program Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). PHBS adalah
sekumpulan perilaku yang dipraktikkan atas dasar kesadaran sebagai hasil
pembelajaran, yang menjadikan seseorang, keluarga, kelompok dan
masyarakat mampu menolong dirinya sendiri (mandiri) di bidang kesehatan
dan berperan aktif dalam mewujudkan kesehatan masyarakat. PHBS
merupakan suatu tindakan pencegahan agar masyarakat terhindar dari
penyakit dan gangguan kesehatan.
PHBS dapat dilakukan di berbagai tatanan masyarakat, seperti tatanan
rumah tangga, sekolah, tempat kerja dan tempat-tempat umum. PHBS di
tatanan rumah tangga adalah upaya untuk memberdayakan anggota rumah
tangga agar tahu, mau, dan mampu mempraktikkan perilaku hidup bersih
dan sehat serta berperan aktif dalam gerakan kesehatan di masyarakat.
Untuk mencapai rumah tangga ber-PHBS, terdapat sepuluh upaya
yang harus dilakukan, yaitu:
1. Persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan
2. Memberi bayi ASI eksklusif
3. Menimbang balita setiap bulan
4. Menggunakan air bersih
5. Mencuci tangan dengan air bersih dan sabun
6. Menggunakan jamban sehat
7. Memberantas jentik di rumah sekali seminggu
8. Makan sayur dan buah setiap hari

69
Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2016

9. Melakukan aktivitas fisik setiap hari


10. Tidak merokok di dalam rumah

Dari 171.842 rumah tangga yang ada, telah dilakukan pemeriksaan


PHBS sebesar 76,4%. Dari rumah tangga yang diperiksa tersebut, 74,2%
berada pada tatanan rumah tangga sehat utama dan paripurna. Bila
dibandingkan dengan target Renstra Dinas Kesehatan Kota Surakarta (75%)
dan Renstra Kementerian Kesehatan RI (70%), maka capaian Kota
Surakarta sudah melampaui target yang diharapkan. Gambaran tentang
rumah tangga yang berperilaku hidup bersih dan sehat dapat dilihat pada
lampiran.

Dilihat dari indikator penilaiannya, maka indikator yang pencapaiannya


terrendah adalah keluarga bebas asap rokok. Ini berarti bahwa mayoritas
keluarga yang ada di Kota Surakarta terpapar asap rokok.

Indikator SPM menargetkan bahwa 70% rumah tangga pada tatanan


utama dan paripurna. Ini berarti bahwa Kota Surakarta telah mencapai target
yang telah ditetapkan dalam rumah tangga pada tatanan paripurna, akan
tetapi sudah mencapai target dalam rumah tangga tatanan utama. Jika
dilihat penyebaran tiap Puskesmas, maka yang mencapai tatanan rumah
tangga utama dan paripurna tertinggi ada di Puskesmas Penumping (98,1%)
dan terendah ada di wilayah Puskesmas Banyuanyar (53,3%).

6.2. PENGEMBANGAN MEDIA PROMOSI KESEHATAN

Tahun 2016, telah dilakukan kegiatan penyuluhan dan promosi


kesehatan dengan sasaran tidak hanya pada institusi sekolah namun juga
masyarakat umum (karang taruna, PKK). Selain itu juga telah dilakukan
kunjungan rumah untuk kegiatan Perkesmas (Perawatan Kesehatan
Masyarakat) sebanyak 6.118 kunjungan dan 7.984 kegiatan penyebarluasan
informasi, baik melalui media cetak maupun media audio visual.

70
Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2016

6.3. USAHA KESEHATAN BERSUMBERDAYA MASYARAKAT (UKBM)

6.3.1. Kelurahan Siaga


Desa/Kelurahan Siaga adalah program yang diluncurkan
Kementerian Kesehatan sebagai upaya untuk pemberdayaan masyarakat di
bidang kesehatan. Kelurahan Siaga merupakan gambaran masyarakat yang
sadar, mau dan mampu untuk mencegah dan mengatasi berbagai ancaman
terhadap kesehatan masyarakat seperti kurang gizi, penyakit menular dan
penyakit yang berpotensi menimbulkan Kejadian Luar Biasa (KLB), kejadian
bencana, kecelakaan, dan lain-lain, dengan memanfaatkan potensi
setempat, secara gotong royong.
Pengembangan Kelurahan Siaga meliputi upaya untuk lebih
mendekatkan pelayanan kesehatan dasar kepada masyarakat,
menyiapsiagakan masyarakat menghadapi masalah-masalah kesehatan,
serta memandirikan masyarakat dalam mengembangkan perilaku hidup
bersih dan sehat. Inti kegiatan Kelurahan Siaga adalah memberdayakan
masyarakat agar mau dan mampu untuk hidup sehat.
Tujuan diadakannya kelurahan siaga ini adalah mewujudkan
masyarakat yang mandiri untuk sehat, yang artinya :
 Meningkatnya pengetahuan dan kesadaran masyarakat di wilayah
kelurahan tentang pentingnya kesehatan.
 Meningkatnya kewaspadaan dan kesiapsiagaan masyarakat di wilayah
kelurahan terhadap risiko dan bahaya yang dapat menimbulkan
gangguan kesehatan (bencana, wabah, kegawat-daruratan dan
sebagainya).
 Meningkatnya keluarga yang sadar gizi dan melaksanakan perilaku hidup
bersih dan sehat
 Meningkatnya kesehatan lingkungan di wilayah kelurahan
 Meningkatnya kemampuan dan kemauan masyarakat kelurahan untuk
menolong diri sendiri di bidang kesehatan.

71
Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2016

6.3.2. Posyandu
Pada tahun 2016, jumlah Posyandu yang ada di kota Surakarta
sebanyak 603 Posyandu. Jika dibandingkan jumlah Posyandu tahun 2015
yang sebesar 603 maka berarti tidak terjadi penambahan jumlah Posyandu.
Dari 603 posyandu tersebut, tidak ada posyandu yang berada pada strata
pratama, 2 posyandu (0,33%) berada pada strata madya, 40 posyandu
(6,63%) berada pada strata posyandu Purnama, 561 posyandu (93,03%)
berada pada strata posyandu mandiri. Jika dibandingkan dengan target SPM
untuk Posyandu Mandiri sebesar 45%, maka capaian tahun 2016 telah
dapat melampaui target yang ditetapkan.
Jika dilihat penyebaran tiap Puskesmas, maka Puskesmas dengan
Posyandu mandiri terbanyak ada di wilayah Puskesmas Purwosari,
Jayengan, Kratonan, Purwodiningratan, Ngoresan, Nusukan, Manahan,
Gilingan, Banyuanyar dan Setabelan (100%) dan yang terendah di wilayah
Puskesmas Pucangsawit (77,5%). Gambaran selengkapnya mengenai
Tingkat Kemandirian Posyandu di Kota Surakarta tahun 2016 dapat dilihat
pada tabel 72 dan grafik sebagai berikut:
Grafik 6. Kemandirian Posyandu Menurut Kecamatan
Kota Surakarta Tahun 2016

200

150

100 Purnama
Mandiri
50

0
Laweyan Serengan Ps Kliwon Jebres Bjsari

72
Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2016

6.3.3. Posbindu
Salah satu permasalahan yang dihadapi saat ini dalam
pembangunan kesehatan adalah beban ganda penyakit, yaitu di satu pihak
masih banyaknya penyakit infeksi yang harus ditangani, namun di pihak lain
semakin meningkatnya kasus penyakit tidak menular (PTM). Peningkatan
prevalensi penyakit tidak menular, menjadi ancaman yang serius dalam
pembangunan nasional, karena mangancam pertumbuhan ekonomi secara
nasional. Oleh karena itu dikembangkan model pengendalian PTM berbasis
masyarakat melalui Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu) PTM.

73
Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2016

74
Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2016

BAB VII
PENUTUP

6.1. KEADAAN UMUM

Indeks Pembangunan Manusia ada 3 (tiga) indikator yaitu tingkat


pendidikan, derajat kesehatan, dan kemampuan ekonomi masyarakat.
Berdasarkan capaian kinerja tahun 2016, maka gambaran pembangunan
manusia di Kota Surakarta dapat disimpulkan sebagai berikut :
Dari aspek pendidikan, rata-rata pendidikan penduduk adalah lulus SD
dan SLTP (37%). Sedangkan yang mencapai lulus setingkat SLTA hanya 40%,
tamat Akademi dan Perguruan Tinggi hanya sebesar 15%, sedangkan yang
belum tamat SD atau tidak sekolah sebesar 9%. Hal ini perlu mendapat
perhatian karena tingkat pendidikan penduduk merupakan salah satu faktor yang
menentukan kualitas sumber daya manusia. Selain itu tingkat pendidikan juga
berpengaruh terhadap kemudahan dalam menerima (akses) informasi
kesehatan.
Kemampuan ekonomi masyarakat dapat dilihat dari pendapatan
perkapita dan mata pencaharian penduduk. Pendapatan penduduk perkapita
(data tahun 2015), menurut harga berlaku sebesar 68.163.859,02 rupiah.
Sedangkan menurut harga konstan sebesar 55.442.204,69 rupiah. Sektor
industri dan perdagangan masih wmerupakan sektor yang sangat dominan di
Surakarta. Bila dilihat mata pencaharian penduduk, rata- rata adalah buruh
industri dan buruh bangunan (33,45%).

75
Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2016

6.2. DERAJAT KESEHATAN

Derajat kesehatan di Surakarta relatif baik, meskipun masih ditemukan


masalah-masalah kesehatan. Angka kematian bayi (3,35 per 1000 kelahiran
hidup), angka kematian Balita (4,16 per 1000 kelahiran hidup), angka kematian
ibu (40,6 per 100.000 kelahiran hidup). Untuk AKI, AKB dan AKABA Kota
Surakarta sudah berada di bawah angka nasional dan Jawa Tengah. Namun
masih perlu adanya perhatian terhadap status gizi Balita, masih didapatkan
kasus gizi kurang meskipun kasus gizi buruk sudah tidak ditemukan. Belum lagi
masih tingginya angka anemi ibu hamil dan anemi balita. Hal ini dimungkinkan
karena faktor ketidaktahuan dan ketidakmampuan keluarga untuk mengkonsumsi
makanan dengan gizi seimbang.
Jika dilihat pola penyakit selain penyakit menular seperti penyakit demam
berdarah, juga masih ditemukan penyakit yang dapat dicegah dengan
imunisasi/PD3I (seperti : penyakit campak). Yang perlu diwaspadai juga adalah
bertambahnya kasus penyakit menular seksual yaitu penyakit HIV/AIDS.
Sedangkan untuk penyakit tidak menular, maka hipertensi, diabetes melitus,
penyakit jantung dan stroke menempati kelompok 5 (lima) terbesar.

6.3. PENCAPAIAN PEMBANGUNAN KESEHATAN

Aspek lingkungan merupakan faktor yang paling besar dalam


menentukan derajat kesehatan. Dilihat dari lingkungan fisik, maka secara
kuantitas sudah baik. Prosentase rumah sehat baru mencapai 72,74%, Tempat
Umum sehat mencapai 58,41%, dan Keluarga dengan jamban keluarga
mencapai 92,6%. Sedangkan dari aspek lingkungan biologis, rumah bebas jentik
baru mencapai 94,84%. Masih ada 5,16% rumah yang belum bebas jentik. Ini
menunjukkan peran serta masyarakat dalam PSN (Pemberantasan Sarang
Nyamuk) masih perlu ditingkatkan. Kepadatan nyamuk yang tinggi
memungkinkan terjadinya penularan penyakit demam berdarah.

76
Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2016

Perilaku hidup bersih dan sehat masyarakat Surakarta masih perlu


ditingkatkan. Dari 131.231 keluarga yang didata PHBS, terdapat 74,2% keluarga
ber-PHBS dengan strata sehat utama dan sehat paripurna.
Demikian juga tingkat kemandirian Posyandu, baru 99,67% posyandu
yang mandiri dari 603 Posyandu yang ada. Sedangkan untuk cakupan ASI
eksklusif, sudah mengalami peningkatan yang cukup signifikan (76,7%). Untuk
cakupan peserta asuransi kesehatan masih perlu ditingkatkan (76,54%) dengan
jenis kepesertaan ASKES, JAMKESMAS, JAMSOSTEK dan PKMS. Melihat
kondisi tersebut, berarti masih ada penduduk belum
menggunakan/memanfaatkan sistem pembiayaan pra upaya.
Aspek pelayanan kesehatan, dilihat dari jumlah sarana pelayanan
kesehatan yang ada, maka rasio sarana pelayanan kesehatan sudah mencukupi,
baik rumah sakit , Puskesmas, Balai Pengobatan, rumah Bersalin, dan Praktek
perorangan. Sedangkan jika dilihat dari tenaga kesehatan, memang distribusinya
belum merata. Demikian juga kualitasnya, masih perlu adanya peningkatan
dalam kemampuan teknis dalam pelayanan. Pencapaian cakupan pelayanan
kesehatan secara kuantitas sudah cukup baik, seperti cakupan K4, persalinan
tenaga kesehatan, imunisasi rata-rata mencapai lebih dari 90%. Namun dari
aspek kualitas masih perlu adanya peningkatan sesuai standar operating
prosedur.

77
Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2016

78
Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2016

LAMPIRAN TABEL

79
TABEL 1

LUAS WILAYAH, JUMLAH DESA/KELURAHAN, JUMLAH PENDUDUK, JUMLAH RUMAH TANGGA,


DAN KEPADATAN PENDUDUK MENURUT KECAMATAN
KOTA SURAKARTA
TAHUN 2016

LUAS JUMLAH JUMLAH RATA-RATA KEPADATAN


JUMLAH
NO KECAMATAN WILAYAH DESA + RUMAH JIWA/RUMAH PENDUDUK
DESA KELURAHAN PENDUDUK
(km 2) KELURAHAN TANGGA TANGGA per km 2
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

1 LAWEYAN 8,64 0 11 11 99.802 31.017 3,22 11.551

2 SERENGAN 3,19 0 7 7 53.773 16.713 3,22 16.857

3 PASARKLIWON 4,82 0 9 9 83.764 26.032 3,22 17.378

4 JEBRES 12,58 0 11 11 140.981 43.814 3,22 11.207

5 BANJARSARI 14,81 0 13 13 174.610 54.266 3,22 11.790

JUMLAH (KAB/KOTA) 44,04 0 51 51 552.930 171.842 3,22 12.555


TAHUN 2015 44,04 0 51 51 510.077 169.772 3,00 11.582

Sumber: - Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Surakarta


TABEL 2

JUMLAH PENDUDUK MENURUT JENIS KELAMIN DAN KELOMPOK UMUR


KOTA SURAKARTA
TAHUN 2016

JUMLAH PENDUDUK
NO KELOMPOK UMUR (TAHUN)
LAKI-LAKI PEREMPUAN LAKI-LAKI+PEREMPUAN RASIO JENIS KELAMIN
1 2 3 4 5 6

1 0-4 19.600 18.978 38.578 103,28


2 5-9 22.256 20.899 43.155 106,49
3 10 - 14 22.304 21.375 43.679 104,35
4 15 - 19 21.397 20.835 42.232 102,70
5 20 - 24 20.816 20.249 41.065 102,80
6 25 - 29 20.010 19.961 39.971 100,25
7 30 - 34 23.751 23.748 47.499 100,01
8 35 - 39 23.264 23.235 46.499 100,12
9 40 - 44 20.585 21.270 41.855 96,78
10 45 - 49 19.760 21.088 40.848 93,70
11 50 - 54 16.868 19.126 35.994 88,19
12 55 - 59 14.771 16.282 31.053 90,72
13 60 - 64 11.322 11.583 22.905 97,75
14 65 - 69 6.234 7.476 13.710 83,39
15 70 - 74 4.229 5.864 10.093 72,12
16 75+ 5.392 8.402 13.794 64,18

JUMLAH 272.559 280.371 552.930 97,21


ANGKA BEBAN TANGGUNGAN (DEPENDENCY RATIO) 41,81

Sumber: - Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Surakarta


TABEL 3

PENDUDUK BERUMUR 10 TAHUN KE ATAS YANG MELEK HURUF


DAN IJAZAH TERTINGGI YANG DIPEROLEH MENURUT JENIS KELAMIN
KOTA SURAKARTA
TAHUN 2016

JUMLAH PERSENTASE
NO VARIABEL LAKI-LAKI+ LAKI-LAKI+
LAKI-LAKI PEREMPUAN LAKI-LAKI PEREMPUAN
PEREMPUAN PEREMPUAN
1 2 3 4 5 6 7 8
1 PENDUDUK BERUMUR 10 TAHUN KE ATAS 230.703 240.494 471.197
PENDUDUK BERUMUR 10 TAHUN KE ATAS YANG
2 218.603 208.362 426.965 94,76 86,64 90,61
MELEK HURUF
PERSENTASE PENDIDIKAN TERTINGGI YANG
3
DITAMATKAN:
a. TIDAK MEMILIKI IJAZAH SD 14.098 22.231 36.329 6,11 9,24 7,71
b. SD/MI 30.261 35.252 65.513 13,12 14,66 13,90
c. SMP/ MTs 46.890 44.085 90.974 20,32 18,33 19,31
d. SMA/ MA 36.983 41.478 78.462 16,03 17,25 16,65
e. SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN 54.964 37.455 92.419 23,82 15,57 19,61
f. DIPLOMA I/DIPLOMA II 2.917 2.670 5.587 1,26 1,11 1,19
g. AKADEMI/DIPLOMA III 11.337 4.671 16.009 4,91 1,94 3,40
h. UNIVERSITAS/DIPLOMA IV 18.419 19.024 37.443 7,98 7,91 7,95
i. S2/S3 (MASTER/DOKTOR) 2.734 1.496 4.230 1,19 0,62 0,90

Sumber: BPS Kota Surakarta


TABEL 4

JUMLAH KELAHIRAN MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN DAN PUSKESMAS


KOTA SURAKARTA
TAHUN 2016

JUMLAH KELAHIRAN

NO KECAMATAN NAMA PUSKESMAS LAKI-LAKI PEREMPUAN LAKI-LAKI + PEREMPUAN

HIDUP MATI HIDUP + MATI HIDUP MATI HIDUP + MATI HIDUP MATI HIDUP + MATI
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12

1 LAWEYAN 857 1 858 905 1 906 1.762 2 1.764


PAJANG 413 0 413 434 0 434 847 0 847
PENUMPING 212 0 212 225 0 225 437 0 437
PURWOSARI 232 1 233 246 1 247 478 2 480
2 SERENGAN 453 2 455 458 1 459 911 3 914
JAYENGAN 257 2 259 269 0 269 526 2 528
KRATONAN 196 0 196 189 1 190 385 1 386
3 PASARKLIWON 712 1 713 742 3 745 1.454 4 1.458
GAJAHAN 253 1 254 285 3 288 538 4 542
SANGKRAH 459 0 459 457 0 457 916 0 916
4 JEBRES 1.271 0 1.271 1.306 1 1.307 2.577 1 2.578
PURWODININGRATAN 238 0 238 249 1 250 487 1 488
NGORESAN 263 0 263 268 0 268 531 0 531
SIBELA 462 0 462 473 0 473 935 0 935
PUCANGSAWIT 308 0 308 316 0 316 624 0 624
5 BANJARSARI 1.545 1 1.546 1.602 0 1.602 3.147 1 3.148
NUSUKAN 264 0 264 285 0 285 549 0 549
MANAHAN 176 1 177 170 0 170 346 1 347
GILINGAN 231 0 231 244 0 244 475 0 475
BANYUANYAR 298 0 298 321 0 321 619 0 619
SETABELAN 102 0 102 111 0 111 213 0 213
GAMBIRSARI 474 0 474 471 0 471 945 0 945

JUMLAH (KAB/KOTA) 4.838 5 4.843 5.013 6 5.019 9.851 11 9.862


ANGKA LAHIR MATI PER 1.000 KELAHIRAN (DILAPORKAN) 1,0 1,2 1,1
TAHUN 2015 4.673 8 4.681 4.890 3 4.893 9.563 11 9.574

Sumber: Laporan Puskesmas

Keterangan : Angka Lahir Mati (dilaporkan) tersebut di atas belum tentu menggambarkan Angka Lahir Mati yang sebenarnya di populasi
TABEL 5

JUMLAH KEMATIAN NEONATAL, BAYI, DAN BALITA MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS
KOTA SURAKARTA
TAHUN 2016

JUMLAH KEMATIAN

NO KECAMATAN PUSKESMAS LAKI - LAKI PEREMPUAN LAKI - LAKI + PEREMPUAN


NEONATA a ANAK NEONATA a ANAK NEONATA a ANAK
BAYI BALITA BAYI BALITA BAYI BALITA
L BALITA L BALITA L BALITA
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15

1 LAWEYAN 0 3 2 5 4 3 0 3 4 6 2 12
PAJANG 0 1 1 2 2 1 0 1 2 2 1 5
PENUMPING 0 1 0 1 2 1 0 1 2 2 0 4
PURWOSARI 0 1 1 2 0 1 0 1 0 2 1 3
2 SERENGAN 1 2 1 3 0 1 0 1 1 3 1 5
JAYENGAN 0 1 1 2 0 1 0 1 0 2 1 3
KRATONAN 1 1 0 1 0 0 0 0 1 1 0 2
3 PASARKLIWON 0 4 1 5 1 1 2 3 1 5 3 9
GAJAHAN 0 1 0 1 0 0 1 1 0 1 1 2
SANGKRAH 0 3 1 4 1 1 1 2 1 4 2 7
4 JEBRES 2 0 2 2 3 1 0 1 5 1 2 8
PURWODININGRATAN 1 0 1 1 1 0 0 0 2 0 1 3
NGORESAN 1 0 1 1 1 0 0 0 2 0 1 3
SIBELA 0 0 0 0 1 1 0 1 1 1 0 2
PUCANGSAWIT 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
5 BANJARSARI 0 3 0 3 2 2 0 2 2 5 0 7
NUSUKAN 0 1 0 1 0 1 0 1 0 2 0 2
MANAHAN 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
GILINGAN 0 1 0 1 0 0 0 0 0 1 0 1
BANYUANYAR 0 0 0 0 2 0 0 0 2 0 0 2
SETABELAN 0 1 0 1 0 1 0 1 0 2 0 2
GAMBIRSARI 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0

JUMLAH (KAB/KOTA) 3 12 6 18 10 8 2 10 13 20 8 41
ANGKA KEMATIAN (DILAPORKAN) 1 2 1 4 2 2 0 2 1,32 2,03 0,81 4,16
TAHUN 2015 6 7 4 11 10 4 4 8 16 11 8 19

Sumber: Laporan Puskesmas

Keterangan : - Angka Kematian (dilaporkan) tersebut di atas belum tentu menggambarkan AKN/AKB/AKABA yang sebenarnya di populasi
- a : kematian bayi termasuk kematian pada neonatal
TABEL 6
JUMLAH KEMATIAN IBU MENURUT KELOMPOK UMUR, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS
KOTA SURAKARTA
TAHUN 2016

KEMATIAN IBU
JUMLAH JUMLAH KEMATIAN IBU HAMIL JUMLAH KEMATIAN IBU BERSALIN JUMLAH KEMATIAN IBU NIFAS JUMLAH KEMATIAN IBU
NO KECAMATAN PUSKESMAS
LAHIR HIDUP < 20 20-34 ≥35 < 20 20-34 ≥35 < 20 20-34 ≥35 < 20 20-34 ≥35
JUMLAH JUMLAH JUMLAH JUMLAH
tahun tahun tahun tahun tahun tahun tahun tahun tahun tahun tahun tahun
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20

1 LAWEYAN 1.762 0 0 0 0 0 0 0 0 0 2 1 3 0 2 1 3
PAJANG 847 0 0 0 0 0 0 0 0 0 2 0 2 0 2 0 2
PENUMPING 437 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
PURWOSARI 478 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 1 0 0 1 1
2 SERENGAN 911 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
JAYENGAN 526 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
KRATONAN 385 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
3 PASARKLIWON 1.454 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
GAJAHAN 538 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
SANGKRAH 916 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
4 JEBRES 2.577 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
PURWODININGRATAN 487 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
NGORESAN 531 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
SIBELA 935 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
PUCANGSAWIT 624 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
5 BANJARSARI 3.147 0 0 0 0 0 1 0 1 0 0 0 0 0 1 0 1
NUSUKAN 549 0 0 0 0 0 1 0 1 0 0 0 0 0 1 0 1
MANAHAN 346 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
GILINGAN 475 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
BANYUANYAR 619 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
SETABELAN 213 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
GAMBIRSARI 945 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0

JUMLAH (KAB/KOTA) 9.851 0 0 0 0 0 1 0 1 0 2 1 3 0 3 1 4


ANGKA KEMATIAN IBU (DILAPORKAN) 40,61
TAHUN 2015 9.563 0 0 0 0 0 0 0 0 0 2 3 5 0 2 3 5

Sumber: Laporan Puskesmas


Keterangan:
- Jumlah kematian ibu = jumlah kematian ibu hamil + jumlah kematian ibu bersalin + jumlah kematian ibu nifas
- Angka Kematian Ibu (dilaporkan) tersebut di atas belum bisa menggambarkan AKI yang sebenarnya di populasi
TABEL 7

KASUS BARU TB BTA+, SELURUH KASUS TB, KASUS TB PADA ANAK, DAN CASE NOTIFICATION RATE (CNR) PER 100.000 PENDUDUK
MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS
KOTA SURAKARTA
TAHUN 2016

JUMLAH SELURUH
JUMLAH KASUS BARU TB BTA+ KASUS TB ANAK
JUMLAH PENDUDUK KASUS TB
NO KECAMATAN PUSKESMAS 0-14 TAHUN
L P L P
L+P L+P
L P L+P JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH %
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18

1 LAWEYAN 48.879 50.923 99.802 37 60 25 40,32 62 61 58 44 41,90 105 18 17,14


PAJANG 23.399 24.309 47.708 20 65 11 35,48 31 35 66 18 33,96 53 9 16,98
PENUMPING 11.344 12.030 23.374 6 55 5 45,45 11 10 48 11 52,38 21 2 9,52
PURWOSARI 14.136 14.584 28.720 11 55 9 45,00 20 16 52 15 48,39 31 7 22,58
2 SERENGAN 26.320 27.453 53.773 12 60 8 40,00 20 18 60 12 40,00 30 5 16,67
JAYENGAN 15.010 15.629 30.639 9 69 4 30,77 13 14 67 7 33,33 21 3 14,29
KRATONAN 11.310 11.824 23.134 3 43 4 57,14 7 4 44 5 55,56 9 2 22,22
3 PASARKLIWON 41.564 42.200 83.764 15 39 23 60,53 38 26 44 33 55,93 59 15 25,42
GAJAHAN 15.396 16.029 31.425 4 31 9 69,23 13 6 33 12 66,67 18 4 22,22
SANGKRAH 26.168 26.171 52.339 11 44 14 56,00 25 20 49 21 51,22 41 11 26,83
4 JEBRES 69.805 71.176 140.981 38 58 28 42,42 66 55 56 43 43,88 98 14 14,29
PURWODININGRATAN 13.362 14.089 27.451 10 48 11 52,38 21 13 50 13 50,00 26 4 15,38
NGORESAN 15.849 16.189 32.038 3 30 7 70,00 10 8 36 14 63,64 22 4 18,18
SIBELA 24.503 24.541 49.044 13 72 5 27,78 18 17 71 7 29,17 24 5 20,83
PUCANGSAWIT 16.091 16.357 32.448 12 71 5 29,41 17 17 65 9 34,62 26 1 3,85
5 BANJARSARI 85.991 88.619 174.610 52 54 45 46,39 97 73 55 59 44,70 132 37 28,03
NUSUKAN 15.054 15.468 30.522 5 45 6 54,55 11 9 53 8 47,06 17 10 58,82
MANAHAN 9.713 10.293 20.006 10 77 3 23,08 13 12 71 5 29,41 17 5 29,41
GILINGAN 13.067 13.720 26.787 7 70 3 30,00 10 14 74 5 26,32 19 5 26,32
BANYUANYAR 15.402 15.689 31.091 11 42 15 57,69 26 12 40 18 60,00 30 6 20,00
SETABELAN 6.317 6.742 13.059 6 55 5 45,45 11 8 57 6 42,86 14 1 7,14
GAMBIRSARI 26.438 26.707 53.145 13 50 13 50,00 26 18 51 17 48,57 35 10 28,57

JUMLAH (KAB/KOTA) 272.559 280.371 552.930 154 54 129 46 283 233 55 191 45 424 89 21,0

CNR KASUS BARU TB BTA+ PER 100.000 PENDUDUK 56,50 46,01 51,18

CNR SELURUH KASUS TB PER 100.000 PENDUDUK 85,49 68,12 76,68


TAHUN 2015 248.066 262.011 510.077 98 59 68 41 166 121 57 90 43 211 14 6,6

Sumber: Laporan Puskesmas & RS


Keterangan:
Jumlah pasien adalah seluruh pasien yang ada di wilayah kerja puskesmas tersebut termasuk pasien yang ditemukan di BBKPM/BPKPM/BP4, RS, Lembaga Pemasyarakatan,
rumah tahanan, dokter praktek swasta, klinik dll
Catatan : Jumlah kolom 6 = jumlah kolom 7 pada Tabel 1, yaitu sebesar:
TABEL 8

JUMLAH KASUS DAN ANGKA PENEMUAN KASUS TB PARU BTA+ MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS
KOTA SURAKARTA
TAHUN 2016

TB PARU
SUSPEK % BTA (+)
NO KECAMATAN PUSKESMAS BTA (+)
TERHADAP SUSPEK
L P L+P L P L+P L P L+P
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12

1 LAWEYAN 79 71 150 37 25 62 46,84 35,21 41,33


PAJANG 34 41 75 20 11 31 58,82 26,83 41,33
PENUMPING 27 7 34 6 5 11 22,22 71,43 32,35
PURWOSARI 18 23 41 11 9 20 61,11 39,13 48,78
2 SERENGAN 75 87 162 12 8 20 16,00 9,20 12,35
JAYENGAN 29 33 62 9 4 13 31,03 12,12 20,97
KRATONAN 46 54 100 3 4 7 6,52 7,41 7,00
3 PASARKLIWON 134 180 314 15 23 38 11,19 12,78 12,10
GAJAHAN 21 28 49 4 9 13 19,05 32,14 26,53
SANGKRAH 113 152 265 11 14 25 9,73 9,21 9,43
4 JEBRES 497 620 1.117 38 28 66 7,65 4,52 5,91
PURWODININGRATAN 124 144 268 10 11 21 8,06 7,64 7,84
NGORESAN 131 161 292 3 7 10 2,29 4,35 3,42
SIBELA 142 201 343 13 5 18 9,15 2,49 5,25
PUCANGSAWIT 100 114 214 12 5 17 12,00 4,39 7,94
5 BANJARSARI 362 579 941 52 45 97 14,36 7,77 10,31
NUSUKAN 42 38 80 5 6 11 11,90 15,79 13,75
MANAHAN 46 69 115 10 3 13 21,74 4,35 11,30
GILINGAN 35 104 139 7 3 10 20,00 2,88 7,19
BANYUANYAR 73 97 170 11 15 26 15,07 15,46 15,29
SETABELAN 59 127 186 6 5 11 10,17 3,94 5,91
GAMBIRSARI 107 144 251 13 13 26 12,15 9,03 10,36

JUMLAH (KAB/KOTA) 1.147 1.537 2.684 154 129 283 13,43 8,39 10,54
TAHUN 2015 1.352 1.598 2.950 98 68 166 7,25 4,26 5,63

Sumber: Laporan Puskesmas


Keterangan:
Jumlah pasien adalah seluruh pasien yang ada di wilayah kerja puskesmas tersebut termasuk pasien yang ditemukan di BBKPM/BPKPM/BP4, RS, Lembaga Pemasyarakatan,
rumah tahanan, dokter praktek swasta, klinik dll
TABEL 9

ANGKA KESEMBUHAN DAN PENGOBATAN LENGKAP TB PARU BTA+ SERTA KEBERHASILAN PENGOBATAN MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS
KOTA SURAKARTA
TAHUN 2016

ANGKA PENGOBATAN LENGKAP


ANGKA KESEMBUHAN (CURE RATE) ANGKA KEBERHASILAN
(COMPLETE RATE) JUMLAH KEMATIAN
BTA (+) DIOBATI* PENGOBATAN (SUCCESS
NO KECAMATAN PUSKESMAS SELAMA PENGOBATAN
L P L+P L P L+P RATE/SR)

