Anda di halaman 1dari 35

PROPOSAL KERJA PRAKTEK

PENGANGKATAN BUATAN DENGAN METODE GAS LIFT

PT. HALLIBURTON INDONESIA

Oleh :

LOTAR MATHIUS

101101063

PROGRAM STUDI TEKNIK PERMINYAKAN

AKADEMI MINYAK DAN GAS BALONGAN

INDRAMAYU

2013

i
LEMBAR PENGESAHAN

Nama : Lotar Mathius

NIM : 101101063

Prodi : Teknik Perminyakan

Judul : Pengangkatan Buatan Dengan Metode Gas Lift

di PT. Halliburton Indonesia

Proposal Ini Telah Disetujui dan Disahkan,

Mengetahui,

Dosen Program Studi Teknik Perminyakan

Dwi Arifiyanto, S.T

ii
CURRICULUM VITAE

Nama : Lotar Mathius

Tempat, Tanggal Lahir : Sibandang, 24 Januari 1993

Jenis Kelamin : Laki-laki

Status : Belum Menikah

Agama : Kristen Protestan

Kewarganegaraan : Indonesia

IPK (sementara) : 3.03

Alamat Rumah : Perum. Pamulang Permai.1 Blok.AX5 No.3,

Tangerang Selatan 15417

Contac Person : 085693633892 / 082129309345

Hobby : Sepak Bola, Memancing

Email : lotarmathius@yahoo.co.id

iii
LATAR BELAKANG PENDIDIKAN

FORMAL:

 SDN No.173361 Sibandang (1999-2004)

 SDN Pondok Pinang 11 PT (2004-2005)

 SMP Negeri 17 KotaTangerang Selatan (2005-2008)

 SMA Negeri 3 Kota Tangerang Selatan (2008-2011)

 Akademi Minyak dan Gas Balongan, Indramayu (2011-Sekarang)

NON FORMAL:

 Bimbingan Belajar Ganesha Operation (GO), Tangerang (2009-2011)

PENGALAMAN PELATIHAN dan SEMINAR:

 Peserta Seminar Nasional “Oil Evolution” Oleh AKAMIGAS BALONGAN di

Galuh Room Hotel Salak Harritage, Bogor, 9 Juli 2011.

 Peserta Seminar Nasional “Sustainable Energy for Sustainable Future”

Oleh UPN VETERAN YOGYAKARTA di Royal Ambarukmo Hotel,

Yogyakarta, 25 Februari 2012.

 Peserta Seminar Nasional “Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3)” di

Fakultas Kedokteran, UNIVERSITAS GADJAH MADA (UGM),

Yogyakarta, 12 Januari 2013.

iv
 Peserta Seminar Nasional “State and Condition of Hydrocarbons

Exploration in Eastern Indonesia” di UNIVERSITAS PADJADJARAN

(UNPAD), Jatinangor, 23 November – 24 November 2013.

 Peserta Seminar ”Latihan Dasar Kepemimpinan” di Wisma Ciparay

Endah, 25 juni – 27 Juni 2010.

 Peserta Seminar Kampus Akamigas Balongan ”LNG dan Energi Alternatif”

di Hotel Wiwi Prakarsa, Indramayu, 17 Maret 2012.

 Peserta Character and Personality Building Akademi Minyak dan Gas

Balongan, Indramayu, 15 September – 17 September 2011.

 Successfully Completed The Competency Test of Hendled on

MICROSOFT OFFICE, Oleh LCC LP3I, 12 Februari 2011.

KEGIATAN PRAKTIKUM:

 Kegiatan : Praktikum Geologi Dasar I

Tanggal : 11 Oktober 2011 sampai 16 Oktober 2011

Tempat : Laboratorium Akamigas Balongan

 Kegiatan : Praktikum Kimia Dasar I

Tanggal : 04 Desember 2011 sampai 13 Desember 2011

Tempat : Laboratorium Akamigas Balongan

v
 Kegiatan : Praktikum Fisika Dasar I

Tanggal : 07 Januari 2012 sampai 16 Januari 2012

Tempat : Laboratorium Akamigas Balongan

 Kegiatan : Praktikum Kimia Dasar II

Tanggal : 08 April 2012 sampai 18 April 2012

Tempat : Laboratorium Akamigas Balongan

 Kegiatan : Praktikum Fisika Dasar II

Tanggal : 27 Mei 2012 sampai 4 Juni 2012

Tempat : Laboratorium Akamigas Balongan

 Kegiatan : Penilaian Formasi

Tanggal : 05 Mei 2012 sampai 14 Mei 2012

Tempat : Laboratorium Akamigas Balongan

KUNJUNGAN LAPANGAN:

