Anda di halaman 1dari 10

Widya Teknika Vol.23 No.

2 ; Oktober 2015
ISSN 1411 – 0660: 60-69

PERANCANGAN DAN PENGUJIAN KENDARAAN MODEL INTEGRATED


HOVERCRAFT

Muchamad Zulfi1), Ir. Akhmad Farid,MT 2) Ir. Naif Fuhaid, MM3)

ABSTRAK

Integrated Hovercraft adalah suatu kendaraan yang berjalan diatas bantalan udara (air
chusion). Hovercraft bekerja dengan dua prinsip yaitu mengngkat dan mendorong. Perancangan
Integrated hovercraft menggunakan satu mesin menggerakan fan dan blower, yang menghasilkan
gaya dorong (thrust system) dan gaya angkat (lift system). Perancangan sistem lifter bertujuan untuk
merancang integrated hovercraft agar mampu menghadapi kontur daratan dan air, untuk
mengetahui pengaruh beban mesin terhadap kinerja mesin dan untuk mengetahui pengaruh beban
hovercraft terhadap waktu tempuh dan kecepatan kenaikkan skirt (lift force) pada kendaraan
integrated hovercraft.
Pada perancangan dan pengujian ini menggunakan metode eksperimen yang dimulai dari
perancangan konsep sistem lifter integrated hovercraft. Perancangan dilakukan untuk
merencanakan engine fan, engine blower, Chasis dan kemudi. Setelah perencanaan dan pembuatan,
kemudian dilakukan pengujian untuk mengetahui beban kerja engine, beban hovercraft, putaran
mesin, waktu tempuh dan kecepatan skirt naik. Pengujian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa
kuat kemampuan sistem lifter integrated hovercraft.
Dari hasil perancangan dan pengujian diperoleh; 1) Hovercraft dapat mengangkat beban
total mencapai 175 kg, mampu berjalan dan sistem lifter stabil. 2) Semakin besar beban kerja mesin,
maka putaran mesin akan menurun. 3) Semakin berat beban kendaraan hovercraft, maka waktu
tempuh akan semakin lama. 4) Semakin berat beban hovercraft, maka waktu yang dibutuhkan untuk
menaikkan skirt membutuhkan waktu yang lama. 5) Semakin berat beban hovercraft, maka tinggi
skirt semakin turun.

Kata Kunci: Integrated Hovercraft, System Lifter, Perancangan, Pengujian, Beban

PENDAHULUAN cushion vehicle gaya angkat merupakan salah


Hovercraft merupakan kendaraan yang satu faktor yang teramat berjalan dilihat dari
menggunakan tenaga dorong (tekanan) udara seberapa besar lift force yang dihasilkannya.
sebagai tenaga utama untuk bergerak. Sebab jika hovercraft sudah terangkat akibat
Penggunaan sistem tekanan udara ini semakin tekanan udara yang d salurkan dari lubang-
banyak kombinasi dan variasinya untuk desain lubang pada bag, maka untuk daya propulsi
yang diinginkan. Beberapa bagian-bagian dari thrust system tidak perlu terlalu besar
terpenting dalam sebuah desain hovercraft untuk mendorong agar hovercraft tersebut
diantaranya adalah bagian hull, bag, skirt, bergerak maju.Prinsip aerodinamika ini sangat
sistem kendali, sumber tenaga (motor dan fan berguna dalam perencanaan sebuah desain
baik aksial fan maupun fan sentrifugal). Pada yang optimal, terutama untuk badan suatu
intinya, gaya angkat yang dihasilkan adalah kendaraan. Terdapat 4 gaya-gaya yang utama
berasal dari tekanan udara yang berasal dari pada aerodinamika, yaitu : Thrust Force (gaya
fan yang kemudian dialirkan ke bag dan dorong), Lift Force (gaya angkat), Drag Force
dikeluarkan dari bag melalui lubang-lubang (gaya hambatan / berlawanan dengan arah
yang berfungsi sebagai nozzle. Skrit pada gaya dorong) dan Weight force (gaya berat).
hovercraft berfungsi untuk menjaga tekanan Wilayah Indonesia terdiri dari darat, laut dan
udara yang keluar dari bag sehingga tidak banyak wilayah yang terdapat rawa-rawa.
banyak dari bag sehingga tidak banyak losses Dengan melihat kebutuhan wilayah tersebut,
dari air pressure yang terjadi. Untuk jenis air maka diperlukan kendaraan yang mampu

