Anda di halaman 1dari 5

KATA PENGANTAR

Puji syukur kepada Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya,
sehingga penulis dapat menyelesaikan referat yang berjudul “Hamartoma Paru”.
Referat ini ditujukan sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan kepaniteraan
klinik di bagian Radiologi RSUP Dr. M. Djamil Padang.

Penulis mengucapkan terima kasih kepada dr. Lila Indrati, Sp.Rad sebagai
preseptor yang telah membantu dalam penulisan referat ini. Penulis menyadari bahwa
referat ini masih memiliki banyak kekurangan, oleh sebab itu penulis mengharapkan
kritik dan saran dari semua pihak yang membaca demi kesempurnaan referat ini.
Penulis berharap referat ini dapat memberikan dan meningkatkan pengetahuan serta
pemahaman mengenai Hamartoma Paru terutama bagi penulis sendiri dan rekan-rekan
sejawat lainnya.

Padang, 27 Desember 2017

Penulis
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Hamartoma merupakan suatu kelainan atau tumor-like malformation yang

dihasilkan dari adanya percampuran abnormal atau perkembangan abnormal dari

komponen jaringan normal pada organ tempat tumor tersebut tumbuh.1 Istilah

hamartoma berasal dari kata Yunani "hamartia" yang mengacu pada cacat atau

kesalahan. Hal ini dapat didefinisikan sebagai malformasi non-neoplastik,

unifokal / multifokal, kelainan perkembangan, yang terdiri dari campuran sel- sel

dan jaringan yang secara sitologis normal, yang berasal dari lokasi anatomis, dan

menunjukkan pola arsitektur yang tidak terorganisir dengan predominan salah

satu komponennya.2

Hamartoma lebih sering terjadi pada pria daripada wanita, kejadian 2-3: 1.

Kebanyakan hamartoma ditemukan saat dewasa dengan kejadian puncak pada

dekade kelima sampai keenam.3 Beberapa penanda hamartoma yang disebutkan

oleh literatur yaitu, perkembangan malformasi yang sudah ada sejak lahir namun

bermanifestasi setelah dewasa yang biasanya berkaitan dengan abnormalitas

kromosom, dapat berupa massa yang soliter dan multipel, biasanya tidak

berkapsul, berbatas tidak tegas, dan dapat beregresi secara spontan. Hamartoma

bukan merupakan neoplasma namun sebuah neoplasma dapat berkembang dari

sebuah hamartoma. Secara makroskopis, hamartoma terdiri dari sel-sel matur

yang secara sitologi merupakan sel-sel yang secara anatomi berlokasi pada organ

tersebut.2
Hamartoma umumnya terjadi pada paru, pankreas, limpa, hepar, dan ginjal,

serta jarang ditemukan pada kepala dan leher.2 Hamartoma paru merupakan

tumor jinak pada paru yang paling sering terjadi dan merupakan penyebab nodul

soliter ketiga paling sering pada paru.4 Hamartoma merupakan 75% dari tumor

jinak pada paru dan sering terjadi pada dekade keenam.1 Mekanisme

pembentukan dan penyebab terbentuknya hamartoma masih belum diketahui

sampai sekarang.5 Hamartoma biasanya bersifat asimptomatik. Namun beberapa

pasien dapat mengalami gejala respirasi seperti batuk, dahak, hemoptisis, demam,

sesak pada dada.3

Hamartoma paru sering ditemukan pada pemeriksaan radiologi dada yang

biasanya terlihat sebagai nodul bulat, soliter, dan berbatas tegas.1 Pemeriksaan

dengan CT scan lebih sensitif untuk mendeteksi kalsifikasi dan jaringan adiposa

pada 50% hamartoma. Namun pemeriksaan dengan CT scan sulit untuk

membedakan lesi jinak dengan lesi ganas. Biopsi transbronkial disarankan

sebagai lini pertama untuk mendiagnosis hamartoma endobronkial dan

hamartoma parenkima dapat didiagnosis dengan fine-needle aspiration cytology

(FNAC) atau dengan wedge resection. Penatalaksanaan untuk hamartoma dapat

dilakukan dengan cara enukleasi, wedge resection, lobektomi, atau pada kasus

yang jarang dapat dilakukan pneumonectomy yang tergantung dari ukuran, lokasi,

pola pertumbuhan hamartoma, ada atau tidaknya gejala, dan perubahan

parenkima yang permanen.6

1.2 Batasan Masalah

Referat ini membahas tentang definisi, epidemiologi, etiologi, faktor risiko,

klasifikasi, patogenesis, patofisiologi, manifestasi klinis, diagnosis, diagnosis banding,


tatalaksana dan prognosis hamartoma paru serta mengetahui gambaran pemeriksaan

radiologis secara khusus.

1.3 Tujuan Penulisan

Tujuan penulisan dari referat ini adalah sebagai berikut :

1. Mengetahui definisi, epidemiologi, etiologi, faktor risiko, patofisiologi,

manifestasi klinis, diagnosis, diagnosis banding, tatalaksana, dan prognosis

hamartoma paru.

2. Mengetahui gambaran pemeriksaan radiologis secara khusus penyakit

hamartoma paru.

1.4 Metode Penulisan

Referat ini ditulis mengacu kepada berbagai tinjauan pustaka dan literatur.

1.5 Manfaat Penelitian

Manfaat penulisan dari referat ini adalah sebagai berikut:

1. Menambah pengetahuan mengenai definisi, epidemiologi, etiologi, faktor

risiko, patofisiologi, manifestasi klinis, diagnosis, diagnosis banding,

tatalaksana, dan prognosis hamartoma paru.

2. Menambah pengetahuan mengenai gambaran pemeriksaan radiologis secara

khusus hamartoma paru.


BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1

1. Li L, Jiang C, Tian R. A pulmonary chonromatous hamartoma resembling


18
multiple metastases in the F-FDG PET/CT Scan. Hell J Nucl Med.

2016;19(2):176-8.

2. Patil S, Rao RS, Majumdar B. Hamartomas of the oral cavity. J Int Sos Prev

Community Dent. 2015;5(5):347-353.

3. Raina N, Kaushal V, Pathania R, Rana A. Pulmonary hamartoma: Case report

and brief review of literature. Clin Cancer Investig J. 2016;5:240-2.

4. Hochhegger B, Marchiori E, Reis DQ, Souza AS, Souza LS, Brum T, Irion

KL. Chemical-shift MRI of pulmonary hamartomas: Initial experience using a

modified technique to assess nodule fat. American Journal Roentgenology.

2012;199:331-4.

5. Gomes LBAV, Cordeiro P, Cruz RMA. Lung hamartoma. European Society

of Radiology. 2011:1-9

6. Ruchita T, Amajit B, Divyesh M, Raje N, Ashim D. Pulmonary hamartoma, a

rare benign tumour of the lung - Case series. Asian Journal of Medical

Sciences. 2014;5(3):112-5.