L P L+P Σ % Σ % Σ % Σ % Σ % Σ % L P L+P L P L+P


1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24

1 LAWEYAN 9 5 14 7 77,78 4 80,00 11 78,57 2 22,22 0 0,00 2 14,29 100,00 80,00 92,86 0 1 1
PAJANG 6 0 6 4 66,67 0 0,00 4 66,67 2 33,33 0 0,00 2 33,33 100,00 0,00 100,00 0 0 0
PENUMPING 3 1 4 3 100,00 1 100,00 4 100,00 0 0,00 0 0,00 0 0,00 100,00 100,00 100,00 0 0 0
PURWOSARI 0 4 4 0 0,00 3 75,00 3 75,00 0 0,00 0 0,00 0 0,00 0,00 75,00 75,00 0 1 1
2 SERENGAN 8 5 13 8 100,00 5 100,00 13 100,00 0 0,00 0 0,00 0 0,00 100,00 100,00 100,00 0 0 0
JAYENGAN 6 4 10 6 100,00 4 100,00 10 100,00 0 0,00 0 0,00 0 0,00 100,00 100,00 100,00 0 0 0
KRATONAN 2 1 3 2 100,00 1 100,00 3 100,00 0 0,00 0 0,00 0 0,00 100,00 100,00 100,00 0 0 0
3 PASARKLIWON 21 14 35 21 100,00 14 100,00 35 100,00 0 0,00 0 0,00 0 0,00 100,00 100,00 100,00 0 0 0
GAJAHAN 9 3 12 9 100,00 3 100,00 12 100,00 0 0,00 0 0,00 0 0,00 100,00 100,00 100,00 0 0 0
SANGKRAH 12 11 23 12 100,00 11 100,00 23 100,00 0 0,00 0 0,00 0 0,00 100,00 100,00 100,00 0 0 0
4 JEBRES 22 24 46 22 100,00 23 95,83 45 97,83 0 0,00 0 0,00 0 0,00 100,00 95,83 97,83 0 0 0
PURWODININGRATAN 8 4 12 8 100,00 3 75,00 11 91,67 0 0,00 0 0,00 0 0,00 100,00 75,00 91,67 0 0 0
NGORESAN 3 2 5 3 100,00 2 100,00 5 100,00 0 0,00 0 0,00 0 0,00 100,00 100,00 100,00 0 0 0
SIBELA 7 14 21 7 100,00 14 100,00 21 100,00 0 0,00 0 0,00 0 0,00 100,00 100,00 100,00 0 0 0
PUCANGSAWIT 4 4 8 4 100,00 4 100,00 8 100,00 0 0,00 0 0,00 0 0,00 100,00 100,00 100,00 0 0 0
5 BANJARSARI 53 21 74 49 92,45 20 95,24 69 93,24 2 3,77 1 4,76 3 4,05 96,23 100,00 97,30 2 0 2
NUSUKAN 4 3 7 4 100,00 3 100,00 7 100,00 0 0,00 0 0,00 0 0,00 100,00 100,00 100,00 0 0 0
MANAHAN 7 3 10 7 100,00 3 100,00 10 100,00 0 0,00 0 0,00 0 0,00 100,00 100,00 100,00 0 0 0
GILINGAN 6 1 7 4 66,67 1 100,00 5 71,43 2 33,33 0 0,00 2 28,57 100,00 100,00 100,00 0 0 0
BANYUANYAR 16 7 23 16 100,00 7 100,00 23 100,00 0 0,00 0 0,00 0 0,00 100,00 100,00 100,00 0 0 0
SETABELAN 9 3 12 8 88,89 3 100,00 11 91,67 0 0,00 0 0,00 0 0,00 88,89 100,00 91,67 1 0 1
GAMBIRSARI 11 4 15 10 90,91 3 75,00 13 86,67 0 0,00 1 25,00 1 6,67 90,91 100,00 93,33 1 0 1

JUMLAH (KAB/KOTA) 113 69 182 107 94,69 66 95,65 173 95,05 4 3,54 1 1,45 10 5,49 98,23 97,10 100,55 2 1 6
ANGKA KEMATIAN SELAMA PENGOBATAN PER 100.000 PENDUDUK 1 0 1
TAHUN 2015 113 69 182 107 94,69 66 95,65 173 95,05 4 3,54 1 1,45 10 5,49 98,23 97,10 100,55 2 1 6

Sumber: Laporan Puskesmas


Keterangan:
* kohort yang sama dari kasus yang dinilai kesembuhan dan pengobatan lengkap
Jumlah pasien adalah seluruh pasien yang ada di wilayah kerja puskesmas tersebut termasuk pasien yang ditemukan di BBKPM/BPKPM/BP4, RS, Lembaga Pemasyarakatan,
rumah tahanan, dokter praktek swasta, klinik dll
TABEL 10

PENEMUAN KASUS PNEUMONIA BALITA MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS
KOTA SURAKARTA
TAHUN 2016

PNEUMONIA PADA BALITA


JUMLAH BALITA JUMLAH PERKIRAAN PENDERITA DITEMUKAN DAN DITANGANI
NO KECAMATAN PUSKESMAS
PENDERITA L P L+P
L P L+P L P L+P JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH %
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15

1 LAWEYAN 3.484 3.620 7.104 126 131 256 19 15 6 5 25 10


PAJANG 1.668 1.728 3.396 60 62 123 1 2 2 3 3 2
PENUMPING 808 856 1.664 29 31 60 18 62 4 13 22 37
PURWOSARI 1.008 1.036 2.044 36 37 74 0 0 0 0 0 0
2 SERENGAN 1.876 1.956 3.832 68 71 138 5 7 3 4 8 6
JAYENGAN 1.068 1.112 2.180 39 40 79 0 0 0 0 0 0
KRATONAN 808 844 1.652 29 30 60 5 17 3 10 8 13
3 PASARKLIWON 2.960 3.004 5.964 107 108 215 4 4 3 3 7 3
GAJAHAN 1.096 1.144 2.240 40 41 81 0 0 0 0 0 0
SANGKRAH 1.864 1.860 3.724 67 67 134 4 6 3 4 7 5
4 JEBRES 4.976 5.064 10.040 180 183 362 5 3 8 4 13 4
PURWODININGRATAN 956 1.000 1.956 35 36 71 0 0 0 0 0 0
NGORESAN 1.128 1.152 2.280 41 42 82 0 0 0 0 0 0
SIBELA 1.744 1.748 3.492 63 63 126 5 8 8 13 13 10
PUCANGSAWIT 1.148 1.164 2.312 41 42 83 0 0 0 0 0 0
5 BANJARSARI 6.120 6.308 12.428 221 228 449 10 5 8 4 18 4
NUSUKAN 1.072 1.100 2.172 39 40 78 0 0 0 0 0 0
MANAHAN 692 736 1.428 25 27 52 0 0 0 0 0 0
GILINGAN 928 976 1.904 34 35 69 10 30 8 23 18 26
BANYUANYAR 1.096 1.116 2.212 40 40 80 0 0 0 0 0 0
SETABELAN 448 480 928 16 17 34 0 0 0 0 0 0
GAMBIRSARI 1.884 1.900 3.784 68 69 137 0 0 0 0 0 0

JUMLAH (KAB/KOTA) 19.416 19.952 39.368 701 720 1.421 43 6 28 4 71 5,00


TAHUN 2015 19.146 20.234 39.380 1.915 2.023 3.938 22 1,15 20 0,99 42 1,07

Sumber: Laporan Puskesmas


TABEL 11

JUMLAH KASUS HIV, AIDS, DAN SYPHILIS MENURUT JENIS KELAMIN


KOTA SURAKARTA
TAHUN 2016

HIV AIDS JUMLAH KEMATIAN AKIBAT AIDS SYPHILIS


NO KELOMPOK UMUR PROPORSI PROPORSI PROPORSI
L P L+P KELOMPOK L P L+P KELOMPOK L P L+P L P L+P KELOMPOK
UMUR UMUR UMUR
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17

1 ≤ 4 TAHUN 0 2 2 6,25 1 0 1 1,69 0 0 0 0 0 0 0,00

2 5 - 14 TAHUN 1 0 1 3,13 0 0 0 0,00 0 0 0 0 0 0 0,00

3 15 - 19 TAHUN 0 0 0 0,00 0 0 0 0,00 0 0 0 0 0 0 0,00

4 20 - 24 TAHUN 8 1 9 28,13 5 1 6 10,17 1 0 1 0 0 0 0,00

5 25 - 49 TAHUN 12 3 15 46,88 32 11 43 72,88 8 5 13 0 0 0 0,00

6 ≥ 50 TAHUN 4 1 5 15,63 6 3 9 15,25 0 0 0 0 0 0 0,00

JUMLAH (KAB/KOTA) 25 7 32 44 15 59 9 5 14 0 0 0

PROPORSI JENIS KELAMIN 78,13 21,88 74,58 25,42 64,29 35,71 0,00 0,00
TAHUN 2015 13 14 27 36 13 49 9 2 11 1 0 1

Sumber: Bidang P2PL


Ket: Jumlah kasus adalah seluruh kasus baru yang ada di wilayah kerja puskesmas tersebut termasuk kasus yang ditemukan di RS
TABEL 12

PERSENTASE DONOR DARAH DISKRINING TERHADAP HIV MENURUT JENIS KELAMIN


KOTA SURAKARTA
TAHUN 2016

DONOR DARAH
SAMPEL DARAH DIPERIKSA/DISKRINING
NO UNIT TRANSFUSI DARAH POSITIF HIV
JUMLAH PENDONOR TERHADAP HIV
L P L+P L P L+P
L P L+P JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH %
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17
0 #DIV/0! #DIV/0! 0 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! 0 #DIV/0!
1 UDD PMI Kota Surakarta 49.101 20.152 69.253 49.101 100,00 20.152 100,00 69.253 100,00 95 0,19 15 0,07 110 0,16
0 #DIV/0! #DIV/0! 0 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! 0 #DIV/0!
0 #DIV/0! #DIV/0! 0 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! 0 #DIV/0!
0 #DIV/0! #DIV/0! 0 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! 0 #DIV/0!
0 #DIV/0! #DIV/0! 0 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! 0 #DIV/0!
0 #DIV/0! #DIV/0! 0 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! 0 #DIV/0!
0 #DIV/0! #DIV/0! 0 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! 0 #DIV/0!
0 #DIV/0! #DIV/0! 0 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! 0 #DIV/0!

JUMLAH 49.101 20.152 69.253 49.101 100,00 20.152 100,00 69.253 100,00 95 0,19 15 0 110 0,16
TAHUN 2015 49.101 20.152 69.253 49.101 100,00 20.152 100,00 69.253 100,00 95 0,19 15 0 110 0,16

Sumber : PMI Kota Surakarta


Ket : Data tahun 2016 tidak dikirim
TABEL 13

KASUS DIARE YANG DITANGANI MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS
KOTA SURAKARTA
TAHUN 2016

DIARE
JUMLAH PENDUDUK DIARE DITANGANI
NO KECAMATAN PUSKESMAS JUMLAH TARGET PENEMUAN
L P L+P
L P L+P L P L+P JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH %
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15

1 LAWEYAN 48.879 50.923 99.802 987 1.029 2.016 898 90,9 1.238 120% 2.136 106
PAJANG 23.399 24.309 47.708 473 491 964 428 90,6 547 111% 975 101
PENUMPING 11.344 12.030 23.374 229 243 472 219 95,6 229 94% 448 95
PURWOSARI 14.136 14.584 28.720 286 295 580 251 87,9 462 157% 713 123
2 SERENGAN 26.320 27.453 53.773 532 555 1.086 479 90,1 770 139% 1.249 115
JAYENGAN 15.010 15.629 30.639 303 316 619 353 116,4 591 187% 944 153
KRATONAN 11.310 11.824 23.134 228 239 467 126 55,2 179 75% 305 65
3 PASARKLIWON 41.564 42.200 83.764 840 852 1.692 767 91,4 928 109% 1.695 100
GAJAHAN 15.396 16.029 31.425 311 324 635 331 106,4 437 135% 768 121
SANGKRAH 26.168 26.171 52.339 529 529 1.057 436 82,5 491 93% 927 88
4 JEBRES 69.805 71.176 140.981 1.410 1.438 2.848 844 59,9 1.048 73% 1.892 66
PURWODININGRATAN 13.362 14.089 27.451 270 285 555 186 68,9 192 67% 378 68
NGORESAN 15.849 16.189 32.038 320 327 647 153 47,8 228 70% 381 59
SIBELA 24.503 24.541 49.044 495 496 991 305 61,6 390 79% 695 70
PUCANGSAWIT 16.091 16.357 32.448 325 330 655 200 61,5 238 72% 438 67
5 BANJARSARI 85.991 88.619 174.610 1.737 1.790 3.527 1.868 107,5 2.343 131% 4.211 119
NUSUKAN 15.054 15.468 30.522 304 312 617 427 140,4 544 174% 971 157
MANAHAN 9.713 10.293 20.006 196 208 404 229 116,7 250 120% 479 119
GILINGAN 13.067 13.720 26.787 264 277 541 218 82,6 290 105% 508 94
BANYUANYAR 15.402 15.689 31.091 311 317 628 357 114,7 496 157% 853 136
SETABELAN 6.317 6.742 13.059 128 136 264 326 255,5 397 292% 723 274
GAMBIRSARI 26.438 26.707 53.145 534 539 1.074 311 58,2 366 68% 677 63

JUMLAH (KAB/KOTA) 272.559 280.371 552.930 5.506 5.663 11.169 4.856 88,2 6.327 112% 11.183 100,1
ANGKA KESAKITAN DIARE PER 1.000 PENDUDUK 20,22
TAHUN 2015 248.066 262.011 510.077 5.309 5.607 10.916 5.174 97,5 6.762 120,6 11.936 109,3

Sumber: Laporan Puskesmas


Ket: Jumlah kasus adalah seluruh kasus yang ada di wilayah kerja puskesmas tersebut termasuk kasus yang ditemukan di RS
TABEL 14

KASUS BARU KUSTA MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS


KOTA SURAKARTA
TAHUN 2016

KASUS BARU
NO KECAMATAN PUSKESMAS Pausi Basiler (PB)/ Kusta kering Multi Basiler (MB)/ Kusta Basah PB + MB
L P L+P L P L+P L P L+P
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
0 0 0 0 0
1 LAWEYAN 0 0 0 2 1 3 2 1 3
PAJANG 0 0 0 1 1 2 1 1 2
PENUMPING 0 0 0 0 0 0 0 0 0
PURWOSARI 0 0 0 1 0 1 1 0 1
2 SERENGAN 0 0 0 0 0 0 0 0 0
JAYENGAN 0 0 0 0 0 0 0 0 0
KRATONAN 0 0 0 0 0 0 0 0 0
3 PASARKLIWON 0 0 0 1 0 1 1 0 1
GAJAHAN 0 0 0 0 0 0 0 0 0
SANGKRAH 0 0 0 1 0 1 1 0 1
4 JEBRES 0 0 0 2 0 2 2 0 2
PURWODININGRATAN 0 0 0 0 0 0 0 0 0
NGORESAN 0 0 0 0 0 0 0 0 0
SIBELA 0 0 0 1 0 1 1 0 1
PUCANGSAWIT 0 0 0 1 0 1 1 0 1
5 BANJARSARI 0 0 0 0 0 0 0 0 0
NUSUKAN 0 0 0 0 0 0 0 0 0
MANAHAN 0 0 0 0 0 0 0 0 0
GILINGAN 0 0 0 0 0 0 0 0 0
BANYUANYAR 0 0 0 0 0 0 0 0 0
SETABELAN 0 0 0 0 0 0 0 0 0
GAMBIRSARI 0 0 0 0 0 0 0 0 0

JUMLAH (KAB/KOTA) 0 0 0 5 1 6 5 1 6
PROPORSI JENIS KELAMIN 0,00 0,00 83,33 16,67 83,33 16,67
ANGKA PENEMUAN KASUS BARU (NCDR/NEW CASE DETECTION RATE ) PER 100.000 PENDUDUK 1,83 0,36 1,09
TAHUN 2015 0 0 0 4 0 4 4 0 4

Sumber: Laporan Puskesmas


TABEL 15

KASUS BARU KUSTA 0-14 TAHUN DAN CACAT TINGKAT 2 MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS
KOTA SURAKARTA
TAHUN 2016

KASUS BARU
PENDERITA KUSTA
NO KECAMATAN PUSKESMAS PENDERITA CACAT TINGKAT 2
0-14 TAHUN
KUSTA
JUMLAH % JUMLAH %
1 2 3 4 5 6 7 8
- #DIV/0! #DIV/0!
1 LAWEYAN 3 0 0,00 2 0,00
PAJANG 2 0 0,00 1 0,00
PENUMPING 0 0 0,00 0 0,00
PURWOSARI 1 0 0,00 1 0,00
2 SERENGAN 0 0 0,00 0 0,00
JAYENGAN 0 0 0,00 0 0,00
KRATONAN 0 0 0,00 0 0,00
3 PASARKLIWON 1 0 0,00 1 0,00
GAJAHAN 0 0 0,00 0 0,00
SANGKRAH 1 0 0,00 1 0,00
4 JEBRES 2 0 0,00 0 0,00
PURWODININGRATAN 0 0 0,00 0 0,00
NGORESAN 0 0 0,00 0 0,00
SIBELA 1 0 0,00 0 0,00
PUCANGSAWIT 1 0 0,00 0 0,00
5 BANJARSARI 0 0 0,00 0 0,00
NUSUKAN 0 0 0,00 0 0,00
MANAHAN 0 0 0,00 0 0,00
GILINGAN 0 0 0,00 0 0,00
BANYUANYAR 0 0 0,00 0 0,00
SETABELAN 0 0 0,00 0 0,00
GAMBIRSARI 0 0 0,00 0 0,00

JUMLAH (KAB/KOTA) 6 0 0,00 3 50,00


ANGKA CACAT TINGKAT 2 PER 100.000 PENDUDUK 0,5426
TAHUN 2015 4 0 0,00 1 25

Sumber: Laporan Puskesmas


TABEL 16

JUMLAH KASUS DAN ANGKA PREVALENSI PENYAKIT KUSTA MENURUT TIPE/JENIS, JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS
KOTA SURAKARTA
TAHUN 2016

KASUS TERCATAT
NO KECAMATAN PUSKESMAS Pausi Basiler/Kusta kering Multi Basiler/Kusta Basah JUMLAH
L P L+P L P L+P L P L+P
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
0 0 0 0 0
1 LAWEYAN 0 0 0 2 1 3 2 1 3
PAJANG 0 0 0 1 1 2 1 1 2
PENUMPING 0 0 0 0 0 0 0 0 0
PURWOSARI 0 0 0 1 0 1 1 0 1
2 SERENGAN 0 0 0 1 0 1 1 0 1
JAYENGAN 0 0 0 1 0 1 1 0 1
KRATONAN 0 0 0 0 0 0 0 0 0
3 PASARKLIWON 0 0 0 1 0 1 1 0 1
GAJAHAN 0 0 0 0 0 0 0 0 0
SANGKRAH 0 0 0 1 0 1 1 0 1
4 JEBRES 0 0 0 4 0 4 4 0 4
PURWODININGRATAN 0 0 0 0 0 0 0 0 0
NGORESAN 0 0 0 0 0 0 0 0 0
SIBELA 0 0 0 1 0 1 1 0 1
PUCANGSAWIT 0 0 0 3 0 3 3 0 3
5 BANJARSARI 0 0 0 1 0 1 1 0 1
NUSUKAN 0 0 0 0 0 0 0 0 0
MANAHAN 0 0 0 0 0 0 0 0 0
GILINGAN 0 0 0 0 0 0 0 0 0
BANYUANYAR 0 0 0 0 0 0 0 0 0
SETABELAN 0 0 0 0 0 0 0 0 0
GAMBIRSARI 0 0 0 1 0 1 1 0 1

JUMLAH (KAB/KOTA) 0 0 0 9 1 10 9 1 10
ANGKA PREVALENSI PER 10.000 PENDUDUK 0,3302 0,0357 0,1809
TAHUN 2015 0 0 0 8 2 10 8 2 10

Sumber: Laporan Puskesmas


TABEL 17

PERSENTASE PENDERITA KUSTA SELESAI BEROBAT (RELEASE FROM TREATMENT/RFT) MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS
KOTA SURAKARTA
TAHUN 2016

KUSTA (PB) KUSTA (MB)


a RFT PB a RFT MB
NO KECAMATAN PUSKESMAS PENDERITA PB PENDERITA MB
L P L+P L P L+P
L P L+P JML % JML % JML % L P L+P JML % JML % JML %
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21
0 #DIV/0! #DIV/0! 0 #DIV/0! 0 #DIV/0! #DIV/0! 0 #DIV/0!
1 LAWEYAN 0 0 0 0 0,0 0 0,0 0 0,0 2 1 3 0 0 0 0,00 0 0
PAJANG 0 0 0 0 0,0 0 0,0 0 0,0 1 1 2 0 0 0 0,00 0 0,00
PENUMPING 0 0 0 0 0,0 0 0,0 0 0,0 0 0 0 0 0,00 0 0,00 0 0,00
PURWOSARI 0 0 0 0 0,0 0 0,0 0 0,0 1 0 1 0 0,00 0 0,00 0 0,00
2 SERENGAN 0 0 0 0 0,0 0 0,0 0 0,0 1 0 1 0 0,00 0 0,00 0 0,00
JAYENGAN 0 0 0 0 0,0 0 0,0 0 0,0 1 0 1 0 0,00 0 0,00 0 0,00
KRATONAN 0 0 0 0 0,0 0 0,0 0 0,0 0 0 0 0 0,00 0 0,00 0 0,00
3 PASARKLIWON 0 0 0 0 0,0 0 0,0 0 0,0 1 0 1 0 0,00 0 0,00 0 0,00
GAJAHAN 0 0 0 0 0,0 0 0,0 0 0,0 0 0 0 0 0,00 0 0,00 0 0,00
SANGKRAH 0 0 0 0 0,0 0 0,0 0 0,0 1 0 1 0 0,00 0 0,00 0 0,00
4 JEBRES 0 0 0 0 0,0 0 0,0 0 0,0 4 0 4 2 50,00 0 0,00 2 50,00
PURWODININGRATAN 0 0 0 0 0,0 0 0,0 0 0,0 0 0 0 0 0,00 0 0,00 0 0,00
NGORESAN 0 0 0 0 0,0 0 0,0 0 0,0 0 0 0 0 0 0 0,00 0 0,00
SIBELA 0 0 0 0 0,0 0 0,0 0 0,0 1 0 1 0 0,00 0 0,00 0 0,00
PUCANGSAWIT 0 0 0 0 0,0 0 0,0 0 0,0 3 0 3 2 66,67 0 0,00 2 66,67
5 BANJARSARI 0 0 0 0 0,0 0 0,0 0 0,0 1 0 1 1 100,00 0 0,00 1 100,00
NUSUKAN 0 0 0 0 0,0 0 0,0 0 0,0 0 0 0 0 0,00 0 0,00 0 0,00
MANAHAN 0 0 0 0 0,0 0 0,0 0 0,0 0 0 0 0 0 0 0,00 0 0,00
GILINGAN 0 0 0 0 0,0 0 0,0 0 0,0 0 0 0 0 0,00 0 0,00 0 0,00
BANYUANYAR 0 0 0 0 0,0 0 0,0 0 0,0 0 0 0 0 0,00 0 0,00 0 0,00
SETABELAN 0 0 0 0 0,0 0 0,0 0 0,0 0 0 0 0 0,00 0 0,00 0 0,00
GAMBIRSARI 0 0 0 0 0,0 0 0,0 0 0,0 1 0 1 1 100,00 0 0,00 1 100,00

JUMLAH (KAB/KOTA) 0 0 0 0 0,0 0 0,0 0 0,0 9 1 10 3 33,33 0 0 3 30,00


TAHUN 2015 0 0 0 0 0,0 0 0,0 0 0,0 8 2 10 3 37,50 2 100 5 50,00

Sumber: Laporan Puskesmas


TABEL 18

JUMLAH KASUS AFP (NON POLIO) MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS


KOTA SURAKARTA
TAHUN 2016

JUMLAH PENDUDUK JUMLAH KASUS AFP


NO KECAMATAN PUSKESMAS
<15 TAHUN (NON POLIO)
1 2 3 4 5

1 LAWEYAN 22.081 0
PAJANG 10.556 0
PENUMPING 5.170 0
PURWOSARI 6.355 0
2 SERENGAN 11.939 1
JAYENGAN 6.804 0
KRATONAN 5.135 1
3 PASARKLIWON 20.175 1
GAJAHAN 7.564 1
SANGKRAH 12.611 0
4 JEBRES 30.592 0
PURWODININGRATAN 5.952 0
NGORESAN 6.952 0
SIBELA 10.647 0
PUCANGSAWIT 7.041 0
5 BANJARSARI 41.178 0
NUSUKAN 7.266 0
MANAHAN 4.371 0
GILINGAN 6.374 0
BANYUANYAR 7.404 0
SETABELAN 3.107 0
GAMBIRSARI 12.656 0

JUMLAH (KAB/KOTA) 125.965 2


AFP RATE (NON POLIO) PER 100.000 PENDUDUK USIA < 15 TAHUN 1,59
TAHUN 2015 116.389 0

Sumber: Laporan Puskesmas


Keterangan:
Jumlah kasus adalah seluruh kasus yang ada di wilayah kerja puskesmas tersebut termasuk kasus yang ditemukan di RS

Catatan : Jumlah penduduk < 15 tahun kolom 4 = jumlah penduduk < 15 tahun pada tabel 2, yaitu sebesar:
125.412
TABEL 19

JUMLAH KASUS PENYAKIT YANG DAPAT DICEGAH DENGAN IMUNISASI (PD3I) MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS
KOTA SURAKARTA
TAHUN 2016

JUMLAH KASUS PD3I


DIFTERI TETANUS (NON NEONATORUM) TETANUS NEONATORUM
NO KECAMATAN PUSKESMAS PERTUSIS
JUMLAH KASUS JUMLAH KASUS JUMLAH KASUS
MENINGGAL MENINGGAL MENINGGAL
L P L+P L P L+P L P L+P L P L+P
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18
0 0 0 0
1 LAWEYAN 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
PAJANG 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
PENUMPING 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
PURWOSARI 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
2 SERENGAN 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
JAYENGAN 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
KRATONAN 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
3 PASARKLIWON 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
GAJAHAN 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
SANGKRAH 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
4 JEBRES 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
PURWODININGRATAN 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
NGORESAN 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
SIBELA 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
PUCANGSAWIT 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
5 BANJARSARI 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
NUSUKAN 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
MANAHAN 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
GILINGAN 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
BANYUANYAR 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
SETABELAN 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
GAMBIRSARI 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0

JUMLAH (KAB/KOTA) 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
CASE FATALITY RATE (%) 0,00 0,00 0,00
TAHUN 2015 1 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0

Sumber: Laporan Puskesmas


TABEL 20

JUMLAH KASUS PENYAKIT YANG DAPAT DICEGAH DENGAN IMUNISASI (PD3I) MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS
KOTA SURAKARTA
TAHUN 2016

JUMLAH KASUS PD3I


CAMPAK
NO KECAMATAN PUSKESMAS POLIO HEPATITIS B
JUMLAH KASUS
MENINGGAL
L P L+P L P L+P L P L+P
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13
0 0 0
1 LAWEYAN 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
PAJANG 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
PENUMPING 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
PURWOSARI 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
2 SERENGAN 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
JAYENGAN 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
KRATONAN 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
3 PASARKLIWON 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
GAJAHAN 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
SANGKRAH 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
4 JEBRES 7 3 10 0 0 0 0 0 0 0
PURWODININGRATAN 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
NGORESAN 3 1 4 0 0 0 0 0 0 0
SIBELA 4 2 6 0 0 0 0 0 0 0
PUCANGSAWIT 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
5 BANJARSARI 2 8 10 0 0 0 0 0 0 0
NUSUKAN 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
MANAHAN 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
GILINGAN 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
BANYUANYAR 0 1 1 0 0 0 0 0 0 0
SETABELAN 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
GAMBIRSARI 2 7 9 0 0 0 0 0 0 0

JUMLAH (KAB/KOTA) 9 11 20 0 0 0 0 0 0 0
CASE FATALITY RATE (%) 0,0
TAHUN 2015 8 5 13 0 0 0 0 0 0 0

Sumber: Laporan Puskesmas


TABEL 21

JUMLAH KASUS DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS
KOTA SURAKARTA
TAHUN 2016

DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD)


NO KECAMATAN PUSKESMAS JUMLAH KASUS MENINGGAL CFR (%)
L P L+P L P L+P L P L+P
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
0 0 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!
1 LAWEYAN 46 42 88 0 1 1 0,0 2,4 1,1
PAJANG 7 6 13 0 0 0 0,0 0,0 0,0
PENUMPING 14 9 23 0 0 0 0,0 0,0 0,0
PURWOSARI 25 27 52 0 1 1 0,0 3,7 1,9
2 SERENGAN 31 33 64 0 0 0 0,0 0,0 0,0
JAYENGAN 8 8 16 0 0 0 0,0 0,0 0,0
KRATONAN 23 25 48 0 0 0 0,0 0,0 0,0
3 PASARKLIWON 28 34 62 0 3 3 0,0 8,8 4,8
GAJAHAN 7 10 17 0 1 1 0,0 10,0 5,9
SANGKRAH 21 24 45 0 2 2 0,0 8,3 4,4
4 JEBRES 104 94 198 2 4 6 1,9 4,3 3,0
PURWODININGRATAN 2 2 4 1 1 2 50,0 50,0 50,0
NGORESAN 8 6 14 0 0 0 0,0 0,0 0,0
SIBELA 71 62 133 0 2 2 0,0 3,2 1,5
PUCANGSAWIT 23 24 47 1 1 2 4,3 4,2 4,3
5 BANJARSARI 169 170 339 3 2 5 1,8 1,2 1,5
NUSUKAN 13 18 31 1 0 1 7,7 0,0 3,2
MANAHAN 10 14 24 0 0 0 0,0 0,0 0,0
GILINGAN 6 5 11 0 1 1 0,0 20,0 9,1
BANYUANYAR 31 32 63 0 1 1 0,0 3,1 1,6
SETABELAN 2 2 4 0 0 0 0,0 0,0 0,0
GAMBIRSARI 107 99 206 2 0 2 1,9 0,0 1,0

JUMLAH (KAB/KOTA) 378 373 751 5 10 15 1,3 2,7 2,0


INCIDENCE RATE PER 100.000 PENDUDUK 138,7 133,0 135,8
TAHUN 2015 222 249 471 5 4 9 2,3 1,6 1,9

Sumber: Laporan Puskesmas


Ket: Jumlah kasus adalah seluruh kasus yang ada di wilayah kerja puskesmas tersebut termasuk kasus yang ditemukan di RS
TABEL 22

KESAKITAN DAN KEMATIAN AKIBAT MALARIA MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS
KOTA SURAKARTA
TAHUN 2016

MALARIA
SEDIAAN DARAH DIPERIKSA
NO KECAMATAN PUSKESMAS SUSPEK MENINGGAL CFR
POSITIF
L P L+P
L P L+P L % P % L+P % L P L+P L P L+P
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21
0 - #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! 0 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!
1 LAWEYAN 0 0 0 0 0 0 0 0,00 0 0,00 0 0,00 0 0 0 0,00 0,00 0,00
PAJANG 0 0 0 0 0 0 0 0,00 0 0,00 0 0,00 0 0 0 0,00 0,00 0,00
PENUMPING 0 0 0 0 0 0 0 0,00 0 0,00 0 0,00 0 0 0 0,00 0,00 0,00
PURWOSARI 0 0 0 0 0 0 0 0,00 0 0,00 0 0,00 0 0 0 0,00 0,00 0,00
2 SERENGAN 0 0 0 0 0 0 0 0,00 0 0,00 0 0,00 0 0 0 0,00 0,00 0,00
JAYENGAN 0 0 0 0 0 0 0 0,00 0 0,00 0 0,00 0 0 0 0,00 0,00 0,00
KRATONAN 0 0 0 0 0 0 0 0,00 0 0,00 0 0,00 0 0 0 0,00 0,00 0,00
3 PASARKLIWON 0 0 0 0 0 0 0 0,00 0 0,00 0 0,00 0 0 0 0,00 0,00 0,00
GAJAHAN 0 0 0 0 0 0 0 0,00 0 0,00 0 0,00 0 0 0 0,00 0,00 0,00
SANGKRAH 0 0 0 0 0 0 0 0,00 0 0,00 0 0,00 0 0 0 0,00 0,00 0,00
4 JEBRES 0 0 0 0 0 0 0 0,00 0 0,00 0 0,00 0 0 0 0,00 0,00 0,00
PURWODININGRATAN 0 0 0 0 0 0 0 0,00 0 0,00 0 0,00 0 0 0 0,00 0,00 0,00
NGORESAN 0 0 0 0 0 0 0 0,00 0 0,00 0 0,00 0 0 0 0,00 0,00 0,00
SIBELA 0 0 0 0 0 0 0 0,00 0 0,00 0 0,00 0 0 0 0,00 0,00 0,00
PUCANGSAWIT 0 0 0 0 0 0 0 0,00 0 0,00 0 0,00 0 0 0 0,00 0,00 0,00
5 BANJARSARI 0 0 0 0 0 0 0 0,00 0 0,00 0 0,00 0 0 0 0,00 0,00 0,00
NUSUKAN 0 0 0 0 0 0 0 0,00 0 0,00 0 0,00 0 0 0 0,00 0,00 0,00
MANAHAN 0 0 0 0 0 0 0 0,00 0 0,00 0 0,00 0 0 0 0,00 0,00 0,00
GILINGAN 0 0 0 0 0 0 0 0,00 0 0,00 0 0,00 0 0 0 0,00 0,00 0,00
BANYUANYAR 0 0 0 0 0 0 0 0,00 0 0,00 0 0,00 0 0 0 0,00 0,00 0,00
SETABELAN 0 0 0 0 0 0 0 0,00 0 0,00 0 0,00 0 0 0 0,00 0,00 0,00
GAMBIRSARI 0 0 0 0 0 0 0 0,00 0 0,00 0 0,00 0 0 0 0,00 0,00 0,00

