Anda di halaman 1dari 28

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Pada umumnya masalah penyakit diare merupakan salah satu


penyakit yang berbasis lingkungan yang masih merupakan masalah
kesehatan terbesar di Indonesia baik dikarenakan masih buruknya kondisi
sanitasi dasar, lingkungan fisik maupun rendahnya perilaku masyarakat
untuk hidup bersih dan sehat, dan masih banyak faktor penyebab
munculnya penyakit diare tersebut.
Kebersihan lingkungan merupakan suatu yang sangat berpengaruh
terhadap kesehatan pada umumnya. Banyaknya penyakit-penyakit
lingkungan yang menyerang masyarakat karena kurang bersihnya
lingkungan disekitar ataupun kebiasaan yang buruk yang mencemari
lingkungan tersebut.
Hal ini dapat menyebabkan penyakit yang dibawa oleh kotoran yang
ada di lingkungan bebas tersebut baik secara langsung ataupun tidak
langsung yaitu melalui perantara. Penyakit diare merupakan suatu
penyakit yang telah dikenal sejak jaman Hippocrates. Sampai saat ini,
diare masih merupakan salah satu masalah kesehatan utama masyarakat
Indonesia
Diare merupakan penyakit berbahaya karena dapat mengakibatkan
kematian dan dapat menimbulkan letusan kejadian luar biasa (KLB).
Penyebab utama kematian pada diare adalah dehidrasi yaitu sebagai
akibat hilangnya cairan dan garam elektrolit pada tinja diare (Depkes RI,
1998). Keadaan dehidrasi kalau tidak segera ditolong 50-60% diantaranya
dapat meninggal.

1
Puskesmas adalah unit pelaksana teknis dinas kesehatan kabupaten
atau kota yang bertanggung jawab menyelenggarakan pembangunan
kesehatan di suatu wilayah kerja. Puskesmas merupakan unit pelaksana
teknis dinas kesehatan kabupaten atau kota. Puskesmas berperan
menyelenggarakan sebagian dari tugas teknis operasional dinas
kesehatan kabupaten atau kota dan merupakan unit pelaksana tingkat
pertama serta ujung tombak pembangunan kesehatan di Indonesia
(Sulastomo,2007).

Visi pembangunan kesehatan yang diselenggarakan oleh puskesmas


adalah tercapainya kecamatan sehat menuju terwujudnya Indonesia
sehat. Kecamatan sehat adalah gambaran masyarakat kecamatan masa
depan yang ingin dicapai melalui penbangunan kesehatan, yakni
masyarakat yang hidup didalam lingkungan dengan perilaku sehat,
memiliki kemampuan untuk menjangkau pelayanan kesehatan yang
bermutu secara adil dan merata serta memiliki derajat kesehatan yang
setinggitingginya (Sulastomo, 2007).

Pembangunan kesehatan ditujukan untuk meningkatkan


kemampuan masyarkat dalam mewujudkan derajat kesehatan yang
optimal dan Puskesmas Sumedang Selatan sebagai satu kesatuan
organisasi yang diberi kewenangan kemandirian oleh Dinas Kesehatan
Kabupaten Sumedang untuk melaksanakan tugas operasional
pembangunan kesehatan di wilayah kecamatan Sumedang Selatan telah
menetapkan Visi dan Misinya sebagai berikut :

 Visi
“Terwujudnya Puskesmas Sumedang Selatan yang berkualitas dan
professional untuk mendorong masyarakat sehat 2021 ”

2
 Misi
1. Meningkatkan pemberdayaan masyarakat dan kemitraan
2. Memberiakan pelayanan kesehatan yang bermutu dan terjangkau
dengan kualitas sumber daya manusia kesehatan

B. Tujuan
1.1 Tujuan Umum
Terselenggaranya program kesehatan secara terpadu dan
menyeluruh pada Puskesmas Sumedang Selatan

1.2 Tujuan Khusus


a. Adanya gambaran keberhasilan program diare, hambatan dan
rencana tindak lanjut pada tahun 2018.
b. Penemuan kasus penyakit menular secara dini.
c. Terselenggaranya manajemen Puskesmas yang meliputi
perencanaan, penilaian dan evaluasi.
d. Terlaksananya Kegiatan lain lintas program/sektoran secara baik.
e. Tertanganinya semua kasus yang terjadi secara benar sesuai dengan
SOP.

