Anda di halaman 1dari 11

TERAPI AKTIVITAS KELOMPOK

STIMULUS SENSORI: MENDENGARKAN MUSIK

Disusun oleh :

I Putu Wahyu Didik Wiryawan, S. Kep C2217001


I Gst. Ayu Kadek Nana Setiari, S. Kep C2217002
Ni Wayan Marhaeni, S. Kep C2217003
Made Dwipayani, S. Kep C2217004
I Gede Rai Sudana, S. Kep c2217005
I Putu Purnamayasa, S. Kep c2217006

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN BINA USADA


PROGRAM PROFESI NERS
DENPASAR
2018
LEMBAR PENGESAHAN

TERAPI AKTIVITAS KELOMPOK


STIMULUS SENSORI: MENDENGARKAN MUSIK

Disusun oleh :

I Putu Wahyu Didik Wiryawan, S. Kep C2217001


I Gst. Ayu Kadek Nana Setiari, S. Kep C2217002
Ni Wayan Marhaeni, S. Kep C2217003
Made Dwipayani, S. Kep C2217004
I Gede Rai Sudana, S. Kep C2217005
I Putu Purnamayasa, S. Kep C2217006

Telah diperiksa dan disetujui pada tanggal _____________________

Mengetahui,

Pembimbing

( Ns. Ni Md. Dwi Ayu Martini, S.Kep. )


PROPOSAL
TERAPI AKTIVITAS KELOMPOK
STIMULUS SENSORI: MENDENGARKAN MUSIK

A. TOPIK
Terapi aktivitas kelompok klien dengan stimulasi sensori: mendengar
musik

B. TUJUAN
1. Tujuan Umum
Klien dapat menyebut jati diri dihadapan klien lain dan merespon
terhadap musik.
2. Tujuan Khusus
a. Klien mampu mengenali music yang di dengar
b. Klien mampu memberi respon terhadap musik
c. Klien mampu menceritakan perasaan setelah mendengar musik
melalui gambar.

C. LANDASAN TEORI
Terapi aktivitas kelompok: Stimulasi Sensori adalah upaya stimulasi
semua panca indra (sensori) agar memberi respon yang adekuat.
Maksudnya adalah menstimulasi sensorik pada klien yang mangalami
kemunduran sensori. Tujuan meningkatkan kemampuan sensori,
memusaktakan perhatian, kesegaran jasmani, dan mengekpresikan
perasaan. Aktivitas stimulasi Sensori dapat berupa stimulus terhadap
pengelihatan, pendengaran, dan lai-lain seperti gambar, vidio, tarian dan
nyanyian.
Klien yang memiliki indikasi adalah klien isolasi sosial, menarik diri,
harga diri rendah yang disertai kurang komunikasi verbal (keliat, 2004) .
D. KLIEN
1. Karakteristik/ kriteriaklien
a. Klien yang kooperatif
b. Klien yang mempunyai emosi yang terkontrol
c. Klien yang tidak mengalami gangguan kesehatan fisik
d. Klien yang mengikuti TAK ini tidak mengalami perilaku agresif
atau mengamuk dan dalam keadaan tenang
2. Proses seleksi
Proses seleksi klien dalam pengambilan terapi adalah klien dengan
karakteristik berikut :
a) Klien yang kooperatif
b) Klien yang mempunyai emosi yang terkontrol
c) Klien yang tidak mengalami gangguan kesehatan fisik
d) Klien yang mengikuti TAK ini tidak mengalami perilaku
agresif atau mengamuk, dan keadaan tenang.
3. Klien
Pasien yang ada di Rumah Berdaya Denpasar

E. PENGORGANISASIAN
1. Waktu:
a. Tanggal : 17 Januari 2018
b. Hari : Rabu
c. Jam : 09.00 WITA
d. Tempat : Stikes Bina Usada Denpasar
e. Durasi: 35 menit
1) Orientasi : 5 menit
2) Kerja : 20 menit
3) Terminasi : 10 menit
2. Tim tindakan terapis
a. Leader : I Putu Purnamayasa
b. Fasilitator : I Gede Rai Sudana
c. Observer : Made Dwipayani
d. Pasien : 1. Ny. Ni Wayan Marhaeni
2. Tn. I Putu Wahyu Didik Wiryawan
3. Ny. I Gst. Ayu Kadek Nana Setiari

3. Metodadan media.
a. Metoda
1) Dinamika kelompok
2) Diskusi / Tanya jawab
b. Media
1) Papan nama sejumlah pasien dan perawat
2) Spidol
3) Handphone
4) Speaker
5) Lembar evaluasi dan dokumentasi
6) Kertas hvs
7) Pensil/ pulpen
4. Uraian pembagian tugas
a. Leader
1) Membacakan tujuan dan peraturan kegiatan terapi aktifitas
kelompok sebelum kegiatan dimulai
2) Mampu memotivasi anggota untuk aktif dalam kelompok dan
memperkenalkan dirinya
3) Mampu memimpin terapi aktivitas kelompok dengan baik dan
tertib
4) Menetralisir bila ada masalah yang timbul dalam kelompok
5) Menjelaskan permainan
b. Fasilitator
1) Memfasilitasi klien yang kurang aktif
2) Berperan sebagai role play bagi klien selama kegiatan
c. Observer
1) Mengobservasi jalannya proses kegiatan
2) Mencatat prilaku verbal dan non verbal klien selama kegiatan
berlangsung
3) Mengatur alur permainan (menghidupkan dan mematikan tape
recorder)