 Indramayu, 14 September 2011

Mata Kuliah : Geologi Dasar

Tempat : Museum Geologi Bandung

Pembimbing : Adi Subyantoro, S.T

 Indramayu, 20 September 2011

Pengenalan lingkungan industri hulu ke hilir area Indramayu untuk fasilitas

produksi perusahaan.

vi
 Indramayu, 26 Juni 2012

Mata Kuliah : Pengantar Teknik Perminyakan II

Tempat : Museum Migas, Museum Listrik, dan Museum IPTEK,

TMII Jakarta

Pembimbing : Yayuk Sri Lestari, S.T

Demikian daftar Riwayat Hidup ini saya buat dengan sebenar-benarnya.

Hormat Saya

Lotar Mathius

vii
KATA PENGANTAR

Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, atas berkat rahmat dan

hidayah-Nya penyusun dapat menyelesaikan Proposal Kerja Praktek ini yang

berjudul “Pengangkatan Buatan Dengan Metode Gas Lift”.

Pada kesempatan yang baik ini, izinkan penyusun ikut juga

mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam

penyelesaian proposal ini, diantaranya:

1. Orang tua yang telah memberikan dukungan baik secara moral maupun

spiritual.

2. Bapak H. Nahdudin Islamy, selaku Direktur Akademi Minyak dan Gas

Balongan.

3. Ibu Hj. Hanifah Handayani selaku Ketua Yayasan Bina Islami dan

Akademi Minyak dan Gas Balongan.

4. Bapak Dwi Arifiyanto, S.T selaku Dosen Pembimbing Akademik

5. Rekan-rekan yang telah memberikan motivasi kepada penyusun

6. Semua pihak yang telah membantu tersusunnya proposal ini yang tidak

dapat disebutkan satu persatu.

viii
Penyusun sepenuhnya menyadari bahwa proposal ini masih jauh dari

sempurna, oleh karena itu kritik dan saran yang bersifat membangun dari

manapun datangnya sangat penyusun harapkan. Semoga proposal ini

bermanfaat sebagai mana mestinya.

Indramayu, .... Mei 2013

Penyusun

ix
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ......................................................................................... i

LEMBAR PENGESAHAN .............................................................................. ii

CURRICULUM VITAE .................................................................................. iii

KATA PENGANTAR .................................................................................. viii

DAFTAR ISI ................................................................................................... x

BAB I PENDAHULUAN ............................................................................... 1

1.1 Latar Belakang .......................................................................... 1

1.2 Tujuan dan Manfaat ................................................................... 2

1.2.1 Tujuan ............................................................................. 2

1.2.2 Manfaat ........................................................................... 3

1.3 Tema Kerja Praktek ................................................................... 4

1.4 Waktu dan Tempat Pelaksanaan ............................................... 4

BAB II DASAR TEORI ................................................................................. 5

2.1 Prinsip Dasar Gas Lift ................................................................ 5

2.2 Keuntungan dan Kerugian Sumur Gas Lift ................................ 7

2.2.1 Keuntungan Sumur Gas Lift ............................................ 7

2.2.2 Kerugian Sumur Gas Lift ................................................. 8

2.3 Sumur Gas Lift Menurut Penginjeksian Gasnya ........................ 9

2.3.1 Continous Flow Gas Lift .................................................. 9

2.3.2 Intermitten Lift ............................................................... 10

x
2.4 Sumur Gas Lift Menurut Instalasinya ....................................... 13

2.4.1 Open Instalation (Instalasi Terbuka) ............................. 13

2.4.2 Semi Closed Instalation (Instalasi Semi Tertutup) ........ 13

2.4.3 Closed Instalation (Instalasi tertutup) ............................ 14

2.5 Sumur Gas Lift Menurut Aliran Produksinya ............................ 14

2.5.1 Tubing Flow .................................................................. 14

2.5.2 Casing Flow .................................................................. 15

2.6 Mekanika Katup Sembur Buatan ............................................. 15

2.7 Peralatan Gas Lift .................................................................... 17

2.7.1 Peralatan di Bawah Permukaan .................................... 17

2.7.2 Peralatan di Atas Permukaan ....................................... 18

2.7.3 Peralatan Pengontrol .................................................... 19

2.7.4 Stasiun Distribusi .......................................................... 20

BAB III METODOLOGI PENELITIAN ......................................................... 22

BAB IV PENUTUP ....................................................................................... 23

DAFTAR PUSTAKA

xi
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Sumur minyak dapat mengalir secara alami karena masih cukup

energi yang terkandung di dalam reservoirnya. Tekanan reservoir dan

gas formasi merupakan sumber tenaga dari fluida reservoir untuk

mengalir secara alami (natural flow).

