Anda di halaman 1dari 175

MODUL ON (C2)

1. Gambar Teknik Mesin


2. Pekerjaan Dasar Teknik Mesin
3. DASAR PERANCANGAN TEKNIK MESIN

PROGRAM KEAHLIAN GANDA

KOMPETENSI KEAHLIAN TEKNIK PEMESINAN

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

DIREKTORAT JENDERAL GURU DAN TENAGA KEPENDIDIKAN


2017

Program Keahlian Ganda Angkatan 2_Tahun 2017


i
Modul ON_Kompetensi keahlian TEKNIK PEMESINAN
DAFTAR ISI
DAFTAR ISI ............................................................................................................... II
A. Peta Pencapaian Kompetensi ............................................................................ii
KEGIATAN PEMBELAJARAN .................................................................................. V
KEGIATAN PEMBELAJARAN 1 : PENGGUNAAN KONSEP ELEMEN MESIN
PADA BIDANG MANUFAKTUR ................................................................................ V
A. Tujuan ............................................................................................................... v
B. Indikator Pencapaian Kompetensi ................................................................... 21
C. Materi .............................................................................................................. 21
D. Aktivitas Pembelajaran .................................................................................... 50
E. Latihan ............................................................................................................ 52
KEGIATAN PEMBELAJARAN 2 : MEKANIKA TEKNIK ......................................... 60
A. Tujuan ............................................................................................................. 60
B. Indikator Pencapaian Kompetensi ................................................................... 60
C. Uraian Materi................................................................................................... 60
D. Latihan ............................................................................................................ 74
KEGIATAN PEMBELAJARAN 3 : PENGETAHUAN BAHAN TEKNIK .................... 144
A. Tujuan ........................................................................................................... 144
B. Indikator Pencapaian Kompetensi ................................................................. 144
C. Uraian Materi................................................................................................. 145
D. Aktivitas Pembelajaran .................................................................................. 174
E. Latihan .......................................................................................................... 176
PENUTUP .............................................................................................................. 185
DAFTAR PUSTAKA .............................................................................................. 186
GLOSARIUM ......................................................................................................... 187

A. Peta Pencapaian Kompetensi


Kompetensi Inti Guru
20. Menguasai materi, struktur, konsep, dan pola pikir keilmuan yang mendukung mata

Program Keahlian Ganda Angkatan 2_Tahun 2017


ii
Modul ON_Kompetensi keahlian TEKNIK PEMESINAN
pelajaran yang diampu
Gr Kompetensi
Indikator Pencapaian
ad Guru Paket Deskripsi Materi
Kompetensi (IPK)
e Keahlian

2 20.15. 20.15.1 Menganalisis macam- *Deskripsi ini sudah berisikan


Mengimplement macam sambungan tetap kegiatan belajar-kegiatan
asikan konsep (sambungan paku keling, belajar dengan
elemen mesin sambungan las, uraian/muatan materinya
pada bidang sambungan lipat) (terlampir di bawah)
manufaktur 20.15.2 Menganalisis macam-
macam sambungan tidak Kegiatan Belajar 1
tetap (kopling, rem, (Pedagogik)
sambungan baut-mur,
baut skrup, pasak). Kegiatan Belajar 2
20.15.3 Menganalisis jenis dan Konsep elemen mesin pada
fungsi poros dan pasak, Bidang Manufaktur
transmisi (pulley & belt,
rantai, kopling, roda gigi). Kegiatan Belajar 3
20.15.4 Menganalisis macam- Menilai jenis kerusakan
macam gaya, tegangan komponen mekanik pada
dan momen pada mesin industri
sambungan.
20.15.5 Menganalisis macam- Kegiatan Belajar 4
macam gaya, tegangan Pengetahuan Bahan Teknik
dan momen pada rem,
roda gigi, bantalan,
pegas, poros, kopling, V-
Belt dan rantai.
20.15.6 Menunjukkan macam-
macam sambungan tetap
(sambungan tetap, baut,
paku keling, las) dan
sambungan tidak tetap
(kopling, rem).
20.15.7 Menunjukkan poros dan
pasak, transmisi (pulley
& belt, rantai, kopling,
roda gigi).
20.15.8 Menghitung macam-
macam gaya, tegangan
pada rem, roda gigi,
bantalan, pegas, poros,
kopling, V-Belt dan
rantai.
20.17 20.17.1 Menganalisis macam
Menilai jenis dan fungsi komponen
kerusakan mekanik mesin industri
komponen 20.17.2 Menganalisis jenis-
mekanik pada jenis kerusakan
mesin industri komponen mekanik
mesin industri
20.17.3 Menilai tingkat
kerusakan komponen-
komponen mekanik
mesin industri sesuai
Program Keahlian Ganda Angkatan 2_Tahun 2017
iii
Modul ON_Kompetensi keahlian TEKNIK PEMESINAN
prosedur
20.17.4 Menyusun laporan
kerusakan komponen
mekanik mesin industri.
20.6 20.6.1 Menguraikan macam-
Mengimplement macam bahan teknik
asikan 20.6.2 Menganalisis proses
pengetahuan pembuatan bahan
bahan teknik teknik.
20.6.3 Menguraikan macam-
macam logam ferro dan
non ferro serta
penggunaannya
20.6.4 Menganalisis proses-
proses perlakuan panas
(heat treatment) pada
baja karbon dan baja
paduan
20.6.5 Mengimplementasikan
prosedur perlakuan
panas (heat treatment)
sesuai dengan
kebutuhan pekerjaan

Program Keahlian Ganda Angkatan 2_Tahun 2017


iv
Modul ON_Kompetensi keahlian TEKNIK PEMESINAN
KEGIATAN PEMBELAJARAN

KEGIATAN PEMBELAJARAN 1 : PENGGUNAAN KONSEP ELEMEN


MESIN PADA BIDANG MANUFAKTUR
A. Tujuan
Setelah mempelajari kegiatan pembelajaran ini diharapkan :
1. Melalui diskusi peserta dapat menganalisis macam-macam sambungan
tetap (sambungan paku keling, sambungan las, sambungan lipat) dengan
rasa ingin tahu dan kerjasama
2. Melalui diskusi peserta dapat menganalisis macam-macam sambungan
tidak tetap (kopling, rem, sambungan baut-mur, baut skrup, pasak) dengan
rasa ingin tahu dan kerjasama.
3. Melalui diskusi peserta dapat menganalisis jenis dan fungsi poros dan
pasak, transmisi (pulley & belt, rantai, kopling, roda gigi) dengan rasa ingin
tahu dan kerjasama.
4. Melalui diskusi peserta dapat menganalisis macam-macam gaya, tegangan
dan momen pada sambungan dengan rasa ingin tahu dan kerjasama.
5. Melalui diskusi peserta dapat menganalisis macam-macam gaya, tegangan
dan momen pada rem, roda gigi, bantalan, pegas, poros, kopling, V-Belt dan
rantai dengan rasa ingin tahu dan kerjasama
6. Melalui pengamatan dan penugasan peserta dapat menunjukkan macam-
macam sambungan tetap (sambungan tetap, baut, paku keling, las) dan
sambungan tidak tetap (kopling, rem) dengan teliti dan tanggung jawab.
7. Melalui pengamatan dan penugasan peserta dapat menunjukkan poros dan
pasak, transmisi (pulley & belt, rantai, kopling, roda gigi) teliti dan tanggung
jawab...
8. Melalui pengamatan dan penugasan peserta dapat menghitung macam-
macam gaya, tegangan pada rem, roda gigi, bantalan, pegas, poros,
kopling, V-Belt dan rantai dengan teliti dan tanggung jawab.

Program Keahlian Ganda Angkatan 2_Tahun 2017


v
Modul ON_Kompetensi keahlian TEKNIK PEMESINAN
B. Indikator Pencapaian Kompetensi
Setelah mengikuti materi pembelajaran ini peserta diklat dapat :
1. Menganalisis macam-macam sambungan tetap (sambungan paku keling,
sambungan las, sambungan lipat)
2. Menganalisis macam-macam sambungan tidak tetap (kopling, rem,
sambungan baut-mur, baut skrup, pasak).
3. Menganalisis jenis dan fungsi poros dan pasak, transmisi (pulley & belt,
rantai, kopling, roda gigi).
4. Menganalisis macam-macam gaya, tegangan dan momen pada
sambungan.
5. Menganalisis macam-macam gaya, tegangan dan momen pada rem, roda
gigi, bantalan, pegas, poros, kopling, V-Belt dan rantai.
6. Menunjukkan macam-macam sambungan tetap (sambungan tetap, baut,
paku keling, las) dan sambungan tidak tetap (kopling, rem).
7. Menunjukkan poros dan pasak, transmisi (pulley & belt, rantai, kopling, roda
gigi).
8. Menghitung macam-macam gaya, tegangan pada rem, roda gigi, bantalan,
pegas, poros, kopling, V-Belt dan rantai.

C. Materi
Bahan Bacaan 1 : Mengenal Komponen/Elemen Mesin
a. Paku Keling/Rivet
Paku keling/rivet adalah salah satu metode penyambungan yang sederhana.
Sambungan keling umumnya diterapkan pada jembatan, bangunan, ketel,
tangki, kapal dan pesawat terbang. Penggunaan metode penyambungan
dengan paku keling ini juga sangat baik digunakan untuk penyambungan
pelat-pelat alumunium.

Program Keahlian Ganda Angkatan 2_Tahun 2017


21
Modul ON_Kompetensi keahlian TEKNIK PEMESINAN
Gambar 1 Paku keling/rivet

b. Las
Proses pengelasan adalah proses penyambungan logam dengan
menggunakan energi panas. Sambungan las mempunyai tingkat kerapatan
yang baik serta mempunyai kekuatan sambungan yang memadai.
Sambungan las ini juga mempunyai tingkat efisiensi kekuatan sambungan
yang relatif lebih baik jika dibandingkan dengan sambungan yang lainnya. Di
samping itu segi operasional pengerjaan sambungan konstruksi las lebih
sederhana dan relatif murah. Ada beberapa macam jenis pengelasan yang
dilakukan untuk menyambung logam, yaitu :
 Las Resistansi Listrik (Tahanan)
 Las Titik (Spot Welding)
 Las Resistansi Rol (Rolled Resistance Welding)
 Las Busur Listrik
 Penyambungan dengan Las Oxy-Asetilen
 Las TIG (Tungsten Inert Gas)/GTAW (Gas Tungsten Arc Welding)
 Las MIG (Metal Inert Gas Arc Welding)/Gas Metal Arc Welding (GMAW)

c. Skrup/Baut dan Mur.


Sekrup atau baut adalah suatu batang atau tabung dengan alur heliks pada
permukaannya. Penggunaan utamanya adalah sebagai pengikat (fastener)
untuk menahan dua obyek bersama, dan sebagai pesawat sederhana untuk
mengubah torsi (torque) menjadi gaya linear.

Program Keahlian Ganda Angkatan 2_Tahun 2017


22
Modul ON_Kompetensi keahlian TEKNIK PEMESINAN
Gambar 2 Baut dan Mur

Baut, mur dan screw mempunyai ulir sebagai pengikat. Ulir digolongkan
menurut bentuk profil penampangnya diantaranya: ulir segitiga, persegi,
trapesium, gigi gergaji dan bulat. Baut, mur dan screw digolongkan menurut
bentuk kepalanya yakni segi enam, socket segi enam dan kepala persegi.

d. Poros
Poros adalah suatu bagian stasioner yang beputar, biasanya berpenampang
bulat dimana terpasang elemen-elemen seperti roda gigi (gear), pulley,
flywheel, engkol, sprocket dan elemen pemindah lainnya.
Poros dibagi atas beberapa macam yaitu :
 Berdasarkan pembebanannya poros dibagi atas transmisi (transmission
shaft), poros gandar, dan poros spindle.
 Berdasarkan bentuknya poros dapat dibagi atas poros lurus dan poros
engkol. Poros engkol adalah sebagai penggerak utama pada silinder
mesin.
Hal-hal yang harus diperhatikan berkaitan dengan poros antara lain:
 Kekuatan poros
 Kekakuan poros
 Putaran kritis
 Korosi
 Material poros.

Program Keahlian Ganda Angkatan 2_Tahun 2017


23
Modul ON_Kompetensi keahlian TEKNIK PEMESINAN
Gambar 3 Poros Propeler Kapal

e. Kopling
Kopling merupakan piranti otomotif yang berfungsi menghubungkan atau
melepaskan pengaruh putaran mesin dengan transmisi. Artinya bila sedang
difungsikan, maka kopling akan memutus putaran mesin sehingga daya
geraknya tak saling berkait dengan transmisi. Bila kopling tak diinjak
(difungsikan) maka rambatan putaran mesin akan kembali menggerakkan
roda mobil bersangkutan. Singkatnya, kopling berfungsi sebagai 'perantara'
yang mendukung kerja transmisi terhadap tingkat kecepatan mobil bergerak.

Gambar 4 Kopling

f. Pasak
Pasak merupakan komponen yang sangat penting dalam perencanaan suatu
poros. Pasak dipastikan sangat terkait dengan poros dan roda. Posisi pasak
berada diantara poros dan roda. Sesuai dengan fungsi pasak yakni sebagai
penahan agar roda yang berputar pada poros tidak selip, maka rancangan
suatu pasak harus dipertimbangkan berdasarkan momen puntir yang bekerja
pada roda dan poros tersebut. Dimensi pasak berbentuk empat persegi
panjang dipasang pada alur pasak di poros dan roda.

Program Keahlian Ganda Angkatan 2_Tahun 2017


24
Modul ON_Kompetensi keahlian TEKNIK PEMESINAN
Gambar 5 Poros, pasak, kopling
g. Roda gigi
Transmisi daya adalah upaya untuk menyalurkan/memindahkan daya dari
sumber daya (motor diesel, bensin, turbin gas, motor listrik dll) ke mesin yang
membutuhkan daya (mesin bubut, pompa, kompresor, mesin produksi dll).
Ada dua klasifikasi pada transmisi daya :
 Transmisi daya dengan gesekan (transmission of friction) :
Direct transmission (roda gesek dll), dan Indirect transmission (belt , ban
mesin)
 Transmisi dengan gerigi (transmission of mesh): Direct transmission
(gear), dan Indirect transmission (rantai, timing belt dll).
Roda gigi digunakan untuk mentransmisikan daya besar dan putaran yang
tepat serta jarak yang relatif pendek. Roda gigi dapat berbentuk silinder atau
kerucut. Transmisi roda gigi mempunyai keunggulan dibandingkan dengan
sabuk atau rantai karena lebih ringkas, putaran lebih tinggi dan tepat, dan
daya lebih besar. Kelebihan ini tidak selalu menyebabkan dipilihnya roda gigi
di samping cara yang lain, karena memerlukan ketelitian yang lebih besar
dalam pembuatan, pemasangan, maupun pemeliharaannya
 Bentuk roda gigi yang sering digunakan adalah :
 Gigi lurus (spur gear)
 Gigi miring (helical gear)
 Gigi panah (double helica/ herring bone gear)
 Gigi melengkung/bengkok (curved/spherical gear )

Program Keahlian Ganda Angkatan 2_Tahun 2017


25
Modul ON_Kompetensi keahlian TEKNIK PEMESINAN
Gambar 6. Bentuk-bentuk roda gigi
 Transmisi Roda Gigi (Penjelasan di lampiran materi)

h. Sabuk/Ban
Biasanya sabuk dipakai untuk memindahkan daya antara 2 buah poros yang
sejajar dan dengan jarak minimum antar poros yang tertentu. Secara umum,
sabuk dapat diklasifikasikan menjadi 3 jenis :
1). Flat belt

Gambar 7. Flat –Belt

2). V-belt

Gambar 8 V-Belt

Program Keahlian Ganda Angkatan 2_Tahun 2017


26
Modul ON_Kompetensi keahlian TEKNIK PEMESINAN
3). Timing belt

Gambar 9 Timing Belt

Sebagian besar transmisi sabuk menggunakan sabuk-V karena mudah


penanganannya dan harganyapun murah. Kecepatan sabuk direncanakan
untuk 10 sampai 20 (m/s) pada umumnya, dan maksimum sampai 25 (m/s).
Daya maksimum yang dapat ditransmisikan kurang lebih sampai 500 (kW).
Sabuk V terbuat dari karet dan mempunyai penampang trapesium. Tenunan
tetoron atau semacamnya dipergunakan sebagai inti sabuk untuk membawa
tarikan yang besar. Sabuk-V dibelitkan di keliling alur puli yang berbentuk V
pula.
Pulley dapat digunakan untuk mentransmisikan daya dari poros satu ke poros
yang lain melalui sistem transmisi penggerak berupa flat belt, V-belt atau
circular belt. Perbandingan kecepatan (velocity ratio) pada pulley berbanding
terbalik dengan diameter pulley dan secara matematis ditunjukan dengan
pesamaan : D1/D2 = N2/N1 Berdasar material yang digunakan, pulley dapat
diklasifikasikan dalam :
1. Cast iron pulley
2. Steel pulley
3. Wooden pulley
4. Paper pulley

Program Keahlian Ganda Angkatan 2_Tahun 2017


27
Modul ON_Kompetensi keahlian TEKNIK PEMESINAN
i. Rantai dan Sproket
Transmisi rantai-sproket digunakan untuk transmisi tenaga pada jarak
sedang. Kelebihan dari transmisi ini dibanding dengan transmisi sabuk-puli
adalah dapat digunakan untuk menyalurkan daya yang lebih besar.

Gambar 10 Rantai dan Sproket


 Kelebihan dari penggunaan transmisi rantai dan sprocket adalah :
- Transmisi tanpa slip (perbandingan putaran tetap)
- Dapat meneruskan daya besar
- Keausan kecil pada bantalan
- Jarak poros menengah (antara belt dan gear)
 Sedangkan kekurangan dari transmisi ini adalah:
- Tidak dapat dipakai untuk kecepatan tinggi (max. 600 m/min)
- Suara dan getaran tinggi
- Perpanjangan rantai karena keausan pena dan bus.

Bahan Bacaan 2 : Sambungan dalam Bidang Pemesinan


Makna sambungan yang difahami dalam bidang pemesinan, tidak jauh berbeda
dengan apa yang kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari, yaitu menghubungkan
antara satu benda dengan lainnya.
Ada dua jenis sambungan yang dikenal secara umum :
1. Sambungan tetap (permanent joint).
Merupakan sambungan yang bersifat tetap, sehingga tidak dapat dilepas
selamanya, kecuali dengan merusaknya terlebih dahulu.
Contohnya : sambungan paku keling (rivet joint) dan sambungan las (welded
joint).
2. Sambungan tidak tetap (semi permanent).

Program Keahlian Ganda Angkatan 2_Tahun 2017


28
Modul ON_Kompetensi keahlian TEKNIK PEMESINAN
Merupakan sambungan yang bersifat sementara, sehingga masih dapat
dibongkar- pasang selagi masih dalam kondisi normal.
Contohnya : sambungan mur-baut / ulir (screwed joint) dan sambungan
pasak (keys joint).

Gambar 11 Diagram sambungan dalam bidang pemesinan

1. Sambungan Keling
Paku keling (rivet) digunakan untuk sambungan tetap antara 2 plat atau lebih
misalnya pada tangki dan boiler. Paku keling dalam ukuran yang kecil dapat
digunakan untuk menyambung dua komponen yang tidak membutuhkan
kekuatan yang besar, misalnya peralatan rumah tangga, furnitur, alat-alat
elektronika dan lain-lain.
Sambungan dengan paku keling sangat kuat dan tidak dapat dilepas kembali
dan jika dilepas maka akan terjadi kerusakan pada sambungan tersebut.
Karena sifatnya yang permanen, maka sambungan paku keling harus dibuat
sekuat mungkin untuk menghindari kerusakan/patah.
Bagian utama paku keling adalah : (1) Kepala, (2) Badan, (3) ekor dan (4)
Kepala Lepas

Program Keahlian Ganda Angkatan 2_Tahun 2017


29
Modul ON_Kompetensi keahlian TEKNIK PEMESINAN
Gambar 12 Bagian-bagian Keling

Jenis kepala paku keling antara lain adalah sebagai berikut :


a. Kepala paku keling untuk penggunaan umum dengan diameter kurang
dari 12 mm
b. Kepala paku keling untuk penggunaan umum dengan diameter antara (12
– 48) mm
c. Kepala paku keling untuk boiler atau ketel uap /bejana tekan : diameter
(12 – 48) mm

2. Cara Pemasangan

Gambar 13 Pemasangan Paku Keling

Pemasangan paku keling harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut :


 Tidak terlalu berdekatan atau berjauhan jaraknya.

Program Keahlian Ganda Angkatan 2_Tahun 2017


30
Modul ON_Kompetensi keahlian TEKNIK PEMESINAN
Gambar 14 Dimensi pemasangan paku keling

 Jika jarak antar paku yang terlalu besar dapat terjadi buckling. Jarak
maksimum biasanya adalah 16 x tebal pelat.
 Jarak dan pusat paku keling dengan tepi pelat tidak boleh terlalu kecil,
sebab dapat terjadi kegagalan.

3. Macam Macam Sambungan Kelingan


Macam macam sambungan kelingan dapat di tinjau dari kekuatan
sambungan dan bentuk sambungannya .
1) Macam macam kekuatan sambungan kelingan
Ditinjau dari kekuatan sambungannya sambungan kelingan terdiri atas :
 Sambungan ringan
Sambungan ringan yaitu sambungan yang berfungsi untuk
menyambung dua bagian dari suatu produk dengan sambungan
yang tidak mempunyai beban yang besar misalnya sambungan
kelingan pada perabotan-rumah dan semacamnya.
 Sambungan kuat
Sambungan kuat yaitu sambungan pada pekerjaan pelat yang
mendapatkan beban sehingga memerlukan kekuatan tertentu
seperti pada sambungan pelat pada bodi kendaraan , sambungan
pada konstruksi jembatan atau konstruksi baja lainnya.
 Sambungan rapat
Sambungan rapat yaitu sambungan yang memerlukan kerapatan dan
tidak bocor, misalnya sambungan pelat pada bak air terbuka atau
tangki air berukuran kecil .
 Sambungan kuat dan rapat

Program Keahlian Ganda Angkatan 2_Tahun 2017


31
Modul ON_Kompetensi keahlian TEKNIK PEMESINAN
Sambungan kuat rapat yaitu sambungan kelingan selain
memerlukan kekuatan juga memerlukan kerapatan, sambungan kuat
rapat tersebut biasanya digunakan pada sambungan pelat ketel atau
sambungan pada pelat tabung gas yang bertekanan tinggi.

2) Macam macam bentuk sambungan kelingan


Ditinjau dari posisi pelat yang disambung dan bahan penyambung ,
macam macam bentuk sambungan kelingan terdiri atas :

 Sambungan berimpit
Untuk menyambung dua buah pelat dapat dilakukan dengan cara
ditumpangkan , yaitu ujung pelat satu dengan ujung pelat lainnya
berimpit satu sama lainnya kemudian dibor , dipasang paku keling
dan dibentuk kepala paku sehingga membentuk sambungan
kelingan, sambungan tersebut disebut dengan sambungan berimpit .
lihat gambar berikut :

Gambar 15 Sambungan berimpit

Pada sambungan berimpit dapat dilakukan dengan cara memasang


satu baris paku keling dan disebut dengan sambungan berimpit
dikeling tunggal , dipasang dua baris paku keling yang disebut
dengan sambungan berimpit dikeling ganda dan tiga baris paku
keling yang disebut dengan sambungan berimpit yang dikeling triple ,
lihat gambar berikut :

Program Keahlian Ganda Angkatan 2_Tahun 2017


32
Modul ON_Kompetensi keahlian TEKNIK PEMESINAN
Gambar 16 Sambungan dikeling tunggal, ganda dan triple

 Sambungan bilah tunggal


Ditinjau dari jumlah bilah yang digunakan untuk menyambungnya ,
sambungan bilah terdiri atas : sambungan bilah tunggal dan
sambungan bilah ganda.
Sambungan bilah tunggal yaitu sambungan kelingan yang
menggunakan satu buah bilah yang dipasang pada satu sisi atas
pelat , sambungan bilah tunggal dapat dilaksanakan dengan
memasang satu baris paku keling , dua baris atau tiga baris paku
keling , lihat gambar berikut .

Gambar 17 Sambungan bilah tunggal

 Sambungan bilah ganda


Jika sambungan ujung ujung pelat disambung dengan menggunakan
dua buah pelat lain yang berbentuk bilah dan dipasang pada bagian
atas dan bagian bawahnya disambung dengan paku keling ,
sambungan kelingan tersebut disebut dengan sambungan kelingan
bilah ganda . Lihat gambar berikut !

Program Keahlian Ganda Angkatan 2_Tahun 2017


33
Modul ON_Kompetensi keahlian TEKNIK PEMESINAN
Gambar 18 Macam macam sambungan bilah ganda

 Sambungan rowe
Sambungan rowe adalah sambungan kelingan semacam sambungan
kombinasi antara sambungan bilah tunggal dengan sambungan bilah
ganda, dengan ukuran bilah bawah lebih lebar dari bilah atas .
Sambungan rowe tersebut terdiri atas :
 Sambungan rowe dikeling dua baris ( kampuh ganda)
 Sambungan rowe tiga baris (kampuh triple) .
Kedua macam sambugan rowe tersebut dapat dilihat pada gambar
berikut .

Gambar 19 Sambungan rowe

4. Penggunaan Paku Keling


Paku keling / sambungan keling seperti halnya sambungan las dapat juga
dipakai untuk :

Program Keahlian Ganda Angkatan 2_Tahun 2017


34
Modul ON_Kompetensi keahlian TEKNIK PEMESINAN
 Sebagai sambungan Kekuatan dalam konstruksi baja dan konstruksi
logam ringan (konstruksi bertingkat, konstruksi jembatan dan konstruksi
pesawat terbang), pada umunya dipakai juga pada konstruksi Mesin.
 Sebagai sambungan Kedap untuk tangki, cerobong asap plat, pipa
penurunan dan pipa pelarian yang tidak memiliki tekanan.
 Sebagai sambungan Kekuatan Kedap dalam konstruksi Ketel (ketel,
tangki dan pipa dengan tekanan tinggi).
 Sebagai sanbungan Paku untuk kulit plat (konstruksi kendaraan dan
pesawat udara).
 Sebagai pemasangan Bahan Gesek pada kopling dan rem (lapis rem).