60
Widya Teknika Vol.23 No.2 ; Oktober 2015
ISSN 1411 – 0660: 60-69

untuk melalui kondisi tersebut yaitu


hovercraft. Maka diperlukan perancangan dan Komponen skirt didukung oleh beberapa
pengujian kendaraan model integrated macam komponen untuk membuat skirt
hovercraft. mampu mengembang, yaitu:
a. Plenum Chamber
TINJAUAN PUSTAKA Prinsipnya adalah dengan memompakan udara
• Karakteristik Sistem Angkat (lifting ke dalam sebuah rongga dibawah badan kapal,
system) rongga ini merupakan suatu bantalan yang
a. First Lift diisi dengan udara bertekanan dan sebagian
Sistem angkat pada hovercraft dari udara ini keluar dari bocoran-bocoran di
berhubungan langsung dengan jumlah putaran sekeliling badan hovercraft. Sistem ini
(rpm) yang diberikan dari motor ke fan. membutuhkan daya yang cukup besar untuk
Putaran dari motor ke fan memompa skirt dan mengangkat badan hovercraft. (Sumber :
craft mulai terangkat namun tidak ada jarak Hendra Dwi Yuliawan ; Ir. Agoes Santoso,
angkat dari hovercraft ke lantai (hover gap). M.Sc, Mphil, FT ITS)
Skirt dipompa dan tekanan pada air cushion
diasumsikan diabaikan.
b. Design lift
Pada tahapan ini, jumlah putaran pada
motor mengekspresikan crafty hovering (gaya
angkat hovercraft) pada permukaan yang rata Gambar 2 plenum chamber
(tidak terdapat gelombang). Disini hover gap (Sumber : Hendra Dwi Yuliawan ; Ir. Agoes
dan air flow adalah parameter yang penting Santoso, M.Sc, Mphil, FT ITS)
dan disertai dalam proses perhitungan. b. Peripheral Jet
(Sumber : Irvan Darmawan, FT UI, 2008) Sistem ini juga dikenal sebagai sistem jet
annular atau momentum jet curtain. Sistem ini
• Komponen Utama Perancangan bekerja dengan menciptakan bantalan udara
Hovercraft yang diisi dengan udara yang diterima dari jet
1. Hull udara yang kontinyu. Jet udara ini letaknya
Hull adalah badan hovercraft yang dapat disekeliling badan hovercraft dengan arah
dibuat dari marine alluminium atau fiberglass, kedalam dan kebawah. Sistem ini
serta dibuat kedap air. Rongga didalam hull membutuhkan daya yang lebih kecil untuk
diisi dengan polyurethane foam yang membuat mengangkat badan hovercraft jika
hovercraft tetap mengapung jika terjadi dibandingkan dengan sistem open plenum atau
kebocoran pada hull. Dalam rancangan open chamber. (Sumber : Hendra Dwi
hovercraft, menggunakan bahan kayu (triplek). Yuliawan ; Ir. Agoes Santoso, M.Sc, Mphil,
(Sumber : Hendra Dwi Yuliawan ; Ir. Agoes FT ITS)
Santoso, M.Sc, Mphil, FT ITS).
2. Skirt
Skirt merupakan bagian hovercraft yang
berfungsi untuk menahan udara dibawah
hovercraft agar tidak mudah keluar. Skirt
terbuat dari tekstil yang dilapisi karet untuk
Gambar 3 peripheral jet
menjaga agar udara tetap berada di dalam
(Sumber : Hendra Dwi Yuliawan ; Ir. Agoes
ruang dibawah hull. (Sumber : Hendra Dwi
Santoso, M.Sc, Mphil, FT ITS)
Yuliawan ; Ir. Agoes Santoso, M.Sc, Mphil,
c. Air Bearing
FT ITS)
Pada sistem ini udara dipompakan secara
terpusat dari sebuah saluran menuju bagian
dasar dan secara kontinyu udara tadi keluar
disekeliling bagian. (Sumber : Hendra Dwi
Gambar 1. Skirt (Sumber : Carlos Camoesas, Yuliawan ; Ir. Agoes Santoso, M.Sc, Mphil,
Hovercraft Design Journal, 1991) FT ITS)

61
Widya Teknika Vol.23 No.2 ; Oktober 2015
ISSN 1411 – 0660: 60-69

diukur kelayakan fan-nya untuk digunakan


sebagai generator bantalan udara.. Tipe fan
pada vacuum cleaner yang digunakan adalah
tipe sentrifugal dengan geometri seperti pada
ilustrasi. (Sumber : Adriesetya, 2008)

