Anda di halaman 1dari 39

Oleh : aldy

nelwan padakku
Kelas : viii.2
Mata pelajaran : penjas
Teknik dasar dalam permainan sepak bola yang harus dikuasai oleh pemain sepak bola di antaranya:
1. Menggiring bola (dribbling), yaitu teknik mendekati jarak ke sasaran, melewati lawan, dan
menghambat permainan.
2. Menendang bola (kicking), yaitu teknik menendang dan menembak ke arah gawang lawan.
3. Mengumpan bola (passing), yaitu teknik mengoper bola ke teman satu tim.
4. Menghentikan bola (stopping), yaitu teknik menghalau bola yang terlalu kuat ditendang.
5. Menyundul bola (heading), yaitu teknik menerima umpan bola yang melayang dari atas.
6. Merebut bola (intercepting), yaitu teknik mengambil/merampas bola dari lawan.
7. Menyapu bola (sliding tackle), yaitu teknik merampas bola dengan men-sliding pemain lawan.
8. Lemparan ke Dalam (trow-in), yaitu teknik melempar bola ke dalam ketika bola keluar
lapangan.
9. Menangkap bola (goal keeping), yaitu teknik mempertahankan gawang agar tidak kemasukan.
Untuk penjelasan lebih lengkap dan langkah-langkah dalam melakukan teknik dasar permainan
sepak bola di atas, silahkan baca selengkapnya di bawah ini:
1. Teknik Dasar Menggiring Bola (Dribbling)
Menggiring bola ialah gerakan membawa bola yang dilakukan dengan menggunakan kaki untuk
menuju daerah tim lawan dan menerobos pertahanan pemain lawan.
Kemampuan dalam menguasai teknik dasar menggiring bola mutlak diperlukan oleh seorang pemain
yang baik, karena dribble atau menggiring bola termasuk skill individu yang mesti dikuasai oleh
setiap pemain. Ketika dalam permainan kamu tidak mendapatkankan teman yang dapat dioper,
kamu harus menggiring atau men-dribble bola tersebut.
Begitu juga ketika kalau kamu memberikan operan akan menyebabkan offfside, kamu mungkin saja
harus menggiringnya sendiri.
Berdasarkan situasinya, dribble atau menggiring bola dibedakan menjadi dua jenis, yaitu:
1. Closed dribbling, yaitu teknik menggiring bola yang dilakukan dengan mengontrol penuh bola
ketika bola sedang tidak benar-benar aman dari pemain lawan. Dalam teknik ini, bola tidak
bisa ada lebih dari 1 meter di depan kaki kita.
2. Speed dribbling, yaitu teknik menggiring bola yang dilakukan dengan menendang bola ke
depan, lalu kita mengejarnya dengan berlari secepatnya. Tapi, syaratnya kita harus benar-
benar bebas dari desakan pemain lawan.
Kalau kamu mau membawa bola dengan cepat ke daerah yang kosong atau tidak ada lawan,
lakukanlah speed dribbling, yaitu dengan menendang bola lalu mengubernya.
Tapi, kalau kamu membawa bola di dekat atau di sekitar lawan, maka lakukanlah closed dribbling,
yaitu dengan selalu melindungi bola agar tidak terlalu jauh atau tidak lebih dari 1/2 meter di
depanmu.
Dalam melakukan closed dribbling, janganlah kamu menaikkan kecepatan dengan cara melebarkan
langkah kaki, atau mendorong bola lebih jauh ke depan. Tapi, tingkatkanlah frekuensi langkah
kakimu.
Nah, kembali ke teknik dasar menggiring bola, setidaknya ada 2 teknik atau cara menggiring bola
yang harus kamu kuasai, yaitu menggiring bola menggunakan punggung kaki bagian luar dan
menggiring bola dengan punggung kaki bagian dalam.
Berikut ini penjelasan tentang cara menggiring bola dalam permainan sepak bola:
Teknik menggiring bola dengan kaki bagian dalam
Sesuai dengan namanya, teknik ini menggunakan kaki bagian dalam sebagai titik perkenaan kaki
dengan bola ketika menggiring bola.
Berikut ini langkah-langkah menggiring bola dengan kaki bagian dalam:
Sikap awal
 Sikap awal adalah berdiri menghadap ke arah gerakan dengan pandangan lurus ke depan.
 Lengan dalam keadaan rileks dan diposisikan di samping badan.
 Sedangkan pergelangan kaki diputar keluar dan dikunci.
Gerakan menggiring bola
 Doronglah bola menggunakan kaki bagian dalam ke arah depan dengan posisi kaki agak
dibuka ke depan dan kaki tumpu ikut bergerak.
 Bola bergerak ke depan dengan bergulir di tanah.
Sikap Akhir
 Hentikan bola menggunakan telapak kaki di bagian atas bola.
 Berat badan ditumpukan pada kaki yang tidak digunakan untuk menggiring bola.
 Pandangan mata ke depan.
Teknik menggiring bola dengan kaki bagian luar
Menggiring bola menggunakan kaki bagian luar pada dasarnya sama dengan gerak dasar menggiring
bola dengan kaki bagian dalam. Yang membedakannya adalah titik perkenaan kaki dengan bola.
Berikut ini langkah-langkah menggiring bola dengan kaki bagian dalam:
Sikap awal
 Gerakan ini diawali dengan sikap berdiri menghadap arah gerakan dan pandangan ke depan.
 Kedua lengan di posisikan di samping badan agak terentang.
 Sedangkan pergelangan kaki diputar ke dalam dan dikunci.
Gerakan menggiring bola
 Doronglah bola dengan kaki bagian luar ke arah depan dalam posisi agak terangkat dari
tanah.
 Bersamaan dengan itu, kaki tumpu ikut bergerak.
 Berat badan ditumpukan di kaki yang tidak digunakan untuk menggiring bola.
 Bola bergerak ke depan di permukaan tanah tidak jauh dari kaki.
Sikap akhir
 Hentikanlah bola menggunakan telapak kaki di bagian atas bola.
 Tumpukan berat badan pada kaki yang tidak digunakan menggiring bola.
 Pandangan mata ke depan.
Teknik menggiring bola dengan punggung kaki
Yang ketiga, kita dapat menggiring bola dengan menggunakan punggung kaki sebagai titik
perkenaan bola.
Berikut langkah-langkah menggiring bola dengan punggung kaki:
Sikap awal
 Sikap berdiri menghadap arah gerakan.
 Kedua tangan agak terlentang dan rileks.
 Pandangan mata ke depan.
Gerakan menggiring bola
 Bola didorong ke depan dengan punggung kaki.
 Ujung kaki yang menyentuh bola menghadap ke tanah.
 Bola bergerak ke depan di permukaan tanah.
Sikap akhir
 Hentikan bola menggunakan telapak kaki di bagian atas bola.
 Tumpuan berat badannya pada kaki yang tidak digunakan untuk menggiring bola.
 Pandangan mata ke depan.
Tips tambahan dalam menggiring bola
Agar kamu dapat menggiring bola dengan lebih baik, berikut ini beberapa tips yang perlu kamu
perhatikan.
Pertama, jangan terlalu sering menggiring bola di sepertiga lapangan. Kamu bisa lebih leluasa
menggiring di sepertiga lapangan lawan.
Kedua, ketika menggiring bola, kalau lawan membayangimu dari samping maka teknik berbalik
(turning) seringkali bisa menolong kamu mengecohnya.
Ketiga, ketika ada lawan ketika kamu membawa bola di depanmu, sangatlah baik kalau kamu
tidak terburu-buru mengumpankan bola, walaupun sebenarnya jarakmu dengan lawan masih jauh.
Tapi giringlah bola terlebih dahulu mendekati pemain lawan, serta di saat yang seakhir mungkin
umpankanlah bola kepada temanmu, sehingga pemain lawan akan terlambat untuk menghadapi bola
tersebut.
Tapi, kalau kamu terlambat dalam mengumpan, maka sangat mungkin sekali bola akan direbut dari
kakimu.
Keempat, ketika menggiring bola, kalau pemain lawan menghadang di depanmu maka umpankanlah
bola pada rekan atau lewatilah pemain lawan yang menghadang tersebut.
Ada banyak teknik yang bisa digunakan untuk melewati lawan, yang prinsipnya adalah untuk
menyusahkan pergerakan lawan dalam menguber bola, mati langkah, salah antisipasi, atau
kehilangan keseimbangan.
Di antara teknik-teknik itu yaitu matthews move, menggunting (scissors move), step over, cruyf move,
melewatkan dibawah ke-2 kaki lawan (nutmeg move), berpura-pura ingin menendang (fake kick),
berputar (spin move), mencungkil bola (sombrero move) serta elastico move.
Sebenarnya, kamu boleh saja kehilangan bola asalkan mendapatkan ganti yang layak untuk itu,
seperti tendangan sudut, tendangan bebas, lemparan ke dalam, atau bahkan juga tendangan penalti.
Kelima, menggiring bola bisa dilakukan ke arah mana saja, termasuk ke arah belakang kalau
dibutuhkan, misalnya untuk mencari serta memembentuk gabungan yang lebih baik.
Keenam, kalau temanmu yang sedang menggiring bola ada dalam kesulitan, cepatlah datang untuk
menolongnya dengan cara mengambil posisi yang pas untuk dapat di beri umpan.
Ketujuh, beberapa pemain yang paling baik dalam menggiring dianjurkan untuk diletakkan di
sayap, dengan harapan dapat menyibukkan beberapa pemain lawan sampai terpancing ke pinggir
lapangan sehingga terbentuklah ruang longgar di dalam lapangan.
2. Teknik Dasar Menendang Bola (Kicking)
Secara umum, ada 7 teknik dalam menendang bola. Sebagian dari teknik-teknik itu kerap kita
lakukan, tetapi sebagian yang lain memerlukan latihan tersendiri. Ketujuh teknik menendang bola
itu di antaranya:
1. Menendang bola dengan sisi dalam kaki
2. Menendang bola dengan sisi luar kaki
3. Menendang bola dengan punggung kaki (kura-kura)
4. Menendang bola dengan punggung sisi dalam kaki
5. Menendang bola dengan tumit
6. Menendang bola dengan ujung jari kaki/sepatu
Tapi, karena artikel ini membahas tentang teknik dasar bermain sepak bola, maka hanya
beberapanya saja yang akan saya paparkan di sini. Yaitu 3 teknik pertama dalam daftar di atas.
Teknik menendang bola dengan kaki bagian dalam, luar, dan punggung kaki.
Berikut ini penjelasan dan langkah-langkah dari teknik dasar menendang bola sesuai dengan kondisi
yang mesti kamu kuasai untuk dapat menjadi pemain sepak bola yang handal:
Teknik menendang bola dengan kaki bagian dalam