Setelah sumur diproduksi untuk jangka waktu lama atau tertentu,

tekanan reservoir akan menurun karena adanya produksi dan pada

akhirnya tekanan reservoir tidak mampu lagi untuk mengangkat fluida ke

permukaan maka akan menyebabkan produksi menurun. Untuk

mengatasi kondisi tersebut, maka pengangkatan buatan diperlukan agar

minyak atau fluida dari reservoir masih dapat diproduksi ke permukaan

atau bertujuan untuk meningkatkan hasil produksi.

Ada 2 cara untuk melakukan pengangkatan buatan ( artificial lift ), yaitu :

1. Dengan menggunakan pompa

Pengangkatan buatan dengan pompa adalah menggunakan

gerakan mekanis dari pompa untuk memindahkan energi dari pompa

kepada fluida sedemikian rupa, sehingga fluida di dalam sumur bisa

mengalir kepermukaan. Jenis pompa yang biasa digunakan adalah

sucker rod pump, ESP, Hydraulic Pump dan planjer pump.

1
2. Dengan menggunakan Gaslift

Pengangkatan buatan dengan gaslift adalah dengan cara

menggunakan energi yang terkandung dalam gas berupa tekanan gas

yang diinjeksikan ke dalam fluida di dalam sumur, gas tersebut

kemudian membantu mengangkat fluida kepermukaan. Ada dua cara

pengangkatan buatan dengan gaslift yaitu secara continous gaslift dan

intermittent gaslift.

Gaslift merupakan suatu metode pengangkatan fluida (minyak) ke

dalam sumur dengan cara menginjeksikan gas yang relatif bertekanan

tinggi kedalam kolom sumur. Untuk menentukan letak titik injeksi, spasi

katup, kedalaman katup, tekanan pada tiap katup, dan jumlah gas injeksi

yaitu dengan cara mendesain instalasi gaslift yang digambarkan secara

grafis.

1.2 Tujuan dan Manfaat

1.2.1 Tujuan

Adapun tujuan penulis dari pengajuan proposal ini,diantaranya:

 Diketahuinya informasi mengenai gambaran pelaksanaan

pekerjaan diperusahaan atau di institusi tempat kerja praktek

berlangsung.

2
 Menerapkan ilmu pengetahuan yang didapat dari bangku

perkuliahan.

 Untuk meningkatkan daya kreatifitas, dan keahlian mahasiswa.

 Mengetahui, mengenali dan memahami sistem pengangkatan

buatan dengan metode gas lift di lapangan.

1.2.2 Manfaat

A. Manfaat bagi mahasiswa:

 Dapat mengenal secara dekat dan nyata kondisi di

lingkungan kerja.

 Dapat mengaplikasikan keilmuan mengenai teknik

perminyakan yang diperoleh dibangku kuliah dalam praktek

dan kondisi kerja yang sebenarnya.

 Dapat memberikan kontribusi yang positif terhadap

perusahaan tempat mahasiswa kerja praktek.

 Sebagai sarana pemantapan keilmuan bagi mahasiswa

dengan mempraktekkan didunia kerja.

 Sebagai sarana untuk membina network dan kerjasama

dengan perusahaan di bidang perminyakan.

3
B. Manfaat bagi perusahaan:

 Perusahaan dapat memanfaatkan tenaga mahasiswa yang

kerja praktek dalam membantu menyelesaikan tugas-tugas

untuk kebutuhan di unit-unit kerja yang relevan.

 Dapat diperoleh informasi mengenai kerja praktek dan dapat

dipergunakan untuk pengambilan langkah selanjutnya.

 Menciptakan kerjasama yang saling menguntungkan dan

bermanfaat antara perusahaan tempat kerja praktek dengan

jurusan teknik perminyakan Akamigas Balongan.

1.3 Tema Kerja Praktek

Tema yang akan diambil dalam kerja praktek ini adalah tentang

“Pengangkatan Buatan Dengan Metode Gas Lift”. Untuk tema yang

lebih spesifik dapat disesuaikan dengan yang ada dilapangan.

