Anda di halaman 1dari 17

POLITEKNIK NEGERI MEDAN 2018

BAB I

PENDAHULUAN

Menjelang akhir semester III bidang studi rancangan listri telah memberikan teori
perencanaan instalasi listrik dengan kombinasi – kombinasi dari berbagai system pengaturan
yang kelak bisa digunakan atau pun bisa diterapkan dalam praktek bengkel listrik. Buku
pelajaran Latihan Bengkel Listrik Semester III ini akan menerangkan semua system
pengaturan istalasi penerangan yang dioperasikan dari berbagai jenis saklar secara manual
dan otomatis. Dengan memberikan suatu latihan perencanaan gambar diagram lokasi praktek
dari pemakaian peralatan dan perhitungannya serta melengkapi diagram kerja rangkaian,
diharapkan mahasiswa akan berhasil dalam praktek bengkel listrik ini. Pelajaran ini boleh
dikatakan sudah seluruhnya sebelumnya diketahui mahasiswa, sehingga dengan sedikit
instruksi dan pengarahan maka mahasiswa akan mampu melaksanakannya. Seluruh latihan
ini dituangkan dalam modifikasi latihan rancangan listrik dengan judul “ Proyek Sudomo “.

Proyek Sudomo ialah rancangan instalasi penerangan di rumah tuan Sudomo. Tuan
Sudomo memesan pada konsultan untuk merancang instalasi penerangan di rumah tinggal.
Dalam hal penggambaraan rancangan instalasi penerangan ini mahasiswa diumpamakan
sebagai konsultan. Pada semester III ini seluruh gamabar rancangan penerangan ini
dipraktekkan dalam bentuk simulasi.

Mengingat lokasi penerangan rumah tuan Sudomo yang begitu besar dan memiliki
taman yang luas maka kerja praktek bukan dilakukan di tempat yang sebenarnya. Melainkan
dikerjakaan pada papan berukuran 120 x 100 cm sebagai simulasinya. Semua peralatan listrik
yang dipasang di sesuaikan seluruhnya dengan deskripsi data.

Didalan pemasangan instalasi listrik banyak hal yang mesti dikerjakan dengan
mengingat enam prinsip dasar instalasi listrik antara lain :

 Keamanan
 Keandalan
 Kemudahan teracapai
 Ketersediaan ( cadangan )
 Ekonomis dan
 Pengaruh lingkungan .

PRAKTEK BENGKEL INSTALASI RUMAH TINGGAL A B.SUDOMO 1


POLITEKNIK NEGERI MEDAN 2018

Jadi pemasangan instalasi listrik harus di rencanakan dari awal pekerjaan hingga
selesainya. Untuk lebih jelasnya diharapkkan mahasiswa membaca PUIL’87, disana
dijelaskan bagaimana cara mengistalasi yang baik. Didalam praktek ini teori teknik bengkel
dilaksanakan sepenhunya sebagaimana mestinya, diantaranya ; membengkokkan pipa,
memasang pipa, penarikan kabel, penempataan peralatan, penyambungan kabel dan mencari
kesalahan ( troble shooting ) telah menjadi sasaran utama.

Dari praktek ini kami mencoba menyusun laporan yang memaparkan teknik
peneranagan secara umum. Pengoperasian manual dan otomatis adalah sebagaian dari system
yang dipakai dalam rangkaian listrik. Sebagaimana dari itu telah menjadi bahan dalam
laporan ini.

Semoga praktek bengkel listrik ini dapat dipakai setelah selesai pendidikan dan dapat
dipertanggungjawabkan.