Berikut ini langkah-langkah mengenai teknik menendang bola dengan kaki bagian dalam:
1. Berdiri dengan sikap tubuh menghadap ke arah bola.
2. Posisikan kaki kiri bertumpu di samping bola dengan lutut sedikit ditekuk.
3. Pastikan tubuh agak sedikit condong ke belakang.
4. Untuk keseimbangan, tekuk sedikit kedua tangan di samping badan.
5. Fokuslah ke arah bola dan pada sasaran tembakmu.
6. Bidiklah bola tepat di bagian tengahnya dengan bagian dalam dari kaki.
7. Kemudian, ayunkan kaki kanan dari belakang ke depan dan tendang bolanya dengan sasaran
bola berada di bagian samping.
8. Setelah menendang, tumpu berat badan ke kaki kanan atau yang dipakai untuk menendang.
9. Mendarat dengan baik dengan mendahulukan kaki kanan tersebut.
Teknik menendang bola dengan kaki bagian luar
Teknik ini adalah tendangan yang menggunakan sisi bagian luar dari kaki, dan digunakan untuk
menendang dengan jarak tempuh tendangan yang lebih dekat.
Berikut langkah-langkah menendang bola dengan kaki bagian luar:
1. Sikap awal tubuh adalah berdiri menghadap ke arah bola.
2. Kaki kiri atau yang menumpu tubuh diletakkan di samping bola yang akan ditendang.
3. Kedua tangan dirilekskan untuk menjaga keseimbangan tubuh.
4. Kaki kanan atau yang digunakan untuk menendang bola sedikit diputar ke dalam.
5. Pandangan mata ke arah bola.
6. Ayunkan kaki yang digunakan untuk menendang bola ke arah depan.
7. Kaki bagian luar disentuhkan atau dikenakan pada bola.
8. Kemudian, geser atau condongkan berat badan ke bagian depan tubuh.
Teknik menendang bola dengan bagian punggung kaki
Menendang bola dengan kaki bagian punggung digunakan untuk jarak tempuh tendangan yang jauh.
Berikut langkah-langkah menendang bola dengan kaki bagian punggung:
1. Sikap awal tubuh berdiri menghadap bola.
2. Kaki kiri atau yang digunakan untuk menumpu diletakkan di samping bola dengan sedikit
menekuk lutut.
3. Kedua tangan rileks untuk menjaga keseimbangan tubuh.
4. Pandangan mata fokus ke arah bola.
5. Tekuk ke bawah pergelangan kaki yang akan digunakan untuk menendang bola.
6. Ketika menendang, tekuk menghadap ke depan lutut kaki kanan atau yang digunakan untuk
menendang dan ayunkan dari belakang ke arah bola, kemudian sentuhkan kaki pada bola
bagian belakang.
7. Setelah menendang, tumpukan berat badan ke bagian depan.
3. Teknik Dasar Mengumpan Bola (Passing)
Menguasai teknik mengumpan serta menerima bola merupakan hal yang juga penting dalam
permainan sepak bola. Siapa yang tidak bisa melakukan passing atau umpan, sama saja dia tidak
bisa bermain sepak bola.
Kenapa umpan? Karena mengumpan lebih efektif dari pada menggiring bola.
Berikut ini teknik mengumpan bolaberdasarkan sisi kaki yang digunakan:
Teknik mengumpan bola dengan kaki bagian dalam
Mengumpan bola dengan menggunakan kaki bagian dalam banyak dimanfaatkan untuk memberikan
bola bola jarak pendek antara pemain satu dengan pemain lainnya.
Sikap awal
 Diawali dengan sikap berdiri menghadap arah gerak.
 Letakkan kaki tumpu disamping bola dengan sikap lutut agak tertekuk dan bahu menghadap
arah gerakan.
 Sikap kedua lengan disamping badan agak terlentang.
 Pergelangan kaki yang akan digunakan menendang diputar ke luar dan dikunci.
 Pandangan terpusat pada bola.
Gerakan mengumpan bola
 Perhatikan kesiapan teman yang akan diberi bola.
 Tarik tungkai yang akan digunakan menendang ke belakang lalu ayun ke depan ke arah bola.
 Tending bola dengan kaki bagian dalam tepat pada tengah-tengah bola.
Sikap akhir
 Pindahkan berat badan ke kaki tumpu depan bersamaan kaki yang digunakan menendang
diletakkan di depan.
 Pandangan ke depan.
Teknik mengumpan bola dengan kaki bagian luar
Sikap awal
 Diawali dengan sikap berdiri menghadap arah gerakan bola.
 Letakkan kaki tumpu disamping bola.
 Sikap kedua lengan di samping badan dengan agak terlentang.
 Pergelangan kaki yang akan digunakan menendang digunakan menendang diputar dan
dikunci.
 Pandangan terpusat pada bola.
Gerakan mengumpan bola
 Perhatikan kesiapan teman pasangan atau partner sudah siap atau belum menerima umpan
bola.
 Tarik kaki yang akan digunakan mengumpan ke belakang, lalu ayunkan ke depan kea rah
bola bersamaan kaki diputar ke arah dalam.
 Perkenaan kaki kea rah bola tepat pada tengah-tengah bola.
Sikap akhir
 Bawa berat badan ke depan beramaan kaki yang digunakan menendang diletakkan di depan.
 Pandangan ke depan
Teknik mengumpan bola dengan punggung kaki
Mengumpan dengan menggunakan punggung kaki banyak digunakan untuk memberikan bola jarak
jauh antara pemain satu dengan pemain yang lainnnya dan bola agak deras. Yang membedakan
dengan mengumpan menggunakan kaki bagian dalam adalah berkenaan kaki dengan bola.
Sikap awal
 Diawali dengan sikap berdiri menghadap arah gerakan.
 Letakkan kaki tumpu disamping bola dengan sikap lutut agak tertekuk dan bahu menghadap
gerakan.
 Sikap kedua lengan disamping badan agak terlentang.
 Pergerakan kai yang akan digunakan menendang ditarik ke belakang dan dikunci.
 Pandangan terpusat pada bola.
Gerakan mengumpan bola
 Perhatikan kesiapan teman sudah siap atau belum menerima umpan bola.
 Tarik tungkai yang akan digunakan menendang ke belakang lalu ayun ke depan ke arah bola.
 Perkenaan kaki tepat di tengah-tengah bola.
Sikap akhir
 Bawa berat badan ke depan bersamaan kaki yang digunakan menendang diletakkan di depan.
 Pandangan ke depan.
Perlu diperhatikan juga bahwa pembawa bola yang baik senantiasa mengumpan bola sebelum dia
‘mentok’. Jadi jangan kalau sudah ‘mentok’, baru mengumpankan bolanya. Sebab kalau begitu,
umpan bolanya tentu menjadi ‘tidak enak’.
Beberapa kesalahan dalam mengumpan bola yang harus dihindari:
1. Laju bola tidak sesuai dengan jarak passing.
2. Umpan bola tidak akurat.
3. Mengumpan padahal saatnya untuk menembak.
4. Kontrol bola kurang maksimal.
Mengumpan tidak mesti selalu tepat ke orangnya. Contohnya ketika dalam situasi berikut ini:
1. Kalau teman kita sedang berlari, kita memberinya umpan pada ruang kosong didepannya.
2. Jika kita ingin teman kita merangsek ke depan dalam waktu yang lebih cepat, kita
memberinya umpan pada ruang kosong didepannya sehingga ia berlari kedepan untuk
mengejar bola tersebut.
3. Saat melakukan umpan terobosan.
Menerima bola tidak selalu harus menghentikannya. Tapi bisa juga dengan…
 Langsung diarahkan pada teman.
 Diarahkan ke arah kita akan berlari membawa bola, sehingga lebih hemat waktu.
 Diarahkan ke tempat kosong yang menjauh dari lawan terdekat untuk mengurangi penjagaan
pada diri kita.
Passing bola pun terbagi menjadi beberapa jenis, yaitu:
1. Umpan 1-2 (wall pass)
2. Umpan terobosan (through pass)
3. Umpan silang (crossing)
4. Umpan diagonal
4. Teknik Dasar Menghentikan Bola (Stopping)
Menghentikan bola adalah salah satu teknik dasar dalam permainan sepak bola yang penggunaannya
bersamaan dengan teknik menendang bola.
Tujuan dari menghentikan bola adalah untuk mengontrol bola, yang di dalamnya juga termasuk
untuk mengatur tempo permainan, mengalihkan laju permainan, dan mempermudah untuk
melakukan passing.
Ada beberapa cara untuk menghentikan bola. Yaitu dengan kaki bagian dalam, luar, telapak kaki,
punggung kaki, dengan dada, paha, dan dengan perut. Berikut penjelasan dan cara melakukannya:
Teknik menghentikan bola dengan kaki bagian dalam
Sikap awal
 Diawali dengan sikap menghadap arah datangnnya bola dan pusatkan pandangan ke arah
gerakan bola.
 Putar pergelangan kaki yang akan digunakan menahan bola ke arah luar dan dikunci.
Gerakan menghentikan bola
 Julurkan kaki yang akan digunakan menahan bola ke arah datangnya bola.
 Tarik kembali ke belakang mengikuti arah gerakan bola saat bola mengenai kaki bagian
dalam, hingga gerak bola tertahan dan berhenti di depan badan.
Sikap akhir
 Bawa berat badan ke depan bersamaan kaki yang tidak digunakan menahan bola dijadikan
tumpuan berat badan.
 Pandangan ke depan.
Teknik menghentikan bola dengan kaki bagian luar
Sikap awal
 Berdiri menghadap arah gerakan bola
 Letakkan kaki tumpu di samping bola.
 Sikap kedua lengan di samping badan agak terentang.
 Pergelangan kaki yang akan digunakan menghentikan diputar ke dalam dan dikunci.
 Pandangan terpusat pada bola.
Gerakan menghentikan bola
 Tarik kaki yang akan digunakan menendang ke belakang, saat bola menyentuh kaki bagian
luar
 Perkenaan kaki pada bola tepat pada tengah-tengah bola
Sikap akhir
 Bawa berat badan ke depan bersamaan kaki yang tidak digunakan menahan bola dijadikan
tumpuan berat badan
 Pandangan ke depan
Teknik menghetikan bola dengan punggung kaki
pada umumnya mengontrol bola dengan punggung kaki dilakukan apabila bola datangnya dari
udara. Cara menghentikan bola dengan punggung kaki adalah sebagai berikut:
1. Pemain bergerak ke arah bola
2. Tepat dibawah bolayang sedang melambung, angkatlah kaki ke depan atas yang digerakkan untuk
menghentikan bola dengan punggung kaki
3. Tahanlah bola dengan menggunakan punggung kaki dengan sedikit sentuhan atau tarikan
4. Bola jatuhkan diantara kedua kaki.
Teknik menghentikan bola dengan telapak kaki
Sebelum mengontrol dan menghentikan bola dengan telapak kaki, pemain harus menyongsong
datangnya bola. Pada saat bola datang pemain menyongsong dengan telapan kaki dibuka, kemudian
telapak kaki diterik ke belakang bersamaan dengan datangnya bola.
Teknik menghentikan bola dengan paha
bola dapat dihentikan dengan paha apabila bola datang melayang dari atas atau dari depan. Cara
menghentikan bola menggunakan paha adalah sebagai berikut:
1. Perhatikan bola yang sedang melayang diudara dengan cermat
2. Posisikan badan bergerak ke depan atau ke belakang untuk menyongsong arah datangnya bola
3. Tempatkan tubuh dibawah datangnya bola dengan posisi seimbang
4. Angkatlah salah satu kaki yang akan digunakan untuk menghentikan bola. Tekuklah lutut hingga
bidang datar menyongsong arah datangnya bola
5. Dengan sedikit sentuhan bola dihentikan dengan paha
6. Jatuhkan bola diantara kedua kaki