5. Metode Pengelingan (penjelasan di lampiran materi)


6. Perhitungan Sambungan Kelingan
Tujuan dari perhitungan sambungan kelingan ialah untuk mengetahui dan
menentukan ukuran paku keling supaya sambungan paku keling aman
terhadap beban tertentu atau untuk memeriksa besarnya beban yang
diizinkan pada sambungan kelingan itu sendiri.
Perhitungan sederhana untuk sambungan kelingan yang mendapatkan beban
sentris dapat dilaksanakan pada kekuatan geser pada paku keling yaitu
dengan persamaan :
F
g  ………… [N/mm2]
A

Gambar 20 Geseran pada paku keling

Jika sambungan kelingan berimpit dengan kampuh tunggal mendapatkan


beban sentris F [N] , paku keling yang terpasang berjumlah n [buah]
dengan ukuran d [mm] , maka tegangan geser yang terjadi adalah :
F
g  dan A = jumlah luas penampang paku keling yaitu :
A

Program Keahlian Ganda Angkatan 2_Tahun 2017


35
Modul ON_Kompetensi keahlian TEKNIK PEMESINAN
 F
A d 2 .n maka  g 
4 
d 2 .n
4
Keterangan :
A = Luas penampang dalam satuan [mm2]

g = Tegangan geser pada paku keling dalam satuan [N/mm 2]

F = Beban sentris pada sambungan paku keeling [N]


d = Diameter paku keeling yang terpasang [mm]
n = Jumlah paku keling [buah]

Gambar 21 Sambungan berimpit


Contoh 1.1:
Suatu konstruksi sambungan kelingan seperti terlihat pada gambar dibawah,
diketahui :
Diameter paku keling d = 20 [mm]
Gaya F = 4000 N

Gambar 22 Sambungan kelingan

Hitung tegangan geser yang terjadi pada paku keling.


Jawaban :

Program Keahlian Ganda Angkatan 2_Tahun 2017


36
Modul ON_Kompetensi keahlian TEKNIK PEMESINAN
F
g 
A
Luas paku keling yang tergeser terdapat di dua tempat yaitu :

A=2x d2
4
A = 2 x 0,785 x 202 .
A = 628 [mm2]
jadi :

 g = 4000 = 6,4 [N/mm2]


628

7. Sambungan Las
a. Fungsi Sambungan Las
Sambungan las berfungsi untuk menyambung dua logam dengan cara
memanaskan kedua ujung logam sampai melebur hingga ujung yang
satu dengan ujung lainnya menyambung. Untuk menyambung kedua
ujung logam tersebut dapat ditambah logam lain atau tanpa menambah
logam lainnya .
Untuk memanaskan logam yang akan dilas dapat dilakukan dengan cara
sebagai berikut :
 Menyemprotkan api gas , misalnya gas karbit /asetiline , gas elpiji
, dan gas gas lainnya.
 Dengan busur api listrik.
 Dengan tahanan listrik , misalnya pada las titik atau las rol.

b. Macam Macam Sambungan Las


Untuk mendapatkan sambungan las yang baik, perlu adanya persiapan
persiapan pada bagian sisi yang akan dilas dengan bentuk bentuk
tertentu. Pembentukan sisi las tersebut dapat dilaksanakan dengan cara
digerinda, dikikir, dipahat, atau dibentuk dengan las potong, sehingga
bentuk sambungan tersebut dapat memenuhi standar las yang
diinginkan.

Program Keahlian Ganda Angkatan 2_Tahun 2017


37
Modul ON_Kompetensi keahlian TEKNIK PEMESINAN
Dilihat dari bentuk /konstruksi bagian yang akan dilas, sambungan las
terdiri atas:
 Las tumpul
 Las tumpang
 Las sudut
 Las T
 Las tumpul
Las tumpul yaitu menyambung dua ujung logam pada kedua tepinya
dengan proses las. Macam-macam sambungna las tumpul bisa dilihat
pada tabel berikut :
Tabel Macam Macam Sambungan Las Tumpul (Lihat di lampiran materi)

 Las tumpang
Las tumpang disebut juga las berimpit, yaitu menyambung kedua
ujung logam dengan cara ditumpangkan satu sama lainnya kemudian
dilas pada sisi-nya .Lihat gambar berikut

Gambar 23 Las tumpang


Macam macam sambungan las tumpang dapat dilaksanakan sebagai
berikut:
 Sambungan las sisi muka (a)
 Sambungan las sisi kiri-kanan (b)
 Sambungan las sisi penuh (c)
 Sambungan las tumpang dengan las alur (d)
 Sambungan las tumpang dengan las lubang bulat (kunci) (e)
 Las tumpang dengan las alur panjang (f)

Program Keahlian Ganda Angkatan 2_Tahun 2017


38
Modul ON_Kompetensi keahlian TEKNIK PEMESINAN
Gambar 24 Macam macam las tumpang

 Sambungan las T
Sambungan las T terdiri atas :
 Las T sisi tumpul satu sisi.
 Las T sisi tumpul dua sisi (ganda)

Gambar 25 Macam-macam las T

 Las sudut
Las sudut terdiri atas :
 Las sudut luar
 Las sudut dalam

Gambar 26 Macam macam las sudut

Program Keahlian Ganda Angkatan 2_Tahun 2017


39
Modul ON_Kompetensi keahlian TEKNIK PEMESINAN
c. Penunjukan Simbol Las
Penunjukan simbol las dapat dijelaskan dengan gambar berikut .

Gambar 27 Penampang las

Gambar 28 Penunjukan simbol las


Keterangan gambar:
1) anak panah menunjukan ke garis atau bagian las
2) garis penunjuk
3) tanda pengerjaan dilas di sekelilingnya
4) garis tanda
5) ukuran celah akar
6) jari-jari akar
7) sudut alur
8) kontur datar
9) pengerjaaan akhir atau digerindadalam alur.

d. Faktor Kekuatan Sambungan Las (penjelasan lihat di lampiran


materi)
e. Perhitungan Sambungan Las

Program Keahlian Ganda Angkatan 2_Tahun 2017


40
Modul ON_Kompetensi keahlian TEKNIK PEMESINAN
Kekuatan sambungan las dapat diperiksa atau dihitung kekuatannya
berdasarkan atas :
 Kekuatan tarik
 Kekuatan geser .
Untuk menentukan kekuatan sambungan las terhadap kekuatan tarik
yaitu dengan cara menghitung sambungan las terhadap tegangan tarik
yang terjadi, Tegangan tarik pada sambungan las yaitu gaya tarik tiap
satuan luas penampang las . Jika gaya tarik pada sambungan las F [N]
dan luas penampangnya adalah A [mm2] maka tegangan tarik pada
sambungan las tersebut adalah :
(Penjelasan tentang perhitungan sambungan las lihat di lampiran
materi)

Suatu elektroda mempunyai tanda E6013, apa arti dari tanda tersebut ?
Artinya :
- Huruf E = Elektroda
- Angka 60 = 60 X 1000 yaitu kekuatan tarik minimum dari deposit las adalah
60000 lb/in2 atau 42 kg/mm2
- Angka 1 simbol posisi pengelasan dapat dilihat dari tael yaitu untuk elektroda
yang dapat dipakai untuk pengelasan segala posisi
- Angka 3, lihat tabel yaitu jenis selaput elektroda Rutil-Kalium dan pengelasan
dengan arus AC atau DC + atau DC- , untuk jelasnya lihat gambar berikut .

Gambar 29 Kode Elektroda Las

Program Keahlian Ganda Angkatan 2_Tahun 2017


41
Modul ON_Kompetensi keahlian TEKNIK PEMESINAN
Bahan Bacaan 3 :
1. Sambungan Baut
a. Fungsi Sambungan
Suatu konstruksi mesin terdiri atas elemen elemen mesin yang dirakit
dan disatukan satu sama lainnya dengan cara disambung dan tersusun
menjadi suatu mesin yang utuh . Salah satu bentuk sambungan elemen
mesin tersebut adalah sambungan ulir .
Sambungan ulir pada elemen mesin berfungsi sebagai sambungan
sementara yaitu sambungan yang dapat dibuka dan dipasang kembali
tanpa merusak elemen mesin mesin itu sendiri atau alat penyambungnya
Sambungan ulir terdiri atas baut dan mur oleh kerena itu sambungan ulir
disebut juga dengan sambungan mur baut.
Sambungan mur baut banyak digunakan pada sambungan konstruksi
mesin, sasis, konstruksi jembatan, konstruksi bangunan rangka baja,
mesin automotive dan elemen elemen mesin lainnya . Hampir sebilan-
puluh persent dari suatu mesin disambung dengan menggunakan ulir
yaitu dengan menggunakan baut , sekeruf dan mur . Sambungan dengan
menggunakan ulir ini sangat praktis dengan pertimbangan:
 Mudah dalam pemasangan
 Penggantian suku cadang praktis .
 Untuk pembongkaran dan pemasangan kembali memerlukan alat
yang sederhana yaitu berupa kunci kunci yang dapat dibawa .
 Dalam keadaan darurat pembongkaran dan pemasangan kembali
dapat dilakukan dimana saja . Contoh melepas roda kendaraan yang
pecah untuk ditambal .
 Tidak merusak bagian bagian komponen yang disambung maupun
alat penyambungnya .
 Sambungan dengan ulir bersifat sambungan-sementara.
 Sambungan dapat dilaksanakan pada komponen mesin yang
bergerak maupun yang tidak dapat bergerak .
Sambungan bergerak misalnya sambungan antara poros engkol dengan
batang penggerak, sambungan poros dengan bantalan , dan

Program Keahlian Ganda Angkatan 2_Tahun 2017


42
Modul ON_Kompetensi keahlian TEKNIK PEMESINAN
semacamnya . Sambungan yang tidak dapat bergerak yaitu sambungan
pada konstruksi jembatan, kontruksi bangunan , angker angker , dan
semacamnya.
Ulir terdiri atas ulir luar dan ulir dalam, ulir luar disebut dengan baut dan
ulir dalam disebut dengan mur.

b. Macam Macam Ulir


Ulir yang digunakan pada mur baut pada umumnya adalah ulir segitiga
yaitu ulir yang mempunyai penampang dengan bentuk profil segitiga .
Jenis ulir segitiga yang standar terdiri atas :
 Ulir metris
 Ulir whitwort
 Ulir UNC dan UNF
 Ulir standar pabrik

 Ulir metris
Pada baut baut atau mur yang mempunyai standar metris ,untuk
menunjukan atau memberikan tanda pada baut atau mur tersebut
yaitu dengan huruf M sebagai simbol dari ulir metris kemudian diikuti
dengan angka yang menyatakan ukuran diameter luar dari ulir dan
kisar ulir . Penunjukan ulir ini selain terdapat pada mur atau baut juga
terdapat pada sney dan tap .

Gambar 30 Ulir metric.


Profil ulir metris (ISO Metric) mempunyai bentuk profil segi tiga
dengan sudut puincak 60o . Penampang dari sepasang profil ulir
metris yang terdiri dari mur dan baut atau ulir luar dan ulir dalam serta
ukurannya dapat dilihat pada gambar berikut:

Program Keahlian Ganda Angkatan 2_Tahun 2017


43
Modul ON_Kompetensi keahlian TEKNIK PEMESINAN
Gambar 31 Profil ulir metris

(Penjelasan tentang ulir metris selanjutnya, lihat lampiran


materi)

 Ulir whitwort
Ulir whitwort adalah jenis ulir segi tiga dengan sudut puncak 55
derajat, ulir whitwort ini mempunyai satuan inchi. Penunjukan ulir
whitwort yaitu dengan huruf W , kemudian diikuti dengan dua angka ,
angka pertama menunjukan ukuran diameter luar dan angka yang
kedua menunjukan jumlah kisar tiap satu inchi.

Gambar 32 Ulir Whitwort


Bentuk standar profil ulir whitwort (BSW) dapat dilihat pada gambar
berikut :

Program Keahlian Ganda Angkatan 2_Tahun 2017


44
Modul ON_Kompetensi keahlian TEKNIK PEMESINAN
Gambar 33 Profil ulir Whitwort

Tabel Ulir Whitwort (Lihat di lampiran materi)

 Ulir UNC
Ulir UNC termasuk ulir segi tiga yang mempunyai satuan inchi
seperti ulir Whitwort, hanya sudut puncaknya mempunyai sudut 60
derajat dan profilnya sama dengan profil ulir metris . Penunjukan ulir
Uni diawali dengan angka yang menyatakan nomor ulir atau
diameter ulir luar dan jumlah kisar tiap inchi

Gambar 34 Profil ulir UNI

Gambar 35 Profil ulir UNI


(Penjelasan tentang ulir CNC selanjutnya, lihat lampiran materi)

Program Keahlian Ganda Angkatan 2_Tahun 2017


45
Modul ON_Kompetensi keahlian TEKNIK PEMESINAN
 Ulir standar pabrik
`Sebagai kebijakan dari pabrik otomotip untuk mempermudah dalam
perakitan atau perawatan, spesifikasi dari baut dilengkapi dengan
nomor part , tanda pada kepala baut , dan ukuran panjang maupun
diameter dasar. Simbol dan penjelasan dari tanda kepala baut
tersebut dapat dilihat pada gambar dan tabel berikut.

Gambar 36 Simbol baut

Simbol baut-pabrik untuk kelas pengerasan , diameter dan panjang


baut yang digunakan pada kendaraan dapat dilihat pada gambar
berikut :

Gambar 37 Simbol baut

Baut tanam disebut juga dengan baut tap pada kedua ujungnya diulir
dan tidak mempunyai kepala , seperti terlihat pada gambar berikut :

Program Keahlian Ganda Angkatan 2_Tahun 2017


46
Modul ON_Kompetensi keahlian TEKNIK PEMESINAN
Gambar 38 Baut tanam / baut tap

Gambar 39 Simbol baut tanam

Tabel Spesifikasi Baut Standar Pabrik (Lihat di lampiran materi)


Tabel Batas Momen Untuk Pengencangan Baut Pabrik (Lihat di lampiran
materi)
Macam macam bentuk baut yang biasa digunakan pada otomotip dapat
dilihat pada gambar berikut :

Gambar 40 Bagian bagian baut

Program Keahlian Ganda Angkatan 2_Tahun 2017


47
Modul ON_Kompetensi keahlian TEKNIK PEMESINAN
Gambar 41 Macam baut dan mur

c. Bentuk kepala baut / sekeruf


Bentuk kepala sekeruf mempunyai bermacam macam diantaranya
kepala sekeruf dengan bentuk sok , untuk memutarkan sekeruf tersebut
diperlukan obeng sok biasanya berupa kunci L .
Sekeruf dengan kepala trapezium dengan alur lurus atau alur menyilang,
sekeruf dengan kepala segi enam atau segi empat .
Macam macam bentuk kepala baut tersebut dapat dilihat pada gambar
berikut :

Gambar 42 Macam macam kepala sekeruf

Tabel berikut adalah ukuran ulir standar Metrik untuk kepala baut, yang
terdiri atas: ukuran dasar ,tinggi baut , dan lebar kunci .

Program Keahlian Ganda Angkatan 2_Tahun 2017


48
Modul ON_Kompetensi keahlian TEKNIK PEMESINAN
Gambar 43 Ukuran kepala baut

d. Bahan Ulir / Baut Dan Mur


Bahan untuk baut dan mur biasanya baja carbon , baja konstruksi baisa ,
atau baja batangan yang difinish dingin . Macam macam bahan untuk
baut dan mur dapat dilihat pada table berikut :

Tabel Bahan Baut Dan Mur (lihat di lampiran materi)

e. Perhitungan Sambungan Baut/Ulir


1). Tegangan tarik pada baut
Baut baut yang digunakan untuk sambungan dengan beban tarik atau
beban aksial , dimana arah gayanya searah dengan sumbu baut ,
dan daerah yang berbahaya yaitu kemungkinan baut itu putus adalah
pada penampang yang mempunyai ukuran diameter terkecil yaitu
pada penampang x-x seperti terlihat pada gambar berikut.

Gambar 44 Beban tarik pada baut


Jika suatu baut mempunyai ukuran diameter dalam atau diameter
terkecil d1 [mm] mendapatkan gaya tarik akibat dari gaya aksial

Program Keahlian Ganda Angkatan 2_Tahun 2017


49
Modul ON_Kompetensi keahlian TEKNIK PEMESINAN
sebesar F [N] maka tegangan tarik pada baut dapat dihitung dengan
persamaan berikut :
(Penjelasan tentang perhitungan sambungan baut/ulir (Lihat di
lampiran materi)

D. Aktivitas Pembelajaran
Aktivitas Pengantar
Mengidentifikasi Isi Materi Pembelajaran (Diskusi Kelompok)
Sebelum melakukan kegiatan pembelajaran, berdiskusilah dengan sesama
peserta diklat di kelompok Saudara untuk mengidentifikasi hal-hal berikut:
1. Apa saja hal-hal yang harus dipersiapkan oleh saudara sebelum mempelajari
materi pembelajaran Penggunaan Konsep Elemen Mesin Pada Bidang
Manufaktur ? Sebutkan!
2. Bagaimana saudara mempelajari materi pembelajaran ini? Jelaskan!
3. Ada berapa topik yang ada di dalam Materi pembelajaran ini? Sebutkan!
4. Apa topik yang akan saudara pelajari di materi pembelajaran ini? Sebutkan!
5. Apa kompetensi yang seharusnya dicapai oleh saudara sebagai guru
kejuruan dalam mempelajari materi pembelajaran ini? Jelaskan!
6. Apa bukti yang harus diunjukkerjakan oleh saudara sebagai guru kejuruan
bahwa saudara telah mencapai kompetensi yang ditargetkan? Jelaskan!
Jawablah pertanyaan-pertanyaan di atas dengan menggunakan LK-00. Jika
Saudara bisa menjawab pertanyan-pertanyaan di atas dengan baik, maka
Saudara bisa melanjutkan pembelajaran.

Aktivitas 1 : Mengidentifikasi Komponen/Elemen Mesin


Setelah Saudara mencermati materi Mengenal Komponen/Elemen Mesin
diskusikan dalam kelompok Anda. Untuk kegiatan ini Saudara harus menjawab
pertanyaan-pertanyaan berikut :
1. Identifikasi komponen/elemen mesin yang terdapat di modul ? Sebutkan
komponen/elemen mesin lain yang saudara ketaui dari sumber lain ?
2. Analisis setiap komponen/elemen mesin ?
Saudara dapat menuliskan jawaban dengan menggunakan LK-01.

Program Keahlian Ganda Angkatan 2_Tahun 2017


50
Modul ON_Kompetensi keahlian TEKNIK PEMESINAN
Aktivitas 2 : Sambungan Keling
Setelah Saudara mencermati materi Sambungan Keling diskusikan dalam
kelompok Anda. Untuk kegiatan ini Saudara harus menjawab pertanyaan-
pertanyaan berikut :
1. Identifikasi bagian-bagian utama, jenis dan bahan paku keling ?
2. Jelaskan prasyarat dan bagaimana pemasangan paku keling ?
3. Jelaskan macam-macam sambungan bentuk kelingan ?
4. Jelaskan bagaimana metode pengelingan ?
5. Hitunglah tegangan geser yang terjadi pada paku keeling dari suatu
konstruksi kelingan dengan Diameter paku keling d = 25 [mm] Gaya F =
4250 N
Saudara dapat menuliskan jawaban dengan menggunakan LK-01.

Aktivitas 3 : Sambungan Las


Setelah Saudara mencermati materi sambungan kelingan pada aktivitas 2, maka
pada aktivitas 3 ini Saudara akan mendiskusikan tentang sambungan las. Untuk
kegiatan ini Saudara harus menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut :
1. Suatu elektroda mempunyai tanda E6013, apa arti dari tanda tersebut.
2. Gambar dan jelaskan macam macam sambungan las tumpul
Saudara dapat menuliskan jawaban dengan menggunakan LK-03

Aktivitas 4 : Sambungan Baut


Setelah Saudara mencermati materi Sambungan Baut diskusikan dalam
kelompok Anda. Untuk kegiatan ini Saudara harus menjawab pertanyaan-
pertanyaan berikut.
1. Jelaskan fungsi dari sambungan baut ?
2. Jelaskan keuntungan penggunaan sambungan baut ?
3. Jelaskan macam-macam ulir yang digunakan pada sambungan baut ?
Saudara dapat menuliskan jawaban dengan menggunakan LK-03.

Program Keahlian Ganda Angkatan 2_Tahun 2017


51
Modul ON_Kompetensi keahlian TEKNIK PEMESINAN
E. Latihan
1. Transmisi rantai-sproket digunakan untuk transmisi tenaga pada jarak sedang.
Berikut ini adalah kelebihan dari penggunaan transmisi rantai dan sprocket, yaitu
A. (1) Transmisi tanpa slip (perbandingan putaran tetap)
(2) Dapat meneruskan daya besar
(3) Suara dan getaran tinggi
(4) Jarak poros menengah (antara belt dan gear)
B. (1) Transmisi tanpa slip (perbandingan putaran tetap)
(2) Dapat meneruskan daya besar
(3) Keausan kecil pada bantalan
(4) Jarak poros menengah (antara belt dan gear)
C. (1) Transmisi tanpa slip (perbandingan putaran tetap)
(2) Dapat meneruskan daya besar
(3) Keausan kecil pada bantalan
(4) Perpanjangan rantai karena keausan pena dan bus
D. (1) Transmisi tanpa slip (perbandingan putaran tetap)
(2) Tidak dapat dipakai untuk kecepatan tinggi (max. 600 m/min)
(3) Keausan kecil pada bantalan
(4) Jarak poros menengah (antara belt dan gear)

2. Ditinjau dari posisi pelat yang disambung dan bahan penyambung. Sambungan
kelingan terdiri dari bermacam-macam bentuk sambungan yaitu :
A. (1) Sambungan berimpit tumpang
(2) Sambungan bilah tunggal
(3) Sambungan bilah ganda
(4) Sambungan rowe
B. (1) Sambungan berimpit
(2) Sambungan bilah tunggal
(3) Sambungan berimpit ganda
(4) Sambungan rowe
C. (1) Sambungan berimpit
(2) Sambungan bilah tunggal

Program Keahlian Ganda Angkatan 2_Tahun 2017


52
Modul ON_Kompetensi keahlian TEKNIK PEMESINAN
(3) Sambungan bilah ganda
(4) Sambungan berimpit ganda
D. (1) Sambungan berimpit
(2) Sambungan bilah tunggal
(3) Sambungan bilah ganda
(4) Sambungan rowe

3. Dua buah plat akan disambung dengan kampuh bilah tunggal dikeling tunggal,
direncanakan menerima beban sebesar 10 kN. Bila bahan plat mempunyai
tegangan tarik izin 137,3 N/mm 2 dan bahan paku dengan tegangan geser izinnya
109,8 N/mm2 serta tebal plat 4 mm.
Berapakah diameter paku keling yang sesuai.
A. 13 mm
B. 12 mm
C. 14 mm
D. 11 mm
4. Dua buah plat akan disambung dengan kampuh bilah tunggal dikeling tunggal
satu baris, direncanakan menerima beban sebesar 10 kN. Bila bahan plat
mempunyai tegangan tarik izin 137,3 N/mm2 dan bahan paku dengan tegangan
geser izinnya 109,8 N/mm2 , tebal plat 5 mm dan jumlah paku yang digunakan
sebanyak 2 buah.
Berapakah. Diameter paku keling yang sesuai.
A. 8 mm
B. 6 mm
C. 10 mm
D. 9 mm

5. Suatu konstruksi sambungan kelingan seperti terlihat pada gambar dibawah,


diketahui :
Diameter paku keling d = 25 [mm]
Gaya F = 4250 N

Program Keahlian Ganda Angkatan 2_Tahun 2017


53
Modul ON_Kompetensi keahlian TEKNIK PEMESINAN
Berapakah tegangan geser yang terjadi pada paku keling tersebut ?

A. 4,83 (N/mm 2)

B. 4,33 (N/mm 2)

C. 5,33 (N/mm2)

D. 4,53 (N/mm2)

6. Dilihat dari bentuk /konstruksi bagian yang akan dilas, sambungan las terdiri dari
berbagai bentu, yaitu :
A. (1) Las tumpul
(2) Las tumpang
(3) Las sudut
(4) Las L
B. (1) Las tajam
(2) Las tumpang
(3) Las sudut
(4) Las T
C. (1) Las tumpul
(2) Las tumpang
(3) Las sudut
(4) Las T
D. (1) Las tumpul
(2) Las tumpang
(3) Las miring
(4) Las T
7. Suatu elektroda mempunyai tanda E6013, Angka 3 pada tanda tersebut
memiliki arti sebagai ..................

Program Keahlian Ganda Angkatan 2_Tahun 2017


54
Modul ON_Kompetensi keahlian TEKNIK PEMESINAN
A. Jenis selaput elektroda Rutil-Kalium
B. Elektroda
C. Simbol posisi pengelasan
D. Kekuatan tarik minimum dari deposit las
8. Sambungan mur baut banyak digunakan pada sambungan konstruksi mesin,
sasis, konstruksi jembatan, konstruksi bangunan rangka baja, mesin automotive
dan elemen elemen mesin lainnya . Berikut ini adalah pernyataan yang menjadi
pertimbangan sambungan mur dan baut banyak digunakan, yaitu :
A. (1) Mudah dalam pemasangan
(2) Penggantian suku cadang praktis
(3) Untuk pembongkaran dan pemasangan kembali mememrljukan alat yang
sederhana yaitu berupa ku ci-kunci yang dapat dibawa
(4) Sambungan dengan ulir bersifat sambungan tetap
B. (1) Mudah dalam pemasangan
(2) Penggantian suku cadang praktis
(3) Untuk pembongkaran dan pemasangan kembali memerjukan alat yang
khusus.
(4) Dalam keadaan darurat pembongakaran dan pemasangan kembali dapat
dilakukan dimana saja.
C. (1) Mudah dalam pemasangan
(2) Penggantian suku cadang praktis
(3) Dapat merusak bagian-bagian komponen yang disambung maupun alat
penyambungnya.
(4) Dalam keadaan darurat pembongakaran dan pemasangan kembali dapat
dilakukan dimana saja.
D. (1) Mudah dalam pemasangan
(2) Sambungan dapat dilaksanakan pada komponen mesin yang bergerak
maupun yang tidak bergerak
(3)Tidak merusak bagian-bagian komponen yang disambung maupun alat
penyambungnya.
(4) Dalam keadaan darurat pembongakaran dan pemasangan kembali dapat
dilakukan dimana saja.