JUMLAH (KAB/KOTA) 0 0 0 0 0 0 0 0,00 0 0,00 0 0,00 0 0 0 0,00 0,00 0,00

JUMLAH PENDUDUK BERISIKO 0 0 0 0

ANGKA KESAKITAN (ANNUAL PARASITE INCIDENCE ) PER 1.000 PENDUDUK BERISIKO 0,00 0,00 0,00
TAHUN 2015 0 0 0 0 0 0 0 0,00 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0

Sumber: Laporan Puskesmas


Ket: Jumlah kasus adalah seluruh kasus yang ada di wilayah kerja puskesmas tersebut termasuk kasus yang ditemukan di RS
TABEL 23

PENDERITA FILARIASIS DITANGANI MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS


KOTA SURAKARTA
TAHUN 2016

PENDERITA FILARIASIS
NO KECAMATAN PUSKESMAS KASUS BARU DITEMUKAN JUMLAH SELURUH KASUS
L P L+P L P L+P
1 2 3 4 5 6 7 8 9
0 0
1 LAWEYAN 0 0 0 0 0 0
PAJANG 0 0 0 0 0 0
PENUMPING 0 0 0 0 0 0
PURWOSARI 0 0 0 0 0 0
2 SERENGAN 0 0 0 0 0 0
JAYENGAN 0 0 0 0 0 0
KRATONAN 0 0 0 0 0 0
3 PASARKLIWON 0 0 0 0 0 0
GAJAHAN 0 0 0 0 0 0
SANGKRAH 0 0 0 0 0 0
4 JEBRES 0 0 0 0 0 0
PURWODININGRATAN 0 0 0 0 0 0
NGORESAN 0 0 0 0 0 0
SIBELA 0 0 0 0 0 0
PUCANGSAWIT 0 0 0 0 0 0
5 BANJARSARI 0 0 0 0 0 0
NUSUKAN 0 0 0 0 0 0
MANAHAN 0 0 0 0 0 0
GILINGAN 0 0 0 0 0 0
BANYUANYAR 0 0 0 0 0 0
SETABELAN 0 0 0 0 0 0
GAMBIRSARI 0 0 0 0 0 0

JUMLAH (KAB/KOTA) 0 0 0 0 0 0
ANGKA KESAKITAN PER 100.000 PENDUDUK (KAB/KOTA) 0 0 0
TAHUN 2015 0 0 0 0 0 0

Sumber: Laporan Puskesmas


Ket: Jumlah kasus adalah seluruh kasus yang ada di wilayah kerja puskesmas tersebut termasuk kasus yang ditemukan di RS
TABEL 24

PENGUKURAN TEKANAN DARAH PENDUDUK ≥ 18 TAHUN MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS
KOTA SURAKARTA
TAHUN 2016

DILAKUKAN PENGUKURAN TEKANAN DARAH HIPERTENSI/TEKANAN DARAH TINGGI


JUMLAH PENDUDUK ≥ 18 TAHUN LAKI-LAKI + LAKI-LAKI +
NO KECAMATAN PUSKESMAS LAKI-LAKI PEREMPUAN LAKI-LAKI PEREMPUAN
PEREMPUAN PEREMPUAN
LAKI-LAKI +
LAKI-LAKI PEREMPUAN JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH %
PEREMPUAN
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18
0 #DIV/0! #DIV/0! 0 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! 0 #DIV/0!
1 LAWEYAN 36.262 38.584 74.846 3.070 8,47 4.572 11,85 7.642 10,21 761 24,79 1.584 34,65 2.345 30,69
PAJANG 17.050 18.048 35.098 623 3,65 1.132 6,27 1.755 5,00 428 68,70 963 85,07 1.391 79,26
PENUMPING 8.575 9.247 17.822 894 10,43 1.188 12,85 2.082 11,68 125 13,98 163 13,72 288 13,83
PURWOSARI 10.637 11.289 21.926 1.553 14,60 2.252 19,95 3.805 17,35 208 13,39 458 20,34 666 17,50
2 SERENGAN 19.501 20.742 40.243 1.209 6,20 1.754 8,46 2.963 7,36 231 19,11 332 18,93 563 19,00
JAYENGAN 13.399 14.206 27.605 957 7,14 1.429 10,06 2.386 8,64 97 10,14 142 9,94 239 10,02
KRATONAN 6.102 6.536 12.638 252 4,13 325 4,97 577 4,57 134 53,17 190 58,46 324 56,15
3 PASARKLIWON 30.690 31.732 62.422 3.405 11,09 4.971 15,67 8.376 13,42 492 14,45 779 15,67 1.271 15,17
GAJAHAN 11.712 12.440 24.152 1.468 12,53 2.353 18,91 3.821 15,82 174 11,85 245 10,41 419 10,97
SANGKRAH 18.978 19.292 38.270 1.937 10,21 2.618 13,57 4.555 11,90 318 16,42 534 20,40 852 18,70
4 JEBRES 52.184 54.008 106.192 7.150 13,70 9.782 18,11 16.932 15,94 1.668 23,33 2.228 22,78 3.896 23,01
PURWODININGRATAN 10.479 11.254 21.733 1.423 13,58 1.771 15,74 3.194 14,70 149 10,47 194 10,95 343 10,74
NGORESAN 11.948 12.302 24.250 2.176 18,21 3.087 25,09 5.263 21,70 406 18,66 563 18,24 969 18,41
SIBELA 17.655 17.978 35.633 2.098 11,88 2.748 15,29 4.846 13,60 971 46,28 1.273 46,32 2.244 46,31
PUCANGSAWIT 12.102 12.474 24.576 1.453 12,01 2.176 17,44 3.629 14,77 142 9,77 198 9,10 340 9,37
5 BANJARSARI 63.312 66.934 130.246 6.074 9,59 8.423 12,58 14.497 11,13 1.428 23,51 2.153 25,56 3.581 24,70
NUSUKAN 11.078 11.752 22.830 976 8,81 1.341 11,41 2.317 10,15 114 11,68 224 16,70 338 14,59
MANAHAN 7.412 8.125 15.537 651 8,78 714 8,79 1.365 8,79 133 20,43 191 26,75 324 23,74
GILINGAN 10.074 10.861 20.935 1.246 12,37 1.585 14,59 2.831 13,52 594 47,67 861 54,32 1.455 51,40
BANYUANYAR 11.167 11.581 22.748 895 8,01 1.190 10,28 2.085 9,17 157 17,54 209 17,56 366 17,55
SETABELAN 4.890 5.322 10.212 1.139 23,29 2.035 38,24 3.174 31,08 271 23,79 469 23,05 740 23,31
GAMBIRSARI 18.691 19.293 37.984 1.167 6,24 1.558 8,08 2.725 7,17 159 13,62 199 12,77 358 13,14

JUMLAH (KAB/KOTA) 201.949 212.000 413.949 20.908 10,35 29.502 13,92 100.820 24,36 4.580 21,91 7.076 23,98 23.312 23,12
TAHUN 2015 167.504 182.522 350.026 74.796 44,65 134.578 73,73 418.748 119,63 15.790 21,11 37.846 28,12 107.272 25,62

Sumber: Laporan Puskesmas


TABEL 25

PEMERIKSAAN OBESITAS MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS


KOTA SURAKARTA
TAHUN 2016

JUMLAH PENGUNJUNG PUSKESMAS DILAKUKAN PEMERIKSAAN OBESITAS OBESITAS


DAN JARINGANNYA BERUSIA ≥ 18
NO KECAMATAN PUSKESMAS TAHUN LAKI-LAKI PEREMPUAN LAKI-LAKI + PEREMPUAN LAKI-LAKI PEREMPUAN LAKI-LAKI + PEREMPUAN
LAKI-LAKI +
LAKI-LAKI PEREMPUAN JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH %
PEREMPUAN
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18
0 #DIV/0! #DIV/0! 0 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! 0 #DIV/0!
1 LAWEYAN 36.262 38.584 74.846 1.116 3,08 1.279 3,31 2.395 3,20 313 28,05 402 31,43 715 29,85
PAJANG 17.050 18.048 35.098 9 0,05 11 0,06 20 0,06 7 77,78 9 10,00 16 80,00
PENUMPING 8.575 9.247 17.822 902 10,52 985 10,65 1.887 10,59 109 12,08 145 14,72 254 13,46
PURWOSARI 10.637 11.289 21.926 205 1,93 283 2,51 488 2,23 197 96,10 248 87,63 445 91,19
2 SERENGAN 19.501 20.742 40.243 483 2,48 527 2,54 1.010 2,51 483 100,00 527 100,00 1.010 100,00
v JAYENGAN 13.399 14.206 27.605 473 3,53 509 3,58 982 3,56 473 100,00 509 100,00 982 100,00
KRATONAN 6.102 6.536 12.638 10 0,16 18 0,28 28 0,22 10 100,00 18 100,00 28 100,00
3 PASARKLIWON 30.690 31.732 62.422 73 0,24 86 0,27 159 0,25 24 32,88 45 52,33 69 43,40
GAJAHAN 11.712 12.440 24.152 0 0,00 0 0,00 0 0,00 0 0,00 0 0,00 - 0,00
SANGKRAH 18.978 19.292 38.270 73 0,38 86 0,45 159 0,42 24 32,88 45 52,33 69 43,40
4 JEBRES 52.184 54.008 106.192 21.428 41,06 24.408 45,19 45.836 43,16 332 1,55 711 2,91 1.043 2,28
PURWODININGRATAN 10.479 11.254 21.733 7.067 67,44 9.266 82,34 16.333 75,15 51 0,72 188 2,03 239 1,46
NGORESAN 11.948 12.302 24.250 10.841 90,73 11.101 90,24 21.942 90,48 20 0,18 124 1,12 144 0,66
SIBELA 17.655 17.978 35.633 2.238 12,68 2.407 13,39 4.645 13,04 151 6,75 159 6,61 310 6,67
PUCANGSAWIT 12.102 12.474 24.576 1.282 10,59 1.634 13,10 2.916 11,87 110 8,58 240 14,69 350 12,00
5 BANJARSARI 63.312 66.934 130.246 2.540 4,01 3.178 4,75 5.718 4,39 182 7,17 231 7,27 413 7,22
NUSUKAN 11.078 11.752 22.830 2.013 18,17 2.553 21,72 4.566 20,00 108 5,37 132 5,17 240 5,26
MANAHAN 7.412 8.125 15.537 10 0,13 12 0,15 22 0,14 10 100 12 100 22 100
GILINGAN 10.074 10.861 20.935 287 2,85 327 3,01 614 2,93 33 11,50 39 11,93 72 11,73
BANYUANYAR 11.167 11.581 22.748 76 0,68 113 0,98 189 0,83 15 19,74 27 23,89 42 22,22
SETABELAN 4.890 5.322 10.212 142 2,90 158 2,97 300 2,94 4 2,82 6 3,80 10 3,33
GAMBIRSARI 18.691 19.293 37.984 12 0,06 15 0,08 27 0,07 12 100,00 15 100,00 27 100,00

JUMLAH (KAB/KOTA) 201.949 212.000 413.949 25.640 12,70 29.478 13,90 55.118 13,32 1.334 5,20 1.916 6,50 3.250 5,90
TAHUN 2015 188.800 204.871 393.671 2.302 1,22 4.527 2,21 6.829 1,73 862 37,45 1.999 44,16 2.861 41,89

Sumber: Laporan Puskesmas


TABEL 26

CAKUPAN DETEKSI DINI KANKER LEHER RAHIM DENGAN METODE IVA DAN KANKER PAYUDARA DENGAN PEMERIKSAAN KLINIS (CBE)
MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS
KOTA SURAKARTA
TAHUN 2016

PEMERIKSAAN LEHER RAHIM


PEREMPUAN IVA POSITIF TUMOR/BENJOLAN
NO KECAMATAN PUSKESMAS DAN PAYUDARA
USIA 30-50 TAHUN
JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH %
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
#DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!
1 LAWEYAN 16.918 180 1,06 3 1,67 - 0,00
PAJANG 7.877 89 1,13 2 2,25 0 0,00
PENUMPING 3.999 25 0,63 0 0,00 0 0,00
PURWOSARI 5.042 66 1,31 1 1,52 0 0,00
2 SERENGAN 11.094 43 0,39 4 9,30 1 2,33
v JAYENGAN 8.219 28 0,34 1 3,57 0 0,00
KRATONAN 2.875 15 0,52 3 20,00 1 6,67
3 PASARKLIWON 13.365 384 2,87 2 0,52 - 0,00
GAJAHAN 5.189 68 1,31 0 0,00 0 0,00
SANGKRAH 8.176 316 3,86 2 0,63 0 0,00
4 JEBRES 23.400 315 1,35 16 5,08 - 0,00
PURWODININGRATAN 4.626 132 2,85 12 9,09 0 0,00
NGORESAN 5.370 2 0,04 0 0,00 0 0,00
SIBELA 8.033 99 1,23 4 4,04 0 0,00
PUCANGSAWIT 5.371 82 1,53 0 0,00 0 0,00
5 BANJARSARI 29.567 741 2,51 3 0,40 7 0,94
NUSUKAN 5.089 207 4,07 2 0,97 4 1,93
MANAHAN 3.458 418 12,09 0 0,00 1 0,24
GILINGAN 4.706 1 0,02 0 0,00 0 0,00
BANYUANYAR 5.207 0 0,00 0 0,00 0 0,00
SETABELAN 2.286 50 2,19 1 2,00 0 0,00
GAMBIRSARI 8.821 65 0,74 0 0,00 2 3,08

JUMLAH (KAB/KOTA) 94.344 1.663 1,76 28 1,68 8 0,48


TAHUN 2015 77.806 1.057 1,36 43 4,07 11 1,04

Sumber: Laporan Puskesmas


Ket: IVA: Inspeksi Visual dengan Asam asetat
CBE: Clinical Breast Examination
TABEL 27

JUMLAH PENDERITA DAN KEMATIAN PADA KLB MENURUT JENIS KEJADIAN LUAR BIASA (KLB)
KOTA SURAKARTA
TAHUN 2016

YANG TERSERANG JUMLAH JUMLAH PENDUDUK


WAKTU KEJADIAN (TANGGAL) JUMLAH PENDERITA KELOMPOK UMUR PENDERITA ATTACK RATE (%) CFR (%)
JENIS KEJADIAN JUMLAH KEMATIAN TERANCAM
NO JUMLAH
LUAR BIASA DESA/KE DIKETAH DITANGGU- 0-7 8-28 1-11 1-4 5-9 10-14 15-19 20-44 45-54 55-59 60-69 70+
KEC AKHIR L P L+P L P L+P L P L+P L P L+P L P L+P
L UI LANGI HARI HARI BLN THN THN THN THN THN THN THN THN THN
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34
0 0 0 ##### ##### ##### ##### ##### #DIV/0!
1 Keracunan 1 1 29-1-16 29-1-16 29-1-16 10 7 17 0 0 0 0 17 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 15.054 15.468 30.522 0,07 0,05 0,06 - - -
Makan 0 0 0 ##### ##### ##### ##### ##### #DIV/0!
0 0 0 ##### ##### ##### ##### ##### #DIV/0!
0 0 0 ##### ##### ##### ##### ##### #DIV/0!
0 0 0 ##### ##### ##### ##### ##### #DIV/0!
0 0 0 ##### ##### ##### ##### ##### #DIV/0!
0 0 0 ##### ##### ##### ##### ##### #DIV/0!
0 0 0 ##### ##### ##### ##### ##### #DIV/0!
0 0 0 ##### ##### ##### ##### ##### #DIV/0!
0 0 0 ##### ##### ##### ##### ##### #DIV/0!
0 0 0 ##### ##### ##### ##### ##### #DIV/0!
0 0 0 ##### ##### ##### ##### ##### #DIV/0!
0 0 0 ##### ##### ##### ##### ##### #DIV/0!
0 0 0 ##### ##### ##### ##### ##### #DIV/0!

Sumber: Bidang P2PL


Ket : Kelurahan Nusukan
TABEL 28

KEJADIAN LUAR BIASA (KLB) DI DESA/KELURAHAN YANG DITANGANI < 24 JAM


KOTA SURAKARTA
TAHUN 2016

KLB DI DESA/KELURAHAN
NO KECAMATAN PUSKESMAS
JUMLAH DITANGANI <24 JAM %
1 2 3 4 5 6
#DIV/0!
1 LAWEYAN 0 0 100,00
PAJANG 0 0 100,00
PENUMPING 0 0 100,00
PURWOSARI 0 0 100,00
2 SERENGAN 0 0 100,00
JAYENGAN 0 0 100,00
KRATONAN 0 0 100,00
3 PASARKLIWON 0 0 100,00
GAJAHAN 0 0 100,00
SANGKRAH 0 0 100,00
4 JEBRES 0 0 100,00
PURWODININGRATAN 0 0 100,00
NGORESAN 0 0 100,00
SIBELA 0 0 100,00
PUCANGSAWIT 0 0 100,00
5 BANJARSARI 1 1 100,00
NUSUKAN 1 1 100,00
MANAHAN 0 0 100,00
GILINGAN 0 0 100,00
BANYUANYAR 0 0 100,00
SETABELAN 0 0 100,00
GAMBIRSARI 0 0 100,00

JUMLAH (KAB/KOTA) 1 1 100,00


TAHUN 2015 1 1 100,00

Sumber: Bidang P2P


TABEL 29

CAKUPAN KUNJUNGAN IBU HAMIL, PERSALINAN DITOLONG TENAGA KESEHATAN, DAN PELAYANAN KESEHATAN IBU NIFAS
MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS
KOTA SURAKARTA
TAHUN 2016

IBU HAMIL IBU BERSALIN/NIFAS


PERSALINAN MENDAPAT IBU NIFAS
K1 K4
NO KECAMATAN PUSKESMAS DITOLONG NAKES YANKES NIFAS MENDAPAT VIT A
JUMLAH JUMLAH
JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH %
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15
#DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!
1 LAWEYAN 1.954 1.923 98,4 1.882 96,3 1.756 1.756 100,0 1.753 99,83 1.753 99,83
PAJANG 934 934 100,0 916 98,1 847 847 100,0 845 99,76 845 99,76
PENUMPING 458 458 100,0 443 96,7 432 432 100,0 432 100,00 432 100,00
PURWOSARI 562 531 94,5 523 93,1 477 477 100,0 476 99,79 476 99,79
2 SERENGAN 1.054 998 94,7 974 92,4 906 906 100,0 906 100,00 906 100,00
JAYENGAN 600 577 96,2 575 95,8 525 525 100,0 525 100,00 525 100,00
KRATONAN 454 421 92,7 399 87,9 381 381 100,0 381 100,00 381 100,00
3 PASARKLIWON 1.640 1.644 100,2 1.538 93,8 1.456 1.456 100,0 1.456 100,00 1.464 100,55
GAJAHAN 615 623 101,3 545 88,6 541 541 100,0 541 100,00 541 100,00
SANGKRAH 1.025 1.021 99,6 993 96,9 915 915 100,0 915 100,00 923 100,87
4 JEBRES 2.761 2.797 101,3 2.721 98,6 2.587 2.587 100,0 2.587 100,00 2.589 100,08
PURWODININGRATAN 538 538 100,0 532 98,9 490 490 100,0 490 100,00 492 100,41
NGORESAN 627 595 94,9 595 94,9 531 531 100,0 531 100,00 531 100,00
SIBELA 960 1.022 106,5 961 100 944 944 100,0 944 100,00 944 100,00
PUCANGSAWIT 636 642 100,9 633 99,5 622 622 100,0 622 100,00 622 100,00
5 BANJARSARI 3.419 3.429 100,3 3.446 100,8 3.105 3.105 100,0 3.104 99,97 3.108 100,10
NUSUKAN 598 629 105,2 664 111,0 611 611 100,0 610 99,84 610 99,84
MANAHAN 391 385 98,5 356 91,0 346 346 100,0 346 100,00 346 100,00
GILINGAN 524 513 97,9 547 104,4 475 475 100,0 475 100,00 478 100,63
BANYUANYAR 609 616 101,1 601 98,7 528 528 100,0 528 100,00 529 100,19
SETABELAN 256 253 98,8 245 95,7 212 212 100,0 212 100,00 212 100,00
GAMBIRSARI 1.041 1.033 99,2 1.033 99,2 933 933 100,0 933 100,00 933 100,00

JUMLAH (KAB/KOTA) 10.828 10.791 99,7 10.561 97,5 9.810 9.810 100,0 9.806 99,96 9.820 100,10
TAHUN 2015 10.827 10.325 95,4 10.041 92,7 9.529 9.529 100,0 9.524 99,95 9.524 99,95

Sumber: Laporan Puskesmas


TABEL 30

PERSENTASE CAKUPAN IMUNISASI TT PADA IBU HAMIL MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS
KOTA SURAKARTA
TAHUN 2016

IMUNISASI TETANUS TOKSOID PADA IBU HAMIL


JUMLAH IBU
NO KECAMATAN PUSKESMAS TT-1 TT-2 TT-3 TT-4 TT-5 TT2+
HAMIL
JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH %
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16
0 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! 0 #DIV/0!
1 LAWEYAN 1.954 1.863 95,3 1.863 95,3 1.859 95,1 1.837 94,0 1.816 92,9 7.375 377,4
PAJANG 934 914 97,9 914 97,9 914 97,9 914 97,9 914 97,9 3.656 391,4
PENUMPING 458 416 90,8 416 90,8 416 90,8 416 90,8 416 90,8 1.664 363,3
PURWOSARI 562 533 94,8 533 94,8 529 94,1 507 90,2 486 86,5 2.055 365,7
2 SERENGAN 1.054 588 55,8 588 55,8 589 55,9 346 32,8 588 55,8 2.111 200,3
JAYENGAN 600 346 57,7 346 57,7 346 57,7 493 82,2 346 57,7 1.531 255,2
KRATONAN 454 242 53,3 242 53,3 243 53,5 243 53,5 242 53,3 970 213,7
3 PASARKLIWON 1.640 1.723 105,1 1.703 103,8 1.690 103,0 1.674 102,1 1.660 101,2 6.727 410,2
GAJAHAN 615 623 101,3 623 101,3 623 101,3 623 101,3 623 101,3 2.492 405,2
SANGKRAH 1.025 1.100 107,3 1.080 105,4 1.067 104,1 1.051 102,5 1.037 101,2 4.235 413,2
4 JEBRES 2.761 1.751 63,4 1.833 66,4 1.763 63,9 1.844 66,8 1.820 65,9 7.260 262,9
PURWODININGRATAN 538 537 99,8 537 99,8 537 99,8 537 99,8 537 99,8 2.148 399,3
NGORESAN 627 246 39,2 246 39,2 246 39,2 246 39,2 246 39,2 984 156,9
SIBELA 960 570 59,4 652 67,9 571 59,5 652 67,9 639 66,6 2.514 261,9
PUCANGSAWIT 636 398 62,6 398 62,6 409 64,3 409 64,3 398 62,6 1.614 253,8
5 BANJARSARI 3.419 3.015 88,2 3.025 88,5 3.025 88,5 2.975 87,0 2.972 86,9 11.997 350,9
NUSUKAN 598 602 100,7 612 102,3 612 102,3 562 94,0 562 94,0 2.348 392,6
MANAHAN 391 199 50,9 199 50,9 199 50,9 199 50,9 199 50,9 796 203,6
GILINGAN 524 518 98,9 518 98,9 518 98,9 518 98,9 517 98,7 2.071 395,2
BANYUANYAR 609 510 83,7 510 83,7 510 83,7 510 83,7 510 83,7 2.040 335,0
SETABELAN 256 241 94,1 241 94,1 241 94,1 241 94,1 241 94,1 964 376,6
GAMBIRSARI 1.041 945 90,8 945 90,8 945 90,8 945 90,8 943 90,6 3.778 362,9

JUMLAH (KAB/KOTA) 10.828 8.940 82,6 9.012 83,2 8.926 82,4 8.676 80,1 8.856 81,8 71.330 658,8
TAHUN 2015 10.827 9.850 91,0 9.829 90,8 9.726 89,8 9.684 89,4 9.496 87,7 77.470 715,5

Sumber: Laporan Puskesmas


TABEL 31

PERSENTASE CAKUPAN IMUNISASI TT PADA WANITA USIA SUBUR MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS
KOTA SURAKARTA
TAHUN 2016

IMUNISASI TETANUS TOKSOID PADA WUS


JUMLAH WUS
NO KECAMATAN PUSKESMAS TT-1 TT-2 TT-3 TT-4 TT-5
(15-39 TAHUN)
JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH %
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14
#DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!
1 LAWEYAN 21.858 15.817 72,4 15.821 72,4 15.821 72,4 15.789 72,2 15.774 72,2
PAJANG 10.448 10.646 101,9 10.650 101,9 10.650 101,9 10.650 101,9 10.650 101,9
PENUMPING 5.120 4.458 87,1 4.458 87,1 4.458 87,1 4.458 87,1 4.458 87,1
PURWOSARI 6.290 713 11,3 713 11,3 713 11,3 681 10,8 666 10,6
2 SERENGAN 11.776 4.987 42,3 4.987 42,3 4.986 42,3 4.986 42,3 4.987 42,3
JAYENGAN 6.710 2.317 34,5 2.317 34,5 2.317 34,5 2.317 34,5 2.317 34,5
KRATONAN 5.066 2.670 52,7 2.670 52,7 2.669 52,7 2.669 52,7 2.670 52,7
3 PASARKLIWON 18.344 1.008 5,5 1.006 5,5 995 5,4 995 5,4 993 5,4
GAJAHAN 6.882 388 5,6 388 5,6 388 5,6 388 5,6 388 5,6
SANGKRAH 11.462 620 5,4 618 5,4 607 5,3 607 5,3 605 5,3
4 JEBRES 30.875 9.237 29,9 9.117 29,5 9.221 29,9 8.810 28,5 8.485 27,5
PURWODININGRATAN 6.012 4.998 83,1 4.998 83,1 4.998 83,1 4.582 76,2 4.278 71,2
NGORESAN 7.016 2.564 36,5 2.564 36,5 2.564 36,5 2.564 36,5 2.564 36,5
SIBELA 10.741 960 8,9 840 7,8 960 8,9 960 8,9 960 8,9
PUCANGSAWIT 7.106 715 10,1 715 10,1 699 9,8 704 9,9 683 9,6
5 BANJARSARI 38.238 12.772 33,4 12.772 33,4 12.772 33,4 12.666 33,1 12.664 33,1
NUSUKAN 6.684 1.690 25,3 1.690 25,3 1.690 25,3 1.584 23,7 1.584 23,7
MANAHAN 4.381 1.992 45,5 1.992 45,5 1.992 45,5 1.992 45,5 1.992 45,5
GILINGAN 5.866 3.960 67,5 3.960 67,5 3.960 67,5 3.960 67,5 3.960 67,5
BANYUANYAR 6.809 460 6,8 460 6,8 460 6,8 460 6,8 460 6,8
SETABELAN 2.859 179 6,3 179 6,3 179 6,3 179 6,3 179 6,3
GAMBIRSARI 11.639 4.491 38,6 4.491 38,6 4.491 38,6 4.491 38,6 4.489 38,6

JUMLAH (KAB/KOTA) 121.091 43.821 36,2 43.703 36,1 43.795 36,2 43.246 35,7 42.903 35,4
TAHUN 2015 111.707 56.716 46,8 56.726 46,8 53.734 44,4 56.157 46,4 54.522 45,0

Sumber: Laporan Puskesmas


TABEL 32

JUMLAH IBU HAMIL YANG MENDAPATKAN TABLET FE1 DAN FE3 MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS
KOTA SURAKARTA
TAHUN 2016

JUMLAH FE1 (30 TABLET) FE3 (90 TABLET)


NO KECAMATAN PUSKESMAS
IBU HAMIL JUMLAH % JUMLAH %
1 2 3 4 5 6 7 8

1 LAWEYAN 1.954 1.680 85,98 1.653 84,60


PAJANG 934 699 74,84 700 74,95
PENUMPING 458 477 104,15 457 99,78
PURWOSARI 562 504 89,68 496 88,26
2 SERENGAN 1.054 930 88,24 919 87,19
JAYENGAN 600 577 96,17 575 95,83
KRATONAN 454 353 77,75 344 75,77
3 PASARKLIWON 1.640 1.576 96,10 1.428 87,07
GAJAHAN 615 629 102,28 541 87,97
SANGKRAH 1.025 947 92,39 887 86,54
4 JEBRES 2.761 2.773 100,43 2.684 97,21
PURWODININGRATAN 538 535 99,44 530 98,51
NGORESAN 627 613 97,77 626 99,84
SIBELA 960 983 102,40 897 93,44
PUCANGSAWIT 636 642 100,94 631 99,21
5 BANJARSARI 3.419 3.371 98,60 3.293 96,31
NUSUKAN 598 646 108,03 597 99,83
MANAHAN 391 386 98,72 369 94,37
GILINGAN 524 513 97,90 516 98,47
BANYUANYAR 609 616 101,15 607 99,67
SETABELAN 256 258 100,78 256 100,00
GAMBIRSARI 1.041 952 91,45 948 91,07

JUMLAH (KAB/KOTA) 10.828 10.330 95,40 9.977 92,14


TAHUN 2015 10.827 10.122 93,49 10.080 93,10

Sumber: Laporan Puskesmas


TABEL 33

JUMLAH DAN PERSENTASE PENANGANAN KOMPLIKASI KEBIDANAN DAN KOMPLIKASI NEONATAL


MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS
KOTA SURAKARTA
TAHUN 2016

PERKIRAAN PENANGANAN PENANGANAN KOMPLIKASI NEONATAL


PERKIRAAN NEONATAL
BUMIL KOMPLIKASI JUMLAH LAHIR HIDUP BUMIL KEK BUMIL AGB
JUMLAH KOMPLIKASI L P L+P
NO KECAMATAN PUSKESMAS DENGAN KEBIDANAN
IBU HAMIL
KOMPLIKASI
KEBIDANAN S % L P L+P L P L+P S % S % S % S % S %
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23
- - #DIV/0! - - - - ##### ##### - #####
1 LAWEYAN 1.954 391 426 109,0 857 905 1.762 129 136 264 24 18,7 26 19,2 50 18,9 53 2,7 166 8,5
PAJANG 934 187 233 124,7 413 434 847 62 65 127 1 1,6 2 3,1 3 2,4 5 0,5 87 9,3
PENUMPING 458 92 92 100 212 225 437 32 34 66 10 31,3 13 38,2 23 34,8 33 7,2 28 6,1
PURWOSARI 562 112 101 89,9 232 246 478 35 37 72 13 37,1 11 29,7 24 33,3 15 2,7 51 9,1
2 SERENGAN 1.054 211 230 109,1 453 458 911 68 69 137 28 41,2 28 40,8 56 41,0 19 1,8 74 7,0
JAYENGAN 600 120 138 115,0 257 269 526 39 40 79 18 46,2 19 47,5 37 46,8 18 3,0 70 11,7
KRATONAN 454 91 92 101,3 196 189 385 29 28 57 10 34,5 9 32,1 19 33,3 1 0,2 4 0,9
3 PASARKLIWON 1.640 328 429 130,8 712 742 1.454 107 111 218 56 52,4 59 53,0 115 52,7 63 3,8 251 15,3
GAJAHAN 615 123 152 123,6 253 285 538 38 43 81 23 60,5 23 53,5 46 56,8 26 4,2 52 8,5
SANGKRAH 1.025 205 277 135,1 459 457 916 69 69 138 33 47,8 36 52,2 69 50,0 37 3,6 199 19,4
4 JEBRES 2.761 552 926 167,7 1.271 1.306 2.577 191 196 387 36 18,9 42 21,4 78 20,2 102 3,7 170 6,2
PURWODININGRATAN 538 108 532 494,4 238 249 487 36 37 73 9 25,0 11 29,7 20 27,4 11 2,0 23 4,3
NGORESAN 627 125 134 106,9 263 268 531 39 40 79 14 35,9 16 40,0 30 38,0 38 6,1 67 10,7
SIBELA 960 192 112 58,3 462 473 935 69 71 140 5 7,2 4 5,6 9 6,4 29 3,0 25 2,6
PUCANGSAWIT 636 127 148 116,4 308 316 624 46 47 93 8 17,4 11 23,4 19 20,4 24 3,8 55 8,6
5 BANJARSARI 3.419 684 560 81,9 1.545 1.602 3.147 232 240 472 79 34,1 87 36,2 166 35,2 133 3,9 262 7,7
NUSUKAN 598 120 121 101,2 264 285 549 40 43 83 15 37,5 16 37,2 31 37,3 35 5,9 32 5,4
MANAHAN 391 78 20 25,6 176 170 346 26 26 52 3 11,5 3 11,5 6 11,5 4 1,0 17 4,3
GILINGAN 524 105 128 122,1 231 244 475 35 37 72 5 14,3 7 18,9 12 16,7 37 7,1 45 8,6
BANYUANYAR 609 122 92 75,5 298 321 619 45 48 93 42 93,3 42 87,5 84 90,3 20 3,3 21 3,4
SETABELAN 256 51 57 111,3 102 111 213 15 17 32 14 93,3 17 100,0 31 96,9 3 1,2 89 34,8
GAMBIRSARI 1.041 208 142 68,2 474 471 945 71 71 142 0 0,0 2 2,8 2 1,4 34 3,3 58 5,6