C. Sistematika Penulisan

Untuk memahami lebih jelas laporan ini, maka materi – materi


yang tertera pada laporan ini dikelompokan menjadi beberapa sub bab
dengab sistematika penyampaian sebagai berikut :

BAB I PENDAHULUAN

Bab ini berisi tentang latar belakang, tujuan dan sistematika


penulisan

BAB II ANALISA SITUASI

Bab ini berisi tentang data umum dan data khusus

3
BAB III PENCAPAIAN PROGRAM

Berisi tentang hasil kegiatan dan hambatan dalam pencapaian


program

BAB IV ANALISA PEMECAHAN MASALAH

Berisi tentang identifikasi masalah, prioritas masalah, identifikasi


penyebab masalah, identifikasi pemecahan masalah, alternative
pemecahan masalah, rencana usulan kegiatan dan rencana
pelaksanaaan kegiatan.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

Bab ini berisi kesimpulan dan saran yang berkaitan dengan analisa
pencapaian program dan analisa pemecahan masalah yang telah
diuraikan pada bab-bab sebelumnya

BAB VI PENUTUP

LAMPIRAN

4
BAB II

ANALISA SITUASI

A. Data Umum
2.1 Demografi Kependudukan

Puskesmas Sumedang Selatan pada tahun 2017 mempunyai

jumlah penduduk sebanyak 53.297 orang terdiri dari laki-laki 26.621

dan perempuan sebanyak 26.676 orang dengan jumlah KK sebanyak

17.388 KK.

2.2 Geografi

Puskesmas Sumedang Selatan merupakan salah satu

Puskesmas di Kabupaten Sumedang yang terletak di sebelah barat

kota Kabupaten Sumedang yang berjarak 2 kilometer, dengan waktu

tempuh 10 menit menggunakan kendaraan roda 4. Keadaan

geografis dataran rendah dan perbukitan di bagian selatan dengan

suhu maksimum 24 derajat celsius, dengan curah hujan tertinggi

pada bulan Januari. Luas Wilayah Kerja Puskesmas Sumedang

Selatan adalah 4.679 Km2.

Secara administrasi Puskesmas Sumedang Selatan berbatasan

dengan :

 Sebelah Utara berbatasan dengan wilayah Puskesmas Situ dan

Puskesmas Kotakaler

5
 Sebelah Selatan berbatasan dengan wilayah Puskesmas

Cimanggung

 Sebelah Timur berbatasan dengan wilayah Puskesmas Sukagalih

 Sebelah Barat berbatasan dengan wilayah Puskesmas

Rancakalong dan Puskesmas Pamulihan.

Gambar 2.1

Peta Wilayah Puskesmas Sumedang Selatan

2.3 Topografi
Puskesmas Sumedang Selatan berada di daerah perbukitan. Iklim
di daerah Sumedang Selatan adalah iklim tropis. Sepanjang tahun dan
hampir sebagian besar bulan dalam setahun, terdapat curah hujan
signifikan. Di daerah sumedang selatan terdapat musim kemarau
singkat dengan suhu rata-rata tahunan adalah 24,7°C. Secara umum
terjadi penurunan kuantitas curah hujan dan jumlah hari hujan
dibanding dengan keadaan selama tahun sebelumnya. Curah hujan
sebelumnya 3115 dan tahun ini curah hujan rata-rata 2570 mm.

