Anda di halaman 1dari 6

16

BAB III
METODOLOGI PENELITIAN

3.1. Waktu dan Tempat Penelitian


Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2016 sampai dengan
November 2017 di Laboratorium Analisa dan Instrumentasi serta Laboratorium
Energi Baru dan Terbarukan Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas
Sriwijaya. Metode yang digunakan pada penelitian yang dilaksanakan ini adalah
metode ekperimen atau percobaan.

3.2. Variabel dan Parameter Penelitian


3.2.1. Variabel
Variabel bebas penelitian ini yaitu rasio atau perbandingan bahan baku
pembuatan bio-oil = AT:TKKS (1:3, 1:1, 3:1); dan temperatur proses pirolisis
yaitu = 400oC, 500oC, dan 600oC. Untuk variabel tetap yaitu basis 300 gram bahan
baku, ukuran bahan baku < 1 mm, dan waktu pirolisis selama 30 menit.
3.2.2. Parameter
Parameter penelitian ini yaitu %rendemen bio-oil yang dihasilkan,
densitas, viskositas, dan titik nyala (flash point).

3.3. Alat dan Bahan


3.3.1. Alat
1) Neraca analitis
2) Disk mill
3) Sieve shaker
4) Reaktor pirolisis
5) Kondensor
6) Statif
7) Klem
8) Termokopel
9) Termometer jarum
10) Termometer infra red
17

11) Blower
12) Selang
13) Ember
14) Pompa air
15) Stopwatch
16) Gelas ukur 25 ml dan 100 ml
17) Gelas beker 500 dan 1000 ml
18) Piknometer
3.3.2. Bahan
1) Tandan kosong kelapa sawit (TKKS)
2) Ampas tebu
3) Batubara dari PT. Bukit Asam, Dermaga Kertapati Palembang
4) Air
5) Es batu

3.4. Prosedur Penelitian


3.4.1. Persiapan Awal Biomassa (Pretreatment)
1) Ampas tebu di peroleh dari beberapa pedagang es tebu keliling di kota
Palembang. Sedangkan tandan kosong kelapa sawit (TKKS) di peroleh dari
industri pengolahan minyak kelapa sawit di daerah Musi Banyuasin,
Sumsel. Semua bahan baku dibersihkan dengan air untuk menghilangkan
pengotor yang tidak diinginkan.
2) Kemudian bahan baku dikeringkan dibawah sinar matahari selama 2-3 hari
untuk menghilangkan kadar air.
3) Bahan yang sudah kering dipotong kecil dan digiling dengan disk mill dan
diayak menggunakan sieve shaker untuk memperoleh sampel dengan
ukuran partikel di bawah 1 mm.
4) Kemudian sampel dikeringkan kembali menggunakan oven pada
temperatur 105oC selama 24 jam sebelum masuk ke proses pirolisis.
3.4.2. Operasi Pirolisis Cepat
1) Siapkan rangkaian alat (Gambar 3.1) dan bahan yang sudah dilakukan
pretreatment.
18

a h
h

Gambar 3.1 Rangkaian Alat Proses Pirolisis dan Kondensasi

Keterangan:
a. Tungku pembakaran
b. Reaktor pirolisis
c. Termometer jarum
d. Penyuplai arus listrik
e. Pompa air
f. Kondensor
g. Gelas beker
h. Blower
2) Timbang bahan baku ampas tebu sebanyak 300 gram.
3) Hidupkan bara api batubara yang diperoleh dari PT. Bukit Asam, Dermaga
Kertapati Palembang. Dan reaktor pirolisis dipanaskan serta dijaga
temperatur proses sesuai perlakuan yaitu pada 400oC.
4) Hidupkan pompa air.
5) Lakukan proses pirolisis dan kondensasi selama 30 menit.
6) Pemisahan char dan kondensasi gas. Pemisahan char terjadi dengan
sendirinya di dalam reaktor. Char yang terbentuk akan tinggal di dalam
reaktor, sedangkan gas akan mengalir keluar melewati selang menuju
kondensor. Kondensasi gas adalah proses pendinginan gas hasil pirolisis
cepat. Primary gas yang didinginkan secara cepat akan berubah fasa
menjadi cair dan selanjutnya membentuk bio-oil.
7) Hasil kondensasi ditampung dalam gelas beker. Selanjutnya dihitung
%rendemen yang dihasilkan dari rasio bahan baku dan temperatur yang
berbeda dengan langkah sebagai berikut.
a. Ukur volume bio-oil yang dihasilkan
b. Hitung densitas bio-oil dengan menggunakan piknometer, sehingga
didapatkan massa bio-oil untuk tiap-tiap sampel
19