JUMLAH (KAB/KOTA) 10.828 2.166 2.571 118,72 4.838 5.013 9.851 726 752 1.478 223 30,7 242 32,2 465 31,5 370 3,4 923 8,52
TAHUN 2015 10.827 2.165 2.134 98,55 4.673 4.890 9.563 701 734 1.434 163 23,3 174 23,7 337 23,5 303 3 700 6

Sumber: Laporan Puskesmas


TABEL 34

PROPORSI PESERTA KB AKTIF MENURUT JENIS KONTRASEPSI, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS


KOTA SURAKARTA
TAHUN 2016

PESERTA KB AKTIF
MKJP NON MKJP MKJP +
NO KECAMATAN PUSKESMAS % MKJP +
IM KON OBAT LAIN NON
IUD % MOP % MOW % % JUMLAH % % SUNTIK % PIL % % % JUMLAH % NON MKJP
PLAN DOM VAGINA NYA MKJP
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27
##### #### #### #### 0 #### ##### ##### #### #### #### 0 #### 0 #DIV/0!
1 LAWEYAN 1.550 19,5 14 0,2 355 4,5 233 2,9 2.152 27,0 870 10,9 3.857 48,4 1.087 13,6 0 0,0 0 0,0 5.814 73,0 7.966 100,0
PURWOSARI
2 SERENGAN 1.157 25,8 17 0,4 204 4,6 174 3,9 1.552 34,6 501 11,2 1.977 44,1 451 10,1 0 0,0 0 0,0 2.929 65,4 4.481 100,0
KRATONAN
3 PASARKLIWON 1.852 23,1 23 0,3 570 7,1 478 6,0 2.923 36,5 1.034 12,9 2.785 34,8 1.264 15,8 0 0,0 0 0,0 5.083 63,5 8.006 100,0
SANGKRAH
4 JEBRES 4.128 25,1 50 0,3 703 4,3 1.247 7,6 6.128 37,3 915 5,6 7.578 46,1 1.801 11,0 0 0,0 0 0,0 10.294 62,7 16.422 100,0
PUCANGSAWIT
5 BANJARSARI 2.368 13,5 64 0,4 744 4,3 930 5,3 4.106 23,5 1.683 9,6 9.066 51,9 2.630 15,0 0 0,0 0 0,0 13.379 76,5 17.485 100,0
GAMBIRSARI

JUMLAH (KAB/KOTA) 11.055 20,3 168 0,3 2.576 4,7 3.062 5,6 16.861 31,0 5.003 9,2 25.263 46,5 7.233 13,3 0 0,0 0 0,0 37.499 69,0 54.360 100,0
TAHUN 2015 10.477 20,0 191 0,4 2.021 3,9 2.367 4,5 15.056 28,7 4.789 9,1 25.370 48,3 7.264 13,8 0 0,0 0 0,0 37.423 71,3 52.479 100,0

Sumber: Dinas Pengendalian Penduduk dan KB


Keterangan: MKJP = Metode Kontrasepsi Jangka Panjang
TABEL 35

PROPORSI PESERTA KB BARU MENURUT JENIS KONTRASEPSI, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS


KOTA SURAKARTA
TAHUN 2016

PESERTA KB BARU
MKJP NON MKJP MKJP + % MKJP
NO KECAMATAN PUSKESMAS
OBAT LAIN NON + NON
IUD % MOP % MOW % IMPLAN % JUMLAH % KONDOM % SUNTIK % PIL % % % JUMLAH % MKJP MKJP
VAGINA NYA
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27

1 LAWEYAN 441 38,4 4 0,3 102 8,9 124 10,8 671 58,4 49 4,3 364 31,7 65 5,7 0 0,0 0 0,0 478 41,6 1.149 100,0
PURWOSARI
2 SERENGAN 62 12,3 0 0,0 0 0,0 28 5,5 90 17,8 16 3,2 361 71,5 38 7,5 0 0,0 0 0,0 415 82,2 505 100,0
KRATONAN
3 PASARKLIWON 192 20,8 0 0,0 53 5,8 99 10,7 344 37,4 37 4,0 447 48,5 93 10,1 0 0,0 0 0,0 577 62,6 921 100,0
SANGKRAH
4 JEBRES 778 31,0 0 0,0 96 3,8 342 13,6 1.216 48,5 148 5,9 980 39,1 165 6,6 0 0,0 0 0,0 1.293 51,5 2.509 100,0
PUCANGSAWIT
5 BANJARSARI 246 18,0 0 0,0 211 15,4 152 11,1 609 44,5 40 2,9 664 48,5 56 4,1 0 0,0 0 0,0 760 55,5 1.369 100,0
GAMBIRSARI

JUMLAH (KAB/KOTA) 1.719 26,6 4 0,1 462 7,2 745 11,5 2.930 45,4 290 4,5 2.816 43,6 417 6,5 0 0,0 0 0,0 3.523 54,6 6.453 100,0
TAHUN 2015 1.552 25,2 21 0,3 476 7,7 665 10,8 2.714 44,1 304 4,9 2.726 44,3 414 6,7 0 0,0 0 0,0 3.444 55,9 6.158 100,0

Sumber: Dinas Pengendalian Penduduk dan KB


Keterangan: MKJP = Metode Kontrasepsi Jangka Panjang
TABEL 36

JUMLAH PESERTA KB BARU DAN KB AKTIF MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS


KOTA SURAKARTA
TAHUN 2016

PESERTA KB BARU PESERTA KB AKTIF


NO KECAMATAN PUSKESMAS JUMLAH PUS
JUMLAH % JUMLAH %
1 2 3 4 5 6 7 8
0 #DIV/0! 0 #DIV/0!
1 LAWEYAN 10.854 1.149 10,6 8.951 82,5
PAJANG 5.973 582 9,7 5.268 88,2
PENUMPING 2.143 256 11,9 1.581 73,8
PURWOSARI 2.738 311 11,4 2.102 76,8
2 SERENGAN 5.645 505 8,9 5.309 94,0
JAYENGAN 3.046 388 12,7 2.488 81,7
KRATONAN 2.599 117 4,5 2.821 108,5
3 PASARKLIWON 10.259 921 9,0 8.128 79,2
GAJAHAN 3.644 341 9,4 2.859 78,5
SANGKRAH 6.615 580 8,8 5.269 79,7
4 JEBRES 19.124 2.509 13,1 15.661 81,9
PURWODININGRATAN 2.666 311 11,7 2.073 77,8
NGORESAN 4.509 844 18,7 3.762 83,4
SIBELA 7.556 894 11,8 6.106 80,8
PUCANGSAWIT 4.393 460 10,5 3.720 84,7
5 BANJARSARI 22.944 1.369 6,0 18.463 80,5
NUSUKAN 4.293 248 5,8 3.478 81,0
MANAHAN 2.032 119 5,9 1.610 79,2
GILINGAN 3.525 186 5,3 2.831 80,3
BANYUANYAR 3.769 209 5,5 3.046 80,8
SETABELAN 1.451 184 12,7 1.206 83,1
GAMBIRSARI 7.874 423 5,4 6.292 79,9

JUMLAH (KAB/KOTA) 68.826 6.453 9,4 56.512 82,1


TAHUN 2015 68.588 6.158 9,0 53.910 78,6

Sumber: Laporan Puskesmas


TABEL 37

BAYI BERAT BADAN LAHIR RENDAH (BBLR) MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS
KOTA SURAKARTA
TAHUN 2016

BAYI BARU LAHIR DITIMBANG BBLR


JUMLAH LAHIR HIDUP
NO KECAMATAN PUSKESMAS L P L+P L P L+P
L P L+P JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH %
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18
0 0 0 #DIV/0! #DIV/0! 0 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! 0 #DIV/0!
1 LAWEYAN 857 905 1.762 857 100,0 905 100,0 1.762 100,0 12 1,4 19 2,1 31 1,8
PAJANG 413 434 847 413 100,0 434 100,0 847 100,0 0 0,0 2 0,5 2 0,2
PENUMPING 212 225 437 212 100,0 225 100,0 437 100,0 10 4,7 13 5,8 23 5,3
PURWOSARI 232 246 478 232 100,0 246 100,0 478 100,0 2 0,9 4 1,6 6 1,3
2 SERENGAN 453 458 911 453 100,0 458 100,0 911 100,0 14 3,1 13 2,8 29 3,2
JAYENGAN 257 269 526 257 100,0 269 100,0 526 100,0 8 3,1 5 1,9 13 2,5
KRATONAN 196 189 385 196 100,0 189 100,0 385 100,0 6 3,1 8 4,2 16 4,2
3 PASARKLIWON 712 742 1.454 712 100,0 742 100,0 1.454 100,0 35 4,9 35 4,7 70 4,8
GAJAHAN 253 285 538 253 100,0 285 100,0 538 100,0 8 3,2 12 4,2 20 3,7
SANGKRAH 459 457 916 459 100,0 457 100,0 916 100,0 27 5,9 23 5,0 50 5,5
4 JEBRES 1.271 1.306 2.577 1271 100,0 1306 100,0 2.577 100,0 22 1,7 21 1,6 43 1,7
PURWODININGRATAN 238 249 487 238 100,0 249 100,0 487 100,0 11 4,6 7 2,8 18 3,7
NGORESAN 263 268 531 263 100,0 268 100,0 531 100,0 4 1,5 5 1,9 9 1,7
SIBELA 462 473 935 462 100,0 473 100,0 935 100,0 5 1,1 3 0,6 8 0,9
PUCANGSAWIT 308 316 624 308 100,0 316 100,0 624 100,0 2 0,6 6 1,9 8 1,3
5 BANJARSARI 1.545 1.602 3.147 1545 100,0 1602 100,0 3.147 100,0 54 3,5 59 3,7 111 3,5
NUSUKAN 264 285 549 264 100,0 285 100,0 549 100,0 2 0,8 3 1,1 5 0,9
MANAHAN 176 170 346 176 100,0 170 100,0 346 100,0 1 0,6 4 2,4 5 1,4
GILINGAN 231 244 475 231 100,0 244 100,0 475 100,0 5 2,2 7 2,9 12 2,5
BANYUANYAR 298 321 619 298 100,0 321 100,0 619 100,0 42 14,1 42 13,1 84 13,6
SETABELAN 102 111 213 102 100,0 111 100,0 213 100,0 4 3,9 1 0,9 5 2,3
GAMBIRSARI 474 471 945 474 100,0 471 100,0 945 100,0 0 0,0 2 0,4 0 0,0

JUMLAH (KAB/KOTA) 4.838 5.013 9.851 4.838 100,0 5.013 100,0 9.851 100,0 137 2,8 147 2,9 284 2,9
TAHUN 2015 4.673 4.890 9.563 4.673 100,0 4.890 100,0 9.563 100,0 135 2,9 129 2,6 264 2,8

Sumber: Laporan Puskesmas


TABEL 38

CAKUPAN KUNJUNGAN NEONATAL MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS


KOTA SURAKARTA
TAHUN 2016

KUNJUNGAN NEONATAL 1 KALI (KN1) KUNJUNGAN NEONATAL 3 KALI (KN LENGKAP)


JUMLAH LAHIR HIDUP
NO KECAMATAN PUSKESMAS L P L+P L P L+P
L P L +P JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH %
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18
0 0 0 #DIV/0! #DIV/0! 0 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! 0 #DIV/0!
1 LAWEYAN 857 905 1.762 827 96,5 886 97,9 1.713 97,2 806 94,0 850 93,9 1.656 94,0
PAJANG 413 434 847 403 97,6 427 98,4 830 98,0 391 94,7 413 95,2 804 94,9
PENUMPING 212 225 437 193 91,0 213 94,7 406 92,9 185 87,3 196 87,1 381 87,2
PURWOSARI 232 246 478 231 99,6 246 100,0 477 99,8 230 99,1 241 98,0 471 98,5
2 SERENGAN 453 458 911 448 98,9 448 97,8 896 98,4 446 98,5 446 97,4 892 97,9
JAYENGAN 257 269 526 257 100,0 269 100,0 526 100,0 257 100,0 269 100,0 526 100,0
KRATONAN 196 189 385 191 97,4 179 94,7 370 96,1 189 96,4 177 93,7 366 95,1
3 PASARKLIWON 712 742 1.454 714 100,3 743 100,1 1.457 100,2 686 96,3 709 95,6 1.395 95,9
GAJAHAN 253 285 538 251 99,2 282 98,9 533 99,1 237 93,7 264 92,6 501 93,1
SANGKRAH 459 457 916 463 100,9 461 100,9 924 100,9 449 97,8 445 97,4 894 97,6
4 JEBRES 1.271 1.306 2.577 1.300 102,3 1.365 104,5 2.665 103,4 1.249 98,3 1.289 98,7 2.538 98,5
PURWODININGRATAN 238 249 487 237 99,6 247 99,2 484 99,4 235 98,7 247 99,2 482 99,0
NGORESAN 263 268 531 263 100,0 268 100,0 531 100,0 262 99,6 267 99,6 529 99,6
SIBELA 462 473 935 490 106,1 505 106,8 995 106,4 476 103,0 490 103,6 966 103,3
PUCANGSAWIT 308 316 624 310 100,6 345 109,2 655 105,0 276 89,6 285 90,2 561 89,9
5 BANJARSARI 1.545 1.602 3.147 1.537 99,5 1.593 99,4 3.130 99,5 1.473 95,3 1.517 94,7 2.990 95,0
NUSUKAN 264 285 549 259 98,1 285 100,0 544 99,1 217 82,2 228 80,0 445 81,1
MANAHAN 176 170 346 180 102,3 176 103,5 356 102,9 178 101,1 176 103,5 354 102,3
GILINGAN 231 244 475 231 100,0 244 100,0 475 100,0 226 97,8 239 98,0 465 97,9
BANYUANYAR 298 321 619 285 95,6 301 93,8 586 94,7 268 89,9 287 89,4 555 89,7
SETABELAN 102 111 213 102 100,0 111 100,0 213 100,0 102 100,0 109 98,2 211 99,1
GAMBIRSARI 474 471 945 480 101,3 476 101,1 956 101,2 482 101,7 478 101,5 960 101,6

JUMLAH (KAB/KOTA) 4.838 5.013 9.851 4.826 99,8 5.035 100,4 9.861 100,1 4.660 96,3 4.811 96,0 9.471 96,1
TAHUN 2015 4.673 4.890 9.563 4.666 49,9 4.868 49,8 9.534 49,8 4.664 99,8 4.861 99,4 9.525 99,6

Sumber: Laporan Puskesmas


TABEL 39

JUMLAH BAYI YANG DIBERI ASI EKSKLUSIF MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS
KOTA SURAKARTA
TAHUN 2016

JUMLAH BAYI YANG DIBERI ASI EKSKLUSIF


JUMLAH BAYI
USIA 0-6 BULAN
NO KECAMATAN PUSKESMAS 0-6 BULAN
L P L+P
L P L+P JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH %
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
- #DIV/0! #DIV/0! - #DIV/0!
1 LAWEYAN 504 504 1.008 439 87,1 438 86,9 877 87,0
PAJANG 198 196 394 175 88,4 170 86,7 345 87,6
PENUMPING 81 82 163 69 85,2 67 81,7 136 83,4
PURWOSARI 225 226 451 195 86,7 201 88,9 396 87,8
2 SERENGAN 238 243 481 180 75,6 185 76,1 365 75,9
JAYENGAN 160 164 324 121 75,6 123 75,0 244 75,3
KRATONAN 78 79 157 59 75,6 62 78,5 121 77,1
3 PASARKLIWON 417 420 837 322 77,2 338 80,5 660 78,9
GAJAHAN 180 176 356 143 79,4 148 84,1 291 81,7
SANGKRAH 237 244 481 179 75,5 190 77,9 369 76,7
4 JEBRES 631 630 1.261 441 69,9 449 71,3 890 70,6
PURWODININGRATAN 107 111 218 74 69,2 83 74,8 157 72,0
NGORESAN 165 161 326 117 70,9 110 68,3 227 69,6
SIBELA 212 216 428 143 67,5 148 68,5 291 68,0
PUCANGSAWIT 147 142 289 107 72,8 108 76,1 215 74,4
5 BANJARSARI 941 962 1.903 707 75,1 713 74,1 1.420 74,6
NUSUKAN 231 237 468 177 76,6 180 75,9 357 76,3
MANAHAN 77 82 159 62 80,5 65 79,3 127 79,9
GILINGAN 125 132 257 81 64,8 89 67,4 170 66,1
BANYUANYAR 159 157 316 119 74,8 116 73,9 235 74,4
SETABELAN 127 128 255 85 66,9 84 65,6 169 66,3
GAMBIRSARI 222 226 448 183 82,4 179 79,2 362 80,8

JUMLAH (KAB/KOTA) 2.731 2.759 5.490 2.089 76,5 2.123 76,9 4.212 76,7
TAHUN 2015 2.555 2.544 5.099 1.821 71,3 1.896 74,5 3.717 72,9

Sumber: Laporan Puskesmas


TABEL 40

CAKUPAN PELAYANAN KESEHATAN BAYI MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS
KOTA SURAKARTA
TAHUN 2016

PELAYANAN KESEHATAN BAYI


JUMLAH BAYI
NO KECAMATAN PUSKESMAS L P L+P
L P L+P JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH %
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
0 #DIV/0! #DIV/0! 0 #DIV/0!
1 LAWEYAN 857 905 1.762 806 94,0 850 93,9 1.656 94,0
PAJANG 413 434 847 391 94,7 413 95,2 804 94,9
PENUMPING 212 225 437 185 87,3 196 87,1 381 87,2
PURWOSARI 232 246 478 230 99,1 241 98,0 471 98,5
2 SERENGAN 453 458 911 446 98,5 446 97,4 892 97,9
JAYENGAN 257 269 526 257 100,0 269 100,0 526 100,0
KRATONAN 196 189 385 189 96,4 177 93,7 366 95,1
3 PASARKLIWON 712 742 1.454 686 96,3 709 95,6 1.395 95,9
GAJAHAN 253 285 538 237 93,7 264 92,6 501 93,1
SANGKRAH 459 457 916 449 97,8 445 97,4 894 97,6
4 JEBRES 1.271 1.306 2.577 1.249 98,3 1.289 98,7 2.538 98,5
PURWODININGRATAN 238 249 487 235 98,7 247 99,2 482 99,0
NGORESAN 263 268 531 262 99,6 267 99,6 529 99,6
SIBELA 462 473 935 476 103,0 490 103,6 966 103,3
PUCANGSAWIT 308 316 624 276 89,6 285 90,2 561 89,9
5 BANJARSARI 1.545 1.602 3.147 1.473 95,3 1.517 94,7 2.992 95,1
NUSUKAN 264 285 549 217 82,2 228 80,0 445 81,1
MANAHAN 176 170 346 178 101,1 176 103,5 356 102,9
GILINGAN 231 244 475 226 97,8 239 98,0 465 97,9
BANYUANYAR 298 321 619 268 89,9 287 89,4 555 89,7
SETABELAN 102 111 213 102 100,0 109 98,2 211 99,1
GAMBIRSARI 474 471 945 482 101,7 478 101,5 960 101,6

JUMLAH (KAB/KOTA) 4.838 5.013 9.851 4.660 96,3 4.811 96,0 9.473 96,2
TAHUN 2015 4.673 4.890 9.563 4.459 95,4 4.671 95,5 9.130 95,5

Sumber: Laporan Puskesmas


TABEL 41

CAKUPAN DESA/KELURAHAN UNIVERSAL CHILD IMMUNIZATION (UCI) MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS
KOTA SURAKARTA
TAHUN 2016

JUMLAH DESA/KELURAHAN % DESA/KELURAHAN


NO KECAMATAN PUSKESMAS
DESA/KELURAHAN UCI UCI

1 2 3 4 5 6

1 LAWEYAN 11 11 100,0
PAJANG 4 4 100,0
PENUMPING 4 4 100,0
PURWOSARI 3 3 100,0
2 SERENGAN 7 7 100,0
JAYENGAN 4 4 100,0
KRATONAN 3 3 100,0
3 PASARKLIWON 9 9 100,0
GAJAHAN 6 6 100,0
SANGKRAH 3 3 100,0
4 JEBRES 11 11 100,0
PURWODININGRATAN 6 6 100,0
NGORESAN 1 1 100,0
SIBELA 1 1 100,0
PUCANGSAWIT 3 3 100,0
5 BANJARSARI 13 13 100,0
NUSUKAN 1 1 100,0
MANAHAN 2 2 100,0
GILINGAN 3 3 100,0
BANYUANYAR 2 2 100,0
SETABELAN 4 4 100,0
GAMBIRSARI 1 1 100,0

JUMLAH (KAB/KOTA) 51 51 100,0


TAHUN 2015 51 50 98,0

Sumber: Laporan Puskesmas


TABEL 42

CAKUPAN IMUNISASI HEPATITIS B < 7 HARI DAN BCG PADA BAYI MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS
KOTA SURAKARTA
TAHUN 2016

BAYI DIIMUNISASI
JUMLAH LAHIR HIDUP Hb < 7 hari BCG
NO KECAMATAN PUSKESMAS
L P L+P L P L+P
L P L+P JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH %
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18
0 0 0 #DIV/0! #DIV/0! 0 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! 0 #DIV/0!
1 LAWEYAN 857 905 1762 847 98,83 865 95,58 1712 97,16 854 99,65 862 95,25 1716 97,39
PAJANG 413 434 847 412 99,76 430 99,08 842 99,41 414 100,24 430 99,08 844 99,65
PENUMPING 212 225 437 200 94,34 195 86,67 395 90,39 205 96,70 192 85,33 397 90,85
PURWOSARI 232 246 478 235 101,29 240 97,56 475 99,37 235 101,29 240 97,56 475 99,37
2 SERENGAN 453 458 911 479 105,74 404 88,21 883 96,93 474 104,64 429 93,67 903 99,12
JAYENGAN 257 269 526 273 106,23 238 88,48 511 97,15 276 107,39 251 93,31 527 100,19
KRATONAN 196 189 385 206 105,10 166 87,83 372 96,62 198 101,02 178 94,18 376 97,66
3 PASARKLIWON 712 742 1454 698 98,03 745 100,40 1443 99,24 711 99,86 741 99,87 1452 99,86
GAJAHAN 253 285 538 244 96,44 284 99,65 528 98,14 257 101,58 277 97,19 534 99,26
SANGKRAH 459 457 916 454 98,91 461 100,88 915 99,89 454 98,91 464 101,53 918 100,22
4 JEBRES 1271 1306 2577 1188 93,47 1322 101,23 2510 97,40 1182 93,00 1316 100,77 2498 96,93
PURWODININGRATAN 238 249 487 208 87,39 274 110,04 482 98,97 211 88,66 277 111,24 488 100,21
NGORESAN 263 268 531 254 96,58 277 103,36 531 100,00 255 96,96 275 102,61 530 99,81
SIBELA 462 473 935 462 100,00 468 98,94 930 99,47 448 96,97 454 95,98 902 96,47
PUCANGSAWIT 308 316 624 264 85,71 303 95,89 567 90,87 268 87,01 310 98,10 578 92,63
5 BANJARSARI 1545 1602 3147 1550 100,32 1583 98,81 3133 99,56 1548 100,19 1550 96,75 3098 98,44
NUSUKAN 264 285 549 278 105,30 272 95,44 550 100,18 278 105,30 275 96,49 553 100,73
MANAHAN 176 170 346 177 100,57 181 106,47 358 103,47 177 100,57 180 105,88 357 103,18
GILINGAN 231 244 475 230 99,57 242 99,18 472 99,37 231 100,00 244 100,00 475 100,00
BANYUANYAR 298 321 619 303 101,68 269 83,80 572 92,41 297 99,66 248 77,26 545 88,05
SETABELAN 102 111 213 105 102,94 127 114,41 232 108,92 105 102,94 108 97,30 213 100,00
GAMBIRSARI 474 471 945 457 96,41 492 104,46 949 100,42 460 97,05 495 105,10 955 101,06

JUMLAH (KAB/KOTA) 4.838 5.013 9.851 4.762 98,43 4.919 98,12 9.681 98,27 4.769 98,57 4.898 97,71 9.667 98,13
TAHUN 2015 4.673 4.890 9.563 4.591 98,25 4.792 98,00 9.383 98,12 4.585 98,12 4.789 97,93 9.374 98,02
TABEL 43

CAKUPAN IMUNISASI DPT-HB/DPT-HB-Hib, POLIO, CAMPAK, DAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS
KOTA SURAKARTA
TAHUN 2016

BAYI DIIMUNISASI
JUMLAH BAYI
(SURVIVING INFANT)
DPT-HB3/DPT-HB-Hib3 POLIO 4a CAMPAK IMUNISASI DASAR LENGKAP
NO KECAMATAN PUSKESMAS
L P L+P L P L+P L P L+P L P L+P
L P L+P JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH %
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30

0 0 0 #DIV/0! #DIV/0! 0 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! 0 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! 0 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! 0 #DIV/0!
1 LAWEYAN 857 905 1.762 840 98 841 93 1681 95 838 98 845 93 1683 96 817 95 839 93 1656 94 817 95 839 93 1656 93,98
PAJANG 413 434 847 401 97 419 97 820 97 401 97 419 97 820 97 390 94 414 95 804 95 390 94 414 95 804 94,92
PENUMPING 212 225 437 204 96 184 82 388 89 203 96 186 83 389 89 195 92 186 83 381 87 195 92 186 83 381 87,19
PURWOSARI 232 246 478 235 101 238 97 473 99 234 101 240 98 474 99 232 100 239 97 471 99 232 100 239 97 471 98,54
2 SERENGAN 453 458 911 472 104 428 93 900 99 464 102 437 95 901 99 466 103 427 93 893 98 466 103 427 93 893 98,02
JAYENGAN 257 269 526 272 106 255 95 527 100 270 105 257 96 527 100 271 105 256 95 527 100 271 105 256 95 527 100,19
KRATONAN 196 189 385 200 102 173 92 373 97 194 99 180 95 374 97 195 99 171 90 366 95 195 99 171 90 366 95,06
3 PASARKLIWON 712 742 1.454 682 96 698 94 1380 95 682 96 703 95 1385 95 688 97 707 95 1395 96 688 97 707 95 1395 95,94
GAJAHAN 253 285 538 244 96 251 88 495 92 244 96 256 90 500 93 240 95 261 92 501 93 240 95 261 92 501 93,12
SANGKRAH 459 457 916 438 95 447 98 885 97 438 95 447 98 885 97 448 98 446 98 894 98 448 98 446 98 894 97,60
4 JEBRES 1.271 1.306 2.577 1207 95 1344 103 2551 99 1203 95 1344 103 2547 99 1175 92 1343 103 2518 98 1175 92 1343 103 2518 97,71
PURWODININGRATAN 238 249 487 221 93 262 105 483 99 221 93 262 105 483 99 204 86 258 104 462 95 204 86 258 104 462 94,87
NGORESAN 263 268 531 252 96 278 104 530 100 253 96 277 103 530 100 256 97 273 102 529 100 256 97 273 102 529 99,62
SIBELA 462 473 935 466 101 484 102 950 102 466 101 484 102 950 102 466 101 500 106 966 103 466 101 500 106 966 103,32
PUCANGSAWIT 308 316 624 268 87 320 101 588 94 263 85 321 102 584 94 249 81 312 99 561 90 249 81 312 99 561 89,90
5 BANJARSARI 1.545 1.602 3.147 1481 96 1544 96 3025 96 1483 96 1546 97 3029 96 1454 94 1489 93 2943 94 1454 94 1489 93 2943 93,52
NUSUKAN 264 285 549 241 91 231 81 472 86 241 91 231 81 472 86 228 86 217 76 445 81 228 86 217 76 445 81,06
MANAHAN 176 170 346 177 101 179 105 356 103 177 101 181 106 358 103 177 101 180 106 357 103 177 101 180 106 357 103,18
GILINGAN 231 244 475 229 99 244 100 473 100 229 99 244 100 473 100 227 98 238 98 465 98 227 98 238 98 465 97,89
BANYUANYAR 298 321 619 279 94 277 86 556 90 275 92 277 86 552 89 273 92 282 88 555 90 273 92 282 88 555 89,66
SETABELAN 102 111 213 98 96 117 105 215 101 92 90 122 110 214 100 88 86 123 111 211 99 88 86 123 111 211 99,06
GAMBIRSARI 474 471 945 457 96 496 105 953 101 469 99 491 104 960 102 461 97 449 95 910 96 461 97 449 95 910 96,30

JUMLAH (KAB/KOTA) 4.838 5.013 9.851 4.682 96,8 4.855 96,8 9.537 96,8 4.670 96,53 4.875 97,25 9.545 96,89 4.600 95,08 4.805 95,85 9.405 95,47 4.600 95,08 4.805 95,85 9.405 95,47
TAHUN 2015 4.673 4.890 9.563 4.463 95,5 4.647 95 9.110 95 4.462 95,48 4.647 95,03 9.109 95,25 4.448 95,19 4.574 93,54 9.022 94,34 4.448 95,19 4.574 93,54 9.022 94,34

Sumber: Laporan Puskesmas


Keterangan: a = khusus provinsi yang menerapkan 3 dosis polio maka diisi dengan polio 3
TABEL 44

CAKUPAN PEMBERIAN VITAMIN A PADA BAYI DAN ANAK BALITA MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS
KOTA SURAKARTA
TAHUN 2016

BAYI 6-11 BULAN ANAK BALITA (12-59 BULAN) BALITA (6-59 BULAN)
MENDAPAT VIT A MENDAPAT VIT A MENDAPAT VIT A
NO KECAMATAN PUSKESMAS JUMLAH BAYI JUMLAH JUMLAH
L P L+P L P L+P L P L+P
L P L+P S % S % S % L P L+P S % S % S % L P L+P S % S % S %
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30
- - - #DIV/0! #DIV/0! - #DIV/0! - #### #### - #### - - - - #DIV/0! - #DIV/0! - #DIV/0!
1 LAWEYAN 857 905 1.762 702 81,91 764 84,42 1.466 83,20 2.613 2.715 5.328 2.224 85 2.493 92 4.717 89 3.470 3.620 7.090 3.315 95,53 3.257 89,97 6.572 92,69
PAJANG 413 434 847 301 72,88 364 83,87 665 78,51 1.251 1.296 2.547 1.108 89 1.302 100 2.410 95 1.664 1.730 3.394 1.552 93,27 1.666 96,30 3.218 94,81
PENUMPING 212 225 437 209 98,58 179 79,56 388 88,79 606 642 1.248 502 83 526 82 1.028 82 818 867 1.685 815 99,63 705 81,31 1.520 90,21
PURWOSARI 232 246 478 192 82,76 221 89,84 413 86,40 756 777 1.533 614 81 665 86 1.279 83 988 1.023 2.011 948 95,95 886 86,61 1.834 91,20
2 SERENGAN 453 458 911 393 86,75 423 92,36 816 89,57 1.407 1.467 2.874 1.224 87 1.303 89 2.527 88 1.860 1.925 3.785 1.800 96,77 1.726 89,66 3.526 93,16
JAYENGAN 257 269 526 246 95,72 250 92,94 496 94,30 801 834 1.635 645 81 698 84 1.343 82 1.058 1.103 2.161 1.047 98,96 948 85,95 1.995 92,32
KRATONAN 196 189 385 147 75,00 173 91,53 320 83,12 606 633 1.239 579 96 605 96 1.184 96 802 822 1.624 753 93,89 778 94,65 1.531 94,27
3 PASARKLIWON 712 742 1.454 617 86,66 687 92,59 1.304 89,68 2.220 2.253 4.473 2.484 112 2.195 97 4.679 105 2.932 2.995 5.927 2.837 96,76 2.882 96,23 5.719 96,49
GAJAHAN 253 285 538 238 94,07 249 87,37 487 90,52 822 858 1.680 734 89 763 89 1.497 89 1.075 1.143 2.218 1.060 98,60 1.012 88,54 2.072 93,42
SANGKRAH 459 457 916 379 82,57 438 95,84 817 89,19 1.398 1.395 2.793 1.750 125 1.432 103 3.182 114 1.857 1.852 3.709 1.777 95,69 1.870 100,97 3.647 98,33
4 JEBRES 1.271 1.306 2.577 876 68,92 958 73,35 1.834 71,17 3.732 3.798 7.530 3.730 100 3.777 99 7.507 100 5.003 5.104 10.107 4.608 92,10 4.735 92,77 9.343 92,44
PURWODININGRATAN 238 249 487 156 65,55 161 64,66 317 65,09 717 750 1.467 590 82 606 81 1.196 82 955 999 1.954 873 91,41 767 76,78 1.640 83,93
NGORESAN 263 268 531 196 74,52 211 78,73 407 76,65 846 864 1.710 777 92 915 106 1.692 99 1.109 1.132 2.241 1.042 93,96 1.126 99,47 2.168 96,74
SIBELA 462 473 935 339 73,38 380 80,34 719 76,90 1.308 1.311 2.619 1.582 121 1.461 111 3.043 116 1.770 1.784 3.554 1.647 93,05 1.841 103,20 3.488 98,14
PUCANGSAWIT 308 316 624 185 60,06 206 65,19 391 62,66 861 873 1.734 781 91 795 91 1.576 91 1.169 1.189 2.358 1.046 89,48 1.001 84,19 2.047 86,81
5 BANJARSARI 1.545 1.602 3.147 1.408 91,13 1.445 90,20 2.913 92,56 4.590 4.731 9.321 4.811 105 4.711 100 9.522 102 6.135 6.333 12.468 5.998 97,77 6.156 97,21 12.154 97,48
NUSUKAN 264 285 549 260 98,48 285 100,00 545 99,27 804 825 1.629 910 113 813 99 1.723 106 1.068 1.110 2.178 1.064 99,63 1.098 98,92 2.162 99,27
MANAHAN 176 170 346 132 75,00 127 74,71 259 74,86 519 552 1.071 478 92 505 91 983 92 695 722 1.417 651 93,67 632 87,53 1.283 90,54
GILINGAN 231 244 475 176 76,19 171 70,08 347 73,05 696 732 1.428 704 101 624 85 1.328 93 927 976 1.903 872 94,07 795 81,45 1.667 87,60
BANYUANYAR 298 321 619 261 87,58 266 82,87 587 94,83 822 837 1.659 885 108 894 107 1.779 107 1.120 1.158 2.278 1.083 96,70 1.160 100,17 2.243 98,46
SETABELAN 102 111 213 82 80,39 108 97,30 190 89,20 336 360 696 334 99 351 98 685 98 438 471 909 418 95,43 459 97,45 877 96,48
GAMBIRSARI 474 471 945 497 104,85 488 103,61 985 104,23 1.413 1.425 2.838 1.500 106 1.524 107 3.024 107 1.887 1.896 3.783 1.910 101,22 2.012 106,12 3.922 103,67

