Anda di halaman 1dari 4

NASKAH ROLEPLAY

KELOMPOK 4

Anggota Kelompok :

1. Muhammad Azhar Rifa’i : Ketua Tim


2. Annisa Fitria Maulida : Kepala Ruangan
3. Nahla Hayyatu Syifa : Keluarga 1 (Anak Ny.D)
4. Sahabuddin Ahmad P. : Perawat
5. Halimatus Sa’diah R : Pasien
6. Siti Irma Azizah : Keluarga 2 (Adik Ny.D)
7. Jannatun Nikmah HN : Narator

Nurse Station
Pada hari Rabu tanggal 29 November 2017 dilakukan morning meeting pada jam 08.00
WITA di ruang ICU RSUD Mistar Cokrokusumo

Karu : “Assalamualaikum WR.WB hari ini kita akan melakukan morning


meeting mengenai jumlah dan keadaan pasien yang berada di ruang ICU,
langsung saja kepada katim untuk menjelaskan jumlah pasien yang di
kelola”

Katim : “Assalamualaikum WR.WB, saya perawat Fai selaku katim akan


menyampaikan mengenai jumlah pasien saat ini. Jumlah pasien di
Ruang ICU berjumlah 1 orang, yaitu Ny. Diah dengan diagnosa medis
PPOK berusia 45 tahun dan dengan GCS: E: 4, M:1, V:ETT. Klien
terpasang DC dengan output urine 350cc, terpasang ventilator, dengan
infus RL menggunakan infus pump. Suction dan observasi TTV
dilakukan setiap 1 jam sekali. Terapi dilanjutkan seperti biasa sesuai
dengan anjuran dokter. Dan Itu saja laporan dari saya. Terimakasih
Wassalam”
Karu : “Terima kasih kepada katim yang telah menyampaikan laporannya. Jadi
Ny. Diah tetap diberikan terapi seperti biasanya dan di observasi TTV
serta di suction setiap 1 jam sekali”

Katim : ”Iya”

Karu : “Sebelum kita meakhiri morning meeting pada pagi hari ini dan
memulai pekerjaan kita, marilah kita bersama-sama berdoa untuk
kelancaran dan kesehatan pasien kita. Doa akan dipimpin oleh perawat
Saha”

Perawat : ( perawat membaca doa)

Pada pukul 09.00 WITA di Nurse Station


Katim : “Sudah pukul 09.00 ini, waktunya kita observasi TTV dan tindakan
suction pada Ny.Diah”
Perawat : “Iya, aku cuci tangan dulu ya, setelah itu kita siapkan alat suctionnya”
Katim : “Iya baiklah, aku juga mau cuci tangan juga. Oke bro”

Perawat menyiapkan diri dan peralatan suction. Kemudian perawat mendatangi Ny.Diah di
bednya.

Katim : “Assalamualaikum, selamat pagi bu. Saya perawat Fai dan ini teman
saya perawat Saha yang bertugas pada pagi hari ini bu. Berhubung ibu
terpasang alat bantu nafas yang bisa menyebabkan penumpukan dahak
atau lendir di bagian mulut dan selang alat bantu nafas ibu, maka kami
akan melakukan penyedotan dahak atau lendir yang ada di dalam mulut
dan selang alat bantu nafas ibu. Tindakan ini dilakukan sekitar 10 detik
dan dilakukan beberapa kali bu. Bagaimana apakah ibu bersedia? Kalau
ibu bersedia ibu bisa mengedipkan mata dan apabila ibu tidak bersedia,
ibu bisa melirik ke kiri”.

