Anda di halaman 1dari 2

Pesan utama dan pertama Luqman kepada anaknya, yang diabadikan di dalam Al Quran

adalah Laa tusyrik billah, janganlah mempersekutukan Allah. Aqidah yang lurus, Tauhid
kepada Allah, benarnya keimanan kita kepada Allah menjadi kunci kebahagiaan hidup kita
dunia akhirat. Dan kita sebagai orang tua, mendapatkan amanah dari Allah berupa yang harus
kita didik dengan tepat. Nah, pendidikan yang pertama dan utama adalah terkait aqidah. Ya,
rukun Iman.

Kali ini kita akan membahas rukun iman pertama – iman kepada Allah. Apa dan bagaimana
kita mengajarkan rukun iman pertama ini kepada anak? Nasehat ini disampaikan oleh Ust
Abdullah Zein, MA Hafidzahullah dalam Kajian Keluarga Islam.

MENJELASKAN BAHWA ALLAH ITU ADA

Ketika kita ingin menjelaskan kepada anak bahwa rumah itu ada, pohon itu ada, sepeda itu
ada; sangatlah mudah. Mengapa? Karena anak bisa dengan mudah melihat, meraba, bahkan
memakainya. Tapi, bagaimana kita menjelaskan bahwa Allah itu ada? Ya, inilah kewajiban
kita sebagai orang tua, dan tantangan yang harus kita persiapkan. Apa jawabnya? Ya, kita
menjelaskan keberadaan Allah dengan cara melihat makhluk ciptaan Allah.

Saat kita jalan-jalan sore bersama anak, tunjukkan anak keberadaan langit di atas. Tanyakan
kepada anak, “Nak, langit itu siapa yang menciptakan ya?”. Begitu juga kala melihat gunung,
sungai, awan, pohon, air; “Siapa yang menciptakan ya?”.

Boleh juga menggunakan analogi, “Nak, rumah kita itu apakah tiba-tiba ada atau dulunya ga
ada? Tiba-tiba berdiri kokoh, atau ada tukang-tukang yang ngerjain?”. Nah, jika rumah saja
ada yang membuat, tidak serta merta ada; bagaimana dengan sesuatu yang lebih besar dan
rumit pembuatannya dari rumah? Gunung, sungai, laut? Apakah manusia bisa membuatnya?
Pasti yang membuat adalah yang lebiiiih besar dan hebaaat dari manusia. Siapa? Allah Swt.

Kita pun bisa menggunakan cara melihat keteraturan alam semesta ini. Misalnya, “Nak,
kenapa ya bulan munculnya selalu malam, koq ga pernah ketuker sama matahari?”, “Nak,
kenapa ya bintang-bintang itu ga ada yang saling bertabrakan?”. Kenapa? Karena ada yang
mengatur. Sebagaimana lalu lintas, ada polisi lalu lintas yang mengatur jalan supaya tidak
banyak terjadi tabrakan, maka begitulah juga Allah yang mengatur alam semesta ini.

MENJELASKAN SIFAT RUBUBIYAH

Kita harus meyakini bahwa Allah adalah satu satunya PENCIPTA dan PENGATUR alam
semesta (Meyakini kekuasaan Allah Swt). Kita juga harus meyakini bahwa Allah adalah
satusatunya PEMBERI RIZKI kepada ciptaan-Nya. Kita pun harus meyakini bahwa
satusatunya yang MENGHIDUPKAN dan MEMATIKAN adalah Allah Swt.

Bagaimana menjelaskan kepada anak? Gunakan cara dialog. Ajak anak wisata ke suatu
tempat, ke laut misalnya. Ajak anak menyaksikan luasnya samudra yang di dalamnya
terdapat aneka ikan, dan makhluk cantik di dalamnya. Ajak anak menyaksikan gunung yang
kokoh, atau gunung yang tengah meletus. Sampaikan bahwa semuanya itu diciptakan dan
diatur oleh Allah.

Salah satu kesalahan fatal dari orang tua terkait masalah ini, “Mah, mengapa gunung Merapi
meletus?”, tanya anak. “Karena Sing Mbaurekso lagi marah, nak!”. Atau ditanya, “Koq
panen kita sedikit ya, Pak?”. “Karena Nyi RORO Kidul lagi nesu nak!”. Orang tua masih
belum yakin bahwa segala sesuatu di bumi ini diatur oleh Allah; bagaimana mereka akan
meyakinkan anak tentang hal ini?

Cara menjelaskan rububiyah Allah, yaitu terkait Allah pemberi Rizki, dengan menanyakan
kepada anak, “Hari ini kita bisa makan enak, siapa yang berjasa memberikan ini semua,
kak?”. Ya, Allah. Bukan Ayah, tapi Allah yang memberikan semua ini, dan disampaikan
melalui kerja ayah. Kaitkan semuanya pada Allah. Kita ajarkan dalam keseharian anak, dan
ajarkan dengan cara dan bahasa yang mudah dicerna.

MENJELASKAN SIFAT ULUHIYAH

Uluhiyah adalah meyakini bahwa satu-satunya yang berhak disembah/diibadahi hanyalah


Allah Swt. Misalnya : Anak sedang sakit, lalu mengaduh keluh kepada kita. Sampaikan
kepada anak, “Nak, sakit adalah ujian dari Allah, yang ngasih Allah; maka mintalah kepada
Allah. Berdoalah kepada Allah, Nak, mintalah kesembuhan kepada Allah, ya!”. Doa adalah
salah satu praktek uluhiyah.

Contoh lain tatkala hujan deras diiring petir menyambar-nyambar. Si anak ketakutan.
Katakanlah pada anak, “Nak, berlindunglah kepada Allah. Allah akan melindungi hambaNya
yang beriman. Allah akan melindungi hambaNya”

images2 Bagaimana Mengajarkan Rukun Iman Pertama Kepada Anak?

Begitupula saat anak akan menghadapi ujian, sedang dia mengalami kesulitan. Katakanlah
pada anak, “Minta pertolongan kepada Allah ya nak. Allah akan memudahkan jika kita
mengingat Allah. Jangan lupa baca doa sebelum memulai mengerjakan ujian, supaya diberi
kemudahan dari Allah, supaya dibantu Allah.