JUMLAH (KAB/KOTA) 4.838 5.013 9.851 3.996 82,60 4.277 85,32 8.333 84,59 14.562 14.964 29.526 14.473 99 14.479 97 28.952 98 19.400 19.977 39.377 18.558 95,66 18.756 93,89 37.314 94,76
TAHUN 2015 4.673 4.890 9.563 3.917 83,82 4.163 85,13 8.140 85,12 14.341 14.346 28.687 14.341 100 14.346 100 28.687 100 19.014 19.236 38.250 18.258 96,02 18.509 96,22 36.767 96,12

Sumber: Laporan Puskesmas


Keterangan: Pelaporan pemberian vitamin A dilakukan pada Februari dan Agustus, maka perhitungan bayi 6-11 bulan yang mendapat vitamin A dalam setahun
dihitung dengan mengakumulasi bayi 6-11 bulan yang mendapat vitamin A di bulan Februari dan yang mendapat vitamin A di bulan Agustus
TABEL 45

JUMLAH ANAK 0-23 BULAN DITIMBANG MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS
KOTA SURAKARTA
TAHUN 2016

ANAK 0-23 BULAN (BADUTA)


JUMLAH BADUTA DITIMBANG BGM
NO KECAMATAN PUSKESMAS
DILAPORKAN (S) JUMLAH (D) % (D/S) L P L+P
L P L+P L P L+P L P L+P Σ % Σ % Σ %
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18

1 LAWEYAN 1.563 1.626 3.189 1.107 1.239 2.346 221 76,2 73,6 9 0,8 12 1,0 21 0,9
PAJANG 751 780 1.531 446 520 966 59,4 66,7 63,1 0 0,0 0 0,0 0 0,0
PENUMPING 366 385 751 275 329 604 75,1 85,5 80,4 0 0,0 2 0,6 2 0,3
PURWOSARI 446 461 907 386 390 776 86,5 84,6 85,6 9 2,3 10 2,6 19 2,4
2 SERENGAN 696 798 1.494 463 558 1.021 140 69,9 68,3 2 0,4 3 0,5 5 0,5
v JAYENGAN 475 495 970 289 315 604 60,8 63,6 62,3 2 0,7 3 1,0 5 0,8
KRATONAN 221 303 524 174 243 417 78,7 80,2 79,6 0 0,0 0 0,0 0 0,0
3 PASARKLIWON 1.343 1.358 2.701 872 913 1.785 136 67,2 66,1 7 0,8 5 0,5 12 0,7
GAJAHAN 496 516 1.012 399 443 842 80,4 85,9 83,2 1 0,3 0 0,0 1 0,1
SANGKRAH 847 842 1.689 473 470 943 55,8 55,8 55,8 6 1,3 5 1,1 11 1,2
4 JEBRES 2.257 2.296 4.553 1.427 1.427 2.854 246 62,2 62,7 20 1,4 21 1,5 41 1,4
PURWODININGRATAN 424 447 871 232 253 485 54,7 56,6 55,7 1 0,4 1 0,4 2 0,4
NGORESAN 512 522 1.034 308 321 629 60,2 61,5 60,8 2 0,6 0 0,0 2 0,3
SIBELA 802 802 1.604 586 542 1.128 73,1 67,6 70,3 2 0,3 2 0,4 4 0,4
PUCANGSAWIT 519 525 1.044 301 311 612 58,0 59,2 58,6 15 5,0 18 5,8 33 5,4
5 BANJARSARI 2.774 2.857 5.631 2.109 2.191 4.300 448 76,7 76,4 44 2,1 62 2,8 106 2,5
NUSUKAN 481 492 973 420 450 870 87,3 91,5 89,4 30 7,1 40 8,9 70 8,0
MANAHAN 313 329 642 175 180 355 55,9 54,7 55,3 3 1,7 2 1,1 5 1,4
GILINGAN 423 442 865 280 248 528 66,2 56,1 61,0 3 1,1 3 1,2 6 1,1
BANYUANYAR 496 507 1.003 398 416 814 80,2 82,1 81,2 6 1,5 16 3,8 22 2,7
SETABELAN 204 219 423 163 176 339 79,9 80,4 80,1 1 0,6 0 0,0 1 0,3
GAMBIRSARI 857 868 1.725 673 721 1.394 78,5 83,1 80,8 1 0,1 1 0,1 2 0,1

JUMLAH (KAB/KOTA) 8.633 8.935 17.568 5.978 6.328 12.306 1.191 70,8 70,0 164 2,7 206 3,3 370 3,0
TAHUN 2015 7.029 7.327 14.356 5.571 5.808 11.379 1.354 79 79,3 116 2,1 136 2,3 252 2,2
TABEL 45.a

PREVALENSI STUNTING ANAK BADUTA


KOTA SURAKARTA
TAHUN 2016

JUMLAH BADUTA PROSENTASE BADUTA


BADUTA STUNTING
NO KECAMATAN PUSKESMAS DILAPORKAN (S) STUNTING
L P L+P L P L+P L P L+P
1 2 3 4 5 6 7 8 9 7 8 9

1 LAWEYAN 1.563 1.626 3.189 64 82 146 4,09% 5,04% 4,58%


PAJANG 751 780 1.531 14 21 35 1,86% 2,69% 2,29%
PENUMPING 366 385 751 47 58 105 12,84% 15,06% 13,98%
PURWOSARI 446 461 907 3 3 6 0,67% 0,65% 0,66%
2 SERENGAN 835 872 1.707 13 13 26 1,56% 1,49% 1,52%
JAYENGAN 475 495 970 11 9 20 2,32% 1,82% 2,06%
KRATONAN 360 377 737 2 4 6 0,56% 1,06% 0,81%
3 PASARKLIWON 1.343 1.358 2.701 38 44 82 2,83% 3,24% 3,04%
GAJAHAN 496 516 1.012 5 6 11 1,01% 1,16% 1,09%
SANGKRAH 847 842 1.689 33 38 71 3,90% 4,51% 4,20%
4 JEBRES 2.257 2.296 4.553 73 75 148 3,23% 3,27% 3,25%
PURWODININGRATAN 424 447 871 5 7 12 1,18% 1,57% 1,38%
NGORESAN 512 522 1.034 7 4 11 1,37% 0,77% 1,06%
SIBELA 802 802 1.604 13 17 30 1,62% 2,12% 1,87%
PUCANGSAWIT 519 525 1.044 48 47 95 9,25% 8,95% 9,10%
5 BANJARSARI 2.774 2.857 5.631 88 90 178 3,17% 3,15% 3,16%
NUSUKAN 481 492 973 29 28 57 6,03% 5,69% 5,86%
MANAHAN 313 329 642 4 6 10 1,28% 1,82% 1,56%
GILINGAN 423 442 865 28 25 53 6,62% 5,66% 6,13%
BANYUANYAR 496 507 1.003 5 5 10 1,01% 0,99% 1,00%
SETABELAN 204 219 423 11 12 23 5,39% 5,48% 5,44%
GAMBIRSARI 857 868 1.725 11 14 25 1,28% 1,61% 1,45%

JUMLAH (KAB/KOTA) 8.772 9.009 17.781 276 304 580 3,15% 3,37% 3,26%
TAHUN 2015 7.029 7.327 14.356

Sumber: Laporan Puskesmas


TABEL 46

CAKUPAN PELAYANAN ANAK BALITA MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS
KOTA SURAKARTA
TAHUN 2016

ANAK BALITA (12-59 BULAN)


MENDAPAT PELAYANAN KESEHATAN (MINIMAL 8 KALI)
NO KECAMATAN PUSKESMAS JUMLAH
L P L+P
L P L+P JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH %
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
0 0 0 #DIV/0! #DIV/0! 0 #DIV/0!
1 LAWEYAN 2.613 2.715 5.328 2.018 77,2 2.027 74,7 4.045 75,9
PAJANG 1.251 1.296 2.547 996 79,6 902 69,6 1.898 74,5
PENUMPING 606 642 1.248 391 64,5 405 63,1 796 63,8
PURWOSARI 756 777 1.533 631 83,5 720 92,7 1.351 88,1
2 SERENGAN 1.407 1.467 2.874 1.317 93,6 1.358 92,6 2.675 93,1
v JAYENGAN 801 834 1.635 546 68,2 582 69,8 1.128 69,0
KRATONAN 809 852 1.661 771 95,3 776 91,1 1.547 93,1
3 PASARKLIWON 2.220 2.253 4.473 1.704 76,8 1.784 79,2 3.488 78,0
GAJAHAN 822 858 1.680 609 74,1 694 80,9 1.303 77,6
SANGKRAH 1.398 1.395 2.793 1.095 78,3 1.090 78,1 2.185 78,2
4 JEBRES 3.732 3.798 7.530 2.912 78,0 3.052 80,4 5.964 79,2
PURWODININGRATAN 717 750 1.467 539 75,2 582 77,6 1.121 76,4
NGORESAN 846 864 1.710 716 84,6 745 86,2 1.461 85,4
SIBELA 1.308 1.311 2.619 1.044 79,8 1.087 82,9 2.131 81,4
PUCANGSAWIT 861 873 1.734 613 71,2 638 73,1 1.251 72,1
5 BANJARSARI 4.590 4.731 9.321 3.909 85,2 4.038 85,4 7.947 85,3
NUSUKAN 804 825 1.629 695 86,4 718 87,0 1.413 86,7
MANAHAN 519 552 1.071 387 74,6 412 74,6 799 74,6
GILINGAN 696 732 1.428 654 94,0 625 85,4 1.279 89,6
BANYUANYAR 822 837 1.659 682 83,0 694 82,9 1.376 82,9
SETABELAN 336 360 696 263 78,3 295 81,9 558 80,2
GAMBIRSARI 1.413 1.425 2.838 1.228 86,9 1.294 90,8 2.522 88,9

JUMLAH (KAB/KOTA) 14.562 14.964 29.526 11.860 81,4 12.259 81,9 24.119 81,7
TAHUN 2015 14.341 14.346 28.687 11.217 78,2 11.584 80,7 22.801 79,5

Sumber: Laporan Puskesmas


TABEL 47

JUMLAH BALITA DITIMBANG MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS


KOTA SURAKARTA
TAHUN 2016

BALITA
JUMLAH BALITA DITIMBANG BGM
NO KECAMATAN PUSKESMAS
DILAPORKAN (S) JUMLAH (D) % (D/S) L P L+P
L P L+P L P L+P L P L+P JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH %
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18
0 0 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! 0 #DIV/0!
1 LAWEYAN 3.484 3.620 7.104 2.277 2.359 4.636 65,4 65,2 65,3 33 5 43 6 76 1,6
PAJANG 1.668 1.728 3.396 1.098 1.148 2.246 65,8 66,4 66,1 11 1,0 14 1,2 25 1,1
PENUMPING 808 856 1.664 503 527 1.030 62,3 61,6 61,9 13 2,6 16 3,0 29 2,8
PURWOSARI 1.008 1.036 2.044 676 684 1.360 67,1 66,0 66,5 9 1,3 13 1,9 22 1,6
2 SERENGAN 1.876 1.956 3.832 1.215 1.282 2.497 64,8 65,5 65,2 30 2,5 33 2,6 63 2,5
JAYENGAN 1.068 1.112 2.180 692 714 1.406 64,8 64,2 64,5 16 2,3 16 2,2 32 2,3
KRATONAN 808 844 1.652 523 568 1.091 64,7 67,3 66,0 14 2,7 17 3,0 31 2,8
3 PASARKLIWON 2.960 3.004 5.964 2.174 2.277 4.451 73,4 75,8 74,6 35 1,6 38 1,7 73 1,6
GAJAHAN 1.096 1.144 2.240 876 914 1.790 79,9 79,9 79,9 2 0,2 1 0,1 3 0,2
SANGKRAH 1.864 1.860 3.724 1.298 1.363 2.661 69,6 73,3 71,5 33 2,5 37 2,7 70 2,6
4 JEBRES 4.976 5.064 10.040 3.837 3.940 7.777 77,1 77,8 77,5 102 2,7 112 2,8 214 2,8
PURWODININGRATAN 956 1.000 1.956 684 716 1.400 71,5 71,6 71,6 26 3,8 31 4,3 57 4,1
NGORESAN 1.128 1.152 2.280 782 837 1.619 69,3 72,7 71,0 19 2,4 20 2,4 39 2,4
SIBELA 1.744 1.748 3.492 1.588 1.602 3.190 91,1 91,6 91,4 16 1,0 19 1,2 35 1,1
PUCANGSAWIT 1.148 1.164 2.312 783 785 1.568 68,2 67,4 67,8 41 5,2 42 5,4 83 5,3
5 BANJARSARI 6.120 6.308 12.428 4.654 4.857 9.703 76,0 77,0 78,1 66 1,4 69 1,4 135 1,4
NUSUKAN 1.072 1.100 2.172 828 847 1.867 77,2 77,0 86,0 2 0,2 1 0,1 3 0,2
MANAHAN 692 736 1.428 426 454 880 61,6 61,7 61,6 12 2,8 10 2,2 22 2,5
GILINGAN 928 976 1.904 605 627 1.232 65,2 64,2 64,7 11 1,8 11 1,8 22 1,8
BANYUANYAR 1.096 1.116 2.212 842 861 1.703 76,8 77,2 77,0 18 2,1 23 2,7 41 2,4
SETABELAN 448 480 928 358 384 742 79,9 80,0 80,0 8 2,2 7 1,8 15 2,0
GAMBIRSARI 1.884 1.900 3.784 1.595 1.684 3.279 84,7 88,6 86,7 15 0,9 17 1,0 32 1,0

JUMLAH (KAB/KOTA) 19.416 19.952 39.368 14.157 14.715 29.064 72,9 73,8 73,8 266 1,9 295 2,0 561 1,9
TAHUN 2015 19.146 20.234 39.380 13.622 14.585 28.207 71,1 72,1 71,6 146 1,1 179 1,2 325 1,2

Sumber: Laporan Puskesmas


TABEL 47.A

STATUS GIZI BALITA MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS


KOTA SURAKARTA
TAHUN 2016

BALITA
JUMLAH BALITA DILAPORKAN GIZI BURUK GIZI KURANG GIZI BAIK GIZI LEBIH
NO KECAMATAN PUSKESMAS
(S) L P L+P L P L+P L P L+P L P L+P
L P L+P ∑ % ∑ % ∑ % ∑ % ∑ % ∑ % ∑ % ∑ % ∑ % ∑ % ∑ % ∑ %
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18
1 LAWEYAN 3.484 3.620 7.104 0 0 0 0 0 0 0 0,0 0 0,0 0 0,0 3.428 98,4 3.556 98,2 6.984 98,3 56 1,6 64 1,8 120 3,4
PAJANG 1.668 1.728 3.396 0 0 0 0 0 0 0,0 0,0 0 0,0 1.627 97,5 1.683 97,4 3.310 97,5 41 2,5 45 2,6 86 5,1
PENUMPING 808 856 1.664 0 0 0 0 0 0 0,0 0,0 0 0,0 799 98,9 847 98,9 1.646 98,9 9 1,1 9 1,1 18 2,1
PURWOSARI 1.008 1.036 2.044 0 0 0 0 0 0 0,0 0,0 0 0,0 1.002 99,4 1.026 99,0 2.028 99,2 6 0,6 10 1,0 16 1,6
2 SERENGAN 1.876 1.956 3.832 0 0 0 0 0 0 0 0,0 0 0,0 0 0,0 1.837 97,9 1.920 98,2 3.757 98,0 39 2,1 36 1,8 75 3,9
JAYENGAN 1.068 1.112 2.180 0 0 0 0 0 0 0,0 0,0 0 0,0 1.052 98,5 1.097 98,7 2.149 98,6 16 1,5 15 1,3 31 2,8
KRATONAN 808 844 1.652 0 0 0 0 0 0 0,0 0,0 0 0,0 785 97,2 823 97,5 1.608 97,3 23 2,8 21 2,5 44 5,3
3 PASARKLIWON 2.960 3.004 5.964 0 0 0 0 0 0 0 0,0 0 0,0 0 0,0 2.924 98,8 2.965 98,7 5.889 98,7 36 1,2 39 1,3 75 2,5
GAJAHAN 1.096 1.144 2.240 0 0 0 0 0 0 0,0 0,0 0 0,0 1.084 98,9 1.133 99,0 2.217 99,0 12 1,1 11 1,0 23 2,0
SANGKRAH 1.864 1.860 3.724 0 0 0 0 0 0 0,0 0,0 0 0,0 1.840 98,7 1.832 98,5 3.672 98,6 24 1,3 28 1,5 52 2,8
4 JEBRES 4.976 5.064 10.040 0 0 0 0 0 0 0 0,0 0 0,0 0 0,0 4.903 98,5 4.990 98,5 9.893 98,5 73 1,5 74 1,5 147 2,9
PURWODININGRATAN 956 1.000 1.956 0 0 0 0 0 0 0,0 0,0 0 0,0 943 98,6 992 99,2 1.935 98,9 13 1,4 8 0,8 21 2,1
NGORESAN 1.128 1.152 2.280 0 0 0 0 0 0 0,0 0,0 0 0,0 1.117 99,0 1.140 99,0 2.257 99,0 11 1,0 12 1,0 23 2,0
SIBELA 1.744 1.748 3.492 0 0 0 0 0 0 0,0 0,0 0 0,0 1.722 98,7 1.723 98,6 3.445 98,7 22 1,3 25 1,4 47 2,7
PUCANGSAWIT 1.148 1.164 2.312 0 0 0 0 0 0 0,0 0,0 0 0,0 1.121 97,6 1.135 97,5 2.256 97,6 27 2,4 29 2,5 56 4,9
5 BANJARSARI 6.120 6.308 12.428 0 0 0 0 0 0 0 0,0 0 0,0 0 0,0 6.011 98,2 6.188 98,1 12.199 98,2 109 1,8 120 1,9 229 3,7
NUSUKAN 1.072 1.100 2.172 0 0 0 0 0 0 0,0 0,0 0 0,0 1.053 98,2 1.079 98,1 2.132 98,2 19 1,8 21 1,9 40 3,7
MANAHAN 692 736 1.428 0 0 0 0 0 0 0,0 0,0 0 0,0 668 96,5 705 95,8 1.373 96,1 24 3,5 31 4,2 55 7,8
GILINGAN 928 976 1.904 0 0 0 0 0 0 0,0 0,0 0 0,0 901 97,1 947 97,0 1.848 97,1 27 2,9 29 3,0 56 5,9
BANYUANYAR 1.096 1.116 2.212 0 0 0 0 0 0 0,0 0,0 0 0,0 1.082 98,7 1.105 99,0 2.187 98,9 14 1,3 11 1,0 25 2,3
SETABELAN 448 480 928 0 0 0 0 0 0 0,0 0,0 0 0,0 440 98,2 474 98,8 914 98,5 8 1,8 6 1,3 14 3,0
GAMBIRSARI 1.884 1.900 3.784 0 0 0 0 0 0 0,0 0,0 0 0,0 1.867 99,1 1.878 98,8 3.745 99,0 17 0,9 22 1,2 39 2,1

JUMLAH (KAB/KOTA) 19.416 19.952 39.368 0 0 0 0 0 0 0 0,0 0 0,0 0 0,0 19.103 98,4 19.619 98,3 38.722 98,4 313 1,6 333 1,7 646 3,3

Sumber: Laporan Puskesmas


TABEL 48

CAKUPAN KASUS BALITA GIZI BURUK YANG MENDAPAT PERAWATAN MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS
KOTA SURAKARTA
TAHUN 2016

KASUS BALITA GIZI BURUK


MENDAPAT PERAWATAN
NO KECAMATAN PUSKESMAS JUMLAH DITEMUKAN
L P L+P
L P L+P S % S % S %
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12

1 LAWEYAN 0 0 0 0 0,0 0 0,0 0 0,0


PAJANG 0 0 0 0 0,0 0 0,0 0 0,0
PENUMPING 0 0 0 0 0,0 0 0,0 0 0,0
PURWOSARI 0 0 0 0 0,0 0 0,0 0 0,0
2 SERENGAN 0 0 0 0 0,0 0 0,0 0 0,0
JAYENGAN 0 0 0 0 0,0 0 0,0 0 0,0
KRATONAN 0 0 0 0 0,0 0 0,0 0 0,0
3 PASARKLIWON 0 0 0 0 0,0 0 0,0 0 0,0
GAJAHAN 0 0 0 0 0,0 0 0,0 0 0,0
SANGKRAH 0 0 0 0 0,0 0 0,0 0 0,0
4 JEBRES 0 0 0 0 0,0 0 0,0 0 0,0
PURWODININGRATAN 0 0 0 0 0,0 0 0,0 0 0,0
NGORESAN 0 0 0 0 0,0 0 0,0 0 0,0
SIBELA 0 0 0 0 0,0 0 0,0 0 0,0
PUCANGSAWIT 0 0 0 0 0,0 0 0,0 0 0,0
5 BANJARSARI 0 0 0 0 0,0 0 0,0 0 0,0
NUSUKAN 0 0 0 0 0,0 0 0,0 0 0,0
MANAHAN 0 0 0 0 0,0 0 0,0 0 0,0
GILINGAN 0 0 0 0 0,0 0 0,0 0 0,0
BANYUANYAR 0 0 0 0 0,0 0 0,0 0 0,0
SETABELAN 0 0 0 0 0,0 0 0,0 0 0,0
GAMBIRSARI 0 0 0 0 0,0 0 0,0 0 0,0

JUMLAH (KAB/KOTA) 0 0 0 0 100,0 0 100,0 0 100,0


TAHUN 2015 0 0 0 0 100 0 0 0 100

Sumber: Laporan Puskesmas


TABEL 49

CAKUPAN PELAYANAN KESEHATAN (PENJARINGAN) SISWA SD & SETINGKAT MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS
KOTA SURAKARTA
TAHUN 2016

MURID KELAS 1 SD DAN SETINGKAT


SD DAN SETINGKAT
MENDAPAT PELAYANAN KESEHATAN (PENJARINGAN)
JUMLAH
NO KECAMATAN PUSKESMAS L P L+P MENDAPAT
PELAYANAN
Σ %
L P L+P Σ % Σ % Σ % KESEHATAN
(PENJARINGAN)
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15
0
1 LAWEYAN 1.317 1.333 2.650 1.317 100 1.333 100 2.650 100 59 59 100
PAJANG 519 580 1.099 519 100 580 100 1.099 100 26 26 100
PENUMPING 454 422 876 454 100 422 100 876 100 15 15 100
PURWOSARI 344 331 675 344 100 331 100 675 100 18 18 100
2 SERENGAN 577 539 1.116 577 100 539 100 1.116 100 29 29 100
JAYENGAN 236 244 480 236 100 244 100 480 100 15 15 100
KRATONAN 341 295 636 341 100 295 100 636 100 14 14 100
3 PASARKLIWON 948 922 1.870 948 100 922 100 1.870 100 43 43 100
GAJAHAN 523 528 1.051 523 100 528 100 1.051 100 19 19 100
SANGKRAH 425 394 819 425 100 394 100 819 100 24 24 100
4 JEBRES 943 921 1.864 943 100 921 100 1.864 100 57 57 100
PURWODININGRATAN 153 154 307 153 100 154 100 307 100 12 12 100
NGORESAN 199 186 385 199 100 186 100 385 100 12 12 100
SIBELA 334 320 654 334 100 320 100 654 100 16 16 100
PUCANGSAWIT 257 261 518 257 100 261 100 518 100 17 17 100
5 BANJARSARI 1.845 1.771 3.616 1.845 100 1.771 100 3.616 100 89 89 100
NUSUKAN 288 279 567 288 100 279 100 567 100 17 17 100
MANAHAN 309 311 620 309 100 311 100 620 100 11 11 100
GILINGAN 315 288 603 315 100 288 100 603 100 15 15 100
BANYUANYAR 347 330 677 347 100 330 100 677 100 15 15 100
SETABELAN 189 191 380 189 100 191 100 380 100 10 10 100
GAMBIRSARI 397 372 769 397 100 372 100 769 100 21 21 100

JUMLAH (KAB/KOTA) 5.630 5.486 11.116 5.630 100 5.486 100 11.116 100 277 277 100
CAKUPAN PENJARINGAN KESEHATAN SISWA SD & SETINGKAT 100 100 100
TAHUN 2015 5.630 5.486 11.116 5.630 100 5.486 100 11.116 100 277 277 100

Sumber: Laporan Puskesmas


TABEL 50

PELAYANAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS


KOTA SURAKARTA
TAHUN 2016

PELAYANAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT


NO KECAMATAN PUSKESMAS PENCABUTAN GIGI RASIO TUMPATAN/
TUMPATAN GIGI TETAP
TETAP PENCABUTAN
1 2 3 4 5 6
#DIV/0!
1 LAWEYAN 1.046 862 1,2
PAJANG 660 469 1,4
PENUMPING 193 306 0,6
PURWOSARI 193 87 2,2
2 SERENGAN 404 154 2,6
JAYENGAN 218 97 2,2
KRATONAN 186 57 3,3
3 PASARKLIWON 1.168 486 2,4
GAJAHAN 907 213 4,3
SANGKRAH 261 273 1,0
4 JEBRES 231 187 1,2
PURWODININGRATAN 128 110 1,2
NGORESAN 21 20 1,1
SIBELA 14 29 0,5
PUCANGSAWIT 68 28 2,4
5 BANJARSARI 1.379 960 1,4
NUSUKAN 261 229 1,1
MANAHAN 348 36 9,7
GILINGAN 90 109 0,8
BANYUANYAR 258 213 1,2
SETABELAN 129 252 0,5
GAMBIRSARI 293 121 2,4

JUMLAH (KAB/ KOTA) 4.228 2.649 1,60


TAHUN 2015 4.166 2.823 1,48

Sumber: Laporan Puskesmas


TABEL 51

PELAYANAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT PADA ANAK SD DAN SETINGKAT MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS
KOTA SURAKARTA
TAHUN 2016

UPAYA KESEHATAN GIGI SEKOLAH

JUMLAH JUMLAH JUMLAH MURID SD/MI MURID SD/MI DIPERIKSA PERLU PERAWATAN MENDAPAT PERAWATAN
NO KECAMATAN PUSKESMAS JUMLAH SD/MI DGN SD/MI
% %
SD/MI SIKAT GIGI MENDAPAT
MASSAL YAN. GIGI
L P L+P L % P % L+P % L P L+P L % P % L+P %
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26
#DIV/0! #DIV/0! - #DIV/0! #DIV/0! - ##### - ##### ##### - #####
1 LAWEYAN 56 6 10,7 40 71,4 5.720 5.426 11.146 1.262 22,1 1.233 22,7 2.495 22,4 68 176 244 39 57,4 62 35,2 101 41,4
PAJANG 25 - 0,0 9 36,0 3.298 3.140 6.438 547 16,6 516 16,4 1.063 16,5 39 126 165 10 25,64 12 9,52 22 13,33
PENUMPING 15 - 0,0 15 100,0 401 403 804 371 92,5 382 94,8 753 93,7 29 50 79 29 100,0 50 100,0 79 100,0
PURWOSARI 16 6 37,5 16 100,0 2.021 1.883 3.904 344 17,0 335 17,8 679 17,4 0 0 0 0 0,0 0 0,0 0 0,0
2 SERENGAN 28 28 100,0 28 100,0 3.195 3.085 6.280 557 17,4 547 17,7 1.104 17,6 129 123 252 129 100,0 123 100,0 252 100,0
v JAYENGAN 15 15 100,0 15 100,0 1.315 1.209 2.524 236 17,9 244 20,2 480 19,0 31 23 54 31 100,0 23 100,0 54 100,0
KRATONAN 13 13 100,0 13 100,0 1.880 1.876 3.756 321 17,1 303 16,2 624 16,6 98 100 198 98 100 100 100 198 100
3 PASARKLIWON 44 25 56,8 44 100,0 5.645 5.671 11.316 895 15,9 847 14,9 1.742 15,4 0 0 0 0 0,0 0 0,0 0 0,0
GAJAHAN 19 - 0,0 19 100,0 2.881 3.232 6.113 447 15,5 457 14,1 904 14,8 16 24 40 16 100 24 100 40 100
SANGKRAH 25 25 100,0 25 100,0 2.764 2.439 5.203 448 16,2 390 16,0 838 16,1 133 150 283 6 4,51 8 5,33 14 4,95
4 JEBRES 57 41 71,9 57 100,0 5.860 5.122 10.982 2.463 42,0 2.296 44,8 4.759 43,3 258 276 534 232 89,9 233 84,4 465 87,1
PURWODININGRATAN 12 12 100,0 12 100,0 889 943 1.832 157 17,7 121 12,8 278 15,2 50 54 104 50 100 50 92,59 100 0,0
NGORESAN 12 12 100,0 12 100,0 1.156 1.106 2.262 358 31,0 390 35,3 748 33,1 30 55 85 25 83 35 63,64 60 70,59
SIBELA 16 - 0,0 16 100,0 2.178 1.559 3.737 311 14,3 271 17,4 582 15,6 26 21 47 5 19,2 2 9,5 7 14,9
PUCANGSAWIT 17 17 100,0 17 100,0 1.637 1.514 3.151 1.637 100,0 1.514 100,0 3.151 100,0 152 146 298 152 100 146 100 298 0,0
5 BANJARSARI 88 51 58,0 88 100,0 11.091 10.882 21.973 1.784 16,1 1.687 15,5 3.471 15,8 0 0 0 0 0,0 0 0,0 0 0,0
NUSUKAN 16 5 31,3 16 100,0 1.632 1.641 3.273 256 15,7 260 15,8 516 15,8 183 142 325 50 27,32 92 64,79 142 43,69
MANAHAN 11 3 27,3 11 100,0 1.955 2.511 4.466 315 16,1 263 10,5 578 12,9 177 134 311 0 0,0 0 0,0 0 0,0
GILINGAN 15 15 100,0 15 100,0 1.761 1.585 3.346 315 17,9 288 18,2 603 18,0 0 0 0 0 0,0 0 0,0 0 0,0
v BANYUANYAR 15 15 100,0 15 100,0 2.104 1.879 3.983 353 16,8 345 18,4 698 17,5 156 139 295 97 62,18 102 73,38 199 67,46
SETABELAN 10 10 100,0 10 100,0 1.156 1.092 2.248 159 13,8 167 15,3 326 14,5 23 16 39 23 100 16 100 39 0,0
GAMBIRSARI 21 3 14,3 21 100,0 2.483 2.174 4.657 386 15,5 364 16,7 750 16,1 139 152 291 91 65,47 98 64,47 189 64,95

