Anda di halaman 1dari 2

1.

Ketebalan Mangrove

Ketebalan mangrove diukur berdasarkan panjang bentangan roll meter di setiap

stasiun secara tegak lurus dari batas darat sampai batas laut.

2. Kerapatan Jenis

Untuk analisa kerapatan jenis mangrove, digunakan rumus

𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝐼𝑛𝑑𝑖𝑣𝑖𝑑𝑢 𝑑𝑎𝑙𝑎𝑚 𝑡𝑟𝑎𝑛𝑠𝑒𝑘 (𝑖𝑛𝑑)


Kerapatan Mangrove =
𝐿𝑢𝑎𝑠 𝑡𝑟𝑎𝑛𝑠𝑒𝑘 (𝑚2)

3. Jenis Mangrove

Mangrove yang telah diambil samplingnya kemudian dilakukan identifikasi

menggunakan panduan buku identifikasi.

4. Pasang Surut

Pasang surut diperoleh melalui prosedur pemasangan rambu pasut yang

ditempatkan pada lokasi dimana pada saat pasang tertinggi dan surut terendah,

rambu pasut masih terendam air. Pengukuran pasang surut dilakukan selama 39 jam

dengan interval waktu 1 jam.

5. Obyek Biota

Obyek biota diamati secara langsung di lapangan. Biota yang ditemukan

dilakukan pengambilan gambar/foto sampling biota untuk kemudian diidentifikasi

dengan panduan berdasarkan jurnal-jurnal yang berhubungan dengan penelitian.

6. Data sosial ekonomi masyarakat

Diperoleh melalui pembagian daftar isian pertanyaan (kuesioner) dan wawancara.

Jenis pertanyaan untuk kuesioner merupakan pertanyaan tertutup (closed ended) dan

pertanyaan terbuka (open ended) diantaranya mengenai pengetahuan tentang mangrove,

pemanfaatan mangrove, tanggapan masyarakat dan lain-lain. Metode yang digunakan

dalam pengisian kuesioner adalah purposive sampling dimana responden ditentukan

berdasarkan tujuan yang ingin diperoleh dan berdasar pada asumsi bahwa responden

adalah homogen, sehingga jumlah responden digeneralisasikan.


Setelah didapatkan data, dilakukan analisis PCQ hingga didapatkan Indeks Nilai
Penting. Analisis data dimulai dari perhitungan menetukan Basal area (BA) merupakan
penutupan kanopi pohon. Diameter didapatkan dari pengukuran keliling batang pohon.
Diameter batang tiap spesies tersebut kemudian digunakan untuk mencari nilai basal area
dengan menggunakan rumus:
d = K/ π
BA = 1/4 πd2
Keterangan:
K = keliling pohon
BA = Basal Area
Π = 3,14
d = Diameter batang

Rata-rata jarak = Jumlah semua jarak yang terukur (jumlah plot x panjang plot) 4 x jumlah
titik pusat (n)
Kerapatan per 100 m2 = Jumlah individu spesies i / 100 x Faktor koreksi
Faktor koreksi PCQ = 1
Kerapatan Mutlak = BA x Kerapatan per 100 m2
Kerapatan relative = Jumlah individu sejenis x 100%
Total individu seluruh spesies
Frekuensi relative = Frekuensi spesies i x 100%
Total frekuensi
Dominasi relative = dominansi spesies i x 100%
Dominansi total
Indeks Nilai Penting = kerapatan relatif + dominasi relatif + frekuensi relative