Anda di halaman 1dari 3

11. jelaskan definisi dari kasus diatas!

Diabetes melitus tipe 2

Diabetes Mellitus (DM) Tipe II merupakan penyakit hiperglikemi akibat insensivitas


sel terhadap insulin. Kadar insulin mungkin sedikit menurun atau berada dalam rentang normal.
Karena insulin tetap di hasilkan oleh sel-sel beta pankreas, maka diabetes mellitus tipe II
dianggap sebagai non insulin Dependent Diabetes Mellitus (NIDDM).

Hiperosmolar non ketotik

Hiperosmolar Non-Ketotik adalah suatu keadaan dimana kadar glukosa darah sangat
tinggisehingga darah menjadi sangat “kental”, kadar glukosa darah DM bisa sampai
di atas 600mg/dl. Glukosa ini akan menarik air keluar sel dan selanjutnya keluar
dari tubuh melaluikencing. Maka, timbullah kekurangan cairan tubuh atau dehidrasi.

Hiperosmolar Non Ketogenik adalah sindrom berkaitan dengan kekurangan insulin


secara relative, paling sering terjadi pada panderita NIDDM. Secara klinik diperlihatkan
dengan hiperglikemia berat yang mengakibatkan hiperosmolar dan dehidrasi, tidak ada
ketosis/ada tapi ringan dan gangguan neurologis.

Hiperosmolar Non Ketosis adalah keadaan koma akibat dari komplikasi diabetes
melitus di mana terjadi gangguan metabolisme yang menyebabkan: kadar gula darah sangat
tinggi, meningkatkan dehidrasi hipertonik dan tanpa disertai ketosis serum, biasa terjadi pada
DM tipe II.

Koma Hiperosmolar Hiperglikemik NonKetotik ialah suatu sindrom yang ditandai


dengan hiperglikemia berat, hiperosmolar, dehidrasi berat tanpa ketoasidosis, disertai
penurunan kesadaran

12. Apa etiologi dari kasus diatas?

Diabetes melitus tipe 2

DM tipe II disebabkan kegagalan relatif sel β dan resisten insulin. Resisten insulin
adalah turunnya kemampuan insulin untuk merangsang pengambilan glukosa oleh jaringan
perifer dan untuk menghambat produksi glikosa oleh hati. Sel β tidak mampu mengimbangi
resistensi insulin ini sepenuhnya, artinya terjadi defensiensi relatif insulin. Ketidakmampuan
ini terlihat dari berkurangnya sekresi insulin pada rangsangan glukosa, maupun pada
rangsangan glukosa bersama bahan perangsang sekresi insulin lain. Berarti sel β pankreas
mengalami desensitisasi terhadap glukosa.

Hiperosmolar non ketotik

1. Insufisiensi insulin
a. DM, pankreatitis, pankreatektomi
b. Agen pharmakologic (phenitoin, thiazid)
2. Increase exogenous glukose
a. Hiperalimentation (tpn)
b. High kalori enteral feeding
3. Increase endogenous glukosa
a. Acute stress (ami, infeksi)
b. Pharmakologic (glukokortikoid, steroid, thiroid)
4. Infeksi virus rubella, mumps, dan human coxsackievirus B4. Melalui mekanisme infeksi
sitolitik dalam sel beta pankreas, virus ini menyebabkan kerusakan atau destruksi sel.
Virus ini dapat juga menyerang melalui reaksi autoimunitas yang menyebabkan
hilangnya autoimun dalam sel beta pankreas.
5. Penyakit akut: perdarahan gastrointestinal, pankreatitits dan gangguan kardiovaskular.
6. Pembedahan/operasi.
7. Pemberian cairan hipertonik.
8. Luka bakar.

13. Bagaimana epidemiologi dari kasus diatas?

Diabetes melitus tipe 2

Prevalensi DM tipe 2 pada bangsa klit putih berkisar antara 3%-6% dari jumlah
penduduk dewasanya. Di Singapura, frekuensi diabetes meningkat cepat dalam 10 tahun
terakhir.3 Di Amerika Serikat, penderita diabetes meningkat dari 6.536.163 jiwa di tahun 1990
menjadi 20.676.427 jiwa di tahun 2010.4 Di Indonesia, kekerapan diabetes berkisar antara
1,4%-1,6%, kecuali di beberapa tempat yaitu di Pekajangan 2,3% dan di Manado 6%.

Hiperosmolar non ketotik

 Data di Amerika menunjukkan bahwa insidens HHNK sebesar 17,5 per 100.000
penduduk. Insiden ini sedikit lebih tinggi dibanding insiden KAD.
 HHNK lebih sering ditemukan pada perempuan dibandingkan dengan laki-laki.
 HHNK lebih sering ditemukan pada orang lanjut usia, dengan rata-rata usia onset
pada dekade ketujuh. Angka mortalitas pada kasus HHNK cukup tinggi, sekitar 10-
20%.

PERKENI, 2015, Konsensus Pengelolaan dan Pencegahan Diabetes Melitus Tipe 2 di


Indonesia, PB. PERKENI, Jakarta.