Anda di halaman 1dari 22

METODE PELAKSANAAN

JEMBATAN

Pembangunan Jembatan
Waitabel
(Beton-Tuntas)

Pembangunan Jembatan Waitabel (Beton-Tuntas)


PENDAHULUAN
Tahap Pelaksanaan Pekerjaan adalah tahap realisasi design rencana menjadi
sebuah bangunan yang utuh. Pada tahap ini dibutuhkan metodologi yang efektif dalam
menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan shop drawing. Metode yang dipakai dalam
pelaksanaan pekerjaan dapat berbeda meskipun untuk pekerjaan yang sama, hal ini
tergantung dari sumber daya dan kondisi lingkungan yang dihadapi.

Perencanaan yang matang mengenai tahapan-tahapan dalam menyelesaikan


pekerjaan dilapangan mutlak diperlukan untuk mendapatkan hasil yang sesuai
dengan spesifikasi yang disyaratkan. Selain menjamin mutu yang dihasilkan,
perencanaan juga harus memperhitungkan keselamatan kerja semua yang terlibat
dalam proses pelaksanaan pekerjaan sehingga tercapai ZERO ACCIDENT sesuai dengan
standar OHSAS dalam proyek

PENJELASAN UMUM

1.1. DOKUMEN KONTRAK / SPMK

Rancangan Kontrak Proyek Konstruksi-Rancangan kontrak adalah dokumen yang setelah


ditandatangani sebagai kontra resmi dan mengikat kedua belah pihak. Setelah
dipersiapkan dan disusun oleh pemilik, Rancangan tersebut yang ditambah dengan surat
atau dokumen lain atau Surat Pemberitahuan Mulai Kerja (SPMK).

Kontrak adalah sebagai acuan, yang memuat peraturan-peraturan maupun tata cara
system pelaksanaan pekerjaan.

Surat Pemberitahuan secara tertulis kepada Unit Satuan Kerja / PPK / Pemberi Tugas,
bahwa pekerjaan akan segara dimulai pelaksanaannya.

1.2. GAMBAR TERLAKSANA (GAMBAR YANG DILAKSANAKAN)

Yang dimaksudkan dengan gambar – gambar kerja adalah:

a. Gambar – gambar meliputi gambar arsitektur, gambar konstruksi, gambar instalasi


listrik, gambar elektrikal/mekanikal serta gambar – gambar perubahannya yang
telah disetujui oleh Manajemen Konstruksi/Konsultan Perencana/Direksi. Gambar –
gambar (Shop Drawing) yang dibuat diserahkan untuk mendapat persetujuan.
b. Gambar pelaksanaan (Shop Drawing) harus dibuat dengan ketentuan sebagai berikut:
1) Pembuatannya berdasar Gambar Rencana dan hasil pengukuran-koreksi lapangan
dan disampaikan kepada Direksi/ Konsultan Perencana / MK/ Pengawas untuk
mendapat Persetujuan.

Pembangunan Jembatan Waitabel (Beton-Tuntas)


2) Pekerjaan Pelaksanaan belum dapat dimulai sebelum Gambar Pelaksanaan
tersebut disetujui oleh Direksi/Konsultan Perencana/ MK/ Pengawas.
3) Shop Drawing tersebut harus dibuat rangkap 3 (tiga) berikut aslinya/kalkirnya.
c. Perubahan Gambar Kerja/Perencanaan hanya dapat dilakukan atas dasar perintah
tertulis Direksi/Pemberi Tugas berdasar pertimbangan Direksi / Pengawas dan
Perencana dengan ketentuan sebagai berikut :

1) Perubahan rancangan ini digambar sesuai dengan yang diperintahkan Pemberi


Tugas/Direksi dengan pengarahan Perencana dan jelas memperlihatkan
perbedaan antara Gambar Pelaksanaan dan Gambar Perubahan Rencananya.
2) Gambar Perubahan kami buat atas pengarahan Konsultan Perencana dan disetujui
oleh Pemberi Tugas kemudian dilampirkan dalam Berita Acara Pekerjaan Tambah
Kurang kalau ada.
d. Gambar Sesuai Terlaksana (As Built Drawing), dibuat dengan ketentuan berikut:
1) Gambar Sesuai Terlaksana dibuat dan diserahkan pada akhir pekerjaan dan harus
sesuai dengan hasil pekerjaan terpasang.
2) Gambar Sesuai Terlaksana harus disetujui oleh Direksi/Pengawas, dan diserahkan
dalam rangkap 3 (tiga) berikut aslinya/kalkirnya dengan biaya keseluruhan adalah
tanggung jawab kami.