6
B. Data Khusus
1. Sasaran dan Target Program Diare untuk golongan umur
Tabel 2.1
Sasaran dan Target Golongan Umur

TARGET(
270/1000 X
JUMLAH
NO NAMA DESA JUMLAH
PENDUDUK
PENDUDUK X
10% )
1 Pasanggrahan Baru 13197 356
2 Kota Kulon 11228 303
3 Regol Wetan 7283 197
4 Sukajaya 6319 171
5 Margamekar 4033 109
6 Ciherang 6043 163
7 Margalaksana 3432 93
8 Mekarrahayu 3268 88
JUMLAH 54803 1480

Berdasarkan tabel 2.1 dapat dilihat bahwa sasaran paling tinggi


untuk semua golongan umur terdapat di desa pasanggrahan kulon dan
sasaran paling sedikit terdapat di desa mekarrahayu. Sedangkan untuk
sasaran seluruh golongan umur sebanyak 1480.

7
2. Sasaran Program Diare untuk Balta

Tabel 2.2

Sasaran dan Target pada Balita

TARGET(
JUMLAH 384/1000 X
NO NAMA DESA SASARAN JUMLAH
BALITA PENDUDUK X
10% )
1 Pasanggrahan Baru 1320 223
2 Kota Kulon 1123 189
3 Regol Wetan 728 123
4 Sukajaya 632 107
5 Margamekar 403 68
6 Ciherang 604 102
7 Margalaksana 343 58
8 Mekarrahayu 327 55
JUMLAH 5480 924

Berdasarkan tabel2.2 dapat dilihat bahwa sasaran paling tinggi


untuk balita terdapat di desa Pasanggrahan Baru dan sasaran paling
sedikit terdapat di desa Mekarrahayu. Sedangkan untuk Sasaran semua
balita sebanyak 924.

8
BAB III

PENCAPAIAN PROGRAM

A. Hasil Kegiatan
3.1 Kasus Diare di Kelurahan Pasanggrahan Baru
3.1.1 Kasus Diare Pada Semua Umur Kelurahan Pasanggarahan Baru
Grafik 3.1

120

97
100

80

60 52

40

18
20 13
9
47 24 57 2
7 58 6 8
47 5 3
7 78
12
0

Laki-laki Perempuan Jumlah

Berdasarkan Grafik 3.1 dapat dilihat bahwa Kasus Diare paling


tinggi di Kelurahan Pasanggrahan Baru pada Bulan Agustus mencapai 18
Kasus. Dan Kasus Paling sedikit terjadi pada bulan juni yang hanya 2 Kasus
.

9
3.1.2 Kasus Diare Pada Balita Kelurahan Pasanggrahan Baru
Grafik 3.2
100 89
90
80
70
60 51
50 38
40
30
20 12
246 36
9
2
79 6 7
2 4 6 2 7 9 5 510 3 3 6 8 4 67 347
10 1 101 1
0

Laki-laki Perempuan Jumlah

Berdasarkan grafik 3.2 dapat dilihat bahwa kasus diare pada


balita di Kelurahan Pasanggrahan Baru paling tinggi terjadi di bulan
oktober sebanyak 12 kasus. Sedangkan Kasus paling sedikit terjadi pada
bulan mei dengan 1 kasus.

3.2 Kasus Diare di Kelurahan Kotakulon


3.2.1 Kasus Diare Pada Semua Umur Kelurahan Kotakulon
Grafik 3.3

60
48
50

40

30 27
21
20
11
10 4 4 5 4 6
5 5 6
112 123 22 011 033 213 1 22 022 1 314
0

Laki-laki Perempuan Jumlah

10
Berdasarkan Grafik 3.3 dapat dilihat bahwa kasus diare pada
semua golongan umur di Kelurahan Kotakulon paling tinggi terjadi pada
bulan november dengan 11 kasus. Sedangkan Kasus paling sedikit terjadi
pada bulan april dengan 1 kasus.

3.2.2 Kasus Diare Pada Balita Kelurahan Kotakulon


Garfik 3.4

60
48
50
40
28
30
20
20
9 6 8
10 4 54 224 123 213 134 011 404 2 325
000 123 31
0

Laki-laki Perempuan Jumlah

Berdasarkan garfik 3.4 dapat dilihat bahwa kasus diare pada


Balita di Kelurahan Kotakulon yang paling tinggi terjadi pada bulan april
sebanyak 9 kasus. Sedangkan pada bulan januari di kelurahan Kotakulon
tidak ada kasus diare pada balita.