Teknik menghentikan bola dengan dada


Bola dihentikan dengan dada apabila bola datangnya melambung dari atas. Teknik menghentikan
bola dengan menggunakan dada adalah sebagai berikut:
1. Perhatikan bola yang melayang dengan cermat
2. Maju atau mundur untuk memposisikan badan menjemput datangnya bola
3. Dalam posisi badan seimbang, dada dibuka lebar dan kedua tangan melebar
4. Tahan bola di dada dengan sedikit menarik dada kebelakang pada saat bola menyentuh dada
5. Jatuhkan bola diantara kedua kaki
Teknik menghentikan bola dengan perut
bola yang akan dihentikan dengan menggunakan perut adalah bola dengan posisi melayang di atas
tanah.
Caranya adalah sebagai berikut:
1. Amati pergerakan bola dengan cermat
2. Bergeraklah untuk menyongsong datangnya bola
3. Tahanlah bola dengan menggunakan perut dengan tetap menjaga keseimbangan badan. Pada saat
bola menyentuh perut, perut di tari sedikit ke belakang dan jatuhkan bola tepat diantara kedua kaki.
Itulah beberapa teknik menghentikan bola dalam permainan sepak bola.
Untuk dapat menghentikan bola dengan beberapa teknik di atas, harus melalui latihan yang intensif
dan menggunakan cara yang benar. Sebab untuk menjadi seorang pemain yang baik disamping
mengetahui cara memainkan bola juga harus punya ketrampilan yang cukup yaitu melalui latihan
yang disiplin dan ulet.
5. Teknik Dasar Menyundul Bola (Heading)
Tujuan menyundul bola dalam permainan sepak bola adalah untuk mengoper, mencetak gol,
mematahkan serangan lawan, atau membuang bola. Banyak gol tercipta dalam permainan sepak bola
dari hasil sundulan kepala. Pemain harus belajar untuk menyundul bola memakai dahi,
bukan dengan ubun-ubun kepala.
Pemain juga harus sadar bahwa mereka yang akan menyundul bola, bukanlah bola yang mengenai
mereka. Dilihat dari posisi badannya, menyundul bola dapat dilakukan sambil berdiri dan
sambil meloncat/melompat.
6. Teknik Dasar Merebut Bola (intercepting)
Teknik dasar ini harus dilakukan bersama teman, karena sesuai dengan namanya, yaitu merebut bola
dari kaki lawan. Kamu perlu belajar membaca gerakan lawan serta upayakan untuk membaca
gerakan bola dari pada menghadap secara fisik lawan main.
Ketika kamu mendalami gerak tipu tanpa ada bola, kamu bisa juga mengaplikasikan gerak tipu
untuk merebut bola dari lawan. Hal yang paling gampang dalam intercepting adalah menghadang
laju bola yang diumpan dengan cara long pass.
7. Teknik Dasar Menyapu Bola (Sliding Tackle)
Sliding tackle ialah gerakan merebut bola yang sebenarnya cukup rawan untuk dilakukan, sehingga
beresiko mendapatkan kartu pelanggaran. Teknik yang harus dipelajari yaitu meluncur dengan
menjatuhkan badan ke rumput.
Kamu juga harus memperhatikan timing yang pas untuk melalukan sliding tackle, karena salah
sedikit dalam memperkirakan waktu, dapat menghasilkan kartu dari wasit. Hal yang tidak
diperbolehkan dalam melakukan sliding tackle adalah melakukannya dari belakang lawan, tackle
dengan teknik menggunting, dan mengangkat kaki ke atas ketika melakukan tackle.
8. Teknik Dasar Menangkap Bola (Goal Keeping)
Teknik dasar menangkap bola hanya berlaku untuk kiper. Sudah pasti karena dalam permainan
sepak bola, pemain tidak boleh menyentuh bola dengan tangan, kecuali penjaga gawang. Latihan
umum yang perlu dilakukan adalah menangkap bola dari kanan atau kiri, bisa juga dengan
tendangan pinalti.

9. Teknik Dasar Lemparan ke Dalam


Lemparan ke dalam terjadi kalau ketika permainan sepak bola sedang berlangsung, bola keluar dari
lapangan permainan melewati daerah sisi lapangan. Kalau lemparan ini sudah dilakukan, permainan
bisa dilanjutkan kembali.
Lemparan ke dalam dilakukan oleh pemain dari tim yang tidak menyentuh bola terakhir ketika bola
keluar lapangan.
Berikut ketentuan lemparan ke dalam pada permainan sepak bola:
 Bola dilempar oleh kedua tangan dan harus melewati atas kepala.
 Kedua kaki harus tetap menempel atau menjinjit di tanah saat melempar bola.
Lemparan ke dalam dapat menjadi serangan yang berbahaya kalau dilakukan dengan perhitungan
yang matang, terutama kalau terjadi di daerah pertahanan lawan.
Ketika melakukan lemparan ke dalam, ada 3 pilihan posisi kaki, yaitu kedua kaki sejajar rapat, salah
satu kaki di depan atau di belakang, dan kedua kaki dibuka lebar.

Penjelasan Singkat Teknik Dasar Dalam Bola Voli Beserta Gambarnya- Secara individu maupun tim
penguasaan teknik dasar pada permainan bola voli akan mendukung penampilan seorang pemain.
Para pemain pemain bola voli sangat di anjurkan menguasai teknik dasar bola voli dengan baik maka
meningkatkan ritme permainan, ritme ini menentukan menang atau kalahnya suatu tim dalam
pertandingan.
Service
Service adalah tehnik pada olah raga bola voli dimana pemain berdiri di belakang garis belakang
lapangan, melemparkan atau mendorong bola ke udara atau atas, kemudian memukul bola tersebut
mengarah pada daerah lawan.

Tujuannya adalah semaksimal mungkin mengarahkan dan menjatuhkan bola pada area lawan yang
kosong atau celah terlihat lemah, sehingga lawan tidak bisa menerima bola. Atau bisa mengarahkan
bola ke area lawan dengan keras dan kecepatan yang sangat tinggi, sehingga lawan tidak dapat
menahan atau mengendalikannya minimal sulit diprediksi lawan, bahkan memblok serta diharapkan
bola tersebut akan keluar lapangan setelah tersentuh lawan.
Ketika bola yang diservis tersebut mendarat ke dalam area lawan secara langsung yaitu tanpa
menyentuh permainan lawan, maka servis itu adalah istilahnya ace. Sebutan itu berlaku juga untuk
servis yang keluar area voli, yang di dahului dengan menyentuh salah seorang pemain dari tim lawan.
Baca "pengertian dan cara melakukan servis atas dan bawah"
Pass/Passing
Passing juga biasa dikenal juga dengan reception yang merupakan sebuah usaha tim/ pemain dalam
rangka mengendalikan servis, menerima, dan menahan atau segala bentuk penyerangan yang
dilakukan oleh tim lawan. Posisi Pass bisa dikatakan baik, tidak hanya yang mampu mencegah bola
agar tidak jatuh dan atau menyentuh area tim anda, tapi melainkan harus mencapai posisi setter
dengan arah yang tepat, serta gerakan dengan kecepatan yang lumayan stabil. Agar sang setter dan
attacter akan mampu menciptakan berbagai variasi serangan dengan baik.
baca juga "cara melakukan passing bawah" dan "cara melakukan passing atas".
Spike/smash

Attack atau yang lebih familiar dinamakan spike/smash, adalah sebuah tehnik pukulan atau serangan
yang bertujuan bola dapat mendarat di area lawan, tanpa bisa di block (di tahan) tentunya
menambha nilai.
Menyerang atau spike dalam permainan bola voli disebut juga pukulan ketiga dalam bola voli. Secara
umum pukulan pertama yang sering di lalui adalah dilakukan dengan teknik pass, pukulan yang
kedua menggunakan tehnik set atau oleh setter dan pukulan ketiga adalah spike.
Dalam tehnik spike ini, seorang spiker (penyerang) harus memperhatikan sebuah langkah dasar
dalam melakukan spike,wujudnya adalah awalan / apprvoach, ayunkan senbuah pukulan pada bola
di udara, lompatan pemain, yang terakhir adalah bagaimana posisi mendarat. Bola dipukul diwaktu
melakukan teknik spike melompat di udara, dianjurkan adalah ketika sang attacker tepat berada
pada puncak lompatan. Bila ingin melakukan kontak/ pukulan dengan bola, pemain harus
mengangkat tangannya tinggi tinggi sampai di atas kepalannya. Ketika melakukan pukulan, rekan
spiker mengayunkan lengannya dan memukulkan telapak tangannya sekeras mungkin kearah bola
yang sedang melayang tersebut. baca "cara melakukan pukulan smash dengan benar"
Block/Blockir
Pertahanan atau tehnik block dilakukan dengan menahan serangan lawan agar bola yang di spike
oleh pemain dari tim lawan tidak mampu menyeberangi net dan tetap berada di area lawan.
Tehnik pertahanan yang sangat dibutuhkan dalam pertandingan, maka sangat diwajibkan bagi
pemain untuk bisa menguasai teknik block dan tehnik teknik lain dalam permainan bola voli. Tehnik
block atau pertahanan ini dapat di lakukan dengan cara pemain berdiri dengan menggunakan kedua
kaki dalam posisi sejajar. Pemain mengusahakan kedua tangan diposisikan dengan baik didepan
dada, dengan meletakan memposisikan telapak tangan menghadap kearah net dan dengan jari-jari
terbuka (dikembangkan) selebar mungkin.

Teknik dasar permainan bola basket Lengkap dengan Gambar

Terdapat beberapa tekhnik dasar yang harus dikuasai oleh seorang pemain basket diantaranya Cara
memegang bola, menangkap bola, mengoper atau melempar bola, menggiring bola (dribbling ball), Pivot atau
memoros, Shooting, dan Lay-up. Berikut ini penjelasannya...

Memegang bola basket


Dalam memegang bola basket harus diperhatikan hal-hal berikut ini:
 Sikap tangan membentuk mangkok besar.
 Bola berada di antara kedua telapak tangan.
 Telapak tangan melekat di samping bola agak ke belakang, jari-jari terentang
melekat pada bola.
 Ibu jari terletak dekat dengan badan di bagian belakang bola yang menghadap ke
arah tengah depan.
 Kedua kaki membentuk kuda-kuda dengan salah satu kaki di depan. Badan sedikit condong ke depan
dan lutut rileks.

Menangkap bola

Menangkap bola (catching ball) terdiri dari dua macam cara yaitu menangkap bola di atas kepala dan
menangkap bola di depan dada. Caranya:

1. Bola dijemput telapak tangan dengan jari-jari tangan terentang dan pergelangan tangan rileks.
2. Saat bola masuk di antara kedua telapak tangan, jari tangan segera melekat ke bola dan ditarik ke
belakang atau mengikuti arah datangnya bola.