1.3. TIME SCHEDULE / JADWAL WAKTU PELAKSANAAN

Membuat jadual pelaksanaan pekerjaan secara rinci, yang terdiri dari :

1) Time scheduledalam bentuk bar-chart, dilengkapi dengan perhitungan


kemajuan bobot untuk setiap minggunya.
2) Pada time schedule dilengkapi pula dengan kurva “S”.
3) Jangka waktu jadual pelaksanaan sesuai dengan yang dinyatakan dalam surat
perjanjian/kontrak.
4) Jadual pelaksanaan pekerjaan dibuat secara lengkap dan menyeluruh
mencakup seluruh jenis pekerjaan yang akan dilaksanakan, yang dapat
menggambarkan antara rencana dan realisasinya.
5) Jadual pelaksanaan pekerjaan harus sudah dibuat selambat-lambatnya 7
(tujuh ) hari kerja setelah penandatanganan surat perjanjian/kontrak, untuk
dapat diperiksa/disetujui oleh pengawas teknis dan disahkan oleh pengguna
barang/jasa.

Pembangunan Jembatan Waitabel (Beton-Tuntas)


Jadual pelaksanaan pekerjaan harus tetap berada di lokasi/lapangan selama masa
pelaksanaan pekerjaan dan salah satunya ditempel di ruang direksi keet/direksi
pemborong.

Pembangunan Jembatan Waitabel (Beton-Tuntas)


Pembangunan Jembatan Waitabel (Beton-Tuntas)
Direktur

PELAKSANA LAPANGAN PENGAWAS LAPANGAN JURU UKUR

ADMINISTRASI PROYEK LOGISTIK

Pembangunan Jembatan Waitabel (Beton-Tuntas)


I.4 ADMINISTRASI DAN DOKEMENTASI & PELAPORAN
II. Laporan Harian
a. Untuk kepentingan pengendalian dan pengawasan pelaksanaan pekerjaan,
seluruh aktifitas kegiatan pekerjaan dilapangan dicatat didalam buku harian
lapangan (BHL) sebagai laporan harian pekerjaan berupa rencana dan realisasi
pekerjaan harian.
b. Buku harian Lapangan (BHL) berisi :
 Kuantitas dan macam bahan yang berada di lapangan.
 Penempatan tenaga kerja untuk tiap dan macam tugasnya.
 Jumlah, jenis, dan kondisi peralatan.
 Kuantitas dan kualitas jenis pekerjaan yang dilaksanakan.
 Keadaan cuaca termasuk hujan, banjir dan peristiwa alam lainnya yang
berpengaruh terhadap kelancaran pekerjaan.
 Catatan-catatan lain yang berkenaan dengan pelaksanaan.
c. Buku harian Lapangan (BHL) disiapkan dan disi setiap hari masa pelaskaaan, dan
diperiksa oleh pengawas teknis dan dilengkapi catatan instruksi-instruksi dan
petunjuk pelaksanaan yang dianggap perlu dan disetujui oleh Pengawas teknis.
d. Mentaati dan melaksanakan selaku pelaksana proyek, terhadap instruksi, arahan
dan petunjuk yang diberikan Pengawas Teknis dalam Buku harian Lapangan
(BHL).
e. Jika tidak dapat menerima/menyetujui pendapat/perintah pengawas, segera
mengajukan keberatan-keberatan secara tertulis dalam jangka waktu 3x24 jam.
f. Memperbaiki atas beban biaya sendiri terhadap pekerjaan yang tidak memenuhi
syarat, tidak sempurna dalam pelaksanaannya atas kemauan inisiatif sendiri atau
yang diperintahkan oleh pengawas teknis.
g. FORM BHL yang dipergunakan terlebih dahulu atas persetujuan Konsultan
Pengawas.
III. Laporan mingguan
Laporan mingguan dibuat setiap minggu yang terdiri dari rangkuman laporan
harian dan berisi hal kemajuan fisik pekerjaan dalam periode satu minggu, serta
hal-hal penting yang perlu dilaporkan (Konsultan Pengawas) dan PPK.

Pembangunan Jembatan Waitabel (Beton-Tuntas)


IV. Laporan Bulanan
Laporan bulanan dibuat setiap bulan yang terdiri dari rangkuman laporan
mingguan dan berisi hal kemajuan fisik pekerjaan dalam periode satu bulan, serta
hal-hal penting yang perlu dilaporkan (Konsultan Pengawas) dan PPK.

V. Rencana Harian, Mingguan dan Bulanan

 Selambat-lambatnya setiap sore hari, menyerahkan Rencana Kerja Harian, yang


berisi Rencana Pelaksanaan dari berbagai bagian pekerjaan yang akan
dilaksanakan pada keesokan harinya.

