Anda di halaman 1dari 5

BAB I

PENDAHULUAN

1. Latar Belakang

Penyakit atau kelainan tiroid adalah suatu kondisi kelainan pada


seseorang akibat adanya gangguan kelenjar tiroid, baik berupa perubahan
bentuk maupun perubahan fungsi (Kemenkes RI, 2015). Sekitar 300 juta
orang di dunia di laporkan menderita kelainan tiroid, namun lebih dari
setengahnya tidak menyadarinya (Bose A, 2015 & Aryal, 2010). India
merupakan negara dengan penderita kelainan tiroid paling banyak, yaitu
sekitar 42 juta orang (Bose A, 2015). Di Pakistan, 8 juta orang penduduk
mengalami kelainan tiroid akibat kekurangan yodium (Khan A, 2002).
Menurut American Thyroid Association (ATA) (2016), di Amerika Serikat
dengan jumlah penduduk lebih dari 275 juta, diperkirakan sekitar 20 juta
orang mengalami berbagai gangguan tiroid dan paling banyak terjadi pada
perempuan.

Di Indonesia, data statistik mengenai kelainan tiroid masih sangat


kurang (Tandra, 2011). Berdasarkan hasil survey di seluruh Indonesia
mengenai struma menunjukkan peningkatan prevalensi Total Goitre Rate
(TGR) dari 9.8% pada tahun 1998 menajdi sebesar 11,1% pada tahun
2003. Angka TGR di Indonesia tersebut masih menjadi masalah kesehatan
masyarakat, karena World Health Organization (WHO) memberi batas
maksimal 5%. (Multazimah, 2013 & Budiman, 2007). Di Rumah Sakit
Kanker Dharmais, Kanker tiroid menempati urutan ke enam terbanyak dari
kanker lainnya. Angka kejadian kanker tiroid ini cenderung meningkat
dari 85 kasus kanker tiroid pada tahun 2010 menjadi 147 kasus pada tahun
2013. (Kemenkes RI, 2015).

1
2

Data rekam medis Divisi Ilmu Bedah RSU Dr. Soetomo tahun
2001-2005 struma nodusa toksik terjadi pada 495 orang diantaranya 60
orang laki-laki (12,12 %) dan 435 orang perempuan (87,8 %) dengan usia
terbanyak yaitu 31-40 tahun 259 orang (52,3 2%), struma multinodusa
toksik yang terjadi pada 1.912 orang diantaranya17 orang laki-laki (8,9 %)
dan 174 perempuan (91,1%) dengan usia yang terbanyak pada usia 31-40
tahun berjumlah 65 orang (34,03 %). Laporan akhir survey nasional
pemetaan Gangguan Akibat Kekurangan Yodium (GAKY) menunjukkan
bahwa sebanyak 42 juta penduduk Indonesia tinggal di daerah endemik
dan sebanyak 10 juta menderita struma nodosa. Struma nodosa banyak
ditemukan di karena adanya defisiensi yodium dan merupakan salah satu
masalah gizi di Indonesia.Yodium diperlukan dalam pembentukan hormon
tiroid. Pembesaran kelenjar tiroid dapat terlihat pada penderita
hipotiroidisme maupun hipertiroidisme (Black & Hawks, 2009).

Penanganan pada pembesaran kelenjar tiroid dilakukan


pengangkatan kelenjar tiroid dengan beberapa prosedur tiroidektomi,
meliputi subtotal ataupun total. Tiroidektomi subtotal akan menyisakan
jaringan atau pengangkatan 5/6 kelenjar tiroid, sedangkan tiroidektomi
total, yaitu pengangkatan jaringan seluruh lobus termasuk istmus (Sudoyo,
A, 2009).

