Anda di halaman 1dari 9

LAPORAN PEMBEKALAN MATERI PESERTA PLPG TAHUN 2017

Nama Peserta : ZARQONI


NUPTK : 0133761662200033
Nomor Peserta PLPG : 17286210010003
Bidang Studi Sertifikasi : IPS
Sekolah Asal : SMP Negeri 16 Kota Serang

LAPORAN KEMAJUAN BELAJAR MANDIRI KEEMPAT


SUMBER BELAJAR BIDANG STUDI IPS SMP

A. RINGKASAN MATERI

BAB V
KONSEP-KONSEP DASAR METODELOGI

I. Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif

a. Penelitian Kuantitatif

Robert Donmoyer (dalam Given, 2008) mengungkapkan bahwa penelitian kuantitatif adalah
pendekatan-pendekatan terhadap kajian empiris untuk mengumpulkan, menganalisa, dan
menampilkan data dalam bentuk numerik daripada deskritif atau naratif. Penelitian
kuantitatif sering dipandang sebagai antitesis atau lawan dari penelitian kualitatif, meskipun
pendapat ini tidak semuanya benar . Hal ini dikaraenkan banyak peneliti tertarik mempelajari
aspek-aspek kualitatif dari fenomena yang ada.

Penggabungan kualitantif dan kualitatif juga menjadi bias karena peneliti kualitatif tidak bisa
menghindari kualitatif, penggunaan istilah sangat setuju, setuju, tidak setuju sebenarnya
mereka telah melakukan semacam kuantitatif dalam bentuk yang kurang tepat.
Pelaksanaan penelitian kuantitatif berdasarkan prosedur yang telah direncanakan
sebelumnya, tahapan kegiatannya adalah:

1) Mengidentifikasi permasalahan
2) Studi literatur
3) Pengembangan kerangka konsep
4) Identifikasi dan definisi variabel, hipotesis, dan pertanyaan penelitian.
5) Mengembangkan disain penelitian.

Menurut Sukardi (2003) ada beberapa langkah yang perlu dilalui agar proses analisis
menjadi lebih terarah, yaitu:

1) Skoring
Yaitu pemberian nilai pada setiap jawaban yang dikumpulkan peneliti dari intrumen
yang telah disebarkan misalnya pada saat angket disebarkan alternatif jawaban yang
diberikan masih berupa kualitatif, maka pada tahap ini harus dikuantifikasikan. Contoh
alternatif angket sebagai berikut:

Ø Selalu :3

Ø Belum tentu :2

Ø Tidak :1

2) Tabulasi
Yaitu mencatat skor secara sistematis agar memudahkan pengamatan data yang
diperoleh.

Contoh : apabila analisa data membandingkan dua kelompok maka data ditempatkan
dalam kolom yang berbeda.

3) Mendeskripsikan data
Yaitu menggambarkan data yang ada guna memperoleh bentuk nyata dari responden,
sehingga lebih dimengerti oleh peneliti atau seseorang yang tertarik dengan hasil
penelitian yang dilakukan.

4) Melakukan uji statistika


Uji statistika atau analisis inferensial merupakan pengolahan data yang diperoleh
dengan menggunakan rumus-rumus atau aturan-atauran yang berlaku.
Teknik analisis data dalam penelitian kuantitatif menggunakan satatistik. Terdapat 2
satatistik untuk menaganalisa data yaitu:

 Statistik deskritif yaitu statistik yang digunakan untuk analisa data dengan cara
mendeskripsikan atau menggambarkan data yang terkumpul sebagaimana
adanya tanpa ada tujuan membuat kesimpulan untuk generalisasi. Beberapa hal
yang perlu dilakukan adalah pernyajian data melalui tabel, grafik, diagram
lingkar, pictogram,modus, median, mean, dll.
 Statistik inferasila yaitu statistik yang digunakan untuk menganalisa data sampel
dan hasilnya diberlakukan untuk populasi.Statistik ini cocok digunakan jika
sampel diambil pada populasi yang jelas dan pengambilan sampel secara acak.

b. Penelitian Kualititatif

Menurut Moleong (2002) penelitian kualitatif adalah penelitian yang bermaksud untuk
memahami fenomena apa yang dialami subyek penelitian misalnya perilaku,
persepsi,motivasi,tindakan, dll. Secara holistik dan dengan cara deskripsi dalam bentuk
kata-kata dan bahasa pada suatu konteks khusus alamiah dan dengan memanfaatkan berbagai
metode alamiah.