 Selambat-lambatnya pada setiap hari Sabtu dalam masa dimana pelaksanaan


Pekerjaan berlangsung, berkewajiban untuk menyerahkan kepada Pengawas
suatu Rencana Mingguan yang berisi Rencana Pelaksanaan dari berbagai
pekerjaan yang akan dilaksanakan dalam minggu berikutnya.

 Selambat-lambatnya pada minggu terakhir dari setiap bulan, menyerahkan


kepada Pengawas suatu Rencana Bulanan yang menggambarkan dalam garis
besarnya, berbagai Rencana Pelaksanaan dari berbagai bagian pekerjaan yang
direncanakan untuk dilaksanakan dalam bulan berikutnya.

 Untuk memulai suatu bagian pekerjaan yang baru, memberitahu Pengawas


mengenai hal tersebut paling sedikit 2 x 24 jam sebelumnya, dengan format ijin
yang akan ditentukan oleh Pengawas.

VI. Laporan Back Up Data (BUD), As Built Drawing dan dokumen lainnya
Laporan ini akan diserahkan pada saat akhir pekerjaan (100%)

Pembangunan Jembatan Waitabel (Beton-Tuntas)


URAIAN METODOLOGI PELAKSANAAN

1.2 MOBILISASI

Usulan metodologi pelaksanaan dan jadwal tanggal mulai dan tanggal selesai untuk
perkuatan setiap struktur. Suatu jadwal kemajuan yang lengkap dalam format bagan
balok (bar chart) yang menunjukkan tiap kegiatan mobilisasi utama dan suatu kurva
kemajuan untuk menyatakan persentase kemajuan mobilisasi.
Adapun dalam lingkup mobilisasi meliputi :
• Mobilisasi dan demobilisasi
Mencakup penyediaan / membangun base camp, mobilisasi peralatan, personalia,
pengadaan bahan-bahan konstruksi. Pada periode mobilisasi diadakan survey
lapangan untuk keperluan rancang detail bagi masing-masing item pekerjaan. Pada
saat penyerahan lapangan diikuti dengan survey quarry, sumber-sumber material /
bahan bangunan dan pengenalan lingkungan / masyarakat dimana lokasi base base
camp / fasilitas proyek berada. Setelah mendapatkan lokasi dilanjutkan dengan
membangun base camp / fasilitas.
• Persiapan lahan
Survey lapangan berbagai hal tentang pra pekerjaan mengenai persiapan untuk
tempat camp, survey lapangan sebagai Peninjauan Lapangan untuk justifikasi teknis
adanya suatu perubahan desain terkait kebutuhan di lapangan.
• Persiapan alat dan bahan
Adalah menyiapkan semua alat dan bahan yang diperlukan dalam mendukung
pelaksanaan pekerjaan. Alat meliputi alat yang bersifat utama beserta spare part,
Bahan adalah material untuk pengaspalan dan sesuai dengan peralatan yang
digunakan.
• Persiapan SDM

Pembangunan Jembatan Waitabel (Beton-Tuntas)


Menyediakan personil untuk mengatur dan mengarahkan pelaksanaan pekerjaan di
lapangan sesuai dengan kualifikasi dan kebutuhan kerja. Site manager untuk
mengatur seluruh pekerjaan di lapangan dan bertugas juga sebagai kepala camp,
Quality berfungsi mengontrol mutu pekerjaan, Quantity berfungsi mengontrol
volume yang akan dikerjakan dan sudah dikerjakan sesui kontrak, Administrasi
terknik sebagai pelaporan atas pelaksanaan pekerjaan.
• Persiapan kantor lapangan sesuai dengan persyaratan
Direksi kit di buat di link/ ruas pekerjaan, sebagai tempat untuk kordinasi PU
(Direksi/Pengawas), Konsultan Supervisi dan Kontraktor.
• Persiapan bengkel di lapangan
Tempat perbaikan alat pendukung pekerjaan, beserta pralatan bengkel dan tenaga
yang ahli perbengkelan.
• Persiapan laboratorium lapangan
Sebagai tempat untuk pemantauan kualitas /mutu pekerjaan, pengontrol produk
pekerjaan dan analisa bahan/ material sebagai acuan kelayakan bahan.
Laboratorium harus tersedia alat lab na tenaga lab. Uji yang dilakukan adalah
extraksi, sand cone, slump test, abrasi, daktilitas, saringan, hammer test, dan lain
lain.
• Base Camp Kontraktor
Kontraktor menyediakan tempat yang layak dan standar untuk camp bagi pekerja,
operator dan tenaga pendukung selama pelaksanaan pekerjaan berlangsung. Base
Camp harus terkses mudah dengan lokasi pekerjaan dan tersedia fasiitas ynga
memadai
• Papan nama proyek
Bila ada dan disyaratkan wajib mengadakan papan nama proyek yang berisi paket,
harga Pagu, waktu Pelaksanaan, nama kontraktor, konsultan, dan informasi
pengguna jasa.
• Dokumentasi dan Pelaporan
Alat bukti bahwa pekerjaan tela dilaksanakan. Informasi mencakup foto 0 %, 50 %
dan 100 %, laporan-laporan yang meliputi JMF, Laporan Back Up, Lap Harian
Bulanan Mingguan, Lap Request Shet, DLL.
Jika ada dalam pelaksanaan terdapat fasilitas umum yang akan terkena dampak
pekerjaan maka terdapat item relokasi Utilitas Adalah usaha untuk pemindahan