% rendemen = massa bio-oil yang dihasilkan x 100 % (3.1)


massa bahan baku

8) Lakukan hal yang sama untuk bahan baku tandan kosong kelapa sawit.
9) Lakukan proses pirolisis untuk variabel proses yang telah ditentukan yaitu
rasio bahan baku AT:TKKS (1:3, 1:1, 3:1); dan temperatur proses pirolisis
(400oC, 500oC, dan 600oC). Kemudian lakukan analisa karakteristik fisika
dan kandungan kimia pada bio-oil yang didapat.
3.4.3. Metode Analisa
1) Karakterisasi bahan baku
Komposisi karbohidrat atau lignoselulosa (selulosa, hemiselulosa dan
lignin) dari biomassa dianalisa menggunakan metode Chesson dan Datta.
2) Sifat fisika bio-oil
a. Densitas, dengan cara kerja sebagai berikut:
 Menimbang piknometer kosong, beratnya Wo;
 Mengisi piknometer dengan sampel, beratnya W;
 Volume piknometer = V;
 Densitas sampel dapat ditentukan dengan rumus:
W-Wo (3.2)
V
b. Viskositas dianalisa dengan metode yang dinyatakan dalam standar
ASTM D-446.
Peralatan:
- Batch viscosity - Termometer
- Viscometer tube - Stopwatch
Cara kerja:
 Memilih viscometer tube yang tepat dan bersih, lalu dikeringkan;
 Memasukkan tube ke dalam batch pemanas pada temperatur 40oC;
 Mengisi viscometer tube dengan sampel;
 Menghisap sampel sampai ke garis batas, kemudian dilonggarkan
penghisapnya agar permukaan cairan turun;
20

 Menghitung waktu alir dari batas awal sampai batas akhir dengan
menggunakan stopwatch;
 Perhitungan viskositas; cSt= C x t (3.3)
dimana: C = faktor viskometer ; t = waktu alir sampel (detik)
c. Titik Nyala (flash point) dianalisa dengan standar ASTM D93.
Prosedur analisa flash point :
 Set heater knob flash point ke posisi nol, pasang regulator LPG.
 Nyalakan “ON” flash point.
 Pilih metode yang akan digunakan, Metode A atau Metode B.
 Masukkan sampel kedalam cup, pasang termometer, stirrer flexi
drive dan nylakan.
 Set temperatur awal :
- Tekan sekali tombol untuk temperatur awal
- Tekan sekali tombol atau untuk mengatur temperatur
Note : temperatur awal kurang dari 28 oC
 Atur RAM dengan menekan sekali, kemudian atur suhu
dengan menekan atau tombol
 Atur interval dengan menekan sekali, kemudian atur suhu
dengan menekan atau tombol , lalu tekan kembali
untuk kembali ke menu awal.
 Tekan untuk memulai pengujian dan “GO” pada LED akan
menyala dan temperatur akan naik. Nyalakan api dan atur besar api
sekitar 4 mm. Bunyi BIP akan terdengar untuk melakukan check
flash point.
 Tekan untuk STOP jika nilai flash point sudah didapat.
 Setelah selesai pengukuran, bersihkan cup dengan tissue dan
dinginkan untuk melakukan pengukuran selanjutnya.
3) Identifikasi dan kuantifikasi kandungan bio-oil
Sampel bio-oil diinjeksikan ke GC/MS untuk mengidentifikasi kandungan
senyawa yang diperoleh dari biomassa.
21

3.5. Diagram Alir Penelitian


Gambar. 3.2 menunjukkan proses pembuatan bio-oil dari ampas tebu dan
tandan kosong kelapa sawit.

Bahan Baku Ampas Tebu dan TKKS

Pencucian Bahan Baku

Pengeringan Bahan Baku ± 2 hari

Size Reduction

Analisa Bahan Baku

Proses Pirolisis dan Kondensasi


Selama 30 menit

Bio-oil

Analisa Bio-oil

Gambar 3.2. Proses pembuatan bio-oil dari TKKS dan ampas tebu