Anda di halaman 1dari 13

POKOK BAHASAN

SENAM OTAK (BRAIN GYM)

PENDAHULUAN

Senam otak adalah serangkaian latihan berbasis gerakan tubuh


sederhana. Senam otak merupakan stimulasi untuk menyeimbangkan
otak kanan dan kiri (Andhika, 2010). Saat ini, di Amerika dan Eropa
senam otak sedang digemari. Banyak orang yang merasa terbantu
melepaskan stres, menjernihkan pikiran, meningkatkan daya ingat
dengan melakukan senam otak ini (Gunadi, 2009).
Gerakan senam otak dimaksudkan untuk merangsang otak kiri
dan otak kanan (dimensi lateralis), meringankan atau merelaksasi
belakang otak dan bagian depan otak (dimensi pemfokusan),
merangsang sistem yang terkait dengan emosi/perasaan, yakni otak
tengah (limbic) serta otak besar (dimensi pemusatan). Kalau kinerja
kedua belahan otak seimbang, diharapkan kemampuan otak menjadi
optimal. Gerakan senam otak mengaktifkan neocortex dengan demikian
memfokuskan kembali energi elektrik ke pusat-pusat berpikir yang
masuk akal. Hal ini mengaktifkan fungsi parasimpatik dan mengurangi
pelepasan adrenalin. Dengan meningkatkan tegangan elektrik membran
saraf, pikiran dan tindakan dikoordinasikan kembali sehingga remaja
dapat belajar dengan baik dan dapat menghindari stresnya
(Dennison, 2009).
KOMPETENSI

A. Kompetensi Utama:
Setelah mengikuti proses pembelajaran ini, mahasiswa diharapkan mampu untuk
memahami dan mengaplikasikan senam otak (brain gym) .
B. Kompetensi Khusus:
Setelah mengikuti pembelajaran ini, mahasiswa diharapkan mampu:
1. Menjelaskan pengertian senam otak (brain gym)
2. Menjelaskan manfaat senam otak (brain gym)
3. Menjelaskan gerakan senam otak (brain gym)
4. Menjelaskan waktu yang dibutuhkan senam otak (brain gym)
5. Menjelaskan mekanisme kerja senam otak (brain gym)

Urutan Pembelajaran: Memahami konsep dasar setiap sub pokok


bahasan, membuat paper, diskusi kelompok, membuat latihan,
membuat tugas, membuat resume.
AKTIVITAS PEMBELAJARAN

Panduan: Baca dan pahami konsep-konsep dasar pada setiap sub pokok
bahasan berikut:

POKOK BAHASAN
PENGERTTIAN SENAM OTAK (BRAIN GYM)

Senam otak atau brain gym adalah serangkaian latihan berbasis gerakan tubuh sederhana.
Senam otak merupakan stimulasi untuk menyeimbangkan otak kanan dan kiri (Andhika, 2010).
Brain Gym adalah serangkaian gerakan sederhana yang dilakukan untuk merangsang
kerja dan fungsi otak secara maksimal. Saat ini, di Amerika dan Eropa senam otak sedang
digemari. Banyak orang yang merasa terbantu melepaskan stres, menjernihkan pikiran,
meningkatkan daya ingat dengan melakukan senam otak ini (Gunadi, 2009).
Gerakan itu dibuat untuk merangsang otak kiri dan kanan (dimensi lateralitas);
meringankan atau merelaksasi belakang otak dan bagian depan otak (dimensi pemfokusan);
merangsang sistem yang terkait dengan perasaan / emosional, yakni otak tengah (limbik) serta
otak besar (dimensi pemusatan) (Yanuarita, 2012).