1.4 Waktu dan Tempat Pelaksanaan

Waktu pelaksanaan Kerja Praktek yang akan diajukan pemohon,

setelah disesuaikan dengan kalender akademik pada tanggal 25 Juli s/d

25 Agustus 2013 bertempat di PT. Halliburton Indonesia. Adapun waktu

yang lebih spesifik diserahkan kepada pihak perusahaan.

4
BAB II

DASAR TEORI

2.1 Prinsip Dasar Gas Lift

Tujuan operasi gas lift secara umum adalah untuk menciptakan

“drawdown” sedemikian rupa sehingga reservoir mampu mengalirkan

sejumlah fluida seperti yang diinginkan. Faktor utama yang menentukan

dalam metode gas lift adalah perbandingan jumlah gas dengan cairan

(GLR) formasi pada sumur tersebut sudah lebih kecil dari GLR optimum,

disamping adanya penurunan tekanan dalam reservoirnya. Maka dengan

menginjeksikan gas bertekanan tinggi ke dalam tubing melalui annulus,

menyebabkan densitas cairan di dalam tubing menurun dan gradien

tekanan di kolom tubing juga menurun, akhirnya timbul perbedaan

tekanan antara reservoir dengan tekanan di dasar sumur (drawdown)

yang lebih besar dari sebelumnya dan mengakibatkan mengalirnya

minyak dari reservoir ke permukaan, atau dapat pula digunakan untuk

menambah laju produksi total pada sumur minyak yang masih flowing

tetapi laju produksinya kecil.

Gas lift adalah suatu metode artificial lift yang mirip dengan proses

natural flow atau dapat dikatakan sebagai pengembangan dari proses

tersebut, fluida dapat bergerak ke permukaan sebagai akibat

berkurangnya berat kolom fluida dan gas yang keluar dari larutan. Gas

5
bebas yang lebih ringan dari minyak bergerak, mengurangi densitas dari

cairan yang mengalir dan selanjutnya mengurangi berat kolom cairan

yang berada di atasnya. Turunnya berat kolom cairan menyebabkan

adanya beda tekanan antara reservoir dan lubang bor sehingga sumur

dapat mengalir berproduksi.

Syarat-syarat suatu sumur dapat di gas lift adalah sebagai berikut:

1. Fluid level masih cukup tinggi

2. Tersedianya gas yang memadai untuk injeksi, baik dari reservoir itu

sendiri maupun dari tempat lain

3. Tersedianya kompresor.

Adapun prinsip kerja gas lift adalah sebagai berikut:

1. Dari sumur, gas dan liquid akan dipisahkan di separator

2. Dari separator, gas digunakan untuk feeding compressor

3. Liquid akan di scruber kemudian kirim ke tangki.

4. Gas diinjeksikan oleh compressor ke annulus dengan tekanan tinggi

melalui valve- valve, lalu masuk ke tubing dan bercampur dengan

minyak

5. Sg minyak turun, dan akhirnya terdorong ke permukaan.

Pada gambar (2.1) dijelaskan mengenai proses penginjeksian

gas ke dalam sumur. Berdasarkan sistem penginjeksian gasnya, sumur

gas lift dapat dibedakan menjadi dua yaitu kontinyu (Continuous Gas Lift)

6
dan bertahap (Intermitten), hal tersebut tergantung pada productifity

index dan tekanan reservoirnya.

Gambar 2.1. Proses Gas Lift

2.2 Keuntungan dan Kerugian Sumur Gas lift

Metode gas lift memiliki beberapa kekurangan dan kelebihan

dibanding dengan metode artificial lift lainnya, diantaranya yaitu :

2.2.1 Keuntungan Sumur Gas lift

 Biaya peralatan dan perawatan lebih murah dibandingkan

dengan metode pengangkatan buatan lainnya.

 Sistem dapat didesain untuk berbagai laju aliran.

 Dapat dipakai pada seluruh kondisi jenis sumur (sumur tegak,

miring, maupun dalam.

7
 Flexibilitas tinggi.

 Waktu operasi yang panjang karena tidak ada alat yang

bergerak.

 Biaya operasi rendah.

 Pemasangan peralatan dapat direncanakan untuk

pengangkatan dari dekat dengan permukaan hingga mendekati

total kedalaman.

 Laju produksi dapat dikontrol di permukaan.

 Pasir yang ikut terproduksi tidak berpengaruh terhadap

peralatan gas lift.

 Sangat ideal jika injeksi gas hanya sebagai suplemen dan gas

formasi jumlahnya cukup.

 Peralatan penting (gas Compressor) dalam gas lift sistem di

install di permukaan sehingga mudah untuk perawatan dan

perbaikkan, peralatan ini juga dapat dipilih untuk bahan bakar

gas /elektrik.

