Anda di halaman 1dari 6

LAPORAN PRAKTIKUM II (KELOMPOK I)

Pemeriksaan Golongan Darah ABO & Rhesus Metode Tube

Hari / Tanggal : Sabtu, 22 Juli 2017


Prinsip : Reaksi antara antigen – antibodi berdasarkan aglutinasi.
Antibodi yang melekat pada antigen – antigen beberapa sel darah
merah, sampai menimbulkan suatu anyaman yang dapat menjerat
sel – sel menjadi mengelompok.
Tujuan : Menentukan Antigen A,B di dalam eritrosit.
Menentukan Antibodi α,β di dalam serum/plasma.
Dasar Teori :
Golongan darah merupakan pengklasifikasian darah dari suatu individu berdasarkan
ada atau tidaknya zat antigen warisan yang terdapat pada permukaan membran sel
darah merah. Hal ini disebabkan karena adanya perbedaan jenis karbohidrat dan
protein pada permukaan membran sel darah merah tersebut. Antigen tersebut dapat
berupa karbohidrat, protein, glikoprotein, atau glikolipid.
Dua jenis penggolongan darah yang paling penting adalah penggolongan ABO dan
Rhesus (faktor Rh). Golongan darah secara umum terbagi menjadi empat golongan
darah yaitu A,B,O dan AB. Dalam darah terdapat antigen dan antibodi dimana
antigen berada pada sel–sel darah merah dan antibodi berada dalam serum. Sel –
sel yang hanya memiliki antigen A dan mempunyai anti-B didalam serum disebut
golongan A. Sedangkan sel - sel yang hanya memiliki antigen B dan mempunyai
anti-A dalam serum disebut golongan B. Sel – sel yang memiliki antigen A dan
antigen B dan tidak mempunyai anti-A dan anti-B dalam serum disebut golongan AB.
Sel-sel yang tidak memiliki antigen A dan antigen B, mempunyai anti-A dan anti-B
dalam serum disebut golongan O Eritrosit terdapat sejumlah besar antigen genetik
tertentu. Hal ini khusus hanya dapat diperlihatkan dengan pertolongan badan anti
(zat – zat anti).
Antigen yang terdapat dalam eritrosit disebut sebagai Aglutinogen A,B , sedangkan
zat anti yang terdapat pada serum atau plasma disebut Aglutinin α,β.
Golongan Antigen dalam eritrosit Zat Anti dalam plasma
A Antigen A Anti-B
B Antigen B Anti-A
AB Antigen A dan B -
O - Anti-A dan Anti-B
Cara kerja
Alat dan bahan 1. Darah vena (Suspensi Eritrosit X dan Serum Y)
2. Suspensi Eritrosit A, Eritrosit B, dan Eritrosit O
3. Tabung serologi
4. Anti-A, Anti-B, Anti-AB, Anti-D, Bovine albumin
22%
5. Sentrifuge
6. Kaca Objek
7. Mikroskop
8. Pipet tetes
9. Rak tabung
Cara kerja golongan darah: 1. Disiapkan 7(tujuh) buah tabung serologi.
2. Dibuat suspensi Eritrosit 10% dari sampel darah
yang diperiksa (Suspensi Eritrosit X4) dan
dipisahkan bagian plasma (plasma Y4)
3. Diteteskan masing-masing 1(satu) tetes sebagai
berikut :
a. Tabung 1 : Anti-A + Suspensi Eri X4
b. Tabung 2 : Anti-B + Suspensi Eri X4
c. Tabung 3 : Anti-AB + Suspensi Eri X4
d. Tabung 4 : Suspensi Eri X4 + Plasma Y4
e. Tabung 5 : Suspensi Eri X4 + Plasma Y4
f. Tabung 6 : Suspensi Eri X4 + Plasma Y4
(kontrol)
g. Tabung 7 : Suspensi Eri X4 + Plasma Y4
(auto kontrol)
4. Kemudian ke tujuh tabung tersebut dikocok dan
dibiarkan 5 menit pada suhu kamar.
5. Disentrifuge dengan kecepatan 1000rpm selama
1 menit.
6. Digoyangkan tabung dengan hati-hati dan
diperhatikan adanya aglutinasi atau tidak dengan
mikroskop (perbesaran objektif 10X)

Cara kerja rhesus : 1. Disiapkan 2(dua) buah tabung serologi.


2. Dibuat suspensi Eritrosit 10% dari sampel darah
yang diperiksa (Suspensi Eritrosit X4) dan
dipisahkan bagian plasma.
3. Diteteskan masing-masing 1 tetes eri X4 pada
kedua tabung. Kemudian diteteskan masing-
masing 1 tetes Anti-D pada tabung 1 dan Bovine
albumin 22% pada tabung 2.
4. Kemudian ke dua tabung tersebut dikocok dan
dibiarkan 5 menit pada waterbath 370C
5. Disentrifuge dengan kecepatan 1000rpm selama
1 menit.
6. Digoyangkan tabung dengan hati-hati dan
diperhatikan adanya aglutinasi atau tidak dengan
mikroskop (perbesaran objektif 10X)
Hasil Pengamatan
Setelah dilakukan praktikum sesuai dengan cara kerja yang telah diuraikan diatas,
didapat hasil sebagai berikut :

Golongan darah metode tabung :

Tabung Tabung
Tabung 1 Tabung 2 Tabung 3 Tabung 4 Tabung 5
6 7

- - - +4 +4 - -
Keterangan : (+) = Aglutinasi, (-) = tidak aglutinasi

Resus metode tabung Tabung 1 Tabung 2

- -
Keterangan : (+) = Aglutinasi, (-) = tidak aglutinasi
Pembacaan di mikroskop
perbesaran objek 10X Negatif Aglutinasi

