Anda di halaman 1dari 5

Teks Eksplanasi Tentang Banjir

Pernyataan Umum (Pembuka)


Banjir di Indonesia merupakan masalah yang kompleks, terutama di
kota besar seperti Jakarta. Masalah banjir harus dicarikan solusi
sehingga efeknya tidak merusak dan merugikan masyarakat. Tapi kita
tidak dapat memberikan tanggung jawab hanya kepada pemerintah.
Karena masyarakat memiliki peran besar dalam menyelesaikan
masalah banjir.

Deretan Penjelas (Isi)


Banjir di Jakarta dikarenakan lokasi geografis Jakarta yang lebih
rendah. Selain itu, kepadatan penduduk di Jakarta juga tergolong
tinggi. Hal ini mengakibatkan lahan kosong diubah menjadi lahan
perumahan, sehingga tidak ada tempat untuk penyerapan air.
Tidak hanya itu, warga masih banyak yang membuang sampah ke
sungai sehingga menghalangi aliran sungai. Poin tersebut merupakan
penyebab utama banjir di Jakarta saat hujan datang.
Untuk mencegah dan menanggulangi banjir harus dengan kolaborasi
antara pemerintah dan masyarakat pada umumnya. Dibutuhkan
komitmen dan kerjasama dari berbagai pihak untuk menghindarkan
Jakarta dan kota-kota lain di Indonesia dari terjadinya banjir.
Tindakan yang dapat dilakukan di antaranya adalah:
 Membuat lubang serapan air
 Menambah ruang terbuka hijau
 Mengubah perilaku masyarakat agar membuang sampah pada
tempatnya

Penutup (Interpretasi)
Partisipasi seluruh elemen masyarakat harus dilakukan dengan
koordinasi yang baik agar dapat berjalan efektif. Penanggulangan
banjir dilakukan secara bertahap, mulai dari pencegahan, selama
banjir dan pemulihan pasca banjir.
Teks Eksplanasi Tentang Pelangi
Pernyataan Umum (Pembuka)
Pelangi atau Rainbow adalah peristiwa optik dan meteorologi berupa
cahaya warna-warni paralel satu sama lain di langit atau media lainnya.
Di langit, pelangi nampak sebagai busur cahaya dengan ujungnya
mengarah ke cakrawala pada saat hujan ringan. Pelangi juga dapat
dilihat di sekitar air terjun.

Deretan Penjelas (Isi)


Ada empat siklus yang menyebabkan terbentuknya pelangi, antara
lain:
o Pembiasan Sinar Matahari. Pelangi terbentuk sebab adanya
pembiasan sinar atau cahaya matahari yang dibelokkan ke arah lain
dari perjalanan satu medium ke medium lainnya oleh tetesan air
yang berada di atmosfer.
o Sinar matahari melewati tetesan air. Saat cahaya matahari melewati
tetesan air maka cahaya tersebut akan di bengkokkan sehingga
akan membuat warna-warna tersebut berpisah dengan sendirinya.
o Pembelokkan cahaya. Setiap warna-warna pelangi akan dibelokkan
pada sudut yang berbeda sehingga akan memberikan warna yang
indah pada pelangi.
o Terbentuklah warna pelangi. Warna yang akan pertama dibelokkan
adalah warna ungu, sedangkan warna terakhir yang akan di
belokkan adalah warna merah serta akan menyusul warna pelangi
lainnya yaitu jingga, kuning, hijau, biru dan nila maka kita akan
melihat warna pelangi secara utuh yang disebabkan oleh geometri
optik dalam proses penguraian warna.

Penutup (Interpretasi)
Pelangi hanya dapat kita lihat saat hujan bersamaan dengan matahari
bersinar tetapi dari sisi yang berlawanan dengan kita. Posisi kita harus
berada di antara matahari dan tetesan air dengan matahari di belakang
kita. Mata kita dan pusat busur pelangi harus berada dalam satu garis
lurus.
TEKS EKSPLANASI FENOMENA SOSIAL

Pernyataan Umum (Pembuka)


Kemiskinan adalah tingkat penghasilan masyarakat yang rendah
sehingga tidak bisa memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari (makan,
tempat tinggal, pendidikan, dan lainnya). Umumnya masyarakat miskin
biasa tinggal di gubuk, kolong jembatan, bantaran kali.

Tak jarang masyarakat miskin membangun sendiri rumah di atas tanah


milik Negara. Kemiskinan terjadi di seluruh dunia dan banyak negara
berkembang yang mempunyai masalah ini, kemiskinan.

Deretan Penjelas (Isi)


Kemiskinan terjadi sebab beberapa faktor, salah satunya adalah
keterbatasan kelengkapan pendidikan dan pemenuhan kebutuhan
sehari-hari. Bangkrut, musibah, perbudakan, struktur sosial juga
menjadi faktor penyebabnya.

Struktur sosial dan perilaku menjadi dominasi faktor masalah


kemiskinan. Perilaku konsumtif, gengsi, pengeluaran uang tidak sesuai
dengan pemasukan juga termasuk. Faktor struktur sosial mengarah
kepada masalah turun temurun (terutama masalah pendidikan orang
miskin). Perilaku gengsi, sehingga masyarakat lebih mementingkan
keinginan daripada kebutuhan.

Sebenarnya banyak usaha yang dilakukan oleh masyarakat dan


pemerintah untuk mengatasi kemiskinan. Misalnya adalah menaikkan
upah minimum kerja, memperluas lapangan pekerjaan, pendidikan
gratis dan tempat tinggal dengan harga terjangkau.

Hal itu harus didukung dengan perilaku masyarakat yang tidak


menghamburkan uang, menghindari gengsi, menabung dan membantu
orang di sekitarnya. Sehingga kerjasama masyarakat dan pemerintah
dapat berjalan efektif untuk mengatasi kemiskinan.

Penutup (Interpretasi)
Seharusnya di Indonesia tidak perlu ada kemiskinan. Apabila kita dapat
dan mau menerima serta bersyukur terhadap apa yang dimiliki. Sifat-
sifat buruk seperti yang disebut diatas harus kita hilangkan dan
kerjasama pemerintah dan masyarakat sangat penting dalam
menghilangkan kemiskinan di Indonesia.