Mengoper atau melempar

Mengoper atau melempar bola terdiri atas tiga cara yaitu

1. Melempar bola dari atas kepala (over head pass).


2. Melempar bola dari dari depan dada (chest pass) yang dilakukan dari dada ke dada dengan cepat
dalam permainan.
3. Melempar bola memantul ke tanah atau lantai (bounce pass).

Menggiring bola (dribbling ball)


Dribbling ball adalah suatu usaha membawa bola ke depan. Caranya yaitu:
1. Dengan memantul-mantulkan bola ke lantai dengan satu tangan.
2. Saat bola bergerak ke atas telapak tangan menempel pada bola dan mengikuti arah bola.
3. Tekanlah bola saat mencapai titik tertinggi ke arah bawah dengan sedikit meluruskan siku tangan
diikuti dengan kelenturan pergelangan tangan.

Menggiring bola dalam permainan bola basket dapat dibagi menjadi dua cara, yaitu menggiring bola rendah
dan menggiring bola tinggi. Menggiring bola rendah bertujuan untuk melindungi bola dari jangkauan lawan.
Menggiring bola tinggi dilakukan untuk mengadakan serangan yang cepat ke daerah pertahanan lawan.

Pivot

Pivot atau memoros adalah suatu usaha menyelamatkan bola dari jangkauan lawan
dengan salah satu kaki sebagai porosnya, sedangkan kaki yang lain dapat berputar 360 derajat. Ada tiga
alternatif gerakan yang bisa dilakukan:

a. Pivot kemudian dribble (membawa bola)


b. Pivot kemudian passing (melempar bola)
c. Pivot kemudian shooting (menembakan bola)

Shooting

Shooting adalah usaha memasukkan bola ke dalam keranjang atau ring basket lawan untuk meraih poin.
Dalam melakukan shooting ini dapat dilakukan dengan dua cara yaitu dengan shooting dengan dua tangan
serta shooting dengan satu tangan.

Lay-up
Lay-up adalah usaha memasukkan bola ke ring atau keranjang basket dengan dua langkah dan meloncat agar
dapat meraih poin. Lay-up disebut juga dengan tembakan melayang.

Teknik Dasar Bulutangkis Beserta Gambarnya

Dalam permainan bulu tangkis, tiap pemain atau pasangan mengambil posisi berseberangan pada kedua sisi
jaring di lapangan bulu tangkis. Permainan dimulai dengan salah satu pemain melakukan servis.

Tujuan permainan adalah untuk memukul sebuah kok menggunakan raket, melewati jaring ke wilayah lawan,
sampai lawan tidak dapat mengembalikannya kembali. Area permainan berbeda untuk partai tunggal dan
ganda, seperti yang diperlihatkan pada gambar. Bila kok jatuh di luar area tersebut maka kok dikatakan
"keluar".

Setiap kali pemain/pasangan tidak dapat mengembalikan kok (karena menyangkut di jaring atau keluar
lapangan) maka lawannya akan memperoleh poin.

Permainan berakhir bila salah satu pemain/pasangan telah meraih sejumlah poin tertentu.

Teknik dasar
Cara berdiri di lapangan
Berdiri di lapangan atau footwork, adalah berada pada bagian tengah lapangan dengan kaki agak dibuka dan
lutut ditekuk, badan tetap rileks dan nyaman. Saat melakukan footwork usahakan melangkah dengan lebar.
Dengan footwork yang baik seorang pemain akan menguasai lapangan sepenuhnya sehingga akan sulit bagi
lawan untuk mendapat poin.

Cara memegang raket


1. Pegangan forehand (pegangan dasar), Pegangan ini dapat di peroleh dengan cara mendirikan raket
yang sisinya tegak dengan lantai. Pegangan ini hampir sama dengan posisi tangan sedang bersalaman.
2. Pegangan backhand, Pegangan ini dapat di peroleh dengan jalan memutar seperempat ke kanan dari
pegangan forehand.
3. Pegangan pukul kasur/Amerika, Cara pegangan ini adalah mula-mula raket diletakkan secara
mendatar di atas lantai. Kemudian ambil dan peganglah raket pada pegangannya, sehingga bagian
tangan antar ibu jari dan jari telunjuk menempel pada bagian permukaan yang lebar.

Persiapan menerima bola


Persiapan menerima bola atau teknik hitting position merupakan cara pemain untuk bersiap-siap menerima
bola. Berkonsentrasilah pada arah datangnya bola dan siapkan tenaga dan perkiraan yang baik untuk
mengembalikkan bola.

Servis forehand
Servis

Servis dibedakan menjadi servis forehand dan servis backhand. Servis forehand biasanya untuk langsung
menyerang lawan sedangkan backhand biasanya untuk bermain netting.

Servis dilakukan dari satu sisi lapangan (kiri atau kanan) menyilang menyeberangi jaring ke area lawan.
Partai tunggal dan ganda memiliki area servis yang berbeda seperti yang diilustrasikan pada gambar. Bila kok
jatuh di luar area tersebut maka kok dinyatakan "keluar" dan poin untuk penerima servis.

Posisi kiri atau kanan tempat servis dilakukan ditentukan dari jumlah poin yang telah dikumpulkan oleh
pemain yang akan melakukan servis. Posisi kanan untuk jumlah poin genap dan posisi kiri untuk jumlah poin
ganjil. Servis dari posisi kanan juga dilakukan saat jumlah poin masih nol.

Pada set pertama pemain/pasangan yang melakukan servis untuk pertama kali ditentukan dengan undian,
sedangkan untuk set berikutnya dilakukan oleh pemenang dari set sebelumnya.

servis backhand

Untuk partai ganda, beberapa peraturan berbeda diterapkan untuk perhitungan poin menggunakan sistem
pindah bola dan sistem reli poin:

Sistem pindah bola

 Sebelum pertandingan dimulai, harus ditentukan salah seorang pemain dari tiap-tiap pasangan sebagai
"orang pertama". Pilihan ini berlaku untuk setiap set yang dimainkan.
 Jumlah poin genap atau ganjil menentukan posisi "orang pertama" saat melakukan servis.
 Setiap pasangan mempunyai dua kali kesempatan servis (masing-masing untuk tiap pemain) sebelum
pindah bola, kecuali servis pertama pada tiap-tiap awal set tidak mendapat kesempatan kedua.
 Saat pindah bola, servis pertama selalu dilakukan oleh pemain yang berada di sebelah kanan, bukan
oleh "orang pertama".

Sistem reli poin


 Setiap pasangan hanya mendapat satu kali kesempatan servis, tidak ada servis kedua.
 Servis dilakukan oleh pemain yang posisinya sesuai dengan poin yang telah diraih oleh pasangan
tersebut.
 Pemain yang sama akan terus melakukan servis sampai poin berikutnya diraih oleh lawan.

Sistem perhitungan poin


Sejak Mei 2006, pada kejuaraan resmi seluruh partai menggunakan sistem perhitungan 3x21 reli poin.
Pemenang adalah pemain/pasangan yang telah memenangkan dua set.
Teknik Pukulan
Teknik pukulan adalah cara-cara melakukan pukulan pada permainan bulutangkis dengan tujuan
menerbangkan shuttlecock ke lapangan lawan.Terdapat macam-macam teknik dasar pukulan dalam
permainan bulutangkis, yaitu:

Pukulan servis
Pukulan servis merupakan pukulan dengan raket untuk menerbangkan shuttlecock ke bidang lapangan lawan
secara diagonal dan bertujuan sebagai permulaan permainan. Macam-macam pukulan servis, yaitu:
1. Pukulan servis pendek
2. Pukulan servis panjang
3. Pukulan servis mendatar
4. Pukulan servis cambuk

Teknik Mengembalikan Servis


Teknik mengembalikan servis merupakan hal yang harus Anda kuasai, berbagai macam servis yang dilakukan
oleh pemain lawan biasanya mengelabui kita untuk mengembalikkannya. Sehingga perlu konsentrasi penuh
pada arah datangnya bola. Sebaiknya saat menerima servis pukullah bola ke arah bagian sudut belakang
lapangan. Hal ini bertujuan menghindari bola tanggung untuk lawan jika mengembalikkan servis secara
sembarangan.

Pukulan lob
Pukulan lob adalah pukulan dalam permainan bulutangkis yang bertujuan untuk menerbangkan shuttlecock
setinggi mungkin mengarah jauh ke belakang garis lapangan lawan. Pukulan lob dapat dilakukan dengan dua
cara, yaitu:

Pukulan lob

1. Overhead lob [Deep Lob /Clear], yaitu pukulan lob yang dilakukan dari atas kepala dengan cara
menerbangkan shuttlecock melambung ke arah belakang [ ke lapangan bagian belakang (Backout)]
2. Underhand lob [Attacking Lob/Clear atau lob Seran], yaitu pukulan lob yang dilakukan dari bawah
dengan cara memukul shuttlecock yang berada di bawah badan dan di lambungkan tinggi ke belakang
atau dengan kata lain memukul dengan ketinggian sedang tapi laju menuju lapangan bagian belakang
(Backout)
Langkah melakukan Lob:
1. Letakkan posisi tangan pada pegangan forehand, pegang raket dan posisinya di samping bahu.
2. Posisi badan menyamping (Vertikal) dengan arah net. Posisi kaki kanan berada di belakang kaki kiri
dan pada saat memukul bola, harus terjadi perpindahan beban badan dari kaki kanan ke kaki kiri.
3. Posisi dalam keadaan siap untuk memukul.
4. Ayunkan raket.
5. pukul shutlecock seperti gerakan melempar (lecut pergelangan tangan saat raket mengenai
shuttlecock).
6. Pada saat shuttlecock menyentuh raket, tangan harus lurus. Posisi akhir raket mengikuti arah bola,
lalu dilepas, serang raket jatuh di depan badan.
7. Biarkan ayunan raket terus ke arah bawah pinggang, jangan ditahan.
8. Setelah memukul, kaki kiri mendarat lebih dulu, di bagian depan kaki (agak berjingkat) badan harus
condong ke depan.
9. Akan lebih baik jika saat melatih pukulan ini di bantu oleh teman di seberang lapangan yang bertugas
sebagai sparing.

Netting

Pukulan netting

Netting adalah jenis pukulan yang dilakukan di dekat net yang dipukul dengan sentuhan halus namun akurat.
Tujuan dilakukan netting adalah supaya shuttlecock yang jatuh di bidang lawan jatuh sedekat mungkin dekat
net. Koordinasi gerak kaki, lengan, keseimbangan tubuh, posisi raket dan shuttlecock saat perkenaan, dan
tentunya konsentrasi saat memukul shuttlecock menjadi faktor penting.

Cara melakukan netting adalah melakukan pukulan dengan pelan namun masuk ke area lawan, biasanya
dilakukan saat lawan berada pada posisi belakang. Teknik neting bisa saja mematikan jika benar-benar
dikuasai. Hal yang perlu diperhatikan adalah mengontrol pukulan, perkiraan jarak, dan arah bola. Latihan
berulang-ulang akan memudahkan Anda menguasai teknik netting.