Tujuan Praktikum

Setelah menyelesaikan praktek di bengkel ini mahasiswa harus mampu :

- Menentukan jenis peralatan yang dibutuhkan untuk menyelesaikan instalasi


rumah tinggal dalam praktek ini
- Menggunanakan peralatan sesuai dengan fungsinya masing – masing
- Menentukan langkah – langkah pengerjaan
- Membaca diagram kontrol dan mengawati komponen-komponen yang ada
- Mencari kesalahan yang terjadi pada rangkaian dan memperbaikinya

PRAKTEK BENGKEL INSTALASI RUMAH TINGGAL A B.SUDOMO 2


POLITEKNIK NEGERI MEDAN 2018

BAB II

BAHAN DAN ALAT

2.1. Daftar Peralatan dan Bahan :

2.1.1. Alat.

1. Bending / pembengkokan pipa baja dipakai sebagai alat untuk membengkokan pipa
baja union.
2. Kawat spiral dipakai : Untuk membantu dalam pembengkokan pipa KIR.
3. Kawat spiral penarik kabel dipakai : sebagai alat untuk mempermudah penarikan
kabel didalam pipa.
4. Gergaji besi dipakai : sebagai alat pemotong pipa union dan PVC dan KIR.
5. Tang potong dipakai : sebagai alat pemotong kabel pejal dan strainded.
6. Tang pengupas wires dipakai : sebagai pengupas kabel berukuran kecil sampai sedang
yang berisolasi PVC.
7. Tang setengah bulat dipakai sebagai pembuatan mata itik.
8. Tang kombinasi.
9. Pisau lipat dipakai sebagai pemotong dan membersihkan isolasi / selubung dari isolasi
PVC dan selubung kabel.
10. Pisau kabel dipakai sebagai pengupas selubung kabel.
11. Obeng No : 1,2,3,5 dipakai sebagai pengencang dan melonggarkan sekrup dan mur.
12. Obeng cucuk dipakai sebagai pemebri tanda dan sekaligus pelubang sekrup.
13. Klem siku dipakai sebagai penjepit dan penyiku bingkai panel.
14. Palu dipakai sebagai penokok paku.

2.1.2. Mesin – Mesin dan Perlengkapaan.

1. Bench Drilling digunakan untuk melubangi busbar bingkai panel dan pintu panel.
2. Pemanas ( heater ) digunakan untuk memanaskan pipa PVC agar PVC dapat dengan
mudah dibengkokan.

PRAKTEK BENGKEL INSTALASI RUMAH TINGGAL A B.SUDOMO 3


POLITEKNIK NEGERI MEDAN 2018

2.1.3 Alat Ukur.

1. Rol kayu digunakan sebagai alat bantu dalam pembuatan garis pada papan kerja.
2. Level ( water pass ) digunakan dalam menentukan posisi horizontal dan vertical.
3. Meter digunakan dalam pembuatan ukuran.

2.1.4 Multi Check

Digunakan sebagai alat bantu dalam pemasangan / penyambungan terminal. Apakah


penyambungan yang kita pasang hubunganya sudah benar dapat di check dengan
menggunakan peralatan ini.

A. PROYEK TUAN SUDOMO

Tuan Sudomo berniat membuat rumah tinggal. Dia telah menerima rancangan
bangunanya dari arsitek dan juga telah menghubungi kontaktor dimana anda bekerja untuk
pemasangan instalasi listriknya. Berdasarkan keinginan Tuan Sudomo, anda buat
perencanaan insatalasi peneranganya .

Tanpa menulis dahulu deskiripsinya, anda langsung menggambarkan symbol –


symbol kistrik pada gambar denah bangunanya .

Anda membuat 3 catatan sebagai berikut :

1. Lampu penerangan diatas meja terdiri dari 6 lampu pijar yang dilayani oleh saklar
seri.
2. Penerangan diatas meja diruang keluarga dilayani dari 3 tempat menggunakan kontak
tekan .
3. Tempat parkir dan penerangan luar menggunakan system pengaturan sebagai berikut :
 Selection : Antara Manual ( M ), Autimatic ( A ) dan Off.
 Automatic : Peneranagn akan menyala begitu keadaan diluar gela dan
padam jika keadaan diluar terang.
Untuk menghemat energy, kemungkinan yang diambil bahwa penerangan
harus padam saat jam 22.00 – 04.00. Namun seaandainay di perlukan, bias
dinyalakan kembali dengan pengoperasian dan pintu masuk depan