JUMLAH (KAB/ KOTA) 273 151 55,3 257 94,1 31.511 30.186 61.697 6.961 22,1 6.610 21,9 13.571 22,0 455 575 1.030 400 87,9 418 72,7 818 79,4
TAHUN 2015 277 277 100,0 277 100,0 32.954 31.816 64.770 5.630 17,1 5.486 17,2 11.116 17,2 140 121 261 140 100,0 121 100,0 261 100,0

Sumber: Laporan Puskesmas


TABEL 51.a

PERSENTASE REMAJA PUTRI MENDAPAT TABLET TAMBAH DARAH


KOTA SURAKARTA
TAHUN 2016

JUMLAH MENDAPAT TABLET Fe


NO KECAMATAN PUSKESMAS REMAJA
JUMLAH %
PUTRI
1 2 3 4 5 6
0 #DIV/0!
1 LAWEYAN 8.687 3.124 36,0
PAJANG 4.147 348 8,4
PENUMPING 2.052 896 43,7
PURWOSARI 2.488 1.880 75,6
2 SERENGAN 4.684 1.336 28,5
JAYENGAN 2.667 887 33,3
KRATONAN 2.017 449 22,3
3 PASARKLIWON 7.199 1.404 19,5
GAJAHAN 2.734 610 22,3
SANGKRAH 4.465 794 17,8
4 JEBRES 12.144 2.231 18,4
PURWODININGRATAN 2.404 1.061 44,1
NGORESAN 2.762 374 13,5
SIBELA 4.187 582 13,9
PUCANGSAWIT 2.791 214 7,7
5 BANJARSARI 15.118 6.858 45,4
NUSUKAN 2.639 1.800 68,2
MANAHAN 1.756 362 20,6
GILINGAN 2.341 1.753 74,9
BANYUANYAR 2.676 1.395 52,1
SETABELAN 1.150 1.022 88,9
GAMBIRSARI 4.556 526 11,5

JUMLAH (KAB/KOTA) 47.832 14.953 31,3


TAHUN 2015

Sumber: Laporan Puskesmas


TABEL 52

CAKUPAN PELAYANAN KESEHATAN USIA LANJUT MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS
KOTA SURAKARTA
TAHUN 2016

USILA (60TAHUN+)
NO KECAMATAN PUSKESMAS
JUMLAH MENDAPAT PELAYANAN KESEHATAN
L P L+P L % P % L+P %
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
0
1 LAWEYAN 3.896 5.087 8.983 3.168 81,31 4.152 81,62 7.320 81,49
PAJANG 1.865 2.428 4.293 1.865 100,00 2.428 100,00 4.293 100,00
PENUMPING 905 1.202 2.107 905 100,00 1.202 100,00 2.107 100,00
PURWOSARI 1.126 1.457 2.583 398 35,35 522 35,83 920 35,62
2 SERENGAN 2.098 2.742 4.840 853 40,66 1.109 40,44 1.962 40,54
JAYENGAN 1.196 1.561 2.757 241 20,15 280 17,94 521 18,90
KRATONAN 902 1.181 2.083 612 67,85 829 70,19 1.441 69,18
3 PASARKLIWON 3.313 4.214 7.527 1.025 30,94 1.454 34,50 2.479 32,93
GAJAHAN 1.228 1.600 2.828 13 1,06 33 2,06 46 1,63
SANGKRAH 2.085 2.614 4.699 1.012 48,54 1.421 54,36 2.433 51,78
4 JEBRES 5.564 7.111 12.675 3.064 55,07 3.965 55,76 5.421 42,77
PURWODININGRATAN 1.066 1.408 2.474 1.066 100,00 1.408 100,00 2.474 100,00
NGORESAN 1.263 1.617 2.880 185 14,65 244 15,09 429 14,90
SIBELA 1.953 2.452 4.405 531 27,19 679 27,69 1.210 27,47
PUCANGSAWIT 1.282 1.634 2.916 1.282 100,00 1.634 100,00 1.308 44,86
5 BANJARSARI 6.852 8.852 15.704 4.838 70,61 6.364 71,89 11.202 71,33
NUSUKAN 1.200 1.545 2.745 1.200 100,00 1.545 100,00 2.745 100,00
MANAHAN 774 1.028 1.802 678 87,60 975 94,84 1.653 91,73
GILINGAN 1.041 1.370 2.411 74 7,11 116 8,47 190 7,88
BANYUANYAR 1.227 1.567 2.794 276 22,49 386 24,63 662 23,69
SETABELAN 503 674 1.177 503 100,00 674 100,00 1.177 100,00
GAMBIRSARI 2.107 2.668 4.775 2.107 100,00 2.668 100,00 4.775 100,00

JUMLAH (KAB/KOTA) 21.723 28.006 49.729 12.948 59,61 17.044 60,86 28.384 57,08
TAHUN 2015 19.767 26.164 45.931 12.557 63,53 18.263 69,80 30.820 67,10

Sumber: Laporan Puskesmas


TABEL 53

CAKUPAN JAMINAN KESEHATAN PENDUDUK MENURUT JENIS JAMINAN DAN JENIS KELAMIN
KOTA SURAKARTA
TAHUN 2016

PESERTA JAMINAN KESEHATAN


NO JENIS JAMINAN KESEHATAN JUMLAH %
L P L+P L P L+P
1 2 3 4 5 6 7 8

1 Jaminan Kesehatan Nasional 207.278 215.923 423.201 76,05 77,01 76,54

1.1 Penerima Bantuan Iuran (PBI) APBN 78.346 80.249 158.595 28,74 28,62 28,68

1.2 PBI APBD 9.700 9.978 19.678 3,56 3,56 3,56

1.3 Pekerja penerima upah (PPU) 82.565 81.232 163.797 30,29 28,97 29,62

1.4 Pekerja bukan penerima upah (PBPU)/mandiri 25.030 25.728 50.758 9,18 9,18 9,18

1.5 Bukan pekerja (BP) 11.637 18.736 30.373 4,27 6,68 5,49

2 Jamkesda 0 0 0 0,00 0,00 0,00

3 Asuransi Swasta 0 0,00 0,00 0,00

4 Asuransi Perusahaan 0 0,00 0,00 0,00

JUMLAH (KAB/KOTA) 207.278 215.923 423.201 76,05 77,01 76,54


TAHUN 2015 334.517 349.923 684.440 122,73 124,81 123,78

Sumber: BPJS Kesehatan KCU Surakarta


TABEL 54

JUMLAH KUNJUNGAN RAWAT JALAN, RAWAT INAP, DAN KUNJUNGAN GANGGUAN JIWA DI SARANA PELAYANAN KESEHATAN
KOTA SURAKARTA
TAHUN 2016

JUMLAH KUNJUNGAN KUNJUNGAN GANGGUAN JIWA


NO SARANA PELAYANAN KESEHATAN RAWAT JALAN RAWAT INAP JUMLAH
L P L+P L P L+P L P L+P
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11

1 Puskesmas Pajang 15.984 37.904 53.888 10 39 49 11 8 19


2 Puskesmas Penumping 9.321 16.546 25.867 0 15 19 34
3 Puskesmas Purwosari 11.463 20.777 32.240 0 46 50 96
4 Puskesmas Jayengan 11.782 20.296 32.078 0 78 53 131
5 Puskesmas Kratonan 15.276 19.629 34.905 0 14 18 32
6 Puskesmas Gajahan 14.575 27.841 42.416 53 199 252 39 41 80
7 Puskesmas Sangkrah 22.559 34.963 57.522 0 115 173 288
8 Puskesmas Purwodiningratan 12.904 18.928 31.832 0 68 51 119
9 Puskesmas Ngoresan 12.749 21.474 34.223 0 0
10 Puskesmas Sibela 21.467 28.176 49.643 47 118 165 148 155 303
11 Puskesmas Pucangsawit 10.586 18.687 29.273 0 36 31 67
12 Puskesmas Nusukan 16.403 26.984 43.387 0 18 27 45
13 Puskesmas Manahan 11.205 16.481 27.686 0 79 57 28
14 Puskesmas Gilingan 10.028 17.028 27.056 0 66 71 215
15 Puskesmas Banyuanyar 16.947 22.069 39.016 66 169 235 117 68 84
16 Puskesmas Setabelan 11.752 17.086 28.838 0 97 108 205
17 Puskesmas Gambirsari 12.779 26.139 38.918 0 103 92 100

SUB JUMLAH I 237.780 391.008 628.788 176 525 701 1.050 1.022 1.846

1 RSUD Dr. Moewardi 142.733 150.951 293.684 15.692 21.671 37.363 47 10 57


2 RS Slamet Riyadi 12.963 14.963 27.926 660 868 1.528 360 360 720
3 RS Dr Oen Surakarta 67.805 93.600 161.405 6.967 8.664 15.631 269 183 452
4 RS Brayat Minulyo 3.732 4.816 8.548 2.326 2.605 4.931 0 0 0
5 RS Panti Waluyo 69.149 96.499 165.648 4.173 5.854 10.027 3.613 3.315 6.928
6 RS Kasih Ibu 99.401 133.766 233.167 6.200 7.780 13.980 447 444 891
7 RS PKU Muhammadiyah Ska 56.567 91.954 148.521 7.997 12.835 20.832 77 110 187
8 RSUI Kustati 34.672 3.805 38.477 7.969 6.970 14.939 106 169 275
9 RS Tri Harsi 3.443 3.194 6.637 155 227 382 0 0 0
10 RSUD Kota Surakarta 34.938 48.649 83.587 4.103 6.663 10.766 935 812 1.747
11 RS Hermina 20.529 33.221 53.750 1.543 2.223 3.766 1.035 640 1.675
12 RSJD Surakarta 46.116 32.773 78.889 1.901 1.007 2.908 22.796 15.414 38.210
13 RS Mata Solo 31.460 38.423 69.883 212 192 404 0 0 0

SUB JUMLAH II 623.508 746.614 1.370.122 59.898 77.559 137.457 29.685 21.457 51.142

1 Klinik Puri Waluyo (Jiwa & Syaraf) 2.600 2.322 4.922 73 76 149 1.881 1.803 3.684
2 0 0 0
3 0 0 0

SUB JUMLAH III 2.600 2.322 4.922 73 76 149 1.881 1.803 3.684
JUMLAH (KAB/KOTA) 863.888 1.139.944 2.003.832 60.147 78.160 138.307 32.616 24.282 56.672
JUMLAH PENDUDUK KAB/KOTA 248.066 262.011 510.077 248.066 262.011 510.077
CAKUPAN KUNJUNGAN (%) 348,2 435,1 392,8 24,2 29,8 27,1
TAHUN 2015 624.145 909.443 1.533.588 63.510 75.094 138.604 27.804 21.575 49.379

Sumber: Laporan Puskesmas dan RS


Catatan: Puskesmas non rawat inap hanya melayani kunjungan rawat jalan
TABEL 55

ANGKA KEMATIAN PASIEN DI RUMAH SAKIT


KOTA SURAKARTA
TAHUN 2016

JUMLAH PASIEN KELUAR (HIDUP PASIEN KELUAR MATI


a PASIEN KELUAR MATI GDR NDR
NO NAMA RUMAH SAKIT TEMPAT + MATI) ≥ 48 JAM DIRAWAT
TIDUR L P L+P L P L+P L P L+P L P L+P L P L+P
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18

1 RSUD Dr. Moewardi 775 15.692 21.671 37.363 1.605 1.425 3.030 1.026 947 1.973 10,2 6,6 8,1 6,5 4,4 5,3
2 RS Slamet Riyadi 64 1.267 1.288 2.555 5 3 8 2 1 3 0,4 0,2 0,3 0,2 0,1 0,1
3 RS Dr Oen Surakarta 225 6.992 8.667 15.659 317 257 574 172 163 335 4,5 3,0 3,7 2,5 1,9 2,1
4 RS Brayat Minulyo 108 2.809 3.183 5.992 60 74 134 19 31 50 2,1 2,3 2,2 0,7 1,0 0,8
5 RS Panti Waluyo 156 4.173 5.854 10.027 151 144 295 53 70 123 3,6 2,5 2,9 1,3 1,2 1,2
6 RS Kasih Ibu 200 5.264 7.620 12.884 87 67 154 43 45 88 1,7 0,9 1,2 0,8 0,6 0,7
7 RS PKU Muhammadiyah Ska 232 9.648 15.960 25.608 87 111 198 123 155 278 0,9 0,7 0,8 1,3 1,0 1,1
8 RSUI Kustati 199 11.844 11.817 23.661 154 131 285 81 72 153 1,3 1,1 1,2 0,7 0,6 0,6
9 RS Tri Harsi 50 175 224 399 0 0 0 0 0 0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0
10 RSUD Kota Surakarta 101 4.378 4.597 8.975 147 132 279 38 39 77 3,4 2,9 3,1 0,9 0,8 0,9
11 RS Hermina 43 1.644 2.028 3.672 19 20 39 5 6 11 1,2 1,0 1,1 0,3 0,3 0,3
12 RSJD Surakarta 340 1.901 1.007 2.908 0 0 0 0 0 0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0
13 RS Mata Solo 20 212 192 404 0 0 0 0 0 0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0

KABUPATEN/KOTA 2.513 65.999 84.108 150.107 2.632 2.364 4.996 1.562 1.529 3.091 4,0 2,8 3,3 2,4 1,8 2,1
TAHUN 2015 2.483 65.671 79.659 145.330 2.428 2.032 4.460 1.564 1.368 2.932 3,7 2,6 3,1 2,4 1,7 2,0

Sumber: Laporan RS
a
Keterangan: termasuk rumah sakit swasta
TABEL 56

INDIKATOR KINERJA PELAYANAN DI RUMAH SAKIT


KOTA SURAKARTA
TAHUN 2016

a JUMLAH PASIEN KELUAR JUMLAH HARI JUMLAH LAMA


NO NAMA RUMAH SAKIT BOR (%) BTO (KALI) TOI (HARI) ALOS (HARI)
TEMPAT TIDUR (HIDUP + MATI) PERAWATAN DIRAWAT

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

1 RSUD Dr. Moewardi 775 37.363 205.151 143.829 72,52 48,21 2,08 3,85
2 RS Slamet Riyadi 64 2.555 11.415 11.415 48,87 39,92 4,68 4,47
3 RS Dr Oen Surakarta 225 15.659 59.223 59.383 72,11 69,60 1,46 3,79
4 RS Brayat Minulyo 108 5.992 25.100 21.008 63,67 55,48 2,39 3,51
5 RS Panti Waluyo 156 10.027 41.056 32.058 72,10 64,28 1,58 3,20
6 RS Kasih Ibu 200 12.884 44.059 42.525 60,35 64,42 2,25 3,30
7 RS PKU Muhammadiyah Ska 232 25.608 65.990 63.981 77,93 110,38 0,73 2,50
8 RSUI Kustati 199 23.661 44.217 61.318 60,88 118,90 1,20 2,59
9 RS Tri Harsi 50 399 1.055 1.178 5,78 7,98 43,10 2,95
10 RSUD Kota Surakarta 101 8.975 25.734 25.758 69,81 88,86 1,24 2,87
11 RS Hermina 43 3.672 8.881 8.910 56,58 85,40 1,86 2,43
12 RSJD Surakarta 340 2.908 93.849 93.330 75,62 8,55 10,40 32,09
13 RS Mata Solo 20 404 1.890 1.841 25,89 20,20 13,39 4,56

KABUPATEN/KOTA 2.513 150.107 627.620 566.534 68,4 59,7 1,9 3,8


TAHUN 2015 2.483 145.330 615.079 560.462 67,9 58,5 2,0 3,9

Sumber: Laporan RS
a
Keterangan: termasuk rumah sakit swasta
TABEL 57

PERSENTASE RUMAH TANGGA BERPERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (BER-PHBS) MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS
KOTA SURAKARTA
TAHUN 2016

RUMAH TANGGA
NO KECAMATAN PUSKESMAS JUMLAH JUMLAH
JUMLAH % DIPANTAU % BER- PHBS
DIPANTAU BER- PHBS
1 2 3 4 5 6 7 8
#DIV/0! #DIV/0!
1 LAWEYAN 31.017 17.150 55,3 14.241 83,0
PAJANG 14.827 7.250 48,9 4.871 67,2
PENUMPING 7.264 3.721 51,2 3.649 98,1
PURWOSARI 8.926 6.179 69,2 5.721 92,6
2 SERENGAN 16.713 13.285 79,5 10.355 77,9
JAYENGAN 9.523 6.095 64,0 5.665 92,9
KRATONAN 7.190 7.190 100,0 4.690 65,2
3 PASARKLIWON 26.032 19.620 75,4 13.900 70,8
GAJAHAN 9.766 3.354 34,3 3.264 97,3
SANGKRAH 16.266 16.266 100,0 10.636 65,4
4 JEBRES 43.814 28.538 65,1 26.924 94,3
PURWODININGRATAN 8.531 7.602 89,1 6.821 89,7
NGORESAN 9.957 8.292 83,3 8.062 97,2
SIBELA 15.242 12.482 81,9 11.904 95,4
PUCANGSAWIT 10.084 162 1,6 137 84,6
5 BANJARSARI 54.266 52.638 97,0 31.922 60,6
NUSUKAN 9.486 9.486 100,0 5.555 58,6
MANAHAN 6.218 6.218 100,0 3.485 56,0
GILINGAN 8.325 6.697 80,4 5.254 78,5
BANYUANYAR 9.662 9.662 100,0 5.146 53,3
SETABELAN 4.059 4.059 100,0 2.245 55,3
GAMBIRSARI 16.516 16.516 100,0 10.237 62,0

JUMLAH (KAB/KOTA) 171.842 131.231 76,4 97.342 74,2


TAHUN 2015 162.198 98.710 60,9 91.370 92,6

Sumber: Laporan Puskesmas


TABEL 58

PERSENTASE RUMAH SEHAT MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS


KOTA SURAKARTA
TAHUN 2016

TAHUN 2015 TAHUN 2016


RUMAH MEMENUHI SYARAT JUMLAH RUMAH DIBINA MEMENUHI RUMAH MEMENUHI SYARAT
JUMLAH RUMAH DIBINA
(RUMAH SEHAT) RUMAH YANG SYARAT (RUMAH SEHAT)
NO KECAMATAN PUSKESMAS SELURUH
BELUM
RUMAH
JUMLAH % MEMENUHI JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH %
SYARAT
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13
#DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! - #DIV/0!
1 LAWEYAN 16.965 14.040 82,76 0 141 4,82 67 47,52 14.107 83,15
PAJANG 7.267 5.493 75,59 1.774 21 1,18 15 71,43 5.508 75,79
PENUMPING 4.987 4.758 95,41 229 48 20,96 2 4,17 4.760 95,45
PURWOSARI 4.711 3.789 80,43 922 72 7,81 50 69,44 3.839 81,49
2 SERENGAN 10.336 8.239 79,71 2.097 60 2,86 8 13,33 8.247 79,79
JAYENGAN 5.488 4.770 86,92 718 30 4,18 8 26,67 4.778 87,06
KRATONAN 4.848 3.469 71,56 1.379 30 2,18 0 0,00 3.469 71,56
3 PASARKLIWON 12.222 5.799 47,45 6.423 87 1,35 15 17,24 5.814 47,57
GAJAHAN 4.755 2.953 62,10 1.802 37 2,05 10 27,03 2.963 62,31
SANGKRAH 7.467 2.846 38,11 4.621 50 1,08 5 10,00 2.851 38,18
4 JEBRES 27.350 19.473 71,20 7.877 169 2,15 8 4,73 19.481 71,23
PURWODININGRA 5.944 4.514 75,94 1.430 50 3,50 0 0,00 4.514 75,94
NGORESAN 6.702 4.342 64,79 2.360 60 2,54 0 0,00 4.342 64,79
SIBELA 9.093 6.542 71,95 2.551 34 1,33 0 0,00 6.542 71,95
PUCANGSAWIT 5.611 4.075 72,63 1.536 25 1,63 8 32,00 4.083 72,77
5 BANJARSARI 35.919 27.117 75,49 8.802 196 2,23 2 1,02 27.119 75,50
NUSUKAN 7.200 5.866 81,47 1.334 - 0,00 0 #DIV/0! 5.866 81,47
MANAHAN 5.942 5.035 84,74 907 35 3,86 0 0,00 5.035 84,74
GILINGAN 5.983 3.456 57,76 2.527 50 1,98 1 2,00 3.457 57,78
BANYUANYAR 5.500 4.065 73,91 1.435 30 2,09 1 3,33 4.066 73,93
SETABELAN 2.612 2.365 90,54 247 30 12,15 0 0,00 2.365 90,54
GAMBIRSARI 8.682 6.330 72,91 2.352 51 2,17 0 0,00 6.330 72,91

JUMLAH (KAB/KOTA) 102.792 74.668 72,64 28.124 653 2,32 100 15,31 74.768 72,74
TAHUN 2015 102.792 74.568 72,54 28.479 653 2,29 100 15,31 74.668 72,64

Sumber: Laporan Puskesmas


TABEL 59

PENDUDUK DENGAN AKSES BERKELANJUTAN TERHADAP AIR MINUM BERKUALITAS (LAYAK) MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS
KOTA SURAKARTA
TAHUN 2016

BUKAN JARINGAN PERPIPAAN


PENDUDUK DENGAN
AKSES
PERPIPAAN (PDAM,BPSPAM) BERKELANJUTAN
SUMUR GALI TERLINDUNG SUMUR GALI DENGAN POMPA SUMUR BOR DENGAN POMPA TERMINAL AIR MATA AIR TERLINDUNG PENAMPUNGAN AIR HUJAN TERHADAP AIR MINUM
LAYAK

NO KECAMATAN PUSKESMAS PENDUDUK


MEMENUHI MEMENUHI MEMENUHI MEMENUHI

JUMLAH SARANA

JUMLAH SARANA

JUMLAH SARANA

JUMLAH SARANA

JUMLAH SARANA

JUMLAH SARANA

JUMLAH SARANA
MEMENUHI SYARAT MEMENUHI SYARAT MEMENUHI SYARAT
SYARAT SYARAT SYARAT SYARAT

PENGGUNA

PENGGUNA

PENGGUNA

PENGGUNA

PENGGUNA

PENGGUNA

PENGGUNA
PENDUDUK

PENDUDUK

PENDUDUK

PENDUDUK

PENDUDUK

PENDUDUK

PENDUDUK
JUMLAH

JUMLAH

JUMLAH

JUMLAH

JUMLAH

JUMLAH

JUMLAH

JUMLAH
PENGGUNA

PENGGUNA

PENGGUNA

PENGGUNA

PENGGUNA

PENGGUNA

PENGGUNA
PENDUDUK

PENDUDUK

PENDUDUK

PENDUDUK

PENDUDUK

PENDUDUK

PENDUDUK
SARANA

SARANA

SARANA

SARANA

SARANA

SARANA

SARANA
JUMLAH

JUMLAH

JUMLAH

JUMLAH

JUMLAH

JUMLAH

JUMLAH

JUMLAH

JUMLAH

JUMLAH

JUMLAH

JUMLAH

JUMLAH

JUMLAH

%
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34

1 LAWEYAN 99.802 4.143 19.897 207 858 9.366 43.976 886 3.544 - - - - - - - - - - - - - - - - 4.747 24.035 4.747 24.035 28.437 28,49
PAJANG 47.708 2.256 11.506 30 150 4.917 23.899 180 720 - - - - - - - - - - - - - - - - 1.486 7.580 1.486 7.580 8.450 17,71
PENUMPING 23.374 955 4.011 90 360 2.520 10.257 40 160 - - - - - - - - - - - - - - - - 1.160 5.905 1.160 5.905 6.425 27,49
PURWOSARI 28.720 932 4.380 87 348 1.929 9.820 666 2.664 - - - - - - - - - - - - - - - - 2.101 10.550 2.101 10.550 13.562 47,22
2 SERENGAN 53.773 4.077 19.723 1.056 3.662 2.577 12.094 2.299 9.196 - - - - - - - - - - - - - - - - 2.801 12.776 2.801 12.776 25.634 47,67
JAYENGAN 30.639 2.494 10.225 494 1.976 1.875 7.636 1.610 6.440 - - - - - - - - - - - - - - - - 1.407 7.200 1.407 7.200 15.616 50,97
KRATONAN 23.134 1.583 9.498 562 1.686 702 4.458 689 2.756 - - - - - - - - - - - - - - - - 1.394 5.576 1.394 5.576 10.018 43,30
3 PASARKLIWON 83.764 1.698 11.278 286 1.144 4.738 28.842 1.350 5.400 - - - - - - - - - - - - - - - - 6.579 35.745 6.579 35.745 42.289 50,49
GAJAHAN 31.425 507 2.941 34 136 1.830 11.168 314 1.256 - - - - - - - - - - - - - - - - 2.322 12.420 2.322 12.420 13.812 43,95
SANGKRAH 52.339 1.191 8.337 252 1.008 2.908 17.674 1.036 4.144 - - - - - - - - - - - - - - - - 4.257 23.325 4.257 23.325 28.477 54,41
4 JEBRES 140.981 3.740 26.980 1.606 6.424 4.380 30.539 2.665 10.660 - - - - - - - - - - - - - - - - 16.382 83.500 16.382 83.500 100.584 71,35
PURWODININGRATAN 27.451 587 4.109 0 0 1.125 8.399 480 1.920 - - - - - - - - - - - - - - - - 2.104 11.285 2.104 11.285 13.205 48,10
NGORESAN 32.038 1.440 12.960 869 3.476 1.151 10.478 1.144 4.576 - - - - - - - - - - - - - - - - 3.368 16.900 3.368 16.900 24.952 77,88
SIBELA 49.044 256 2.048 44 176 53 1.407 19 76 - - - - - - - - - - - - - - - - 8.270 41.350 8.270 41.350 41.602 84,83
PUCANGSAWIT 32.448 1.457 7.863 693 2.772 2.051 10.255 1.022 4.088 - - - - - - - - - - - - - - - - 2.640 13.965 2.640 13.965 20.825 64,18
5 BANJARSARI 174.610 6.640 30.896 1.749 6.996 13.410 73.949 7.916 31.664 - - - - - - - - - - - - - - - - 12.498 55.847 12.498 55.847 94.507 54,12
NUSUKAN 30.522 1.138 6.828 297 1.188 2.105 10.696 1.004 4.016 - - - - - - - - - - - - - - - - 2.103 10.605 2.103 10.605 15.809 51,80
MANAHAN 20.006 1.372 4.116 494 1.976 2.430 5.822 540 2.160 - - - - - - - - - - - - - - - - 1.697 8.530 1.697 8.530 12.666 63,31
GILINGAN 26.787 1.414 7.070 450 1.800 2.157 9.639 1.569 6.276 - - - - - - - - - - - - - - - - 1.897 7.588 1.897 7.588 15.664 58,48
BANYUANYAR 31.091 1.850 7.400 98 392 2.063 17.774 1.217 4.868 - - - - - - - - - - - - - - - - 1.717 3.434 1.717 3.434 8.694 27,96
SETABELAN 13.059 290 1.450 135 540 1.020 4.430 521 2.084 - - - - - - - - - - - - - - - - 1.189 5.945 1.189 5.945 8.569 65,62
GAMBIRSARI 53.145 576 4.032 275 1.100 3.635 25.588 3.065 12.260 - - - - - - - - - - - - - - - - 3.895 19.745 3.895 19.745 33.105 62,29

JUMLAH (KAB/KOTA) 552.930 20.298 108.774 4.904 19.084 34.471 189.400 15.116 60.464 - - - - - - - - - - - - - - - - 43.007 211.903 43.007 211.903 510.077 92,249833
TAHUN 2015 510.077 20.298 108.774 4.904 19.084 34.471 189.400 15.116 60.464 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 43.007 211.903 43.007 211.903 510.077 100

Sumber: Laporan Puskesmas


TABEL 60

PERSENTASE KUALITAS AIR MINUM DI PENYELENGGARA AIR MINUM YANG MEMENUHI SYARAT KESEHATAN
KOTA SURAKARTA
TAHUN 2016

JUMLAH MEMENUHI SYARAT


JUMLAH SAMPEL (FISIK, BAKTERIOLOGI, DAN KIMIA)
NO KECAMATAN PUSKESMAS PENYELENGGARA
DIPERIKSA
AIR MINUM
JUMLAH %
1 2 3 4 5 6 7

1 LAWEYAN 27 173 156 90,17


PAJANG 15 45 38 84,44
PENUMPING 6 64 55 85,94
PURWOSARI 6 64 63 98,44
2 SERENGAN 12 47 43 91,49
JAYENGAN 6 27 26 96,30
KRATONAN 6 20 17 85,00
3 PASARKLIWON 15 67 54 80,60
GAJAHAN 6 17 15 88,24
SANGKRAH 9 50 39 78,00
4 JEBRES 47 145 126 86,90
PURWODININGRATAN 4 40 38 95,00
NGORESAN 6 30 28 93,33
SIBELA 23 33 27 81,82
PUCANGSAWIT 14 42 33 78,57
5 BANJARSARI 63 311 270 86,82
NUSUKAN 18 124 107 86,29
MANAHAN 5 0 0 0,00
GILINGAN 7 92 82 89,13
BANYUANYAR 11 74 64 86,49
SETABELAN 0 0 0 0,00
GAMBIRSARI 22 21 17 80,95

JUMLAH (KAB/KOTA) 164 743 649 87,35


TAHUN 2015 146 87 65 74,71
TABEL 61

PENDUDUK DENGAN AKSES TERHADAP FASILITAS SANITASI YANG LAYAK (JAMBAN SEHAT) MENURUT JENIS JAMBAN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS
KOTA SURAKARTA
TAHUN 2016

JENIS SARANA JAMBAN PENDUDUK DENGAN


KOMUNAL LEHER ANGSA PLENGSENGAN CEMPLUNG AKSES SANITASI
LAYAK (JAMBAN

PENDUDUK
MEMENUHI SYARAT MEMENUHI SYARAT MEMENUHI SYARAT MEMENUHI SYARAT SEHAT)

JUMLAH SARANA

JUMLAH SARANA

JUMLAH SARANA

JUMLAH SARANA
JUMLAH

PENGGUNA

PENGGUNA

PENGGUNA

PENGGUNA
PENDUDUK

PENDUDUK

PENDUDUK

PENDUDUK
NO KECAMATAN PUSKESMAS

% PENDUDUK

% PENDUDUK

% PENDUDUK

% PENDUDUK
JUMLAH

JUMLAH

JUMLAH

JUMLAH
PENGGUNA

PENGGUNA

PENGGUNA

PENGGUNA
PENGGUNA

PENGGUNA

PENGGUNA

PENGGUNA
PENDUDUK

PENDUDUK

PENDUDUK

PENDUDUK
SARANA

SARANA

SARANA

SARANA
JUMLAH

JUMLAH

JUMLAH

JUMLAH

JUMLAH

JUMLAH

JUMLAH

JUMLAH
JUMLAH %

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26

1 LAWEYAN 99.802 48 1.722 9 580 33,68 15.904 63.616 13.778 55.112 87 - - - - 0,00 - - - - 0,00 55.692 55,8
PAJANG 47.708 26 632 8 400 63,29 7.263 29.052 7.124 28.496 98 - - - - 0,00 - - - - 0,00 28.896 60,6
PENUMPING 23.374 17 615 0 0 0,00 4.149 16.596 2.885 11.540 70 - - - - 0,00 - - - - 0,00 11.540 49,4
PURWOSARI 28.720 5 475 1 180 37,89 4.492 17.968 3.769 15.076 84 - - - - 0,00 - - - - 0,00 15.256 53,1
2 SERENGAN 53.773 39 880 0 0 0,00 9.658 38.632 8.731 34.924 90 - - - - 0,00 0,00 34.924 64,9
JAYENGAN 30.639 39 880 0 0 0,00 5.129 20.516 4.734 18.936 92 - - - - 0,00 - - - - 0,00 18.936 61,8
KRATONAN 23.134 0 0 0 0 0,00 4.529 18.116 3.997 15.988 88 - - - - 0,00 - - - - 0,00 15.988 69,1
3 PASARKLIWON 83.764 91 10.800 8 1.980 18,33 9.655 38.620 7.809 31.236 81 - - - - 0,00 0,00 33.216 39,7
GAJAHAN 31.425 57 4.080 2 360 8,82 4.585 18.340 4.024 16.096 88 - - - - 0,00 - - - - 0,00 16.456 52,4
SANGKRAH 52.339 34 6.720 6 1.620 24,11 5.070 20.280 3.785 15.140 75 - - - - 0,00 - - - - 0,00 16.760 32,0
4 JEBRES 140.981 77 11.540 23 3.220 27,90 25.400 101.600 23.881 95.524 94 - - - - 0,00 0,00 98.744 70,0
PURWODININGRATAN 27.451 15 552 6 300 54,35 4.758 19.032 4.720 18.880 99 - - - - 0,00 - - - - 0,00 19.180 69,9
NGORESAN 32.038 14 1.484 4 720 48,52 6.318 25.272 5.733 22.932 91 - - - - 0,00 - - - - 0,00 23.652 73,8
SIBELA 49.044 40 2.272 3 520 22,89 8.775 35.100 8.056 32.224 92 - - - - 0,00 - - - - 0,00 32.744 66,8
PUCANGSAWIT 32.448 8 7.232 10 1.680 23,23 5.549 22.196 5.372 21.488 97 - - - - 0,00 - - - - 0,00 23.168 71,4
5 BANJARSARI 174.610 105 11.642 9 1.180 10,14 32.201 128.804 30.528 117.140 91 - - - - 0,00 0,00 118.320 67,8
NUSUKAN 30.522 14 1.750 3 360 20,57 6.828 27.312 6.774 27.096 99 - - - - 0,00 - - - - 0,00 27.456 90,0
MANAHAN 20.006 15 460 0 0 0,00 4.028 16.112 4.972 14.916 93 - - - - 0,00 - - - - 0,00 14.916 74,6
GILINGAN 26.787 33 7.141 2 360 5,04 5.179 20.716 3.568 14.272 69 - - - - 0,00 - - - - 0,00 14.632 54,6
BANYUANYAR 31.091 8 354 2 100 28,25 5.191 20.764 4.983 19.932 96 - - - - 0,00 - - - - 0,00 20.032 64,4
SETABELAN 13.059 26 1.041 2 360 34,58 2.438 9.752 2.324 9.296 95 - - - - 0,00 - - - - 0,00 9.656 73,9
GAMBIRSARI 53.145 9 896 0 0 0,00 8.537 34.148 7.907 31.628 93 - - - - 0,00 - - - - 0,00 31.628 59,5