Gambar 4 Air bearing


(Sumber : Hendra Dwi Yuliawan ; Ir. Agoes
Santoso, M.Sc, Mphil)
• Fan Aksial Gambar 6 Fan Sentrifugal, 1 SWSI
Fan aksial merupakan salah satu jenis (Sumber : Adriesetya, 2008)
yang banyak digunakan dalam aplikasi dunia Karena arah discharge fan sentrifugal
engineering. Fungsi dari fan aksial pada adalah radial, maka dudukan yang akan
umumnya adalah sama seperti fungsi dari digunakan juga harus berfungsi sebagai
propeller, yaitu menggerakkan fluida (udara) pengarah aliran udara keluar menjadi arah
secara aksial atau parallel dengan shaft motor aksial, sehingga dapat digunakan sebagai
penggeraknya. (Sumber : Irvan Darmawan, FT penghasil tekanan. Karakteristik suatu fan
UI, 2008) bergantung pada konstruksi dari fan itu
sendiri. Dengan menggunakan perangkat lunak
(software) yang didapatkan dari situs
DeNysschen.com. Fan didefinisikan sebagai
fan sentrifugal dengan tipe impeller backward
curved, dengan diameter impeller 5 inchi,
lebar impeller 100%, kecepatan putar poros
Gambar 5 Fan Aksial 1500 rpm, dan massa jenis udara adalah 0.075
(Sumber : Michael Coleman, Machine Design lb/ft3 atau 1.23 kg/m3. Konfigirasi fan adalah
Project, 2007) single width single inlet, tanpa adanya variable
• Perhitungan Tekanan Beban Yang inlet valve.
Diterima • Kriteria Keseimbanagn/kestabilan
Hukum Newton ketiga menyatakan Kestabilan didefinisikan sebagai
bahwa gaya reaksi yang diberikan system kemampuan hoverboard di setiap titik pada
besarnya sama dengan gaya yang diterima board untuk berada pada tinggi yang
sistem dengan arah yang berlawanan. Dengan diperbolehkan terhadap tanah, agar hovercraft
dasar ini, maka tekanan yang harus ada dapat berjalan. tinggi yang diperbolehkan
didalam plenum chamber adalah sama dengan sendiri adalah tinggi dimana board tidak
beban diatasnya dibagi dengan luas bergesekan secara langsung dengan tanah. Jika
pemanpang dimana tekanan ini bekerja. tiap titik pada board ke tanah harus
P required = = diusahakan sama. Berangkat dari difinisi ini,
Apabila massa penumpang 95 kg, massa maka ditetapkan bebrapa criteria yang
struktur diasumsikan sebesar 5kg, percepatan menentukan kestabilan hoverboard. (Sumber :
grafitasi sebesar 9.81 m/s2, dan luas Adriesetya, 2008)
penampang adalah 0,3 m x 0,8 m = 0,24 m2, Dengan nilai P adalah 4087,5N/m2 x
maka: 0,24m2 = 981N, L adalah 700 mm (posisi
kaki), nilai E papan MDF adalah 3,654 GPa,
P required = = 4087,5 N/m2 dan momen inersia terhadap sumbu x, dihitung
Kemudian, dari survei yang telah sebagai berikut:
dilakukan, maka penghasilan tekanan yang
dipilih adalah vacum cleaner fan karena
tekanan yang dihasilkan adalah paling besar Defleksi yang terjadi adalah
dibandingkan dengan fan bertenaga listrik
lainya. Kemudian vacuum claner yang ada

62
Widya Teknika Vol.23 No.2 ; Oktober 2015
ISSN 1411 – 0660: 60-69

Dimana :
Q' = koefisien aliran udara angkat hovercraft
berdasarkan statistical method nilainya 0.015 –
Dengan demikian, material perlu 0.030
diganti atau perlu ditambah stiffener pada W = berat total hovercraft (N)
papan MDF. Karena board harus dibuat sering C S = cushion pressure (m2 )
mungkin, maka dipilih alternative c p = tekanan oleh berat total hovercraft
penambahan kerangka atau stiffener untuk terhadap luasan bantalan tekan
meningkatkan kekuatan karena penggantian ( N / m2 )
material akan cukup memakan waktu dan a r = 1,2257 kg / m3
biaya. (Sumber : Adriesetya, 2008) Debit (Q ) merupakan beban aliran
Kemudian dipilih pemberian stiffener yang harus dikeluarkan oleh fan yang
yang berupa profil siku ditiap sisinya untuk digunakan untuk sistem lift. (Sumber : L.Yun
mengurangi defleksi. Defleksi maksimum dan A.Bliault, 2000)
ditetapkan sebesar 0,5 mm, sehingga tinggi
sttiffener (h) yang diperlikan adalah • Tekanan Total Fan (H )
Berdasarkan L.Yun dan A.Bliault untuk
menentukan nilai tekanan total fan ( H ) maka
terlebih dahulu harus dipilih jenis fan yang
akan digunakan. Tekanan total dari fan adalah
jumlah tekanan total yang dihasilkan oleh fan
untuk menghasilkan gaya angkat, dapat
dihitung dengan persamaan sebagai berikut.
(Sumber : L.Yun dan A.Bliault, 2000)
H = H' . a r . u22 ..............................(2.3)
Dimana :
H' = koefisien tekanan total fan
Maka akan diambil nilainya sebesar 20 mm U2 = circular velocity of the fan impeller (m /s)
• D = biasanya untuk airfoil blade 80< u2 <110 m
aya Untuk Sistem Lifter ( N1 ) /s
Daya yang diperlukan untuk ρ a = 1,2257 kg / m3
mengangkat hovercraft merupakan hasil kali
tekanan hover dengan debit udara yang bekerja METODE PERANCANGAN
dibawah hovercraft.Berdasarkan L.Yun dan • Perancangan Integrated Hovercraft
A.Bliault secara teoritis untuk menentukan Perancangan integrated hovercraft
daya pada sistem lifter menggunakan rumus yang akan dibuat kontruksinya sebagai
sebagai berikut : berikut:
Nl = F M (H ´Q) /h h
Dimana :
H = tekanan total fan ( N /m2 )
Q = volume udara angkat ( m3 /s)
F h = effisiensi fan
M h = effisiensi transmisi
(Sumber : L.Yun dan A.Bliault, 2000) Gambar 7 Kontruksi integrated hovercraft
• Debit Udara Angkat (Q) tampak samping
Debit udara angkat merupakan volume
udara yang keluar melalui celah hover tiap
satuan waktu sehingga dapat memenuhi
kebutuhan debit udara sistem lift pada proses
flying. Untuk menentukan besar debit udara
angkat adalah sebagai berikut.
Q= Q’ Sc