PRAKTEK BENGKEL INSTALASI RUMAH TINGGAL A B.SUDOMO 4


POLITEKNIK NEGERI MEDAN 2018

pekarangan dan pintu masuk selama 2 – 5 menit untuk kemudian padam


kemabali secara otomatis.
 Manual : Pada keadaan ini, penerangan dapat diatur setiap saat baik
untuk pengoperasian otomatis padam setelah menyala selama 2- 5 menit atau
menyala permanen. Untuk keadaan ini ( M ) Ditandai dengan lampu tanda
merah.

Saklar pilih dan lampu tanda dipasang dikoridor dalam. Peralatan pengatur apa yang
mutlak dibutuhkan untuk penerangan di ruang keluarga ?

1. Saklar seri : 1 buah


2. Lampu : 2 buah
3. Fitting : 3 buah
Peralatan pengatur apa yang mutlak dibutuhkan untuk penerangan luar dan tempat parkir ?

1. Lampu tanda : 1 buah


2. Tombol tekan dengan IP55 : 1 buah
3. Tombol tekan dengan lampu : 1 buah
4. Lampu : 2 buah
5. Fitting : 2 buah
6. Selektor : 1 buah

Peralatan pengoperasian diatas dipasang sebagaimana tertera pada perencanaan lokasi


pada halaman 3.

Semua peralatan pengatur lainnya seperti relay dan sebagainya dipasang pada panel
distribusi.

PRAKTEK BENGKEL INSTALASI RUMAH TINGGAL A B.SUDOMO 5


POLITEKNIK NEGERI MEDAN 2018

B. Terminal dan Sambungan

Sambungan penghantar listrik sering kali merupakan sumber kerusakan dan jatuhnya
instalasi yang berakibat pada sifat-sifatnya ( mis : kebenaran ).

Dengan demikian sambungan ini merupakan bagian yang sangat penting dalam
menentukan keandalan instalasi. Kita mengetahui bahwa penghantar akan naik panasnya bila
arus yang melalui semakin besar. Kenaikan panas tersebut harus di batasi supaya tidak
merusak isolasi penghantar. Standard pembatasan ini biasnya 70˚ Celcius untuk isolasi
penghantar PVC dan dibatasi oleh penghantar yang membawa kapasitas arus : Sambungan-
sambungan itu harus bisa menampung kapasitas arus yang dialirkan melalui penghantar yang
disambungkan dan harus tetap dapat diandalkan dalam setiap temperatur.

Pemilihan sambungan yang baik dan penerapan teknik sambungan yang benar penting
sekali untuk sambungan yang dapat diandalkan. Bab ini akan membuat anda mampu :

 Mengenai tipe-tipe terminal dan terminal blok yang biasa di pakai untuk
instalasi listrik.
 Mempersiapkan macam-macam penghantar untuk sambungan yang dapat
diandalkan untuk sambungan khusus.
Akhir dari pengahantar yang berisolasi disambungkan pada komponen listrik dan alat-
alat, atau satu dengan yang lainnya dengan menggunakan terminal dan sambungan.

Sebelum yang fleksibel harus di siapkan sedemikian rupa, hingga semua untaian
penghantar benar-benar sambungan yang dapat di andalkan.

Bila ujung dari penghantar di kencangkan pada terminal dengan sekrup atau mur, itu
disebut terminal skrup.

Bila ujung dari penghantar pengencangnya pada terminal dengan cara ditusukkan atau
disisipkan maka terminal terminal itu disebut terminal tusuk.

Bila ujung dari penghantar dikencangkan pada terminal oleh penyolderan, terminal itu
disebut terminal solderan.

Ketiga kategori terminal diatas digunakan pada keterampilan teknik listrik dan
elektronik.