JUMLAH (KAB/KOTA) 552.930 360 36.584 49 6.960 19,02 92.818 371.272 84.727 333.936 89,94376 - - - - 0 - - - - 0 340.896 61,7
TAHUN 2015 507.825 52 9.080 52 9.080 100 93.222 372.888 83.759 335.036 89,84896 - - - - 0 - - - - 0 344.116 67,8
TABEL 62

DESA YANG MELAKSANAKAN SANITASI TOTAL BERBASIS MASYARAKAT


KOTA SURAKARTA
TAHUN 2016

SANITASI TOTAL BERBASIS MASYARAKAT (STBM)


JUMLAH DESA/ DESA MELAKSANAKAN DESA STOP BABS
NO KECAMATAN PUSKESMAS DESA STBM
KELURAHAN STBM (SBS)
JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH %
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
#REF! #REF! #REF! #REF!
1 LAWEYAN 11 2 18,2 0 0
PAJANG 4 1 25,0 0 0
PENUMPING 4 - 0,0 0 0
PURWOSARI 3 1 33,3 0 0
2 SERENGAN 7 2 28,6 0 0
JAYENGAN 4 1 25,0 0 0
KRATONAN 3 1 33,3 0 0
3 PASARKLIWON 9 2 22,2 0 0
GAJAHAN 6 1 16,7 0 0
SANGKRAH 3 1 33,3 0 0
4 JEBRES 11 7 63,6 0 0
PURWODININGRATAN 6 2 33,3 0 0
NGORESAN 1 1 100,0 0 0
SIBELA 1 1 100,0 0 0
PUCANGSAWIT 3 3 100,0 0 0
5 BANJARSARI 13 9 69,2 0 0
NUSUKAN 1 1 100,0 0 0
MANAHAN 2 1 50,0 0 0
GILINGAN 3 1 33,3 0 0
BANYUANYAR 2 1 50,0 0 0
SETABELAN 4 4 100,0 0 0
GAMBIRSARI 1 1 100,0 0 0

JUMLAH (KAB/KOTA) 51 22 43,1 0 0 0 0


TAHUN 2015 51 2 3,9 17,0 33,33 0 0
TABEL 63

PERSENTASE TEMPAT-TEMPAT UMUM MEMENUHI SYARAT KESEHATAN MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS
KOTA SURAKARTA
TAHUN 2016

TEMPAT-TEMPAT UMUM
YANG ADA MEMENUHI SYARAT KESEHATAN

SARANA PENDIDIKAN SARANA KESEHATAN HOTEL


SARANA TEMPAT-TEMPAT
SARANA PENDIDIKAN HOTEL
KESEHATAN UMUM

JUMLAH TTU
NO KECAMATAN PUSKESMAS SD SLTP SLTA PUSKESMAS RUMAH SAKIT UMUM BINTANG NON BINTANG

SAKIT UMUM
PUSKESMAS

BINTANG

BINTANG

JUMLAH

JUMLAH

JUMLAH

JUMLAH

JUMLAH

JUMLAH

JUMLAH

JUMLAH
RUMAH
SLTP

SLTA

NON
SD

%
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27
0 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! - #DIV/0!
1 LAWEYAN 57 18 26 8 3 3 37 152 57 100,0 18 100,0 26 100,0 8 100,0 3 100,0 3 100,0 37 100,0 152 100,00
PAJANG 26 6 9 4 - 1 8 54 26 100,0 6 100,0 9 100,0 4 100,0 - - 1 100,0 8 100,0 54 100,00
\k PENUMPING 15 6 6 2 - 19 48 15 100,0 6 100,0 6 100,0 2 100,0 - - 0 - 19 100,0 48 100,00
PURWOSARI 16 6 11 2 3 2 10 50 16 100,0 6 100,0 11 100,0 2 100,0 3 100,0 2 100 10 100,0 50 100,00
2 SERENGAN 28 10 6 7 - 2 4 57 28 100,0 10 100,0 6 100,0 - - - 2 100,0 4 100,0 50 87,72
JAYENGAN 15 6 3 3 - 2 4 33 15 100,0 6 100,0 3 100,0 3 100,0 - - 2 100,0 4 100,0 33 100,00
KRATONAN 13 4 3 4 - - - 24 13 100,0 4 100,0 2 66,7 4 100,0 - - 0 - - - 23 95,83
3 PASARKLIWON 44 12 8 4 1 4 3 76 44 100,0 12 100,0 8 100,0 - 1 100,0 4 100,0 3 100,0 72 94,74
GAJAHAN 20 8 4 2 1 3 2 40 20 100,0 7 87,5 4 100,0 2 100,0 1 100,0 1 33,3 - - 35 87,50
SANGKRAH 24 4 4 2 1 1 36 24 100,0 4 100,0 4 100,0 2 100,0 - - 1 100,0 - - 35 97,22
4 JEBRES 58 18 15 10 4 2 4 111 58 100,0 18 100,0 15 100,0 - 4 100,0 2 100,0 4 100,0 101 90,99
PURWODININGRATAN 12 7 7 2 1 2 1 32 12 100,0 7 100,0 7 100,0 2 100,0 1 100,0 2 100,0 1 100,0 32 100,00
NGORESAN 12 5 5 2 3 - - 27 12 100,0 5 100,0 5 100,0 2 100,0 3 100,0 0 - - - 27 100,00
SIBELA 16 2 3 3 - - - 24 16 100,0 2 100,0 2 66,7 3 100,0 - - 0 - - - 23 95,83
PUCANGSAWIT 18 4 - 3 - - 3 28 18 100,0 4 100,0 - #DIV/0! 3 100,0 - - 0 - 3 100,0 28 100,00
5 BANJARSARI 89 27 35 13 4 9 60 237 89 100,0 27 100,0 35 100,0 - 4 100,0 9 100,0 60 100,0 224 94,51
NUSUKAN 17 1 4 3 - - 1 26 17 100,0 1 100,0 4 100,0 3 100,0 - - 0 - 1 100,0 26 100,00
MANAHAN 11 4 8 1 1 2 5 32 11 100,0 4 100,0 8 100,0 1 100,0 1 100,0 2 100,0 1 20,0 28 87,50
GILINGAN 15 2 8 2 1 4 43 75 12 80,0 2 100,0 8 100,0 2 100,0 1 100,0 4 100,0 43 100,0 72 96,00
BANYUANYAR 15 8 8 2 - - 1 34 14 93,3 8 100,0 8 100,0 2 100,0 - - 0 - 1 100,0 33 97,06
SETABELAN 10 9 4 2 1 3 10 39 9 90,0 9 100,0 4 100,0 2 100,0 1 100,0 3 100,0 10 100,0 38 97,44
GAMBIRSARI 21 3 3 3 1 - - 31 20 95,2 3 100,0 3 100,0 3 100,0 1 100,0 0 - - - 30 96,77

JUMLAH (KAB/KOTA) 276 85 90 42 12 20 108 633 546 197,8 169 198,8 178 197,8 50 119,0 24 200,0 38 190,0 209 193,5 1.214 192
TAHUN 2015 287 82 84 17 11 17 108 606 287 100,0 82 100,0 84 100,0 17 100,0 11 100,0 17 100,0 108 100,0 606 100
TABEL 64

TEMPAT PENGELOLAAN MAKANAN (TPM) MENURUT STATUS HIGIENE SANITASI


KOTA SURAKARTA
TAHUN 2016

TPM MEMENUHI SYARAT HIGIENE SANITASI TPM TIDAK MEMENUHI SYARAT HIGIENE SANITASI
JUMLAH RUMAH DEPOT AIR RUMAH DEPOT AIR
NO KECAMATAN PUSKESMAS MAKANAN MAKANAN
TPM JASA BOGA MAKAN/ MINUM TOTAL % JASA BOGA MAKAN/ MINUM TOTAL %
JAJANAN JAJANAN
RESTORAN (DAM) RESTORAN (DAM)
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16

1 LAWEYAN 140 14 39 27 52 132 94,29 0 0 0 8 8 5,71


PAJANG 36 5 4 15 11 35 97,22 0 0 0 1 1 2,78
PENUMPING 48 7 23 6 12 48 100,00 0 0 0 0 0 0,00
PURWOSARI 56 2 12 6 29 49 87,50 0 0 0 7 7 12,50
2 SERENGAN 86 6 19 12 47 84 97,67 0 0 0 2 2 2,33
JAYENGAN 68 4 15 6 42 67 98,53 0 0 0 1 1 1,47
KRATONAN 18 2 4 6 5 17 94,44 0 0 0 1 1 5,56
3 PASARKLIWON 117 16 4 15 70 105 89,74 0 0 0 12 12 10,26
GAJAHAN 102 14 3 6 68 91 89,22 0 0 0 11 11 10,78
SANGKRAH 15 2 1 9 2 14 93,33 0 0 0 1 1 6,67
4 JEBRES 179 14 20 35 109 178 99,44 0 0 0 1 1 0,56
PURWODININGRATAN 76 4 8 3 61 76 100,00 0 0 0 0 0 0,00
NGORESAN 25 4 7 6 8 25 100,00 0 0 0 0 0 0,00
SIBELA 16 3 2 9 1 15 93,75 0 0 0 1 1 6,25
PUCANGSAWIT 62 3 3 17 39 62 100,00 0 0 0 0 0 0,00
5 BANJARSARI 306 28 37 47 171 283 92,48 0 1 0 22 23 7,52
NUSUKAN 76 2 4 14 55 75 98,68 0 0 0 1 1 1,32
MANAHAN 90 3 3 5 61 72 80,00 0 0 0 18 18 20,00
GILINGAN 32 6 4 7 15 32 100,00 0 0 0 0 0 0,00
BANYUANYAR 58 7 12 13 24 56 96,55 0 1 0 1 2 3,45
SETABELAN 21 5 10 0 4 19 90,48 0 0 0 2 2 9,52
GAMBIRSARI 29 5 4 8 12 29 100,00 0 0 0 0 0 0,00

JUMLAH (KAB/KOTA) 1656 156 238 272 898 1564 94,44 0 2 0 90 92 5,56
TAHUN 2015 725 73 90 107 299 569 78,48 13 25 39 79 156 21,52
TABEL 65

TEMPAT PENGELOLAAN MAKANAN DIBINA DAN DIUJI PETIK


KOTA SURAKARTA
TAHUN 2016

JUMLAH TPM DIBINA JUMLAH TPM DIUJI PETIK

PERSENTASE TPM

PERSENTASE TPM
MEMENUHI SYARAT

MEMENUHI SYARAT
JUMLAH TPM TIDAK

HIGIENE SANITASI
RUMAH MAKAN/

RUMAH MAKAN/
JUMLAH TPM

DIUJI PETIK
MINUM (DAM)

MINUM (DAM)
JASA BOGA

JASA BOGA
RESTORAN

RESTORAN
DEPOT AIR

DEPOT AIR
MAKANAN

MAKANAN
DIBINA
JAJANAN

JAJANAN
TOTAL

TOTAL
NO KECAMATAN PUSKESMAS

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17

1 LAWEYAN 21 0 0 0 8 8 38,10 132 14 39 27 52 132 100,00


PAJANG 1 0 0 0 1 1 100,00 35 1 0 15 11 27 77,14
PENUMPING 0 0 0 0 0 0 0,00 48 0 0 6 12 18 37,50
PURWOSARI 7 0 0 0 7 7 100,00 49 0 0 6 10 16 32,65
2 SERENGAN 2 0 0 0 2 2 100,00 84 6 19 12 47 84 100,00
JAYENGAN 1 0 0 0 1 1 100,00 67 1 0 6 15 22 32,84
KRATONAN 1 0 0 0 1 1 100,00 17 0 0 6 5 11 64,71
3 PASARKLIWON 12 0 0 0 12 12 100,00 105 16 4 15 70 105 100,00
GAJAHAN 11 0 0 0 11 11 100,00 91 1 0 6 13 20 21,98
SANGKRAH 1 0 0 0 1 1 100,00 14 1 0 9 2 12 85,71
4 JEBRES 1 0 0 0 1 1 100,00 178 14 20 35 109 178 100,00
PURWODININGRATAN 0 0 0 0 0 0 0,00 76 0 0 3 12 15 19,74
NGORESAN 0 0 0 0 0 0 0,00 25 0 0 6 8 14 56,00
SIBELA 1 0 0 0 1 1 100,00 15 0 0 9 1 10 66,67
PUCANGSAWIT 0 0 0 0 0 0 0,00 62 3 0 17 10 30 48,39
5 BANJARSARI 23 0 1 0 22 23 100,00 283 28 37 47 171 283 100,00
NUSUKAN 1 0 0 0 1 1 100,00 75 2 0 14 10 26 34,67
MANAHAN 18 0 0 0 18 18 100,00 72 0 0 5 10 15 20,83
GILINGAN 0 0 0 0 0 0 0,00 32 3 0 7 15 25 78,13
BANYUANYAR 2 0 1 0 1 2 100,00 56 0 0 13 15 28 50,00
SETABELAN 2 0 0 0 2 2 100,00 19 0 0 0 4 4 21,05
GAMBIRSARI 0 0 0 0 0 0 0,00 29 0 0 8 12 20 68,97

JUMLAH (KAB/KOTA) 105 0 2 0 90 92 87,62 1564 90 119 272 614 1095 70,01
TAHUN 2015 156 13 25 39 79 156 100,00 569 0 0 0 0 0 0,00
TABEL 66

PERSENTASE KETERSEDIAAN OBAT DAN VAKSIN


KABUPATEN/KOTA
TAHUN

PERSENTASE
SATUAN TOTAL JUMLAH
NO NAMA OBAT KEBUTUHAN SISA STOK KETERSEDIAAN
TERKECIL PENGGUNAAN OBAT/VAKSIN
OBAT/VAKSIN
1 2 3 4 5 6 7 8
1 Albendazol tab Tablet #DIV/0!
2 Amoxicillin 500 mg tab Tablet #DIV/0!
3 Amoxicillin syrup Botol #DIV/0!
4 Deksametason tab Tablet #DIV/0!
5 Diazepam injeksi 5 mg/mL Ampul #DIV/0!
6 Epinefrin (Adrenalin) injeksi 0,1% (sebagai HCL) Ampul #DIV/0!
7 Fitomenadion (Vitamin K) injeksi Ampul #DIV/0!
8 Furosemid tablet 40 mg Tablet #DIV/0!
9 Garam oralit Kantong #DIV/0!
10 Glibenklamid Tablet #DIV/0!
11 Kaptopril tab Tablet #DIV/0!
12 Magnesium Sulfat injeksi 20 % Vial #DIV/0!
13 Metilergometrin Maleat inj 0,200 mg-1 ml Ampul #DIV/0!
14 Obat Anti Tuberculosis dewasa Paket #DIV/0!
15 Oksitosin injeksi Ampul #DIV/0!
16 Parasetamol 500 mg tab Tablet #DIV/0!
17 Tablet Tambah Darah Tablet #DIV/0!
18 Vaksin BCG Vial #DIV/0!
19 Vaksin TT Vial #DIV/0!
20 Vaksin DPT/ DPT-HB/ DPT-HB-Hib Vial #DIV/0!

Sumber: Instalasi Farmasi


catatan: diisi sesuai dengan indikator program terbaru (20 jenis obat)
TABEL 67

JUMLAH SARANA KESEHATAN MENURUT KEPEMILIKAN


KOTA SURAKARTA
TAHUN 2016

PEMILIKAN/PENGELOLA
NO FASILITAS KESEHATAN
KEMENKES PEM.PROV PEM.KAB/KOTA TNI/POLRI BUMN SWASTA JUMLAH
1 2 3 4 5 6 7 8 9
RUMAH SAKIT
1 RUMAH SAKIT UMUM 0 1 1 1 0 8 11
2 RUMAH SAKIT KHUSUS 0 1 0 0 0 1 2
PUSKESMAS DAN JARINGANNYA
1 PUSKESMAS RAWAT INAP 0 0 4 0 0 0 4
- JUMLAH TEMPAT TIDUR 0 0 40 0 0 0 40
2 PUSKESMAS NON RAWAT INAP 0 0 13 0 0 0 13
3 PUSKESMAS KELILING 0 0 17 0 0 0 17
4 PUSKESMAS PEMBANTU 0 0 25 0 0 0 25
SARANA PELAYANAN LAIN
1 RUMAH BERSALIN 0 0 0 0 0 5 5
2 BALAI PENGOBATAN/KLINIK 0 0 0 1 0 71 72
3 PRAKTIK DOKTER BERSAMA 0 0 0 0 0 0 -
4 PRAKTIK DOKTER PERORANGAN 0 0 0 0 0 1121 1.121
5 PRAKTIK PENGOBATAN TRADISIONAL 0 0 0 0 0 175 175
6 BANK DARAH RUMAH SAKIT 0 1 1 1 0 8 11
7 UNIT TRANSFUSI DARAH 0 0 0 0 0 1 1
SARANA PRODUKSI DAN DISTRIBUSI KEFARMASIAN
1 INDUSTRI FARMASI 0 0 0 0 0 0 -
2 INDUSTRI OBAT TRADISIONAL 0 0 0 0 0 0 -
3 USAHA KECIL OBAT TRADISIONAL 0 0 0 0 0 1 1
4 PRODUKSI ALAT KESEHATAN 0 0 0 0 0 0 -
5 PEDAGANG BESAR FARMASI 0 0 0 0 0 34 34
6 APOTEK 0 0 0 0 0 168 168
7 TOKO OBAT 0 0 0 0 0 20 20
8 PENYALUR ALAT KESEHATAN 0 0 0 0 0 15 15

Sumber: Bidang Yankes


TABEL 68

PERSENTASE SARANA KESEHATAN (RUMAH SAKIT) DENGAN KEMAMPUAN PELAYANAN GAWAT DARURAT (GADAR ) LEVEL I
KOTA SURAKARTA
TAHUN 2016

MEMPUNYAI KEMAMPUAN YAN. GADAR LEVEL I


NO SARANA KESEHATAN JUMLAH SARANA
JUMLAH %
1 2 3 4 5

1 RUMAH SAKIT UMUM 11 11 100,00

2 RUMAH SAKIT KHUSUS 3 3 100,00

JUMLAH (KAB/KOTA) 14 14 100,00

Sumber: Bidang Yankes


TABEL 69

JUMLAH POSYANDU MENURUT STRATA, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS


KOTA SURAKARTA
TAHUN 2016

STRATA POSYANDU
POSYANDU AKTIF
NO KECAMATAN PUSKESMAS PRATAMA MADYA PURNAMA MANDIRI
JUMLAH
JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH %
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14
#DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! 0 0 #DIV/0!
1 LAWEYAN 0 0,00 0 0,00 2 1,83 107 98,17 109 109 100,00
PAJANG 0 0,00 0 0,00 1 2,33 42 97,67 43 43 100,00
PENUMPING 0 0,00 0 0,00 1 3,57 27 96,43 28 28 100,00
PURWOSARI 0 0,00 0 0,00 0 0,00 38 100,00 38 38 100,00
2 SERENGAN 0 0,00 0 0,00 0 0,00 63 100,00 63 63 100,00
JAYENGAN 0 0,00 0 0,00 0 0,00 33 100,00 33 33 100,00
KRATONAN 0 0,00 0 0,00 0 0,00 30 100,00 30 30 100,00
3 PASARKLIWON 0 0,00 0 0,00 19 19,00 81 81,00 100 100 100,00
GAJAHAN 0 0,00 0 0,00 17 34,69 32 65,31 49 49 100,00
SANGKRAH 0 0,00 0 0,00 2 3,92 49 96,08 51 51 100,00
4 JEBRES 0 0,00 1 0,63 12 7,55 146 91,82 159 158 99,37
PURWODININGRATAN 0 0,00 0 0,00 0 0,00 38 100,00 38 38 100,00
NGORESAN 0 0,00 0 0,00 0 0,00 37 100,00 37 37 100,00
SIBELA 0 0,00 0 0,00 4 9,09 40 90,91 44 44 100,00
PUCANGSAWIT 0 0,00 1 2,50 8 20,00 31 77,50 40 39 97,50
5 BANJARSARI 0 0,00 1 0,58 7 4,07 164 95,35 172 171 99,42
NUSUKAN 0 0,00 0 0,00 0 0,00 28 100,00 28 28 100,00
MANAHAN 0 0,00 0 0,00 0 0,00 21 100,00 21 21 100,00
GILINGAN 0 0,00 0 0,00 0 0,00 32 100,00 32 32 100,00
BANYUANYAR 0 0,00 0 0,00 0 0,00 29 100,00 29 29 100,00
SETABELAN 0 0,00 0 0,00 0 0,00 21 100,00 21 21 100,00
GAMBIRSARI 0 0,00 1 2,44 7 17,07 33 80,49 41 40 97,56

JUMLAH (KAB/KOTA) 0 0,00 2 0,33 40 6,63 561 93,03 603 601 99,67
RASIO POSYANDU PER 100 BALITA 2

Sumber: Laporan Puskesmas


TABEL 70

JUMLAH UPAYA KESEHATAN BERSUMBERDAYA MASYARAKAT (UKBM) MENURUT KECAMATAN


KOTA SURAKARTA
TAHUN 2016

NO KECAMATAN PUSKESMAS DESA/ UPAYA KESEHATAN BERSUMBERDAYA MASYARAKAT (UKBM)


KELURAHAN POSKESDES POLINDES POSBINDU
1 2 3 4 5 6 7

1 LAWEYAN 11 0 0 1
PAJANG 4 0 0 0
PENUMPING 4 0 0 0
PURWOSARI 3 0 0 1
2 SERENGAN 7 0 0 1
JAYENGAN 4 0 0 0
KRATONAN 3 0 0 1
3 PASARKLIWON 9 0 0 1
GAJAHAN 6 0 0 0
SANGKRAH 3 0 0 1
4 JEBRES 11 0 0 2
PURWODININGRATAN 6 0 0 1
NGORESAN 1 0 0 0
SIBELA 1 0 0 1
PUCANGSAWIT 3 0 0 0
5 BANJARSARI 13 0 0 2
NUSUKAN 1 0 0 1
MANAHAN 2 0 0 0
GILINGAN 3 0 0 0
BANYUANYAR 2 0 0 0
SETABELAN 4 0 0 0
GAMBIRSARI 1 0 0 1

JUMLAH (KAB/KOTA) 51 0 0 7

Sumber: Laporan Puskesmas


TABEL 71

JUMLAH DESA SIAGA MENURUT KECAMATAN


KOTA SURAKARTA
TAHUN 2016

DESA/KELURAHAN SIAGA
JUMLAH
NO KECAMATAN PUSKESMAS DESA/
PRATAMA MADYA PURNAMA MANDIRI JUMLAH %
KELURAHAN
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
0 - #DIV/0!
1 LAWEYAN 11 0 0 3 8 11 100
PAJANG 4 0 0 1 3 4 100
PENUMPING 4 0 0 2 2 4 100
PURWOSARI 3 0 0 0 3 3 100
2 SERENGAN 7 0 0 0 7 7 100
JAYENGAN 4 0 0 0 4 4 100
KRATONAN 3 0 0 0 3 3 100
3 PASARKLIWON 9 0 0 0 9 9 100
GAJAHAN 6 0 0 0 6 6 100
SANGKRAH 3 0 0 0 3 3 100
4 JEBRES 11 0 0 5 6 11 100
PURWODININGRATAN 6 0 0 4 2 6 100
NGORESAN 1 0 0 0 1 1 100
SIBELA 1 0 0 0 1 1 100
PUCANGSAWIT 3 0 0 1 2 3 100
5 BANJARSARI 13 0 0 0 13 13 100
NUSUKAN 1 0 0 0 1 1 100
MANAHAN 2 0 0 0 2 2 100
GILINGAN 3 0 0 0 3 3 100
BANYUANYAR 2 0 0 0 2 2 100
SETABELAN 4 0 0 0 4 4 100
GAMBIRSARI 1 0 0 0 1 1 100

JUMLAH (KAB/KOTA) 51 0 0 8 43 51 100

Sumber: Laporan Puskesmas


TABEL 72

JUMLAH TENAGA MEDIS DI FASILITAS KESEHATAN


KOTA SURAKARTA
TAHUN 2016

DOKTER
DR SPESIALIS DOKTER UMUM TOTAL DOKTER GIGI TOTAL
NO UNIT KERJA GIGI SPESIALIS
L P L+P L P L+P L P L+P L P L+P L P L+P L P L+P
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20

1 Puskesmas Pajang - - - 2 1 3 2 1 3 - 2 2 - - - - 2 2
2 Puskesmas Penumping - - - 1 - 1 1 - 1 1 - 1 - - - 1 - 1
3 Puskesmas Purwosari - - - 1 1 2 1 1 2 - 1 1 - - - - 1 1
4 Puskesmas Jayengan - - - 1 - 1 1 - 1 - 1 1 - - - - 1 1
5 Puskesmas Kratonan - - - - 1 1 - 1 1 - 1 1 - - - - 1 1
6 Puskesmas Gajahan - - - 1 2 3 1 2 3 - 2 2 - - - - 2 2
7 Puskesmas Sangkrah - - - - 1 1 - 1 1 - 1 1 - - - - 1 1
8 Puskesmas Purwodiningratan - - - - 2 2 - 2 2 - 2 2 - - - - 2 2
9 Puskesmas Ngoresan - - - - 1 1 - 1 1 - 1 1 - - - - 1 1
10 Puskesmas Sibela - - - 2 1 3 2 1 3 1 - 1 - - - 1 - 1
11 Puskesmas Pucangsawit - - - - 1 1 - 1 1 - 1 1 - - - - 1 1
12 Puskesmas Nusukan - - - - 2 2 - 2 2 - 1 1 - - - - 1 1
13 Puskesmas Manahan - - - 1 - 1 1 - 1 - 1 1 - - - - 1 1
14 Puskesmas Gilingan - - - - 1 1 - 1 1 - 1 1 - - - - 1 1
15 Puskesmas Banyuanyar - - - 1 3 4 1 3 4 - 1 1 - - - - 1 1
16 Puskesmas Setabelan - - - - 1 1 - 1 1 - 1 1 - - - - 1 1
17 Puskesmas Gambirsari - - - 2 - 2 2 - 2 - 2 2 - - - - 2 2

SUB JUMLAH I (PUSKESMAS) - - - 12 18 30 12 18 30 2 19 21 - - - 2 19 21


- - - - - - - - - -
1 RSUD Dr. Moewardi 66 48 114 7 9 16 73 57 130 1 2 3 - 7 7 1 9 10
2 RS Slamet Riyadi 7 5 12 5 6 11 12 11 23 1 1 2 - - - 1 1 2
3 RS Dr Oen Surakarta 14 5 19 16 9 25 30 14 44 2 - 2 - - - 2 - 2
4 RS Brayat Minulyo - 2 2 4 4 8 4 6 10 - 1 1 - - - - 1 1
5 RS Panti Waluyo 33 11 44 7 13 20 40 24 64 1 4 5 1 - 1 2 4 6
6 RS Kasih Ibu 44 16 60 12 12 24 56 28 84 - 3 3 2 1 3 2 4 6
7 RS PKU Muhammadiyah Ska 57 25 82 10 16 26 67 41 108 - 3 3 - 3 3 - 6 6
8 RSUI Kustati 33 10 43 7 8 15 40 18 58 1 1 2 1 - 1 2 1 3
9 RS Tri Harsi 7 4 11 1 2 3 8 6 14 1 2 3 - 1 1 1 3 4
10 RSUD Kota Surakarta 2 6 8 4 5 9 6 11 17 - 4 4 - - - - 4 4
11 RS Hermina 12 15 27 5 8 13 17 23 40 - 1 1 1 3 4 1 4 5
12 RSJD Surakarta 4 10 14 4 8 12 8 18 26 2 1 3 - - - 2 1 3
13 RSJ Puri Waluyo - - - - - - - - - -
14 RS Mata Solo 3 5 8 1 2 3 4 7 11 - - - - - - - - -

SUB JUMLAH II (RUMAH SAKIT) 282 162 444 83 102 185 365 264 629 9 23 32 5 15 20 14 38 52
SARANA PELAYANAN KESEHATAN LAIN 104 53 157 156 224 380 260 277 537 31 74 105 3 14 17 34 88 122
KLINIK DI INSTITUSI DIKNAKES/DIKLAT - - - - - - - - - - - - - - - - - -
KLINIK DI DINAS KESEHATAN KAB/KOTA - - - - - - - - - - - - - - - - - -
JUMLAH (KAB/KOTA) 386 215 601 251 344 595 637 559 1.196 42 116 158 8 29 37 50 145 195
RASIO TERHADAP 100.000 PENDUDUK 108,69 107,61 216,3 28,575 6,6916 35,267

Sumber: Profil SDMK


a
Keterangan : termasuk S3
TABEL 73

JUMLAH TENAGA KEPERAWATAN DI FASILITAS KESEHATAN


KOTA SURAKARTA
TAHUN 2016

a
PERAWAT PERAWAT GIGI
NO UNIT KERJA BIDAN
L P L+P L P L+P
1 2 3 4 5 6 7 8 9

1 Puskesmas Pajang 9 2 9 11 0 1 1
2 Puskesmas Penumping 4 0 4 4 0 1 1
3 Puskesmas Purwosari 4 0 5 5 0 1 1
4 Puskesmas Jayengan 5 1 4 5 0 1 1
5 Puskesmas Kratonan 5 1 5 6 0 1 1
6 Puskesmas Gajahan 12 1 11 12 0 1 1
7 Puskesmas Sangkrah 6 2 3 5 0 1 1
8 Puskesmas Purwodiningratan 5 2 3 5 0 1 1
9 Puskesmas Ngoresan 5 1 3 4 0 1 1
10 Puskesmas Sibela 8 5 5 10 0 1 1
11 Puskesmas Pucangsawit 5 2 2 4 0 1 1
12 Puskesmas Nusukan 4 1 4 5 0 1 1
13 Puskesmas Manahan 3 2 2 4 0 0 0
14 Puskesmas Gilingan 4 1 4 5 0 1 1
15 Puskesmas Banyuanyar 10 2 8 10 0 1 1
16 Puskesmas Setabelan 3 1 5 6 0 1 1
17 Puskesmas Gambirsari 4 0 4 4 0 1 1
0 0
SUB JUMLAH I (PUSKESMAS) 96 24 81 105 0 16 16

1 RSUD Dr. Moewardi 37 182 344 526 0 6 6


2 RS Slamet Riyadi 14 34 29 63 1 1 2
3 RS Dr Oen Surakarta 28 54 285 339 0 3 3
4 RS Brayat Minulyo 10 19 97 116 0 0 0
5 RS Panti Waluyo 19 36 142 178 0 2 2
6 RS Kasih Ibu 28 40 196 236 0 2 2
7 RS PKU Muhammadiyah Ska 42 105 230 335 0 0 0
8 RSUI Kustati 20 80 208 288 0 0 0
9 RS Tri Harsi 5 2 5 7 0 0 0
10 RSUD Kota Surakarta 17 12 9 21 1 1 2
11 RS Hermina 9 6 52 58 0 0 0
12 RSJD Surakarta 0 112 115 227 0 2 2
13 RSJ Puri Waluyo 0 0
14 RS Mata Solo 0 1 19 20 0 0 0

SUB JUMLAH II (RUMAH SAKIT) 229 683 1731 2414 2 17 19


SARANA PELAYANAN KESEHATAN LAIN 85 9 84 93 0 4 4
KLINIK DI INSTITUSI DIKNAKES/DIKLAT 0 0 0 0 0 0 0
KLINIK DI DINAS KESEHATAN KAB/KOTA 0 0 0 0 0 0 0
JUMLAH (KAB/KOTA) 410 716 1896 2612 2 37 39
RASIO TERHADAP 100.000 PENDUDUK 74,15 472,39 7,05

