Anda di halaman 1dari 12

RENCANA PROGRAM PEMBELAJARAN

(RPP)
Nama Sekolah : SMK Negeri 1 Wanayasa
Mata Pelajaran : Dasar Proses Pengolahan Hasil Pertanian dan Perikanan
Kelas/Semester : X Teknologi Pengolahan Hasil Pertanian / Gasal
Alokasi Waktu : 5 jam @ 45 menit

A. Kompetensi Inti
1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
2. Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli
(gotong-royong, kerja sama, toleran, damai), santun, responsif dan proaktif dan
menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam
berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam
menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
3. Memahami, menerapkan dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, dan
prosedural berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni,
budaya, dan humaniora dalam wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan
peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian dalam bidang kerja yang spesifik
untuk memecahkan masalah
4. Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait
dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu
melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung
B. Kompetensi Dasar
1.KD pada KI Pengetahuan
3.1 Menerapkan prinsip teknik konversi bahan
2.KD pada KI Keterampilan
4.1 Melakukan teknik konversi bahan
C. Indikator Pencapaian Kompetensi
1.Indikator KD pada KI Pengetahuan
3.1.1 Memahami prisnip teknik konversi bahan
3.1.2 Menerapkan prinsip teknik konversi bahan
2.Indikator KD pada KI Keterampilan
4.1.1 Menjabarkan penerapan teknik konversi bahan sesuai dengan produk yang akan
dibuat
4.1.2 Melakukan teknik konversi bahan
D. Tujuan Pembelajaran
3.1.1 Setelah berdiskusi dan menggali informasi, peserta didik akan dapat:
a. Memahami definisi teknik konversi bahan sesuai dengan buku teks secara
santun
b. Menjelaskan jenis-jenis konversi bahan sesuai dengan buku teks secara
santun
c. Melakukan teknik konversi bahan sesuai dengan alur proses secara teliti
3.1.2 Setelah berdiskusi dan menggali informasi, peserta didik akan dapat menerapkan
prinsip teknik konversi bahan sesuai dengan alur proses secara teliti
4.1.1 Disediakan buku teks, video, power point maka peserta didik akan dapat
menjelaskan prinsip teknik konversi bahan secara percaya diri.
4.1.2 Disediakan alat yang sesuai dengan lembar kerja sehingga peserta didik dapat
menerapkan teknik konversi bahan berdasarkan alur proses dengan teliti
E. Materi Pembelajaran
1. Definisi teknik konversi bahan
Teknik konversi bahan merupakan beberapa dasar proses yang sering digunakan dalam
pengolahan pangan. Bahan yang diolah diubah bentuknya melalui proses pengecilan
ukuran, pencampuran, emulsifikasi, dan ekstraksi.
2. Jenis-jenis konversi bahan
a. Pengecilan ukuran
Pengecilan ukuran merupakan unit operasi yang diterapkan pada bahan padat untuk
mengurangi ukurannya dengan menerapkan proses penggilingan, penekanan atau
pemukulan; untuk bahan cair mengurangi ukuran globula cairan emulsi pengecilan
ukuran lebih sering disebut sebagai homogenisasi atau emulsifikasi. Pengecilan
ukuran baik padat maupun cair merupakan proses awal dalam suatu kegiatan
pengolahan pangan. Ada beberapa jenis pengecilan ukuran tergantung dari tujuan
pengolahannya. Efek pengecilan ukuran pada makanan, yaitu: karakteristik sensoris,
nilai gizi, viskositas dan tekstur

Keuntungan pengecilan ukuran dalam proses pengolahan adalah:


1) Meningkatkan luas permukaan yang dapat meningkatkan kecepatan pengeringan,
pemanasan atau pendinginan serta meningkatkan efisiensi dan kecepatan ekstraksi
komponen cairan seperti pada sari buah atau santan.
2) Bila dikombinasi dengan penyaringan atau pengayakan, akan mempermudah
proses pengayakan seperti pembuatan gula halus, bubuk rempah-rempah dan
tepung-tepungan.
3) Ukuran partikel yang hampir sama akan menghasilkan campuran yang lebih baik
seperti adonan kue.
Pengelompokan metoda pengecilan ukuran tergantung partikel yang dihasilkan, yaitu:
1) Chopping, cutting, slicing, dan dicing
2) Penggilingan menjadi tepung atau pasta untuk meningkatkan kehalusan (tepung
rempah-rempah, tepung-tepungan, gula halus, pasta halus)
3) Emulsifikasi dan homogenisasi (mayonais, susu, mentega, es krim, dan margarin)
Jenis dan fungsi alat pengecil ukuran biasanya dibedakan berdasarkan tujuan
pengecilan ukuran dan bahan yang dikecilkan. Dikenal ada 3 kelompok alat pengecil
ukuran, yaitu :
1) Alat pengecil ukuran bahan berserat tinggi (cutter, gratter), yaitu: pisau
pemotong, peeler (pengupas), dan pemarut.
2) Alat pengecil ukuran bahan kering (grinder), yaitu hammer mill, disc mill, jaw
crusher, gyratori crusher,roll mill.
3) Alat pengecil ukuran bahan pembentuk cair (emulsifer dan homogenizer): colloid
mill, Hydrosear Homogenisers dan Microfluidisers, Ultrasonic Homogenisers,
Pressure Homogenisers.
b. Pencampuran
Pencampuran adalah penyebaran satu partikel ke partikel yang lain dengan tujuan
untuk mendapatkan penyebaran partikel-partikel yang merata antara partikel satu
dengan lainnya. Proses pencampuran ini umum dijumpai sebagai salah satu unit
pengolahan hasil-hasil pertanian. Untuk keberhasilan suatu proses pencampuran ada
beberapa hal yang harus diperhatikan antara lain:
1) Viskositas
Semakin tinggi viskositas bahan campuran, makin sulit dilakukan pencampuran
sehingga membutuhkan tenaga yang lebih besar
2) Perbedaan berat jenis
Partikel-partikel yang mempunyai berat jenis yang tinggi cenderung untuk ke
dasar atau ke bawah, sedangkan partikel-partikel yang mempunyai berat jenis
yang rendah cenderung ke atas. Jika dalam proses pencampuran bahan-bahan
yang digunakan bervariasi berat jenisnya, maka proses pencampuran semakin
sulit. Kecenderungan ini dapat dilawan dengan mengangkat bahan-bahan ke
tengah-tengah campuran atau dibantu dengan emulsifier
3) Tidak ada sudut yang mati
Dalam proses pencampuran diusahakan sudut-sudut yang mati dapat
terangkut/terbawa ke sana kemari dalam proses pencampuran sehingga akan
terjadi proses pencampuran secara maksimal. Pencampuran dapat digolongkan
menjadi 3 macam berdasarkan sifat fisik bahannya yaitu pencampuran kering,
basah dan semi basah.
Prinsip pencampuran didasarkan pada peningkatan pengacakan dan penyebaran dua
atau lebih komponen yang mempunyai sifat berbeda. Derajat pencampuran dapat
dicirikan dari waktu yang dibutuhkan; keadaan produk, atau bahkan jumlah tenaga
yang dibutuhkan untuk melakukan pencampuran. Keseragaman pencampuran dapat
diukur dari sampel yang diambil selama pencampuran. Jika komponen yang dicampur
telah terdistribusi secara acak maka dapat dikatakan proses pencampuran telah
berlangsung baik. Kegiatan ini memerlukan berbagai jenis alat pencampur atau mixer
untuk menghasilkan campuran yang homogen.
Peralatan pencampur atau mixer dapat dibagi menjadi dua golongan, yaitu:
1) Berdasarkan jenis bahan yang dicampur, yaitu alat pencampur cairan, alat
pencampur granula atau tepung, dan alat pencampur pasta.
2) Berdasarkan jenis pengaduk, yaitu double cone mixers, ribbon blender, planetary
mixers, dan propeller mixers.

c. Emulsifikasi
Emulsi adalah dispersi cair dengan cair, sebab ada dispersi yang lainnya misalnya
dispersi gas dalam cairan sebagai contoh busa, cairan dalam gas (aerosol). Secara
lebih luas dispersi didifinisikan sebagai kontak antara 2 phase bahan yang mempunyai
sifat kimia dan sifat fisika dengan aktivitas bahan yang tinggi. Biasanya peralatan
yang digunakan untuk proses ini adalah colloid mill dan homogenizer.
Tipe Emulsi
Ada 2 tipe emulsi untuk minyak dan air yaitu :
1) emulsi minyak ke dalam air yaitu minyak disebarkan ke dalam air, contoh: ice
cream (Oil/Water).
2) emulsi air ke dalam minyak, yaitu air didistribusikan merata ke dalam minyak
contoh margarine dan butter (Water/Oil).
3) dari salah satu dari kedua emulsi ditambahkan bahan lainnya, contoh : bubuk
coklat sulit larut dalam air, dengan perlakuan khusus coklat cair (bubuk coklat
dalam minyak coklat) dilarutkan ke dalam air sehingga terbentuk emulsi. Dalam
hal ini ada tipe Water/Oil/ Water atau Oil/Water/Oil.