Pembangunan Jembatan Waitabel (Beton-Tuntas)


lokasi fasilitas umum yang akan dirasa kena dampak dari pembangunan jembatan
ini, sehingga perlu solusi relokasi, meliputi fasilitas PLN berupa kabel ataupun
PDAM berupa pipa.

Pembuatan jembatan sementara perlu segera dilaksanakan agar arus lalulintas di lokasi
pekerjaan tidak terputus selama proses pekerjaan konstruksi jembatan baru. Material
yang akan kami gunakan untuk pembuatan jembatan sementara adalah batang pohon
kelapa yang tahan terhadap beban arus lalu lintas. Batang kelapa banyak terdapat
disekitar area pembangunan proyek ini. Beberapa kelebihan batang kelapa adalah :
kekuatan yang besar, relatif lurus, dan bisa mencapai panjang 30 meter.
Langkah-langkah pembuatan jembatan darurat sebagai berikut :
- Membuat Jembatan dengan konstruksi Kayu Kelas I sebagai jembatan darurat atau
sementara meliputi: pancangan tiang kayu,bentangan kayu bulat sebagai gelagar.
Papan kayu kelas I atau setara sebagai lantai jembatan, disertai railing kayu.
- Memberikan rambu pengarah untuk perlintasan kendaraan, atau juga memasang
rambu lalu lintas dengan menandakan peringatan untuk berhati-hati
- Membuat trase jalan lintasan baru dengan tracking menuju jembatan darurat.
- Untuk struktur jalan sementara digunakan sirtu untuk menghindari cuaca hujan
ataupun struktur lintasan dengan tanah yang berawa.

Pembangunan Jembatan Waitabel (Beton-Tuntas)


3.1.(1a) Galian Biasa

- Pekerjaan Galian biasa merupakan galian baik secara mekanik maupun manual untuk
pembuatan kaki oprid. Dimensi galian akan dilaksanakan setelah pemasangan
bowplank serta centre line jembatan dilaksanakan.
- Pekerjaan ini dikerjakan sesuai dengan jadwal pelaksanaan pekerjaan yang kami
lampirkan. Penggalian dilakukan dengan menggungakan Excavator, yang selanjutnya
hasil galian dibuang dengan menggunakan Dump Truck diluar lokasi pekerjaan yang
aman dan tidak akan mengganggu lalu lintas. Sekelompok pekerja akan merapihkan
hasil galian tersebut dengan menggunakan alat bantu.
- Peralatan yang digunakan adalah Excavator, Damp Truck dan Alat bantu

3.1.(3) GALIAN STRUKTUR DENGAN KEDALAMAN 0- 2 METER

Sebelum pelaksanaan galian dimulai terlebih dalulu dilaksanakan menentukan as


jembatan, dan dilanjutkan pemasangan patok pandu. Yang pertama sekali dilakukan
sebelum pekerjaan galian dimulai adalah membuat jalan kerja disamping lokasi rencana
jembatan, jalan kerja ini nantinya akan dibuat sebagai akses lalu lintas umum maupun
kendaraan proyek agar lalu lintas tetap jalan, jalan kerja ini harus betul-betul kuat dan
dapat menjamin tidak akan rusak / menggangu selama proses pekerjaan jembatan.
Pekerjaan galian pondasi jembatan memakai Excavator, galian dimulai dari dari titik tengah
as jembatan menuju kearah pinggir, pekerjaan galian dilaksanakan sampai mencapai
kedalaman maupun lebar sesuai dengan gambar kerja, tanah / bongkahan beton lama hasil
galian dibuang keluar lokasi memakai dump truck. Pekerjaan dilakukan dengan mekanisme
(memakai alat berat) dengan urutan pekerjaan sebagai berikut :
- Penggalian dilakukan dengan menggungakan Excavator, yang selanjutnya hasil
penggalian dibuang dengan menggunakan Dump Truck diluar lokasi pekerjaan yang