Sumber: Profil SDMK


a
Keterangan : termasuk perawat anastesi dan perawat spesialis
TABEL 74

JUMLAH TENAGA KEFARMASIAN DI FASILITAS KESEHATAN


KOTA SURAKARTA
TAHUN 2016

TENAGA KEFARMASIAN
TENAGA TEKNIS
NO UNIT KERJA a APOTEKER TOTAL
KEFARMASIAN
L P L+P L P L+P L P L+P
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11

1 Puskesmas Pajang - 4 4 - 1 1 - 5 5
2 Puskesmas Penumping - 2 2 - - - - 2 2
3 Puskesmas Purwosari 1 2 3 - - - 1 2 3
4 Puskesmas Jayengan - 3 3 - - - - 3 3
5 Puskesmas Kratonan - 4 4 - - - - 4 4
6 Puskesmas Gajahan - 3 3 - - - - 3 3
7 Puskesmas Sangkrah - 4 4 - - - - 4 4
8 Puskesmas Purwodiningratan - 2 2 - - - - 2 2
9 Puskesmas Ngoresan - 3 3 - - - - 3 3
10 Puskesmas Sibela - 4 4 - 1 1 - 5 5
11 Puskesmas Pucangsawit 1 2 3 - - - 1 2 3
12 Puskesmas Nusukan - 3 3 - 1 1 - 4 4
13 Puskesmas Manahan - 2 2 - - - - 2 2
14 Puskesmas Gilingan 1 1 2 - - - 1 1 2
15 Puskesmas Banyuanyar - 1 1 1 1 2 1 2 3
16 Puskesmas Setabelan - 2 2 - - - - 2 2
17 Puskesmas Gambirsari - 2 2 - - - - 2 2

SUB JUMLAH I (PUSKESMAS) 3 44 47 1 4 5 4 48 52


- - - - -
1 RSUD Dr. Moewardi 4 41 45 2 15 17 6 56 62
2 RS Slamet Riyadi 1 3 4 - 1 1 1 4 5
3 RS Dr Oen Surakarta - 30 30 - 5 5 - 35 35
4 RS Brayat Minulyo 1 14 15 - 1 1 1 15 16
5 RS Panti Waluyo 4 19 23 - 4 4 4 23 27
6 RS Kasih Ibu 1 45 46 - 4 4 1 49 50
7 RS PKU Muhammadiyah Ska 6 42 48 3 6 9 9 48 57
8 RSUI Kustati 7 10 17 1 7 8 8 17 25
9 RS Tri Harsi - 3 3 - 1 1 - 4 4
10 RSUD Kota Surakarta 2 7 9 - 1 1 2 8 10
11 RS Hermina - 2 2 - 2 2 - 4 4
12 RSJD Surakarta 1 14 15 3 2 5 4 16 20
13 RSJ Puri Waluyo - - - - -
14 RS Mata Solo 2 5 7 - 1 1 2 6 8

SUB JUMLAH II (RUMAH SAKIT) 29 235 264 9 50 59 38 285 323


SARANA PELAYANAN KESEHATAN LAIN 16 130 146 57 275 332 73 405 478
KLINIK DI INSTITUSI DIKNAKES/DIKLAT - - - - - - - - -
KLINIK DI DINAS KESEHATAN KAB/KOTA - - - - - - - - -
JUMLAH (KAB/KOTA) 48 409 457 67 329 396 115 738 853
RASIO TERHADAP 100.000 PENDUDUK 82,65 71,62 154,27

Sumber: Profil SDMK


a
Keterangan : termasuk analis farmasi, asisten apoteker, sarjana farmasi
TABEL 75

JUMLAH TENAGA KESEHATAN MASYARAKAT DAN KESEHATAN LINGKUNGAN DI FASILITAS KESEHATAN


KOTA SURAKARTA
TAHUN 2016

a b
KESEHATAN MASYARAKAT KESEHATAN LINGKUNGAN
NO UNIT KERJA
L P L+P L P L+P
1 2 3 4 5 6 7 8

1 Puskesmas Pajang - - - - 1 1
2 Puskesmas Penumping - - - - - -
3 Puskesmas Purwosari - - - - 1 1
4 Puskesmas Jayengan - - - - 1 1
5 Puskesmas Kratonan - 1 1 1 - 1
6 Puskesmas Gajahan - - - - 1 1
7 Puskesmas Sangkrah - 1 1 - 1 1
8 Puskesmas Purwodiningratan - - - 1 - 1
9 Puskesmas Ngoresan - 2 2 1 - 1
10 Puskesmas Sibela - 1 1 - - -
11 Puskesmas Pucangsawit 1 - 1 - 1 1
12 Puskesmas Nusukan - 1 1 1 - 1
13 Puskesmas Manahan - - - - 1 1
14 Puskesmas Gilingan - 1 1 - - -
15 Puskesmas Banyuanyar - 2 2 - - -
16 Puskesmas Setabelan - - - - 1 1
17 Puskesmas Gambirsari - 1 1 - 1 1

SUB JUMLAH I (PUSKESMAS) 1 10 11 4 9 13

1 RSUD Dr. Moewardi - - - 2 - 2


2 RS Slamet Riyadi - - - - - -
3 RS Dr Oen Surakarta - - - 1 - 1
4 RS Brayat Minulyo - - - - 1 1
5 RS Panti Waluyo - - - 1 - 1
6 RS Kasih Ibu - - - - 1 1
7 RS PKU Muhammadiyah Ska - - - 2 - 2
8 RSUI Kustati - - - - - -
9 RS Tri Harsi - - - - - -
10 RSUD Kota Surakarta - - - - 1 1
11 RS Hermina - - - 1 - 1
12 RSJD Surakarta - 1 1 - 1 1
13 RSJ Puri Waluyo - -
14 RS Mata Solo - - - - - -

SUB JUMLAH II (RUMAH SAKIT) - 1 1 7 4 11


SARANA PELAYANAN KESEHATAN LAIN - - - - - -
KLINIK DI INSTITUSI DIKNAKES/DIKLAT - - - - - -
KLINIK DI DINAS KESEHATAN KAB/KOTA - - - - - -
JUMLAH (KAB/KOTA) 1 11 12 11 13 24
RASIO TERHADAP 100.000 PENDUDUK 2,17 4,34

Sumber: Profil SDMK


Keterangan :
a
termasuk tenaga promosi kesehatan dan ilmu perilaku, pembimbing kesehatan kerja, tenaga biostatistik dan kependudukan,
tenaga kesehatan reproduksi dan keluarga, tenaga administrasi dan kebijakan kesehatan, epidemiolog kesehatan
b
termasuk tenaga sanitasi lingkungan, entomolog kesehatan, mikrobiolog kesehatan
TABEL 76

JUMLAH TENAGA GIZI DI FASILITAS KESEHATAN


KOTA SURAKARTA
TAHUN 2016

NUTRISIONIS DIETISIEN TOTAL


NO UNIT KERJA
L P L+P L P L+P L P L+P
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11

1 Puskesmas Pajang - 1 1 - - - - 1 1
2 Puskesmas Penumping - 1 1 - - - - 1 1
3 Puskesmas Purwosari 1 - 1 - - - 1 - 1
4 Puskesmas Jayengan - 1 1 - - - - 1 1
5 Puskesmas Kratonan - 1 1 - - - - 1 1
6 Puskesmas Gajahan 1 - 1 - - - 1 - 1
7 Puskesmas Sangkrah - 1 1 - - - - 1 1
8 Puskesmas Purwodiningratan - 1 1 - - - - 1 1
9 Puskesmas Ngoresan - 1 1 - - - - 1 1
10 Puskesmas Sibela - 2 2 - - - - 2 2
11 Puskesmas Pucangsawit - 1 1 - - - - 1 1
12 Puskesmas Nusukan 1 - 1 - - - 1 - 1
13 Puskesmas Manahan 1 - 1 - - - 1 - 1
14 Puskesmas Gilingan - 1 1 - - - - 1 1
15 Puskesmas Banyuanyar - 2 2 - - - - 2 2
16 Puskesmas Setabelan 1 - 1 - - - 1 - 1
17 Puskesmas Gambirsari - 1 1 - - - - 1 1

SUB JUMLAH I (PUSKESMAS) 5 14 19 - - - 5 14 19


- - - - -
1 RSUD Dr. Moewardi 4 12 16 - - - 4 12 16
2 RS Slamet Riyadi - 1 1 - - - - 1 1
3 RS Dr Oen Surakarta - 4 4 - - - - 4 4
4 RS Brayat Minulyo - - - - 2 2 - 2 2
5 RS Panti Waluyo - - - 1 1 2 1 1 2
6 RS Kasih Ibu - 1 1 - 1 1 - 2 2
7 RS PKU Muhammadiyah Ska - 2 2 - - - - 2 2
8 RSUI Kustati - 1 1 - - - - 1 1
9 RS Tri Harsi - 1 1 - - - - 1 1
10 RSUD Kota Surakarta - 2 2 - - - - 2 2
11 RS Hermina - 1 1 - - - - 1 1
12 RSJD Surakarta 1 4 5 - - - 1 4 5
13 RSJ Puri Waluyo - - - - -
14 RS Mata Solo - - - - - - - - -
- - - - -
SUB JUMLAH II (RUMAH SAKIT) 5 29 34 1 4 5 6 33 39
SARANA PELAYANAN KESEHATAN LAIN - - - - - - -
KLINIK DI INSTITUSI DIKNAKES/DIKLAT - - - - - - -
KLINIK DI DINAS KESEHATAN KAB/KOTA - - - - - - -
JUMLAH (KAB/KOTA) 10 43 53 1 4 5 11 47 58
RASIO TERHADAP 100.000 PENDUDUK 10,49

Sumber: Profil SDMK


TABEL 77

JUMLAH TENAGA KETERAPIAN FISIK DI FASILITAS KESEHATAN


KOTA SURAKARTA
TAHUN 2016

TENAGA KETERAPIAN FISIK


TOTAL
NO UNIT KERJA FISIOTERAPIS OKUPASI TERAPIS TERAPIS WICARA AKUPUNKTUR
L P L+P L P L+P L P L+P L P L+P L P L+P
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17

1 Puskesmas Pajang - 1 1 - - - - - - - - - - 1 1
2 Puskesmas Penumping - - - - - - - - - - - - - - -
3 Puskesmas Purwosari - - - - - - - - - - - - - - -
4 Puskesmas Jayengan - - - - - - - - - - - - - - -
5 Puskesmas Kratonan - - - - - - - - - - - - - - -
6 Puskesmas Gajahan - - - - - - - - - - - - - - -
7 Puskesmas Sangkrah - - - - - - - - - - - - - - -
8 Puskesmas Purwodiningratan - - - - - - - - - - - - - - -
9 Puskesmas Ngoresan - - - - - - - - - - - - - - -
10 Puskesmas Sibela - - - - - - - - - - - - - - -
11 Puskesmas Pucangsawit - - - - - - - - - - - - - - -
12 Puskesmas Nusukan - - - - - - - - - - - - - - -
13 Puskesmas Manahan - - - - - - - - - - - - - - -
14 Puskesmas Gilingan - - - - - - - - - - - - - - -
15 Puskesmas Banyuanyar - - - - - - - - - - - - - - -
16 Puskesmas Setabelan - - - - - - - - - - - - - - -
17 Puskesmas Gambirsari - - - - - - - - - - - - - - -

SUB JUMLAH I (PUSKESMAS) - 1 1 - - - - - - - - - - 1 1

1 RSUD Dr. Moewardi 7 11 18 1 3 4 - 1 1 - - - 8 15 23


2 RS Slamet Riyadi - 2 2 - - - - - - - - - - 2 2
3 RS Dr Oen Surakarta 3 6 9 1 2 3 - - - - - - 4 8 12
4 RS Brayat Minulyo - 1 1 - - - - - - - - - - 1 1
5 RS Panti Waluyo 1 3 4 - 1 1 - - - - - - 1 4 5
6 RS Kasih Ibu - 2 2 1 - 1 1 - 1 - - - 2 2 4
7 RS PKU Muhammadiyah Ska 2 3 5 - 1 1 - 1 1 - - - 2 5 7
8 RSUI Kustati 1 - 1 - - - - - - - - - 1 - 1
9 RS Tri Harsi - - - - - - - - - - - - - - -
10 RSUD Kota Surakarta - - - - - - - - - - - - - - -
11 RS Hermina 1 1 2 1 - 1 - 1 1 - - - 2 2 4
12 RSJD Surakarta 1 2 3 1 2 3 - - - - - - 2 4 6
13 RSJ Puri Waluyo - - - - - - -
14 RS Mata Solo - - - - - - - - - - - - - - -

SUB JUMLAH II (RUMAH SAKIT) 16 31 47 5 9 14 1 3 4 - - - 22 43 65


SARANA PELAYANAN KESEHATAN LAIN - 5 5 1 - 1 - 2 2 - - - 1 7 8
KLINIK DI INSTITUSI DIKNAKES/DIKLAT - - - - - - - - - - - - - - -
KLINIK DI DINAS KESEHATAN KAB/KOTA - - - - - - - - - - - - - - -
JUMLAH (KAB/KOTA) 16 37 53 6 9 15 1 5 6 - - - 23 51 74
RASIO TERHADAP 100.000 PENDUDUK 13,383

Sumber: Profil SDMK


TABEL 78

JUMLAH TENAGA KETEKNISIAN MEDIS DI FASILITAS KESEHATAN


KOTA SURAKARTA
TAHUN 2016

TENAGA KETEKNISIAN MEDIS


NO UNIT KERJA REKAM MEDIS DAN
TEKNISI ANALISIS REFRAKSIONIS TEKNISI TRANSFUSI TEKNISI
RADIOGRAFER RADIOTERAPIS TEKNISI GIGI ORTETIK PROSTETIK INFORMASI JUMLAH
ELEKTROMEDIS KESEHATAN OPTISIEN DARAH KARDIOVASKULER
KESEHATAN
L P L+P L P L+P L P L+P L P L+P L P L+P L P L+P L P L+P L P L+P L P L+P L P L+P L P L+P
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35

1 Puskesmas Pajang - - - - - - - - - - - - - 1 1 - - - - - - - - - - - - - - - - 1 1
2 Puskesmas Penumping - - - - - - - - - - - - 1 - 1 - - - - - - - - - - - - - - - 1 - 1
3 Puskesmas Purwosari - - - - - - - - - - - - - 1 1 - - - - - - - - - - - - - - - - 1 1
4 Puskesmas Jayengan - - - - - - - - - - - - 1 - 1 - - - - - - - - - - - - - - - 1 - 1
5 Puskesmas Kratonan - - - - - - - - - - - - 1 - 1 - - - - - - - - - - - - - - - 1 - 1
6 Puskesmas Gajahan - - - - - - - - - - - - - 1 1 - - - - - - - 1 1 - - - - - - - 2 2
7 Puskesmas Sangkrah - - - - - - - - - - - - - 2 2 - - - - - - - - - - - - - - - - 2 2
8 Puskesmas Purwodiningratan - - - - - - - - - - - - - 1 1 - - - - - - - - - - - - - - - - 1 1
9 Puskesmas Ngoresan - - - - - - - - - - - - - 1 1 - - - - - - - - - - - - - - - - 1 1
10 Puskesmas Sibela - - - - - - - - - - - - - 1 1 - - - - - - - 1 1 - - - - - - - 2 2
11 Puskesmas Pucangsawit - - - - - - - - - - - - - 1 1 - - - - - - - - - - - - - - - - 1 1
12 Puskesmas Nusukan - - - - - - - - - - - - - 1 1 - - - - - - - - - - - - - - - - 1 1
13 Puskesmas Manahan - - - - - - - - - - - - - 1 1 - - - - - - - - - - - - - - - - 1 1
14 Puskesmas Gilingan - - - - - - - - - - - - - 1 1 - - - - - - - - - - - - - - - - 1 1
15 Puskesmas Banyuanyar - - - - - - - - - - - - - 1 1 - - - - - - - - - - - - - - - - 1 1
16 Puskesmas Setabelan - - - - - - - - - - - - - 1 1 - - - - - - - - - - - - - - - - 1 1
17 Puskesmas Gambirsari - - - - - - - - - - - - 1 - 1 - - - - - - 1 - 1 - - - - - - 2 - 2

SUB JUMLAH I (PUSKESMAS) - - - - - - - - - - - - 4 14 18 - - - - - - 1 2 3 - - - - - - 5 16 21

1 RSUD Dr. Moewardi 7 9 16 2 1 3 6 2 8 1 - 1 9 20 29 1 1 2 - - - 4 10 14 - - - - - - 30 43 73


2 RS Slamet Riyadi 2 - 2 - - - - - - - - - 3 3 6 - - - - - - - 3 3 - - - - - - 5 6 11
3 RS Dr Oen Surakarta 6 2 8 - - - 1 - 1 - - - - 2 2 - - - - - - - 6 6 - - - - - - 7 10 17
4 RS Brayat Minulyo 1 4 5 - - - 1 - 1 - - - 1 12 13 - - - - - - 1 3 4 - - - - - - 4 19 23
5 RS Panti Waluyo 2 3 5 2 4 6 - - - 1 - 1 4 11 15 - - - - - - 2 4 6 - - - - - - 11 22 33
6 RS Kasih Ibu 6 4 10 - - - - - - - - - 2 21 23 - - - - - - 1 23 24 - - - - - - 9 48 57
7 RS PKU Muhammadiyah Ska 4 3 7 - - - - - - - - - 4 14 18 - - - - - - 4 11 15 - - - - - - 12 28 40
8 RSUI Kustati 6 5 11 - - - - - - - - - 4 14 18 - - - - - - 4 11 15 - - - - - - 14 30 44
9 RS Tri Harsi - - - - - - - - - - - - 1 1 2 - - - - - - 1 1 2 - - - - - - 2 2 4
10 RSUD Kota Surakarta - - - - - - - - - - - - - 5 5 - - - - - - - 4 4 - - - - - - - 9 9
11 RS Hermina - 2 2 - - - 1 - 1 - - - 2 2 4 - - - - - - 1 1 2 - - - - - - 4 5 9
12 RSJD Surakarta 1 2 3 - - - 2 - 2 - - - - 1 1 - - - - - - 2 9 11 - - - - - - 5 12 17
13 RSJ Puri Waluyo - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
14 RS Mata Solo - - - - - - - - - - - - - 1 1 - 3 3 - - - 1 5 6 - - - - - - 1 9 10

SUB JUMLAH II (RUMAH SAKIT) 35 34 69 4 5 9 11 2 13 2 - 2 30 107 137 1 4 5 - - - 21 91 112 - - - - - - 104 243 347
SARANA PELAYANAN KESEHATAN LAIN - - - - - - - - - - - - - 5 5 1 1 2 - - - 1 5 6 - - - - - - 2 11 13
KLINIK DI INSTITUSI DIKNAKES/DIKLAT - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
KLINIK DI DINAS KESEHATAN KAB/KOTA - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
JUMLAH (KAB/KOTA) 35 34 69 4 5 11 2 13 2 - 2 34 126 160 2 5 7 - - - 23 98 121 - - - - - - 111 270 381
RASIO TERHADAP 100.000 PENDUDUK 68,91

Sumber: Profil SDMK


TABEL 79

JUMLAH TENAGA KESEHATAN LAIN DI FASILITAS KESEHATAN


KOTA SURAKARTA
TAHUN 2016

TENAGA KESEHATAN LAIN


PENGELOLA PROGRAM TOTAL
NO UNIT KERJA TENAGA KESEHATAN LAINNYA
KESEHATAN
L P L+P L P L+P L P L+P
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11

1 Puskesmas Pajang - - - - - - - - -
2 Puskesmas Penumping - - - - - - - - -
3 Puskesmas Purwosari - - - - - - - - -
4 Puskesmas Jayengan - - - - - - - - -
5 Puskesmas Kratonan - - - - - - - - -
6 Puskesmas Gajahan - - - - - - - - -
7 Puskesmas Sangkrah - - - - - - - - -
8 Puskesmas Purwodiningratan - - - - - - - - -
9 Puskesmas Ngoresan - - - - - - - - -
10 Puskesmas Sibela - - - - - - - - -
11 Puskesmas Pucangsawit - - - - - - - - -
12 Puskesmas Nusukan - - - - - - - - -
13 Puskesmas Manahan - - - - - - - - -
14 Puskesmas Gilingan - - - - - - - - -
15 Puskesmas Banyuanyar - - - - - - - - -
16 Puskesmas Setabelan - - - - - - - - -
17 Puskesmas Gambirsari - - - - - - - - -

SUB JUMLAH I (PUSKESMAS) - - - - - - - - -

1 RSUD Dr. Moewardi - 1 1 - 1 1 - 2 2


2 RS Slamet Riyadi - - - - - - - - -
3 RS Dr Oen Surakarta - - - - - - - - -
4 RS Brayat Minulyo - - - - - - - - -
5 RS Panti Waluyo - - - - - - - - -
6 RS Kasih Ibu - - - - - - - - -
7 RS PKU Muhammadiyah Ska - - - - 1 1 - 1 1
8 RSUI Kustati - - - - - - - - -
9 RS Tri Harsi - - - - - - - - -
10 RSUD Kota Surakarta - - - - - - - - -
11 RS Hermina - - - - - - - - -
12 RSJD Surakarta - - - - - - - - -
13 RSJ Puri Waluyo - - - - - - - - -
14 RS Mata Solo - - - - - - - - -

SUB JUMLAH II (RUMAH SAKIT) - 1 1 - 2 2 - 3 3


SARANA PELAYANAN KESEHATAN LAIN - - -
INSTITUSI DIKNAKES/DIKLAT - - - - - - - - -
DINAS KESEHATAN KAB/KOTA - - - - - - - - -
JUMLAH (KAB/KOTA) - 1 1 - 2 2 - 3 3

Sumber: Profil SDMK


TABEL 80

JUMLAH TENAGA PENUNJANG/PENDUKUNG KESEHATAN DI FASILITAS KESEHATAN


KOTA SURAKARTA
TAHUN 2016

TENAGA PENUNJANG/PENDUKUNG KESEHATAN


TENAGA TOTAL
PEJABAT STAF PENUNJANG STAF PENUNJANG STAF PENUNJANG TENAGA
NO UNIT KERJA TENAGA PENDIDIK JURU PENUNJANG
STRUKTURAL ADMINISTRASI TEKNOLOGI PERENCANAAN KEPENDIDIKAN
KESEHATAN
L P L+P L P L+P L P L+P L P L+P L P L+P L P L+P L P L+P L P L+P L P L+P
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29

1 Puskesmas Pajang 1 1 2 - 1 1 - - - 8 3 11 - - - - - - - - - - - - 9 5 14
2 Puskesmas Penumping 2 - 2 - 1 1 - - - 2 4 6 - - - - - - - - - - - - 4 5 9
3 Puskesmas Purwosari 1 1 2 - 1 1 - - - - 3 3 - - - - - - - - - - - - 1 5 6
4 Puskesmas Jayengan 1 1 2 - - - - - - 4 4 8 - - - - - - - - - - - - 5 5 10
5 Puskesmas Kratonan 1 1 2 - - - - - - - 6 6 - - - - - - - 1 1 - - - 1 8 9
6 Puskesmas Gajahan - 1 1 - - - - - - 3 3 6 - - - - - - - - - - - - 3 4 7
7 Puskesmas Sangkrah 1 2 3 - - - - - - 3 6 9 - - - - - - - - - - - - 4 8 12
8 Puskesmas Purwodiningratan - 2 2 - - - - - - 3 3 6 - - - - - - - - - - - - 3 5 8
9 Puskesmas Ngoresan 1 1 2 - - - - - - 1 2 3 - - - - - - - - - - - - 2 3 5
10 Puskesmas Sibela - 2 2 - - - - - - 3 2 5 - - - - - - - - - - - - 3 4 7
11 Puskesmas Pucangsawit 1 1 2 - - - - - - 3 - 3 - - - - - - - - - - - - 4 1 5
12 Puskesmas Nusukan 2 - 2 - - - - - - 3 4 7 - - - - - - - - - - - - 5 4 9
13 Puskesmas Manahan 2 - 2 - - - - - - 1 4 5 - - - - - - - - - - - - 3 4 7
14 Puskesmas Gilingan 1 1 2 - 1 1 - - - 2 3 5 - - - - - - - - - - - - 3 5 8
15 Puskesmas Banyuanyar - 2 2 - - - - - - 2 4 6 - - - - - - - - - - - - 2 6 8
16 Puskesmas Setabelan 1 1 2 - - - - - - 4 1 5 - - - - - - - - - - - - 5 2 7
17 Puskesmas Gambirsari - 2 2 - - - - - - 2 3 5 - - - - - - - - - - - - 2 5 7

SUB JUMLAH I (PUSKESMAS) 15 19 34 - 4 4 - - - 44 55 99 - - - - - - - 1 1 - - - 59 79 138


- - - - - - - - - - -
1 RSUD Dr. Moewardi 25 9 34 37 31 68 2 - 2 76 31 107 - - - - - - - - - 1 - 1 141 71 212
2 RS Slamet Riyadi 3 - 3 4 3 7 1 - 1 1 1 2 - - - - - - - - - 4 7 11 13 11 24
3 RS Dr Oen Surakarta 3 1 4 8 40 48 3 2 5 - 14 14 - - - - - - 9 - 9 - 1 1 23 58 81
4 RS Brayat Minulyo - - - 2 10 12 2 1 3 - - - - - - - - - - - - 54 91 145 58 102 160
5 RS Panti Waluyo - - - 2 24 26 2 1 3 - 10 10 - - - - - - - - - 47 41 88 51 76 127
6 RS Kasih Ibu - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
7 RS PKU Muhammadiyah Ska - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - 133 130 263 133 130 263
8 RSUI Kustati - - - 2 1 3 - - - - - - - - - - - - - - - 75 71 146 77 72 149
9 RS Tri Harsi - - - 4 4 8 - - - - - - - - - - - - - - - 2 2 4 6 6 12
10 RSUD Kota Surakarta 2 2 4 - - - - - - 8 4 12 - - - - - - - - - - - - 10 6 16
11 RS Hermina - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
12 RSJD Surakarta 10 8 18 17 7 24 3 - 3 3 - 3 - - - - - - - - - 2 9 11 35 24 59
13 RSJ Puri Waluyo - - - - - - - - - - - - - - -
14 RS Mata Solo - - - 1 - 1 2 - 2 1 2 3 - - - - - - - - - 1 4 5 5 6 11
- - - - - - - - - - -
SUB JUMLAH II (RUMAH SAKIT) 43 20 63 77 120 197 15 4 19 89 62 151 - - - - - - 9 - 9 319 356 675 552 562 1.114
SARANA PELAYANAN KESEHATAN LAIN - - - - - - - - - - -
INSTITUSI DIKNAKES/DIKLAT - - - - - - - - - - -
DINAS KESEHATAN KAB/KOTA - - - - - - - - - - -
JUMLAH (KAB/KOTA) 58 39 97 77 124 201 15 4 19 133 117 250 - - - - - - 9 1 10 319 356 675 611 641 1.252

Sumber: Profil SDMK


TABEL 81

ANGGARAN KESEHATAN KABUPATEN/KOTA


KOTA SURAKARTA
TAHUN 2016

ALOKASI ANGGARAN KESEHATAN


NO SUMBER BIAYA
Rupiah %
1 2 3 4

ANGGARAN KESEHATAN BERSUMBER:

1 APBD KAB/KOTA 122.021.752.000 62,54


a. Belanja Langsung 73.950.658.000
b. Belanja Tidak Langsung 48.071.094.000

2 APBD PROVINSI 123.331.900 0,06


- Dana Tugas Pembantuan (TP) Provinsi 123.331.900

3 APBN : 433.359.000 0,22


- Dana Alokasi Umum (DAU) - 0,00
- Dana Alokasi Khusus (DAK) - 0,00
- Dana Dekonsentrasi 433.359.000 0,22
- Dana Tugas Pembantuan Kabupaten/Kota - 0,00
- Lain-lain (sebutkan) 0,00

4 PINJAMAN/HIBAH LUAR NEGERI (PHLN) 651.085.348 0,33


GF ATM 564.575.348
KNCV 86.510.000

5 SUMBER PEMERINTAH LAIN 71.890.514.000 36,84


- RSUD Kota Surakarta (Langsung + tak langsung) 71.890.514.000

TOTAL ANGGARAN KESEHATAN 195.120.042.248


TOTAL APBD KAB/KOTA 2.033.031.082.604
% APBD KESEHATAN THD APBD KAB/KOTA 9,54
ANGGARAN KESEHATAN PERKAPITA 352.883,80

Sumber: Subbag PEP DKK


TABEL 82
KASUS PENYAKIT TIDAK MENULAR DI PUSKESMAS DAN RUMAH SAKIT
KOTA SURAKARTA
TAHUN 2016

Neoplasma Diabetes Mellitus Peny. Jantung & Pembuluh Darah PPOK Asma
No. Unit Pelayanan
Ca Ca Ca Ca ID ND Angina AMI Dekomp Hipertensi Hipertensi Stroke Bronkial Psikosis
Servik Mamae Hepar Paru DM DM Pekt. Kordis Essensial Lain Hemoragik Non Hemoragik
1 2 3 4 5 6 8 9 11 12 13 14 15 16 17 18 19 21

1 Puskesmas Pajang - - - 1 79 276 11 - - 1.174 - 35 13 104 -


2 Puskesmas Penumping 13 11 13 - 1 253 4 15 63 1.925 10 105 8 350 5
3 Puskesmas Purwosari 6 6 - 1 18 1.319 39 - 5 3.232 744 115 32 178 32
4 Puskesmas Jayengan - 3 - 8 2 111 - - 29 713 82 - - 119 107
5 Puskesmas Kratonan - 2 - 3 - 30 2 - 12 140 - 2 - 14 4
6 Puskesmas Gajahan - 8 - - 55 422 12 9 18 943 107 30 10 266 25
7 Puskesmas Sangkrah - - - - - - - - - - - - - - -
8 Puskesmas Purwodiningratan 5 10 - - - 635 83 5 11 2.286 - 29 7 127 103
9 Puskesmas Ngoresan - - - - - - - - - - - - - - -
10 Puskesmas Sibela 3 5 - 3 5 442 16 9 13 2.613 36 51 10 455 479
11 Puskesmas Pucangsawit - - - - - - - - - - - - - - -
12 Puskesmas Nusukan - 6 - - 18 476 104 - 19 1.500 7 5 5 243 14
13 Puskesmas Manahan - - - 1 - 179 1 - 26 409 - - 3 38 28
14 Puskesmas Gilingan 3 9 - - 23 451 25 26 21 2.616 271 49 24 290 215
15 Puskesmas Banyuanyar - - - - 19 345 - - - 1.139 25 - - 120 84
16 Puskesmas Setabelan 1 6 - - 32 213 37 - 29 2.106 - 23 - 201 1.059
17 Puskesmas Gambirsari 7 - 31 - 22 71 38 13 329 3.818 - 24 3 11 100

SUB JUMLAH I (PUSKESMAS) 38 66 44 17 274 5.223 372 77 575 24.614 1.282 468 - 115 2.516 2.255

1 RSUD Dr. Moewardi 2.129 17.574 13 2.815 140 13.084 2.255 310 313 16.904 522 809 3.027 1.719 1.796 3
2 RS Slamet Riyadi 18 25 5 3 40 65 17 9 11 80 63 45 69 27 35 20
3 RS Dr Oen Surakarta 25 68 18 9 0 380 35 42 208 218 0 38 159 75 72 16
4 RS Brayat Minulyo
5 RS Panti Waluyo 6 49 2 18 152 236 48 29 57 331 79 94 123 30 91 4
6 RS Kasih Ibu 94 3648 19 244 114 15846 155 8 413 7804 1247 481 692 416 240 14
7 RS PKU Muhammadiyah Ska 35 470 3 21 128 264 33 49 49 506 0 75 95 31 93 1
8 RSUI Kustati 9 53 1 2 183 1223 75 113 211 4062 19 149 213 441 850 247
9 RS Tri Harsi 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 32 0
10 RSUD Kota Surakarta 20 102 5 10 18 2054 39 101 74 3751 1131 46 287 224 814 223
11 RS Hermina 4 177 0 0 5 1991 76 27 483 758 159 9 222 3 94 503
12 RSJD Surakarta 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
13 RS Mata Solo 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0

SUB JUMLAH II (RUMAH SAKIT) 2.340 22.166 66 3.122 780 35.143 2.733 688 1.819 34.414 3.220 1.746 4.887 2.966 4.117 1.031

JUMLAH 2.378 22.232 110 3.139 1.054 40.366 3.105 765 2.394 59.028 4.502 2.214 4.887 3.081 6.633 3.286
TAHUN 2015 2.772 9.320 163 438 2.700 26.985 2.350 641 6.395 52.837 3.133 2.148 2.514 2.633 7.156 6.165
Sumber : Laporan Puskesmas dan Rumah Sakit