d. Ekstraksi
Ekstraksi merupakan suatu proses pemisahan campuran dari suatu bahan untuk
memperoleh bahan yang diinginkan. Bahan yang diekstraksi merupakan bahan yang
banyak dijumpai di alam.
Ekstraksi padat-cair dapat dilakukan melalui 4 (empat) metode, yaitu:
1) Metode penggilingan dan pengepresan
2) Metode pemisahan dan penyaringan
3) Metode pengepresan
4) Metode penyaringan dan penguapan
Faktor-faktor yang mempengaruhi ekstraksi
1) Jenis alat penggilingan
Semakin tajam pisau dan semakain cepat gilingan akan semakin halus bahan dan
semakin banyak ekstrak yang diperoleh.
2) Jenis alat penyaringan
Semakin halus ukuran atau lubang saringan akan semakin baik ekstrak yang
diperoleh.
3) Viskositas cairan
Terdapat perbedaan yang besar antara kerapatan cairan dan kerapatan bahan
padat akan mempercepat penyaringan.
Alat ekstraksi
Peralatan yang digunakan berupa satu unit ekstraktor yang terdiri atas:
1) Alat penggilingan dan perlengkapannya
Berfungsi sebagai penghancur atau penggiling bahan. Pisau pemotong/
penghancur dan kecepatannya diatur agar dapat bekerja secara optimal.
2) Penyaringan/filtrasi
Berfungsi untuk memisahkan antara ekstrak bahan dengan ampasnya.

F. Pendekatan, Model dan Metode


1. Pendekatan: saintifik
2. Model Pembelajaran: Discovery Based Learning
3. Metode: Ceramah, diskusi, praktik

G. Kegiatan Pembelajaran
1. Pertemuan Ke-1
a. Pendahuluan/Kegiatan Awal (30 menit)
 Salah seorang peserta didik memimpin doa dan dilanjutkan menyanyikan lagu
Indonesia Raya
 Peserta didik merespons salam, kemudian guru mengecek kehadiran peserta
didik.
 Guru mengajak siswa untuk melaksanakan literasi
 Siswa melaksankan literasi
• Guru menyampaikan kompetensi yang akan dicapai dan manfaatnya bagi
kehidupan
• Guru menyampaikan garis besar cakupan materi dan kegiatan yang akan
dilakukan.
• Guru menyampaikan lingkup dan teknik penilaian yang akan digunakan
• Siswa memperhatikan penyampaian guru.
b. Kegiatan Inti (175 menit)
 Mengamati
 Guru memberikan bahan tayang konversi bahan
 Siswa memperhatikan bahan tayang yang diberikan guru
 Menanya
 Guru mempersilahkan siswa untuk bertanya mengenai bahan tayang
 Siswa bertanya mengenai bahan tayang
 Mengumpulkan Informasi
 Guru menugaskan siswa untuk membuat kelompok.
 Siswa duduk berdasarkan kelompok
 Guru menugaskan siswa untuk mengidentifikasi jenis-jenis penerapan
konversi bahan pada bahan atau gambar yang ditayangkan
 Siswa mengidentifikasi jenis-jenis penerapan konversi bahan pada bahan
atau gambar yang ditayangkan oleh guru
 Guru memberikan video pembelajaran pengecilan ukuran
 Siswa memperhatikan video pembelajaran
 Menalar
- Guru menugaskan siswa untuk menganalisis pengertian, prinsip, dan
pengelompokkan pengecilan ukuran.
- Siswa menganlisis pengertian, prinsip, dan pengelompokkan pengecilan
ukuran.
 Mengomunikasikan
- Guru menunjuk salah satu siswa untuk mengemukakan hasil diskusi
- Siswa mengemukakan pendapatnya mengenai hasil diskusi
c. Penutup (25 menit)
 Guru menugaskan siswa membuat rangkuman/simpulan pelajaran.
 Guru menugaskan siswa refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan.
 Guru bersama siswa menyimpulkan hasil pembelajaran
 Guru merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk tugas kelompok/
perseorangan.
 Guru menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya

2. Pertemuan Ke-2
a. Pendahuluan/Kegiatan Awal (30 menit)
 Salah seorang siswa memimpin doa dan dilanjutkan menyanyikan lagu
Indonesia Raya
 Siswa merespons salam, kemudian guru mengecek kehadiran peserta didik.
 Guru mengajak siswa untuk melaksanakan literasi
 Siswa melaksankan literasi
 Guru mendiskusikan kompetensi yang telah dipelajari dan dikembangkan
sebelumnya terkait dengan kompetensi yang akan dipelajari
• Guru menyampaikan kompetensi yang akan dicapai dan manfaatnya bagi
kehidupan
• Guru menyampaikan garis besar cakupan materi dan kegiatan yang akan
dilakukan.
• Guru menyampaikan lingkup dan teknik penilaian yang akan digunakan
• Siswa memperhatikan penyampaian guru.
b. Kegiatan Inti (175 menit)
 Mengamati
 Guru memberikan video proses pengecilan ukuran
 Siswa memperhatikan bahan tayang yang diberikan guru
 Menanya
 Guru mempersilahkan siswa untuk bertanya mengenai video yang
ditayangkan
 Siswa bertanya mengenai video yang ditayangkan
 Mengumpulkan Informasi
 Guru menjelaskan mengenai alat-alat pengecilan ukuran
 Siswa mencatat materi yang diberikan
 Menalar
 Guru menugaskan siswa untuk menganalisis pengelompokan alat
pengecilan ukuran dan efek dari pengecilan ukuran
 Siswa menganalisis pengelompokan alat pengecilan ukuran dan efek dari
pengecilan ukuran
 Mengomunikasikan
- Guru menunjuk salah satu siswa untuk mengemukakan hasil analisisnya
- Siswa mengemukakan pendapatnya mengenai hasil analisisnya
c. Penutup (25 menit)
 Guru menugaskan siswa membuat rangkuman/simpulan pelajaran.
 Guru menugaskan siswa refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan.
 Guru bersama siswa menyimpulkan hasil pembelajaran
 Guru merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk tugas kelompok/
perseorangan.
 Guru menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya

3. Pertemuan Ke-3
a. Pendahuluan/Kegiatan Awal (30 menit)
 Salah seorang siswa memimpin doa dan dilanjutkan menyanyikan lagu
Indonesia Raya
 Siswa merespons salam, kemudian guru mengecek kehadiran peserta didik.
 Guru mengajak siswa untuk melaksanakan literasi
 Siswa melaksankan literasi
 Guru mendiskusikan kompetensi yang telah dipelajari dan dikembangkan
sebelumnya terkait dengan kompetensi yang akan dipelajari
• Guru menyampaikan kompetensi yang akan dicapai dan manfaatnya bagi
kehidupan
• Guru menyampaikan garis besar cakupan materi dan kegiatan yang akan
dilakukan.
• Guru menyampaikan lingkup dan teknik penilaian yang akan digunakan
• Siswa memperhatikan penyampaian guru.
b. Kegiatan Inti (175 menit)
 Mengamati
 Guru memberikan video proses pencampuran
 Siswa memperhatikan bahan tayang yang diberikan guru
 Menanya
 Guru mempersilahkan siswa untuk bertanya mengenai video yang
ditayangkan
 Siswa bertanya mengenai video yang ditayangkan
 Mengumpulkan Informasi
 Guru menjelaskan mengenai pengertian, prinsip, dan pengelompokan
pencampuran
 Siswa mencatat materi yang diberikan
 Menalar
 Guru menugaskan siswa untuk menganalisis pengelompokan
pencampuran berdasarkan bahan
 Siswa menganalisis pengelompokan pencampuran berdasarkan bahan
 Mengomunikasikan
- Guru menunjuk salah satu siswa untuk mengemukakan hasil analisisnya
- Siswa mengemukakan pendapatnya mengenai hasil analisisnya
c. Penutup (25 menit)
 Guru menugaskan siswa membuat rangkuman/simpulan pelajaran.
 Guru menugaskan siswa refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan.
 Guru bersama siswa menyimpulkan hasil pembelajaran
 Guru merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk tugas kelompok/
perseorangan.
 Guru menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya

4. Pertemuan Ke-4
a. Pendahuluan/Kegiatan Awal (30 menit)
 Salah seorang peserta didik memimpin doa dan dilanjutkan menyanyikan lagu
Indonesia Raya
 Peserta didik merespons salam, kemudian guru mengecek kehadiran peserta
didik.
 Guru mengajak siswa untuk melaksanakan literasi
 Siswa melaksankan literasi
• Guru menyampaikan kompetensi yang akan dicapai dan manfaatnya bagi
kehidupan
• Guru menyampaikan garis besar cakupan materi dan kegiatan yang akan
dilakukan.
• Guru menyampaikan lingkup dan teknik penilaian yang akan digunakan
• Siswa memperhatikan penyampaian guru.
b. Kegiatan Inti (175 menit)
 Mengamati
 Guru menjelaskan lembar kerja praktikum pencampuran
 Siswa memperhatikan penjelasan guru
 Menanya
 Guru mempersilahkan siswa untuk bertanya penjelasan lembar kerja
praktikum
 Guru menugaskan siswa untuk membuat kelompok.
 Siswa duduk berdasarkan kelompok
 Guru memberikan arahan praktikum
 Siswa melaksanakan praktikum sesuai dengan arahan
 Mengumpulkan Informasi
 Guru menugaskan siswa untuk membuat kelompok.
 Siswa duduk berdasarkan kelompok
 Guru menugaskan siswa untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang
mempengaruhi proses pencampuran
 Siswa mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi proses
pencampuran
 Menalar
- Guru menugaskan siswa untuk menganalisis pengertian, prinsip, dan
pengelompokkan pengecilan ukuran.
- Siswa menganlisis pengertian, prinsip, dan pengelompokkan pengecilan
ukuran.
- Guru menugaskan siswa untuk menilai hasil produk minuman herbal dari
karakteristik mutu (warna, aroma, rasa)
- Siswa menilai hasil produk minuman herbal berdasarkan karakteristik
 Mengomunikasikan
- Guru menunjuk salah satu siswa untuk mengemukakan hasil diskusi
- Siswa mengemukakan pendapatnya mengenai hasil diskusi
c. Penutup (25 menit)
 Guru menugaskan siswa membuat rangkuman/simpulan pelajaran.
 Guru menugaskan siswa refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan.
 Guru bersama siswa menyimpulkan hasil pembelajaran
 Guru merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk tugas kelompok/
perseorangan.
 Guru menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya

5. Pertemuan Ke-5
a. Pendahuluan/Kegiatan Awal (30 menit)
 Salah seorang siswa memimpin doa dan dilanjutkan menyanyikan lagu
Indonesia Raya
 Siswa merespons salam, kemudian guru mengecek kehadiran peserta didik.
 Guru mengajak siswa untuk melaksanakan literasi
 Siswa melaksankan literasi
 Guru mendiskusikan kompetensi yang telah dipelajari dan dikembangkan
sebelumnya terkait dengan kompetensi yang akan dipelajari
• Guru menyampaikan kompetensi yang akan dicapai dan manfaatnya bagi
kehidupan
• Guru menyampaikan garis besar cakupan materi dan kegiatan yang akan
dilakukan.
• Guru menyampaikan lingkup dan teknik penilaian yang akan digunakan
• Siswa memperhatikan penyampaian guru.
b. Kegiatan Inti (175 menit)
 Mengamati
 Guru memberikan video produk emulsifikasi
 Siswa memperhatikan bahan tayang yang diberikan guru
 Menanya
 Guru mempersilahkan siswa untuk bertanya mengenai video yang
ditayangkan
 Siswa bertanya mengenai video yang ditayangkan
 Mengumpulkan Informasi
 Guru menjelaskan mengenai proses emulsifikasi
 Siswa mencatat materi yang diberikan
 Menalar
 Guru menugaskan siswa untuk menganalisis sifat-sifat emulsi
 Siswa menganalisis sifat-sifat emulsi
 Mengomunikasikan
- Guru menunjuk salah satu siswa untuk mengemukakan hasil analisisnya
- Siswa mengemukakan pendapatnya mengenai hasil analisisnya
c. Penutup (25 menit)
 Guru menugaskan siswa membuat rangkuman/simpulan pelajaran.
 Guru menugaskan siswa refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan.
 Guru bersama siswa menyimpulkan hasil pembelajaran
 Guru merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk tugas kelompok/
perseorangan.
 Guru menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya

6. Pertemuan Ke-6
a. Pendahuluan/Kegiatan Awal (30 menit)
 Salah seorang siswa memimpin doa dan dilanjutkan menyanyikan lagu
Indonesia Raya
 Siswa merespons salam, kemudian guru mengecek kehadiran peserta didik.
 Guru mengajak siswa untuk melaksanakan literasi
 Siswa melaksankan literasi
 Guru mendiskusikan kompetensi yang telah dipelajari dan dikembangkan
sebelumnya terkait dengan kompetensi yang akan dipelajari
• Guru menyampaikan kompetensi yang akan dicapai dan manfaatnya bagi
kehidupan
• Guru menyampaikan garis besar cakupan materi dan kegiatan yang akan
dilakukan.
• Guru menyampaikan lingkup dan teknik penilaian yang akan digunakan
• Siswa memperhatikan penyampaian guru.
b. Kegiatan Inti (175 menit)
 Mengamati
 Guru memberikan video produk ekstraksi
 Siswa memperhatikan bahan tayang yang diberikan guru
 Menanya
 Guru mempersilahkan siswa untuk bertanya mengenai video yang
ditayangkan
 Siswa bertanya mengenai video yang ditayangkan
 Guru mempersilahkan pada siswa untuk mempresntasikan tugas konversi
bahan
 Siswa mempresentasikan tugas konversi bahan
 Guru memotivasi agar siswa mau bertanya
 Siswa mau bertanya dan menanggapi pertanyaan temannya
 Mengumpulkan Informasi
 Guru memberi arahan kepada siswa lain untuk memperhatikan presentasi
 Siswa lain memperhatikan presentasi teman sekelasnya
 Menalar
 Guru menugaskan siswa untuk menganalisis penggunaan teknik konversi
pada video yang ditayangkan
 Siswa menganalisis teknik yang digunakan
 Mengomunikasikan
- Guru menunjuk salah satu siswa untuk mengemukakan hasil analisisnya
- Siswa mengemukakan pendapatnya mengenai hasil analisisnya
c. Penutup (25 menit)
 Guru menugaskan siswa membuat rangkuman/simpulan pelajaran.
 Guru menugaskan siswa refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan.
 Guru bersama siswa menyimpulkan hasil pembelajaran
 Guru merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk tugas kelompok/
perseorangan.
 Guru menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya

H. Penilaian Pembelajaran, Remedial dan Pengayaan


1. Teknik Penilaian
 Tes Tertulis
 Praktikum
2. Instrumen
 Soal Tes Tertulis
Alat untuk mengecilkan ukuran dengan cara memarut disebut......................(1). Burr
mill atau disc mill merupakan alat untuk................ (2). Contoh produk emulsifier air
dalam minyak adalah..................(3). Penyebaran satu partikel ke partikel lain
dengan tujuan mendapatkan penyebaraan partikel-partikel merata
disebut.................(4). Contoh produk menggunakaan metode penggilingan dan
pengepresan..................(5).

(6) Jelaskan prinsip pengecilan ukuran dalam pengolahan!


(7) Berikan 3 contoh alat pengecilan ukuran bahan berserat tinggi beserta hasil
yang diperolehnya!
(8) Jelaskan macam-macam alat pencampuran!
(9) Jelaskan pengertian emulsi dan sebutkan sifat-sifat emulsi dan kelarutan
bahan!
(10) Jelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi ekstraksi dan sebutkan 4 contoh
produk ekstraksi!

