Anda di halaman 1dari 2

AMI (Acut Miocard Infark)

A. Definisi
Acut Miocard Infark atau yang sekarang dikenal dengan Sindrom Koroner Akut (SKA)
adalah suatu istilah atau terminology yang digunakan untuk menggambarkan spectrum
keadaan atau kumpulan proses penyakit yang meliputi angina pectoris tidak stabil/ APTS
(Unstable Angina/ UA), infark miocard gelombang non-Q atau infark miocard tanpa elevasi
segmen ST (Non-ST elevation myocardial infarction/ NSTEMI), dan infark miokard
gelombang Q atau infark miocard dengan elevasi segmen ST (ST elevation myocardial
infarction/ STEMI). (Kusuma, 2015)

B. Etiologi
Faktor penyebab:
1. Suplay oksigen ke miocard berkurang yang disebabkan oleh 3 faktor:
a. Faktor pembuluh darah: Aterosklerosis, Spasme, Arteritis
b. Faktor sirkulasi: Hipotensi, Stenosos Aurta, Insufisiensi
c. Faktor darah: Anemia, Hipoksemia, Polisitemia
2. Curah jantung yang meningkat:
a. Aktifitas berlebihan
b. Emosi
c. Makan terlalu banyak
d. Hypertiroidisme
3. Kebutuhan oksigen miocard meningkat pada:
a. Kerusakan miocard
b. Hypertropimiocard
c. Hypertensi diastolic

Faktor predisposisi:

1. Faktor resiko biologis yang tidak dapat diubah:


a. Usia lebih dari 40 tahun
b. Jenis kelamin: insiden pada pria tinggi, sedangkanpada wanita meningkat setelah
menopause
c. Hereditas
d. Ras: lebih tinggi insiden pada kulit hitam
2. Faktor resiko yang dapat diubah:
a. Mayor: hyperlipidemia, hipertensi, merokok, diabetes, obesitas, diet tinggi lemak
jenuh, kalori
b. Minor: inaktifitas, pola kepribadian tipe A (emosional, agresif, ambisius, kompetitif),
stress psikologis berlebihan.

C. Patofisiologi
D. Manifestasi Klinis
1. Lokasi subternal, rerosternal, dan precordial
2. Sifat nyeri: rasa sakit seperti ditekan, rasa terbakar, rasa tertindih benda berat, seperti
ditusuk, rasa diperas, dan diplintir.
3. Nyeri hebat pada dada kiri menyebar ke bahu kiri, leher kiri dan lengan atas kiri
4. Nyeri membaik dengan istirahat atau dengan obat nitrat
5. Faktor pencetus: latihan fisik, stress emosi, udara dingin, dan sesudah makan
6. Gejala yang menyertai: keringat dingin, mual, muntah, sulit bernafas, cemas, dan lemas
7. Dyspnea

Kusuma, A. H. (2015). Aplikasi Asuhan Keperawatan Berdasarkan Diagnosa Medis dan Nanda Nic-Noc
Edisi Revisi Jilid 1. jogjakarta: mediaction.