POKOK BAHASAN
MANFAAT SENAM OTAK (BRAIN GYM)

Menurut ahli otak dari lembaga Educational Kinesiology Amerika Serikat Paul E.
Denisson Ph. D, meski sederhana, brain gym mampu memudahkan kegiatan belajar dan
melakukan penyesuaian terhadap ketegangan, tantangan dan tuntutan hidup sehari-hari. Pakar
penelitian otak inilah yang pertama kali memperkenalkan metode terapi ini di Amerika.
Awalnya senam otak dimanfaatkan untuk anak yang mengalami gangguan hiperaktif,
kerusakan otak, sulit konsentrasi dan depresi. Namun dalam perkembangannya, setiap orang baik
anak-anak maupun orang dewasa bisa memanfaatkannya untuk beragam kegunaan. Senam otak
bermanfaat untuk menstimulus dan memaksimalkan fungsi otak. Selain itu senam otak dapat
menyegarkan otak dan membuat kita berfikir lebih positif. Banyak orang yang merasa terbantu
melepaskan stres, menjernihkan fikiran dan meningkatkan daya ingat dengan melakukan senam
otak. (Yanuarita, 2012). Menurut (Anggriyana & Atikah, 2010) senam otak bermanfaat untuk :
a. Memungkinkan belajar dan bekerja tanpa stress
b. Dapat dipakai dalam waktu singkat (kurang dari 5 menit)
c. Tidak memerlukan bahan atau tempat khusus
d. Dapat dipakai dalam semua situasi termasuk saat belajar/bekerja
e. Meningkatkan kepercayaan diri
f. Menunjukkan hasil dengan segera
g. Dapat dijelaskan segara neurofisiologi : “why learning is not all in your head”
h. Sangat efektif dalam penanganan seseorang yang mengalami hambatan dan stres belajar
i. Memandirikan seseorang dalam hal belajar, dan mengaktifkan seluruh potensi dan
keterampilan yang dimiliki seseorang
j. Diakui sebagai salah satu teknik belajar yang paling baik oleh National Learning

Foundation USA, dan sudah tersebar luas di lebih dari 80 negara.

POKOK BAHASAN
GERAKAN SENAM OTAK (BRAIN GYM)

Sebelum melakukan rangkaian gerakan senam otak dianjurkan terlebih dahulu meminum air,
karena air adalah unsur pembawa energi listrik. Air mengandung mineral dan membantu
memperlancar peredaran darah dan oksigen ke seluruh tubuh. Kekurangan air akan membuat otot
menegang sehingga tubuh tidak merasa nyaman. Berikut beberapa gerakan senam otak menurut
Paul E. Denisson, sesuai dengan fungsinya masing-masing :
a. Gerakan silang
Gerakan : Kaki dan tangan digerakkan secara berlawanan, ke depan, samping, atau
belakang.
Manfaat : Merangsang bagian otak yang menerima informasi (receptipe) dan bagian yang
menggunakan informasi (expressive), sehingga memudahkan proses mempelajari
hal-hal baru dan meningkatkan daya ingat.

b. Sakelar otak
Gerakan : Pijat jaringan lunak di bawah tulang selangka di kiri dan kanan tulang dada
selama 20-30 detik dengan satu tangan. Sementara tangan lainnya memegang atau
memijat sebelah kanan dan kiri pusar.
Manfaat : Mengoptimalkan keterampilan motorik halus, memperbaiki sikap tubuh,
meningkatkan energi, mengurangi stres visual dan relaksasi tengkuk serta bahu.
Mengoptimalkan pengiriman pesan dari otak kiri ke kanan atau sebaliknya,
meningkatkan penerimaan oksigen, dan menstimulasi aliran darah agar lebih
lancar mengalir ke otak. Mengkoordinasikan kedua belahan otak, meningkatkan
kelancaran aliran darah (zat asam) ke otak, meningkatkan keseimbangan badan,
serta meningkatkan kerja sama antar kedua mata, sehingga dapat mengurangi
kejulingan. Gerakan tangan dipusat (perut) menyeimbangkan impuls-impuls yang
berhubungan dengan telinga bagian dalam dan berpengaruh pada kemampuan
belajar.
c. 8 tidur
Gerakan : Berdiri dengan kaki agak meregang dan kepala menghadap ke depan.
Angkat tangan ke depan dan kepalkan, dengan posisi jempol dalam
keadaan mengacung. Gerakan dimulai dengan menaikkan jempol ke kiri
atas, dan turun ke bawah , lalu kembali ke titik awal. Hal yang sama
dilakukan pada sisi kanan. Seiring dengan itu, mata mengikuti gerakan
yang sama. Ulangi gerakan sebanyak 5 kali untuk masing-masing tangan,
dan kedua tangan secara bersamaan.
Manfaat : Mengaktifkan kerja sama kedua belahan otak, meningkatkan kemampuan
penglihatan, mampu membedakan dan menghafal simbol, serta
menghilangkan kekeliruan dalam membedakan huruf.