Program Keahlian Ganda Angkatan 2_Tahun 2017


55
Modul ON_Kompetensi keahlian TEKNIK PEMESINAN
9. Berapa ukuran diameter baut yang akan digunakan dari suatu penarik /peregang
tali seperti terlihat pada gambar, mendapat beban F = 4000 N, bahan baut ST
40 C dengan faktor keamanan

A. 25,46 mm
B. 22,56 mm
C. 22,46 mm
D. 23,56 mm
10. Berapakah tegangan geser pada kepala baut, Jika kepala baut pada contoh di
atas menggunakan M16 yang mempunyai ukuran d = 16 mm dan tinggi kepala
baut 0,7 d.
A. 36,54 N/m2
B. 35,54 N/m2
C. 25,54 N/m 2
D. 30,54 N/m 2

LEMBAR KERJA KB-1


LK – 00

1. Apa saja hal-hal yang harus dipersiapkan oleh saudara sebelum mempelajari
materi pembelajaran Penggunaan Konsep Elemen Mesin Pada Bidang
Manufaktur ? Sebutkan!
...................................................................................................................................
...................................................................................................................................
2. Bagaimana saudara mempelajari materi pembelajaran ini? Jelaskan!
...................................................................................................................................
...................................................................................................................................

Program Keahlian Ganda Angkatan 2_Tahun 2017


56
Modul ON_Kompetensi keahlian TEKNIK PEMESINAN
3. Ada berapa topik yang ada di dalam Materi pembelajaran ini? Sebutkan!
...................................................................................................................................
...................................................................................................................................
4. Apa topik yang akan saudara pelajari di materi pembelajaran ini? Sebutkan!
...................................................................................................................................
...................................................................................................................................
5. Apa kompetensi yang seharusnya dicapai oleh saudara sebagai guru kejuruan
dalam mempelajari materi pembelajaran ini? Jelaskan!
...................................................................................................................................
...................................................................................................................................
6. Apa bukti yang harus diunjukkerjakan oleh saudara sebagai guru kejuruan bahwa
saudara telah mencapai kompetensi yang ditargetkan? Jelaskan!
...................................................................................................................................
...................................................................................................................................

LK – 01

1. Identifikasi komponen/elemen mesin yang terdapat di modul ? Sebutkan


komponen/elemen mesin lain yang saudara ketahui dari sumber lain ?
................................................................................................................................
................................................................................................................................
2. Analisis setiap komponen/elemen mesin ?
................................................................................................................................
................................................................................................................................

LK – 02

1. Identifikasi bagian-bagian utama, jenis dan bahan paku keling ?


................................................................................................................................
................................................................................................................................

Program Keahlian Ganda Angkatan 2_Tahun 2017


57
Modul ON_Kompetensi keahlian TEKNIK PEMESINAN
2. Jelaskan prasyarat dan bagaimana pemasangan paku keling ?
................................................................................................................................
................................................................................................................................
3. Jelaskan macam-macam sambungan bentuk kelingan ?
................................................................................................................................
................................................................................................................................

4. Jelaskan bagaimana metode pengelingan ?


................................................................................................................................
................................................................................................................................
Hitunglah tegangan geser yang terjadi pada paku keeling dari suatu konstruksi
kelingan dengan Diameter paku keling d = 25 [mm] Gaya F = 4250 N
................................................................................................................................
................................................................................................................................

LK – 03

1. Suatu elektroda mempunyai tanda E6013, apa arti dari tanda tersebut.
................................................................................................................................
................................................................................................................................

2. Gambar dan jelaskan macam macam sambungan las tumpul


................................................................................................................................
................................................................................................................................

LK – 04

1. Jelaskan fungsi dari sambungan baut ?

Program Keahlian Ganda Angkatan 2_Tahun 2017


58
Modul ON_Kompetensi keahlian TEKNIK PEMESINAN
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………

2. Jelaskan keuntungan penggunaan sambungan baut ?


……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………

3. Jelaskan macam-macam ulir yang digunakan pada sambungan baut ?


……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………

Program Keahlian Ganda Angkatan 2_Tahun 2017


59
Modul ON_Kompetensi keahlian TEKNIK PEMESINAN
KEGIATAN PEMBELAJARAN 2 : MEKANIKA TEKNIK

A. Tujuan
Setelah mempelajari kegiatan pembelajaran ini diharapkan :
1. Melalui diskusi peserta dapat menganalisis besaran dan satuan dengan rasa
ingin tahu dan kerjasama
2. Melalui diskusi peserta dapat menganalisis macam-macam gaya dengan rasa
ingin tahu dan kerjasama.
3. Melalui diskusi peserta dapat menganalisis momen dan keseimbangan
dengan rasa ingin tahu dan kerjasama.
4. Melalui diskusi peserta dapat menganalisis macam-macam tegangan dengan
rasa ingin tahu dan kerjasama.

B. Indikator Pencapaian Kompetensi


Setelah mengikuti materi pembelajaran ini peserta diklat dapat :
1. Menganalisis besaran dan satuan
2. Menganalisis macam-macam gaya.
3. Menganalisis momen dan keseimbangan
4. Menganalisis macam-macam tegangan

C. Uraian Materi

1. Besaran Dan Satuan

Kompetensi dasar : prinsip dasar mekanika

Setelah Mempelajari bab ini diharapkan siswa dapat :

- Menyebutkan besaran
- Menyebutkan satuan
- Mengidentifikasi besaran dan satuan .
- Menyebutkan hukum Newton

Program Keahlian Ganda Angkatan 2_Tahun 2017


60
Modul ON_Kompetensi keahlian TEKNIK PEMESINAN
Dalam bidang teknologi pengukuran merupakan suatu kegiatan rutin yang
dilakukan oleh para teknokrat untuk mengukur bermacam macam system , produk
maupun elemen mesin . Sebagai cotoh : mengukur diameter dan panjang dari suatu
poros, mengukur suhu uap dari suatu boiler , mengukur waktu yang dibutuhkan
untuk memproses suatu produk , mengukur gaya yang dibutuhkan untuk memotong
bahan , mengukur kecepatan kendaraan , mengukur besarnya energi yang
dihasilkan dari suatu turbin uap atau mengukur arus listrik yang ditimbulkan oleh
dynamo. Pada saat pengukuran tersebut tercatat , dicatat atau ditulis dengan angka
angka , “pengukuran yang ditulis dengan angka yang bersifat kwantitatip disebut
dengan besaran “.

Macam Macam Besaran

Dalam pengukuran , besaran dikelompokan atas :

o Besaran skalar
o Besaran Vector

Besaran Skalar

Besaran Skalar yaitu besaran yang mempunyai besar atau nilai saja , contohnya :

- Mengukur panjang : 5 meter , 2 km .


- Mengukur suhu : 40 o C, 80 o R
- Mengukur Volume : 3 liter , 4m3 .
- Mengukur massa : 2 kg , 4 lb.

Program Keahlian Ganda Angkatan 2_Tahun 2017


61
Modul ON_Kompetensi keahlian TEKNIK PEMESINAN
Angka angka ukuran tersebut hanya menunjukan nilai atau besarnya saja . “Besaran
yang mempunyai besar atau nilai saja disebut besaran skalar “ .

Besaran Vector :

Besaran Vector yaitu besaran yang menunjukan besar atau nilai dan arah , Contoh
dari besaran vector :

- Mengukur kecepatan kendaraan , misalnya 60 km/h .


- Mengukur gravitasi bumi tercatat 9,81 m/s2.
- Mengukur Gaya dari torak yang sedang melakukan usaha.
Besaran di atas selain mempiunyai nilai besaran juga mempunyai arah . “ Besaran
yang mempunyai besar dan arah disebut dengan Vector “ .

SATUAN

Mengukur suatu besaran adalah membandingkan besaran yang diukur dengan


besaran yang sejenis yang disebut sebagai satuan , contoh mengukur panjang
satuannya meter , kilo meter . Meter dan kilo meter tersebut menunjuknan
perbandingan panjang . Seorang atlit berlari dengan kecepatan 2 meter/detik .
Angka dua menunjukan besaran dan meter/detik adalah satuan . Seorang
penegendara melihat spedo-meter yang menunjukan ukuran 60 km/h . Angka 60
menunjukan besaran dan km/h adalah satuan. Jadi setiap besaran harus selalu
diikuti dengan satuan . Sistem S.I yaitu sistem Satuan Internasional dimana pada
sistem SI ini sebagai pengembangan dari sitem MKS . Satuan pada sistem Satuan
Internasional antara lain sebagai berikut :

o Panjang satuannya Meter (m)


o Massa satuannya Kilogram (Kg)
o Waktu satuannya Second (s)
o Suhu satuannya derajat Kelvin (OK)
o Kuat arus satuannya Ampere (A)
o Intensitas cahaya satuannya Kandela (Cd)
o Jumlah zat satuannya mole ( mol)
o Gaya satuannya Newton (N)

Program Keahlian Ganda Angkatan 2_Tahun 2017


62
Modul ON_Kompetensi keahlian TEKNIK PEMESINAN
o Massa jenis satuannya Kg/m 3 .
o Tekanan satuannya N/m2 atau N/mm2.
o Usaha atau kerja satuannyaJ = Nm
o Daya satuannya Watt = J/s
o Kecepatan satuannya m/s
o Percepatan satuannya m/s2.
o Kecepatan sudut satuannya rad/s
o Percepatan sudut satuannya rad/s2.
o Frekuensi satuannya Hertz (Hz)

Besaran Dan Satuan

Besaran dan satuan yang sering digunakan dalam mekanika adalah :

o Panjang
o Massa
o Waktu
o Gaya

Besaran dan satuan panjang

Besaran panjang mempunyai satuan meter dengan lambang (m) . Menurut


persetujuan Conference General des Poid et Mesures / CGPM ke-11 tahun 1963.
Meter adalah satuan panjang jarak yaitu 1.650.763,73 kali panjang gelombang dalam
ruang hampa dari radiasi atom Kripton-86 .

Program Keahlian Ganda Angkatan 2_Tahun 2017


63
Modul ON_Kompetensi keahlian TEKNIK PEMESINAN
Gambar alat ukur panjang

Besaran dan satuan massa

Besaran massa mempunyai satuan kilogram dengan lambang (kg) . Menurut CGPM
ke-1 tahun 1901. Kilogram adalah standar satuan massa yang sama dengan massa
prototipe / contoh kilogram yang dibuat dari bahan platina iriudium yang disimpan di
lembaga Berat dan ukuran Internasional , di Severs dekat Paris .

Besaran dan satuan Waktu

Besaran waktu mempunyai satuan detik . Satu detik adalah waktu yang diperlukan
oleh atom Cesium untuk melakukan getaran sebanyak 9.192.631,77 kali ,
selanjutnya waktu dibagi menjadi periode secara berulang ulang : detik , menit , jam
kemudian hari , minggu , bulan dan tahun .

Besaran dan satuan kercepatan

Kercepatan adalah besaran turunan yang mempunyai satuan m/s , kercepatan


adalah jarak tiap satuan waktu , misalnya kercepatan kendaraan bermotor yang
mempunyai satuan km/h , kecepatan gerak pahat pada mesin bubut yang
mempunyai satuan m/menit .

S
Kercepatan dirumuskan : v 
t

Program Keahlian Ganda Angkatan 2_Tahun 2017


64
Modul ON_Kompetensi keahlian TEKNIK PEMESINAN
Keterangan :

v = kecepatan dalam satuan m/s

t = waktu dalam satuan detik (s)

S = Jarak dalam satuan m

Contoh :

Suatu kendaraan bergerak dari kota A menuju kota B dengan kecepatan


tetap V = 72 Km/h .

a. Berapa m/s kecepatan kendaraan tersebut

b. Berapa jarak yang ditempuh selama 5 detik

c. Berapa km jarak kota A-B jika dari kota A ke B memerlukan waktu 1,5 jam .

Penyelesaian :

Diketahui : lihat gambar :

Program Keahlian Ganda Angkatan 2_Tahun 2017


65
Modul ON_Kompetensi keahlian TEKNIK PEMESINAN
Kecepatan kendaraan tersebut adalah :

S
a. Dengan menggunakan persamaan : v 
t

72X 1000
Maka : v  =20 m/s
3600

S
b. v  atau S1 = V X t = 20 X 5 = 100 m
t

c. Jarak kota A-B

S = V X t = 72 X 1,5 = 108 km .

Contoh :

Suatu roda sabuk , lihat gambar ! mempunyai ukuran diameter Da= 0,2 m
dan Db = 0,5 m , kecepatan sabuk 2m/s.

a. hitunglah jumlah putaran pada roda A untuk setiap detiknya .


b. hitunglah jumlah putaran untuk kedua roda tiap menitnya

Penyelesaian :

Diketahui : Roda sabuk

Da = 0,2 m

Program Keahlian Ganda Angkatan 2_Tahun 2017


66
Modul ON_Kompetensi keahlian TEKNIK PEMESINAN
Db = 0,5 m

V = 2m/s

Ditanya :

a. Putaran roda A dalam satuan p/s

b. Putaran roda A dalam satuan put/menit

Jawaban :

V =  .D A n A

V 2
nA   = 3,18 p/s = 190,8 put/menit
 .DA 3,14 X 0,2

5. Besaran dan satuan usaha

Jika pada suatu benda bekerja gaya F (N) dan benda tersebut bergerak
sejarak S (m) maka pada benda itu telah dilakukan usaha sebesar W = F X S (Nm)
Usaha adalah besaran turunan yang mempunyai satuan Nm atau joule , usaha
didefinisikan sebagai gaya kali jarak .

W = F X S (Nm)

Keterangan :

W = Usaha dalam satuan Nm atau joule

F = gaya dalam satuan N

Program Keahlian Ganda Angkatan 2_Tahun 2017


67
Modul ON_Kompetensi keahlian TEKNIK PEMESINAN
S = Jarak dalam satuan m

Contoh :

Pada suatu benda A bekerja gaya F = 150 (N) dan benda tersebut
berpindah sejarak S = 5 (m) . Berapa usaha yang dilakukan gaya F terhadap benda
tersebut ?.

Penyelesaian

Diketahui :

o Gaya F = 150 N
o Jarak S = 5 m
Ditanyakan : Usaha (W)

Jawaban :

usaha W = F X S (Nm)

= 150 X 5 =760 Nm atau joule

Besaran dan satuan Daya

Daya didefinisikan sebagai usaha tiap satuan waktu , Jika pada suatu benda bekerja
gaya F (N) dan benda tersebut bergerak sejarak S (m) dengan waktu t (detik) maka
daya yang diperlukan sebesar P = W/t = (F X S) dalam satuan (Nm/s) atau (watt) .
Daya adalah besaran turunan yang mempunyai satuan Nm/s atau joule/s atau (watt)
.

W F .S S
P  oleh kerena v 
t t t

Program Keahlian Ganda Angkatan 2_Tahun 2017


68
Modul ON_Kompetensi keahlian TEKNIK PEMESINAN
Maka

P = F.V

Keterangan :

o P = Daya dalam satuan watt


o W = Usaha dalam satuan Nm atau joule
o F = gaya dalam satuan N
o S = Jarak dalam satuan m
o V = kecepatan dalam satuan m/s
o t = waktu dalam satuan detik (s)

Contoh :

Untuk memindahkan benda dari tempat A ketempat B yang berjarak 10 m


diperlukan gaya F = 500 (N) dalam waktu 5 detik

a. berapa kecepatannya ?

b. Hitung usahanya !

c. Berapa watt daya yang diperlukannya

Penyelesaian

Diketahui :

o Jarak S = 10 m
o gaya F = 500 N
o waktu t = 5 detik
Ditanyakan :

a. kecepatan (V)

b. usahanya ( W)

c. daya (P) dalam satuan watt

Program Keahlian Ganda Angkatan 2_Tahun 2017


69
Modul ON_Kompetensi keahlian TEKNIK PEMESINAN
Jawaban :

a. kecepatan (V)

S 10
v ; v = 2 m/s
t 5

b. usahanya ( W)

W = F X S = 500 x 10 = 5000 joule

c. daya (P)

P = F.V = 500 X 2 = 1000 Watt

Besaran dan satuan percepatan

Percepatan adalah besaran turunan yang mempunyai satuan m/s2 , percepatan


adalah perubahan kecepatan setiap waktu , misalnya percepatan gaya tarik bumi
yang dikenal dengan gravitasi , gravitasi dilambangkan dengan huruf g yang
besarnya diukur dari atas permukaan laut yaitu 9,80600 m/s2 atau 32,169 ft/s2 .
v S
Percepatan dirumuskan : a  
t t2

Untuk benda benda yang bergerak di percepat beraturan berlaku persamaan :

Vt= Vo + at

1
S  Vo.t  a.t 2
2

Keterangan :

o a = percepatan dalam satuam m/s2.


o v = kecepatan dalam satuan m/s

Program Keahlian Ganda Angkatan 2_Tahun 2017


70
Modul ON_Kompetensi keahlian TEKNIK PEMESINAN
o t = waktu dalam satuan detik (s)
o S = Jarak dalam satuan m
o Vo = Kecepatan awal m/s
o Vt =Kecepatan saat t detik (kecepatan akhir ) m/s

Besaran dan satuan gaya

Gaya adalah besaran turunan yang mempunyai satuan Newton dengan lambang N .
Gaya satu Newton adalah gaya yang bekerja pada satu benda dengan massa 1 kg
dan menimbulkan percepatan 1m/s2.

Atau dengan persamaan :

F = m.a

Keterangan :

o F = gaya dalam satuan N (newton)


o m = massa dalam satuan kg
o a = percepatan dalam satuan m/s2 .
Contoh :

Suatu gaya F = 100 N menarik benda yang mempunyai masa 20 kg , berapa


percepatan yang terjadi pada benda itu . lihat gambar

Penyelesaian :

Diketahui :

o Gaya tarik F = 100 N


o Massa benda m = 20 kg

Program Keahlian Ganda Angkatan 2_Tahun 2017


71
Modul ON_Kompetensi keahlian TEKNIK PEMESINAN
Ditanyakan :

o Percepatan a
Jawaban :

F 100
F = m. a atau a    2m / s 2
m 20

Contoh

Lihat gambar ! Suatu benda mula mula diam kemudian ditarik oleh gaya F =
100 N dan bergerak berapa percepatan benda tersebut setelah 5 detik jika massa
benda tersebut m = 20 kg . Berapa jarak yang ditempuhnya setelah 5 detik .

Penyelesaian :

Diketahui :

o Kecepatan awal Vo = 0 (diam) ; Gaya tarik F = 100 N


o Waktu t = 5 detik dan Massa m = 20 kg
Ditanyakan :

o Percepatan a
o Jarak S
Jawab

Program Keahlian Ganda Angkatan 2_Tahun 2017


72
Modul ON_Kompetensi keahlian TEKNIK PEMESINAN
Percepatan

F 100 1
a   2m / s 2 dan S  Vo.t  a.t 2 maka :
m 20 2

1
S  0.5  2.52 = 0 + 25 = 25 m
2

Hukum Newton

Dalam keadaan sehari hari sering kita jumpai hal hal yang berhubungan
dengan hukum Newton , sebagai contoh : jika kita dalam kendaraan yang sedang
berjalan tiba tiba kendaraan tersebut direm , maka seluruh isi kendaraan termasuk
badan kita akan bergerak kedepan , atau sebaliknya jika kita sedang berdiri diatas
bis yang sedang diam tiba tiba bis maju maka badan kita akan bergerak kebelakang .
Menurut Newton bahwa kedua kasus tersebut menandakan adanya gejala sifat
kelembaman . Hukum Newton I yaitu sebagai berikut : “ Sebuah benda akan tetap
diam atau bergerak lurus beraturan , jika tidak ada gaya luar yang bekerja pada
benda itu “

Hukum Newton yang kedua yaitu bahwa gaya adalah sebanding dengan
massa dan percepatannya , secara matematis dapat ditulis dengan persamaan :

F=m.a

Keterangan :

F = gaya dalam satuan …………………. Newton , dyne

m = massa dalam satuan ……………… kilogram , gram

a = percepatan dalam satuan …….… m/s2 , cm/s2 .

Diatas telah dijelasan bahwa satu Newton adalah besarnya gaya yang
bekerja pada massa sebesar 1 kilogram dan menimbulkan percepatan 1 m/s2 .
Sedangkan Satu dyne yaitu besarnya gaya yang bekerja pada massa sebesar 1
gram dan menimbulkan percepatan 1 cm/s2 .

Program Keahlian Ganda Angkatan 2_Tahun 2017


73
Modul ON_Kompetensi keahlian TEKNIK PEMESINAN
Hukum Newton ketiga yaitu aksi = reaksi : “Apabila suatu benda mengerjakan gaya
pada benda lain sebagai gaya aksi , maka benda kedua ini akan mengerjakan gaya
pada benda yang pertama dengan arah berlawanan sebagai gaya reaksi , besarnya
gaya aksi sama dengan gaya reaksi .

Gaya Aksi-reaksi

Sehubungan dengan pengetahuan statika , yaitu ilmu yang mempelajari


keseimbangan gaya dengan gaya gaya tersebut suatu benda atau suatu sitem
dalam keadaan diam , dengan hukum Newton ketiga merupakan solusi untuk
mempelajari benda benda yang diam atau dalam keadaan seimbang .

Perlu diketahui juga adanya ilmu yang mempelajari gerak dari benda dengan tidak
mempelajari sebab sebabnya . Pengetahuan tersebut disebut dengan Kinematika.
Sedangkan Ilmu yang mempelajari gerak dan sebab sebabnya disebut dengan
Dinamika.

D. Latihan
1. Jawablah pertanyaan pertanyaan berikut dengan singkat dan jelas .

a. Apa yang dimaksud dengan besaran ?


b. Sebutkan macam macam contoh besaran yang anda ketahui ?

Program Keahlian Ganda Angkatan 2_Tahun 2017


74
Modul ON_Kompetensi keahlian TEKNIK PEMESINAN
c. Apa penyebab bergerak atau berubahnya posisi suatu benda dari tempat
satu ke tempat lainnya ?
d. Apa satuan gaya menurut Standar Internasional ?
e. Apa yang dimaksud dengan kecepatan ?
f. Tuliskan definisi mengenai usaha !
g. Apa yang dimaksud dengan percepatan ?
h. Apa satuan dari usaha ?
i. Tuliskan satuan dari daya

2. Diketahui : lihat gambar ! suatu kendaraan bergerak dari kota A menuju kota B
dengan kecepatan tetap V = 54 Km/h .

a. Berapa m/s kecepatan kendaraan tersebut

b. Berapa jarak yang ditempuh selama 2 menit

c. Berapa km jarak kota A-B jika dari kota A ke B memerlukan waktu 2 jam .

3. Kuda yang mempunyai daya 750 watt digunakan untuk memindahkan benda
dengan gerobak dari tempat A ketempat B yang berjarak 500 m diperlukan waktu
10 menit

a. Hitung usaha yang telah dilakukannya

b. berapa N gaya tarik kuda tersebut ?

c. berapa kecepatannya ?

Program Keahlian Ganda Angkatan 2_Tahun 2017


75
Modul ON_Kompetensi keahlian TEKNIK PEMESINAN
4. Suatu gaya F = 200 N menarik benda yang mempunyai masa 10 kg , berapa
percepatan yang terjadi pada benda itu . lihat gambar

5. Suatu benda mula mula diam kemudian ditarik oleh gaya F = 5000 N dan
bergerak berapa percepatan benda tersebut setelah 10 detik jika massa benda
tersebut m = 100 kg . Lihat gambar !

o Berapa percepatan beda tersebut


o Berapa jarak yang ditempuhnya setelah 10 detik .

6. Suatu roda sabuk , lihat gambar ! mempunyai ukuran diameter Da= 0,25 m dan
Db = 0,75 m , kecepatan sabuk 1,2 m/s.

c. hitunglah jumlah putaran pada roda A untuk setiap detiknya .


d. hitunglah jumlah putaran untuk kedua roda tiap menitnya

Program Keahlian Ganda Angkatan 2_Tahun 2017


76
Modul ON_Kompetensi keahlian TEKNIK PEMESINAN
7. Dua kendaraan masing masing bergerak dengan arah yang berlawanan dengan
kecepatan tetap yaitu kecepatan kendaraan A = 80 km/jam dan kendaraan B 60
km/jam , jarak antara kota A-B = 280 Km. Kendaraan A dan B bertemu di kota C ,
Berapa Km jarak kota A-C .

8. Dua orang bersepeda masing masing star dengan waktu yang sama . Jarak
antara Speda A dengan speda B = 20 m kecepatan speda A 6m/s dan kecepatan
speda B 4 m/s . Setelah berapa detik speda A tersusul oleh speda B .

Gambar soal no 8

Program Keahlian Ganda Angkatan 2_Tahun 2017


77
Modul ON_Kompetensi keahlian TEKNIK PEMESINAN
G A Y A

Dalam sehari hari banyak kita jumpai benda-benda yang bergerak , misalnya
kendaraan bermotor yang bergerak dijalan raya , serangkaian gerbong kereta api
yang ditarik oleh locomotip , gerobak-kuda , kincir angin , air terjun yang
menggerakan turbin , poros motor bakar yang digerakan oleh energi hasil
pembakaran bahan bakar . Penyebab bergeraknya benda benda tersebut
dikerenakan oleh gaya .

Selain benda-benda yang bergerak juga benda benda yang diam , misalnya meja
dan kursi yang tetap diam ditempatnya , mesin mesin yang diangker pada lantai atau
jam dinding yang tetap diam tergantung ditempatnya . Benda benda tersebut tidak
akan bergerak dan tetap diam jika tidak ada yang menggerakannya , yang
menggerakan benda dari posisi diam menjadi bergerak yaitu gaya .