3.3 Kasus Diare di Kelurahan Regol Wetan


3.3.1 Kasus Diare Pada Semua Umur Kelurahan Regol Wetan
Grafik 3.5

45 39
40
35 32
30
25
20
15
10 56 77 7
33 1 1 1 33 134 145
5 022 112 022 112 0 0 0 0 112
0

Laki-laki Perempuan Jumlah

11
Berdasarkan garfik 3.5 dapat dilihat bawha kasus diare di
Kelurahan Regol Wetan pada semua golongan umur yang paling tinngi
terjadi pada bulan november dengan 7 kasus. Sedangkan kasus paling
sedikit terjadi pada bulan juni dengan 1 kasus.

3.3.2 Kasus Diare Pada Balita Keluarahan Regol Wetan


Grafik 3.6

16 15
14
12 11
10
8
6 4
4 3 3 3
2 2 2
2 1 1 1 11 11 11 1 1 1 1 1 1
0 0 0 000 0 0 0 0 0 000 0
0

Laki-laki Perempuan Jumlah

Dari grafik 3.6 dapat dilihat bahwa kasus diare pada balita di
Kelurahan Regol Wetan yang paling tinngi terjadi pada bulan januari dan
oktober dengan 3 kasus. Sedangkan pada bulan mei dan november tidak
ada kasus diare pada balita di Kelurahan Regol Wetan.

3.4 Kasus Diare di Desa Sukajaya


3.4.1 Kasus Diare Pada Semua Umur Desa Sukajaya
Grafik 3.7

35 31
30
25 22
20
15
9
10 7
44 44 5
5 32 33 34 43
0 0 011 000 011 011 0 101 1 000
0

Laki-laki Perempuan Jumlah

12
Dari garfik 3.7 dapat dilihat bahwa kasus diare pada semua
umur di Desa Sukajaya yang paling tinggi terjadi pada bulan november
dengan 7 kasus. Sedangkan pada bulan april di desa Sukajaya tidak
terjadi kasus diare pada semua golongan umur.

3.4.2 Kasus Diare Pada Balita Desa Sukajaya


Garfik 3.8

40 37
35
30
25 21
20 16
15
10 4 4 6 5 5 4
5 13 101 2 101 213 000 32 23 303 033 13 022
0

Laki-laki Perempuan Jumlah

Dari garfik 3.8 dapat dilihat bahwa kasus diare pada balita di
desa sukajaya paling tinggi terjadi pada bulan maret dengan 6 kasus.
Sedangkan pda abulan juni di desa sukajaya tidak ada kasus diare pada
balita.

3.5 Kasus Diare di Desa Margamekar


3.5.1 Kasus Diare Pada Semua Umur Desa Margameka
Grafik 3.9

35 33
30
25
25
20
15
9 8
10 77 6
45 3
5
0 1 101 022 011 112 011 011 011 112 101
0

Laki-laki Perempuan Jumlah

13
Dari grafik 3.9 dapat dilihat bahwa di desa margamekar kasus
diare pada semua golongan umur yang paling tinggi terjadi pada bulan
oktober dengan 9 kasus. Sedangkan kasus paling sedikit terjadi pada
bulan maret, mei, juli, agustus, september dan desember dengan
maasing-masing 1 kasus.

3.5.2 Kasus Diare Pada Balita Desa Margamekar


Garfik 3.10

25
20
20 18

15
10
3 4 3 3 3 3
5 101 202 1 202 000 011 0 101 0 202 000 101 2
0

Laki-laki Perempuan Jumlah

Dari garfik 3.10 dapat dilihat bahwa kasus diare pada balita di
desa Margamekar paling tinggi terjadi pada bulan maret dengan 4 kasus.
Sedangkan pada bulan mei dan november tidak ada kasus diare pada
balita di desa Margamekar.