d. Menguap energi
Gerakan : Bukalah mulut seperti hendak menguap, kemudian pijat otot-otot disekitar
persendian rahang. Kemudian dilanjutkan dengan menguap dengan
bersuara untuk melemaskan otot-otot tersebut.
Manfaat : Mengaktifkan otak untuk peningkatan oksigen otak berfungsi secara
efisien dan rileks, meningkatkan perhatian dan daya penglihatan,
memperbaiki komunikasi lisan dan ekspresif serta meningkatkan
kemampuan untuk memilah informasi.
e. Tombol imbang
Gerakan : Sentuhlah dua jari ke belakang telinga, pada lekukan di belakang telinga
sementara tangan satunya lagi menyentuh pusar selama kurang lebih 30
detik.
Manfaat : Meningkatkan konsentrasi, pengambilan keputusan, pemikiran asosiatif,
kepekaan indrawi untuk keseimbangan, menjernihkan fikiran dan menjaga
badan tetap rileks.

f. Tombol bumi
Gerakan : Ujung salah satu tangan menyentuh bawah bibir, ujung jari lainnya di
pinggir atas tulang kemaluan. Disentuh selama 30 detik atau 4-6 kali
tarikan nafas penuh.
Manfaat : Meningkatkan koordinasi dan konsentrasi (melihat secara vertikal dan
horizontal sekaligus tanpa keliru seperti saat membaca kolom dalam tabel)
dan mengurangi kelelahan mental (stres).
g. Kait relaks
Gerakan : Tumpangan kaki kiri di atas kaki kanan dan tangan kiri diatas tangan
kanan dengan posisi jempol saling menggenggam, kemudian tarik tangan
ke arah pusar dan terus ke depan dada. Pejamkan mata dan saat menarik
nafas, lidah ditempelkan ke langit-langit mulut dan lepaskan saat
menghembuskan nafas. Berikutnya, buka silangan kaki dan ujung-ujung
jari tangan saling bersentuhan secara halus di dada atau di pangkuan,
sambil mengambil nafas dalam 1 menit.
Manfaat : Meningkatkan koordinasi motorik halus dan pemikiran logis dan
pemusatan emosional, mampu mendengar aktif, berbicara lugas, percaya
diri, menghadapi tes dan bekerja dengan papan ketik, pengendalian diri
dan keseimbangan

(Yanuarita, 2012)
POKOK BAHASAN
WAKTU YANG DIBUTUHKAN DALAM SENAM OTAK

Senam otak dapat dilakukan untuk semua umur, baik lansia, bayi, anak autis, remaja,
maupun orang dewasa. Porsi latihan yang tepat adalah sekitar 10-15 menit, dilakukan 1 kali
dalam sehari dan hasilnya bisa segera diketahui setelah melakukan latihan secara teratur selama
2 minggu berturut-turut. Latihan yang dilakukan secara teratur akan memperlihatkan hasil yang
optimal (Prasanti, 2012).
Dibandingkan dengan terapi yang digunakan untuk menurunkan stres lainnya senam otak
tidak memakan waktu yang lama dalam memberikan efek, dalam 2 minggu dilakukan rutin
setiap hari, senam otak telah dapat memberikan efek yaitu penurunan stres pada seseorang
(Widyastuti dan Purwanto, 2009).

POKOK BAHASAN
MEKANISME KERJA SENAM OTAK (BRAIN GYM)