Suatu kendaraan yang sedang bergerak dengan kecepatan tertentu , sampai


diperempatan terlihat lampu kuning menjadi merah mengisyaratkan pada
pengendara untuk mengurangi kecepatannya dan berhenti , dengan jalan
mengurangi gas dan kemudian direm sehingga mobil tersebut berhenti . Penyebab
berhentinya kendaraan tersebut adalah gaya , yaitu gaya pengereman .

Jika kita melemparkan benda ke atas pada suatu saat benda tersebut akan berhenti
diketinggian tertentu , dan akhirnya benda akan turun lagi kebawah , yang
menyebabkan benda tersebut berhenti dan turun lagi kebawah adalah gaya , yaitu
gaya tarik bumi atau gravitasi .

Dari contoh-contoh di atas kita dapat menyimpulkan bahwa : gaya adalah segala
sesuatu sebab yang menyebabkan benda diam , bergerak , berubahnya posisi

Program Keahlian Ganda Angkatan 2_Tahun 2017


78
Modul ON_Kompetensi keahlian TEKNIK PEMESINAN
benda dari keadaan diam menjadi bergerak atau sebaliknya dari keadaan bergerak
menjadi diam .

Macam Macam Gaya

Ditinjau dari bergerak suatu benda , gaya terdiri atas :

o Gaya tarik bumi ;


o Gaya alam ;
o Gaya otot;
o Gaya kerena pembakaran bahan bakar pada motor;
o Gaya pegas
o Gaya centrifugal

Gaya tarik bumi

Gaya tarik bumi disebut juga gravitasi yaitu gaya yang menyebabkan benda
mempunyai gaya berat , kita misalkan benda yang diletakan diatas meja , maka meja
akan menerima gaya berat dari benda tersebut . Suatu benda yang dilemparkan
keatas pada suatu saat benda tersebut akan merngalami perubahan kecepatan ,
dari bergerak cepat berubah menjadi lambat , dan lambat laun kecepatannya
menurun dan akhirnya menjadi nol , pada ketinggian tertentu yaitu pada kecepatan
nol benda akan berhenti dan turun lagi dengan kecepatannya yang semakin lama
semakin besar . Penyebab perubahabn kecepatan suatu saat pada benda tadi
adalah gravitasi atau gaya tarik bumi.

Program Keahlian Ganda Angkatan 2_Tahun 2017


79
Modul ON_Kompetensi keahlian TEKNIK PEMESINAN
Gaya alam

Sebuah kincir angin berputar menggerakan dynamo listrik atau perahu nelayan yang
bergerak dilaut lepas , air terjun yang menggerakan turbin di PLTA adalah suatu
contoh dari gaya alam .

gaya alam

Gaya otot

Gaya otot adalah gaya yang ditimbulkan oleh otot , baik otot manusia maupun hewan
, contoh:

o Membuka baut dengan menggunakan kunci tangan ;


o Menggergaji dengan gergaji tangan;

Program Keahlian Ganda Angkatan 2_Tahun 2017


80
Modul ON_Kompetensi keahlian TEKNIK PEMESINAN
o Menarik gerobak dengan kuda ;
o Menempa dengan menggunakan palu tangan

gaya otot

Gaya tekanan pembakaran

Pada motor bakar , bahan bakar dibakar didalam silinder dan tekanan dari gas
pembakaran tersebut mendorong torak untuk bergerak dengan gaya yang sangat
tinggi , gaya dari torak selanjutnya diteruskan keporos engkol yang mengubah gerak
bolah balik torak menjadi gerak putar.

gaya pada motor bakar torak

Gaya pegas

Jika kita menekan pegas atau per , maka pada tangan kita akan terasa adanya
dorongan , atau sebaliknya jika pegas ditarik maka akan terasa ada yang menarik
kembali , yang menyebabkan dorongan atau tarikan pada tangan kita adalah gaya
pegas . Gaya pegas banyak dimanfaatkan misalnya digunakan untuk menggerakan
robot , peredam getaran atau shock absorber pada kendaraan , pegas katup dan
semacamnya .

Program Keahlian Ganda Angkatan 2_Tahun 2017


81
Modul ON_Kompetensi keahlian TEKNIK PEMESINAN
Gaya pegas

Gaya centrifugal

Sebuah bandul diikat dengan tali , kemudian talinya kita pegang dan putar , putar
dari putaran pelan sampai putaran cepat , kita dapat mengamati bandul tersebut
yaitu : bandul pada putaran rendah berada dibawah dan pada putaran tinggi bandul
akan berputar keatas dan pada tali menjadi tegang , jika talinya tidak kuat ,
kemungkinan besar talinya akan putus dan bandul akan terlempar . Penyebab
putusnya tali dan terlemparnya bandul tersebut dikerenakan oleh gaya yang disebut
dengan gaya centrifugal .

Gaya centrifugal banyak dijumpai misalnya pada pompa centrifugal, pengatur


kecepatan pada alat pemutus arus pada motor . Gaya centrifugal yaitu gaya yang
mengarah keluar , sedangkan gaya yang mengarah kedalam yang berlawanan
dengan arah gaya centrifugal disebut dengan gaya centripetal .

Gaya centrifugal

Program Keahlian Ganda Angkatan 2_Tahun 2017


82
Modul ON_Kompetensi keahlian TEKNIK PEMESINAN
SATUAN GAYA

Sistim satuan yang berlaku umum terdiri atas :

- Sistim satuan MKS , gaya mempunyai satuan kgf


- Sistim satuan Britis , gaya mempunyai satuan lbf
- Sistim satuan SI , gaya mempunyai satuan N (Newthon) .

MELUKIS GAYA

Gaya adalah abstrak , tidak dapat dilihat , oleh kerena itu untuk melukis /
menggambarkan suatu gaya harus ada persyaratannya yaitu : gaya dapat digambar
jika :

o ada titik-tangkap gaya ;


o ada besar gaya ;
o ada arah gaya ;
o ada skala gaya dan skala panjang .
Jika keempat persyaratan di atas sudah terpenuhi maka kita tidak dapat
menggambarkan gaya , lihat gambar berikut !

Melukis gaya

1. Titik tangkap gaya

Titik tangkap gaya yaitu tempat gaya bekerja , lihat titik A pada gambar di atas .

Besar gaya

Besar gaya dinyatakan dalam banyaknya gaya dalam satuan N , kgf atau lbf.

Program Keahlian Ganda Angkatan 2_Tahun 2017


83
Modul ON_Kompetensi keahlian TEKNIK PEMESINAN
2. Skala gaya

Supaya gaya dapat digambar maka gaya tersebut harus diskala dari besar gaya
yang mempunyai satuan gaya [N] , [kgf] atau [lbf] menjadi garis yang mempunyai
satuan mm, cm atau inchi dengan panjang sebanding dengan besar gayanya .
Misalnya panjang 1 cm garis menunjukan 10 N , maka untuk menyatakan 50 N harus
digambar garis sepanjang 5 cm , contoh skala gaya 1 cm # 10 N .

3. Arah gaya

Gaya mempunyai arah tertentu , misalnya gaya dengan arah kekanan mendatar ,
gaya dengan arah keatas dan sebagainya . Untuk menunjukan arah dari suatu gaya
yaitu dengan anak panah . Lihat gambar di atas.

4. Skala panjang

Untuk menggambarkan suatu gaya perlu disesuaikan dengan kondisi kertas yang
akan digunakan , misalnya letak antara gaya yang satu dengan gaya yang lain
mempunyai jarak 4 meter sedangkan kertas yang akan digunakan adalah kertas A4
yang mempunyai ukuran 210 X 294 mm saja , jelas salah satu gaya tersebut akan
terletak diluar kertas gambar , oleh kerena itu supaya semua gaya dengan jarak
tertentu dapat digambarkan di atas kertas gambar maka jaraknya atau panjangnya
harus diskala ,

Contoh :

Gambarkan sebuah gaya yang besarnya 700 N bertitik tangkap di titik A dengan
arah kekanan mendatar , jika skala gaya 1Cm # 100 N

Jawaban lihat gambar berikut

Program Keahlian Ganda Angkatan 2_Tahun 2017


84
Modul ON_Kompetensi keahlian TEKNIK PEMESINAN
Lukisan gaya

Keterangan :

Lukisan gaya

Contoh :

Gambarkan dua buah gaya masing masing besarnya 6000 N dengan arah kekiri
mendatar dan 4000 N dengan arah kekanan mendatar mempunyai titik tangkap
sama yaitu di titik P Gambarkan gaya tersebut , jika skala gaya 1Cm # 1000 N

Jawaban :

Lukisan gaya

Keterangan gambar

Lukisan gaya

Program Keahlian Ganda Angkatan 2_Tahun 2017


85
Modul ON_Kompetensi keahlian TEKNIK PEMESINAN
Contoh

Dua buah gaya masing masing beritik tangkap di titik P dengan arah tegak kebawah
dengan besar gaya F1 = 40 N dan gaya F2 = 30 yang bertititk tangkap di titik Q
dengan arah tegak keatas Jika jarak P Q = 8 meter , Gambarkan gaya tersebut
dengan

panjang 1cm # 1m dan skala gaya 1 Cm # 10 N . lihat gambar berikut .

Lukisan gaya

Lukisan gaya

Program Keahlian Ganda Angkatan 2_Tahun 2017


86
Modul ON_Kompetensi keahlian TEKNIK PEMESINAN
Menjumlah Gaya

Menjumlah gaya tidak sama dengan menjumlah kelereng , kerena menjumlah gaya
dipengaruhi oleh besar dan arah gaya . Menjumlah dua gaya dapat dicontohkan
seperti berikut .

1. Menjumlah dua gaya dengan arah dan titik tangkap sama.;

Dua buah gaya masing masing F1 =20 N dengan titik tangkap di titik A dan F2 = 40
N dengan titik tangkap di titik B , kedua gaya tersebut mempunyai arah sama yaitu
kekanan mendatar , lukiskan kedua gaya tersebut dan tentukan jumlah gayanya .

Jawaban :

Skala gaya 10 N # 1 cm

Menjumlah gaya

2. Menjumlah dua gaya dengan satu titik tangkap dan arah berlawanan;

Dua buah gaya masing masing F1 =20 Ndan F2 = 40 N dengan titik tangkap sama
di titik O , kedua gaya tersebut mempunyai arah yang berlawanan yaitu F1 kekiri
mendatar dan F2 kekanan mendatar , lukiskan kedua gaya tersebut dan tentukan
jumlah gayanya .

Jawaban : Skala gaya 10 N # 1 cm

Program Keahlian Ganda Angkatan 2_Tahun 2017


87
Modul ON_Kompetensi keahlian TEKNIK PEMESINAN
Menjumlah gaya

3. Menjumlah dua gaya dengan satu titik tangkap dan arah berlainan .

Dua buah gaya masing masing F1 =30 Ndan F2 = 40 N dengan titik tangkap sama
di titik A , kedua gaya tersebut mempunyai arah yang berlainan yaitu F1 ke atas
tegak lurus F2 yang mempunyai arah kekanan mendatar , lukiskan kedua gaya
tersebut dan tentukan jumlah gayanya .

Jawaban : Skala gaya 10 N # 1 cm

Menjumlah gaya

Menjumlah gaya dapat dilakukan dengan dua cara yaitu :

o dengan cara lukisan


o Dengan cara hitungan / analisa

Program Keahlian Ganda Angkatan 2_Tahun 2017


88
Modul ON_Kompetensi keahlian TEKNIK PEMESINAN
a. Dengan cara lukisan

1) Menjumlah gaya dengan cara lukisan jajaran genjang

Menyusun atau menjumlah gaya yang mempunyai gaya lebih dari dua gaya dengan
titik tangkap sama caranya dapat dijelaskan dengan gambar berikut :

Sebagai persiapan untuk melukis gaya diperlukan alat alat gambar terutama mistar
segitiga satu pasang dan alat tulis atau potlot serta teknik teknik menggunakan
mistar segitiga satu pasang yaitu untuk membuat garis garis sejajar .

Buatlah gambar komponen gaya yang terdiri atas empat gaya yang mempunyai arah
berlainan dengan titik tangkap sama seperti pada gambar berikut , Panjang garis
disesuaikan dengan skala gayanya .

Komponen gaya dengan titik tangkap sama dan arah berlainan

Jumlahkan F1 dengan F2 dengan cara jajaran genjang , gunakan mistar satu stel
untuk menarik garis garis sejajarnya. sehingga didapat F1 +F2 = R1 , seperti terlihat
pada gambar berikut .

Program Keahlian Ganda Angkatan 2_Tahun 2017


89
Modul ON_Kompetensi keahlian TEKNIK PEMESINAN
Menjumlah gaya F1 +F2 = R1 ,

Jumlahkan F1 +F2 + F3 = R2 atau R1 + F3 = R2 . dengan cara jajaran genjang seperti


di atas . Lihat gambar berikut !

Menjumlah gaya F1 +F2 + F3 = R2 atau R1 + F3 = R2 .

Jumlahkan F1 +F2 + F3 + F4 = R ,atau R1 + R2 +F4 = R3= R dengan cara jajaran


genjang seperti di atas . Lihat gambar berikut !

Program Keahlian Ganda Angkatan 2_Tahun 2017


90
Modul ON_Kompetensi keahlian TEKNIK PEMESINAN
Menjumlah F1 +F2 + F3 + F4 = R

2) Menjumlah gaya dengan lukisan kutub

Untuk menjumlah gaya yang mempunyai lebih dari dua gaya dengan titik tangkap
sama dan arah berlainan dapat ditentukan dengan cara lukisan kutub , caranya yaitu
sebagai berikut :

Buat lukisan komponen gaya sesuai dengan arah dan besar gaya yang telah diskala
;

Buat titik kutub O disebelah kanan susunan gaya tersebut

o Pindahkan F1 sejajar dan sama panjang pada titik O ;


o Pindahkan F2 sejajar dan sama panjang pada ujung F1 ;
o Hubungkan titik kutub O dengan ujung gaya F2 sehingga didapat jumlah F1 +
F2 = R1 ;
o Pindahkan F3 pada Ujung gaya F2 atau ujung gaya R1 ;
o Hubungkan titik kutub O dengan ujung F3 , sehingga didapat R2 ;
o Pindahkan F4 sejajar dan sama panjang pada lukisan kutub yaitu pada ujung
R2 atau Ujung gaya F3 ;
o Hubungkan titik kutub O dengan ujung gaya F4 atau R2 sehingga didapat R3
atau R , R adalah resultante atau jumlah gaya R2 + F4 =R.
o Lihat gambar berikut !

Program Keahlian Ganda Angkatan 2_Tahun 2017


91
Modul ON_Kompetensi keahlian TEKNIK PEMESINAN
Menjumlah gaya dengan lukisan kutub

b. menjumlah gaya dengan cara analisa / hitungan

Jika ada dua buah gaya yang mempunyai titik tangkap sama dengan arah
berlainan arah dari kedua gaya membentuk sudut  maka jumlah resultantenya
dapat dihitung dengan persamaan berikut :

Dua gaya dengan arah berlainan

Program Keahlian Ganda Angkatan 2_Tahun 2017


92
Modul ON_Kompetensi keahlian TEKNIK PEMESINAN
R  P 2  Q 2  2.PQ cos 

Untuk  = 90o maka Cos  = 0 atau

berlaku rumus Phytagoras yaitu :

R  P2  Q2

Keterangan :

o P dan Q = komponen gaya


o  = sudut apit antara dua gaya
o R = Resultante

Contoh :

Dua gaya masing masing gaya P= 40 N dengan arah mendatar kekanan dan gaya Q
= 30 N dengan arah tegak ke atas atau membentuk sudut 90o dengan gaya yang
lainnya ,

- Gambarkan kedua gaya tersebut dan lukiskan resultantenya .


- Hitung resultante dari kedua gaya tersebut
Jawaban :

a. Lukisan gaya :

b. Menghitung resultante :

R  P2  Q2

Program Keahlian Ganda Angkatan 2_Tahun 2017


93
Modul ON_Kompetensi keahlian TEKNIK PEMESINAN
R  40 2  30 2

R  2500 = 50 N

Contoh

Dua gaya masing masing gaya F1= 50 N dengan arah mendatar kekanan dan gaya
F2 = 40 N dengan arah kekanan atas membentuk sudut 30o terhadap gaya yang
lainnya , lihat gambar ! Hitung resultantenya . :

Gambar 2.23

Jawaban :

R  502  40 2  2.50.40.Cos30o

R  2500  1600  4000.0,866

R = 86,97 N

Menyusun Gaya Yang Terletak Pada Bidang Datar

Jika ada dua buah gaya yang mempunyai titik tangkap berlainan dan terletak pada
bidang datar maka untuk menentukan titik tangkap gaya tersebut dapat dilaksanakan
dengan dua cara yaitu :

- dengan cara lukisan .


- dengan cara analisa/hitungan

Program Keahlian Ganda Angkatan 2_Tahun 2017


94
Modul ON_Kompetensi keahlian TEKNIK PEMESINAN
1. Dengan cara lukisan

Contoh : Dua buah gaya masing masing mempunyai titik tangkap di titik A dan titik B
dengan jarak AB = 60 Cm , besar gaya P=8 N dan arah gayanya kekiri bawah

membentuk sudut 120 o


terhadap garis mendatar , Gaya Q= 2 3 N dengan arah
gaya tegak lurus ke bawah , lihat gambar berikut :

dua gaya dengan titk tangkap berlainan

Dari kedua gaya di atas , tentukan :

- Besarnya resultante ; Arah resultante ; Titik tangkap resultante


Penyelesaian Lihat gambar berikut :

Untuk menentukan titik tangkap , arah dan besarnya gaya resultante dapat
dilakukan dengan cara lukisan yaitu sebagai berikut :

- Salin soal diatas dengan skala gaya 2 N # 1cm dan skala panjang 1: 10.
- Perpanjang garis gaya P dan Q keatas sampai bertemu di titik C .
- Pindahkan gaya P dan Q ke titik C .
- Buat jajaran genjang melalui gaya P dan Q tersebut .
- Buat diagonal melalui titik C hingga didapat besarnya resultante R .
- Perpanjang garis kerja gaya R sampai memotong garis AB di titik D , dan titik
D adalah titik tangkap resultannya .

Program Keahlian Ganda Angkatan 2_Tahun 2017


95
Modul ON_Kompetensi keahlian TEKNIK PEMESINAN
- Pindahkan resultante dari titik C ke titik tangkap D . Maka didapat : titik
tangkap , arah dan besarnya gaya resultante seperti terlihat pada gambar
berikut .

memindahkan gaya

lukisan gaya

2. Dengan cara analisa

Selain dengan cara lukisan dapat juga dilakukan dengan cara hitungan yaitu
sebagai berikut :

Diketahui :

AB = 60 cm

 = 90 o – 60 o = 30 o .

Program Keahlian Ganda Angkatan 2_Tahun 2017


96
Modul ON_Kompetensi keahlian TEKNIK PEMESINAN
Ditanyakan : Besar resultante (R) dan titk tangkap gaya resultante

Penyelesaian : lihat gambar :

Titik tangkap gaya Resultante

maka :

R  P 2  Q 2  2.PQ cos 

R  64  12  2.8.2 3. cos 30o

R = 11,36 N

Menentukan titik tangkap :

 = 120 o.

 = 90 o .

Jarak titik tangkap R dari titik A ke titik D dihitung dengan persamaan :

AD : DB = Q.Sin  : P sin 

Program Keahlian Ganda Angkatan 2_Tahun 2017


97
Modul ON_Kompetensi keahlian TEKNIK PEMESINAN
AD : DB = 2 3 .sin 90o : 8. sin 120 o .

AD : DB = 2 3 .1 : 8.X0,5 3 . = 2 3 :4 3

atau dapat ditulis :

AD 2 3 1
 
DB 4 3 2

1.DB
AD =  0,5 DB atau DB = 2AD ……….(a)
2

AD + DB =AB = 60 cm

Masukan persamaan (a)

AD + 2 AD = 60

3AD = 60 maka

AD = 60:3 = 20 cm dan DB = 60-20 = 40 cm .

Mengurai Dan Menjumlah Gaya

Mengurai gaya bertujuan untuk menentukan arah dan besarnya resultante dari
komponen-komponen gaya yang mempunyai sejumlah gaya dengan titik tangkap
sama dan arah berlainan . Sebuah gaya yang mempunyai arah tertentu diuraikan
terhadap sumbu X dan sumbu Y , Jika komponen gaya tersebut mempunyai lebih
dari satu gaya , maka gaya-gaya lainnya dapat diuraikan juga , sehingga resultante
pada sumbu X (Rx) maupun resultante pada sumbu Y (Ry) dapat ditentukan dengan
mudah . Dengan Rx dan Ry yang tertentu maka Resultantenya ( R ) dapat
ditentukan baik besarnya maupun arahnya . Lihat gambar berikut !

Program Keahlian Ganda Angkatan 2_Tahun 2017


98
Modul ON_Kompetensi keahlian TEKNIK PEMESINAN
Komponen gaya

Untuk menentukan resultante dari komponen komponen gaya diatas dapat


dilaksanakan dengan empat tahap yaitu :

- Tahap pertama dengan menguraikan komponen gaya terhadap sumbu X dan


sumbu Y;
- Tahap kedua menjumlah uraian gaya pada sumbu X dan Sumbu Y , yang
menghasilkan Rx dan Ry;
- Tahap ke tiga menghitung besarnya Resultante dengan menggunakan rumus
phytagoras , dengan ketentuan besar gaya dalam tanda mutlak .

R  Rx 2  Ry 2

- Tahap ke empat menentukan arah Resultante dengan persamaan


Ry
tg 
Rx

Contoh soal :

Empat buah gaya masing masing F1 = 80 N , F2 = 200 N , F3 = 100 N dan F4 = 250 N


, mempunyai titik tangkap sama yaitu di titik O dengan arah berlainan seperti pada
gambar berikut .

Program Keahlian Ganda Angkatan 2_Tahun 2017


99
Modul ON_Kompetensi keahlian TEKNIK PEMESINAN
soal

- Uraikan gaya gaya tersebut pada sumbu X dan sumbu Y


- Tentukan jumlah gaya pada sumbu X dan sumbu Y ;
- Tentukan resultantenya ;
- Tentukan arah resultantenya

Penyelesaian :

a. Uraian gaya pada sumbu X dan Y

Uraian gaya pada sumbu X dan sumbu Y

Program Keahlian Ganda Angkatan 2_Tahun 2017


100
Modul ON_Kompetensi keahlian TEKNIK PEMESINAN
b. Jumlah gaya pada sumbu X dan sumbu Y

Rx = 250 + 80 Cos 45o – 200 Cos 60o .

Rx = 250 + 56,6 – 100

Rx = 206,6 N

Ry = 200 sin 60o + 80 Sin 45o – 100

Ry = 173 + 56,6 – 100

Ry = 129,6 N

Rx dan Ry

c. Menentukan resultante

R  Rx 2  Ry 2

R  206,6 2  129,6 2

R= 244 N

d. Menentukan arah resultante

Ry
tg 
Rx

Program Keahlian Ganda Angkatan 2_Tahun 2017


101
Modul ON_Kompetensi keahlian TEKNIK PEMESINAN
129,6
tg   0,627
206,6

 = 32,1o .

Keseimbangan Gaya

1. Syarat syarat keseimbangan

Untuk komponen gaya yang mempunyai titik tangkap sama dengan arah
berlainan , misalnya pada pembebanan yang terdapat pada simpul tali atau simpul
sambungan rangka , gaya gaya dikatakan seimbang atau benda dalam keadaan
diam / statis jika :

- Jumlah gaya pada sumbu X = nol ( X  0 );


- Jumlah gaya pada sumbu Y = nol. ( Y  0 ).

Program Keahlian Ganda Angkatan 2_Tahun 2017


102
Modul ON_Kompetensi keahlian TEKNIK PEMESINAN
Gaya gaya pada tali dalam keadaan seimbang jika :

- Jumlah gaya pada sumbu X = nol ( X  0 ); yaitu :


S2.Cos  - S1 =0

- Jumlah gaya pada sumbu Y = nol. ( Y  0 ).


S2.Sin  - F = 0

Contoh

Diketahui pembebanan pada tali dengan gaya gaya dalam keadaan


seimbang , jika  = 60o. dan F = 100 N .

- Uraikan komponen gaya terhadap sumbu X dan sumbu Y


- Hitung gaya yang terjadi pada tali 1 (S1 ) dan tali ke 2 (S2 )

Program Keahlian Ganda Angkatan 2_Tahun 2017


103
Modul ON_Kompetensi keahlian TEKNIK PEMESINAN
Penyelesaian

Uraian komponen gaya terhadap sumbu X dan Y

Gaya yang terjadi pada tali 1 (S1 ) dan tali ke 2 (S2 )

Gaya gaya pada tali dalam keadaan seimbang jika :

- Jumlah gaya pada sumbu X = nol ( X  0 ); yaitu :


S2.Cos 60o - S1 =0

atau S1 =S2.Cos 60o .

Program Keahlian Ganda Angkatan 2_Tahun 2017


104
Modul ON_Kompetensi keahlian TEKNIK PEMESINAN
S1 =0,5 S2.

- Jumlah gaya pada sumbu Y = nol. ( Y  0 ).


S2.Sin 60o - F = 0

S2. 0,86 - 100 = 0

S2. 0,86 = 100

100
S2 = = 116,27 N
0,86

100 50
Dari persamaan S1 =0,5 S2. maka : S1 =0,5 = = 58, 14 N
0,86 0,86

Contoh

Diketahui pembebanan pada tali dengan gaya gaya dalam keadaan


seimbang , jika  1 = 30o ;  2 = 45o dan F = 2000 N .

- Uraikan komponen gaya terhadap sumbu X dan sumbu Y


- Hitung gaya yang terjadi pada tali 1 (S1 ) dan tali ke 2 (S2 )

Uraian gaya gaya pada sumbu X dan Y

Program Keahlian Ganda Angkatan 2_Tahun 2017


105
Modul ON_Kompetensi keahlian TEKNIK PEMESINAN
uraian gaya pada sumbu X dan Y

Gaya yang terjadi pada tali 1 (S1 ) dan tali ke 2 (S2 )

Gaya gaya pada tali dalam keadaan seimbang jika :

- Jumlah gaya pada sumbu X = nol ( X  0 ); yaitu :


S1.Cos 45 o - S2 .Cos 30o =0

S 2 .Cos30o
atau S1 = …….. (1)
Cos 45o

- Jumlah gaya pada sumbu Y = nol. ( Y  0 ).