Pembahasan
Untuk menentukan golongan darah, digunakan ketentuan sebagai berikut :
Golongan Cell Grouping Serum Grouping
Darah Anti A Anti B Anti AB Sel A Sel B Sel O
A + - + - + -
B - + + + - -
AB + + + - - -
O - - - + + -
Keterangan : (+) = Aglutinasi, (-) = tidak aglutinasi
 Golongan darah A memiliki aglutinogen/antigen A dalam eritrositnya dan
aglutinin/antibodi β dalam serum sehingga terjadi aglutinasi bila diteteskan
dengan Anti A, Anti AB dan sel B.
 Golongan darah B memiliki aglutinogen/antigen B dalam eritrositnya dan
aglutinin/antibodi α dalam serum sehingga terjadi aglutinasi bila diteteskan
dengan Anti B, Anti AB dan sel A.
 Golongan darah AB memiliki aglutinogen/antigen A dan B dalam eritrositnya
dan tidak memiliki aglutinin/antibodi α,β dalam serum sehingga terjadi
aglutinasi bila diteteskan dengan Anti A, Anti B, Anti AB dan tidak mengalami
aglutinasi terhadap sel eritrosit.
 Golongan darah O tidak memiliki aglutinogen/antigen A dan B dalam
eritrositnya tetapi memiliki aglutinin/antibodi α,β dalam serum sehingga tidak
terjadi aglutinasi bila diteteskan dengan Anti A, Anti B, Anti AB dan
mengalami aglutinasi terhadap sel eritrosit A dan B.
Untuk menentukan golongan darah rhesus, digunakan ketentuan sebagai berikut:
Rhesus Anti-D Bovine Albumin 22%
Rh (+) + -
Rh (-) - -
Golongan darah dengan rhesus positif (+) mengalami agltinasi bila diteteskan
dengan Anti-D. Hal ini menunjukkan bahawa didalam eritrosit mengandung
antigen Rh. Bovine albumin 22% digunakan sebagai kontrol negatif terhadap
pemeriksaan rhesus.
Pada pemeriksaan golongan darah dan rhesus metode tabung dapat dilihat derajat
penggumpalan yang terjadi pasa sampel.
Nilai atau Grade Aglutinasi
+4 = Semua sedimen bersatu, cairan jernih
+3 = Sedimen terpecah → 3-4 segmen, cairan jernih
+2 = Gumpalan lebih banyak dan kasar, cairan agak keruh
+1 = Gumpalan sangat banyak dan halus, cairan keruh tampak berwarna
kemerah-merahan
± = Sepintas masih terlihat seperti gumpalan halus dengan cairan keruh.
Aglutinasi jelas ketika dilihat dimikroskop.
Pada pemeriksaan rhesus yang dilakukan menunjukkan hasil rhesus negatif, maka
dilanjutkan pemeriksaan Du varian. Dengan cara mencuci sel sebanyak 3 kali dan
mereaksikannya dengan serum Coombs (Anti Human Globulin/AHG) masing 2 tetes.
Selanjutnya diputar dengan kecepatan 1000rpm 1 menit dan dilihat reaksi aglutinasi.
Bila menggumpal maka darah tersebut memiliki Rhesus Negative dengan Du varian.
Bila tidak menggumpal, maka darah tersebut memiliki Rhesus Negative tanpa Du.
Tetapi pada praktikum kali ini pemeriksaan Du tidak dilanjutkan karena ketidak
tersediaannya reagen AHG.

Pertanyaan :
1. Sebutkan fungsi reaksi kontrol dan auto kontrol pada metoda tube ini !.
2. Manakah yang lebih baik diantara kedua metode pemeriksaan golongan darah ABO
dan Rhesus yang sudah dipraktekkan ? Alasannya ?
3. Apa yang dimaksud dengan Du varian dalam golongan darah rhesus?

Jawab :
1. Fungsinya adalah untuk memastikan bahwa golongan darah serum dan eritrosit yang
dikerjakan adalah sama.
2. Metoda tube lebih baik daripada metode slide.
Karena reaksi aglutinasi lebih jelas & stabil, dan juga reaksi lemah (mixed field)
dapat terbaca dengan metoda tube. Untuk pemeriksaan Rh dapat mengetahui ada
tidaknya Du varian.
3. Du varian adalah darah yang memiliki Rhesus negative tetapi memiliki antibodi Du

Kesimpulan
Pada praktikum pemeriksaan golongan darah yang didapat adalah :
 Sampel X4 dan plasma Y4 menunjukkan hasil golongan darah O, hasil pada
tabung 1,2 dan 3 tidak terbentuk aglutinasi karena golongan darah O tidak
memiliki antigen A dan B dalam eritrosit. Tetapi bereaksi positif aglutinasi
pada tabung ke 4 dan 5 yang berisi sel eritosit A dan B. Golongan darah O
tidak memiliki aglutinogen/antigen A dan B dalam eritrosit dan memiliki
aglutinin/antibodi αβ pada serum.
 Sampel Y4 menunjukkan hasil golongan darah Rh (-) karena tidak mengalami
aglutinasi pada kedua tabung.
 Tabung 6 dan 7 dipergunakan sebagai kontrol dan autokontrol terhadap
pemeriksaan golongan darah metoda tube. Sehingga hasil dari tabung 6 dan
7 harus negatif.

Daftar pustaka
https://id.wikipedia.org/wiki/Golongan_darah
Jtptunimus-gdl-ahmadfadlu-7090-3-babii.pdf
Satriyoaji.blogspot.com.2014.laporan-praktikum-golongan-darah-manusia