Anda di halaman 1dari 5

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Permasalahan
Nanoteknologi merupakan salah satu bidang yang menarik perhatian para
peneliti dunia saat ini. Nanoteknologi adalah teknik rekayasa atau sintesis
(kombinasi berbagai material menggunakan berbagai metode), pengukuran dan
karakterisasi material baru dalam ukuran nanometer untuk aplikasi diberbagai
bidang kehidupan. Suatu material atau bahan dikatakan dalam ukuran nano
apabila memiliki ukuran kurang dari 100 nm. Nanoteknologi memiliki cakupan
yang sangat luas sesuai dengan manfaatnya masing-masing, diantaranya adalah
nanomedicine, nanomaterial, nanopartikel, nanokimia dan lain-lain.
Salah satu yang menjadi tinjauan dan menarik perhatian para peneliti
adalah nanopartikel. Secara umum pertanyaan yang timbul adalah apa yang terjadi
pada material ketika semua dimensi fisiknya diperkecil hingga ukuran nanometer
(Gajbhiye dkk, 2011). Nanopartikel memiliki keunggulan dibandingkan dengan
material bulk. Pada ukuran nano, sifat nanopartikel magnetik mengalami
perubahan yang unik misalnya menjadi lebih reaktif terhadap medan magnet luar
(memiliki respon yang tinggi). Sifat ini dinamakan superparamagnetik. Sifat ini
muncul pada nanomaterial berorde satu domain magnetik. Pada saat medan
magnet luar diberikan maka nanopartikel akan sangat reaktif akan tetapi jika
medan magnet luar dihilangkan maka pengaruhnya adalah secara perlahan-lahan
hilang dan sifatnya akan mirip dengan material paramagnetik. Hal inilah yang
membuat nanopartikel menjadi sangat penting dan menarik kehadirannya untuk
diaplikasikan dalam bidang medis seperti pada MRI, hyperthermia dan sebagai
drug delivery. Selain itu, aplikasi nanopartikel dalam jumlah yang besar adalah
untuk mengetahui efek interaksi nanopartikel secara fisik pada suatu sistem
(Kmelie dkk, 2012).
Salah satu jenis nanopartikel yang penting dan menarik untuk diteliti
adalah manganese ferrite (MnFe2O4). MnFe2O4 yang termasuk dalam kelompok
soft ferrite memiliki sifat magnetik dan struktur spinel kubik (Sunaendar dan
Dharma, 2007), dapat diaplikasikan dalam berbagai bidang seperti sebagai media
penyimpanan, drug delivery, ferrofluid, biosensor dan sebagai katalis. Untuk
memperoleh nanopartikel manganese ferrite (MnFe2O4) ada beberapa cara atau
metode yang dapat dilakukan diantaranya adalah kopresipitasi, metode sol-gel,
mikroemulsi, sintesis hidrotermal, combustion dan lain-lain. Di antara metode
tersebut, kopresipitasi merupakan metode sederhana (prosesnya tidak sulit) yang
dapat dilakukan pada suhu lingkungan normal (Lu dkk, 2007), dengan harapan
ukuran partikel yang diperoleh lebih kecil dan homogen. Selain itu, hal lain yang
perlu diperhatikan agar ukuran nanopartikel dapat dikontrol dan diaplikasikan
adalah modifikasi permukaan nanopartikel.
Modifikasi yang dapat dilakukan adalah dengan melapisi permukaan
nanopartikel atau dikenal dengan proses enkapsulasi. Salah satu tujuan dari proses
enkapsulasi adalah mencegah terjadinya penggumpalan (agglomerasi) pada
nanopartikel. Proses enkapsulasi depat dilakukan dengan menggunakan berbagai
jenis bahan atau material tertentu misalnya polyethylene glycol (PEG), polistirene,
kanji, zat kimia anorganik seperti silika (SiO2), ZrO2, TiO2 (Panigraha, 2011). Di
antara bahan-bahan tersebut, salah satu bahan yang menjanjikan adalah silika
(SiO2). Keunggulan silika (SiO2) yang dapat diaplikasikan dalam proses
enkapsulasi yaitu silika sebagai penghalang interaksi (gaya tarik-menarik)
diantara nanopartikel sehingga lebih mudah terdispersi pada medium cair dan
melindungi dari lingkungan asam yang dapat merusak lapisan nanopartikel. Selain
itu, dengan adanya gugus silanol yang berlimpah pada lapisan silika menyebabkan
permukaan nanopartikel lebih mudah diaktivasi dengan berbagai jenis gugus
fungsi lainnya dan yang paling penting adalah memberikan sifat inert (secara
kimia) untuk nanopartikel pada sistem biologis.
Silika yang digunakan untuk enkapsulasi dapat berasal dari prekursor
TEOS dan sodium silicate (Na2SiO3). Prekursor TEOS memberikan kepaduan
yang baik saat digunakan sebagai bahan enkapsulasi, akan tetapi TEOS memiliki
harga yang mahal dan sifat racun yang tinggi, sedangkan sodium silicate harganya
lebih murah, relatif tidak beracun dan proses enkapsulasi yang sederhana (Pauzan,
2015).
Berdasarkan kajian terhadap metode sintesis dan bahan enkapsulasi yang
telah disebut di atas, maka pada penelitian ini dilakukan sintesis nanopartikel
manganese ferrite melalui kopresipitasi dan menggunakan silika (prekursor
sodium silicate) sebagai bahan enkapsulasi.
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah dipaparkan di atas, maka rumusan
masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Bagaimana proses sintesis nanopartikel manganese ferrite (MnFe2O4)