Penelitian kualitatif disebut juga penelitian naturalistik, fenomologis, metode


improsionistik, dan metode post posivistik. Karakteristik penelitian ini adalah sebagai
berikut:

1) Menggunakan pola berfikir induktif


2) Perspektif/partisipan sangat diutamakan dan dihargai tinggi
3) Penelitian kualitatif tidak menggunakan rancangan penelitian yang baku, rancangan
penelitian berkembang selama proses penelitian.
4) Tujuan penelitian kualitatif adalah untukmmemahami, mencari makna dibalik data.
5) Subyek yang diteliti , data yang dikumpulkan sumber data yang dibutuhkan dan alat
pengumpul data bisa berubah-ubah sesuai kebutuhan
6) Pengumpulan data dilakuakan atas dasar prinsip fenemologis,yaitu dengan
memahami secara mendalam gejala atau fenomena yang dihadapi.
7) Peneliti berfungsi pula sebagai pengumpul data
8) Analisi data bisa dilakukan selama penelitian sedang dan telah berlangsung
9) Hasil penelitian berupa deskripsi dan interpretasi data dalam konteks waktu serta
situasi tertentu.

II. RUANG LINGKUP PENELITIAN

Ruang lingkup desain penelitian terdiri dari:

a. Penentuan judul penelitian


Judul penelitian merupakan identitas atau cermin dan jiwa seluruh pemikiran yang
dituangkan dalam bentuk tulisan. Judul harus bersifat menjelaskan tentang masalah
yang akan diteliti, tujuan penelitian, dan metode yang akan digunakan dalam
penelitian.

b. Penentuan Masalah Penelitian


Masalah penelitian merupakan pedoman kegiatan penelitian . Dalam penelitian
masalah berperan untuk mengarahkan kegiatan penelitian. Tanpa rumusan masalah
peneliti akan kesulitan dalam pelaksanaan dan penulisan penelitian.

c. Penentuan Tujuan penelitian


Tujuan penelitian nmengarahkan peneliti mencapai sasaran dan target yang ingin
dicapai. Tujuan penelitian terdiri dari tujuan utama dan pelengkap. Tujuan utama
berkaitan dengan judul dan masalah penelitian , sedangkan tujuan pelengkap bersifat
subyektif sesuai kemauan peneliti.

d. Penentuan Hipotesis
Hipotesis adalah jawaban sementara terhadap permasalahan yang akan diteliti. Dalam
satatistik dikenal 2 macam hipotesis yaitu:

1) Hipotesis nol (H0) yaitu hipotesis yang menyatakan adanya kesamaan dan tidak
adanya perbedaan atau tidak ada pengaruh antara variabel yang satu dengan
variabel yang lain.
2) Hipotesis alternatif (ha)yaitu hipotesis yang menyatakan adanya ketidaksamaan
dan saling mempengaruhi antara variabel yang satu dengan variabel yang lain.

e. Penentuan populasi dan sampel


Penentuan teknik pengumpulan data terdiri dari observasi, wawancara, angket, studi
dokumentasi, dan studi literatur.
f. Penentuan cara menaganalisis dan penafsiran data
Pada dasarnya analisis dan penafsiran data merupakan penguraian data melalui
tahapan-tahapan: mengedit data, menafsir data, dan pengambilan generalisasi dan
kesimpulan.

g. Variabel penelitian
Banyaknya variabel penelitian bergantung pada sederhana atau rumitnya penelitian.
Macam-macam variabel terdiri dari:

1) Menurut fungsinya dapat dibedakan menjadi variabel tergantung, variabel bebas,


variabel intervening, variabel moderator, variabel kendali, dan variabel rembang.
2) Menurut datanya variabel dapat dibedakan berdasarkan data yang diharapkan
terkumpul, karena itu dibedakan menjadi data nominal yang terkait dengan
variabel nominal, data ordinal yang terkait dengan variabel ordinal, data interval
yang terkait denga variabel interval, data rasio yang terkait dengan variabel rasio.