S1.Sin 45o + S2.Sin 30o -F=0

S1.Sin 45o + S2.Sin 30o = 2000 ……… (2)

Substitusikan persamaan (1) pada persamaan (2)

S 2 .Cos30o
o
.Sin 45o + S2.Sin 30o = 2000
Cos 45

 Cos30o.Sin 45o 
S 2  o
 Sin30o   2000
 Cos 45 

Program Keahlian Ganda Angkatan 2_Tahun 2017


106
Modul ON_Kompetensi keahlian TEKNIK PEMESINAN
2000 2000
S2  =
 Cos30 .Sin 45
o o
 0,866 X 0,707
  Sin30o   0,5
 Cos 45o
 0,707

S2 = 1464,13 N

Lihat persamaan (1)

S 2 .Cos30o
S1 =
Cos 45o

Maka

1464,13 X 0,866
S2 = =1793,40 N
0,707

Latihan

1. Empat buah gaya dengan arah berlainan mempunyai titik tangkap sama yaitu di titik O
masing masing F1 = 300 N dengan arah mendatar kekiri , F2 = 400 N dengan arah
kekanan atas membentuk sudut 30o terhadap sumbu X , F3 = 200 N dengan arah
kekanan bawah membentuk sydyt 45o terhadap sumbu X dan F4 = 300 N dengan arah
tegak kebawah , seperti pada gambar berikut .

- Uraikan gaya gaya tersebut pada sumbu X dan sumbu Y


- Tentukan jumlah gaya pada sumbu X dan sumbu Y ;
- Tentukan arah dan besar gaya resultantenya !

Program Keahlian Ganda Angkatan 2_Tahun 2017


107
Modul ON_Kompetensi keahlian TEKNIK PEMESINAN
2. Komponen gaya dengan arah berlainan mempunyai titik tangkap sama yaitu di titik O
masing masing F1 = 350 N dengan arah tegak keatas , F2 = 450 N dengan arah kekanan
bawah membentuk sudut 60o terhadap sumbu X , F3 = 250 N dengan arah kekiri bawah
membentuk sudut 45o terhadap sumbu X dan F4 = 400 N dengan kekiri mendatar ,
seperti pada gambar berikut .

- Uraikan gaya gaya tersebut pada sumbu X dan sumbu Y


- Tentukan jumlah gaya pada sumbu X dan sumbu Y ;
- Tentukan arah dan besar gaya resultantenya !

Program Keahlian Ganda Angkatan 2_Tahun 2017


108
Modul ON_Kompetensi keahlian TEKNIK PEMESINAN
3. Sejumlah gaya dengan arah berlainan mempunyai titik tangkap sama yaitu di titik O
masing masing F1 = 300 N dengan arah kekanan mendatar , F2 = 500 N dengan arah
keatas tegak , F3 = 250 N kekanan bawah membentuk sudut 45 o terhadap sumbu X , F4
= 600 N dengan arah kekiri bawah membentuk sudut 60o terhadap sumbu X, seperti pada
gambar berikut .

- Uraikan gaya gaya tersebut pada sumbu X dan sumbu Y


- Tentukan jumlah gaya pada sumbu X dan sumbu Y ;
- Tentukan arah dan besar gaya resultantenya !

4. Sejumlah gaya dengan arah berlainan mempunyai titik tangkap sama yaitu di titik O
masing masing F1 = 80 N dengan arah kekanan bawah , F2 = 200 N dengan arah ke
bawah tegak , F3 = 100 N ke kiri mendatar dan , F4 = 250 N dengan arah ke kanan atas
membentuk sudut 30o terhadap sumbu X, seperti pada gambar berikut .

- Uraikan gaya gaya tersebut pada sumbu X dan sumbu Y


- Tentukan jumlah gaya pada sumbu X dan sumbu Y ;
- Tentukan arah dan besar gaya resultantenya !

Program Keahlian Ganda Angkatan 2_Tahun 2017


109
Modul ON_Kompetensi keahlian TEKNIK PEMESINAN
5. Sejumlah gaya dengan arah berlainan mempunyai titik tangkap sama yaitu di titik O
masing masing F1 = 400 N dengan arah kiri mendatar , F2 = 350 N dengan arah kekiri
atas membentuk sudut 45 o, F3 = 6000 N kekanan atas membentuk sudut 60 o terhadap
sumbu X , F4 = 500 N dengan arah tegak kebawah , seperti pada gambar berikut .

- Uraikan gaya gaya tersebut pada sumbu X dan sumbu Y


- Tentukan jumlah gaya pada sumbu X dan sumbu Y ;
- Tentukan arah dan besar gaya resultantenya !

Program Keahlian Ganda Angkatan 2_Tahun 2017


110
Modul ON_Kompetensi keahlian TEKNIK PEMESINAN
Momen Dan Keseimbangan

Dalam keteknikan banyak alat alat yang dapat digunakan untuk meringankan atau
membantu pekerjaan , misalnya membuka mur atau baut , untuk membuka mur atau
baut yaitu dengan cara memutarkannya dan bagai mana jika memutarkan mur atau
baut dilakukan dengan tangan kosong ? Berat bukan ! Supaya mudah untuk
membuka mur atau baut tersebut maka digunakan kunci . Gaya yang diberikan pada
kunci dengan tangkai pendek dan tangkai panjang saat membuka baut yang sama
akan terasa berbeda . Ringan dan beratnya saat membuka mur dan baut tersebut
tergantung pada panjang dan pendeknya tangkai kunci , semakin panjang tangkai
kunci yang digunakan maka membuka baut akan terasa semakin ringan , hal
tersebut dikerenakan momen .

Kasus lain : sebuah batang bambu panjangnya 4 m dengan berat 10 kg , coba


angkat dengan posisi ditengah tengah ! dapat terangkat kan ! Sekarang coba
lakukan dengan mengangkat pada posisi diujungnya ! bagai mana ? tidak terangkat
kan ! padahal berat bambunya sama 10 kg . Tidak terangkatnya bambu tersebut
dikerenakan momen .

Program Keahlian Ganda Angkatan 2_Tahun 2017


111
Modul ON_Kompetensi keahlian TEKNIK PEMESINAN
Alat alat keteknikan yang memanfaatkan momen antara lain : tuas , batang pemutar ,
engkol , dongkrak , puli / katrol , pedal rem dan alat alat lainnya.

Momen ialah hasil kali gaya dengan jarak dari gaya terhadap titik tersebut . Jika
Gaya diberi simbol F dan jarak dari gaya terhadap titik adalah L , maka momen
dapat ditulis : M = F X L …………………………. (1)

Momen

Untuk membedakan arah momen , macam macam momen terdiri atas :

- Momen positip
- Momen negatip
1) Momen positip

Momen positip yaitu momen yang mempunyai arah kekanan atau searah dengan
arah jarum jam .

2) Momen negatip

Momen negatip yaitu momen yang mempunyai arah berlawanan dengan arah
jarum jam .

Perhatikan gambar berikut :

macam macam momen

Program Keahlian Ganda Angkatan 2_Tahun 2017


112
Modul ON_Kompetensi keahlian TEKNIK PEMESINAN
Kopel

Kopel yaitu dua buah gaya yang sama besar , sejajar dan berlawanan arah dengan
titik tangkap yang berlainan . Jika kedua gaya masing masing adalah F dengan jarak
L , maka besarnya kopel yaitu :

K = F X L ………………….. (2)

Contoh

Suatu kunci-pas digunakan untuk memutarkan dan mengikat baut dengan gaya 150
N , berapa Nm momen yang terjadi pada pusat baut ? jika panjang kunci = 300 mm
. Lihat gambar berikut !

Diketahui :

- Panjang kunci L = 300 mm = 0,3 m


- Gaya F= 150 N .
Ditanyakan :

- Momen pada titik pusat baut (MA)


Jawaban :

MA = F X L

MA = 150 X 0,3 = 45 Nm .

Program Keahlian Ganda Angkatan 2_Tahun 2017


113
Modul ON_Kompetensi keahlian TEKNIK PEMESINAN
Momen Dan Keseimbangan

Di atas telah dijelaskan bahwa syarat syarat keseimbangan untuk komponen gaya
yang mempunyai titik tangkap sama dengan arah berlainan , adalah

- Jumlah gaya pada sumbu X = nol ( X  0 );


- Jumlah gaya pada sumbu Y = nol. ( Y  0 ).
Sedangkan untuk gaya gaya yang mempunyai titik tangkap berlainan , dimana titik
tangkap gaya satu dengan titik tangkap lainnya mempunyai jarak tertentu , sehingga
menimbulkan momen , oleh kerena itu untuk komponen gaya yang mempunyai titik
tangkap berlainan selain X  0 ; Y  0 . juga jumlah momen pada suatu titik
sama dengan nol atau dapat di tulis  M =0. Juga jumlah gaya aksi sama dengan
jumlah gaya reaksi .

Keterangan :

- Gaya reaksi adalah gaya yang berlawanan dengan gaya aksi ,


- jumlah gaya aksi sama dengan jumlah gaya reaksi
- Jumlah gaya aksi dengan gaya reaksi sama dengan nol ,
- lihat gambar berikut

Contoh

Suatu tuas dari pompa digunakan untuk menekan torak , jika gaya pada tuas
adalah 300 N dan panjang lengan = 750 mm , jarak antara engsel dengan batang
torak 75 mm , hitunglah gaya yang bekerja pada batang torak dan gaya reaksi pada
tumpuan A .

Program Keahlian Ganda Angkatan 2_Tahun 2017


114
Modul ON_Kompetensi keahlian TEKNIK PEMESINAN
Jika dalam keadaan seimbang maka jumlah momen di titik A = 0 (  MA=0) yaitu :

 MA = 0

300X750 – RBX75 +RAX0 = 0

225000 – 75RB = 0

225000
RB = = 3000 N
75

Dalam keadaan seimbang Y  0 .

RB – 300 – RA = 0

3000 – 300 – RA = 0

RA = 2700 N

Menentukan Titik Tangkap Resultan Dengan Momen

Untuk menentukan titik tangkap dan besarnya resultane dari gaya gaya yang
mempunyai arah sama dengan titik tangkap berlainan dapat dilakukan dengan cara
analisa dan cara lukisan .

Program Keahlian Ganda Angkatan 2_Tahun 2017


115
Modul ON_Kompetensi keahlian TEKNIK PEMESINAN
Cara analisa

Untuk menentukan R yaitu :

R=P+Q

Sedangkan untuk menetukan titik tangkap resultante , yaitu jarak dari satu titik ke
titik tangkap gaya/resultante yaitu dengan menggunakan persamaan momen yaitu
Jumlah momen gaya terhadap suatu titik sama dengan Gaya resultante X jarak
terhadap titik tersebut . lihat gambar berikut :

dua gaya dengan arah sama

P.L1  Q.L2
R.L = P.L1 + Q.L2 atau L =
R

Contoh :

Tentukan Besar resultante dan titik tangkap resultante dari komponen gaya berikut :
P= 60 N Q = 40 N ; AB 75 cm

Program Keahlian Ganda Angkatan 2_Tahun 2017


116
Modul ON_Kompetensi keahlian TEKNIK PEMESINAN
komponen gaya titik tangkap resultante

Besarnya resultate yaitu :

R = P + Q = 60 + 40 = 100 N

Titik tangkap resultante : Jika titik O terletak di titik B maka L1 =75 dan L2 = 0

R. L = (60 X 75)+(40 X 0) = 4500 N.cm

4500
dan jarak titik tangkap L = = 45 cm dari titik B , lihat gambar berikut
100

Contoh :

Hitung resultante dan tentukan titik tangkap resultante dari komponen komponen
gaya berikut , lihat gambar !

Program Keahlian Ganda Angkatan 2_Tahun 2017


117
Modul ON_Kompetensi keahlian TEKNIK PEMESINAN
komponen gaya

Penyelesaian :

Diketahui komponen gaya , lihat gambar !

komponen gaya

Ditanyakan :

- Resultante
- Letak titik tangkap resultante
Jawaban

Besarnya resultante yatitu ;

R = 600 + 100 + 200 +200 + 100 = 1200 Kg ,

Program Keahlian Ganda Angkatan 2_Tahun 2017


118
Modul ON_Kompetensi keahlian TEKNIK PEMESINAN
Letak titik tangkap gaya R yaitu di titik F dengan jarak L , untuk sementara jarak L
belum diketahui , lihat gambar berikut !

titik tangkap resultante

Menentukan jarak L : yaitu sebagai berikut :

( 600 X 0 ) + (100X1000) + (200X1600) + (200X2400) + (100X3600) = R X L

0 + 100.000 + 320.000 + 480.000 + 360.000 = 1200 X L

1260.000 =1200 X L

L = 1260.000/1200 = 1050 mm

Program Keahlian Ganda Angkatan 2_Tahun 2017


119
Modul ON_Kompetensi keahlian TEKNIK PEMESINAN
Latihan

1. Suatu tuas dari dari alat pres digunakan untuk menekan torak , jika pada pada titik C
bekerja gaya sebesar 150 N , panjang lengan A-C = 1000 mm , jarak antara engsel
dengan batang torak A-B = 100 mm , hitunglah gaya yang bekerja pada batang torak
(RB) dan gaya reaksi pada tumpuan A (RA) .

2. Suatu konstruksi dari alat pengaman uap seperti terlihat pada gambar berikut , berapa
gaya yang bekerja pada batang torak dan reaksi pada titik tumpu A . jika panjang lengan
A-B = 1200 mm , dan jarak dari batang torak ke tumpuan A-C= 200 mm dan beban G =
200 kg

3. Suatu tang mempunyai ukuran seperti pada gambar , berapa gaya jepit F2 jika gaya F1 =
150 N .

Program Keahlian Ganda Angkatan 2_Tahun 2017


120
Modul ON_Kompetensi keahlian TEKNIK PEMESINAN
Tegangan

Jika suatu benda atau batang pada kedua ujungnya ditarik oleh suatu gaya maka
pada batang tersebut akan terjadi tegangan tarik , untuk benda yang mempunyai
sifat kenyal seperti karet maka benda tersebut akan memanjang dan jika benda
tersebut tidak kuat untuk menahan beban tarik maka akan putus . Jika suatu benda
atau batang yang mempunyai panjang L dengan luas penampang A [mm 2] ditarik
oleh gaya tarik F [N] maka pada batang tersebut akan terjadi tegangan tarik ,
tegangan tarik akan terjadi disepanjang L .

Besarnya tegangan tarik  t yaitu Gaya tarik tiap satuan luas penampang atau dapat

ditulis dengan persamaan :

F
t 
A

Keterangan :

o  t = Tegangan tarik dalam satuan ……………………… [N/mm 2]


o F = Gaya tarik dalam satuan …………………………….. [ N]
o A = Luas penampang dalam satuan …………………… [mm 2]
Contoh

Diketahui : batang dengan penampang segi empat ditarik oleh gaya F , lihat gambar
berikut !

Program Keahlian Ganda Angkatan 2_Tahun 2017


121
Modul ON_Kompetensi keahlian TEKNIK PEMESINAN
Diketahui :

o Gaya tarik F = 15000 N


o Panjang L = 1000 mm
o Lebar b = 20 mm
o Tinggi h = 30 mm
Hitunglah tegangan tarik pada penampang A-B

Jawaban :

F
t 
A

A = b X h = 20 X 30 = 600 mm2 .

maka :

15000
t   25 N/mm2 .
600

Contoh

Diketahui : batang dengan penampang bujur sangkar ditarik oleh gaya F , lihat
gambar berikut !

Program Keahlian Ganda Angkatan 2_Tahun 2017


122
Modul ON_Kompetensi keahlian TEKNIK PEMESINAN
o Gaya tarik F = 10000 N
o Panjang L = 1000 mm
o Lebar a = 20 mm
Hitunglah tegangan tarik pada penampang A-B

Jawaban :

F
t 
A

A = a X a = 20 X 20 = 400 mm2 .

maka :

10000
t   25 N/mm2 .
400

Contoh :

Diketahui : batang dengan penampang bulat ditarik oleh gaya F , lihat gambar
berikut !

o Gaya tarik F = 3140 N


o Panjang L = 1000 mm
o Diameter d = 20 mm

Program Keahlian Ganda Angkatan 2_Tahun 2017


123
Modul ON_Kompetensi keahlian TEKNIK PEMESINAN
Hitunglah tegangan tarik yang terjadi pada penampang A-B

Jawaban

F
t 
A


A d2
4

F 4.F 4 X 3140 4 X 1000


t   =   10 N/mm2 .
  .d 3,14 X 20
2 2
400
d2
4

Percobaan Tarik

Percobaan tarik dilakukan dengan menggunakan mesin uji tarik .dengan tujuan
untuk mengetahui sifat sifat mekanis dari material terhadap :

o Perpanjangan
o Regangan
o Kontraksi
o Tegangan

Program Keahlian Ganda Angkatan 2_Tahun 2017


124
Modul ON_Kompetensi keahlian TEKNIK PEMESINAN
Mesin uji tarik

Perpanjangan (  L)

Jika suatu logam ditarik maka logam tersebut akan mengalami perubahan panjang
dari L menjadi L1, Jika beban tarik tersebut dihilangkan maka akan terjadi dua
kemungkinan yaitu :

Logam tersebut kembali keukuran semula , hal ini disebut dengan deformasi elastis.
Deformasi elastis yaitu perubahan bentuk yang sifatnya sementara pada saat
pembebanan berlangsung saja. .

Logam tersebut tidak kembali keukuran semula, yaitu bertambah panjang dan L
menjadi L1 dan penampangnya menciut dari Ao menjadi A , pada keadaan di atas
disebut dengan deformasi plastis, dan patah.

Pada daerah deformasi elastis inilah berlaku hukum Hooke , yang menyatakan:
 Pertambahan panjang  L sebanding dengan gaya F
 Pertambahan panjang  L sebanding dengan panjang L

Program Keahlian Ganda Angkatan 2_Tahun 2017


125
Modul ON_Kompetensi keahlian TEKNIK PEMESINAN
 Pertambahan panjang  L berbanding terbalik dengan luas penampang (A).
 Pertambahan pangang  Lsebanding dengan jenis bahan (C)
Atau dapat kita tulis dengan persamaan/hokum Hooke berikut :

F .L
 L= .C ………………. (a)
A

Konstanta bahan C dinyatakan dalam 1/E , E yaitu Modulus Elastisitas dari Young
atau:

C= 1/E …………………………..(b)

Jika persamaan (b) dimasukan pada persamaan (a) maka :

F .L
 L= [mm]
A.E

Keterangan :

 L = Perpanjangan dalam satuan ………………. mm

F = Gaya tarik dalam satuan …………………… N ( Newthon)

L = Panjang bahan dalam satuan……………… mm

A = Luas penampang dalanm satuan ……… mm2

E = Modulus Elastisitas bahan ………………….. N/mm2

Regangan

Regangan adalah perbandingan  L (perpanjangan) dengan panjang semula (L) .


Regangan ini menunjukan kekenyalan dari suatu bahan/ material. Semakin besar
angka regangannya , semakin kenyal logam /material tersebut . Jika batang tarik
mempunyai panjang awal L mm dan setelah ditarik panjangnya menjadi L1 maka
perpanjangannya adalah :

 L=(L1-L) dan regangannya adalah :

Program Keahlian Ganda Angkatan 2_Tahun 2017


126
Modul ON_Kompetensi keahlian TEKNIK PEMESINAN
L
 =
L

 = (L1-L)/L

Angka regangan biasanya mempunyai satuan % dan untuk menentukan regangan


kita gunakan persamaan :

 = {(L1-L)/L}x 100 %

Keterangan :

 = Regangan dalam satuan …………………………………. [%]

L = Panjang awal …………………………………………….… [mm]

L1=Panjang setelah ditarik …………………………………… [mm]

Kontraksi

Untuk menentukan kwalitas material digunakan perhitungan kontraksi yaitu


perbandingan antara pengurangan luas penampang dengan luas penampang
semula.Nilai kontraksi ini sebagai nilai untuk menunjukan kwalitas material . Jika
penampang batang uji semula mempunyai luas penampang Ao mm2 dan setelah
ditarik dan putus pada luas penampang A mm2 . Untuk menghitung besarnya
kontraksi dapat \diguanakan persamaan berikut

A
 =
Ao

 = (Ao-A)/A

atau :

 = {(Ao-A)/A} x100 %

Program Keahlian Ganda Angkatan 2_Tahun 2017


127
Modul ON_Kompetensi keahlian TEKNIK PEMESINAN
Keterangan :

Ao = Luas penampang semula dalam satuan …………[mm 2]

A = Luas penampang setela pata …………………… [mm 2]

A= Perbedaan luan penampang ……………………. [mm 2]

 = Kontraksi …………………………………………. [%]

Jika batang uji terbuat dari bahan yang mempunyai penampang bulat , dengan
diameter awal Do dan setelah ditarik putus pada ukuran D maka

besarnya kontraksi dapat di hitung dengan persamaan berukut:

 =[{(Do+D)(Do-D)/Do2] x 100 %

Keterangan :

o  = kontraksi dalam satuan ………………………….. [ %]


o Do = Diameter awal …… ……………………….……. [mm]
o D =Diameter setalah ditarik ….. ………………..….. [mm]

Batang uji tarik mempunyai penampang bulat atau persegi empat. Ukuran batang uji
tarik dikelompokan menjadi:

 Batang uii panjang.


 Batang uji pendek.
Batang uji panjang

Batang uji panjang mempunyai perbandingan Ukuran antara panjang


dengan diameternya adalah L/d = 10

Batang uji pendek

Sedangkan untuk batang uji pendek perbandingan ukuran panjang dengan


diameternya yaitu L/d = 5.

Program Keahlian Ganda Angkatan 2_Tahun 2017


128
Modul ON_Kompetensi keahlian TEKNIK PEMESINAN
Contoh :

Jika diameter dari batang uji yang mempunyai ukuran diameter d = 20 mm maka
panjang dari batang uji tersebut adalah :

L = 5.d = 5 x 20 = 100 mm , lihat gambar berikut.

Gambar 7.7 Batang uji tarik

Untuk batang uji tarik yang mempunyai bentuk segi empat perbandingan antara
penampang dengan panjangnya adalah ;

Gambar 7.8 Penampang batang uji

Luas penampang batang uji tarik yang berbentuk lingkaran

 4. A
A= d2 maka d=
4 

Program Keahlian Ganda Angkatan 2_Tahun 2017


129
Modul ON_Kompetensi keahlian TEKNIK PEMESINAN
Untuk batang uji tarik yang mempunyai penampang segi empat panjangnya adalah ;

4. A
L = 10. = 11,3 A [mm] untuk batang uji panjang, dan

4. A
L = 5. = 5.65 A [mm] untuk batang uji pendek

Keterangan ;

o L = Panjang batang uji tarik dengan penampang segi empat … [mm]


o A = Luas penampang batang ujitarik segi empat………………………. [mm 2]
Data percobaan tarik yaitu berupa diagram hubungn antara gaya (F) dengan
perpanjangan  L atau grafik F Vs  L , lihat grafik berikut :

Grafik beban Vs perpanjangan

Keterangan :

o A = batas tegangan proporsional, sampai batas tegangan proporsional ini


berlakunya hukum Hooke.

Program Keahlian Ganda Angkatan 2_Tahun 2017


130
Modul ON_Kompetensi keahlian TEKNIK PEMESINAN
o B = Batas plastis pada saat ukuran bahan tidak kembali keukuran semula.
o A’ = Batas elastis yang belum memberikan regangan plastis.
o C = Tegangan tertinggi dari suatu bahan yang masih dapat ditahan.
o D = Tegangan patah pada saat batang uji putus.
o Jika pada diagram tidak menunjukan batas elastisnya , maka untuk
menentukan batas regangannya dapat dilihat pada grafik berikut :

Tegangan Tekan Dan Tegangan Tekuk

1 . Tegangan tekan

Pada tegangan tarik , gaya bekerja dengan arah berlawanan dan mengarah keluar .
Sebaliknya Jika gaya yang bekerja pada satu garis gaya atau satu sumbu dengan
arah yang berlawanan kedalam maka pada benda tersebut akan terjadi tegangan
tekan . lihat gambar berikut .

tegangan tekan

Tegangan tekuk

Tegangan tekuk sama halnya dengan tegangan tekan , yaitu benda yang
mengalami gaya dengan arah berlawanan , perbedaan antara tegangan tekan
dan tegangan tekuk yaitu pada bentuk bendanya , tegangan tekan terjadi pada
benda benda dengan bentuk pendek / gemuk , jika ditekan akan mengembang
di tengah , sedangkan tegangan tekuk terjadi pada benda benda dengan bentuk
langsing , jika benda yang panjang atau langsing pada kedua ujungnya dibebani
gaya sampai mencapai maka pada benda tersebut akan mengalami perubahan

Program Keahlian Ganda Angkatan 2_Tahun 2017


131
Modul ON_Kompetensi keahlian TEKNIK PEMESINAN
bentuk menjadi bengkok atau menekuk dan terjadi tegangan tekuk . Untuk
membedakan terjadinya tegangan tekan dan tegangan tekuk dapat dijelaskan
dengan gambar berikut .

tegangan tekan dan tegangan tekuk

Pada kasus tekukan terjadi perubahan perubahan bentuk sebagai berikut :

Lihat gambar.

Program Keahlian Ganda Angkatan 2_Tahun 2017


132
Modul ON_Kompetensi keahlian TEKNIK PEMESINAN
Gaya F yang bekerja pada batang dengan arah gaya searah dengan sumbu batang
L , Batang L tidak mengalami perubahan bentuk lihat gambar (a).

Jika gaya F di atas diperbesar , batang L kembali mengalami perubahan bentuk


dengan posisi F bergeser kearah samping sejarak a [mm], tetapi jika beban F hilang
maka bentuk batang L kembali ke posisi semula .Pada kasus pertama dan kedua
batang L masih dalam keadaan stabil , lihat gambar (b)

Jika gaya F di atas diperbesar lagi sampai mencapai harga tertentu yaitu F KR,maka
batang L mengalami perubahan bentuk dengan posisi F KR bergeser kearah
samping , dan jika beban FKR dihilangkan maka bentuk batang L tidak kembali ke
posisi semula .Pada kasus ini batang L tidak stabil dan mengalami beban kritis
Ketidak stabilan batang tersebut disebut dengan tekukan ( buckling) dan harga FKR
terendah disebut dengan beban kritis , lihat gambar c dan d.