Prinsip dasar saat akan melakukan netting:


1. Pegang raket se-rileks mungkin
2. Shuttlecock harus diambil di atas atau setinggi mungkin
3. Usahakan laju shuttlecock serendah mungkin dengan bagian atas net
4. Usahakan jatuhnya shuttlecock serapat/sedekat mungkin dengan net
Cara melatih pukulan netting:
1. Berdirilah di belakang garis service kira-kira dua langkah dari jaring
2. Peganglah raket se-rileks mungkin
3. Kejarlah shutlecock yang datang di depan jaring
4. Posisi kaki kanan selalu berada di depan baik saat melakukan netting dengan forehand ataupun
netting dengan backhand.
5. Agar netting lebih tipis bergulir di bidang lawan, sesaat sebelum shuttlecock tersentuh, buat tarikan
kecil
6. Secara simultan dan bergantian arah dan sasaran pukulan bisa berbentuk lurus, silang di depan net
atau bisa juga mendorong shuttlecock ke arah belakang.

Teknik Smash
Smash merupakan pukul keras dengan menggunakan teknik overhead ke area lawan. Semakin menukik
sebuah smash akan semakin baik sehingga kadang disertai dengan lompatan (jump smash). Yang perlu diingat
adalah smash harus dilakukan pada timing yang tepat, karena bisa saja terjadi blunder yang menyebabkan
poin untuk lawan.

Teknik Pukulan Tenis Meja Lengkap dengan Gambar dan Penjelasannya

Dalam bermain olahraga tenis meja terdapat beberap macam-nacam nama pukulan yang harus dikuasai oleh
petenis. Hal ini sangatlah penting agar seorang pemain tenis meja dapat dengan mudah mengalahkan
lawannya. Berikut ini penjelasannya...

Block / Blok

Blok adalah suatu Teknik memukul bola dengan gerakan menghentikan dalam sikap bet yang tertutup. Blok
biasanya digunakan untuk mengembalikan bola bola drive atau bola dengan putaran atas (top spin). Teknik
pukulan block ini dilakukan setelah bola memantul dari meja, hal ini dilakukan agar lawan tidak bisa
melakukan serangan balik dengan cepat karena sudah diblock dan kembali dengan cepat.
Tekhnik ini sering kali digunakan di depan meja, sehingga tekhnik pukulan ini juga sering pula disebut dengan
block pendek. Teknik pukulan block terdiri dari 2 jenis yaitu forehand block dan backhand block. Berikut ini
penjelasannya...
1. Forehand block - Cara ini dilakukan dengan gerakan bet di depan, dengan posisi bet tertutup yaitu sisi
depan bet menghadap kebagian bawah. Perhatikan juga darimana arah datangnya bola. Setelah itu
lakukan teknik block dengan segera setelah bola sudah memantul dari meja. Usahakan bola mengenai
bagian tengah bet.
2. Backhand block - Teknik ini dilakaukan dengan posisi bet berada dibagain sebelah kiri tubuh, lalu
gerakan bet kedepan, dan jika ingin melakukan blocking maka posisi bet pun harus tertutup yaitu sisi
bagian depan menghadap pada bagian kebawah. Perhatikan juga darimana arah datangnya bola.
Setelah itu lakukan teknik block dengan segera setelah bola sudah memantul dari meja. Usahakan bola
mengenai bagian tengah bet.

Chop

Forehand chop

Pukulan ini digunakan untuk mengembalikan pukulan bola yang bermacam macam. Tekhnik pukulan chop
merupakan pukulan backspin, yang sifatnya bertahan. Gerakan ataupun tekhnik pukulan ini hampir
menyerupai gerakan dari seseorang yang ingin menebang sebuah pohon dengan menggunakan kampak.
Teknik pukulan chop dibagi menjadi 2 bagian, diantaranya yaitu:
1. Forehand chop - untuk tekhnik pukulan chop yang pertama ada yang namanya forehand chop, dimana
pukulan ini sendiri tekhnik ataupun cara untuk melakukannya sama dengan pukulan forehand, namun
posisi bet dibuat agak sedikit terbuka. Selain itu juga gerakan bet kedepan dan dibuat condong ke arah
bawah. Pastikan juga bahwa kontak dengan bola ini terjadi pada bagian depan kanan tubuh. Selain itu
juga perkenaan bola pada bagian sisi bet depan pun dibuat agak bawah dan perkenaan bola di sisi
bawah bola.
2. Backhand chop - selanjutnya untuk tekhnik chop yang kedua adalah backhand chip, dimana tekhnik
ataupun pukulan ini sendiri pada posisi awalnya sama dengan backhand, namun posisi bet dibuat pada
bagian sisi bagian depannya sendiri lebih condong keatas. Selain itu juga pastikan kalau kontak bola
dibagian sisi net bawah dibagian depan sama dengan pada sisi bawah bola. Selain itu pastikan juga
bahwa perkenaan bola di bagian kiri ini posisinya agak di depan tubuh.

Drive

Drive adalah teknik pukulan yang dilakukan dengan gerakan bet dari bawah serong ke atas dan sikap bet
tertutup. Drive dapat digunakan sebagai pukulan serangan dan dapat kita kontrol sesuai dengan keinginan.

Pukulan drive dibagi menjadi 2 jenis yaitu forehand drive dan backhand drive.
1. Forehand drive -Untuk teknik ini gerakan yang dilakukan adalah kearah bet depan, lalu diikuti dengan
perputaran tubuh sekitar 30 derajat. Biasanya kesalahan yang sering dilakukan saat menggunakan tekhnik
pukulan forehand drive ini adalah saat perubahan posisi bet akibat gerakan dari pergelangan tangan, dan
membuat kesulitan saat sedang ingin kontak dan fokus pada bola. Untuk bisa melakukan pukukan dengan
menggunakan tekhnik ini, sebaiknya anda bisa menguatkan pergelangan tangan ketika sikap permulaan.
Sehingga hal tersebut tidak akan membuat posisi bet mudah untuk berubah.

2. Backhand drive - Type pukulan ini dilakukan dengan membentuk sudut pemain sekitar 90 derajat. Lalu
pergerakan bet diikuti dengan badan yang bergerak memutar. Usahakanlah kontak selalu dengan bola ketika
bet sudah berada didepan dengan posisi badan agak kekiri.

Kelebihan tekhnik pukulan drive:

 Tinggi dan rendahnya bola saat terbang mudah untuk dikuasai


 Cepat serta lambatnya lajur dari bola mudah untuk dikendalikan
 Tenaga Bola drive tidak terlalu keras, sehingga mudah untuk dikontrol oleh pemain
 Posisi bola pada setiap titik mudah untuk dikendalikan

Push
Push atau dorongan merupakan teknik memukul bola (pingpong) dengan gerakan mendorong dan sikap bet
terbuka, biasanya digunakan untuk mengembalikan pukulan pukulan push itu sendiri dan pukulan chop dari
lawan.

Push merupakan pukulan backship yang pasif dan dilakukan ketika menghadapi bakckspain, dengan
melakukan pukulan ini membuat bola melambung tidak terlalu tinggi dari net.

Pukulan push dibagi menjadi 2 bagian, yaitu :


1. Forehand push - saat melakukan tekhnik ini posisi bet agak sedikti terbuka, lalu gerakan bet kedepan,
serta sedikit kebawah. Usahakanlah bola mengenai bagain tengah bet agar memperoleh hasil yang
maksimal.
2. Backhand push - Pukulan Backhand push menggunakan pukulan backhand. Pastikan tejadi gerakan
kontak bola yang kuat, sehingga akan menghasilkan bola Backhand yang lebih sempurna lagi. Pastikan
juga bola pada bagian kiri mendekati bagian tubuh didepan.
Teknik pukulan push ini sendiri merupakan perkembangan yang berasal dari pukulan block, dan memiliki
beberapa kelebihan dibandingkan dengan teknik pukulan yang lainnya, diantaranya yaitu sebagai berikut ini:
 Bola push dapat jadikan sebagai alat yang sifatnya penjagaan, yang bisa digunakan saat melewati
situasi transisi yang bisa diubah menjadi sebuah pukulan mendorong berupa pukulan serangan balik
kepada lawan.
 Bola push ini sendiri merupakan bola yang polos, sehingga dengan menggunakan bola pertahan ini
pemain bisa melakukan yang namanya serangan balasan kepada lawan.
 Pukulan bola push dimainkan pada bagian backhand, dan biasanya digunakan untuk mewakili half
volley, untuk mencari kesempatan saat ingin membangun ataupun melancarkan serangan forehand.

Lob

Pukulan lob pada tenis meja. [https://www.youtube.com/watch?v=sLzKDn1q7F4]

Lob adalah teknik memukul bola lambung ke arah lawan agar lawan sulit mengembalikan bola kea rah
pertahanan. Loobing merupakan pukulan bertahan secara total yang digunakan untuk menghadapi smash.
Lob yang baik pada dasarnya adalah lob yang tingginya dapat mencapai 2-4 meter atau lebih diudara.

Servis
Teknik memukul bola untuk menyajikan bola pertama ke dalam permainan dengan cara memantulkan
terlebih dahulu bola ke meja service kemudian bola harus melewati atas net (tidak boleh mengenai net) dan
akhirnya memantul di meja lawan.

Langkah-langkah melakukan service:

1. Letakkan bola di atas telapak tangan yang terbuka dengan posisi diam dari tangan bebas pelaku servis.
2. Lambungkan bola secara vertikal ke atas tanpa putaran dengan jarak minimal 16 cm dari permukaan
telapak tangan bebas. Dilanjutkan dengan tangan turun tanpa menyentuh apapun sebelum dipukul.
3. Saat bola turun, server harus memukulnya sampai menyentuh mejanya terlebih dahulu dan setelah
melewati net kemudian menyentuh meja lawan.
4. Bola harus berada di atas perpanjangan permukaan meja permainan pelaku servis dari mulai servis
hingga bola dipukul.
5. Bola tidak boleh dihalangi dari pandangan penerima oleh pelaku servis atau pasangan gandanya atau
apa saja yang mereka bawa atau pakai.
6. Setelah bola dilambungkan, tarik lengan dan tangan bebas dari ruang antara bola dan net.

Macam-Macam Service
 Teknik Servis Forehand Topspin - Untuk melakukan forehand topspin pemaian berdiri dengan sikap
persiapan di meja bagian kanan dan menghadap sektor kiri meja lawan. Gunakan tangan kanan untuk
memegang bet dan ada sebelah kanan badan dengan siku ditekuk membentuk sudut 90 derajat.
Gunakan telapak tangan kiri untuk memegang bola. Lambungkan bola setinggi 16 cm, lalu pukul
dengan bet dengan pantulan yang tidak melebihi net.
 Teknik Servis Backhand Topspin - Untuk melakukan backhand topspin pemain berdiri di tengah meja
dengan sikap persiapan. Gunakan tangan kanan untuk memegang bet dengan mendekatkanya ke
pinggang sebelah kiri. Gunakan telapak tangan kiri untuk memegang bola. Bola dilambungkan setinggi
16 cm, pukul dengan bet dengan ketinggian yang normal sehingga pantulan bola di meja lawan tidak
begitu tinggi
 Teknik Servis Backhand Backspin - Posisi pemain berdiri di tengah meja dengan sikap persiapan.
Gunakan tangan kanan untuk memegang bet dengan mendekatkanya ke pinggang sebelah kiri.
Sementara telapak tangan kiri memegang bola. Lalu lambungkan bola setinggi16 cm kemudian pukul
dengan bet, usahakan tidak terlalu tinggi agar bola tidak melambung tinggi saat memantul di daerah
lawan.