dengan menggunakan metode kopresipitasi dan proses enkapsulasi dengan
silika (SiO2)
2. Bagaimana gugus fungsi antar atom setelah dienkapsulasi dengan
silika(SiO2) pada manganese ferrite (MnFe2O4) dengan menggunakan uji
Fourier Transform Infra-Red Spectroscopy (FTIR)
3. Bagaimana struktur kristal dan sifat magnetik pada manganese ferrite
(MnFe2O4) setelah dienkapsulasi dengan silika (SiO2)

1.3 Batasan Masalah


Penelitian nanopartikel manganese ferrite (MnFe2O4) dibatasi pada kajian
sinstesis (MnFe2O4) dengan menggunakan metode kopresipitasi dan pengaruh
variasi konsenstrasi lapisan silika terhadap nanopartikel sebesar 50%, 30%, 20%,
15%, 10% dan 5% yang kemudian dilakukan tinjauan terhadap ukuran butir,
struktur kristal, gugus fungsi dan sifat kemagnetan dengan menggunakan uji X-
Ray Diffraction (XRD), Fourier Transform Infra-Red Spectroscopy (FTIR) dan
Vibrating Sample Magnetometer (VSM).
1.4 Tujuan Penulisan
Tujuan dari penelitian ini adalah :

1. Mensintesis nanopartikel manganese ferrite (MnFe2O4) dengan


menggunakan metode kopresipitasi dan melakukan enkapsulasi dengan
silika (SiO2).
2. Mempelajari mekanisme bonding (pengikatan) antar atom setelah
manganese ferrite (MnFe2O4) dengan menggunakan analisa spektrum
FTIR.
3. Mempelajari stuktur kristal dan sifat magnetik manganese ferrite
(MnFe2O4) setelah dienkapsulasi dengan silika (SiO2) dengan
menggunakan analisa XRD dan VSM.

1.5 Manfaat Penelitian


Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi mengenai
metode sintesis nanopartikel dengan kopresipitasi dan pengaruh variasi
konsenstrasi SiO2 pada enkapsulasi nanopartikel MnFe2O4. Penelitian ini
diharapkan menjadi referensi bagi penelitian selanjutnya dalam melakukan
sintesis dan modifikasi nanopartikel magnetik lainnya.

1.6 Sistematika Penelitian


Penulisan skripsi ini dibagi menjadi 6 bab yaitu: pendahuluan, tinjauan
pustaka, dasar teori, metode penelitian, hasil dan pembahasan, kesimpulan dan
saran, serta lampiran.

BAB I merupakan pendahuluan yang berisikan latar belakang masalah


yang menghasilkan batasan masalah. Adanya batasan masalah ditujukan agar
penelitian ini sesuai dengan tujuan dan manfaat yang diharapkan

BAB II berisi tentang tinjauan pustaka yang berhubungan dengan sintesis


MNPs MnFe2O4 dengan menggunakan metode kopresipitasi yang selanjutnya
dilakukan enkapsulasi menggunakan silika.
BAB III berisi tentang dasar teori yang berhubungan dengan sintesis
nanopartikel MnFe2O4 menggunakan metode kopresipitasi dan enkapsulasi
menggunakan silika

BAB IV menjelaskan tentang metode yang dilakukan dalam penelitian,


alat dan bahan yang diperlukan dalam proses sintesis nanopartikel MnFe2O4 dan
enkapsulasi menggunakan silika serta menjelaskan teknik pengolahan data.

BAB V menunjukkan hasil yang diperoleh dari setiap proses penelitian

BAB VI memuat kesimpulan dan saran yang berguna bagi penelitian


selanjutnya.

Daftar pustaka berisi tentang seluruh pustaka yang dijadikan referensi oleh
penulis dan berisi tentang lampiran data-data yang diperoleh dalam penelitian.