63
Widya Teknika Vol.23 No.2 ; Oktober 2015
ISSN 1411 – 0660: 60-69

• Perhitungan Daya Sistem Lifter Pada


Perancangan Hovercraft
Secara garis besar, operasional hovercraft
menggunakan pasokan udara dengan tekanan
tinggi, yakni penghimpunan udara luar yang
kemudian ditekan ke dalam suatu ruangan
penampung udara (plenum chamber) yang
dikelilingi oleh skirt (komponen hovercraft yang
berfungsi sebagai pelindung udara). Dari proses
inilah kemudian pasokan udara membentuk
”bantalan udara”. Bantalan udara ini disebut
bantalan udara statis (static air cushion).
Prosesnya, udara dipasok terus-menerus sehingga
tekanan udara yang ada di dalam ruangan plenum
lebih tinggi dan meningkat daripada tekanan udara
di luar. Jadi, dengan sendirinya udara akan keluar
melalui celah di bawah skirt yang kemudian akan
menimbulkan gaya angkat pada hovercraft. Maka,
dengan sendirinya hovercraft akan terangkat dan
melayang (hover) dari permukaan air atau tanah.
Namun tidak terbang layaknya sebuah
pesawat.Untuk melakukan tahap hovering atau
penggelembungan skirt dari posisi skirt kosong (off
hover) sampai mencapai posisi mengembang
penuh (full hover) dan tahap flying atau proses
Gambar8. diagram alir Perancangan dan Pengujian dimana hovercraft terangkat secara keseluruhan di
atas permukaan landasan setelah skirt berada pada
PERANCANGAN DAN HASIL PENGUJIAN posisi hover maka ada beberapa hal yang sangat
• Perancangan berhubungan dengan perancangan tahap flying dari
Perancangan integrated hovercraft beda hovercraft adalah sebagai berikut.
dengan perancangan integrated hovercraft yang
lainnya. Dalam perancangan integrated hovercraft • Daya Untuk Sistem Lifter
ini engine menggerakkan 2 fan dengan bersamaan. Perancangan sistem lifter dirancang untuk
Perancangan ini engine menggerakkan fan aksial menghasilkan daya yang mampu memberikan
dan fan sentrifugal. Dalam perancangan ini dapat pasokan udara terus – menerus, sehingga tekanan
mengetahui kebutuhan daya gaya angkat pada udara yang ada didalam ruangan plenum chamber
hovercraft. Kebutuhan dan bahan untuk lebih tinggi dan meningkat daripada udara yang
perancangan gaya angkat (lift system), dengan ada diluar. Maka dari itu sistem lifter hovercraft
menggunakan bahan-bahan yang dipilih untuk dirancang untuk menghasilkan daya angkat yang
perancangan lift system pada hovercraft. Dalam kuat dan sesuai dengan ukuran ruang plenum
perancangan ini membutuhkan keseimbangan chamber yang akan dirancang. Daya yang
untuk menghasilkan gaya angkat (lift system) pada diperlukan untuk perancangan hovercraft adalah
integrated hovercraft dan ketahanan beban yang hasil kali tekanan hover dengan debit udara yang
bervariasi. Perancangan lift system, hovercraft bekerja dibawah hovercraft, sebagai berikut :
mampu mengangkat beban 75kg lebih dengan a. Penentuan Cushion Pressure (Pc)
berat hovercraft 100kg. Pc = W/Sc
W = berat total hovercraft (N)
= AUW x gravitasi
= 100 kg x 9.8
= 980 N
Sc = Luas Cushion Pressure (m3)
=pxl
= 2,32 x 1,22
Gambar 9 Hovercraft =2,8304 m2
Pc = 980 N / 2,8304 m2
=346,24081N/m3
=346,24081 Pa

64
Widya Teknika Vol.23 No.2 ; Oktober 2015
ISSN 1411 – 0660: 60-69

b. Penentuan Volume Udara Angkat (Q)