Smash
Teknik pukulan bola yang dilakukan secara keras dan tajam ke arah daerah lawan. Pukulan smash dilakukan
untuk mengeksekusi bola lambung (lob) atau bola yang dikembalikan lawan relatif tinggi, baik di atas meja
maupun di belakang meja. Pukulan smash harusnya cukup mematikan karena dilakukan dengan power
(tenaga) keras sehingga menghasilkan poin kemenangan.

Cara memukul / melakukan smash:


1. Kaki tetap di buka, kaki kiri agak di depan (jika akan memukul dengan Forehand Smash)
2. Badan agak tegak, berat badan di tengah kedua kaki
3. Untuk memukul smash dengan Backhand, kaki kanan relatif di depan, dan posisi bet di sebelah kiri
sejajar dada. Ketinggian bet ini hendaknya disesuaikan dengan ketinggian bola dari lawan/partner
latihan.

Spin
Teknik pukulan ini dilakukan dengan cara bola dipukul membentuk angle atau sudut tertentu sehingga bola
memutar. Dalam pengertian umum Spin adalah pukulan forehand atau backhand dimana reket dimiringkan
sedikit atau banyak dimana jika mengenai bola akan mengalami perubahan arah (berputar). Putaran dan
kecepatan yang dihasilkan pada pukulan spin bergantung pada sudut raket dan kekuatan yang dipakai saat
melakukan pukulan.

3 teknik spin yang wajib dipelajari:


1. Topspin - Topspin mempunyai arti pukulan yang menghasilkan putaran bola ke depan dengan laju
bola bersifat parabolik. Topspin dihasilkan dengan memukul dari bawahnya belakang bola dan
menepis bola dalam gerakan ke atas dan ke depan.
2. Backspin - Backspin dihasilkan dengan memukul dari atasnya belakang bola dan menepis bola dalam
gerakan ke bawah dan ke depan. Dengan pukulan backspin, bagian bawah bola akan bergerak searah
dengan larinya bola. Bola umumnya memutar keatas (menunjukkan bahwa bola habis digesek hampir
secara horizontal dari bawah bola). Bola yang dihasilkan akan jatuh melamban dan berputar balik.
3. Sidespin - Sidespin adalah menyapu bola dalam gerakan menyamping. Pukulan sidespin bisa
dikombinasikan dengan topspin atau backspin. Jika dikombinasikan dengan topspin dan sidespin
maka bola pantul akan lebih cepat dan melengkung ke kiri atau ke kanan. Jika dikombinasi dengan
backspin dan sidespin maka bola akan memantul.

LARI JARAK PENDEK (Teknik Dasar, Langkah-Langkah Lari Jarak Pendek, Sarana
Peralatan, Lari Jarak Pendek Dengan Start Jongkok)

Lari jarak pendek adalah lari yang menempuh jarak antara 50 m sampai dengan jarak 400 m. Oleh
karena itu, faktor utama yang menentukan lari jarak pendek adalah kecepatan. Kecepatan dalam lari jarak
pendek adalah hasil kontraksi yang kuat dan cepat dari otot-otot yang diubah menjadi gerakan yang sangat
dibutuhkan bagi pelari untuk mendapatkan kecepatan yang tinggi. Nomor-nomor lari jarak pendek yang
dilombakan meliputi 100 meter, 200 meter, dan 400 meter. Lari jarak pendek biasanya disebut lari sprint.
Pelari jarak pendek dikenal dengan sebutan sprinter.

Sprinter yang baik harus mampu menerapkan teknik dasar lari jarak pendek. Teknik dasar itu meliputi
melakukan start, gerakan kaki saat lari harus mempunyai speed, dan teknik melewati garis finish.

1. Teknik Dasar Lari Jarak Pendek


Agar kita dapat mencatat waktu yang sekecil-kecilnya maka pelari cepat atau bagi pelari jarak pendek
harus menguasai teknik dasar lari jarak pendek. Adapun teknik dasar lari jarak pendek sebagai berikut.
a. Langkahkan kaki yang lebar dengan tolakan menggunakan ujung kaki.
b. Posisi tubuh condong ke depan dengan lengan tangan kanan ke arah dagu dan siku tangan ditekuk.

2. Langkah-Langkah Lari Jarak Pendek


Langkah-langkah lari jarak pendek adalah sebagai berikut.
a.Gerakan Start
Macam-macam start lari jarak pendek adalah sebagai berikut.

1) Start Pendek (Bunch Start)


Kaki kiri di depan dan lutut kaki kanan diletakkan di sebelah kaki kiri sekitar satu kepal. Kedua tangan
diletakkan di belakang garis start dengan jari-jari rapat dan ibu jari terpisah.
2) Start Menengah (Medium Start)
Kaki kiri di depan, lutut kaki kanan diletakkan di sebelah kanan tumit kaki kiri jaraknya sekitar satu
kepal. Kedua tangan diletakkan diletakkan di belakang garis start dengan empat jari-jari rapat. Ibu jari
terpisah.
3) Start Panjang (Long Start)
Kaki kiri diletakkan di depan lutut kaki kanan di belakang kaki kiri, jaraknya sekitar satu kepal. Kedua
tangan diletakkan di belakang garis start dengan jari-jari rapat dan ibu jari terpisah.
Berikut adalah gambar dari Start pendek, menengah, dan panjang:
b.Sikap Tubuh Saat Berlari
Sikap tubuh saat berlari adalah sebagai berikut.
1) Sikap tubuh condong ke depan dengan tolakan kaki yang sekuat tenaga.
2) Langkah kaki yang lebar dengan lenggang tangan ke arah dagu.
3) Tubuh dalam keadaan rileks, pandangan mata ke depan.
4) Gerakan kaki dengan secepat-cepatnya.

Saat melakukan start jongkok harus memperhatikan hal-hal sebagai berikut.1. Pikiran penuh konsentrasi
memperhatikan aba-aba dari starter.2. Perlengkapan, seperti sepatu. Talinya harus diikatkan dengan kuat
agar tidak mengganggu selama berlari.3. Semua organ tubuh seperti kaki harus dalam kondisi fit sehingga
akan siap melakukan lari.

3. Sarana dan Peralatan dalam Lari Jarak Pendek


a) Lintasan Lari Jarak Pendek
Perlombaan lari jarak pendek dilakukan di lapangan yang dibuat lintasan atau ban. Lintasan atau ban
perlombaan jumlahnya ada 8 buah. Lebar setiap lintasan berukuran 1,22 meter.
b) Peralatan
Alat yang digunakan dalam perlombaan lari jarak pendek, misalnya sepatu spikes, start block, tiang
finish, stopwatch, dan bendera start atau pistol.

4. Teknik Melakukan Lari Jarak Pendek


Pelaksanaan teknik lari jarak pendek yang benar adalah sebagai berikut.
1) Gerakan awal, posisi tubuh berdiri di belakang garis start. Kemudian, lakukan sikap start jongkok.
2) Selepas melakukan start jongkok, larilah dengan langkah lebar dan cepat. Pendaratan pada ujung telapak
kaki dengan lutut dibengkokkan, tangan diayun ke depan terarah dagu dan badan condong ke depan.
3) Setelah berlari kurang lebih berjarak 20 meter, langkah lari diperlebar dan kecepatan ditingkatkan
sehingga memasuki garis finish.

Teknik-teknik dalam melakukan lari jarak pendek dengan menggunakan start jongkok sebagai berikut.
a. Teknik start (awalan)
1) Aba-aba ”bersedia”
a) Lutut kaki belakang diletakkan/ditempatkan berjarak satu kepal sejajar dengan ujung kaki depan.
b) Kedua lengan lurus sejajar dengan bahu dan letakkan di belakang garis start, dengan pinggiran jari
telunjuk dan ibu jari menapak di tanah.
c) Pandangan lurus ke depan kira-kira 2,5 m. Usahakan badan tetap rileks, berat badan berada di kedua
belah tangan.
2) Aba-aba “siap”
a) Angkat panggul ke arah depan atas dengan tenang, sampai sedikit lebih tinggi dari bahu.
b) Berat badan lebih ke depan, kepala rendah leher tetap kendor, pandangan ke bawah lengan tetap lurus
dan siku tetap lurus.
c) Pada waktu mengangkat panggul, ambil napas dalam-dalam.
d) Pusatkan perhatian pada aba-aba “ya”.
3) Aba-aba “ya”
a) Ayun lengan kiri ke depan dan lengan kanan ke belakang kuat-kuat.
b) Kaki kiri menolak kuat-kuat sampai terkejang lurus Kaki kanan melangkah secepat mungkin, dan
secepatnya mencapai tanah.
c) Dari sikap jongkok berubah ke sikap lari, badan harus naik sedikit demi sedikit. Jangan ada gerakan ke
samping.
d) Langkah lari makin lama makin melebar dengan kecepatan penuh.

b. Teknik badan pada saat lari


Teknik badan pada saat lari sebagai berikut.
1) Kaki menolak sekuatnya sampai mengejang lurus, lutut diangkat tinggi setinggi panggul, tungkai bawah
mengayun ke depan untuk mencapai langkah lebar.
2) Usahakan agar badan tetap rileks, badan condong ke depan membentuk sudut 25-30o terhadap lutut.
3) Lengan di samping tubuh secara wajar. Siku ditekuk kira-kira 90o. Tangan menggenggam kendor, gerakan
atau ayunan lengan ke muka dan ke belakang harus wajar, gerakan lengan makin cepat berimbang dengan
gerak kaki yang makin cepat pula.

c. Teknik badan ketika memasuki garis finish

Teknik badan saat memasuki garis finish sebagai berikut.


1) Jangan mengurangi kecepatan.
2) Masuk garis finish dengan togok terlebih dahulu.
3) Setelah melewati garis finish kira-kira 5 meter, lalu berusaha menghentikan langkah.
(Baca juga: Teknik melewati garis finish lari jarak pendek)

d. Lari jarak pendek dengan menggunakan peraturan yang dimodifikasi


Kalian telah mengenal teknik dan peraturan lari jarak pendek. Peraturan lari jarak pendek bisa
dimodifikasi, misalnya dengan menggunakan teknik start berdiri. Aba-aba “bersedia” posisi tubuh berdiri
fileks, aba-aba “siap” condong tubuh ke depan sehingga berat badan lebih ke depan. Gerakan kaki dan tangan
menyesuaikan gerakan tubuh. Pada saat aba-aba “ya” ayun lengan dan kaki ke depan dan belakang kuat-kuat
dan langkahkan secepat mungkin. Kalian pun dapat memodifikasi peraturan lari jarak pendek dengan
mengubah jarak lari, misalnya 100 m menjadi 50 meteratau 75 meter.

Teknik Dasar Lari Jarak Jauh

Teknik dasar Lari


Lari jarak jauh adalah lari yang menempuh jarak 5.000 meter dan 10.000 meter. Start pada lari jarak jauh
menggunakan start berdiri. Untuk teknik dasar lari jarak jauh, posisi badan condon ke depan dengan
membentuk sudut ±10°. Kedua lengan diayunkan secara santai beberapa sentimeter di atas pinggang.
Pendaratan telapak kaki menggunakan sisi luar kaki bagian tengah.

