Anda di halaman 1dari 4

Mewujudkan Cita-Cita Rakyat Melalui APBN

( tema : Aku Tahu APBN )

Setiap rakyat indonesia pasti mempunyai cita-cita, seperti terciptanya masyarakat yang
terlindungi, masyarakat yang sejahtera, masyarakat yang cerdas, dan masyarakat yang adil.
Semua cita-cita tersebut kemudian dimuat kedalam tujuan bangsa Indonesia yang tercantum
pada Pembukaan UUD 1945. Rakyat mengamanahkan tujuan tersebut kepada pemerintah dan
dijadikan sebagai kewajiban pemerintah terhadap rakyat, kemudian timbulah hak-hak yang di
dapat oleh pemerintah, seperti pemerintah berhak untuk menguasai segala sumber daya baik
itu dari alam maupun dari rakyat, bahkan pemerintahpun berhak memungut pajak dari rakyat.
Dari hak pemerintah tersebut, dapat diperoleh pendapatan terutama pada pemanfaatan sumber
daya alam yang selanjutnya akan dimanfaatkan untuk membangun negara demi kepentingan
rakyat.

Seperti pada kehidupan rumah tangga, seorang ibu mungkin akan membuat anggaran
belanja rutin atau tidak rutin dalam memenuhi kebutuhan dalam keluarga untuk periode
tertentu sehingga dapat tercapai sebuah kemakmuran dalam keluarga, begitu pula bagi suatu
negara, negara membutuhkan suatu daftar yang memuat rincian pendapatan dan pengeluaran
dalam mewujudkan cita-cita rakyat yaitu, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
APBN merupakan istilah yang paling sering kita jumpai saat membicarakan masalah
perekonomian negara, APBN ditetapkan setiap tahun oleh pemerintah yang disetujui oleh
Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan berlaku selama satu tahun, namun jika tidak disetujui
maka pemerintah berhak untuk menggunakan APBN tahun sebelumnya.

Penyusunan APBN sendiri tidaklah dilakukan dengan sembarangan, namun sudah ada
tahapan-tahapan yang ditentukan sehingga membuat pemerintah memiliki arah perekonomian
Indonesia kedepan yang hendak mereka wujudkan, dan secara sederhana penyusunan APBN
itu sendiri adalah, pertama, pemerintah menyampaikan pokok-pokok kebijakan fiskal dan
kerangka ekonomi makro kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), kebijakan fiskal adalah
kebijakan yang dibuat pemerintah untuk mengarahkan ekonomi suatu negara melalui
pengeluaran dan pendapatan pemerintah, sedangkan ekonomi makro adalah studi tentang
ekonomi untuk menjelaskan perubahan ekonomi yang mempengaruhi banyak masyakarakat,
perusahaan, dan pasar, kedua, Pemerintah pusat dan DPR membahas kebijaksanaan umum dan
prioritas anggaran sebagai acuan bagi Kementrian Lembaga dalam penyusunan anggaran,
ketiga, Menteri/pimpinan lembaga menyusun Rencana Kerja dan Anggaran Kementrian
Lembaga (RKA-KL) dan dibahas dengan DPR, hasilnya disampaikan ke Kementerian
Keuangan sebagai bahan Undang – Undang APBN tahun berikutnya, keempat, pemerintah
pusat menyampaikan RUU APBN dan Nota Keuangan kepada DPR untuk dibahas, kelima,
DPR mengesahkan RUU APBN menjadi UU APBN.

Dengan APBN tersebut kita dapat mengetahui darimana pendapatan negara berasal,
dan digunakan untuk apa pendapatan negara tersebut. Dengan adanya APBN pulalah,
pemerintah menjadi dapat diawasi oleh badan pengawas keuangan terkait proyek yang
dilakukan pemerintah dari dimulainya rencana hingga terealisasinya proyek tersebut. APBN
dapat digunakan untuk menstabilkan keadaan ekonomi agar tidak terjadi hal-hal yang tidak
diinginkan, seperti Inflasi, Inflasi sendiri merupakan naiknya harga barang secara terus
menerus, dan dapat di atasi seperti dengan menaikan pajak. APBN juga bisa digunakan untuk
menyalurkan pendapatan negara secara adil dan merata, contohnya seperti bantuan pemerintah
untuk menanggung sebagian harga jual bahan bakar minyak (BBM) atau biasa disebut dengan
Subsidi BBM, contoh lainnya juga seperti adanya bantuan biaya pendidikan seperti dana
Bantuan Operasional Sekolah atau dana BOS. Selain itu APBN juga sangat penting di
alokasikan untuk keperluan negara, seperti pembangunan proyek, belanja barang keperluan
negara, bahkan untuk membayar gaji maupun tunjangan Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Suatu negara harus memenuhi kepentingan dan keinginan rakyatnya, sehingga