Prequried = = 658,52 N/m2
Q = Q'Sc
Q = 0,015 Kemudian, dari survey yang telah
Sc = 2,8304m2 dilakukan, maka penghasil tekanan yang dipilih
a = 1,2257 kg / m3 adalah blower dengan ukuran blade 13"( fan
Pc = 346,24081 Pa centrifugal ) karena tekanan yang dihasilkan
adalah paling besar dengan daya putaran 2800 rpm.
Q= 0.015x2,8304
Blower akan memberi pasokan udara terus
Q = 1,0091m3/s menerus untuk memberi tekanan didalam plenum
c. Penentuan Diameter Impeller fan (D2) chamber.
D2 =
U2 = 81 m/s
Π = 3,14
n = 1500 RPM
D2 = 1.03 ~ 1 m
d. Penentuan Luas Impeller Disc (F)
F = π x D2 2 / 4
Π= 3,14
D2 = 1m Gambar 10 Blower
F = 3.14 x 12/ 4
= 0,81m • Hasil Pengujian Komponen Hovercraft
e. Penentuan Koefisien Volume Udara Fan • Pengujian Putaran Mesin
(Q')
Q' = Q / F x u2
Q = 1,0091 m3/s
F = 0.81 m
U2 = 81 m/s
Q' = 1,0091 / 0,81 x 81
Q' = 0.0154
f. Penentuan Koefisien Tekanan Total Fan
(H')
H' = ( Q'0,5 / Ns)1,34
Gambar 11 Pengujian Putaran Mesin
Q' = 0,0154
Ns = 2,5
Dari pengambilan data untuk kekuatan
H' = ( 0,01540,5 / 2,5 ) 1,34
putaran mesin genset kapasitas 6,5 pk tanpa
H' = 0,0025
menggunakan beban. Dari daftar tabel dan grafik
g. Penentuan Tekanan Total Fan (H)
dari analisa berikut dapat diketahui bahwa dengan
H = H’. ρa . u22
kapasitas mesin 6,5 pk didapat putaran minimal,
ρa = 1.2257 kg/m3
setengah, dan maksimal dengah demikian bisa di
u2 = 81 m/s
katakan dengan menggunakan kapasitas mesin 6,5
H= 0.0025 x 1.2257 x 812 = 20,1045 N/m2
pk dapat mengeluarkan putaran mesin yg dapat
• Perhitungan Tekanan yang Dibutuhkan
kita sesuaikan dengan kebutuhan untuk
untuk Beban yang Diterima
haovercraft tersebut.
Hukum Newton ketiga menyatakan bahwa
gaya reaksi yang diberikan sistem besarnya sama
• Pengujian Putaran Mesin Menggunakan
dengan gaya aksi yang diterima sistem dengan arah
Beban Blower
yang berlawanan.
Dengan dasar ini, maka tekanan yang
harus ada di dalam plenum chamber adalah sama
dengan beban di atasnya dibagi dengan luas
penampang dimana tekanan ini bekerja.
Prequried = =
Apabila massa penumpang 75kg, massa sturktur
diasumsikan sebesar 100kg, percepatan gravitasi Gambar 12 Pengujian Putaran Mesin Dengan
sebesar 9,81 m/s2 , dan luas penumpang adalah Beban Blower
1,22 m x 2,32 m = 2,8304 m2 , maka

