Anda di halaman 1dari 13

ANALISA FINANSIAL PEMBUATAN SIRUP

MENGKUDU (Morinda citrifolia L)


TINJAUAN DARI JENIS GULA YANG DIGUNAKAN

Oleh :
Son Suwasono
Dosen Fakultas Pertanian Universitas Tribhuana Tunggadewi, Malang

ABSTRAK

Sirup mengkudu merupakan hasil dari pemanfaatan buah mengkudu yang


diproses dengan menggunakan beberapa jenis gula dan konsentrasi gula tertentu
guna menghasilkan kualitas sirup mengkudu yang baik. Permasalahan yang timbul
saat ini adalah cita rasa dan aroma yang tidak enak yang terdapat pada buah
mengkudu menyebabkan produk ini kurang digemari dan diminati oleh konsumen.
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh jenis gula yang berbeda
terhadap kualitas sirup mengkudu yang dihasilkan dan analisis finansial untuk
menentukan kelayakan produk dan jenis gula yang digunakan. Hipotesis yang diuji
adalah bahwa terdapat pengaruh dan jenis gula digunakan dalam pembuatan sirup
mengkudu.
Percobaan disusun dalam Rancangan Acak kelompok (RAK) Faktor tunggal
baik untuk penelitian tahap pendahuluan maupun tahap penelitian utama. Tahap
penelitian pendahuluan yaitu penentuan konsentrasi gula yang akan digunakan
dengan konsentrasi yang digunakan yaitu 10%, 20%, 30%, 40%, dan 50%.
Sedangkan tahap penelitian utama yaitu pemakaian beberapa jenis gula
menggunakan Gula pasir (G1), Gula karamelisasi (G2), Gula merah (G3), Gula
fruktosa (G4), dan Madu (G5), yang diulang sebanyak lima kali dengan masing-masing
konsentrasi gula yang digunakan sama (30%).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan menggunakan jenis gula madu
memiliki tingkat kesukaan yang tinggi dan memiliki nilai perlakuan yang paling tinggi.
Berdasarkan analisa kelayakan finansial menunjukkan bahwa produk sirup mengkudu
dari jenis gula madu layak untuk dijalankan.
------------------
Kata Kunci : Sirup mengkudu, analisis finansial

AGRITEK Vol. 12 No. 1 JANUARI 2004


PENDAHULUAN derajat keasaman (pH) sirup
mengkudu di Laboratorium Teknologi
Buah “Noni” yang memiliki Pertanian Universitas Brawijaya
nama latin Morinda citrifolia L. atau Malang.
yang biasa dikenal sebagai buah
mengkudu, sejak zaman dahulu Alat dan Bahan
sebenarnya telah dikenal dan banyak Alat-alat yang digunakan
dipergunakan sebagai bahan sayuran adalah kompor, panci perebusan,
atau pengobatan, namun kemudian saringan, bak pemeraman, bak
tersisih dengan kemajuan zaman. penampung, bak pencucian, blender,
Kehadiran sari buah mengkudu gelas ukur, pH meter, beker glass,
ditengah-tengah krisis ekonomi yang neraca analitik, sealer.
berkepanjangan merupakan suatu Bahan yang digunakan dalam
alternatif yang tepat. Walaupun sari penelitian ini adalah buah mengkudu
buah mengkudu dan hasil produksi yang setengah matang berasal dan
industri modern sangat mahal, tetapi jenis mengkudu yang didapat di
yang penting adalah nilai plusnya. perkampungan yaitu Desa Wonorejo
Selain telah sangat nyata bisa Kabupaten Pasuruan. Ciri-ciri buah
menunjang untuk memulihkan mengkudu bentuknya bulat seperti
kesehatan, dan tidak ada efek telur dengan kekuning-kuningan agak
sampingnya. keputih-putihan untuk mengkudu yang
Namun masih terdapat masih kemampou, dengan dimeter ± 6-
permasalahan yang timbul adalah cita 18 cm dan panjang buah ± 7-12 cm,
rasa dan aroma yang tidak enak yang kemudian dimatangkan (diperam)
terdapat pada buah mengkudu selama 2-3 hari di dalam wadah
menyebabkan produk ini kurang tertutup rapat sehingga mengkudu
digemari dan diminati oleh konsumen. menjadi matang dan lunak, buah
Hal ini mempengaruhi keberhasilan mengkudu matang berwarna putih
produk sirup mengkudu, sehingga kekuningan yang nampak cerah terlihat
penelitian ini meneliti bagaimana cara sangat nyata banyak mengandung kulit
mengurangi aroma dan meningkatkan buah sangat tipis.
cita rasa pada sirup mengkudu.
Penelitian bertujuan untuk Metode Percobaan
mengetahui pengaruh jenis gula yang Percobaan disusun dalam
berbeda terhadap kualitas sirup Rancangan Acak kelompok (RAK)
mengkudiu yang dihasilkan, dan Faktor tunggal. Penelitian digunakan
analisis finansial untuk menentukan dengan dua tahap, yaitu tahap
kelayakan produk dan jenis gula yang pendahuluan dan tahap penelitian
digunakan. utama.
Tahap Penelitian Pendahuluan
METODE PENELITIAN yaitu penentuan konsentrasi gula yang
akan digunakan dengan menggunakan
Tempat dan Waktu metode Rancangan Acak Kelompok
Penelitian dilaksanakan di Faktor Tunggal yang kemudian
Laboratorium Teknologi Industri dilakukan uji organoleptik tingkat
Pertanian Universitas Tribhuwana kesukaan terhadap tingkat kemanisan
Tunggadewi Malang pada bulan April relatif dari 10 orang panelis sebagai
sampai Juni 2003, yang dilanjutkan penguji. Konsentrasi yang yaitu 10%,
dengan analisa total gula dan analisa 20%, 30%, 40%, dan 50%.