2.2.2 Kerugian Sumur Gas Lift

 Investasi awal cukup besar, terutama bila harus memakai

kompressor.

 Bila gas yang dipakai bersifat korosif, maka dibutuhkan unit

penetral.

8
 Sukar dioperasikan apabila permukaan cairan di dalam tubing

sudah rendah.

 Pada dual completion dengan jarak zona yg jauh dan diameter

casing kecil.

 Harus terdapat gas yang mencukupi. Udara, Nitrogen atau gas

lain umumnya cukup mahal dan jarang sekali terdapat disekitar

lokasi.

 Spasi sumur yang luas, akan mempengaruhi alokasi distribusi

gas dan kehilangan tekanan yang besar.

2.3 Sumur Gas lift Menurut Penginjeksian Gasnya

2.3.1 Continous Flow Gas Lift

Dalam metode ini gas diinjeksikan secara terus – menerus

ke dalam titik injeksi pada kedalaman tertentu, sehingga terjadi

pencampuran antara gas yang diinjeksikan, dengan fluida sumur di

dalam tubing.

Proses yang terjadi hampir sama dengan sembur alam,

yang berbeda adanya 2 gradien tekanan alir di kolom tubing, yaitu

gradien tekanan alir diatas titik injeksi (Gfa), dimana GLR nya

adalah GLR murni ditambah jumlah gas yang diinjeksikan, dan

gradien tekanan alir di bawah titik injeksi (Gfb) yang merupakan

GLR murni dari sumur tersebut. Dasar operasi Continuous Gas Lift

9
adalah kesetimbangan tekanan alir antara Pwf dan tekanan yang

dibutuhkan untuk mengalirkan fluida sampai permukaan.

Continuos gas lift digunakan pada sumur yang mempunyai

PI (Productifity Index) dan Pwf besar, serta kolom fluida di dalam

sumur minimal 10 % dari kedalaman total sumur.

2.3.2 Intermitten Lift

Digunakan pada sumur yang mempunyai Pwf dan PI rendah

atau salah satunya rendah. Dalam sistem ini produksi dilakukan

secara teputus – putus dan di desain untuk memproduksi pada laju

sebesar fluida yang masuk ke lubang sumur dari formasi.

Dalam sistem intermitten, fluida dibiarkan terakumulasi dan

bertambah di dalam tubing pada dasar sumur, selama proses

penutupan sumur. Secara periodik, gelembung besar dari gas

injeksi bertekanan tinggi, diinjeksikan dengan cepat ke dalam

tubing di bawah kolom fluida, dan kolom fluida akan terdorong ke

permukaan. Frekwensi penutupan / shut–in intermitten, ditentukan

oleh jumlah waktu yang diperlukan oleh slug liquid masuk ke

dalam tubing. Lama periode injeksi gas tergantung slug cairan ke

permukaan.

Prinsip kerja metode intermittent adalah dengan

menginjeksikan gas bertekanan tinggi secara berkala untuk

mendorong fluida yang telah terkumpul diatas titik injeksi dalam

10
bentuk slug didalam sumur produksi. Kemudian injeksi gas

dihentikan dalam selang waktu tertentu untuk memberikan

kesempatan kolom cairan untuk naik kembali melewati titik injeksi.

Setelah kolom cairan melebihi titik injeksi, maka gas

diinjeksikan kembali, dan demikian seterusnya. Tabel 2.1

Menunjukkan perbandingan antara Continous Gas lift dan

Intermittent gas lift

Tabel 2.1

Perbandingan Continous Flow Gas Lift dan Intermittent Flow Gas Lift

KONDISI CONTINOUS INTERMITTENT

Laju alir, Q ( bbl/hari ) 100 – 75.000 Lebih rendah dari 500

Gradien tekanan statik Lebih tinggi dari Lebih rendah dari 0,3

(Pws) 0,3 Psi/ft Psi/ft

Gradien tekanan alir Lebih tinggi dari 0,08 Lebih rendah dari 0,08

(Pwf) Psi/ft Psi/ft

Perbandingan gas 50-250 /100 ft of lift 250-300 /1000 ft of lift

injeksi, RI (Scf/bbl)

Tekanan Injeksi, Pc Lebih dari 100 psi Kurang dari 100 Psi/1000

(Psi) /1000 ft of lift ft of lift

11
Jika tekanan dasar sumur tinggi dan indeks produktivitas tinggi

maka digunakan continous gas lift karena dapat mengangkat kolom

cairan minimalnya 70% dari kedalaman sumur. Jika tekanan dasar sumur

rendah dan indeks produktivitas rendah maka digunakan system injeksi

intermitten gas lift dimana kolom cairan yang terangkat kurang dari 70%.