Senam otak dapat mengaktifkan otak pada tiga dimensi, yaitu lateralitas-komunikasi,
pemfokusan-pemahaman dan pemusatan-pengaturan. Gerakan-gerakan ringan dengan permainan
melalui olah tangan dan kaki dapat memberikan rangsangan atau stimulus pada otak. Gerakan
yang menghasilkan stimulus itulah yang dapat meningkatkan kemampuan kognitif
(kewaspadaan, konsentrasi, kecepatan, persepsi, belajar, memori, pemecahan masalah dan
kreativitas), menyelaraskan kemampuan kreativitas dan berfikir pada saat yang bersamaan,
meningkatkan keseimbangan atau harmonisasi antara kontrol emosi logika, mengoptimalkan
fungsi kinerja panca indera, menjaga kelenturan dan keseimbangan tubuh.
Gerakan yang diperlukan adalah cross crawl atau gerakan menyilang yaitu gerakan untuk
merangsang agar kedua belahan otak bekerja secara bersamaan serta membuka bagian otak yang
terhambat atau tertutup. Gerakan ini meyangkut mendengar, melihat, menulis, bergerak dan
sikap positif. Gerakan lain yang bisa membantu dimensi ini adalah tombol imbang yang
bertujuan untuk meningkatkan daya ingat (Anggriyana & Atikah, 2010).
Gerakan Brain Gym mengaktifkan neocortex dengan demikian memfokuskan kembali
energi elektrik ke pusat-pusat berpikir yang masuk akal. Hal ini mengaktifkan fungsi
parasimpatik dan mengurangi pelepasan adrenalin. Dengan meningkatkan tegangan elektrik
membran saraf, pikiran dan tindakan dikoordinasikan kembali sehingga remaja dapat belajar
dengan baik dan dapat menghindari stresnya (Dennison, 2009).
Latihan otak akan membuat otak bekerja atau aktif. Menurut penelitian, otak seseorang
yang aktif (suka berfikir) akan lebih sehat secara keseluruhan dari orang yang tidak atau jarang
menggunakan otaknya. Pada teorinya sesuatu organ yang aktif akan memerlukan pasokan
oksigen dan protein. Jika pasokan itu lancar maka bisa dikatakan organ tersebut sehat (Yanuarita,
2012).

Aktivitas I. Untuk Mahasiswa:

Bentuk aktivitas : Diskusi di kelas

Penanggung jawab : Kelompok

Panduan : (1) buat makalah (± 5 halaman)

(2) bahan diambil dari materi buku yang


diberikan

(3) makalah disajikan selama 30 menit

(4) makalah didiskusikan selama 45


menit
Aktivitas II. Untuk Mahasiswa:

Bentuk aktivitas : Tugas dan latihan individu

Soal :

(1) Jelaskan secara ringkas pengertian dan manfaat senam otak


(brain gym) ?

(2) Jelaskan secara ringkas mekanisme kerja senam otak (brain


gym)?

(3) Jelaskan secara ringkas gerakan senam otak (brain gym)?


RINGKASAN

Brain Gym adalah serangkaian gerakan sederhana yang dilakukan untuk


merangsang kerja dan fungsi otak secara maksimal. Saat ini, di Amerika dan Eropa
senam otak sedang digemari. Banyak orang yang merasa terbantu melepaskan stres,
menjernihkan pikiran, meningkatkan daya ingat dengan melakukan senam otak ini
(Gunadi, 2009).
Senam otak dapat dilakukan untuk semua umur, baik lansia, bayi, anak autis,
remaja, maupun orang dewasa. Porsi latihan yang tepat adalah sekitar 10-15 menit,
dilakukan 1 kali dalam sehari dan hasilnya bisa segera diketahui setelah melakukan
latihan secara teratur selama 2 minggu berturut-turut. Latihan yang dilakukan secara
teratur akan memperlihatkan hasil yang optimal (Prasanti, 2012).
DAFTAR PUSTAKA

Dennison, P. 2009. Brain Gym (Senam Otak). Edisi Bahasa Indonesia. Alih bahasa: Ruslan dan
Rahayu, M. Jakarta: Grasindo.

Eliasa, I.V. 2007. Brain Gym. publikasiilmiah.ums.ac.id (diakses tanggal 8 Oktober 2015).

Widianti, Anggriana Tri & Atikah Proverawati. 2010. Senam Kesehatan (Aplikasi Senam Untuk
Kesehatan. Yogyakarta : Muha Medika.

Widyastuti, R. dan Purwanto, S. 2009. Efektifitas Brain Gym Dalam Menurunkan Tingkat Stres
Pada Anak.

Yanuarita, Andri. 2012. Memaksimalkan Otak Melalui Senam Otak (Brain Gym). Yogyakarta :
Teranova Books.