3.6 Kasus Diare di Desa Ciherang


3.6.1 Kasus Diare Pada Semua Umur Desa Ciherang
Grafik 3.11

100 92

80
56
60
36 36
40
23
20 13
8 6 8 5 5 58
044 44 33 011 011 123 44 0 3 336 066
0

Laki-laki Perempuan Jumlah

14
Dari Grafik 3.11 dapat dilihat bahwa kasus diare pada semua
golongan umur di desa ciherang yang paling tinggi terjadi pada bulan
mei dengan 36 kasus. Sedangkan kasus paling sedikit terjadi pada bulan
april dan juni dengan 1 kasus.

3.6.2 Kasus Diare Pada Balita Desa Ciherang


3.12

60 54
50
40 34
30
20
20
77 8 99
10 4 4 4 426 53 4
112 011 213 112 22 31 13 0 13 0
0

Laki-laki Perempuan Jumlah

Dari grafik 3.12 dapat dilihat bahwa kasus diare pada balita di
desa Ciherang paling tinggi terjadi pada bulan desember dengan 9 kasus.
Sedangkan kasus paling sedkit terjadi pada bulan februari dengan 1
kasus.

3.7 Kasus Diare di Desa Margalaksana


3.7.1 Kasus Diare Pada Semua Umur Desa Margalaksana
Grafik 3.13

35 31
30
25
20 18
15 13
10 6 6
5 2 3 3 4 22 2 3 24 33 44
011 1 000 101 000 011 1 0 1 0
0

Laki-laki Perempuan Jumlah

15
Dari garfik 3.13 dapat dilihat bahwa kasus diare pada golongan
umur di desa Margalaksana tertinggi terjadi pada bulan september dan
oktober dengan 6 kasus. Sedangkan pada bulan maret dan mei tidak ada
kasus diare di semua golongan umur di desa Margalaksana.

3.7.2 Kasus Diare Pada Balita Desa Margalaksana


Grafik 3.14

35 30
30
25
20 16
14
15
10 6 7
33 4 34 43
5 2 22 21 1 2 3 2
0 0 0 000 0 011 011 1 000 1
0

Laki-laki Perempuan Jumlah

Dari grafik 3.14 dapat dilihat bahwa kasus diare pada balita di
desa Margalaksana paling tinggi terjadi pada bulan desember sebanyak
7 kasus. Sedangkan pada bulan april dan september tidak ada kasus
diare pada balita di desa Margalaksana.

3.8 Kasus Diare di Desa Mekarrahayu


3.8.1 Kasus Diare Pada Semua Umur Desa Mekarrahayu
Garfik 3.15

80 72
70
60 52
50
40
30 20
17
20 910 12 912 11
8
10 45 347 134 5 3 3
1 022 101 011 000 202 1
0

Laki-laki Perempuan Jumlah

16
Dari garfik 3.15 dapat dilihat bahwa kasus diare pada golongan
umur di desa Mekarrahayu paling tinggi terjadi pada bulan oktober
sebanyak 17 orang. Sedangkan pada bulan mei di desa Mekarrahayu
pada golongan semua umur tidak ada kasus diare.

3.8.2 Kasus Diare Pada Balita Desa Mekarrahayu


Grafik 3.16

45 41
40
35
30
25 22
19
20
15 11
10 7 6 9
44 22 3 4 4 11 2 2 22 34 3
5 0 0 000 12 0 0 0 0 000 21
0

Laki-laki Perempuan Jumlah

Dari grafik 3.16 dapat dilihat bahwa kasus diare pada balita di
desa Mekarrahayu paling tinggi terjadi pada bulan November dengan 11 kasus.
Sedangkan pada bulan maret dan September di desa Mekarrahayu tidak ada
kasus diare pada balita.

