Anda di halaman 1dari 3

Kajian Kritis Jurnal

PICO

A. Patient of Problem
Untuk mengevaluasi hubungan antara tekanan darah dan ekskresi angiotensin pada urin (uAGT)
dan sekresi natrium ginjal (uNa) pada anak dengan DM tipe 1 di Departemen Diabetes dan
Obesitas pada anak di Pusat Pendidikan Universitas Poznan, Polandia.
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh:
 Penyakit ginjal diabetes ditandai dengan proteinuria persisten dan albuminuria yang
biasanya berhubungan dengan hipertensi dan penurunan laju filtasi glomerulus.
 Beberapa pasien bisa mengalami penyakit ginjal diabetes tanpa didahului oleh
mikroalbuminuria atau terdapat penurunan fungsi ginjal sehingga diperlukan penanda
yang lebih sensitif dan lebih spesifik.
 Eksresi angiotensin pada urin dapat menjadi penanda yang potensial untuk menilai status
ginjal pada pasien DM tipe 1 karena hanya angiotensin yang diketahui sebagai substrat di
renin yang membatasi nilai enzim di sistem renin angiotensin.
 Hipertensi merupakan faktor resiko yang dapat mempercepat komplikasi mikrovaskular
dan makrovaskular pada penyakit ginjal diabetes.
 Angiotensinogen tidak hanya penting dalam pengendalian tekanan darah tetapi juga
dalam pengendalian ekskresi natrium ginjal.

B. Intervention
 Pemeriksaan tekanan darah dengan menggunakan perangkat oscilometrik (Spacelabs
90217) yang di program mengukur tekanan darah setiap 20 menit saat pagi (07.00-10.00)
dan setiap 30 menit selama malam (10.00-07.00). Ukuran manset ditentukan oleh
pengukuran lingkar lengan pertengahan, dan kira – kira 40% dari lingkar lengan.
 Angiotensin diukur dalam urin yang ada menggunakan uji ELISA sesuai dengan instruksi
oleh parbriknya (Uscn Life Scienceinc, Houstin, Amerika Serikat).
 Sampel urin yang dikumpulkan pada pagi hari segera disimpan pada -70 0C. Semua
spesimen urin digunakan dalam waktu 3 bulan setelah dikumpulkan.
 Konsentrasi albumin urin dan kreatinin diukur menggunakan analyzer otomatis (bayer).
C. Compare
 Dalam penelitian ini, kami meneliti ekskresi angiotensinogen dan ekskresi natrium pada
urin dalam kaitannya terhadap tekanan darah pada anak dengan DM tipe 1 tanpa penyakit
ginjal diabetes, yaitu dengan albumin normal dan laju filtrasi glomerulus diatas 90
ml/menit/1,73m2
 Penelitian lain serupa dilaporkan untuk populasi dewasa DM tipe 1 bahwa terjadi
penurunan kadar natrium dalam urin sebagai komplikasi awal dari diabetes.
 Dalam literatur lain ditemukan ada hubungan antara ekskresi natrium, albuminuria dan
kerusakan ginjal.
 Penelitian klinis skala besar telah melaporkan bahwa inhibitor renin angiotensin dapat
menunda terjadinya gangguan ginjal yang disebabkan oleh nefropati diabetik, dan dalam
penelitian ini, renin angiotensin bloker diberikan untuk pasien hipertensi.
 Pada studi lain terdapat korelasi positif antara nilai angiotensin urin, albumin/ kreatinin
rasio dan proteinuria pada pasien hipertensi dewasa tanpa diabetes.
D. Outcome
Dari jumlah sampel anak terdiri dari 52 anak-anak dengan Dm tipe 1 (28 laki-laki dan 24
perempuan) :
 Distribusi menurut demografi dan klinis dari kelompok studi dan kontrol anak-anak
dengan DM 1 menunjukkan peningkatan angiotensin urin (median 0,00 dan 1,76 vs 0,00
dan 0,00 ng/mg).
 Distribusi perbandingan anak diabetes dengan kontrol tekanan darah yaitu anak-anak
dengan tekanan darah normal, prehipertensi dan hipertensi mengungkapkan peningkatan
yang bermakna dari penggunaan pada pasien prehipertensi, serta hipertensi bila
dibandingkan dengan kontrol.
 Distribusi hubungan angiotensin dan natrium urin dengan nilai tekanan darah dan
parameter klinis dari tingkat angiotensin urin menunjukkan korelasi positif dengan nilai
rata-rata tekanan darah (24MAP, r = 0,594). D/N rasio menunjukkan korelasi negatif
dengan nilai angiotensin urin (r = -0,279). Tidak ada korelasi yang signifikan antara
tekanan darah, D/N rasio dan laju filtrasi glomerulus, albumin/ kreatinin rasio. Tiga
belas anak-anak (25%) mengalami hiperfiltrasi glomerulus.
 Analisis ROC dilakukan untuk menentukan profil diagnostik dari kadar angiotensin pada
urin dalam mengidentifikasi pasien hipertensi (diatas persentil 95) diantara semua anak
diabetes dengan albumin yang normal. Untuk tujuan ini, angiotensin urin menunjukkan
gambaran yang baik, menggambarkan AUC 0,833 (CI: 0,704-0,922) dengan nilai cut off
terbaik dari > 0 ng / mg (sensitivitas 94,12%; spesifisitas 82,86%).
VIA

A. Validitas
Apakah hasil sistemik ini valid?
Ya, data hasil penelitian ini menggunakan perangkat yang telah disetujui oleh European Society
of Hipertensi. Minimal 40 rekaman yang diperlukan untuk mempertimbangkan bahwa monitoring
sah untuk digunakan. Sampel urin dan darah dikumpulkan pada pagi yang sama dan segera
dibekukan. Persetujuan ini disetujui oleh komite etik lokal, dan setiap wali dari peserta memberi
informasi lengkap dan persetujuan untuk ambil bagian. Penelitian ini dilakukan dengan prinsip
yang dinyatakan dalam deklarasi Helsinki.

B. Important
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi hubungan antara tekanan darah dan ekskresi
angiotensin pada urin (uAGT) dan sekresi natrium ginjal (uNa) pada anak dengan DM tipe 1.
Dari penelitian ini disimpulkan bahwa peningkatan angiotensin urin mendahului hipertensi pada
pasien anak dengan albumin normal pada DM tipe 1 dan mungkin dipertimbangkan sebagai
penanda baru hipertensi. Penurunan ekskresi natrium tampaknya juga dimasukkan pada proses
terjadinya hipertensi dan jejas awal pada ginjal. Antara keduanya, angiotensin urin dan natrium
urin berhubungan dengan tekanan darah pada anak DM dengan albumin normal.

C. Aplicable
Dari penelitian ini dapat diidentifikasi dari rasio albumin/ kreatinin (ACR), laju filtasi
glomerulus, angiotensin urin (uAGT), Natrium ginjal (uNa), glukosa (HbA1c) dan tekanan darah
yang mungkin dipertimbangkan sebagai penanda hipertensi dan jejas fase awal dari ginjal pada
anak DM dengan albumin normal.