PRAKTEK BENGKEL INSTALASI RUMAH TINGGAL A B.SUDOMO 6


POLITEKNIK NEGERI MEDAN 2018

1. Diagram Lokasi Proyek Tuan Sudomo

PRAKTEK BENGKEL INSTALASI RUMAH TINGGAL A B.SUDOMO 7


POLITEKNIK NEGERI MEDAN 2018

DIAGRAM LISTRIK

= Terminal
Di bawah Di atas
NO = Terminal No.

= No. Dari Kotak Kontak

kW = Beban

= Group Instalation

mm2 = Ukuran Penghantar

GR = Group Instalasi ( Circuit )

MOD TANGGAL DIGAMBAR PERUBAHAN


SKALA DIGAMBAR : BOIKE SINAGA DIPERIKSA : Drs. M. J. J. Purba 31 JANUARI 2018

PROYEK : Rumah Tinggal A B. SUDOMO

INSTALASI : Lampu Penerangan


PEKERJAAN NO. GEDUNG LANTAI GAMBAR NO. JUMLAH HALAMAN

C-004 UTAMA BAWAH EDC EL DRA 0033

POLITEKNIK NEGERI MEDAN

PRAKTEK BENGKEL INSTALASI RUMAH TINGGAL A B.SUDOMO 8


POLITEKNIK NEGERI MEDAN 2018

2. Diagram Control

0 1 2 3 4 5 6 7 8 9

b
F11 F12 F13 F14
c
10 A 10 A 10 A 5A

d 1
3
e KWH S1 S2 0 M A

f 4 5

2
g K9A

h
8
i S6 S7
K9A K4T

j F0 25 A K7
9

k
10

l K6T S8

11
m

n K4T 6 K6T K7 K8 K9A


K1 K1 H5 t
o 7

q
PE

PE

PE

PE

PE

PE
U1

U1
L1

L1

L1

11
10
N

N
1
2

3
4
5
6
7

8
9

r NO 0 1 2 3 5 6 8

s 1 2 3 4

t mm2 6 x 1,5 3 x1,5 3 x1,5 5 x1,5 3 x1,5 4 x1,5

u X 4 4 5

v 9 4
CONTROL OUT
BED KORRIDOR
LIGHT LIVING ,

CONTROL IN

w
LIGHT BATH ,
SUPPY PLN

AND PARKING
LIGHT PATH
KITCHEN
DINNING

DOOR

DOOR

z
POLITEKNIK NEGERI MEDAN DIAGRAM No. EDC EL DRA 0033 PAGE 01
0 1 2 3 4 5 6 7 8 9

PRAKTEK BENGKEL INSTALASI RUMAH TINGGAL A B.SUDOMO 9


POLITEKNIK NEGERI MEDAN 2018

3. Diagram Pengawatan pada Papan proyek Tuan Sudomo

L N PE 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14

PO
kwh

LDR
F0
0
25 A S1
A
M

S1
L N PE
H5

S2 S2
Fasa Sumber
Fuse 1

Fuse 2

Fuse 3

Fuse 4

Netral

Pentanahan

PRAKTEK BENGKEL INSTALASI RUMAH TINGGAL A B.SUDOMO 10


POLITEKNIK NEGERI MEDAN 2018

C. BILL OF QUANTITY DAFTAR KEBUTUHAN BAHAN / PERALATAN

UNTUK LATIHAN SEMESTER III TIAP MAHASISWA

NO NAMA BAHAN / PERALATAN JUMLAH SATUAN KETERANGAN

A. Pipa dan alat bantu

1 Pipa union (5/8”) (0 int. 15 mm) 3,6 M Lokal

2 Pipa sintesis lokal (5/8”) PVC 1,9 M Lokal

3 Pipa KIR 11 mm (0 int. 13,5 mm) 1,25 M Import / Tender

4 Benda siku 5/8” union 3 Buah Untuk Union Pipa, Lokal

5 Benda siku sintetik lokal 2 Buah Untuk Pipa PVC

6 Benda siku KIR 1 Buah Import / Tender

7 Sok ( Benda sambung ) KIR 1 Buah Import / Tender

8 Cabang T (KIR) 16 Buah Import / Tender

9 Tole union 40 Buah Lokal

10 Klem alumunium 16 mm 12 Buah Lokal

11 Klem import KIR 14 Buah Import / Tender

12 Klem NYM 9 mm sebelah paku 2 Buah Lokal

B. Saklar Dan Peralatannya

13 Sakelar Dimmer (LDR) 1 Buah Import / tender

14 Sakelar tukar 2 Buah Import/tender Sch 3

15 Sakelar silang 1(+1 Buah Import/tender Sch 6


spare)

16 Sakelar seri 1 Buah Import/tender Sch 1

17 Sakelar golongan (selektor) 1 Buah Import/tender Sch 2

18 Sakelar tekan (impuls) dg. lampu 1 Buah Import / tender


tanda

19 Sakelar tekan (impuls) dg. lampu 1(+2 Buah Import / tender


IP 55 spare)