17
Tabel 3.1
HASIL PENEMUAN KASUS DIARE SEMUA GOLONGAN UMUR

DI SARANA KESEHATAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SUMEDANG SELATAN

TAHUN 2017

BULAN
NAMA DESA / JUMLAH JUMLAH
NO TARGET JAN FEB MAR APRIL MEI JUNI JULI AGUST SEPT OKT NOV DES JUMLAH %
KELURAHAN PENDUDUK
L P L P L P L P L P L P L P L P L P L P L P L P L P
1 PASANGGRAHAN BARU 13197 356 3 4 2 2 2 5 5 2 3 5 1 1 7 6 10 8 3 4 4 5 4 3 1 7 45 52 97 27,25
2 KOTA KULON 11228 303 1 1 1 2 2 2 0 1 0 3 2 1 4 1 2 2 0 2 1 5 5 6 3 1 21 27 48 15,84
3 REGOL WETAN 7283 197 0 2 1 1 0 2 1 1 0 3 1 0 1 5 0 3 1 3 1 4 0 7 1 1 7 32 39 19,8
4 SUKAJAYA 6319 171 0 4 0 4 0 1 0 0 0 1 0 1 3 2 0 3 1 0 1 3 4 3 0 0 9 22 31 18,13
5 MARGAMEKAR 4033 109 0 7 1 4 1 0 0 2 0 1 1 1 0 1 0 1 0 1 3 6 1 1 1 0 8 25 33 30,28
6 CIHERANG 6043 163 0 4 4 4 3 3 0 1 13 23 1 0 1 2 4 4 5 0 3 5 3 3 0 6 37 55 92 56,44
7 MARGALAKSANA 3432 93 0 1 2 1 0 0 1 0 0 0 0 1 3 1 0 2 2 1 2 4 3 3 0 4 13 18 31 33,33
8 MEKARRAHAYU 3268 88 1 9 0 2 1 0 0 1 0 0 2 0 1 4 3 4 1 3 5 12 3 9 3 8 20 52 72 81,82
JUMLAH 54803 1480 5 32 11 20 9 13 7 8 16 36 8 5 20 22 19 27 13 14 20 44 23 35 9 27 160 283 443 29,93

18
Tabel 3.2
HASIL PENEMUAN KASUS DIARE PADA BALITA

DI SARANA KESEHATAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SUMEDANG SELATAN

TAHUN 20167
BULAN
NAMA DESA / JUMLAH JUMLAH
NO TARGET JAN FEB MAR APRIL MEI JUNI JULI AGUST SEPT OKT NOV DES JUMLAH %
KELURAHAN PENDUDUK
L P L P L P L P L P L P L P L P L P L P L P L P L P
1 PASANGGRAHAN BARU 13197 223 2 4 3 6 2 7 6 1 1 0 2 4 2 7 5 5 3 3 8 4 1 6 3 4 38 51 89 39,91
2 KOTA KULON 11228 189 0 0 1 2 3 1 5 4 2 2 1 2 2 1 1 3 0 1 4 0 6 2 3 2 28 20 48 25,4
3 REGOL WETAN 7283 123 2 1 1 0 0 1 0 1 0 0 0 1 1 0 2 0 1 0 3 0 0 0 1 0 11 4 15 12,2
4 SUKAJAYA 6319 107 1 3 1 0 2 4 1 0 2 1 0 0 3 2 2 3 3 0 0 3 1 3 0 2 16 21 37 34,58
5 MARGAMEKAR 4033 68 1 0 2 0 3 1 2 0 0 0 0 1 3 0 1 0 3 0 2 0 0 0 1 0 18 2 20 29,41
6 CIHERANG 6043 102 1 1 0 1 2 1 1 1 2 2 3 1 1 3 0 7 4 2 5 3 1 3 0 9 20 34 54 52,94
7 MARGALAKSANA 3432 58 2 0 2 0 1 0 0 0 0 3 0 1 0 1 2 1 0 0 4 2 1 3 4 3 16 14 30 51,72
8 MEKARRAHAYU 3268 55 0 4 0 2 0 0 1 2 4 0 0 1 2 0 0 2 0 0 2 1 4 7 6 3 19 22 41 74,55
JUMLAH 54803 925 9 13 10 11 13 15 16 9 11 8 6 11 14 14 13 21 14 6 28 13 14 24 18 23 166 168 334 36,11

19
B. Hambatan
1. Laporan dari klinik swasta hanya jumlah golongan umur saja tanpa
ada alamat yang jelas
2. Kurangnya Koordinasi Lintas sektor dan program