65
Widya Teknika Vol.23 No.2 ; Oktober 2015
ISSN 1411 – 0660: 60-69

Setelah mendapatkan data untuk putaran Setelah mandapatkan data tentang beban
mesin, maka dari itu dimulai untuk pengujian putaran mesin dengan beban blower dan beban
pangambilan data putaran mesin dengan kipas pendorong maka dapat di uji coba dengan
menggunakan beban blower. Dengan demikian menggunakan 2 beban blower dan kipas pendorong
dapat diasumsikan bahwa perbedaan putaran mesin dengan hasil yang didapat mesin mampu bekerja
sebelum menggunakan beban blower dan sudah dengan baik, akan tetapi komsumsi bahan bakar
menggunakan beban blower dapat berkurang lebih boros.
banyak dimana memang perbandingan putaran • Variasi Putaran Mesin Dan Beban
pada saat putaran maksimal mencapai 3500 rpm
dan pada saat terbebani blower putaran maksimal
yang dapat dikeluarlan oleh mesin ganset hanyalah
2354 rpm, data ini juga bisa sebagai tolak ukur
untuk putaran yang di perlukan oleh blower
sehingga mendapatkan variabel putaran ditiap
kebutuhan kandaraan hovercraft. Sehingga blower
mampu menyuplai udara terus – menerus ke ruang
skirt (plenum chamber) dan mampu mengangkat
hovercraft dengan beban sampai 175kg.
• Pengujian Putaran Mesin Menggunakan Gambar 15 Variasi Putaran Mesin Dan Beban
Beban Kipas Pendorong
Dalam grafik diatas menunjukkan bahwa
performa mesin stabil dan sesuai dengan
sepesifikasi komponen. Pengujian putaran mesin
tanpa beban menunjukkan performa mesin sangat
baik dan sesuai dengan sepesifikasi sekitar 3500
rpm. Pengujian putaran mesin dengan beban kipas
menunjuk penurunan sedikit, akan tetapi mesin
menggerakan kipas menunjukkan performa daya
kipas yang dihasilkan sesuai kebutuhan untuk
Gambar 13 Pengujian Putaran Mesin Dengan menghasilkan gaya dorong yaitu 3102 rpm.
Beban Kipas Pendorong Pengujian putaran mesin dengan beban blower
Data pengujian putaran mesin juga menunjukkan penurunan daripada saat mesin
didapatkan dengan menggunakan beban kipas mendapatkan beban kipas, akan tetapi daya
pendorong menggunakan 3 blade dengan diameter performa blower sesuai dengan sepesifikasi 2354
30". Pada pengujian ini sirip kipas yang rpm. Pengujian putaran mesin dengan beban kipas
dipergunakan hanyalah sebanyak 3 buah dan bisa dan blower menunjukkan performa mesin stabil
didapatkan penurunan putaran mesin yang tidak dengan daya 2960 rpm.
terlalu berpengaruh, jika menggunakan sirip blade • Data Pengujian Sistem Lifter Hovercraft
lebih dari 3 buah bisa di katakana bahwa putaran Data pengujian hovercraft diambil melalui
mesin pasti akan turun lebih jauh daripada dengan beberapa pengujian. Data yang diambil dari
3 sirip blade. Maka dari itu pada pengujian ini beberapa pengujian akan mengetahui karakteristik
hanya menggunakan 3 buah sirip kipas agar sistem lifrter pada perancangan yang saya buat.
putaran kipas tidak terlalu besar penurunan putaran Dalam pengambilan data diambil dari beberapa
mesin dan kinerja mesin tidak terlalu berat. pengujian, meliputi:
• Pengujian Putaran Mesin Menggunakan • Pengujian Beban Dengan Jarak Tempuh
Beban Blower dan Kipas Pendorong Pada pengujian ini hovercraft berjalan
dengan jarak tempuh 10 m dan dengan beban
bervariasi. Pengambilan beban dengan jarak
tempuh untuk mngetahui berapa waktu jarak
tempuhnya. Dapat dilihat tabel di atas dari
pengujian ke 4, dalam 4 meter hovercraft mampu
berjalan dengan waktu tempuh yang cepat dengan
berbagai variasi beban. Sedangkan dalam
pengujian ke 10, hovercraft berjalan dengan jarak
Gambar 14 Pengujian Putaran Mesin Dengan tempuh 10m dengan waktu paling lama dengan
Beban Blower dan Kipas Pendorong berbagai variasi beban. Pengujian jarak tempuh
dengan beban bervariasi hovercraft mampu