Pembangunan Jembatan Waitabel (Beton-Tuntas)


aman dan tidak akan mengganggu lalu lintas. Sekelompok pekerja akan merapihkan
hasil galian tersebut dengan menggunakan alat bantu.
- Peralatan yang digunakan adalah Excavator, Damp Truck dan Alat bantu

(simulasi pekerjaan galian)

3.2.(2a) TIMBUNAN PILIHAN DARI SUMBER GALIAN

Timbunan yang diklasifikasikan sebagai timbunan pilihan harus terdiri dari bahan
tanah atau batu yang memenuhi semua ketentuan di atas untuk timbunan biasa dan
sebagai tambahan harus memiliki sifat-sifat tertentu yang tergantung dari maksud
penggunaannya, seperti diperintahkan atau disetujui oleh Direksi Pekerjaan. Dalam
segala hal, seluruh timbunan pilihan harus, bila diuji sesuai dengan SNI 03-1744-1989,
memiliki CBR paling sedikit 10.% setelah 4 hari perendaman bila dipadatkan sampai
100.% kepadatan kering maksimum sesuai dengan SNI 03-1742-1989.
Tahapan pelaksanaan pekerjaan dapat dilihat pada gambar di bawah ini
1. Excavator menggali dan memuat material pilihan dari querry kedalam Dump Truck
untuk selanjutnya dibawa dilokasi pekerjaan. Material pilihan dihampar dilokasi
kerja dengan menggunakan motor greder, yang selanjutnya setelah mencapai tebal
hamparan gembur yang cukup kemudian dipadatkan dengan menggunakan
Vibrator Roller dengan tetap menjaga tebal hamparan padat yang disyaratkan
dalam gambar , untuk menjaga kadar air bahan yang disyaratkan dalam rentang
spesifikasi, maka sebelum pemadatan dapat dilakukan penyiraman material
hamparan dengan menggunakan Water Tanker, sekelompok pekerja akan
merapihkan dengan menggunakan alat bantu.
2. Peralatan yang digunakan adalah : Excavator, Dump Truck, Vibrator Roller, Water
Tank dan alat bantu.

Pembangunan Jembatan Waitabel (Beton-Tuntas)


Item pekerjaan untuk divisi ini antara lain:
1. Beton mutu sedang fc’=30 MPa K-300 (Untuk Lantai Jembatan dan Gelagar Diafragma)
2. Beton mutu rendah fc’= 15 MPaK-175 (Untuk trotoar dan tiang sandaran)
3. Beton mutu rendah fc’= 10 MPa (K-125)
4. Baja Tulangan U 24 Polos
5. Baja Tulangan U 32 Ulir
6. Pasangan Batu
7. Expansion Joint Tipe Baja Bersudut
8. Perletakan Elastomerik Alam

Untuk pekerjaan beton kami mengacu pada spesifikasi yang dituangkan dalam dokumen
pengadaan atau spesifikasi 2010 revisi 3 yang dikeluarkan oleh kementrian PU.
Sebelum melaksanakan pekerjaan beton kami akan melakukan pengujian lab terhadap
material yang akan digunakan sehingga dari hasil lab tersebut dapat diketahui komposisi
campuran yang akan digunakan pada masing-masing jenis dan beton yang diinginkan.
Berikut kami paparkan tentang pelaksanaan pekerjaan ini.

7.1(5) a. BETON MUTU SEDANG fc’30 MPa (K-300)

Beton mutu sedang (30 MPa) merupakan beton mutu sedang yang bersifat structural yang
digunakan untuk beton bertulang seperti bangunan lantai jembatan dan balok jembatan.
Dalam kegiatan ini beton mutu sedang diperuntukkan untuk struktur bangunan bawah
jembatan seperti Lantai Jembatan. Pekerjaan ini juga sudah termasuk pembuatan perancah
dan bekisting untuk acuan pengecoran.
Sebelum melakukan pekerjaan, penyedia jasa terlebih dahulu menunjukan semen usulan
agregat dan campuran yang memadai berdasarkan hasil pengujian material dan campuran
di laboratorium berdasarkan kuat beton untuk umut 7 dan 28 hari, atau umur yang lain
yang telah ditentukan oleh Direksi Pekerjaan, yang tertuang secara berurutan sesuai dalam
spesifikasi teknik, mulai dari pengujuian DMF hingga persetujuan JMF.