diperlukanlah pendapatan dan pengeluaran, kemudian pendapatan dan pengeluaran tersebut
harus dirincikan secara transparan sehingga dapat diawasi oleh badan pengawas agar
pemerintah tidak semena-mena dalam mengelolanya dan tetap mengutamakan pembangunan
negara demi kepentingan rakyat. sehingga dengan perencanaan dan pengelolaan APBN
tersebutlah cita-cita rakyat akan dapat terpenuhi, contoh kecilnya adalah jika adanya
perencanaan untuk membuat suatu bandara yang baru di suatu wilayah, dengan begitu akan
mengurangi jumlah pengangguran di wilayah tersebut, atau seperti dengan adanya
pembangunan sekolah di suatu daerah terpencil, maka anak-anak di wilayah tersebut akan
dapat bersekolah seperti anak-anak pada daerah yang lebih maju lainnya, dengan begitu akan
banyak tercipta generasi penerus bangsa yang cerdas. Bahkan contoh lainnya yang sangat
denkat dengan kehidupan kita sehari-hari adalah pembangunan jalan, dengan pembangunan
jalan tersebutlah akan mempermudah akses terhadap suatu daerah sehingga dapat membangun
daerah tersebut maupun menyejahterakan rakyatnya.
Pentingnya suatu rincian pendapatan dan pengeluaran itu sangat berarti bagi sebuah
negara, adanya APBN tersebut sama pentingnya dengan pendapatan dan pengeluaran negara,
karena tanpa adanya APBN perekonomian negara tidak akan berjalan dengan baik, pasalnya
jika setiap pemerintahan yang sedang memerintah tidak mempunyai daftar mengenai
pendapatan maupun pengeluaran yang ada, akibatnya anggaran pemerintah tidak transparan
dan sulit untuk di kendalikan bahkan untuk diawasi, dan tanpa adanya APBN pemerintah akan
kesulitan untuk menetapkan arah perekonomian negara kedepannya, tanpa adanya arah yang
jelas tentu kita akan sulit untuk melangkah, begitu juga dengan pemerintah, tanpa adanya arah
perekonomian yang jelas, maka pemerintah akan kesulitan untuk mengambil berbagai
keputusan yang tentunya menyangkut masalah ekonomi negara, sehingga tidak jelasnya arah
ekonomi suatu negara membuat cita-cita rakyat tidak dapat terpenuhi.

Jadi, sebagai bangsa Indonesia kita sudah sepatutnya mengenal APBN, betapa
pentingnya APBN bagi negara kita ini. sebagai rakyatpun juga bisa mendukung APBN, hal
kecil seperti taat membayar pajak, merupakan bentuk dukungan kita terhadap pendapatan pada
APBN, sehingga dengan mengenal kemudian mendukung adanya APBN tersebut maka kita
sebagai rakyat bersama-sama dengan pemerintah akan lebih mudah untuk mewujudkan cita-
cita rakyat Indonesia.
SUMBER REFERENSI

 https://adiekeputran2.wordpress.com/2011/05/28/siklus-apbn-anggaran-pendapatan-
dan-belanja-negara/
 https://www.youtube.com/watch?v=PJBkQ1XT9f8&t=99s
 https://www.youtube.com/watch?v=lANT37jUfZI
 https://www.youtube.com/watch?v=SAOREV9P7zM
 https://id.wikipedia.org/wiki/Kebijakan_fiskal
 https://id.wikipedia.org/wiki/Ekonomi_makro
 https://id.wikipedia.org/wiki/Anggaran_Pendapatan_dan_Belanja_Negara_Indonesia