 Kunci Jawaban Tes Tertulis


1) Grater
2) Pemipil jagung
3) Mentega/margarine
4) Pencampuran
5) Minyak biji pala
6) prinsip pengecilan ukuran dalam pengolahan
Pengecilan ukuran merupakan unit operasi yang diterapkan pada bahan padat
untuk mengurangi ukurannya dengan menerapkan proses penggilingan,
penekanan atau pemukulan;
7) 3 contoh alat pengecilan ukuran bahan berserat tinggi
Slicer: irisan tipis (keripik), Peeler (pengupas): pengupas kulit, Cutting
(memotong) memotong bahan sesuai dengan keinginan, gretter (pemarut)
8) Macam-macam alat pencampuran
Berdasarkan bahan: bahan basah, semi basah, bahan kering
Berdasarkan pengaduk (agitator)
9) Emulsi merupakan disperse cair dengan cair. Sifat-sifat emulsi:
emulsifikasi&disperse, foaming defoaming, wetting agent.
10) faktor-faktor yang mempengaruhi ekstraksi
a. Jenis alat penggilingan
Semakin tajam pisau dan semakain cepat gilingan akan semakin halus
bahan dan semakin banyak ekstrak yang diperoleh.
b. Jenis alat penyaringan
Semakin halus ukuran atau lubang saringan akan semakin baik ekstrak
yang diperoleh.
c. Viskositas cairan
Terdapat perbedaan yang besar antara kerapatan cairan dan kerapatan
bahan padat akan mempercepat penyaringan
Contoh produk ekstraksi: susu kedelai, minyak biji pala, sari buah, kopi instan,
santan, sari jahe
3. Lembar soal praktik
1. Melaksanakan praktikum

4. Analisis Hasil Penilaian


 Soal Tes Tertulis
Penskoran Jawaban dan Pengolahan Nilai
1. Nilai 4 : jika sesuai kunci jawaban dan ada pengembangan jawaban
2. Nilai 3 : jika jawaban sesuai kunci jawaban
3. Nilai 2 : jika jawaban kurang sesuai dengan kunci jawaban
4. Nilai 1 :jika jawaban tidak sesuai dengan kunci jawaban

 Soal praktik
a. Nilai 1 : Jika tidak sesuai lembar kerja praktikum
b. Nilai 2 : Jika terdapat kesalahan >1 dalam mengerjakan
c. Nilai 3 : Jika terdapat 1 kesalahan dalam mengerjakan
d. Nilai 4 : Jika sesuai lembar kerja praktikum

𝑺𝒌𝒐𝒓 𝒑𝒆𝒓𝒐𝒍𝒆𝒉𝒂𝒏
𝑵𝒊𝒍𝒂𝒊 = ∑( 𝒙 𝟏𝟎𝟎
𝑺𝒌𝒐𝒓 𝑴𝒂𝒌𝒔𝒊𝒎𝒂𝒍
5. Pembelajaran Remedial dan Pengayaan
 Soal Remedial dan Pengayaan
1) Jelaskan tujuan pengecilan ukuran!
2) Sebutkan 4 alat-alat pengecilan ukuran untuk bahan kering!
3) Jelaskan prinsip pencampuran bahan pada proses pengolahan!
4) Berikan 4 contoh emulsi pada olahan pangan!
5) Jelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi ekstraksi!

 Kunci Jawaban Remedial dan Pengayaan


1) Tujuan pengecilan ukuran
Untuk mempermudah proses pengolahan selanjutnya
2) 4 alat-alat pengecilan ukuran untuk bahan kering
Hammer mill, disc mill, jaw crusher, roll mill
3) Prinsip pencampuran bahan pada proses pengolahan
Prinsip pencampuran didasarkan pada peningkatan pengacakan dan penyebaran
dua atau lebih komponen yang mempunyai sifat berbeda.
4) 4 contoh produk emulsi pada olahan pangan
Es krim, mentega, margarin, mayonnaise, susu, bakso, sosis
5) faktor-faktor yang mempengaruhi ekstraksi
a. Jenis alat penggilingan
Semakin tajam pisau dan semakain cepat gilingan akan semakin halus bahan
dan semakin banyak ekstrak yang diperoleh.
b.Jenis alat penyaringan
Semakin halus ukuran atau lubang saringan akan semakin baik ekstrak yang
diperoleh.
c. Viskositas cairan
Terdapat perbedaan yang besar antara kerapatan cairan dan kerapatan bahan
padat akan mempercepat penyaringan

I. Media, Alat, Bahan, dan Sumber Belajar


1. Media
Power point, video
2. Alat dan Bahan
LCD, laptop, speaker, bahan praktikum
3. Sumber Belajar
2014.. Anonim. Dasar Proses Pengolahan Hasil Pertanian dan Perikanan Kelas X
Semester 1. Jakarta: Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan
Kemendikbud.

Wanayasa, Agustus 2016


Ketua Program Keahlian
Guru Pengampu

Sugiri, SP
Yatin Dwi Rahayu, S.Pd
NIP. 19760714 201101 1004
NIP . 19920601 201502 2 001
Mengetahui,
Kepala SMK Negeri I Wanayasa

Drs. Suwanto, M.Pd


NIP. 19661205 199702 1 001