Hubungan antara variabel sesungguhnya di dalam inti penelitian ilmiah adalah mencari
hubungan antara berbagai variabel . Hubungan yang paling dasar adalah hubungan anatara
dua variabel bebas dan variabel terikat. Merumuskan definisi noperasional variabel
diperlukan untuk menunjukan alat pengambilan data yang cocok untuk digunakan.

Setelah definisi operasional variabel-variabel penelitian selesai dirumuskan maka prediksi


yang terkandung dalam hipotesis telah diopersionalkan. Jadi peneliti telah menyusun
prediksi tentang kaitan berbagai variabel penelitiannya itu secara operasional dan siap diuji
melaui data empiris.

III. JENIS-JENIS DESAIN PENELITIAN

Pengelompokan desain penelitian yang kuiuta kenal diantaranya:

1. Desain penelitian yan g ada kintrol


2. Desain untuk studi deskritif dan analisis
3. Desain untuk studi lapangan
4. Desain untuk studi dengan studi waktu
5. Desain untuk studi evaluatif –non evaluatif
6. Desain dengan menggunakan data primer dan sekunder.
Jenis penelitian dilihat dari berbagai perspektif antara lain:

1. Desain dilihat dari rumusan masalahnya


a) Penelitian eksploratif yaitu penelitian yang dilakukan dengan tujuan untuk
mengeksplorasi fenomena yang menjadi sasaran penelitian.
b) Penelitian uji coba hipotesis yaitu metode pengambilan keputusan yang
didasarkan dari analisis data.
2. Desain penelitian berdasarkan pengumpulan data, terdiri dari;
a) Penelitian pengamatan, yaitu penelitian melalui proses sistematis dari pencatatan
pola-pola perilaku manusia, obyek, dan peristiwa tanpa bertanya dengan obyek.
b) Penelitian survei, yaitu penelitian melalui upaya pengumpulan data dengan
instrumen tertentu untuk memperoleh informasi tentang sejumlah responden
yang dianggap mewakil populasi tertentu.
3. Desai penelitian dilihat dari pengendalian variabel-variabel oleh peneliti, yaitu:
a) Penelitian eksperimental yaitu penelitian yang dilakukan untuk mengetahu
akibat yang ditimbulkan dari suatu perlakuan yang diberikan secara sengaja oleh
peneliti.
b) Penelitian ekspost facto yaitu penelitian yang bertujuan menemukan penyebab
yang memungkinkan perubahan perilaku, gejala atau fenomena yang
disebabakan oleh suatu peristiwa, perilaku atau hal-hal yang menyebabkan
perubahan pada variabel bebas secara keseluruhan sudah terjadi.
4. Desain penelitian menurut tujuannya, terdiri dari:
a) Penelitian deskritif yaitu penelitian yang dimaksudkan untuk mengumpulkan
informasi mengenai status suatu gejala yang ada, yaitu keadaan gelaja menurut
apa adanya pada saat penelitian dilaksanakan.
b) Penelitian naratif yaitu penelitian yang biasa digunakan ketika peneliti
imginmembuat lapaoran narasi dan cerita individu.
c) Penelitian asosiatif yaitu penelitian untuk mencari penagruh natau hubungan
antara 2 variabel atau lebih.
5. Desaian penelitian menurut dimensi waktunya, terdiri dari:
a) Penelitian time series yaitu penelitian yang berusaha untuk memprediksi masa
depan dengan menggunakan data historis.
b) Penelitian cross sction yaitu penelitian dengan melakukan pengukurann atau
pengamatan pada saat bersamaan atau sekali waktu.
6. Desain penelitian dilihat dari lingkungan studi, dapat dikelompokan menjadi:
a) Studi dan eksperimen lapangan yaitu penelitian dalam situasi nyata dengan
memanipulasikan satu atau lebih variabel bebas oleh poeneliti apabila situasi
memungkinkan.
b) Eksperimen laboratorium yaitu penelitian yang mengkaji varian-varian dari
semua atau hampir semua variabel bebas yang mungkin berpengaruh, sedangkan
variabel-variabel yang tidak relevan dengan masalah-masalah penelitian dibuat
seminimal mungkin.