20 Lampu tanda (merah) 1 Buah Import / tender

21 Kotak hubung 4 Buah Import / tender

PRAKTEK BENGKEL INSTALASI RUMAH TINGGAL A B.SUDOMO 11


POLITEKNIK NEGERI MEDAN 2018

22 Kotak kontak 1 fasa + PE 3 Buah Lokal

23 Fiting duduk (lokal) 4 Buah Lokal

24 Roset kayu 4 Buah Lokal

25 Fiting duduk (import) 2 Buah Import / tender

26 Sakelar tekan 2 Buah Import / tender

C. Panel

27 Sekering Diazca lengkap 10 A 3 Buah Import / tender

27 a Sekering Diazca lengkap 6A 1 Buah Import / tender

28 Relay kontraktor 220 V / 10 A 2 Buah Import / tender

29 Sakelar relay impuls 220 V 1 Buah Import/tenderDRA


0033,K7,K9A

30 Saklelar waktu 220 V 1 Buah Tender DRA 003 K1 Import

31 Sakelar relay tangga 220 V 1 Buah Tender DRA 003 K1 Import

32 Busbar tembaga 3 - 5 x 15 mm 280 Mm Lokal

33 Profil C22 s 12 mm alu 100 Mm Lokal

34 Profil untuk terminal 150 Buah Import / tender

BILL OF QUANTITY

DAFTAR KEBUTUHAN / PERALATAN

UNTUK LATIHAN SEMESTER III TIAP MAHASISWA

NO NAMA BAHAN/PERALATAN JUMLAH SATUAN KETERANGAN

35 Profil dudukan relay 200 Mm Import / tender

36 Terminal 4 mm 15 Buah Import / tender

37 Penahan terminal 1 Buah Import / tender set screw

38 Treeplex 1 Lembar Local ( atau 9 mm )

Lebar x panjang x lebar

253 x 453 x 4mm

PRAKTEK BENGKEL INSTALASI RUMAH TINGGAL A B.SUDOMO 12


POLITEKNIK NEGERI MEDAN 2018

39 Asbes plafon, lebar x panjang x 1 Lembar Local ( atau 2x4 mm )


tebal

253 x 603 x 8 mm

40 Plat penutup untuk item 40 1 Buah Imp./Tender (cover)

41 Terminal 6 mm 1 Buah Imp./Tender

42 Plat penutup 6 mm untuk item 1 Buah Imp./Tender


46

43 Plat pemisah 6 mm 1 Buah Imp./Tender

44 Saluran kabel 400 Mm Imp./Tender

45 Plastik pengikat kabel 10 Buah Lokal

46 Kabel NYM re 3 x 1,5 mm, warna 3,4 Mm Lokal ( pejal )


untuk 2 Ph + N

47 Kabel NYM re 3 x 1,5 mm, warna 1,0 Mm Lokal ( pejal )


untuk Ph + N + PE

48 NYA merah dan kuning dan 17,0 Mm Lokal ( pejal )


hitam 1,55 mm

49 NYA biru tua 1,5 mm 13 Mm Lokal ( pejal )

50 NYA hijau / kuning 1,55 mm 13,5 Mm Lokal ( pejal )

51 NYA hijau 1,55 mm 8,5 Mm Lokal ( pejal )

52 Dempul untuk kayu (putty) 0,1 Mm Lokal ( pejal )

53 Nomor-Nomor utk terminal blok 1 Mm Lokal ( pejal )

54 Steker 10 – 16 A PNE 1 Mm Lokal ( pejal )

55 Kabel NYMHY 3 x 1 mm 2,0 Mm Lokal ( pejal )


(fleksibel)

56 Asbes plafon,lebar x panjang x 1 Mm LokaL ( atau 8 mm)


tebal

253 x 453 x 8 mm