Angka kejadian kasus Struma di Rumah Sakit Umum Daerah Kota


Yogyakarta pada 3 bulan terakhir di mulai pada bulan Agustus, September
dan Oktober sebanyak 22 kasus dengan tindakan Isthmolobektomi.
Berdasarkan latar belakang diatas, kami tertarik untuk melakukan
pengelolaan kasus yang berjudul ”Asuhan Keperawatan Perioperatif pada
Ny. T dengan diagnosa Struma dilakukan Tindakan Total Tiroidektomi.”
3

2. Rumusan Masalah
Berdasarkan dari uraian di atas, maka penulis merumuskan masalah
“bagaimana asuhan keperawatan perioperatif pada klien dengan diagnosa
medis struma yang dilakukan tindakan total tiroidektomi”, antara lain:
1. Bagaimana pengkajian asuhan keperawatan perioperatif pada klien
dengan diagnosa medis struma dengan tindakan total tiroidektomi di
Instalasi Bedah Sentral Rumah Sakit Umum Daerah Kota Yogyakarta
2. Bagaimana menegakkan diagnosa keperawatan perioperatif pada
klien dengan diagnosa medis struma dengan tindakan total
tiroidektomi di Instalasi Bedah Sentral Rumah Sakit Umum Daerah
Kota Yogyakarta
3. Bagaimana merencanakan intervensi keperawatan pada klien dengan
diagnosa medis struma dengan tindakan total tiroidektomi di Instalasi
Bedah Sentral Rumah Sakit Umum Daerah Kota Yogyakarta
4. Bagaimana melaksanakan implementasi asuhan keperawatan
perioperatif pada klien dengan diagnosa medis struma dengan
tindakan total tiroidektomi di Instalasi Bedah Sentral Rumah Sakit
Umum Daerah Kota Yogyakarta
5. Bagaimana melakukan evaluasi asuhan keperawatan perioperatif pada
klien dengan diagnosa medis struma dengan tindakan total
tiroidektomi di Instalasi Bedah Sentral Rumah Sakit Umum Daerah
Kota Yogyakarta
6. Bagaimana pendokumentasian asuhan keperawatan perioperatif pada
klien dengan diagnosa medis struma dengan tindakan total
tiroidektomi di Instalasi Bedah Sentral Rumah Sakit Umum Daerah
Kota Yogyakarta

3. Ruang Lingkup
Penulis akan membahas batasan, waktu, tempat asuhan
keperawatan perioperatif pada klien dengan diagnosa medis struma yang
4

dilakukan tindakan total tiroidektomi di Instalasi Bedah Sentral Rumah


Sakit Umum Daerah Yogyakarta.

4. Tujuan Penulisan
1. Tujuan Umum
Untuk mengetahui Asuhan Keperawatan Perioperatif pada klien
dengan diagnosa medis struma dengan tindakan total tiroidektomi di
Instalasi Bedah Sentral RSUD Kota Yogyakarta.

2. Tujuan Khusus
a. Mengetahui dan memahami definisi dari struma.
b. Mengetahui dan memahami anatomi dan fisiologi kelenjar tiroid.
c. Mengetahui dan memahami etiologi dari struma.
d. Mengetahui dan memahami patofisiologi dari struma.
e. Mengetahui dan memahami klasifikasi dari struma.
f. Mengetahui dan memahami tanda dan gejala dari struma.
g. Mengetahui dan memahami pemeriksaan diagnostik dari struma.
h. Mengetahui dan memahami penatalaksanaan dari struma.
i. Mengetahui dan memahami diagnosa keperawatan yang sering
muncul dari struma.
j. Mengetahui dan memahami definisi dari tiroidektomi.
k. Mengetahui dan memahami indikasi dari tiroidektomi.
l. Mengetahui dan memahami kontra indikasi dari tiroidektomi.
m. Mengetahui dan memahami klasifikasi dari tindakan tiroidektomi.
n. Mengetahui dan memahami persiapan dari tindakan tiroidektomi.
o. Mengetahui dan memahami prosedur dari tindakan tiroidektomi.

5. Manfaat
1. Bagi Individu
5

Hasil dari penulisan yang dilakukan diharapkan dapat digunakan


sebagai acuan untuk melakukan asuhan keperawatan dan dapat
menambah wawasan
2. Bagi rumah sakit
Hasil dari penulisan yang dilakukan diharapkan dapat
menambah khasanah ilmu pengetahuan dibidang keperawatan
medical bedah khususnya dikamar operasi.