Latihan untuk teknik dasar lari:


Latihan ini dilakukan untuk menanamkan nilai-nilai kerjasama, keberanian, dan sportivitas.

Tahap 1.
Berlari pada garis lurus melewati tanda titik-titik untuk mengatur lebar langkah lari jarak jauh. Caranya,
Lakukan teknik dasar lari dengan mengitari lapangan basket/voli/sepak bola atau yang lainnya,lakukan
sselama 1 - 2 menit. Latihan ini dapat dilakukan secara perorangan, berpasangan atau kelompok.

Tahap 2.
Pada tahap ini latihan berlari dilaksanakan berkelompok antara 4 s/d 7 orang dalam satu formasi berbanjar.
Cara melakukannya adalah, Pelari yang paling depan memberikan aba-aba "ya" dan pelari yang berada di
belakang berlari ke depan melewati samping formasi barisan dengan teknik dasar lari jarak jauh, dan
seterusnya. Kegiatan in dapat dilakukan dilakukan selama kurang lebih 2 s/d 3 menit.

Tahap 3.
Sama seperti Tahap 2, pada tahap 3 dilakukan secara berkelompok 4 s/d 7 orang dalam satu formasi berbanjar
menggunakan tongkat estafet. Salah seorang mengoper tongkat ke belakang dengan cara dijulurkan ke
belakang. Orang yang berada di belakang mengambilnya, dan yang terakhir menerima tongkat berlari ke
barisan depan sambil membawa tongkat, dan kembali memberikan pada yang di belakangnya. Lakukan
latihan ini selama ± 2 — 3 menit.

Teknik dasar start berdiri untuk lari jarak jauh


Tahap I.
Persiapan untuk melakukan start menggunakan hitungan satu (1). Berdiri sikap melangkah menghadap arah
gerakan. Kedua lutut direndahkan dan pandangan ke depan.

Tahap II.
Memindahkan berat badan pada kaki depan pada hitungan 2 (dua). Berat badan dibawa ke depan, kedua
lengan siap seperti gerakan berlari.

Tahap III.
Mengayun kaki belakang ke depan dan menolakkan kaki depan, pada hitungan III (tiga).Ayunkan kaki
belakang ke depan dengan lutut tertekuk dan kaki depan menolak ke tanah.

Teknik Pernapasan ketika Lari Jarak Jauh


Ketika berlari maka secara alami seorang akan kehabisan napas, karena oto-otot membutuhkan oksigen lebih
banyak saat melakukan aktivitas fisik. Selain itu paru-paru juga bekerja lebih keras untuk menyerap oksigen
dari udara. Memiliki pola pernapasan yang efisien saat berlari akan membuat seorang lebih efisien dalam
mendapatkan oksigen ke otot, sehingga meningkatkan daya tahan dan bisa berlari lebih jauh dan lebih
nyaman.

Langkah-langkah untuk membantu mengembangkan pola pernapasan ketika berlari yaitu:

1. Bernapas dari mulut


Dengan menggunakan mulut untuk bernapas memungkinkan lebih banyak oksigen yang masuk dan karbon
dioksida yang keluar dibandingkan dari hidung. Jika bernapas menggunakan hidung, otot wajah akan terlihat
mengencang dan tegang. Sedangkan napas melalui mulut ketika berlari akan mendorong otot-otot wajah
untuk rileks, sehingga menciptakan ketenangan dan lebih santai. Jika sudah merasakan kehabisan napas maka
perlambat sedikit larinya.

2. Sering gunakan pernapasan perut


Bernapaslah dari perut atau diafragma dan jangan bernapas dengan dada. Cara melatihnya dengan berbaring
terlentang dan lihat gerakan perut saat bernapas. Jika seorang bernapas dengan benar, maka perut naik dan
dada turun setiap napas, sementara daa kurang bergerak. Lakukan teknik ini saat berlari.

3. Mengambil napas pendek dan dangkal


Menarik napas terlalu panjang dan dalam bisa membuat seseorang tidak mampu berlari jauh atau lama,
untuk itu bernapaslah pendek secara dangkal sehingga lebih mudah mengatur napas.

4. Lakukan napas dengan berirama


Hal utama yang perlu diingat adalah sebaiknya menarik dan mengeluarkan napas secara konsisten atau
berirama, terlepas dari seberapa cepat seseorang berlari.

5. Dengarkan napas
Gunakan telinga untuk mengontrol pernapasan. Jika mendengar napas mulai terengah-engah maka kurangi
kecepatan berlari, jika sudah mulai stabil bisa secara perlahan ditingkatkan kecepatannya.
Bernapas sangat penting untuk sang pelari jarak jauh, yang dibutuhkan saat pelari jarak jauh adalah
bertahan tetap berlari dan kecepatan bukan hal yang utama.

Teknik Melewati Garis Finish


Biasanya sebelum mencapai garis finish, pelari berlari lebih cepat untuk memperebutkan posisi terdepan.
Ketika mencapai garis finish pelari menjatuhkan salah satu bahu ke depan, membungkukkan badan atau
membusungkan dada.

Teknik Lari Halang Rintangan

Teknik Lari Halang Rintangan ~ Sebelumnya kita singgung lari jarak jauh dan untuk melngkapi uraian
tersebut kali ini akan kita singgung lari halang rintangan. Lari halang rintangan (stepple chase) atau lari 3000
meter.

Jenislari ini dilaksanakan didalam stadion. Selama berlari pihak atlet harus melewati rintangan dalam bentuk
dan jumlah tertentu.

1. Bentuk rintangan :
- Pagar atau gawang besar sebanyak 4 buah dipasang pada lintasan
- Kolam/bak air. Pada tepi kolam dari arah datangnya pelari dipasang pagar
- bentuk dan ukuran pagar/gawang dapat dilihat pada uraian alat-alat dan lapangannya.

2. Jumlah melewati rintangan:


- Gawang/pagar pada lintasan sebanyak 28 kali
- Kolam air sebanyak 7 kali

3. Unsur-unsur penentuan
Pelari 300 meter rintangan sebaiknya pelari jarak jauh. Biasanya pelari 5000 meter atau 10.000 meter dapat
merangkap jenis lari rintangan. Tetapi tidak berari bahwa semua pelari jarak jauh akan mampu menjadi
pelari 3000 meter rintangan. Karena teknik melewati rintangan perlu mendapat perhatian khusus, jadi unsur-
unsur atau faktor yang menentukan pada lari 3000 meter rintangan diantaranya:
a. Daya tahan/ausdauer
b. Teknik melewati rintangan
c. Kecepatan
d. Takti berlomba

Melewati rintangan kolam/bak air

4. Teknik melewati rintangan


a. Cara melewati gawang/pagar yang berada dilintasan dapat dilakukan seperti lari gawang pada umumnya
atau salah satu kaki berpijak dahulu pada bidang atas, disusul kaki lain langsung melangkah dan mendarat
ditanah. Cara ini kurang menguntungkan karena dapat menghambat kecepatan lari. Jadi yang paling baik
dan menguntungkan adalah seperti lari gawang yang langsung melompati gawang tanpa berpijak pada
gawang/pager.

b. Cara melewati pagar dan kolam air harus dilakukan dengan memijakkan salah satu kaki terlebih dahulu
pada bidang atas gawang, kemudian disusul kaki yang lain dilangkahkan jauh kedepan untuk mendarat
sedekat mungkin pada tepi kolam, agar kaki dan badan tidak banyak terkena air. Mendarat semakin dekat
dengan pagar akan semakin banyak terkena air (disitulah terletak dasar kolam yang semakin dalam)

Demikian Teknik Lari Halang Rintangan (stepple chase) atau lari 3000 meter dan unsur-unsur yang perlu
dilewati pada lari halang rintang.

Semoga bermanfaat!

Teknik Lari Jarak Menengah


siti nurjanah 12:31:00 PM Lari

Lari jarak menengah menempuh jarak 800 m dan 1500 m. start yang digunakan untuk lari jarak menengah
nomor 800 m adalah start jongkok, sedangkan untuk jarak 1500 m menggunakan start berdiri. Pada lari 800
m masing –masing pelari berlari di laintasannya sendiri, setelah melewati satu tikungan pertama barulah
pelari–pelari itu boleh masuk ke dalam lintasan pertama Hal yang perlu diperhatikan pada lari jarak
menengah adalah penyesuaian antara kecepatan dan kekuatan / stamina dari masing -masing pelari.

Teknik dasar lari jarak menengah tidak sama dengan lari jarak pendek. Karena dalam lari jarak menengah
jarak yang harus ditempuh lebih jauh, pelari jarak menengah harus pandai mengatur strategi agar dapat
memenangkan perlombaan. Pelari jarak menengah harus pandai menghemat tenaga agar tidak sampai
mengalami penurunan stamina pada saat perlombaan berlangsung. Berikut ini Kami sajikan teknik dasar lari
jarak menengah:

Hal-hal yang perlu diperhatikan oleh atlit pelari jarak menengah:


 Langkah kaki, Gerakan langkah kai dilakukan lebih santai atau lebih lambat dari pelari sprint dan
dengan langkah konstan dan terkoordinasi dengan baik.
 Posisi tubuh, Kecondongan posisi tubuh dalam lari jarak pendek tidak seconding lari sprint, sedikit
lebih rileks, dan pandangan ke depan.
 Ayunan Lengan, Lengan mengyun ke depan dan ke belakang dalam ayunan terkoordinasi dengan
gerakan kaki tangan depan yang ayunannya hamper pada ketinggian bahu.

Teknik Start Berdiri untuk Lari Jarak Menengah ( 1.500 m )


1. Aba –aba “ bersedia”. Melangkah maju ke depan, berdiri tegak di belakang garis start.
2. Aba –aba “ siap “. Mengambil sikap kaki kiri di depan dan kaki kanan di belakang, tidak menginjak
garis start, badan condong ke depan.
3. Aba –aba “ ya “. Mulai berlari dengan kecepatan yang tidak maksimal melainkan cukup setengah atau
tiga perempat dari kecepatan maksimal.