Macam macam tekukan

Batang batang yang mengalamai tekukan dilihat dari tumpuannya terdiri atas :

o Salah satu ujungnya dijepit dan ujung lainnya bebas.


o Kedua ujungnya diengsel
o Kedua ujungnya dijepit
o Salah satu ujungnya dijepit dan ujung lainnya engsel

1) Salah satu ujungnya dijepit dan ujung lainnya bebas.

Jika ujung batang (bawah) dijepit dan ujung lainnya bebas , dan pada ujung sebelah
atas di bebani gaya FKR , seperti telihat pada gambar berikut .

Program Keahlian Ganda Angkatan 2_Tahun 2017


133
Modul ON_Kompetensi keahlian TEKNIK PEMESINAN
Maka besarnya beban kritis untuk kasus di atas adalah :

 2 .E.I
FKR  ............... [N]
4.L2

Keterangan :

o FKR = Beban kritis dalam satuan [N]


o E = Modulus elastisitas bahan [N/mm 2]
o L = Panjang batang dalam satuan [mm]
2) Kedua ujungnya di engsel

Jika batang L pada ujung bawah ditumpu dengan tumpuan engsel dan ujung
bagian atas juga di engsel kemudian di bebani dengan gaya , seperti terlihat pada
gambar berikut .

Program Keahlian Ganda Angkatan 2_Tahun 2017


134
Modul ON_Kompetensi keahlian TEKNIK PEMESINAN
kedua ujungnya di engsel

Maka besarnya beban kritis untuk kasus di atas adalah :

 2 .E.I
FKR  ............... [N]
L2

Keterangan :

o FKR = Beban kritis dalam satuan [N]


o E = Modulus elastisitas bahan [N/mm 2]
o L = Panjang batang dalam satuan [mm]
3) Kedua ujungnya dijepit

Program Keahlian Ganda Angkatan 2_Tahun 2017


135
Modul ON_Kompetensi keahlian TEKNIK PEMESINAN
Jika batang L pada ujung bawah ditumpu dengan tumpuan cara dijepit dan ujung
bagian atas juga dijepit kemudian salah stu ujungnya di bebani dengan gaya yang
searah dengan sumbu batang , seperti terlihat pada gambar di atas .

Maka besarnya beban kritis untuk kasus di atas adalah :

4. 2 .E.I
FKR  ............... [N]
L2

Keterangan :

o FKR = Beban kritis dalam satuan [N]


o E = Modulus elastisitas bahan [N/mm 2]
o L = Panjang batang dalam satuan [mm]

4) Salah satu ujungnya dijepit dan ujung lainnya engsel

Jika batang L pada ujung bawah bawah ditumpu dengan cara dijepit dan ujung atas
ditumpu dengan cara diengsel kemudian pada salah satu ujungnya di bebani
dengan gaya yang searah sengan sumbu batang , seperti terlihat pada gambar di
atas .

Maka besarnya beban kritis untuk kasus di atas adalah :

Program Keahlian Ganda Angkatan 2_Tahun 2017


136
Modul ON_Kompetensi keahlian TEKNIK PEMESINAN
 2 .E.I
FKR  ............... [N]
0,7.L 2
Keterangan :

o FKR = Beban kritis dalam satuan [N]


o E = Modulus elastisitas bahan [N/mm 2]
o L = Panjang batang dalam satuan [mm]

Tegangan Geser

Dua buah gaya yang berlawanan bekerja pada suatu benda dengan posisi
memotong seperti gunting , maka pada benda tersebut akan terjadi tegangan geser ,
lihat gambar berikut :

Contoh :

Terjadinya tegangan geser misalnya pada saat menggunting pelat , mengepons atau
melubangi dengan pons dan tegangan geser pada sambungan paku keling .

Program Keahlian Ganda Angkatan 2_Tahun 2017


137
Modul ON_Kompetensi keahlian TEKNIK PEMESINAN
Gambar 7.23 paku keling

tegangan geser pada sambungan kelingan

Menghitung tegangan geser

Tegangan geser dapat dihitung dengan persamaan :

F
g  dalam satuan [N/mm2 ]
A

Keterangan :

 g = Tegangan geser dalam satuan [N/mm2 ]

A = Luas penampang dalam satuan [mm2 ]

F = Gaya geser dalam satuan satuan [ N ]

Contoh :

sambungan kelingan

Program Keahlian Ganda Angkatan 2_Tahun 2017


138
Modul ON_Kompetensi keahlian TEKNIK PEMESINAN
Suatu konstruksi sambungan kelingan seperti terlihat pada gambar di atas ,
diketahui :

Diameter paku keling d = 20 [mm]

Gaya F = 4000 N

Hitung tegangan geser yang terjadi pada paku keling 1.

Jawaban :

F
g 
A

Luas paku keling yang tergeser adalah


A=2X d2
4

A = 2 X 0,785 X 202 .

A = 628 [mm2 ]

jadi :

4000
g = = 6,4 [N/mm2 ]
628

Momen Lengkung Dan Tegangan Lengkung

Momen lengkung

Jika pada suatu batang yang mempunyai panjang L [mm] , pada salah satu
ujungnya dijepit dan ujung lainnya dibebani dengan gaya F [N] , maka pada batang
tersebut akan mengalami momen lengkung .

Program Keahlian Ganda Angkatan 2_Tahun 2017


139
Modul ON_Kompetensi keahlian TEKNIK PEMESINAN
Momen legkung

Menghitung momen lengkung

Momen lengkung dihitung dengan persamaan :

Ml = F X L [ Nmm]

Besarnya momen lengkung sebanding dengan tegangan lengkung  l dan momen

tahanannya yaitu :

Ml =  l . Wl .

Tegangan lengkung

Dari persamaan Ml =  l . Wl . besarnya tegangan lengkung dapat diturunkan yaitu :

Ml
l 
Wl

Keterangan :

Ml = Momen lengkung dalam satuan [Nm]

 l = Tegangan lengkung dalam satuan [N/mm2 ]

W l .= Momen tahanan lengkung dalam satuan [mm 3 ]

Program Keahlian Ganda Angkatan 2_Tahun 2017


140
Modul ON_Kompetensi keahlian TEKNIK PEMESINAN
Untuk penampang bulat dan pejal besarnya momen tahanan lengkung adalah :

W l = 0,1 d 3 .

Contoh :

Suatu poros dengan panjang L=100 mm pada ujung sebelah kiri dilas dan ujung
lainnya dibebani dengan gaya F= 1000 N , hitunglah tegangan lengkung pada poros
tersebut jika diameter poros adalah d = 20 mm . lihat gambar berikut !

pembebanan lengkung

Penyelesaian :

Diketahui pembebanan lengkung

o Gaya lengkung F = 1000 N


o Panjang batang / poros L = 100 mm
o Diameter batang d = 20 mm
Ditanyakan : tegangan lengkung yang terjadi .

Jawaban :

Dari persamaan

Ml =  l . Wl .

maka :

Program Keahlian Ganda Angkatan 2_Tahun 2017


141
Modul ON_Kompetensi keahlian TEKNIK PEMESINAN
Ml
l 
Wl

Ml = F X L = 1000 X 100 = 100.000 [Nm]

Wl = 0,1 d 3 . = 0,1 X 203. = 800 [mm3 ]

dan

100.000
l = = 125 [N/mm2 ]
800

Modulus Elastisitas :

Defleksi

Batang uji yang mempunyai panjang L mendapatkan gaya F akan melengkung


dengan defleksi f (mm) . Dan besarnya f ini adalah :

F .L3
f= ……… [mm]
48.E.I

Dari persamaan di atas klita dapat menghitung besarnya modulus elestisitas dari
bahan las yaitu :

F .L3
E= [N/mm2]
48.I . f

Program Keahlian Ganda Angkatan 2_Tahun 2017


142
Modul ON_Kompetensi keahlian TEKNIK PEMESINAN

Dan momen inersia I= d4
64

Keterangan :

o F = Gaya lengkung dalam satuan ……………………........….. [N]


o f= Defleksi dalam satuan……………………………………………. [mm]
o L = Panjang atau jarak tumpuan …………….......……………….. [mm]
o I = momen inersia …………………………….…………………….. [mm 4]
o E = Modulus elastisitas bahan dalam satuan ………............… [N/mm 2]
o d = diameter batang uji ……………………………….……………. [mm]

Ukuran batang uji

Untuk batang uji yang berbentuk pelat , perbandingan ukuran pembentuk dengan
batang uji dapat dilihat pada gambar berikut .

Pengujian lengkung

Sedangkan untuk batang uji yang mempunyai bentuk bulat pejal perbandingan
ukurannya dapat dilihat pada gambar dan table berikut .

Program Keahlian Ganda Angkatan 2_Tahun 2017


143
Modul ON_Kompetensi keahlian TEKNIK PEMESINAN
Batang 7.31 uji lengkung silindris

KEGIATAN PEMBELAJARAN 3 : PENGETAHUAN BAHAN TEKNIK


A. Tujuan
Setelah mempelajari kegiatan pembelajaran ini diharapkan :
1. Melalui diskusi peserta dapat menguraikan macam-macam bahan teknik
dengan rasa ingin tahu dan kerjasama.
2. Melalui diskusi peserta dapat menganalisis proses pembuatan bahan teknik
dengan rasa ingin tahu dan kerjasama.
3. Melalui diskusi peserta dapat menguraikan macam-macam logam ferro dan
non ferro serta penggunaannya dengan rasa ingin tahu dan kerjasama.
4. Melalui diskusi peserta dapat menganalisis proses-proses perlakuan panas
(heat treatment) pada baja karbon dan baja paduan dengan rasa ingin tahu
dan kerjasama.
5. Melalui pengamatan dan penugasan peserta dapat mengimplementasikan
prosedur perlakuan panas (heat treatment) sesuai dengan kebutuhan
pekerjaan dengan teliti dan tanggung jawab.

B. Indikator Pencapaian Kompetensi


Setelah mengikuti materi pembelajaran ini peserta diklat dapat :
1. Menguraikan macam-macam bahan teknik
2. Menganalisis proses pembuatan bahan teknik.

Program Keahlian Ganda Angkatan 2_Tahun 2017


144
Modul ON_Kompetensi keahlian TEKNIK PEMESINAN
3. Menguraikan macam-macam logam ferro dan non ferro serta penggunaannya
4. Menganalisis proses-proses perlakuan panas (heat treatment) pada baja
karbon dan baja paduan
5. Mengimplementasikan prosedur perlakuan panas (heat treatment) sesuai
dengan kebutuhan pekerjaan

C. Uraian Materi
Bahan Bacaan 1 : Macam-Macam Bahan Teknik
Bahan teknik dapat digolongkan dalam kelompok logam dan bukan logam ,
selain dua kelompok tersebut ada kelompok lain yang dikenal dengan nama
metalloid (artinya menyerupai logam) yang sebenarnya termasuk bahan bukan
logam. Logam dapat digolongkan pula dalam kelompok logam ferro yaitu logam
yang mengandung besi, dan logam non ferro atau logam bukan besi. Dari semua
jenis logam dapat digolongkan menjadi logam murni dan logam paduan. Logam
paduan artinya logam yang dicampur dengan logam lain atau bahkan dicampur
dengan bukan logam.
Dari semua golongan logam, dapat dibedakan menjadi lima bagian :
1. Logam berat, apabila berat jenisnya lebih besar dari 5 kg/dm 2. Misalnya :
nikel, kromium, tembaga, timah, seng dan besi.
2. Logam ringan, apabila berat jenisnya kurang dari 5 kg/dm 2. Misalnya :
alumunium, magnesium, natrium, titanium dan lain-lain.
3. Logam mulia, dengan pengertian walaupun logam itu tidak dicampur
dengan logam lain atau unsur lain sudah dapat dipakai sebagai bahan
teknik. Misalnya emas, perak dan platina.
4. Logam refraktori yaitu logam tahan api.
5. Logam radioaktif, misalnya uranium dan radium.
Logam pada umumnya terdapat di alam (tambang) dalam bentuk bijih-bijih
berupa batuan atau mineral. Bijih logam tersebut masih terikat dengan unsur-
unsur lain sebagai oksida, sulfida atau karbonat. Ada beberapa jenis logam yang

Program Keahlian Ganda Angkatan 2_Tahun 2017


145
Modul ON_Kompetensi keahlian TEKNIK PEMESINAN
terdapat di alam dalam keadan murni, artinya sebagai logam asal secara kimiawi
terdapat murni atau paling tidak kadar kemurniannya 99,99%.
Perhatikan bagan berikut !

Gambar 45 Bagan Penggolongan Bijih Logam

1. Logam Ferro
Yang dimaksud dengan logam ferro adalah logam besi. Besi merupakan
logam yang penting dalam lapangan teknik, tetapi besi murni terlampau lunak
dan rapuh untuk begitu saja dipakai sebagai benda jadi, konstruksi atau
pesawat. Oleh karena itu, besi selalu bercampur dengan unsur lain, terutama
zat arang. Jadi sebutan besi dapat berarti :
a. Besi murni, dengan symbol kimia Fe yang hanya dapat diperoleh dengan
jalan reaksi kimia
b. Besi teknik, yang sudah atau selalu bercampur dengan unsur lain
Besi teknik itu sendiri terbagi atas tiga macam :
a. Besi mentah atau besi kasar, kadar zat arangnya lebih besar dari 3,71%
b. Besi tuang, kadar zat arangnya antara 2,3 hingga 3,6% dan tidak dapat
ditempa. Dikatakan besi tuang kelabu, apabila zat arang tidak
bersenyawa secara kimiawi dengan besi melainkan sebagai zat arang
lepas, yang memberikan warna abu-abu kehitaman. Dikatakan besi tuang
putih, karena zat arang mampu bersenyawa dengan besi

Program Keahlian Ganda Angkatan 2_Tahun 2017


146
Modul ON_Kompetensi keahlian TEKNIK PEMESINAN
c. Baja atau besi tempa, kadar zat arangnya kurang dari 1,7% dan dapat
ditempa.

2. Logam Non Ferro dan Paduannya


Logam non ferro atau logam bukan besi adalah logam yang tidak
mengandung unsur Fe (besi). Logam non ferro murni kebanyakan tidak
digunakan begitu saja tanpa dipadukan dengan logam yang lain, karena
biasanya sifat-sifatnya belum memenuhi syarat yang diinginkan. Kecuali
logam non ferro murni, platina, emas dan perak tidak dipadukan karena
sudah memiliki sifat yang baik, misalnya ketahanan kimia dan daya hantar
listrik yang baik serta cukup kuat, sehingga dapat digunakan dalam keadaan
murni. Dari jenis logam non ferro berat yang sering digunakan untuk paduan
baja antara lain : nikel, kromium, molybdenum, wolfram dan sebagainya.
Sedangkan dari logam non ferro ringan antara lain : magnesium, titanium,
kalsium dan sebagainya.

Bukan Logam
Bahan bukan logam ternyata selalu dibutuhkan, baik dalam teknik bangunan
dan mesin, bangunan umum, teknik proses, maupun keperluan lainnya.
Bukan logam selain digunakan sebagai bahan utama sesuai dengan
kemampuan yang dimiliki dan sifat-sifatnya yang khas untuk berbagai
keperluan :
Bahan bukan logam yang penting untuk bahan teknik antara lain dapat kita
golongkan sebagai berikut :
1) Bahan pelumas ; minyak dan gemuk
2) Bahan bakar ; padat, cair an gas
3) Bahan paking untuk perapat cairan perapat gas
4) Bahan isolasi ; isolasi panas, insolasi listrik dan isolasi getar
5) Bahan asah
6) Bahan las
7) Karet
8) Plastik

Program Keahlian Ganda Angkatan 2_Tahun 2017


147
Modul ON_Kompetensi keahlian TEKNIK PEMESINAN
Program Keahlian Ganda Angkatan 2_Tahun 2017
148
Modul ON_Kompetensi keahlian TEKNIK PEMESINAN
Gambar 46 Ikhtisar Bahan Teknik

Program Keahlian Ganda Angkatan 2_Tahun 2017


149
Modul ON_Kompetensi keahlian TEKNIK PEMESINAN
1) Penggunaan Bahan/Material Logam
Logam-logam dan paduannya merupakan bahan teknik yang penting,
umpamanya dipakai untuk konstruksi mesin, kendaraan, jembatan,
bangunan, pesawat terbang, dan peralatan rumah tangga. Sifat-sifat logam
yang penting yang berhubungan dengan Teknik Mesin adalah sifat mekanik,
fisik dan kimia yang menentukan juga pada pemilihan penggunaannya.
Bahan/material logam yang sering dipakai adalah:
a) Baja dan paduannya
b) Aluminium dan paduannya.
c) Tembaga dan paduannya.
d) Nikel dan paduannya.
e) Timah putih dan paduannya.
Selain logam-logam tersebut di atas, masih ada beberapa jenis logam
lainnya, antara lain timah hitam, seng, magnesium, mangan, krom, vanadium
dan molibdenum adalah logam-logam yang sering pula dipakai untuk
keperluan khusus atau sebagai unsur paduan.
Berikut ini adalah daftar unsur-unsur logam, bukan logam dan metaloid yang
umum dipakai dalam keteknikan (tabel 2.) adalah :
Tabel Unsur Paduan (Lihat di lampiran materi)

Dalam rekayasa untuk memperoleh baja-baja yang khusus yang mempunyai


sifat-sifat tertentu yang diinginkan, maka unsur-unsur lain harus dipadukan ke
dalam baja agar baja paduan yang dihasilkan sesuai dengan
penggunaannya. Pengaruh dari beberapa unsur paduan terhadap sifat baja
paduan dapat dilihat pada tabel 3..2, sebagai berikut:

Tabel Pengaruh Unsur Paduan (Lihat di lampiran materi)

Program Keahlian Ganda Angkatan 2_Tahun 2017


150
Modul ON_Kompetensi keahlian TEKNIK PEMESINAN
Bahan Bacaan 2 : Proses Pembuatan Bahan Teknik
a. Uraian Materi
Baja merupakan salah satu bahan yang sangat banyak dipakai di seluruh
dunia untuk keperluan kehidupan manusia, khususnya di dunia industri.
Besi dan baja diperoleh dari hasil pengolahan bijih besi menjadi besi kasar
untuk selanjutnya diolah menjadi besi atau baja.
Proses Pengolahan Besi dan Baja
(a) Pengolahan Besi Kasar
(b) Pengolahan Baja
(c) Pengolahan Besi Tuang
(a) Pengolahan Besi Kasar
Besi kasar di peroleh dari peleburan oksida besi atau bijih besi Hematite
(70% Fe), Magnetite (72% Fe), dan Limonite (60% Fe) di dalam
dapur/tanur tinggi. Bijih besi tersebut mula–mula dibersihkan dengan
cara mencucinya pada saluran goyang, kemudian dihaluskan dengan
proses pemecahan secara bertingkat.
Butiran bijih besi halus tersebut kemudian dilewatkan pada ”roda
magnetik” untuk memisahkan bijih yang mengandung kadar Fe yang
tinggi dan yang rendah. Bijih besi terdiri atas oksigen dan atom besi yang
berikatan bersama dalam molekul. Besi sendiri biasanya didapatkan
dalam bentuk magnetit (Fe3O4), hematit (Fe2O3), goethit, limonit atau
siderit. Bijih besi biasanya kaya akan besi oksida dan beragam dalam hal
warna, dari kelabu tua, kuning muda, ungu tua, hingga merah karat.
Setelah dibentuk menjadi “pellet” (bulatan-bulatan kecil) dengan diameter
± 14 mm, baru kemudian diproses pada dapur tinggi (gambar 3.3). Dapur
tinggi mempunyai konstruksi yang cukup besar dengan ketinggian
mencapai 100 meter. Dinding luar terbuat dari baja dan bagian dalam
dilapisi batu tahan api yang mampu menahan temperatur tinggi.
Pada bagian atas dapur tinggi terdapat corong untuk memasukkan bahan
baku, yaitu bijih besi, kokas dan batu kapur. Kokas adalah batu bara
yang telah diproses (disuling kering) sehingga dapat menghasilkan panas

Program Keahlian Ganda Angkatan 2_Tahun 2017


151
Modul ON_Kompetensi keahlian TEKNIK PEMESINAN
yang tinggi. Batu kapur berfungsi untuk mengikat bahan-bahan yang
tidak diperlukan.
Proses pada dapur tinggi adalah dengan meniupkan udara panas ke
dalam dapur tinggi untuk membakar kokas dengan temperatur + 2000oC.
Cairan besi dan terak akan turun ke dasar dapur tinggi secara perlahan-
lahan dan selanjutnya dituang ke kereta khusus. Hasil ini disebut besi
kasar, yang kemudian dapat diproses lebih lanjut menjadi baja.

Gambar 47 Dapur Tinggi

(b) Proses Pengolahan Baja


Besi dan baja merupakan logam yang banyak digunakan dalam
teknik dan meliputi 95% dari seluruh produksi logam dunia. Pada
penggunaan tertentu, besi dan baja merupakan satu-satunya logam
yang memenuhi persyaratan teknis maupun ekonomis, namun di
beberapa bidang lainnya logam ini mulai mendapat persaingan dari
logam bukan besi dan bahan bukan logam. diperkirakan bahwa besi
telah dikenal manusia disekitar tahun 1200 SM.
Proses pembuatan baja diperkenalkan oleh Sir Henry Bessemer dari
Inggris sekitar tahun 1800, sedang William Kelly dari Amerika pada
waktu yang hampir bersamaan berhasil membuat besi malleable. Ada
beberapa proses yang dilakukan untuk merubah besi kasar menjadi
baja :

Program Keahlian Ganda Angkatan 2_Tahun 2017


152
Modul ON_Kompetensi keahlian TEKNIK PEMESINAN
(c) Dapur Baja Oksigen (Proses Bessemer)
Pada dapur baja oksigen dilakukan proses lanjutan dari besi kasar
menjadi baja, yakni dengan membuang sebagian besar karbon dan
kotoran-kotoran (menghilangkan bahan-bahan yang tidak diperlukan)
yang masih ada pada besi kasar. Ke dalam dapur dimasukkan besi
bekas, kemudian baru besi kasar, tapi sebagian fabrik baja banyak
yang langsung dari dapur tinggi, sehingga masih dalam keadaan cair
langsung disalurkan ke dapur Oksigen. Kemudian, udara (oksigen)
yang didinginkan dengan air dan kecepatan tinggi ditiupkan ke cairan
logam. Ini akan bereaksi dengan cepat antara karbon dan kotoran-
kotoran lain yang akan membentuk terak yang mengapung pada
permukaan cairan.
Dapur dimiringkan, maka cairan logam akan keluar melalui saluran
yang kemudian ditampung dalam kereta-kereta tuang. Untuk
mendapatkan spesifikasi baja tertentu, maka ditambahkan campuran
lain sebagai bahan paduan. Hasil penuangan ini dapat langsung
dilanjutkan dengan proses pengerolan untuk mendapatkan
bentuk/profil yang diinginkan.

Gambar 48 Proses Bessemer

(1) Dapur Baja Terbuka (Siemens Martin)


Sama halnya dengan Dapur Baja Oksigen, maka dapur baja terbuka
(Siemens Martin) juga merupakan dapur yang digunakan untuk
memproses besi kasar menjadi baja.

Program Keahlian Ganda Angkatan 2_Tahun 2017


153
Modul ON_Kompetensi keahlian TEKNIK PEMESINAN
Dapur ini dapat menampung baja cair lebih dari 100 ton dengan
proses mencapai temperatur + 1600oC; wadah besar serta berdinding
yang sangat kuat dan landai.
Proses pembuatan dengan dapur ini adalah proses oksidasi kotoran
yang terdapat pada bijih besi sehingga menjadi terak yang
mengapung pada permukaan baja cair. Oksigen langsung disalurkan
kedalam cairan logam melalui tutup atas. Apabila selesai tiap proses,
maka tutup atas dibuka dan cairan baja disalurkan untuk proses
selanjutnya untuk dijadikan bermacam-macam jenis baja

Gambar 49 Dapur Baja Terbuka

(2) Dapur Baja Listrik


Panas yang dibutuhkan untuk pencairan baja adalah berasal arus
listrik yang disalurkan dengan tiga buah elektroda karbon dan
dimasukkan/diturunkan mendekati dasar dapur. Penggunaan arus
listrik untuk pemanasan tidak akan mempengaruhi atau
mengkontaminasi cairan logam, sehingga proses dengan dapur baja
listrik merupakan salah satu proses yang terbaik untuk menghasilkan
baja berkualitas tinggi dan baja tahan karat (stainless steel).
Dalam proses pembuatan, bahan-bahan yang dimasukkan adalah
bahan-bahan yang benar-benar diperlukan dan besi bekas. Setelah
bahan-bahan dimasukkan, maka elektroda-elektroda listrik akan
memanaskan bahan dengan panas yang sangat tinggi (+ 7000 oC),
sehingga besi bekas dan bahan-bahan lain yang dimasukkan dengan
cepat dapat mencair.

Program Keahlian Ganda Angkatan 2_Tahun 2017


154
Modul ON_Kompetensi keahlian TEKNIK PEMESINAN
Adapun campuran-campuran lain (misalnya untuk membuat baja
tahan karat) dimasukkan setelah bahan-bahan menjadi cair dan siap
untuk dituang.

Gambar 50 Dapur Baja Listrik

(d) Proses Pembentukan dan Bentuk-bentuk Produk Baja


Pembentukan baja adalah tahap lanjutan dari proses pengolahan
baja dengan berbagai jenis dapur baja. Baja yang telah cair dan
ditambah dengan campuran lain (sesuai dengan kebutuhan/sifat-sifat
baja yang diinginkan) dituang ke dalam cetakan yang berlubang dan
didinginkan sehingga menjadi padat. Batangan baja yang masih
panas dan berwarna merah dikeluarkan dari cetakan untuk disimpan
sementara dalam dapur bentuk kotak serta dijaga panasnya dengan
temperatur 1100oC - 1300oC menggunakan bahan bakar gas atau
minyak. Penyimpanan tersebut adalah untuk meratakan temperatur
sebelum dilakukan proses pembentukan atau pengerolan.