20
BABIV

ANALISA PEMECAHAN MASALAH

A. Analisa Masalah
Tabel 4.1

INDIKATOR PROGRAM DAN JENIS


NO TARGET CAKUPAN KESENJANGAN
KEGIATAN

1 Cakupan Kasus Diare Pada Balita 100% (924) 36.11% -63.9

Cakupan Kasus Diare Pada Semua


2 100% (1480) 29.93% -70.07%
Umur

21
B. Prioritas Masalah
Tabel 4.2

NO
TINGKAT
TINGKAT TINGKAT
MASALAH PERKEMBANGAN U*S*G RANGKING
URGENSI (U) KESERIUSAN (S)
(G)

1 Cakupan Diare Balita 5 5 5 125 1

Cakupan Diare Semua


2 5 4 4 80 2
Umur

22
C. Analisa dan Pemecahan Masalah

Tabel 4.3

ALTERNATIF PEMECAHAN MASALAH


NO PRIORITAS MASALAH PENYEBEB MASALAH
PEMECAHAB MASALAH TERPILIH
1. Cakupan Target Diare 1. Penjaringan hanya - Malakukan - Pembinaan
- Balita tercapai 36.11 % dari : koordinasi kader untuk
- Semua Umur tercapai 29.93 % - Kunjungan dari dengan praktek penjaringan
dalam gedung, swasta dalam kasus diare yang
pustu dan penjaringan tidak berobat
poskesdes kasus diare
- Dari swasta - Pembinaan - Pelacakan kasus
tidak lengkap ( kader untuk diare
hanya jumlah penjaringan
per umur saja) diare yang tidak
- Kasus yang tidak berobat

23
berobat tidak - Penyuluhan
terdata kepada
2. Kasus diare memang masyarakat
menurun atau pasien tentang diare
diare tidak ada supaya lapor ke
kader atau bidan
desa
- Pelacakan Kasus
diare

24
D. RUK ( Rencana Usulan Kegiatan )
Tabel 4.4

NO JENIS KEGIATAN TUJUAN LOKASI SASARAN TARGET Pelaksana Pelaksanaan Biaya

1. Pembinaan kader Pasien diare desa Kader 8 desa  Penanggung Jan -


untuk penjaringan yang tidak
kasus diare yang berobat jawab
tidak berobat terjaring
program

 Bidan desa

 Pembina

desa

2. Pelacakan kasus Kunjungan desa masyarakat 4x Penaggung Maret,juni,juli, -

diare rumah jawab oktober

program

25
E. RPK ( Rencana Pelaksanaan Kegiatan )

Tabel 4.5

BULAN
KEGIATAN
JAN FEB MAR APR MEI JUN JUL AGST SEPT OKT NOV DES

Pembinaan Kader

Pelacakan Kasus

26
BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

1. Kesimpulan
Pencapaian program Diare Puskesmas Sumedang Selatan tahun
2017 belum memenuhi target. Kasus diare pada golongan umur hanya
mencapai 29.93 % , sedangkan kasus diare pada balita hanya mencapai
36.11.

2. Saran
a) Diharapkan Semua lintas program atau jeraring lebih meningkatkan
kerjasamanya untuk melaporkan setiap adanya kasus diare
b) Sarana dan Prasarana mohon dilengkapi untuk kelancaran kegiatan
Program.

27
BAB VI

PENUTUP

Demikian Demikian “LAPORAN TAHUNAN P2 DIARE PUSKESMAS SUMEDANG


SELATAN TAHUN 2017” ini kami susun sebagai gambaran hasil kegiatan yang telah
dilaksanakan selama kurun waktu 1 tahun (2017) sekaligus sebagai bahan dasar dalam
meningkatkan upaya kesehatan pada tahun berikutnya.

Kami menyadari bahwa dalam penyusunan Laporan ini masih jauh sekali dari
kesempurnaan, oleh karena itu kritik dan saran yang sifatnya membangun sangat kami
harapkan.

28

Anda mungkin juga menyukai