66
Widya Teknika Vol.23 No.2 ; Oktober 2015
ISSN 1411 – 0660: 60-69

berjalan. Data pengujian jarak tempuh dengan Setelah pengambilan data grafik diatas
beban 0 sampai 75 kg dengan grafik dibawah ini. menunjukkan tinggi skirt yang dihasilkan dengan
beban 0 sampai 75 kg. Dalam percobaan tinggi
skirt dengan beban berbeda telah dilakukan yaitu
mulai beban 0 sampai 75 kg. Dalam percobaan
pertama tanpa beban ( 0 kg ) tinggi skirt, bagian
depan 30 cm dan belakang 29 cm. Percobaan
kedua beban 25 kg tinggi skirt, bagian depan 23
cm dan belakang 21 cm. Percobaan ketiga dengan
beban 50 kg tinggi skirt, bagian depan 19 cm dan
belakang 18 cm. Percobaan keempat dengan beban
75 kg tinggi skirt, bagian depan 18 cm dan
belakang 17 cm. Dalam percobaan ini dengan
Gambar 16. Jarak tempuh dengan beban 0 sampai beban berbeda menunjukkan bahwa hovercraft
75 kg mampu naik dengan beban 0 sampai 75 kg dan
tinggi skirt saat mendapatkan perlakuan beban
Setelah pengambilan data beban tambahan menujukkan kondisi yang baik dan hovercraft akan
dari beberapa percobaan sangatlah berpengaruh mampu berjalan.
untuk pergerakan dan waktu hovercraft, dilihat • Pengujian Skirt Hovercraft Dengan Variasi
dari percobaan hovercraft tanpa beban tambahan Medan
dan diberi beban tambahan 25 kg sampai 75 kg, Pengujian kemampuan skirt naik di
dalam tempo waktu paling cepat terdapat pada berbagai medan atau kontur jalan yang berbeda,
percobaan yang tidak mendapatkan beban hovercraft melakukan pengujian di 3 tempat.
tambahan, dan dari table dan grafik percobaan Dalam pengujian skirt dengan variasi medan
tersebut memang waktu terlama dibeban tambahan hovercraft mampu naik. Tempat untuk pengujian
75 kg, ini berpengaruh juga terhadap kelebihan medan, yaitu: medan plesteran Lab. Teknik Mesin,
beban berat yang dapat mempengaruhi dari medan berumput depan Fakultas Hukum dan
pergerakan hovercraft tersebut, secara garis besar medan paving didepan masjid.
untuk jika waktu tempuh dari semua beban • Pembahasan
tambahan ini mendapatkan waktu tempuh rata-rata Dari perancangan dan analisa pada grafik,
pada pergerakan (0-1) meter yaitu 2.67 menit. Dari maka pembahasan hovercraft sebagai berikut :
total beberapa percobaan pada kendaran hovercraft 1. Hasil perancangan
ini bisa sebagai tolak ukur dalam perancangan atau Untuk perancangan sistem lifter pada hovercraft
perbaikan kedaraan hovercraft agar lebih sempurna ini menggunakan gasoline engine dengan daya
lagi. engine 6,5 pk dengan daya putaran mencapai 3500
• Pengujian Waktu Skirt Naik Dengan Beban 0 rpm. Engine ini mampu menggerakan blower
Sampai 75kg untuk memberikan gaya angkat (sistem lifter).
Pada pengujian ini untuk mengukur berapa Engine ini juga mampu menggerakkan 2 sistem,
yaitu: sistem lifter dan sistem thruster.
tinggi skirt pada saat hovercraft naik dengan
Perancangan sistem lifter dirancang untuk
beban bervariasi. Pengujian ini juga untuk menghasilkan daya yang mampu memberikan
mengambil data berapa waktu skirt saat naik pasokan udara terus – menerus, sehingga tekanan
dengan beban bervariasi. udara yang ada didalam ruangan plenum chamber
lebih tinggi dan meningkat daripada udara yang
ada diluar. Maka dari itu sistem lifter hovercraft
dirancang untuk menghasilkan daya angkat yang
kuat dan sesuai dengan ukuran ruang plenum
chamber yang akan dirancang. Daya yang
diperlukan untuk perancangan hovercraft adalah
hasil kali tekanan hover dengan debit udara yang
bekerja. Dalam Perancangan sistem lifter
kendaraan hovercraft dibuat mampu bekerja
dengan baik, hovercraft mampu mengangkat beban
Gambar 18. Tinggi skirt yang dihasilkan dengan hingga 175 kg.
beban 0 sampai 75kg 2. Hubungan beban mesin terhadap putaran
Putaran mesin genset kapasitas 6,5 Pk tanpa
menggunakan beban dan putaran mesin