Pembangunan Jembatan Waitabel (Beton-Tuntas)


Proporsi bahan dan berat penakaran hasil perhitungan harus memenuhi criteria teknis
utama, yaitu kelecakan (Workability), kekuatan (Straigth), dan keawetan (Durability).
Penyedia jasa akan membuat gambar detil untuk seluruh perancah yang akan digunakan,
dan memperoleh persetujuan direksi pekerjaan sebelum setiap pekerjaan perancah
dimulai.
Pekerjaan dilakukan secara mekanik (memakai alat berat) dengan urutan pekerjaan
sebagai berikut :
1. Sebelum pengecoran beton dimulai, seluruh acuan, baja tulangan dan benda lain
yang harus dimasukkan kedalam beton (seperti pipa atau selongsong) harus sudah
dipasang dan diikat kuat sehingga tidak bergeser pada saat pengecoran. Acuan yang
dibuat dapat dari kayu atau baja dengan sambungan dari adukan yang kedap dan
kaku untuk mempertahankan posisi yang diperlukan selama pengecora, pemadatan
dan perawatan, dan acuan dibuat sedemikian sehingga dapat dibongkar tanpa
merusak beton. Segera sebelum beton dimulai, acuan harus dibasahi dengan air atau
diolesi minyak disisi dalamnya dengan minyak yang tidak meninggalkan bekas.
Bahan dan material yang telah disetujui dicampur dan diaduk menggunakan
Concrete Mixer dilokasi pekerjaan, kemudian campuran beton dituang kedalam
acuan.
2. Kegiatan pengecoran dilanjutkan tanpa berhenti sampai dengan sambungan
konstruksi yang telah disetujui sebelumnya atau sampai pekerjaan selesai. Untuk
pemadatan campuran digunakan concrete vibrator, dengan ketentuan penggunaan
mengikuti spesifikasi teknik. Sekelompok pekerja dengan menggunkan alat bantu
akan merapihkan pengecoran setelah pengecoran dilaksanakan.
3. Acuan tidak dibongkar dari bidang vertical, dinding, kolom yang tipis struktur yang
sejenis lebih awal 30 jam setelah pengecoran beton. Cetakan yang ditopang oleh
perancahdibawah pelat, balok, gelegar, atau struktur busur, tidak dibongkar hingga
pengujian menunjukan bahwa paling sedikit 85 % dari kekuatan rancangan beton
telah dicapai.
2. Peralatan yang digunakan adalah : Concrete Mixer, Water Tank, Concrete Vibrator, dan
alat bantu.

Pembangunan Jembatan Waitabel (Beton-Tuntas)


7.1 (8) BETON MUTU RENDAH fc’15MPa (K-175)

Beton yang terdiri dari campuran Kerikil Pasir dan Semen denga komposisi sesuai dengan
hasi uju lab. Atau JMF. mutu beton fc’=15 Mpa digunakan lantai trotoar dan sandaran reling.
Tahapan pekerjaanya dan proses pencampuran sesuai atau sama dengan pelaksanaan
pekerjaan beton diatas. Lingkup pekerjaan ini harus mencakup pelaksanaan seluruh
struktur beton termasuk tulangan struktur pracetak dan komposit sesuai dengan
spesifikasi dan garis elevasi kelandaian dan dimensi yang ditunjukan dalam gambar

7.1 (10) BETON MUTU RENDAH fc’10MPa (K-125)

Beton K 125 digunakan sebagai pembuatan lantai kerja pada pondasi sumuran. Setelah
dinding sumuran dan isian sumuran selesai dikerjakan maka pada bagian atas dicor dengan
menggunakan beton tipe ini yang nantinya berfungsi sebagai dudukan abutmen jembatan
pada bagian atas sumuran dikeluarkan stek-stek besi yang nantinya berfungsi sebagai
pengikat pada bagian bawah abutmen. Proses pengecoran dan pencampuran sama dengan
proses pembuatan beton lainnya hanya saja komposisi campuran disesuaikan dengan mutu
beton yang diinginkan.

7.3 (1) BAJA TULANGAN U-24 POLOS

- Merupakan baja tulangan polos (bukan ulir) dengan baja mutu sedang yang memiliki
tegangan leleh karekteristik 2.400 kg/cm2. Pekerjaan ini mencakup pengadaan dan
pemasangan baja tulangan pada acuan cetakan sesuai dengan Spesifikasi dan Gambar.
- Pekerjaan dilakukan secara manual dengan urutan pekerjaan sebagai berikut :
- Besi dipotong dan dibengkokan sesuai dengan kebutuhan, kemudian disusun
sedemikian rupa sesuai dengan gambar kerja, dan setiap pertulangan diikat dengan
menggunakan kawat beton

7.3 (4) BAJA TULANGAN U-39 ULIR

- Merupakan baja tulangan Bentuk Ulir dengan baja mutu sedang yang memiliki tegangan
leleh karekteristik 3.900 kg/cm2. Pekerjaan ini mencakup pengadaan dan pemasangan
baja tulangan pada acuan cetakan sesuai dengan Spesifikasi dan Gambar.
- Pekerjaan dilakukan secara manual dengan urutan pekerjaan sebagai berikut :

Pembangunan Jembatan Waitabel (Beton-Tuntas)


- Besi dipotong dan dibengkokan sesuai dengan kebutuhan, kemudian disusun
sedemikian rupa sesuai dengan gambar kerja, dan setiap pertulangan diikat dengan
menggunakan kawat beton.