Yang perlu diperhatikan dalam menentukan kedua metode

tersebut, yaitu:

a. Tekanan dasar sumur (BHP)

b. Indeksi produktivitas (PI)

Ada empat kategori pemakaian gas lift yang dianjurkan

berdasarkan PI dan BHP – nya yaitu pada tabel 2.2. :

Tabel 2.2

Kriteria penentuan Sistem injeksi ( Pudjo Sukarno, 1990 )

PI BHP Sistem Injeksi

Tinggi Tinggi Continous

Tinggi Rendah Intermittent

Rendah Tinggi Intermittent

Rendah Rendah Intermittent

12
Dimana :

 PI tinggi > 0.5 bbl / hari / Psi

 PI rendah < 0.5 bbl / hari / Psi

 BHP tinggi, artinya dapat mengangkat kolom cairan minimal 70% dari

kedalaman sumur

 BHP rendah, berarti kolom cairan yang terangkat kurang dari 70%

2.4 Sumur Gas Lift Menurut Instalasinya

2.4.1 Open Instalation (Instalasi Terbuka)

Adalah instalasi sumur gas lift dimana instalasi tersebut

tidak dilengkapi dengan packer dan standing valve, sehingga

tekanan injeksi akan berpengaruh langsung terhadap formasi.

Instalasi jenis ini umumnya digunakan pada sumur gas lift dengan

sistem injeksi yang continuous flow.

2.4.2 Semi Closed Instalation (Instalasi Semi Tertutup)

Adalah instalasi sumur gas lift yang instalasinya telah

dilengkapi dengan packer, tetapi tanpa standing valve. Instalasi ini

umumnya digunakan untuk sumur gas lift dengan sistem gas

injeksi yang continuous maupun yang intermitten flow.

Adapun fungsi packer pada instalasi ini adalah :

13
 Menghilangkan pengaruh tekanan langsung dari gas injeksi

terhadap formasi.

 Pada saat gas injeksi ditutup karena alasan tertentu cairan dari

formasi tidak mengisi kolom casing

2.4.3 Closed Instalation (Instalasi tertutup)

Adalah instalasi sumur gas lift yang telah dilengkapi packer

dan standing valve pada rangkaian tubing di bawah operating gas

lift valve. Instalasi ini akan efektif bila digunakan untuk sumur gas

lift dengan sistem injkesi yang intermitten flow. Adapun standing

valve berfungsi sebagai penahan tekanan balik dari kolom fluida di

dalam tubing apabila tekanan tersebut lebih besar dari tekanan

dasar sumur. Sumur gas lift menurut instalasinya dapat dilihat

pada.

2.5 Sumur Gas Lift Menurut Aliran Produksinya

2.5.1 Tubing Flow

Pada keadaan normal atau standar, tubing flow akan dipilih

untuk dilakukan, dimana gas diinjeksikan melalui casing dan laju

alir produksi dari dasar sumur ke permukaan mengalir melalui

tubing. Pemilihan ini berlaku apabila laju alir produksi dari sumur

14
tersebut masih dalam range diameter tubing yang tersedia

dilapangan tersebut.

2.5.2 Casing Flow

Apabila laju alir produksi lebih besar dari batasan diameter

tubing yang ada, maka sumur diproduksikan dengan cara

menginjeksikan gas bertekanan tinggi ke dalam tubing, sedangkan

laju alir produksi dari dasar sumur ke permukaan mengalir melalui

casing (annulus)

2.6 Mekanika Katup Sembur Buatan

Pada operasi sumur sembur buatan, peralatan utama yang

menentukan jumlah gas yang masuk dari annulus ke dalam tubing

adalah katup sembur buatan. Katup ini membuka dan menutup secara

mekanis dan operasinya dipengaruhi oleh tekanan injeksi gas, tekanan

tubing, tekanan dome, dan geometri peralatan dalam katup. Pembukaan

dan penutupan harus dilakukan seteliti mungkin, terutama untuk katub–

katub unloading, sehingga secara keseluruhan akan dapat dihasilkan

operasi sembur buatan yang berhasil.

Urutan proses unloading sebagai berikut :

a. Katup unloading, yang berfungsi sebagai jalan masuk gas dari annulus

ke tubing, untuk mendorong cairan yang semula digunakan untuk

mematikan sumur.