Pasien : “ (pasien mengedipkan mata )”


Perawat : “nah sekarang saya akan memasang alat pengisap lendirnya ya bu.
(perawat memasangkan alat suction). Ibu relaks saja ya”.
Pasien : “(pasien mengedipkan mata)”

10 detik kemudian
Perawat : “Tindakan penghisapan lendir sudah selesai bu, dan akan saya
pasangkan kembali ke oksigen ibu. Bagaimana perasaan ibu setelah di
lakukan terapi penghisapan lendir tadi ? kalau ibu merasa nyaman ibu
dapat mengedipkan mata ibu, kalau tidak ibu bisa melirik kekiri.”
Pasien : “(pasien mengedipkan mata)”
Perawat : “Alhamdulillah jika ibu merasa nyaman dengan tindakan ini. Kalau
begitu saya dan perawat Fai akan kembali ke meja perawat. Nanti 1 jam
lagi saya dan perawat Fai akan kembali untuk melihat keadaan ibu. Jika
ibu setuju bisa mengedipkan mata”
Pasien :”(pasien mengedipkan mata)”
Katim : “terima kasih atas kerja samanya ya bu. Kami permisi dulu.
Assalamu’alaikum”
Pasien :”(pasien mengedipkan mata)”

Nurse station
Karu : “Apakah benar ini keluarga Ny.Diah ?”
Keluarga 1 : “Iya bu, saya Nahla anak dari Ny. Diah ”
Keluarga 2 : “Dan saya ibu Irma, adik Ny. Diah”
Karu : “baiklah mba Nahla dan ibu Irma, perkenalkan saya perawat Annisa
selaku kepala ruangan di ICU ini. Melanjutkan pejelasan dokter
mengenai penyakit yang di alami oleh Ny.Diah, pada saat ini kondisi dari
Ny. Diah terpasang alat bantu nafas sehingga untuk berkomunikasi
dengan Ny. Diah agak susah. Jadi cara berkomunikasi dengan Ny.Diah
bisa menggunakan isyarat.”
Keluarga 2 : “isyarat seperti apa ya bu ?”
Karu : “Bahasa isyarat yang bisa di gunakan yaitu apabila Ny.Diah
mengedipkan mata berarti Ny.Diah mengatakan iya dan apabila
Ny.Diah melirik ke kiri artinya mengatakan tidak, contohnya seperti ini
(mencontohkan)”
Keluarga 2 : “oh seperti itu ya bu”
Karu : “ iya bu, apakah mba dan ibu sudah mengerti ? dan apakah ada yang
ingin ditanyakan ?”
Keluarga 1 : “iya bu mengerti. Lalu apakah sekarang saya bisa menjenguk ibu saya
bu?”
Karu : “Mba dan ibu sudah mengetahui kan keadaan Ny. Diah, jadi tolong ya
mba dan ibu sebagai keluarga dekat untuk memberikan motivasi kepada
Ny. Diah agar Ny. Diah bersemangat menjalani pengobatan demi
kesembuhannya. Meskipun Ny. Diah tidak bisa berbicara tetapi Ny. Diah
mampu mendengar suara mba dan ibu. Mari kita sama – sama keruangan
Ny.Diah”.
Keluarga 1 : iya bu

Karu dan keluarga tiba di ruangan Ny. Diah


Karu : “selamat siang Ny. Diah, ini ada anak dan adik ibu datang menjenguk,
bagaimana perasaan ibu, apakah ibu senang ?”
Pasien : (mengedipkan mata)
Karu : “Ibu. Ini anak ibu ingin bicara dengan ibu. Silakan mba, oh iya mba,
untuk waktu menjenguk pasien hanya 15 menit saja ya mba. saya tinggal
dulu ya mba, bu. Permisi”.
Nurse station
Keluarga 1 : “Permisi pak, saya sudah selesai menjenguk ibu saya”
Katim : “iya mba, bagaimana perasaan mba setelah menjenguk Ny. R ?”
Keluarga : “Saya masih cemas dengan keadaan ibu saya pak”
Katim : “iya mba, mba sambil berdoa untuk kesembuhan ibunya ya”
Keluarga 1 & 2 : “iya pak”
Karu : “kalau mba dan ibu ingin menjenguk Ny. Diah lagi, jam besuk untuk
pasien nanti bisa pada jam 6 sore ya mba, bu”
Keluarga 2 : “oh iya bu, kalau begitu kami permisi ya bu, assalamualaikum”
Perawat, Katim,
dan Karu : “walaikumsalam”