Tata cara pembesian :


1. Pemotongan dan Pembengkokan
Baja tulangan dipotong sesuai dengan ukuran yang ada dalam kerja dengan memakai
gunting besi, jumlah potongan disesuaikan dengan kebutuhan dari masing – masing
tulangan yang akan dipakai, besi yang telah dipotong selanjutnya akan dilakukan
pembengkokan.
Baja telah dipotong diletakan pada tumpuan kayu berukuran 12 x 12 cm dengan
panjang kayu disesuaikan dengan kebutuhan yang ujung – ujung telah diberi pancangan
dari besi sebagai penahan bengkokan, besi dibengkokan dengan memakai kunci besi,
ukuran dan bentuk dari pada bengkokan tulangan mengikuti design dalam gambar
kerja.
2. Penempatan dan Pengikatan
Sebelum baja tulangan dilakukan penempatan dan pengikatan, besi dibersihkan dari
kotoran, lumpur, oli dan kotoran lainya yang dapat mengurangi atau merusak pelekatan
dengan beton.
Tulangan ditempatkan akurat dengan jarak sesuai dengan gambar dan kebutuhan
selimut beton minimum yang disyaratkan, batang tulangan diikat kencang dengan
kawat pengikat/ bendrat memakai alat bantu sehingga tidak bergeser pada saat
pengecoran, simpul dari kawat pengikat diarahkan membelakangi permukaan beton
sehingga tidak akan keropos.
Bilamana baja tulangan tetap dibiarkan terekspos untuk suatu waktu yang lama, maka
sebagai perlindungan terhadap baja tulangan diolesi dengan semen acian (semen dan
air saja).
3. Penulangan
Setelah acuan selesai, maka harus diolesi dengan minyak bekisting atau oli bekas.
Setelah itu mulai dipasang baja tulangan dalam acuan tersebut, dengan memperhatikan
selimut tebal selimut beton dengan menahan baja tulangan dengan beton decking. Mutu
beton decking harus lebih tinggi dari beton yang akan dicor.

7.9.(1) PASANGAN BATU

- Pekerjaan pasangan batu digunakan pada pembuatan abutmen jembatan dan oprid
jembatan.

Pembangunan Jembatan Waitabel (Beton-Tuntas)


- Abutment atau kepala jembatan merupakan bangunan yang berfungsi untuk
mendukung bangunan atas dan juga sebagai penahan tanah. Bagian abutmen
menggunakan struktur pasangan batu. Pekerjaan pasangan batu untuk abutment
yaitu semen, pasir, dan air dicampur dan diaduk menjadi mortar dengan
menggunakan concrete mixer.
- Batu terlebih dahulu dibersihkan, lalu disusun dengan baik, kemudian diisi/diikat
dengan campuran mortar dengan dimensi sesuai gambar kerja. Abutment dengan
pondasi diikat menggunakan angkur (baja) sehingga menjadi struktur yang
monolit.
- Untuk pelaksanaan Pekerjaan dilakukan secara manual dengan urutan pekerjaan
sebagai berikut :
1. Pemasangan bowplank dilakukan untuk mengetahui posisi abutmen dan oprid
serta elevasi top yang direncanakan.
2. Penggalian dilakukan dengan menggunakan excavator dengan lebar dan
ketinggian galian disesuaikan dengan gambar, tanah bekas galian diangkut
keluar dengan menggunakan dump truck
3. Tumpukan batu dan pasir diletakan di dekat galian sehingga memudahkan
pekerja pada saat pengambilan material nantinya
4. Semen, pasir dan air dicampur dan diaduk menjadi mortar dengan
menggunakan concrete mixer. Batu terlebih dahulu dibesihkan, lalu disusun
dengan baik, kemudian diisi/diikat dengan campuran mortar dengan dimensi
sesuai gambar kerja.
5. Susunan batu dilakukan tahap demi tahap dimulai dari kaki pondasi dan
menerus sepanjang abutemn dan oprid sampai mencapai elevasi desain
6. Peralatan yang digunakan adalah : Concrete Mixer dan alat bantu