67
Widya Teknika Vol.23 No.2 ; Oktober 2015
ISSN 1411 – 0660: 60-69

menggunakan beban. Dari daftar tabel dan grafik dengan waktu 2.13 menit. Secara garis besar waktu
dari data analisa yang didapat, diketahui bahwa tempuh dari variasi beban tambahan ini
dengan kapasitas mesin 6,5 pk dengan putaran mendapatkan waktu tempuh rata-rata pada
minimal, setengah, dan maksimal mesin mampu pergerakan 0-1 meter yaitu 2.67 menit.
untuk menghasilkan sistem lifter dan sistem thrust 4. Hubungan beban terhadap waktu skirt naik dan
perancangan integrated hovercraft. Pada pengujian tinggi skirt
putaran mesin tanpa beban menghasilkan putaran Data waktu skirt naik dengan beban 0 sampai
stasioner 1399 rpm, putaran setengah 2424 rpm dengan 75 kg, sistem angkat (sistem lifter) mampu
dan putaran penuh mencapai 3500 rpm. Pada mengangkat skirt dengan percobaan beban 0
pengujian putaran mesin dengan beban blower sampai 75 kg dengan waktu yang berbeda. Dalam
menghasilkan putaran stasioner 1187 rpm, putaran pengambilan data menunjukkan, pada pengujian
setengah 1770 rpm dan putaran penuh 2354 rpm. tanpa beban (0 kg) menujukkan waktu paling cepat
Pada pengujian putaran mesin dengan beban kipas saat skirt naik waktu 5,8 detik dengan tinggi skirt
pendorong menghasilkan putaran stasioner 1254 bagian depan 30 cm dan belakang 29 cm.
rpm, putaran setengah 2178 rpm dan putaran penuh Pengujian dengan beban 25 kg waktu skirt naik 6
3102 rpm. Pada pengujian putaran mesin dengan detik dengan tinggi skirt bagian depan 23 cm dan
beban blower dan kipas pendorong menghasilkan belakang 21 cm. Pengujian dengan beban 50 kg
putaran stasioner 1050 rpm, putaran setengah 2005 waktu skirt naik 6,1 detik dengan tinggi skirt
rpm dan putaran penuh 2960 rpm. Pada pengujian bagian depan 19 cm dan belakang 18 cm.
putaran mesin tanpa beban dan menggunakan Pengujian dengan percobaan beban 75 kg waktu
beban menunjukkan bahwa performa mesin stabil skirt naik 6,5 detik dengan tinggi skirt bagian
dan sesuai dengan sepesifikasi komponen. Putaran depan 18cm dan belakang 17 cm. Dalam
mesin dengan beban kipas dan blower percobaan ini menunjukkan skirt dapat naik dan
menunjukkan performa mesin stabil dengan daya perubahan tinggi skirt menunjukkan keseimbangan
2960 rpm. Sehingga dalam perancangan sistem dan stabil meskipun mendapatkan beban 0 kg
lifter integrated hovercraft menghasilkan daya sampai 75 kg.
2960 rpm. Dalam perancangan sistem lifter
integrated hovercraft menggunakan mesin 6,5 pk KESIMPULAN
dinyatakan mampu menyuplai plenum chamber Dari hasil perancangan, kemudian
terus – menerus untuk menghasilkan gaya angkat dilakukan pengujian, dianalisa dan dilakukan
hovercraft mencapai beban 175 kg. pembahasan. Kesimpulan perancangan integrated
3. Hubungan beban kendaraan hovercraft hovercraft adalah sebagai berikut :
terhadap waktu tempuh 1. Perancangan sistem lifter integrated
Kendaraan integrated hovercraft berjalan dengan hovercraft dapat mengangkat beban total
jarak tempuh 10 m dan dengan beban bervariasi 0 mencapai 175 kg, mampu berjalan dan sistem
kg sampai 75 kg. Pengambilan data beban dengan lifter stabil.
jarak tempuh bervariasi untuk mngetahui berapa 2. Semakin besar beban kerja mesin, maka
waktu jarak tempuhnya. Bahwa beban tambahan putaran mesin akan menurun.
dari beberapa percobaan sangatlah berpengaruh 3. Semakin berat beban kendaraan hovercraft,
untuk pergerakan dan waktu hovercraft, dilihat maka waktu tempuh akan semakin lama.
dari percobaan hovercraft tanpa beban tambahan 4. Semakin berat beban hovercraft, maka waktu
dan diberi beban tambahan 25 kg sampai 75 kg. yang dibutuhkan untuk menaikkan skirt
Dalam tempo waktu paling cepat terdapat pada membutuhkan waktu yang lama.
percobaan yang tidak mendapatkan beban 5. Semakin berat beban hovercraft, maka tinggi
tambahan, jarak 10 m ditempuh dengan waktu 1.84 skirt semakin turun.
menit. Pengujian dengan beban 25 kg jarak 10 m
ditempuh dengan waktu 2.13 menit. Pengujian DAFTAR PUSTAKA
dengan beban 50 kg jarak 10 m ditempuh dengan Carlos camoesas, 1991. Hovercraft design.
waktu 3.03 menit. Pengujian dengan beban 75 kg model hovercraft designer, rescarch and
jarak 10 m ditempuh dengan waktu 11.1 menit. developmentsince.
Dalam pengujian jarak tempuh sistem lifter
integrated hovercraft mampu bekerja dengan baik Hendra Dwi Yuliawan ; Ir. Agoes Santoso,
sehingga dalam pengujian beban dan jarak tempuh M.Sc, Mphil, 2013. Perencanaan Sistem
hovercraft mampu berjalan. Waktu terlama Thruster dan Lifter Tipe Terpisah Untuk
dibeban tambahan 75 kg jarak 10 m ditempuh Hovercraft Militer Dengan Payload 15
dengan waktu 11.1 menit sedangkan waktu Ton. Jurusan teknik Sistem Perkapalan
tercepat dengan beban 25 kg jarak 10 m ditempuh

68
Widya Teknika Vol.23 No.2 ; Oktober 2015
ISSN 1411 – 0660: 60-69

Institut Teknologi Sepuluh Nopember


(ITS) Surabaya.
Irvan Darmawan, 2008. Prinsip Dasar Kerja
Hovercraft. Fakultas Teknik Universitas
Indonesia.
Okafor, B.E, 2013. Development of a
Hovercraft Prototype. Departement of
Mechanical Engineering, Fed. University
of Technology, Owerri – Nigeria.
Nugroho, Bakti D.K, 2006. Analisa Sistem
Thruster Dan Lifting Pada Military
Hovercraft Dengan Menggunakan Satu
Main Engine. Tugas Akhir, Jurusan
TeknikSistem Perkapalan- Fakultas
Teknologi Kelautan ITS. Surabaya.
Sularso, 1997. Dasar Perencanaan dan
Pemilihan Elemen Mesin Sularso,
Kiyokatsu Suga. Jakarta: Pradnya
Paramita.
Yun, Liang, 2000. Theory And Design Of Air
Chusion Craft. Arnold, A Member Of The
Hodder Headline. Group : London.

69