Teknik Gerakan lari Jarak Menengah


 Kepala dan badan tidak terlalu condong.
 Sudut lengan antara 100 –110 derajat
 Pendaratan pada tumit dan menolak dengan ujung kaki
 Ayunkan kedua lengan untuk mengimbangi gerak kaki
 Mengayunkan lutut kedepan namun tidak melebihi tinggi pinggul
 Pada waktu menggerakkan tungkai bawah dari belakang ke depan tidak terlalu tinggi

Teknik Lari Jarak Menengah Saat Melewati Tikungan:


 Berusahalah berlari sedekat mungkin dengan garis lintasan sebelah kiri
 Putarkan keduan bahu ke kiri, kepala juga miring ke kiri
 Sudut lengan kanan usahakan lebih besar daripada lengan kiri

Teknik Gerakan Memasuki Garis Finish


Cara memasuki garis finish
 Lari terus tanpa mengubah sikap lari
 Dada maju, kedua tangan lurus ke belakang
 Salah satu bahu maju ke depan ( dada diputar ke salah satu sisi )
 Kepala ditundukkan, kedua tangan di ayun ke belakang

Hal –hal yang perlu diperhatikan Saat memasuki garis finish


 Frekuensi kaki dipercepat, langkah diperlebar
 Jangan melakukan gerakan melompat pada saat memasuki garis finish
 Perhatian di pusatkan pada garis finish
 Apabila ada pita jangan berusaha meraih dengan tangan
 Setelah melewati garis finish jangan berhenti mendadak

Teknik Olah Raga Lari Estafet | Sejarah | Peraturan |


1. Pengertian Lari Estafet

Teknik Olah Raga Lari Estafet | Sejarah | Peraturan | Lari sambung atau lari estafet adalah salah satu lomba
lari pada perlombaan atletik yang dilaksanakan secara bergantian atau beranting. Lari ini dilakukan
bersambung dan bergantian membawa tongkat dari garis start sampai ke garis finish. Dalam satu regu lari
sambung terdapat empat orang pelari. Pada nomor lari sambung ada kekhususan yang tidak akan dijumpai
pada nomor pelari lain, yaitu memindahkan tongkat sambil berlari cepat dari pelari sebelumnya ke pelari
berikutnya.
Start yang digunakan dalam lari bersambung adalah untuk pelari pertama menggunakan start jongkok.
Sedangkan untuk pelari kedua, ketiga, dan pelari yang keempat menggunakan start melayang. Jarak lari
bersambung yang sering diperlombakan dalam atletik baik untuk putra maupun putri adalah 4 x 100 meter
atau 4 x 400 meter. Dalam melakukan lari sambung bukan teknik saja yang diperlukan tetapi pemberian dan
penerimaan tongkat di zona atau daerah pergantian serta penyesuaian jarak dan kecepatan dari setiap pelari.

2. Sejarah Lari Estafet

Lari sambung dimulai dari bangsa Aztek, Inka, dan Maya bertujuan untuk meneruskan berita yang telah
diketahui sejak lama. Di Yunani, estafet obor diselenggarakan dalam hubungannya dengan pemujaan leluhur
dan untuk meneruskan api keramat ke jajahan-jajahan baru. Tradisi api olimpiade berasal dari tradisi Yunani
tersebut.
Lari estafet 4 x 100 meter dan 4 x 400 meter bagi pria dalam bentuk sekarang ini, pertama-tama
diselenggarakan pada olimpiade tahun 1992 di Stockholm. Estafet 4 x 100 meter bagi wanita sejak tahun 1928
menjadi nomor olimpiade dan 4 x 400 meter dilombakan sejak tahun 1972.

3. Peraturan Lari Estafet

Masing-masing pelari mempunyai peran penting dalam olahraga lari estafet. Oleh karena itu, kekompakan
dan irama lari juga harus selalu dijaga. Dalam jarak tempuh 4 x 100 meter, pelari tidak diperbolehkan untuk
menjatuhkan tongkat estafet. Jadi harus benar-benar dilatih cara mengoper tongkat. Karena bila terjatuh,
peserta lari akan langsung didiskualifikasi. Berbeda halnya dengan olahraga lari estafet dengan jarak tempuh
4 x 400 meter. Karena jarak tempuh yang lebih jauh, maka peraturannya pun lebih ringan. Peserta lari boleh
menjatuhkan dan mengambil kembali tongkat estafet yang terjatuh. Tetapi resikonya adalah kalah. Karena
ketika peserta lari mengambil tongkat, maka dipastikan peserta tersebut akan jauh tertinggal dari peserta-
peserta lain.

4. Tongkat Estafet
Tongkat estafet adalah benda yang diberikan secara bergilir dari satu peserta ke peserta lari lainnya dalam
satu regu. Karena itu, tongkat ini pun tidak sembarang tongkat. Ukurannya dibuat sesuai dan pas dengan
panjang genggaman pelari pada umumnya.
Ukuran tongkat yang digunakan pada lari estafet adalah:
• Panjang tongkat : 29 – 30 cm
• Diameter tongkat : 3,81 cm (dewasa) dan 2,54 cm (anak-anak)
• Berat tongkat : 50 gr
Cara memegang tongkat estafet harus dilakukan dengan benar. Memegang tongkat dapat dilakukan dengan
dipegang oleh tangan kiri atau kanan. Setengah bagian dari tongkat dipegang oleh pemberi tongkat. Dan
ujungnya lagi akan dipegang oleh penerima tongkat estafet berikutnya. Dan bagi pelari pertama, tongkat
estafet harus dipegang dibelakang garis start dan tidak menyentuh garis start.

5. Teknik Pergantian Tongkat Estafet


Perlombaan lari estafet mengenal dua cara pergantian tongkat, yaitu:
a. Teknik penerimaan tongkat dengan cara melihat (visual)
Pelari yang menerima tongkat melakukannya dengan berlari sambil menolehkan kepala untuk melihat tongkat
yang diberikan oleh pelari sebelumnya. Penerimaan tongkat dengan cara melihat biasanya dilakukan pada
nomor 4 x 400 meter.
b. Teknik penerimaan tongkat dengan cara tidak melihat (non visual)
Pelari yang menerima tongkat melakukannya dengan berlari tanpa melihat tongkat yang akan diterimanya.
Cara penerimaan tongkat tanpa melihat biasanya digunakan dalam lari estafet 4 x 100 meter.
Dilihat dari cara menerima tongkat, keterampilan gerak penerima tongkat tanpa melihat lebih sulit dari pada
dengan cara melihat. Dalam pelaksanaannya, antara penerima dan pemberi perlu melakukan latihan yang
lebih lama melalui pendekatan yang tepat.

6. Teknik Pemberian dan Penerimaan Tongkat Estafet

Prinsip lari sambung adalah berusaha membawa tongkat secepat-cepatnya yang dilakukan dengan memberi
dan menerima tongkat dari satu pelari kepada pelari lainnya, agar dapat melakukan teknik tersebut, pelari
harus menguasai keterampilan gerak lari dan keterampilan memberi serta menerima tongkat yang dibawanya.
Dalam beberapa perlombaan lari sambung, seringkali suatu regu dikalahkan oleh regu lainnya hanya karena
kurang menguasai keterampilan gerak menerima dan memberikan tongkat dari satu pelari kepada pelari yang
lainnya. Bahkan, seringkali suatu regu didiskualifikasi hanya karena kurang tepatnya penerimaan dan
pemberian tongkat.
Perlombaan lari estafet mengenal dua cara pemberian dan penerimaan tongkat, yaitu:
a. Teknik pemberian dan penerimaan tongkat estafet dari bawah
Teknik ini dilakukan dengan cara pelari membawa tongkat dengan tangan kiri. Sambil berlari atlet akan
memberikan tongkat tersebut dengan tangan kiri. Saat akan memberi tongkat, ayunkan tongkat dari belakang
ke depan melalui bawah. Sementara itu, tangan penerima telah siap dibelakang dengan telapak tangan
menghadap ke bawah. Ibu jari terbuka lebar, sementara jari-jari tangan lainnya dirapatkan.
b. Teknik pemberian dan penerimaan tongkat estafet dari atas
Teknik ini dilakukan dengan cara mengayunkan tangan dari belakang ke depan, kemudian dengan segera
meletakan tongkat dari atas pada telapak tangan penerima. Pelari yang akan menerima tongkat mengayunkan
tangan dari depan ke belakang dengan telapak tangan menghadap ke atas. Ibu jari di buka lebar dan jari-jari
tangan lainnya rapat.
Ada sebuah cara yang dilakukan dalam olahraga lari estafet agar tongkat estafet tidak jatuh saat diberikan
pada peserta lain. Yaitu pelari yang memegang tongkat estafet meegang tongkat estafet dengan tangan kiri dan
memberikannya juga dengan tangan kiri. Sedangkan si penerima tongkat bersiap menerima tongkat dengan
tangan kanan.

7. Hal-hal yang Harus Diperhatikan dalam Lari Estafet


Adapun hal-hal yang harus diperhatikan dalam olahraga lari estafet, sebagai berikut:
a. Pemberian tongkat sebaiknya secara bersilang, yaitu pelari 1 dan 3 memegang tongkat pada tangan kanan,
sedangkan pelari 2 dan 4 menerima atau memegang tongkat dengan tangan kiri atau sebaliknya.
b. Penempatan pelari hendaknya disesuaikan dengan keistimewaan dari masing-masing pelari. Misalnya,
pelari 1 dan 3 dipilih yang benar-benar baik dalam tikungan. Pelari 2 dan 4 merupakan pelari yang
mempunyai daya  tahan yang baik.
c. Jarak penantian pelari 2, 3, dan 4 harus benar-benar diukur dengan tepat.
d. Setelah memberikan tongkat estafet jangan segera keluar dari lintasan masing-masing.

8. Peraturan Perlombaan

Adapun peraturan perlombaan dalam olahraga lari estafet, sebagai berikut:


a. Panjang daerah pergantian tongkat estafet adalah 20 meter dan bagi pelari estafet 4 x 100 meter ditambah
10 meter prazona. Prazona adalah suatu daerah di mana pelari yang akan berangkat dapat mempercepat
larinya, tetapi di sini tidak terjadi pergantian tongkat.
b. Setiap pelari harus tetap tinggal di jalur lintasan masing-masing meskipun sudah memberikan tongkatnya
kepada pelari berikutnya. Apabila tongkat terjatuh, pelari yang menjatuhkannya harus mengambilnya.
c. Dalam lari estafet, pelari pertama berlari pada lintasannya masing-masing sampai tikungan pertama,
kemudian boleh masuk ke lintasan dalam, pelari ketiga dan pelari keempat menunggu di daerah pergantian
secara berurutan sesuai kedatangan pelari seregunya.

Ukuran & Luas Lintasan Lapangan Lari Estafet


siti nurjanah 3:41:00 PM Lari

Lapangan yang dipakai untuk lomba lari estafet adalah lapangan atletik. Sehingga untuk ukuran serta
lintasannya berukuran sama.

Tempat atau arena untuk olahraga atletik dapat berada di dalam ruangan maupun di luar ruangan.
Tempatnya dapat berupa lintasan (track) dan dapat berupa lapangan (field).

Ukuran lapangan atletik:

 Panjang lintasan outdoor 400 m dengan jumlah jalur 6-10 buah.


 Panjang lintasan indoor 200 m berbentuk bulat telur dengan jumlah jalur 4-8 buah.
Cabang atletik yang biasa memakai lintasan (track) ialah cabang lari, dan dapat dilakukan di dalam ruangan
(indoor) maupun di luar ruangan (outdoor). Lintasan yang berada di dalam ruangan, biasanya berupa lintasan
yang terletak di pinggir lapangan dan mengelilingi lapangan rumput atau karpet rumput sintesis.

Zona pergantian pada Lari Estafet hanya berada 10 meter di depan garis start atau berada 10 meter di
belakang garis start. Seperti Gambar di bawah ini:
Gambar Lapangan Lari Estafet. [klik gambar untuk memperbesar]
Tanda tangan orang tua Tanda tangan guru matapelajaran

Ketura E. Landu Simon Berimau