Anda di halaman 1dari 5

68

Lampiran 2

SATUAN ACARA PENYULUHAN

Topik : Mobilisasi pos operasi

Sasaran : Pasien pre operasi abdomen

Hari/tanggal pelaksanaan : disesuaikan

Tempat : Disamping tempat tidur pasien

I. Tujuan Instruksional Umum :

Setelah mendapat penyuluhan selama ± 50 menit tentang mobilisasi post

operasi bahwa mobilisasi dini sangat penting untuk mencegah komlikasi yang

mungkin timbul pasien mau untuk melakukan mobilisasi dini secara aktif

dengan baik dan benar.

II Tujuan Instruksional Khusus

Setelah mendapat penyuluhan tentang mobilisasi post operasi, pasien dapat:

1. Menjelaskan manfaat mobilisaasi pos operasi

2. Menjelaskan akibat yang akan timbul bila tidak melakukan mobilisasi pos

operasi

3. Melakukan mobilisasi sesegera mungkin post operasi.

III. Materi bahasan

III 1. Pengertian mobilisasi post operasi

IV 2. Manfaat mobilisasi post operasi.

V 3. Cara atau tekhnik mobilisasi post operasi.

VI 4. Kemungkinan komplikasi bila tidak melakukan mobilisasi.post operasi


69

IV. Metode:

Diskusi, demonstrasi, dan redemonstrasi.

V. Alokasi Waktu :

Penyuluhan dilaksanakan 50 menit

VI. Evaluasi :

Evaluasi dilakukan dengan kemampuan pasien melakukan redemonstrasi

MATERI PENYULUHAN PRE OPERASI TENTANG MOBILISASI POST


OPERASI PADA PASIEN PEMBEDAHAN ABDOMEN

1. Pengertian

Adalah satu usaha oleh perawat dalam membantu pasien agar dapat

melakukan gerakan sesuai kebutuhan dengan mandiri, dan meningkatkan

kemampuan pasien beradaptasi dengan keadaan post operasi.

2. Tujuan

a).Memberi pengetahuan tentang perawatan diri setelah operasi, mengubah

perilaku pasien post operasi.

b).Mencegah resiko komplikasi pasca operasi, yang di sebabkan tirah baring

lama

c).Memperpendek hari perawatan

3. Materi Penyuluhan

Penyuluhan meliputi beberapa langkah atau instruksi latihan pre operasi, di antaranya: Latihan

nafas dalam (pernafasan diafragmatik) , batuk efektif, relaksasi , perubahan posisi, dan

gerakan aktif tubuh.latihan yang di maksud seperti dalam bagan berikut


70

A.Pernafasan Diafragmatik
Pernafasan diafragmatik mengacu pada pendataran
kubah diafragma selama inspirasi dengan
mengakibatkan pembesaran abdomen bagian atas
sejalan dengan desakan udara masuk. Selama
ekspirasi, otot-otot abdomen berkontraksi.
1.Lakukan dalam posisi berbaring di tempat tidur
(semi fowler) sama seperti posisi pos operasi
dengan punggung dan bahu tersangga baik
dengan bantal.
2.Dengan tangan dalam posisi genggaman kendur,
biarkan tangan berada diatas iga paling bawah-
jari-jari tangan menghadap dada bagian bawah
untuk merasakan gerakan (gambar 1 )
3.Keluarkan napas dengan perlahan dan penuh
bersamaan dengan gerakan iga menurun dan ke
dalam mengarah pada garis tengah.
4.Kemudian ambil napas dalam melalui hidung dan
Gambar 1
mulut, biarkan abdomen mengembang bersamaan
dengan paru-paru terisi oleh udara.
5.Tahan nafas ini dalam hitungan kelima.
6.Hembuskan dan keluarkan semua udara melalui
hidung dan mulut .
7.Ulangi 15 kali dengan istirahat singkat setelah
setiap lima kali.
8.Lakukan hal ini dua kali sehari pre operasi

B.Batuk
1. Condong sedikit ke depan dari posisi duduk di
tempat tidur, jalinkan jari-jari tangan, dan
letakkan dengan melintang letak insisi Gambar 2
bertindak sebagai bebat ketika batuk (gambar
2)
2. Nafas dengan diafragma seperti pada latihan
sebelumnya( latihan A)
71

3. Dengan mulut agak terbuka ,hirup nafas dengan


penuh.
4. Batukkan (“Hak”kan) dengan keras dengan tiga
kali nafas pendek
5. Kemudian dengan mulut tetap terbuka, lakukan
nafas dalam dengan cepat dan dengan cepat
batuk kuat satu atau dua kali. Hal ini akan
membantu membersihkan sekresi. Hal ini
menimbulkan ketidaknyamanan namun tidak
membahayakan insisi.

Gambar 3
C.Latihan Tungkai
1. Berbaring dalam posisi semi-fowler dan lakukan
latihan sederhana berikut ini untuk
memperbaiki sirkulasi
2. Bengkokkan lutut dan naikkan kaki , tahan
beberapa detik, kemudian luruskan tungkai dan
turunkan ketempat tidur (gambar 3)
3. Lakukan hal ini lima kali untuk satu tungkai,
kemudian ulang pada tungkai yang lainnya.
4. Kemudian buat lingkaran dengan kaki dengan
membenkokkannya kebawah, ke dalam
Gambar 4
mendekat satu sama lain, keatas, dan kemudian
keluar.(gambar 4)
5. Ulangi gerakan ini lima kali, untuk tiap latihan

D.Miring
1.Miring ke salah satu sisi dengan bagian paling
atas
tunkai fleksi dan di sangga di atas bantal.
2.Raih pagar tempat tidur sebagai alat bantu untuk
manuver kesamping.
3.Lakukan pernafasan diafrahmatik ketika miring
dan batukkan
72

E.Turun dari Tempat Tidur


1.Miring kesalah satu sisi
2.Dorong tubuh ke atas dengan satu tangan ketika

mengayunkan tungkai anda turun anda turun dari

tempat tidur.