Anda di halaman 1dari 3

KOMPLIKASI SAAT DIALISIS

No. Dokumen No. Revisi Halaman


0 .../....
Rumah Sakit Mekar Sari

Standar Prosedur Tanggal Terbit Ditetapkan


Operasional Direktur

dr. EKA SURYA NUGRAHA, MPH

Pengertian Suatu keadaan yang dapat terjadi/timbul di saat proses hemodialisis sedang
berlangsung.

Tujuan Sebagai acuan langkah-langkah Agar dapat mengidentifikasi komplikasi yang


timbul serta dapat memberikan tindakan sendiri mungkin guna menghidari
komplikasi yang lebih lanjut.

Kebijakan

Prosedur A. Hipotensi
1. Tanda dan Gejala
- Tekanan darah turun secara mendadak/kurang dari normal
- Lemas, berkeringat dan pandangan gelap
- Kadang-kadang disertai mual dan muntah
2. Penatalaksanaan
- Perawat segera melapor ke dokter jaga
- Observasi vital sign (bed side monitor)
- Pasien tidur posisi horizontal (supine) atau trendelenburg dan tidak
menggunakan bantal
- QB (Quick Blood) dan UFR (Ultra Filtration Rate) diturunkan sesuai
dengan kondisi pasien
- Berikan cairan infus NaCl 0,9% sesuai dengan kebutuhan
- Berikan oksigen sesuai program dokter
Catatan :
1. Pada waktu memberikan cairan infus klem dibuka dan klem inlet ditutup
2. Jika tekanan darah tidak naik, hubungi dokter jaga atau dokter yang merawat
3. Kembalikan darah ke dalam tubuh pasien dan istirahatkan pasien selama 30-60
menit. Bila hemodinamik stabil hemodialisis bisa dilanjutkan tetapi jika
hemodinamik tidak stabil hemodialisis dihentikan
4. Posisi mesin standbay dengan UF dimatikan

B. Hipertensi
1. Tanda dan Gejala
- Tekanan darah naik secara mendadak atau melebihi dari 180/90 mmHg
- Kadang-kadang pasien mengeluh sakit kepal
2. Penatalaksanaan
- Perawat segera melapor ke dokter jaga
- Observasi vital sign (bed side monitor)
- Pasien tidur posisi horizontal (supine) dan tidak menggunakan bantal
- QB (Quick Blood) dan UFR (Ultra Filtration Rate) diturunkan sesuai
dengan kondisi pasien
- Memberikan obat-obatan untuk menurunkan tekanan darah (sesuai
dengan intruksi dokter)
KOMPLIKASI SAAT DIALISIS

No. Dokumen No. Revisi Halaman


0 .../....
Rumah Sakit Mekar Sari

Prosedur C. Kram Otot


1. Tanda dan Gejala
- Pasien terlihat kesakitan
- Bagian tubuh pasien terlihat kaku
2. Penatalaksanaan
- QB (Quick Blood) dan UFR (Ultra Filtration Rate) diturunkan sesuai
dengan kondisi pasien
- Observasi vital sign (bed side monitor)
- Diatasi secara manual, bila memungkinkan pasien berdiri
(menginjakkan kaki ke lantai)
- Bila perlu berikan cairan infus NaCl 0,9% sesuai dengan kebutuhan

D. Mual dan Muntah


1. Tandan dan Gejala
- Nyeri pada epigastrium
- Mengeluh mual
2. Penatalaksanaan
- QB (Quick Blood) dan UFR (Ultra Filtration Rate) diturunkan sesuai
dengan kondisi pasien
- Observasi vital sign (bed side monitor)
- Bila perlu berikan cairan infus NaCl 0,9% sesuai dengan kebutuhan
- Berikan obat-obatan sesuai intruksi dokter

E. Sakit Kepala
1. Tanda dan Gejala
- Mengeluh sakit kepala
- Pasien terlihat kesakitan dan gelisah
2. Penatalaksanaan
- QB (Quick Blood) dan UFR (Ultra Filtration Rate) diturunkan sesuai
dengan kondisi pasien
- Observasi vital sign (bed side monitor)
- Pasien tidur posisi horizontal (supine) dan tidak menggunakan bantal
- Berikan obat-obatan sesuai intruksi dokter

F. Nyeri Dada
1. Tanda dan Gejala
- Mengeluh nyeri dada
- Denyut jantung cenderung meningkat lebih dari 100 x/menit
- Pasien terlihat kesakitan dan gelisah
2. Penatalaksanaan
- Perawat segera melapor ke dokter jaga
- QB (Quick Blood) dan UFR (Ultra Filtration Rate) diturunkan sesuai
dengan kondisi pasien
- Observasi vital sign (bed side monitor)
- Pasien tidur posisi setengah duduk (semi fowler)
- Berikan oksigen sesuai program dokter
- Berikan obat jantung sesuai intruksi dokter
- Bila perlu berikan cairan infus NaCl 0,9% sesuai dengan kebutuhan
Catatan :
Bila nyeri dada berlanjut stop hemodialisis
KOMPLIKASI SAAT DIALISIS

No. Dokumen No. Revisi Halaman


0 .../....
Rumah Sakit Mekar Sari

Prosedur G. Demam/menggigil
1. Tanda dan Gejala
- Pasien mengeluh kedinginan
- Pasien terlihat mengigil
- Suhu tubuh meningkat lebih dari 37 OC
2. Penatalaksanaan
- Perawat segera melapor ke dokter jaga
- Observasi vital sign (bed side monitor)
- Memberikan selimut ekstra
- Memberikan obat-obatan analgetik, anti pluretik dan anti histamin
sesuai dengan intruksi dokter
- Bila demam/menggigil reaksi tranfusi, maka tranfusi stop sementara
Catatan :
 Melakukan pungsi SHS (Sarana Hubungan Sirkulasi) dengan teknik steril.
 Bila demam terus menerus stop hemodialisis

Instalasi Terkait Unit Hemodialisa


IGD
Farmasi