15
b. Katup operasi, yang berfungsi sebagai jalan masuk gas dari annulus

ke tubing, untuk mendorong fluida reservoir ke permukaan.

c. Katup tambahan (kalau ada), yang berfungsi sebagai katub operasi

apabila tekanan statik turun.

Pada tahap pertama, injeksi gas akan mengaktifkan katup – katup

unloading sehingga cairan untuk mematikan sumur terangkat ke

permukaan, dan permukaan cairan dalam annulus akan turun.

Pada tahap selanjutnya, setelah semua katub unloading secara

bergantian terbuka, permukaan cairan dalam annulus akan mecapai

katup operasi. Katubp operasi ini akan terbuka selama injeksi, dan gas

injeksi akan masuk ke dalam tubing secara kontinyu. Hal ini dapat terjadi

apabila tekanan injeksi gas (dalam annulus) lebih besar dari tekanan

aliran dalam tubing. Oleh karena itu, letak katub operasi ditempatkan

pada suatu kedalaman, sehingga tekanan aliran dalam tubing lebih kecil

dari tekanan injeksi gas di annulus. Penempatan katub operasi ini

ditentukan dari titik keseimbangan yaitu titik dimana tekanan aliran di

dalam tubing sama dengan tekanan injeksi gas di annulus, setelah

dikurangi dengan tekanan diferensial sebesar 50-100 psi.

16
2.7 Peralatan Gas Lift

2.7.1 Peralatan di Bawah Permukaan

Peralatan bawah permukaan metode gas lift tidak jauh

beda dengan peralatan pada sumur sembur alam hanya saja disini

ditambah dengan valve-valve gas lift. Peralatan gas lift di bawah

permukaan diantaranya :

a. Katup Sembur Buatan (Gas Lift Valve)

Katup ini akan membuka dan menutup secara mekanis

dan operasinya dipengaruhi oleh tekanan injeksi gas, tekanan

tubing, tekanan dome dan geometri peralatan dalam katup.

Secara umum prinsip kerja katup gas lift ini adalah elemen yang

merupakan alat pengontrol untuk membuka dan menutup valve

yang disebut bellow. Jika tekanan tubing lebih besar dari pada

tekanan bellow maka bellow akan tertekan keatas dan stem

akan ditahan diatas oleh pegas (Spring) sehingga valve terbuka.

b. Mandrel

Mandrel merupakan suatu bagian dari rangkaian pipa

produksi yang setiap satu valve (katub), memerlukan satu

mandrel. Mandrel dapat dibedakan menjadi dua macam yaitu

conventional mandrel dan side pocket mandrel

17
c. Standing Valve

Standing valve dipasang pada instalasi intermittent flow

gas lift yang berfungsi sebagai penahan fluida yang telah masuk

kedalam tubing agar tidak kembali lagi ke formasi pada saat

injeksi dihentikan.

Berdasarkan pemasangannya, gas lift valve dapat pula

dibedakan menjadi dua macam, yaitu sebagai berikut :

 Standard gas lift valve, merupakan valve yang dipasang

bersama-sama dengan tubing dan tidak dapat diambil tanpa

mengangkat tubing.

 Retrievable gas lift valve, merupakan valve yang dipasang

dengan menggunakan metode wire line.

2.7.2 Peralatan di Atas Permukaan

Peralatan di atas permukaan adalah semua peralatan yang

diperlukan untuk proses injeksi gas ke dalam sumur yang terletak

di permukaan, peralatan tersebut adalah sebagai berikut :

a. Well Head

Well head sebenarnya bukan merupakan alat khusus

pada operasi gas lift, tetapi juga digunakan pada metode

sembur alam. Well head digunakan sebagai tempat

18
menggantungnya tubing dan Casing, disamping itu well head

juga mempunyai tempat duduknya Christmastree.

b. Gas lift Christmas tree

Gas lift Christmas tree berfungsi untuk mengatur laju

produksi minyak, mengontrol tekanan reservoir dan untuk

mengatur jumlah gas serta tekanan gas yang masuk ke dalam

sumur.

c. Gas Compressor

Alat ini berfungsi untuk pembuatan gas bertekanan tinggi

yang di gunakan untuk penginjeksian gas pada sumur-sumur

gas lift. Gas bertekanan tinggi tersebut berasal dari gas-gas

bertekanan rendah yang terikut terproduksi pada saat

memproduksi minyak (gas solution) dan sebagai pemisahan

dari separator. Gas yang dihasilkan biasanya bertekanan

rendah, oleh karena itu diperlukan kompressor untuk menaikan

tekanan gas dan kemudian diinjeksikan kedalam sumur.