7.11.(6) EXPANSION JOINT TIPE BAJA BERSUDUT

- Pekerjaan ini terdiri dari pemasokan dan pemasangan sambungan lantai yang
terbuat dari logam atau elastomer, dan setiap bahan pengisi (filler) dan penutup
(sealer) untuk sambungan antar struktur baik dalam arah memanjang maupun
melintang harus sesuai dalam spesifikasi seksi 7.11.1
- Pekerjaan dilakukan secara mekanik dengan urutan pekerjaan sebagai berikut :

Pembangunan Jembatan Waitabel (Beton-Tuntas)


1. Bahan sambungan yang dikirim kelapangan harus disimpan, ditutupi pada
landasan diatas permukaan tanah.
2. Peralatan yang digunakan adalah : Concrete Mixer dan alat bantu
- kerjaan Umum dan nama jembatan yang telah disetujui secara tertulis, jumlah dan
lokasi jembatan yang telah disetujui oleh Direksi Pekerjaan.
- Pekerjaan dilakukan secara mekanik dengan urutan sebagai berikut :
1. Peralatan yang digunakan untuk memasang papan nama jembatan harus
disetujui terlebih dahulu oleh Direksi Pekerjaan.
2. Peralatan yang digunakan adalah : alat-alat bantu

7.12.(3) PERLETAKAN ELASTOMERIK ALAM

Elastomerik yang akan dipasang harus dilakukan pengujian oleh laboratorium


independent baik pengujian secara mekanis maupun pengujian bahan dan memenuhi
ketentuan yang tercantum dalam SNI 3967-2008 dengan ketentuan jumlah benda uji.
Pekerjaan dilakukan secara mekanik dengan urutan sebagai berikut :
- Perletakan harus ditandai dengan jelas tentang jenis dan tempat pemasangan pada
saat tiba ditempat kerja. Alat – alat pengamanan yang cocok harus disediakan
sebagaimana diperlukan. Alat – alat penjepit sementara harus digunakan untuk
menjaga orientasi bagian-bagian dengan tepat.
- Peralatan yang digunakan adalah : Concrate Mixer dan alat bantu

7.13.(1) SANDARAN (RAILING)

Pekerjaan sandaran (railing) meliputi pekerjaan bekisting, penulangan, pemasangan


pipa pegangan, dan pengecoran. Semua pekerjaan pada pekerjaan sandaran (railling)
harus dikerjakan sesuai dengan yang direncanakan dan syarat-syarat yang telah ada.
Pekerjaan dilakukan secara manual dengan urutan pekerjaan sebagai berikut :
1. Pemasangan harus sesuai dengan seksi 7.4 baja struktur sandaran harus
dipasangdengan hati-hati sesuai dengan garis dan ketinggian yang ditunjuk dalam
gambar.
2. Peralatan yang digunakan adalah : Concrate Mixer dan alat bantu

Pembangunan Jembatan Waitabel (Beton-Tuntas)


8.4.(5) PATOK PENGARAH

Pembangunan Jembatan Waitabel (Beton-Tuntas)


- Pekerjaan patok pengarah patok yang terbuat dari beton bertulang pracetak
dengan mutu K175 (15 MPa) yang diberi cat sedemikian rupa mengikuti
Spesifikasi dan sesuai gambar dengan tinggi total sesuai ditunjukkan dalam
gambar.
- Pekerjaan ini dilakukan secara manual dengan urutan pekerjaan sebagai
berikut :
1. Patok beton dicetak dilokasi pembuatan, kemudian patok-patok beton
dimuat dari lokasi pembuatan dengan Dump Truck menuju lokasi
pemasangan. Patok dipasang dilokasi yang telah digali yang ditentukan
dengan jarak-jarak antara patok mengacu pada gambar rencana.
2. Peralatan yang digunakan adalah : Dump Truck dan alat bantu

PENUTUP

Dengan dibuatnya metode pelaksanaan ini diharapkan dapat memberikan gambaran


bagaimana dan langkah–langkah apa saja yang akan dilaksanakan dalam pengerjaan
pekerjaan tersebut. Kesemuanya itu untuk mendukung kelancaran jalannya proyek
sehingga proyek dapat selesai tepat waktu namun semua pekerjaannya selesai dengan baik
dan optimal sehingga Owner selaku pemilik proyek tidak merasa kecewa dan dirugikan.

Pembangunan Jembatan Waitabel (Beton-Tuntas)


Kamipun akan merasa puas jika telah menyelesaikan pekerjaan dengan tepat waktu atau
sesuai dengan jangka panjang waktu pelaksanaan yang ditetapkan namun dengan hasil
yang optimal.

Tidore, 13 Januari 2017


Penawar
CV. MULTI KARYA

………………….
Direktur

Pembangunan Jembatan Waitabel (Beton-Tuntas)