Gambar 51 Pembentukan Baja Batangan

Program Keahlian Ganda Angkatan 2_Tahun 2017


155
Modul ON_Kompetensi keahlian TEKNIK PEMESINAN
Proses pembentukan produk baja dilakukan dengan beberapa tahapan:
(1) Proses Pengerolan Awal
Proses ini adalah dengan cara melewatkan baja batangan diantara rol-rol
yang berputar sehingga baja batangan tersebut menjadi lebih tipis dan
memanjang.
Proses pengerolan awal ini dimaksudkan agar struktur logam (baja)
menjadi merata, lebih kuat dan liat, disamping membentuk sesuai ukuran
yang diinginkan, seperti pelat tebal (bloom), batangan (billet) atau pelat
(slab) lihat gambar 98.

(2) Proses Pengerolan Lanjut


Proses ini adalah untuk merubah bentuk dasar pelat tebal, batangan
menjadi bentuk lembaran, besi konstruksi (profil), kanal ataupun rel.
Ada tiga jenis pengerolan lanjut :
a. Pengerolan bentuk struktur/konstruksi
b. Pengerolan bentuk besi beton, strip dan profil
c. Pengerolan bentuk (pelat).

Gambar 52 Proses Pengerolan

a. Bentuk Struktur
Pengerolan bentuk struktur/profiil adalah lanjutan pengerjaan dari
pelat lembaran tebal (hasil pengerolan awal) yang kemudian secara
paksa melewati beberapa tingkat pengerolan untuk mendapatkan
bentuk dan ukuran yang diperlukan

Program Keahlian Ganda Angkatan 2_Tahun 2017


156
Modul ON_Kompetensi keahlian TEKNIK PEMESINAN
Gambar 53 Pembuatan Baja Struktur

b. Bentuk Strip, Besi Beton dan Profil


Proses pembentukan ini tidak dilakukan langsung dari pelat tebal,
tetapi harus dibentuk dulu menjadi batangan, kemudian dirol secara
terus menerus dengan beberapa tingkatan rol dalam satu arah.
Adapun hasil pengerolan adalah berbagai bentuk, yaitu : penampang
bulat, bujur sangkar, segi-6, strip atau siku dan lain-lain sebagainya
sesuai dengan disain rolnya.

Gambar 54 Pembuatan Baja Beton, Strip & Profil

c. Bentuk Lembaran (Pelat)


Pengerolan bentuk pelat akan menghasilkan baja lembaran tipis
dengan cara memanaskan terlebih dahulu baja batangan kemudian
didorong untuk melewati beberapa tingkat rol sampai ukuran yang
diinginkan tercapai.

Gambar 55 Pembentukan Pelat

Program Keahlian Ganda Angkatan 2_Tahun 2017


157
Modul ON_Kompetensi keahlian TEKNIK PEMESINAN
Untuk melihat keseluruhan proses pengolahan baja dari bahan dasar
sampai pengerolan awal (menjadi slab), dapat dilihat gambar berikut :

Gambar 56 Proses Pengolahan Baja

Bahan Bacaan 3 : Logam Ferro


Logam-logam Ferro adalah logam yang unsur utamanya adalah besi (Fe), Logam
Ferro secara umum terdiri dari tiga jenis, yaitu baja karbon, besi tuang dan baja
paduan (campuran).
(a) Baja Karbon (Carbon Steel)
Baja karbon adalah baja yang mengadung unsur karbon (C) di dalam besi
(Fe), yakni dalam bentuk karbit-besi (FeC), sehingga disebut baja karbon.
Kandungan karbon dalam besi akan sangat menentukan kekerasan suatu
baja karbon, semakin banyak unsur karbon, maka semakin keras suatu baja
karbon, sampai akhirnya batas kandungan untuk besi tuang, yaitu diatas 1,5
%C. Untuk penggunaan, maka baja karbon diklasifikasi atas 3 kelompok
utama, yaitu :
(1) Baja karbon rendah, terdiri dari 2 grup :
(a) Baja karbon tegangan rendah (Mild steel)
(b) Baja karbon tegangan normal (Low carbon steel)
(2) Baja karbon sedang (Middle carbon steel)
(3) Baja karbon tinggi (High carbon steel)

Program Keahlian Ganda Angkatan 2_Tahun 2017


158
Modul ON_Kompetensi keahlian TEKNIK PEMESINAN
(1) Baja Karbon Rendah
Baja karbon tegangan rendah (Mild Steel) mengandung 0,04-0,15% C,
sifatnya lunak, dapat dibentuk (dipres), dicetak dingin, ditempa dan dapat
dilas. Penggunaannya adalah:
 Baut-baut/mur
 produk pelat
 badan kendaraan
 paku, kawat las/rod
 bahan konstruksi, dll.
Baja Karbon Tegangan Normal (Low Carbon Steel) mengandung 0,16% -
0,30%C, sifatnya mudah dilas, relatif kuat, dapat dipanaskan, tapi sulit
dibentuk. Penggunaannya adalah:
 pelat-pelat kapal
 batang-batang penggerak
 roda gigi
 profil siku, kanal, strip
 konstruksi bangunan

(2) Baja Karbon Sedang (Midlle Carbon Steel)


Kandungan karbon pada baja karbon sedang adalah 0,30%-0,83%C; sifat-
sifatnya sukar dilas karena karbon sudah relatif tinggi, sulit dibentuk dan
dapat dikeraskan. Penggunaannya adalah :
 poros-poros penggerak
 komponen-komponen mesin
 alat-alat pertanian

(3) Baja Karbon Tinggi (High Carbon Steel)


Baja karbon tinggi mengandung unsur karbon paling tinggi, yaitu 0,83%-
1,5%C, sifatnya sangat getas, sukar dibentuk, tahan aus dan tidak mampu
las. Penggunaannya adalah :
 pegas
 alat-alat potong
 peluru-peluru bantalan
 poros roda gigi
 peralatan kerak

Program Keahlian Ganda Angkatan 2_Tahun 2017


159
Modul ON_Kompetensi keahlian TEKNIK PEMESINAN
(b) Kelebihan Baja Karbon
Bila dibandingkan dengan logam jenis lain, maka baja karbon mempunyai
beberapa kelebihan antara lain :
(1) Harga lebih murah, karena biaya produksi lebih rendah dibanding logam
lain, seperti : stainles steel, aluminium dll.
(2) Banyak tersedia dipasaran, karena mineral bahan baku baja lebih banyak
dan lebih mudah ditambang. Di Indonesia banyak terdapat di pulau
Sumatera, Jawa, Kalimantan, Belitung, Sumbawa dll.
(3) Mudah dikerjakan, karena sifat yang dipunyai baja karbon secara umum
dapat dirol, pres, dilubangi, dikerjakan mesin, dilas, brazing atau braze
welding serta dapat dipotong.
(c) Diagram Phasa Baja Karbon
Apabila baja karbon dipanaskan di atas 723oC, maka akan terjadi
perubahan struktur pada baja. Temperatur ini disebut temperatur kritis
rendah. Kalau baja kembali didinginkan secara merata dengan lambat
(tanpa media pendingin), maka struktur baja akan kembali ke struktur
semula, tapi bila didinginkan secara kejut (cepat), maka akan terjadi
perubahan struktur baja; mungkin menjadi keras dan rapuh. Perubahan ini
sangat tergantung pada kandungan karbon pada baja tersebut.
Diagram berikut adalah untuk memperkirakan perubahan berdasarkan
temperatur dan kandungan karbon, sehingga disebut Diagram Phasa Baja
Karbon (Fe-Fe3C).

Gambar 57 Diagram Phasa Baja Karbon (Fe-Fe3C)


(d) Besi Tuang (Cast Iron)

Program Keahlian Ganda Angkatan 2_Tahun 2017


160
Modul ON_Kompetensi keahlian TEKNIK PEMESINAN
(1) Besi Tuang Kelabu
Besi tuang kelabu adalah salah satu yang paling banyak digunakan.
Pendinginan yang lambat dari proses penuangan memungkinkan karbon
membentuk lapisan secara random (acak). Lebih dari 3% silikon ditambahkan
untuk membantu terbentuknya grafit. Besi tuang kelabu digunakan secara
luas di industri karena relatif lunak, mudah dicetak dan di las. Adapun unsur-
unsur yang terkandung pada besi tuang kelabu adalah : C = 3,6%, Si = 2,5-
3,5%, Mn = 0,8%, P = 0,15% dan S = 0,08%

Gambar 58 Struktur Besi Tuang Kelabu

(2) Besi Tuang Putih


Ketika besi tuang putih dibentuk dengan pendinginan secara cepat dari
penungan, kadar silikon yang rendah meninggalkan karbon dalam bentuk
sementit yang sangat keras dan getas.
Oleh karena itu, besi tuang putih sulit di las dan sangat jarang dipakai kecuali
untuk penggunaan khusus, seperti untuk benda-benda tahan aus. Besi tuang
ini mengandung : Karbon (C)= 3,0%, Silikon (Si) = 0,5%, Mangan (Mn) =
0,8%, Pospor (P) = 0,10% dan Sulfur (S) = 0,10 %.

Gambar 59 Struktur Besi Tuang Putih

Program Keahlian Ganda Angkatan 2_Tahun 2017


161
Modul ON_Kompetensi keahlian TEKNIK PEMESINAN
(3) Besi Tuang Mampu Tempa (Melleable)
Besi tuang mampu tempa adalah dari besi tuang putih yang telah dilakukan
perlakuan panas (heat treatment) dalam beberapa langkah, kemudian
dimudakan (annealing), sehingga dengan demikian akan merubah grafit
menjadi bentuk roset yang berkelompok secara tidak beraturan. Karena
karbon telah diolah, maka besi tuang mampu tempa lebih kuat dan kenyal
dibandingkan dengan besi tuang kelabu.
Besi tuang mampu tempa (malleable) jarang retak/patah karena sifat-sifatnya
yang telah ditingkatkan, tetapi untuk perbaikannya harus dengan teknik las
patri (braze welding).
Besi tuang mampu tempa dapat di bagi dalam 2 golongan yaitu:
(a) Besi tuang mampu tempa Black heart dengan kandungan:
C = 2,5 - 2,6 %; Si = 0,8 - 1,1 %; Mn = 0,4 %; P = 0,1 - 0,2 %;
dan S = 0,08 - 0,2 %.
(b) Besi tuang tempa White heart dengan kandungan:
C = 3,0 - 3,3 %; Si = 0,5 - 0,6 %; Mn = 0,4 - 0,5 %; P = 0,08 - 0,1 % dan
S = 0,1 - 0,25 %.

Gambar 60 Struktur Besi Tuang Mampu Tempa Blackheart

Gambar 61 Struktur Besi Tuang Mampu Tempa Whiteheart

Program Keahlian Ganda Angkatan 2_Tahun 2017


162
Modul ON_Kompetensi keahlian TEKNIK PEMESINAN
(4) Besi Tuang SG (Spherodial Graphite)
Besi tuang SG dibuat dengan menambah sedikit nikel dan magnesium dalam
cairan logam pada saat produksi, sehingga grafit akan berbentuk gumpalan
(bulatan). Dengan demikian, besi tuang SG akan menjadi besi tuang yang
paling kuat dan kenyal dibandingkan besi tuang yang sebelumnya (besi tuang
kelabu, putih atau lunak).

(5) Besi Tuang Spesial


Ada beberapa tujuan khusus diperlukannya besi tuang spesial di industri
tertentu. Besi untuk kasus tertentu seperti Ni-hard, Ni-resist mengandung
chromium, nikel, vanadium dll., untuk meningkatkan sifat-sifat tertentu, antara
lain:
(a) Kekuatan tarik
(b) Tahan terhadap oksidasi
(c) Tahan terhadap korosi
(d) Tahan terhadap aus
Bahan-bahan besi tuang spesial ini diproduksi dengan membutuhkan biaya
yang lebih besar dan komposisinya akan membuat sulit untuk di las. Di
bawah ini sifat-sifat besi tuang sebagai berikut:
(a) Kekuatan Tarik
Tabel Kekuatan Tarik (lihat di lampiran materi)

(b) Kekuatan Tekan


Besi tuang kelabu mempunyai kekuatan tekan yang sangat baik dan secara
luas digunakan pada bantalan mesin serta untuk barang-barang yang
membutuhkan tekanan besar.
(c) Kekenyalan (Ductility)
Seluruh besi tuang mempunyai kekenyalan yang rendah dibandingkan
dengan baja karbon rendah. Namun, besi tuang mampu tempa (melleable)
pada ketebalan dibawah 50 mm akan bengkok sebelum patah/pecah.

Program Keahlian Ganda Angkatan 2_Tahun 2017


163
Modul ON_Kompetensi keahlian TEKNIK PEMESINAN
(d) Baja Paduan
Baja paduan adalah baja yang mengandung paduan satu atau lebih unsur
campuran yang ditambahkan untuk mendapatkan sifat-sifat yang tidak
dimiliki oleh baja karbon atau besi tuang. Unsur-unsur yang ditambahkan
pada baja bertujuan untuk:
(1) Menambah kemampuan baja untuk dikeraskan.
(2) Meningkatkan keliatan
(3) Meningkatkan ketahanan terhadap aus.
(4) Meningkatkan ketahanan terhadap korosi.
Unsur-unsur yang biasa ditambahkan pada baja paduan antara lain adalah:
(1) Karbon ( C )
(2) Chromium ( Cr )
(3) Nikel ( Ni )
(4) Molibdenum ( Mo )
(5) Tembaga ( Cu )
(6) Vanadium ( V )
(7) Mangan ( Mn )
Jenis baja paduan yang banyak dipakai di industri-industri atau untuk
kebutuhan fabrikasi adalah :
(1) Baja sepuhan dan temper rendah
(2) Baja “ weathering “
(3) Baja “ creep resistant “
(4) Baja tahan karat ( Stainless Steel )
Adapun komposisi baja paduan seraca umum adalah sebagai berikut:
Tabel Komposisi Baja Paduan (lihat di lampiran materi)

(1) Baja Sepuhan dan Temper Rendah


Baja sepuhan dan temper rendah adalah baja paduan dengan tegangan tarik
tinggi, memiliki sifat kuat, liat serta tahan benturan dan goresan.
Baja paduan ini dapat dipakai pada:
(a) dump truck
(b) hopper

Program Keahlian Ganda Angkatan 2_Tahun 2017


164
Modul ON_Kompetensi keahlian TEKNIK PEMESINAN
(c) bucket
(d) dozer blade
(e) alat-alat pertanian , seperti: pisau bajak.

(2) Baja Weathering


Baja paduan jenis ini sangat takan terhadap korosi atmosfir, memiliki
tegangan luluh (yield) yang tinggi, dan memungkinkan untuk dibuat dalam
bentuk yang tipis. Pemakaian baja paduan weathering adalah untuk:
(a) Tangki penyimpanan
(b) Saluran uap bertekanan tinggi
(c) Instalasi bahan kimia
(d) Perangkat pertanian
(e) Konstruksi bangunan

(3) Baja Creep Resistant


Baja creep resistant adalah baja paduan yang tahan terhadap pemuaian
yakni dengan penambahan unsur molebdenum ke dalam paduan baja.
Pemakaian baja paduan ini adalah :
(a) Drum ketel uap
(b) Pipa uap
(c) Bejana / saluran bertekanan tinggi
(d) Instalasi minyak atau bahan kimia, dll.

(4) Baja Tahan Karat (Stainless Steel)


Penggunaan stainless steel di dunia semakin meningkat dikarenakan
karakteristiknya yang menguntungkan.Terdapat penambahan tuntutan dari
karakteristik material untuk bangunan dan industri konstruksi. Stainless steel
digunakan untuk material berpenampilan menarik (attractive), tahan korosi
(corrosion resistance), rendah perawatan (low maintenance) dan berkekuatan
tinggi (high strength).

Program Keahlian Ganda Angkatan 2_Tahun 2017


165
Modul ON_Kompetensi keahlian TEKNIK PEMESINAN
Meskipun juga faktanya di dunia pemasaran bahwa stainless steel itu cukup
mahal bahkan sangat mahal dibandingkan dengan baja karbon biasa (plain
carbon steel).
(a) Kelompok Stainless Steel (penjelasan di lampiran materi)
Tabel Properties Stainless Steel (lihat di lampiran materi)

(6) Efek Karbon dan Ekuivalen Karbon pada Baja Paduan (lihat di lampiran
materi)

Bahan Bacaan 4 :
Logam Non Ferro
Logam Non Ferro dikelompokkan atas : logam berat, logam ringan, logam mulia
dan logam radio aktif. Karena banyak sekali jenisnya, maka pada topik ini hanya
akan uraikan beberapa jenis yang paling banyak dipakai pada kegiatan produksi
atau kehidupan sehari-hari.
a) Logam Berat
(1) Tembaga ( Cu )
Tembaga didapat dari pengolahan bijih tembaga yakni dalam bentuk senyawa
dengan belerang dan dalam bentuk potongan/bongkahan atau pasir. Yang
berbentuk bongkahan terdapat di Amerika Utara, dan yang berbentuk pasir
terdapat di Rusia, Chili dan Indonesia (Irian).
 Sifat-sifat dan Penggunaannya : (Penjelasan di lampiran materi)

(2) Timah Putih (Sn)


Bijih timah masih banyak bersenyawa dengan bijih yang lainnya dan biasanya
menjadi sangat kotor. Timah gunung didapat di Inggris, Australia, Jepang dan
pasir timah yang bercampur dengan pasir terdapat di Malaysia, Bangka
(Indonesia) serta Bolivia. Di Indonesia bijih timah mengandung ± 78 % kadar
timah yang bercampur dengan pasir.
 Sifat-sifat dan Penggunaannya : (Penjelasan di lampiran materi)

Program Keahlian Ganda Angkatan 2_Tahun 2017


166
Modul ON_Kompetensi keahlian TEKNIK PEMESINAN
(3) Timbal/Timah Hitam (Pb)
Timbal sering dijumpai bersama didalam satu endapan dan kadang-kadang
bersenyawa dengan belerang, perak, kwarsa dan kapur. Penghasil utama
timah hitam adalah Mexico, USA dan Birma.
 Sifat-sifat dan Penggunaannya: (Penjelasan di lampiran materi)

(4) Seng ( Zn )
Bijih-bijih seng didapatnya tidak pernah dalam keadaan bebas, melainkan
selalu bersenyawa dengan belerang. Bijih-bijih seng umumnya diketemukan di
Amerika, Australia, Bergia, Inggris dan di Jerman.
 Sifat-sifat dan Penggunaannya: (Penjelasan di lampiran materi)

(5) Nikel ( Ni )
Bijih nikel diketemukan di Rusia, Kanada, Amerika, Finlandia, Norwegia dan
Indonesia (Sulawesi tenggara/Soroako dan Pomalaa).
 Sifat-sifat dan Penggunaannya :(Penjelasan di lampiran materi)

b) Logam Ringan
(1) Aluminium ( Al )
Logam aluminium hampir ditemukan diseluruh dunia dalam keadaan masih
bersenyawa dengan unsur-unsur lain. Bijih aluminium didapat pada bahan bijih
tambang bauksit yang diketemukan di Amerika Serikat, Italia, Indonesia,
Perancis dan Rusia.
Meskipun aluminium sangat reaktif terhadap oksigen (mudah sekali
mengoksidasi), namun dalam kenyataannya mempunyai : (Penjelasan di
lampiran materi)

(2) Magnesium ( Mg )
Magnesium didapat masih dalam bentuk persenyawaan. Bijih-bijih yang
menghasilkan magnesium adalah dolomit, magnesit, epsomit, bruci dan
mineral-mineral sekunder dan biasanya bergabung dengan batuan sedimen.

Program Keahlian Ganda Angkatan 2_Tahun 2017


167
Modul ON_Kompetensi keahlian TEKNIK PEMESINAN
Sifat-sifat dan penggunaannya: (Penjelasan di lampiran materi)

c) Logam Mulia
(1) Perak (Ag)
Pada umumnya masih bersenyawa dengan sulfida-sulfida timbal, tembaga,
arsen, kobalt dan nikel dan mineral-mineral logam non ferro. Terdapat di negara
Amerika serikat, Mexico, Bolvia dan Jerman.
Sifat-sifat dan Penggunaannya: (Penjelasan di lampiran materi)

(2) Platina ( Pt )
Di alam sebenarnya unsur platina tidak berdiri sendiri, tetapi bergabung dengan
unsur-unsur lain seperti osmium, iridium, palladium, rhodium. Sedangkan
beberapa bijih kadang-kadang juga mengandung besi, tembaga, timah hitam
dan zirconium. Bijih-bijih ini diketemukan dipegunungan Ural, Kolombia,
Brazilia dan Indonesia (Kalimantan).
Sifat-sifat dan Penggunaannya: (Penjelasan di lampiran materi)

(3) Emas ( Au )
Hampir semua bijih emas mengandung perak. Logam emas ini banyak
diketemukan di Kanada, Australia , Amerika Utara, Rusia dan juga di Indonesia.
Sifat-sifat dan Penggunaannya:
(a) Berat jenisnya 19,2; berwarna kilau kuning.
(b) Dapat larut dalam air raksa, asam sendawa dan asam garam.
(c) Logam paling mudah ditempa dan mahal harganya.
(d) Penggunaannya : (Penjelasan di lampiran materi)

Bahan Bacaan 4 : Perlakuan Panas (Heat Treatment)


Proses perlakuan panas adalah suatu proses mengubah sifat logam dengan cara
mengubah struktur mikro melalui proses pemanasan dan pengaturan kecepatan
pendinginan dengan atau tanpa merubah komposisi kimia logam yang
bersangkutan. Tujuan proses perlakuan panas untuk menghasilkan sifat-sifat

Program Keahlian Ganda Angkatan 2_Tahun 2017


168
Modul ON_Kompetensi keahlian TEKNIK PEMESINAN
logam yang diinginkan. Perubahan sifat logam akibat proses perlakuan panas
dapat mencakup keseluruhan bagian dari logam atau sebagian dari logam.
Adanya sifat alotropik dari besi menyebabkan timbulnya variasi struktur mikro
dari berbagai jenis logam. Alotropik itu sendiri adalah merupakan transformasi
dari satu bentuk susunan atom (sel satuan) ke bentuk susunan atom yang lain.
Pada temperatur dibawah 7320C sel satuannya Body Center Cubic (BCC),
temperatur antara 732 oC sampai 1392oC sel satuannya Face Center
Cubic (FCC) sedangkan temperatur diatas 1392 o
C sel satuannya kembali
menjadi BCC.
Proses perlakuan panas ada dua kategori, yaitu :
 Softening (pelunakan): adalah usaha untuk menurunkan sifat mekanik agar
menjadi lunak dengan cara mendinginkan material yang sudah dipanaskan
didalam tungku (annealing) atau mendinginkan dalam udara terbuka
(normalizing).
 Hardening (pengerasan): adalah usaha untuk meningkatkan sifat material
terutama kekerasan dengan cara selup cepat (quenching) material yang
sudah dipanaskan ke dalam suatu media quenching berupa air, air garam,
maupun oli.
1). Hardening
Untuk memenuhi tuntutan fungsi seperti harus keras, tahan gesekan atau
beban kerja yang berat, maka baja harus dikeraskan melalui proses
pengerasan.
Prinsip dari hardening adalah memanaskan baja sampai titik temperatur
austenit kemudian didinginkan secara mendadak / quenching dengan
kecepatan pendinginan di atas kecepatan pendinginan kritis agar terjadi
pembentukan martensit dan diperoleh kekerasan yang tinggi.
Besarnya temperatur pemanasan austenit tergantung dari jenis baja, dan
biasanya tiap-tiap produsen sudah mengeluarkan diagram temperaturnya
masing-masing.
Untuk mencapai temperatur austenit ± 900 ºC harus dilakukan pemanasan
bertahap,

Program Keahlian Ganda Angkatan 2_Tahun 2017


169
Modul ON_Kompetensi keahlian TEKNIK PEMESINAN
Gambar 62 Diagram yang menunjukkan temperatur hardening

Misalnya untuk Special K (Bohler)


Temperatur hardening 950-980 ºC untuk mencapai kekerasan 63-65 RC
Media quenching oli atau udara. Untuk mencapai temperatur 950 ºC harus
dipanaskan bertahap yaitu :
 Temperatur 450 ditahan selama 10 menit / 10 mm tebal material
 Lalu dipanaskan lagi ke 750 ºC selama 10 menit / 10 mm tebal material
 Lalu dipanaskan kembali sampai temperatur 950-980 ºC
 Di tahan sebentar lalu di keluarkan dan di celupkan kedalam oli
quenching sambil digoyang goyang supaya gelembung asap cepat
terlepas dari permukaan baja sehingga pendinginannya dapat merata .
 Jika bentuk dari material yang dikeraskan berpenampang kompleks atau
benda tersebut berpenampang tipis, temperatur pengerasan harus
memakai atas bawah, sedangkan juka material besar dan tebal atau
berbentuk sederhana memakai temperatur pengerasan batas atas.

Media dari quenching ada bermacam-macam menurut jenis baja yang


dikeraskan :
a). Air
Biasanya air ini diberi garam dapur sebanyak 10% atau bahan kimia
lainnya seperti osmanil untuk mencegah terjadinya gelembung asap yang
berlebihan yang dapat mengakibatkan terjadinya flek hitam pada
permukaan material yang dikeraskan. Air sebagai media quenching harus
bertemperatur antara 10 - 40 ºC.

Program Keahlian Ganda Angkatan 2_Tahun 2017


170
Modul ON_Kompetensi keahlian TEKNIK PEMESINAN
b). Oli
c). Larutan garam
d). Udara.
e). Di dalam dapur listrik

Di bawah ini ada beberapa penyebab kegagalan proses hardening :


a). Temperatur pengerasan terlalu rendah sehingga temperatur belum
mencapai pada temperatur austenit sehingga kekerasan tidak tercapai
seperti yang diharapkan.
b). Pemanasan terlalu cepat sehingga temperatur inti dari benda kerja belum
sama dengan temperatur kulit luar pada baja.
c). Tidak adanya proses pemanasan bertahap dan tidak adanya waktu
penahanan pada proses pemanasan sehingga pada waktu di quenching
benda kerja akan mengalami retak.
d). Timbulnya nyala api yang mengakibatkan terlepasnya karbon pada
permukaan benda kerja, sehingga permukaan benda kerja kurang keras.
e). Kesalahan pemilihan media quenching, misalnya baja keras di quenching
dengan air.