B. MATERI YANG SULI DIPAHAMI


Materi yang sulit dipahami dalam bab V adalah tentang penggunaan jenis penelitian
seperti penelitian eksperimen, penelitian ekspost facto, penelitian survei dan lain
sebagainya.

C. MATERI ESSENTIAL YANG SEHARUSNYA ADA NAMUN TIDAK ADA


Menurut saya materi esensial yang seharusnya ada namun tidak ada dalam materi
adalah:
1. Cara penentuan populasi dan sampel
2. Materi tentang penelitian tindakan kelas (PTK) padahal PTK ini adalah penelitian
yang sering dilakukan guru.

D. MATERI TIDAK ESSENTIAL TAPI ADA DALAM MATERI


Menurut saya semua materi penting dan essential. Hanya perlu penjabaran yang lebih,
dan berikan contoh-contoh penelitiannya agar pembaca tidak kesulitan dalam
memahaminya.

E. JAWABAN SOAL URAIAN

1. Sebaran data dan jenis skala data berikut adalah

No SEBARAN DATA JENIS SKALA


DATA

1 Jenis kelamin laki-laki dan perempuan Data Nominal


2 Panjang suatu benda yang dinyatakan dalam meter Data Rasio

Tingkat pendidikan disusun dalam urutan taman kanak-


kanak (TK), Sekolah dasar (SD), Sekolah Menengah
3 Data Ordinal
Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA),
diploma, Sarjana

Kecerdasan intelektual yang dinyatakan dalam IQ.


Rentang IQ 100-110 memiliki jarak yang sama IQ 110-
4 120. Namaun demikian tidak dapat dinyatakan orang Data Interval
yang memiliki IQ 150 tingkat kecerdasannya 1,5 dari
orang yang memiliki IQ 100.

Status pernikahan yang terdiri dari 3 kategori belum


5 Data Nominal
menikah, menikah, janda/duda.

Peringkat (rangking) siswa dalam satu kelas yang


6 Data Interval
menunjukan urutan prestasi tertinggi sampai terendah.

Data hasil pengukuran berat suatu benda yang dinyatakan


7 Data Rasio
dalam gram

2. Seorang guru ingin mengetahui efektifitas pelatihan kepemimpinan yang akan


dilakukannya. Dipilih 12 orang untuk dilatih. Sebelum dilaksanakan disebarkan angket
untuk mengetahui tingkat kepemimpinan dan pada akhir disebar angket pula untuk
mengetahui tingkat kepemimpinan.
a. Jenis penelitian yang tepat adalah jenis penelitian kuantitatif
b. Variabel yang digunakan adalah:
1. Efektifitas pelatihan
2. Kepemimpinan
c. Jenis skala yang digunakan adalah skala data interval.
d. Jenis analisis statistik yang tepat untuk digunakan dalam penelitian ini adalah
Statistik Inferasial yaitu statistik yang digunakan untuk menganalisa data sampel
dan hasilnya diberlakukan untuk populasi. Statistik ini tepat digunakan dalam
penelitian ini karena sampel diambil pada populasi yang sudah jelas dan
pengambilan sampel secara acak.
3. Langkah-langkah dalam penelitian kuantitatif diantaranya adalah sebagai berikut:
a. Skoring, yaitu pemberian nilai pada setiap jawaban yang dikumpulkan peneliti dari
intrumen yang telah disebarkan misalnya pada saat angket disebarkan alternatif
jawaban yang diberikan masih berupa kualitatif, maka pada tahap ini harus
dikuantifikasikan
b. Tabulasi, yaitu mencatat skor secara sistematis agar memudahkan pengamatan data
yang diperoleh.
c. Mendeskripsikan data, yaitu menggambarkan data yang ada guna memperoleh
bentuk nyata dari responden, sehingga lebih dimengerti oleh peneliti atau seseorang
yang tertarik dengan hasil penelitian yang dilakukan.
d. Melakukan uji statistika atau analisis inferensial, merupakan pengolahan data yang
diperoleh dengan menggunakan rumus-rumus atau aturan-atauran yang berlaku,
sesuai dengan pendekatan penelitian atau desain yang diambil.