57 NYA coklat dan putih dan merah 12 Mm Lokal ( pejal )


jambu

D. Mur, Baut, Sekrup dan Panel

58 Sekrup kayu, kepala ½ bulat

3,5 x 15 100 Buah Lokal

PRAKTEK BENGKEL INSTALASI RUMAH TINGGAL A B.SUDOMO 13


POLITEKNIK NEGERI MEDAN 2018

3,5 x 30 40 Buah Lokal

3,5 x 20 20 Buah Lokal

3,5 x 40 10 Buah Lokal

59 Sekrup kayu, rata perseng 4 x 30 8 Buah Lokal


(20)

4 x 50 (45) 4 Buah Lokal

3,5 x 25 6 Buah Lokal

60 Mur baut M4 x 10 20 Buah Lokal

61 Mur baut M4 x 50 8 Buah Lokal

62 Rumah kontrol panel ( housing) 1 Buah Persiapan (housing)

63 Bingkai panel 1 Buah Persiapan (frame)

64 Mur geser M4 4 Buah Lokal

65 Mur baut M4 x 15 4 Buah Lokal

PRAKTEK BENGKEL INSTALASI RUMAH TINGGAL A B.SUDOMO 14


POLITEKNIK NEGERI MEDAN 2018

BAB III

Diskripsi Peralatan Pengatur pada Panel Distribusi

Peralatan pengatur yang dipasang pada panel distribusi merupakan komponen yang
sangat penting, seperti diantaranya yaitu :

 Fuse I : berfungsi mengoperasikan dua buah lampu dengan menggunakan saklar seri
yang dipasang pada ruang keluarga, selain itu berfungsi juga
mengoperasikan sebuah lampu yang menggunakan dua buah tombol
tekan yang juga diatur oleh impuls instalasi ini dipasang di ruang kamar.
 Fuse II : berfungsi mengoperasikan lampu dengan menggunakan dua
buah saklar tukar yang kita pasang di dapur.
 Fuse III : berfungsi mengoperasikan lampu taman dan lampu parkir, yang mana
kerjanya diatur juga oleh relayK7 dan K9, Timmer, LDR, dan staircase.
 Fuse IV : berfungsi mengoperasikan lampu tanda, dengan menggunakan selektor
sebagai alat untuk bekerjanya lampu tanda. Dan dapat mengatur pada
kondisi manual dan otomatis yang diatur juga LDR, Timer dan staircase.
 Timer : berfungsi sebagai saklar / penghubung yang menyalakan atau
menghidupkan lampu menurut sistem pengoperasian jam yang telah
ditentukan.
 Impuls : berfungsi sebagai pengontak atau pengunci tombol tekan.
 Staircase : berfungsi sebagai saklar waktu, yang dapat memadamkan dan
menyalakan penerangan sesuai berapa menit yang telah ditentukan.
 Saklar dimmer (LDR) : berfungsinya tergantung pada keadaan tempat. LDR
beroperasi pada keadaan gelap maka lampu akan menyala, begitu
sebaliknya lampu akan padam pada saat LDR mendapat cahaya terang.
 Relay : berfungsi untuk mengunci / pengontak sekaligus mengoperasikan tombol
tekan dengan lampu dan lampu tanda dengan IP55.