F. PROSES PELAKSAAN
1. Persiapan.
a. Mengingatkan kontrak dengan klien yang sesuai dengan indikasi
menarik diri, harga diri rendah dan tidak mau bicara.
b. Mempersiapkan alat dan tempat pertemuan
2. Orientasi
a. Memberi salam terapeutik dari leader.
1) Salam dari leader kepada klien
2) Klien dan leader memakai papan nama
b. Evaluasi/ validasi
Menanyakan perasaan klien saat ini
c. Kontrak
1) Leader menjelaskan tujuan kegiatan yaitu mendengarkan musik
2) Leader menjelaskan aturan main berikut.
a) Jika ada klien yang ingin meninggalkan kelompok harus minta
izin kepada leader
b) Lama kegiatan 30 menit
c) Setiap klien mengikuti kegiatan dari awal sampai selesai
3. Tahap kerja
Leader mengajak klien untuk saling memperkenalkan diri dimulai
dari leader secara berurutan. Setiap kali seorang klien memperkenalkan
diri leader mengajak semua klien untuk bertepuk tangan. Leader dan
klien memakai papan nama. Leader menjelaskan bahwa akan di putar
2 lagu, klien menggambar bebas di kertas yang sudah disediakan
sesuai irama lagu yg ia dengar. Musik yang diputar boleh di ulang
beberapa kali, leader mengobservasi kembali respon klien terhadap
musik. Setelah lagu selesai klien akan diminta untuk menceritakan
maksud gambar yang klien dan perasaan klien setelah mendengar lagu
secara bergiliran. Setiap klien yang selesai bercerita diberi tepuk
tangan. Sebagai penutup leader dan seluruh klien menyanyi bersama.
4. Terminasi
a. Evaluasi
1) Leader menanyakan perasaan klien setelah mengikuti TAK.
2) Leader memberi pujian atas keberhasilan klien mengikuti
terapi aktivitas kelompok
b. Tindak lanjut
Leader menganjurkan klien untuk mendengarkan musik yang
disukai dan bermakna dalam kehidupannya.
c. Evaluasi dan dokumentasi
1) Evaluasi struktur
- Mengumpulkan referensi sebelum melakukan TAK
- Menganalisa TAK yang baik untuk klien di rumah berdaya
Denpasar
- Mengajukan proposal TAK dengan Dosen Pembimbing
Lahan maupun Dosen pembimbing dari fakultas
- Proposal di ACC / Proposal sudah disetujui pembimbing
satu hari sebelum kegiatan.
- Persiapan dilakukan satu hari sebelum kegiatan.
- Telah dilakukan diskusi kelompok untuk pembagian tugas
TAK dan role play (Leader, Co leader, Observer,
Fasilitator)
2) Evaluasi proses (Formatif)
- TAK dilaksanakan di Stikes Bina Usada Denpasar.
- Jumlah perawat yang melakukan TAK yaitu 6 orang.
- Perserta aktif dalam mengikuti kegiatan sampai selesai.
- Klien yang dapat mengikuti kegiatan sampai selesai 90%.
- Kegiatan dilaksanakan tepat waktu.
- Leader dapat mengarahkan peserta untuk aktif
melaksanakan kegiatan.
- Observer dapat melaporkan jalannya kegiatan.
- Sarana dan prasarana berfungsi dengan baik dan tidak ada
hambatan.
3) Evaluasi hasil (Sumatif)
Target yang ingin dicapai dalam pengembangan kemampuan
klien untuk melakukan TAK ini sekitar 85%.
Dengan kriteria hasil:
- Klien mampu melakukan kegiatan sesuai kemampuan
klien : 80%
- Klien mampu menjelaskan gambar yang klien buat
berdasarkan musik yang di dengar dan perasaan saat
mendengar musik: 85%
- Kontak mata : 85 %
- Duduk tenang : 85 %
- Mengikuti kegiatan dari awal sampai akhir : 90 %.
4) Dokumentasi
Dokumentasi kemampuan yang dimiliki klien saat TAK pada
catatan proses keperawatan tiap klien. Contoh klien mengikuti
TAK stimulus sensori mendengarkan music dengan baik, klien
mampu mengenali musik yang di dengar, klien mampu memberi
respon terhadap musik, klien mampu menceritakan perasaan
setelah mendengar musik
DENAH TAK

K K K

Obs
F

Keterangan :

F : Fasilitator L : Leader

: Klien Obs : Observer


K
LEMBAR EVALUASI DAN DOKUMENTASI

Aspek yang dinilai


No Nama Pasien Mengikuti kegiatan Menjelaskan Menjelaskan perasaan
sampai akhir makna lagu setelah mendengar lagu
1.
2.
3.

Petunjuk :
 Tulis nama panggilan klien yang ikut TAK pada kolom nama klien
 Untuk tiap klien, beri penilaian tentang Mengikuti kegiatan sampai akhir,
Menjelaskan makna lagu, Menjelaskan perasaan setelah mendengar lagu. Beri tanda
√ jika klien mampu dan tanda x jika klien tidak mampu
DAFTAR PUSTAKA

Keliat, BA. 2004. Keperawatan jiwa : Terapi Aktifitas Kelompok. EGC: Jakarta
Modul keperawatan jiwa. 2009. Stikes Surya Global Yogyakarta.