2.7.3 Peralatan Pengontrol

Peralatan pengontrol yang digunakan dalam operasi gas lift,

adalah :

a. Choke dan Regulator

Choke control adalah alat yang digunakan untuk

mengatur jumlah gas yang diinjeksikan, sehingga dalam waktu

19
tertentu (saat valve terbuka) gas tersebut dapat mencapai harga

tekanan yang dibutuhkan. Choke control dilengkapi pula dengan

regulator yang berfungsi untuk membatasi jumlah gas yang

dibutuhkan. Bila gas injeksi cukup, maka regulator akan

menutup.

b. Time Cycle Control

Alat ini digunakan untuk mengontrol laju alir gas injeksi

dalam intermittent gas lift untuk interval waktu tertentu. Time

cycle control dapat diatur sesuai dengan yang diinginkan.

2.7.4 Stasiun Distribusi

a. Stasiun Distribusi Langsung

Pada sistem ini gas dari compressor disalurkan langsung

menuju sumur-sumur produksi. Sistem ini memiliki kelemahan

yaitu bila kebutuhan gas untuk masing-masing sumur tidak

sama, sehingga kurang effisien.

b. Stasiun Distribusi dengan Pipa Induk

Sistem ini lebih ekonomis karena panjang pipa dapat di

perpendek. Karena stasiun yang satu berhubungan dengan

stasiun yang lainnya, maka bila salah satu stasiun sedang

dilakukan penginjeksian gas, maka sumur yang lain

terpengaruh.

20
c. Stasiun Distribusi dalam Stasiun Distribusi

Sistem ini sangat effektif sehingga banyak digunakan.

Gas dikirim dari stasiun pusat komperssor ke stasiun distribusi

kemudian dibagi kepada sumur-sumur dengan menggunakan

pipa.

21
BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

Dalam melaksanakan kerja praktek, mahasiswa diharapkan mampu

melakukan study kasus yaitu mengangkat suatu kasus yang dijumpai

ditempat kerja praktek menjadi suatu kajian sesuai dengan bidang keahlian

yang ada ataupun melakukan pengamatan terhadap suatu proses atau alat

untuk kemudian dikaji sesuai dengan bidang keahlian yang dimiliki.

Untuk mendukung kerja praktek dan kajian yang akan dilakukan, maka

dapat dilakukan beberapa metode pelaksanaan, yaitu diantaranya:

1. Metode Interview

Dengan cara memberikan pertanyaan kepada pembimbing atau

petugas yang berwenang untuk mendapatkan data yang ada ditempat

kerja praktek.

2. Metode Observasi

Dengan cara melakukan pengamatan secara sistematis mengenai

hal-hal yang ada di laboratorium atau tempat kerja praktek.

3. Study Literature

Dengan cara menelaah literatur-literatur yang berhubungan dan

bersesuaian, baik literatur dari perusahaan maupun dari luar

perusahaan.

22
BAB IV

PENUTUP

Demikian proposal ini saya ajukan, semoga dapat memberikan

penjelasan maksud dan tujuan dari Kerja Praktek di PT. Halliburton

Indonesia. Saya selaku penulis sekaligus pemohon, mengucapkan banyak

terimakasih kepada seluruh pihak yang telah membantu penyusunan

proposal ini. Semoga proposal ini menjadi motivasi untuk menuju masa

depan yang lebih baik. Besar harapan pemohon agar perusahaan bersedia

menerima permohonan Kerja Praktek ini, dan mohon maaf jika didalam

proposal ini terdapat kesalahan yang penulis lakukan, dan akhir kata saya

ucapkan banyak terima kasih.

Indramayu, …. Januari 2013

JURUSAN TEKNIK PERMINYAKAN

AKADEMI MINYAK DAN GAS BALONGAN INDRAMAYU

Pemohon,

LOTAR MATHIUS

NIM: 101101063

23
DAFTAR PUSTAKA

1. Brown, K.E, “ The Technology of Artificial Lift methods “, Volume 4,

Penwell, Penwell Publishing Company, Tulsa.

2. Brown, K. E, “ Gas Lift Theory and Practice “, The Petroleum

Publishing Co., Tulsa.

3. Modul Kuliah, “ Teknik Produksi I dan II “, Teknik Perminyakan,

Akamigas Balongan, Indramayu, 2003.

4. Prawira, Yudha, A. S., “ Laporan Kerja Praktek “, Teknik Perminyakan,

Akamigas Balongan, Indramayu, 2007.