PRAKTEK BENGKEL INSTALASI RUMAH TINGGAL A B.SUDOMO 15


POLITEKNIK NEGERI MEDAN 2018

A. Analisis Rumah Tinggal A B . SUDOMO

Berdasarkan keinginan Tuan Sudomo, perencanaan pemasangan instalasi penerangan


telah dipasang sesuai dengan keinginan Tuan Sudomo.

Yang pada tempat pertama yaitu ruang dapur telah dipasang sebuah lampu yang diatur
dengan dua buah saklar tukar.

Yang pada tempat kedua yaitu ruang keluarga dipasang dua buah lampu yang diatur
dengan menggunakan saklar seri, dan diruang kamar telah dipasang sebuah lampu yang
diatur dengan dua buah tombol tekan dan tombol tekan diatur dengan saklar impuls.

Pada tempat ketiga dan keempat yaitu ditempat parkir dan lampu taman yang
dioperasikan secara selektor. Operasi selektor yaitu secara manual dan otomatis,
penjelasannya adalah sebagai berikut :

 Manual : yang mana pada keadaan ini lampu tanda dalam kondisi menyala, begitu
juga pada lampu parkir dan lampu taman. Lampu parkir dan lampu taman
dioperasikan oleh staircase, yang mana dalam waktu yang telah ditentukan
pada staircase lampu taman dan lampu parkir akan padam. Begitu juga
apabila diulang kembali operasi tersebut.
 Otomatis : yang mana pada keadaan ini tidak ditandai dengan lampu tanda (lampu
tanda dalam keadaan padam). Pada keadaan ini pengoperasian bisa
dilakukan oleh Timer, LDR, staicase dan Relay. Pengoperasian dengan
LDR terjadi pada saat keadaan diluar gelap maka lampu taman dan lampu
parkir akan meyala, dan pada saat keadaan diluar terang maka lampu
taman dan lampu parkir akan padam. Selain itu, pemasangan instalasi ini
juga bertujuan untuk menghemat energi, yaitu dengan pengoperasian
Timer. Demi menghemat energi, waktu pada Timer dapat diatur pada jam
22.00 – 04.00 akan padam.

PRAKTEK BENGKEL INSTALASI RUMAH TINGGAL A B.SUDOMO 16


POLITEKNIK NEGERI MEDAN 2018

B. Kesimpulan

Setelah melakukan praktek yang berjudul “Proyek Sudomo”, maka telah dapat di
simpulkan bahwa di dalam membuat suatu rangkaian sangat dibutuhkan ketelitian dan
pemahaman pada saat pengerjaan pemasangan instalasi penerangan tersebut.

Dengan melakukan praktek tersebut kita mendapat pengetahuan lagi tentang fungsi
alat – alat yang belum kita pelajari di semester I dan II, seperti selektor, relay, timer. Dan
sedikit mengulang, di praktek semester III ini kita juga menggunakan impuls, staircase dan
LDR. Bukan hanya itu kita juga sudah bisa menerangkan bagaimana cara kerja masing –
masing komponen yang dipakai pada praktik ini.

Pemasangan kabel juga perlu diperhatikan pada saat pemasangannya, agar tidak
terjadi kesalahan yang dapat berakibat fatal juga apabila ada kesalahan dalam penyambungan
dan pemasangan kabel tersebut. Maka dari itu sangat diperlukan ketelitian dan pemahaman
disetiap melakukan praktikum.

Medan, 31 Januari 2018

( Boike Sinaga )

1605032019

PRAKTEK BENGKEL INSTALASI RUMAH TINGGAL A B.SUDOMO 17