2). Tempering
Setelah proses hardening biasanya baja akan sangat keras dan bersifat
rapuh, untuk itu perlu proses lanjutan yaitu proses tempering.
Tempering ini bertujuan untuk :
 Mengurangi kekerasan
 Mengurangi tegangan dalam
 Memperbaiki susunan struktur Baja
Prinsip dari tempering adalah baja dikeraskan sampai temperatur dibawah
A1(diagram FeC) ditahan selama 1 jam/ 25 mm tebal baja, lalu didinginkan di
udara dan pada temperatur 300-400 ºC dapat di quenching dengan media oli
atau dapat juga didinginkan di udara.
Secara kimia selama tempering yang terjadi adalah atom C yang setelah
proses hardening terperangkap pada jaringan besi Alfa dan pada proses

Program Keahlian Ganda Angkatan 2_Tahun 2017


171
Modul ON_Kompetensi keahlian TEKNIK PEMESINAN
pemanasan tempering atom C mendapat kesempatan untuk melakukan
diffuse yaitu pemerataan kadar C tanpa adanya halangan dan kembali
menjadi Zementit.
Proses ini berlangsung terus sehingga diperoleh struktur ferrite yang
bercampur dengan zementit, dan diperoleh struktur yang ulet.

3). Soft annealing


Proses soft annealing bertujuan untuk melunakkan besi atau baja sehingga
dapat dengan mudah dilakukan proses permesinan dan dapat dengan mudah
dilakukan pengerasan lagi dengan resiko keretakan yang kecil.
Proses soft annealing ini dapat dilakukan dengan 2 cara :
 Benda kerja dipanaskan secara merata sampai temperatur titik ubah A1 (
diatas 721 ºC ) ditahan sebentar supaya temperatur pada inti benda kerja
sama dengan temperatur pada permukaan benda kerja, lalu didinginkan
di oven agar pendinginan dapat berlangsung secara teratur.
 Benda kerja dipanaskan dibawah titik ubah atau hampir menyentuh titik
ubah lalu ditahan dengan waktu yang lama 2 sampai 20 jam, baru
didinginkan secara teratur. Tidak seperti cara pertama, pada cara kedua
ini kecepatan pendinginan disini tidak mempunyai pengaruh apapun.

4). Normalizing
Proses normalizing bertujuan untuk memperbaiki dan menghilangkan struktur
butiran kasar dan ketidak seragaman struktur dalam baja menjadi berstrukrur
yang normal kembali yang otomatis mengembalikan keuletan baja lagi.
Struktur butiran kasar terbentuk karena waktu pemanasan dengan temperatur
tinggi atau di daerah austenit yang menyebabkan baja berstruktur butiran
kasar.
Sedangkan penyebab dari ketidak seragaman struktur karena :
 pengerjaan rol atau tempa
 pengerjaan las atau potong las
 temperatur pengerasan yang terlalu tinggi
 menahan terlalu lama di daerah austenit

Program Keahlian Ganda Angkatan 2_Tahun 2017


172
Modul ON_Kompetensi keahlian TEKNIK PEMESINAN
 Pengepresan, penglubangan dengan punch, penarikan
Pada proses normalizing ini baja di panaskan secara pelan-pelan sampai
temperatur 20 ºC sampai 30 ºC diatas temperatur pengerasan, ditahan
sebentar lalu didinginkan dengan perlahan dan kontinu.
Proses normalizing ini dilakukan juga sebelum kita melakukan proses Soft
annealing

Gambar 63 Diagram proses normalizing

5). Carburizing (Pengerasan Permukaan dengan karbon)


Pengerasan permukaan biasanya dibutuhkan untuk as/poros yang
mengalami beban kerja berat, karena biasanya membutuhkan kekerasan di
permukaan tetapi didalamnya/inti bajanya masih tetap ulet.
Untuk mencapai kondisi diatas maka baja yang digunakan adalah jenis baja
carbon rendah atau kadar C max 0.2 % sehingga jika dikeraskan bagian inti
tidak menjadi keras dan permukaan yang dikehendaki keras harus melalui
proses diffusi dengan karbon/pengkarbonan untuk menghasilkan kekerasan
yang diinginkan.
Prinsip dari carburizing ini adalah mendiffusikan permukaan benda kerja
dengan karbon sehingga permukaan memiliki kadar karbon sebesar 0.9%
pada temperatur 850 – 950 ºC kemudian baru didinginkan.

Cara carburizing ini ada berbagai macam:


a). Pack Carburizing ( Pengkarbonan dengan media padat )
Cara ini sudah dikenal sejak dahulu dan dianggap cara yang paling praktis.
Benda kerja dimasukkan ke dalam kotak yang tahan panas dan didalamnya

Program Keahlian Ganda Angkatan 2_Tahun 2017


173
Modul ON_Kompetensi keahlian TEKNIK PEMESINAN
diberi arang bakar atau kokas berdiameter ± 3 mm yang mengelilingi benda
kerja dengan tebal lapisan minimal 3 Cm dan ditambahkan barium karbonat
atau sodium karbonat sebagai katalisator lalu ditutup rapat agar carbon tidak
keluar sia-sia . Lalu dipanaskan sampai 900 ºC dengan waktu tahan sesuai
dengan ketebalan kekerasan yang dikehendaki, untuk 1 jam lama penahanan
menghasilakan lapisan keras setebal 0.1 mm. Jika ketebalan lapisan keras
sudah tercapai baru dikeluarkan dan dibiarkan dingin di udara
Cara ini juga memiliki kelemahan :
 Terdapat banyak debu arang
 Waktu pemanasan tergolong lama sampai ke inti benda kerja karena
terlapisi oleh kotak dan media carbon.
 Kadang proses pengkarbonan berlangsung tidak merata terutama pada
kotak yang besar.

b). Cyaniding ( pengkarbonan dengan media cair )


Pada proses ini pembawa carbon berasal dari cairan garam yaitu Natrium
cyanid (Na CN) yang dimasukkan kedalam bak panas. Karena pemindahan
panas dari cairan ke benda kerja sangat tinggi maka pemanasan berlangsung
sangat cepat. Pengkarbonan dalam bak garam ini menghasilkan kedalaman
sampai 0.5 mm.
Rumusan temperatur : Pengkarbonan pada temperatur 850 ºC menghasilkan
ketebalan carbon 0.1 mm untuk pencelupan selama 20 menit.

D. Aktivitas Pembelajaran
Aktivitas Pengantar
Mengidentifikasi Isi Materi Pembelajaran (Diskusi Kelompok)
Sebelum melakukan kegiatan pembelajaran, berdiskusilah dengan sesama
peserta diklat di kelompok Saudara untuk mengidentifikasi hal-hal berikut:
1. Apa saja hal-hal yang harus dipersiapkan oleh saudara sebelum
mempelajari materi pembelajaran Pengetahuan Bahan Teknik ? Sebutkan!
2. Bagaimana saudara mempelajari materi pembelajaran ini? Jelaskan!
3. Ada berapa topik yang ada di dalam Materi pembelajaran ini? Sebutkan!

Program Keahlian Ganda Angkatan 2_Tahun 2017


174
Modul ON_Kompetensi keahlian TEKNIK PEMESINAN
4. Apa topik yang akan saudara pelajari di materi pembelajaran ini? Sebutkan!
5. Apa kompetensi yang seharusnya dicapai oleh saudara sebagai guru
kejuruan dalam mempelajari materi pembelajaran ini? Jelaskan!
6. Apa bukti yang harus diunjukkerjakan oleh saudara sebagai guru kejuruan
bahwa saudara telah mencapai kompetensi yang ditargetkan? Jelaskan!
Jawablah pertanyaan-pertanyaan di atas dengan menggunakan LK-00. Jika
Saudara bisa menjawab pertanyan-pertanyaan di atas dengan baik, maka
Saudara bisa melanjutkan pembelajaran.

Aktivitas 1 : Macam – Macam Bahan Teknik


Setelah Saudara mencermati materi macam-macam bahan teknik diskusikan
dalam kelompok Anda. Untuk kegiatan ini Saudara harus menjawab pertanyaan-
pertanyaan berikut :
1. Klasifikasikan penggolongan logam, berikan contoh dari setiap klasifikasi
logam ?
2. Jelaskan apa yang dimaksud logam ferro dan logam non ferro ?
3. Jelaskan pengaruh unsur-unsur paduan terhadap sifat baja paduan ?
Saudara dapat menuliskan jawaban dengan menggunakan LK-01.

Aktivitas 2 : Proses Pembuatan Bahan Teknik


Setelah Saudara mencermati materi Macam-Macam Bahan Teknik pada
aktivitas 1, maka pada aktivitas 2 ini Saudara akan mendiskusikan tentang
Proses Pembuatan Bahan Teknik. Untuk kegiatan ini Saudara harus menjawab
pertanyaan-pertanyaan berikut :
1. Jelaskan perbedaan proses pengolahan Baja Dapur Baja Oksigen (Proses
Bessemer), Dapur Baja Terbuka (Siemens Martin) dan dapur baja listrik ?
Saudara dapat menuliskan jawaban dengan menggunakan LK-02

Aktivitas 3 : Logam ferro


Setelah Saudara mencermati materi logam ferro diskusikan dalam kelompok
Anda. Untuk kegiatan ini Saudara harus menjawab pertanyaan-pertanyaan
berikut :

Program Keahlian Ganda Angkatan 2_Tahun 2017


175
Modul ON_Kompetensi keahlian TEKNIK PEMESINAN
1. Klasifikasikan penggolongan baja karbon dan penggunaannya ?
2. Klasifikasikan penggolongan besi tuang ?
3. Klasifikasikan penggolongan baja paduan dan penggunaannya ?
Saudara dapat menuliskan jawaban dengan menggunakan LK-02.

Aktivitas 4 : Logam Non ferro


Setelah Saudara mencermati materi logam Non ferro diskusikan dalam
kelompok Anda. Untuk kegiatan ini Saudara harus menjawab pertanyaan-
pertanyaan berikut :
1. Klasifikasikan penggolongan logam berat dan penggunaannya ?
2. Klasifikasikan penggolongan logam ringan dan penggunaannya ?
3. Klasifikasikan penggolongan logam mulia dan penggunaannya ?
Saudara dapat menuliskan jawaban dengan menggunakan LK-03.

Aktivitas 5 : Perlakuan Panas (Heat Treatment)


Setelah Saudara mencermati materi Perlakuan Panas diskusikan dalam
kelompok Anda. Untuk kegiatan ini Saudara harus menjawab pertanyaan-
pertanyaan berikut :
1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan hardening pada proses perlakuan
panas ?
2. Jelaskan apa yang dimaksud dengan tempering pada proses perlakuan
panas?
3. Jelaskan apa yang dimaksud normalizing pada proses perlakuan panas ?
4. Jelaskan apa perbedaan dari pack carburizing dan cyaniding pada proses
perlakuan panas ?
Saudara dapat menuliskan jawaban dengan menggunakan LK-04

E. Latihan
1. Bahan teknik dapat digolongkan dalam kelompok logam dan bukan logam, dari
semua golongan logam, alumunium termasuk ke dalam golongan …..
A. Logam berat
B. Logam ringan

Program Keahlian Ganda Angkatan 2_Tahun 2017


176
Modul ON_Kompetensi keahlian TEKNIK PEMESINAN
C. Logam mulia
D. Logam refraktori

2. Pengaruh unsur paduan yang berperan dalam menambah kekuatan tarik dan
keplastisan, menambah mampu keras, meningkatkan ketahanan terhadap korosi
dan tahan suhu tinggi, adalah unsur paduan………..
A. Wolfram
B. Karbon
C. Mangan
D. Khrom
3. Oksigen digunakan pada dapur pembuatan baja oksigen adalah untuk….
A. membersihkan dapur
B. meningkatkan laju produksi
C. menghilangkan bahan-bahan yang tidak diperlukan
D. menggunakan panas lebih sedikit
4. Dapur yang digunakan untuk menghasilkan besi kasar adalah….
A. dapur baja listrik
B. dapur oksigen
C. dapur tinggi
D. dapur baja terbuka
5. Kokas digunakan dalam pembuatan baja untuk….
A. membuang gas dan dapur
B. melelehkan besi dan bijih
C. menambahkan karbon ke bijih besi
D. berfungsi sebagai bahan oksidasi
6. Dapur baja listrik (electric arc furnace) digunakan untuk menghasilkan….
A. baja berkualitas tinggi
B. besituang
C. besi kasar
D. baja karbon rendah
7. Dapur baja terbuka dalam pembuatan baja diisi dengan….
A. bijih besi, kokas, dan batu kapur

Program Keahlian Ganda Angkatan 2_Tahun 2017


177
Modul ON_Kompetensi keahlian TEKNIK PEMESINAN
B. besi bekas dan besi kasar
C. 100%besi bekas
D. besi tuang bekas dan besi kasar
8. Baja karbon sedang mengandung karbon dengan persentasi yang lebih tinggi
dibandingkan dengan baja karbon rendah, karenanya baja karbon sedang….
A. dapat dilas dengan mudah tanpa perlakuan khusus
B. cocok untuk karya ornamen baja
C. lebih berat
D. lebih sukar dilas
9. Diagram yang digunakan untuk menentukan perubahan struktur logam selama
pemanasan dan pendinginan yang cepat disebut….
A. diagram temperatur
B. diagram pendinginan
C. diagram phasa baja karbon
D. diagram structural
10. Jika baja karbon sedang dipanaskan hingga di atas temperatur kritis rendah dan
didinginkan dengan cepat, baja tersebut akan….
A. menjadi Iebih keras
B. berubah massanya
C. menjadi Iebih mudah dibengkokkan
D. berubah kandungan karbonnya
A. baja karbon rendah
11. Besi tuang kelabu lebih banyak digunakan dalam fabrikasi logam. Yang tidak
termasuk alasan penggunaannya tersebut adalah….
A. besi tuang kelabu lebih lunak
B. besi tuang kelabu mudah dicetak
C. besi tuang kelabu lebih tahan terhadap korosi
D. besi tuang kelabu lebih mudah dilas.
12. Untuk mendapatkan sifat tahan karat pada suatu baja, maka saat proses
produksi ditambahkan unsur….
A. chromium sebanyak 11%
B. chromium minimum 11%

Program Keahlian Ganda Angkatan 2_Tahun 2017


178
Modul ON_Kompetensi keahlian TEKNIK PEMESINAN
C. nikel sebanyak 11%
D. nikel maksimum 8%
13. Memanaskan baja sampai titik temperatur austenit kemudian didinginkan secara
mendadak / quenching dengan kecepatan pindinginan diatas kecepatan
pendinginan kritis agar terjadi pembentukan martensit dan diperoleh kekerasan
yang tinggi disebut …
A. carburizing
B. soft annealing
C. hardening
D. tempering
14. Tujuan dilakukan proses tempering pada suatu bahan adalah....
A. Mengurangi tegangan dalam
B. Mengurangi kekerasan
C. Menambah kegetasan
D. Memperbaiki susunan struktur Baja
15. Proses Carburizing (Pengarbonan dengan menggunakan media cair) disebut
………..
A. Cyaniding
B. Pack Carburizing
C. Water Carburizing
D. Soft Annealing

Program Keahlian Ganda Angkatan 2_Tahun 2017


179
Modul ON_Kompetensi keahlian TEKNIK PEMESINAN
LEMBAR KERJA KB- 4
LK – 00

1. Apa saja hal-hal yang harus dipersiapkan oleh saudara sebelum mempelajari
materi pembelajaran Pengetahuan Bahan Teknik ? Sebutkan!
...................................................................................................................................
...................................................................................................................................

2. Bagaimana saudara mempelajari materi pembelajaran ini? Jelaskan!


...................................................................................................................................
...................................................................................................................................

3. Ada berapa topik yang ada di dalam Materi pembelajaran ini? Sebutkan!
...................................................................................................................................
...................................................................................................................................
Apa topik yang akan saudara pelajari di materi pembelajaran ini? Sebutkan!
...................................................................................................................................
...................................................................................................................................

4. Apa kompetensi yang seharusnya dicapai oleh saudara sebagai guru kejuruan
dalam mempelajari materi pembelajaran ini? Jelaskan!
...................................................................................................................................
...................................................................................................................................

5. Apa bukti yang harus diunjukkerjakan oleh saudara sebagai guru kejuruan bahwa
saudara telah mencapai kompetensi yang ditargetkan? Jelaskan!
...................................................................................................................................
...................................................................................................................................

Program Keahlian Ganda Angkatan 2_Tahun 2017


180
Modul ON_Kompetensi keahlian TEKNIK PEMESINAN
LK – 01

1. Klasifikasikan penggolongan logam, berikan contohnya dengan mengisi format


berikut ini !

No. Klasifikasi Penjelasan Contoh


Penggolongan Logam
1
2

dst

2. Jelaskan apa yang dimaksud logam ferro dan logam non ferro, berikan contoh
nya ?
3. Jelaskan pengaruh unsur-unsur paduan terhadap sifat baja paduan ? dengan
mengisi format berikut ini !

No. UNSUR PADUAN PENGARUH


1
2

dst

Program Keahlian Ganda Angkatan 2_Tahun 2017


181
Modul ON_Kompetensi keahlian TEKNIK PEMESINAN
LK – 02

Setelah membaca materi pengolahan besi dan baja, jawablah pertanyaan berikut
ini :
1. Jelaskan perbedaan proses pengolahan Baja Dapur Baja Oksigen (Proses
Bessemer), Dapur Baja Terbuka (Siemens Martin) dan dapur baja listrik ?
………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………

LK – 03

Setelah membaca bahan bacaan Kegiatan Logam ferro. Jawablah pertanyaan-


pertanyaan berikut ini, dengan mengisi format berikut ini

No. Baja Karbon Penggunaannya


1
2

dst

No. Besi Tuang Penggunaannya


1
2

dst

No. Baja Paduan Penggunaannya


1
2

dst

LK – 04

Program Keahlian Ganda Angkatan 2_Tahun 2017


182
Modul ON_Kompetensi keahlian TEKNIK PEMESINAN
Setelah membaca bahan bacaan Kegiatan Logam Non ferro. Jawablah pertanyaan-
pertanyaan berikut ini, dengan mengisi format berikut ini

No. Logam Berat Penggunaannya


1
2

dst

No. Logam Ringan Penggunaannya


1
2

dst

No. Logam Mulia Penggunaannya


1
2

dst

LK 05

Program Keahlian Ganda Angkatan 2_Tahun 2017


183
Modul ON_Kompetensi keahlian TEKNIK PEMESINAN
Setelah membaca bahan bacaan Kegiatan Perlakuan Panas. Jawablah pertanyaan-
pertanyaan berikut ini ?
1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan hardening pada proses perlakuan panas ?
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………J
elaskan apa yang dimaksud dengan tempering pada proses perlakuan panas?
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………

2. Jelaskan apa yang dimaksud normalizing pada proses perlakuan panas ?


…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………

3. Jelaskan apa perbedaan dari pack carburizing dan cyaniding pada proses
perlakuan panas ?
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………

Program Keahlian Ganda Angkatan 2_Tahun 2017


184
Modul ON_Kompetensi keahlian TEKNIK PEMESINAN
.

PENUTUP

Upaya menyiapkan tenaga guru sekolah menengah kejuruan untuk memenuhi


kebutuhan akan tenaga profesional, dalam kenyataannya sekarang ini sangat
dipengaruhi oleh perkembangan dunia kerja yang dihadapkan pada persaingan yang
sangat ketat baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Karena setiap pengusaha
akan bersaing dalam kualitas produksinya yang dilaksanakan sehingga
menghasilkan barang berdasarkan kebutuhan pasar dengan harga yang bersaing.

Dalam hal ini maka untuk menjawab tantangan tersebut setiap lulusan SMK yang
akan terlibat di dalam proses produksi harus mampu dan mempunyai kompetensi
yang dikuasai, diakui, sedangkan untuk memperoleh kompetensi tersebut harus
melalui pendidikan dan pelatihan di institusi/sekolah kejuruan yang memiliki guru dan
pelatih yang kompeten dan profesional.

Salah satu perangkat pembelajaran diklat kompetensi guru adalah melalui program
PKB dengan menyediakan sumber belajar yang aktual berupa modul/ bahan ajar.
Diharapkan dengan mempelajari modul ini peserta diklat akan dibekali dengan
pengetahuan dan keterampilan yang cukup yang harus dikuasai untuk melaksankan
tugasnya lebih profesional lagi.

Modul ini dimaksudkan untuk membantu sekaligus memandu para peserta diklat
dalam pembelajaran berbasis aktivitas untuk mencapai kompetensi salah satu paket
keahlian bidang Teknik Pemeliharaan Mekanik Industri untuk tingkat 2 atau yang
berhubungan dengan pekerjaan-pekerjaan tersebut diatas, semoga buku modul ini
bermanfaat bagi yang memerlukannya.

Program Keahlian Ganda Angkatan 2_Tahun 2017


185
Modul ON_Kompetensi keahlian TEKNIK PEMESINAN
DAFTAR PUSTAKA

1. Arif Darmali . Ir . 1977. Ilmu Gaya .Jakarta ; depdikbud RI.


2. Australian Nasional Training Authority, (1997), Material Science, Australian
Training Products.
3. Bambang Priambodo, Ir, 1979, “Teknologi Mekanik” , Jakarta , Erlangga.
4. Beumer, B.J.M Ing, (1994), Ilmu Bahan Logam, Bhatara Jakarta.
5. Cengel, Y.A., 2005.Thermodynamics An Engineering Approach. Edisi 5.McGraw
Hill.New York.
6. Departement of Education and TrainingTAFE – NSW, (1998), Welding Metallurgy,
Manufacturing and Engineering Education Services DevisionSouthern Sydney
Institute NSW
7. Heat Transfer and Fluid Flow, U.S. Departement of Energy, Washington D.C
8. Kenyon, w. (1985). Dasar-dasar Pengelasan. Jakarta: Penerbit Erlangga
9. Khurmi RS , JK Gupta . 1978 . Theory of Machine . New Delhi : S.Chan.
10. Krar Oswald st. Amand. Machine tool operations. International Student Edition
11. Soemadi . Drs , Nazwir .Drs . 1979 . Ilmu Mekanika Teknik . Jakarta ; Depdikbud
RI.
12. Spotts. 1959. Design of Machine Elements. Tokyo ; Maruzen.
13. Sugiharto Hartono N . Ir , Sudalih. Drs , Suarpraja Teja .Ir . 1978 . Ilmu Mekanika
Teknik . Jakarta ; Depdikbud RI.
14. Tata Surdia Ir.,(1995), Pengetahuan Bahan Teknik, PT. Pradnya Paramita.
Bandung
15. Tata Surdia Ir. M.S.Met.E Kenji Chijiiwa Dr. Prof. 1975. Teknik Pengecoran Logam,
Jakarta, Pradnya Paramita.
16. Wahyudin K Ir. Wahyu Hidayat Drs 1979, Pengetahuan logam,Jakarta Depdikbud
17. Wiryosumarto, Harsono, (1981), Teknologi Pengelasan Logam, PT. Padnya
Paramita. Bandung

Program Keahlian Ganda Angkatan 2_Tahun 2017


186
Modul ON_Kompetensi keahlian TEKNIK PEMESINAN
GLOSARIUM

Adhesive Wear : jenis keausan yang disebabkan oleh terikat atau melekat
(adhesive) atau berpindahnya partikel dari suatu
permukaan material yang lemah ke material yang lebih
keras serta deformasi plastis dan pada akhirnya terjadi
pelepasan / pengoyakan salah satu material
Belt : alat yang digunakan untuk menghubungkan dua buah
pully yang dipasang pada dua buah poros yang sejajar
Bevel gear : Roda gigi yang digunakan untuk memindahkan tenaga
dalam bentuk putaran secara tegak lurus (pada sudut 90
derajat).
Cast Iron : Besi tuang
Creep Resistant Jenis baja paduan yang tahan terhadap pemuaian yakni
dengan penambahan unsur molebdenum ke dalam
paduan baja
Erosion Wear : Proses erosi disebabkan oleh gas dan cairan yang
membawa partikel padatan yang membentur permukaan
material
Heat Treatment : suatu proses mengubah sifat logam dengan cara
process mengubah struktur mikro melalui proses pemanasan dan
pengaturan kecepatan pendinginan dengan atau tanpa
merubah komposisi kimia logam yang bersangkutan

Paking and seal : perapat untuk mencegah terjadinya kebocoran.


Permanent joint : sambungan yang bersifat tetap, sehingga tidak dapat
dilepas selamanya, kecuali dengan merusaknya terlebih
dahulu.
Roller bearing : Bantalan yang digunakan pada beban yang lebih besar
dan tahan terhadap kejutan. Bantalan jenis ini banyak
digunakan pada poros engkol sepeda motor.
Semi permanent joint : sambungan yang bersifat sementara, sehingga masih

Program Keahlian Ganda Angkatan 2_Tahun 2017


187
Modul ON_Kompetensi keahlian TEKNIK PEMESINAN
dapat dibongkar- pasang selagi masih dalam kondisi
normal
Surface Fatigue : Keausan lelah / fatik pada permukaan pada hakikatnya
Wear bisa terjadi baik secara abrasif atau adhesif
Tribo Chemical Wear : Keausan kimiawi merupakan kombinasi antara proses
mekanis dan proses termal yang terjadi pada permukaan
benda serta lingkungan sekitarnya

Program Keahlian Ganda Angkatan 2_Tahun 2017


188
Modul ON_Kompetensi keahlian TEKNIK PEMESINAN
 Sebagian besar emas dipergunakan dalam bidang moneter dan untuk
perhiasan-perhiasan, uang logam, bahkan menjadi jaminan standard
nilai uang.
 Dalam jumlah kecil adalah untuk menyepuh, membuat huruf emas,
photografi, kedokteran gigi dan perkakas-perkakas laboratorium , dll.

Program Keahlian Ganda Angkatan 2_Tahun 2017


189
Modul ON_Kompetensi keahlian TEKNIK PEMESINAN
Program Keahlian Ganda Angkatan 2_Tahun 2017
190
Modul ON_Kompetensi keahlian TEKNIK PEMESINAN