AGRITEK Vol. 12 No. 1 JANUARI 2004


Tahap penelitian utama yaitu Penimbangan
pemakaian dari beberapa jenis gula Sebelum melakukan proses
yang digunakan dalam proses pengolahan terlebih dahulu kita
pembuatan sirup mengkudu melakukan penimbangan berat dan
percobaan. Metode Rancangan Acak bahan baku dan bahan tambahan yang
Kelompok Faktor Tunggal (RAK), akan digunakan dalam proses
sebagai kelompok dalam penelitian ini pengolahan.
adalah jenis gula yang ditambahkan
dalam bahan yang terdiri dan Gula Pemeraman Setelah Disortasi dan
pasir (G1), Gula karamelisasi (G2), Dicuci
Gula merah (G3), Gula fruktosa G4), Pemeraman buah mengkudu
dan Madu (G5), yang diulang yang masih kemampou, berwarna
sebanyak lima kali dengan masing- putih kekuning kuningan dilakukan
masing konsentrasi gula yang dalam wadah tertutup selama 2-3 hari
digunakan sama (30%). sampai tekstur dan buah mengkudu
Analisa fisik, kimia, dan uji menjadi lunak, tujuan dan pemasakan
organoleptik dilakukan terhadap sirup buah mengkudu untuk mempermudah
hasil percobaan. Analisa fisik meliputi proses pemisahan daging buah, biji
pengamatan persentase pengendapan dan mengurangi aroma dari buah
dan sirup mengkudu, analisa kimia mengkudu.
meliputi analisa total gula dan analisa
derajat asam (pH), sedangkan untuk uji Perebusan
organoleptik meliputi uji tingkat Proses pemanasan dilakukan
kesukaan terhadap warna, aroma, dan selama 10 menit, yang bertujuan
cita rasa. sirup mengkudu. melayukan buah dengan tidak merusak
Data yang diperoleh karaktenistik dari bahan.
selanjutnya dilakukan perhitungan
analisis ragam dan jika berbeda nyata Pendinginan
dilanjutkan dengan Uji Beda Nyata Pada proses pendinginan,
(BNT 5%), sedangkan untuk uji pemisahan air hasil perebusan dan
organoleptik dianalisa dengan metode daging buah pada wadah yang
De Garmo. berbeda, pendinginan ± selama 30
menit pada suhu ruang.
Pelaksanaan Penelitian
Penyiapan Sari Buah Nanas
Persiapan Buah nanas dikupas dan dicuci
Perlakuan persiapan dilakukan kemudian dilakukan pemarutan secara
dengan cara sortasi pada buah manual dan dilakukan penyaringan
mengkudu untuk memisahkan buah tanpa penambahan air, sari buah
mengkudu yang bermutu jelek (cacat) nanas yang didapat dan hasil perasan
dan yang bermutu bagus (layak untuk menghasilkan 250 ml sari buah nanas.
diproses), serta memilih tingkat
kematangan buah yang optimal yaitu Pemisahan Daging dan Biji buah
kemampou berwarna kuning keputih- mengkudu
putihan dengan diameter buah ± 6- Pemisahan daging dan biji
l8cm dengan panjang buah ± 7-21 cm. buah mengkudu bertujuan untuk
mempermudah proses penghancuran,
sehingga diperoleh hasil yang lebih
halus.

AGRITEK Vol. 12 No. 1 JANUARI 2004


Penghancuran suhu 50°C selama 5 menit dan untuk
Penghancuran daging buah mempermudah pelarutan food additive
mengkudu menggunakan Blender yang telah ditambahkan.
dengan penambahan air, 1 Kg buah
mengkudu 1 liter air, air yang Penyaringan III
ditambahkan adalah air hasil Penyaringan ketiga bertujuan
pemanasan atau perebusan. untuk mengurangi kotoran-kotoran
yang terikut pada food additive.
Penyaringan I
Penyaringan dilakukan Pengemasan
menggunakan kain saring, Pengemasan dilakukan pada
penyaringan bertujuan untuk saat sirup mengkudu dalam keadaan
mengambil sari buah mengkudu yang panas, sehingga tidak terkontaminasi
akan digunakan dalam proses pada saat proses pengemasan.
pengolahan. Kemasan dari sirup mengkudu terbuat
dan botol kaca yang sudah dalam
Penyaringan II keadaan steril, sebelum sirup
Penyaringan II dilakukan mengkudu dikemas.
dengan saringan, berfungsi untuk
menyaring kembali sari buah Analisa Sirup Mengkudu
mengkudu untuk meningkatkan Pengamatan fisik persentase
kebersihan dan sari buah mengkudu pengendapan, analisa kimia total gula
yang diperoleh. dan derajat keasaman (pH) dan Uji
organoleptik warna, rasa dan aroma
Penambahan Food Additive dilakukan pada sirup mengkudu hasil
Penambahan food additive percobaan.
seperti, gula pasir, gula karamelisasi,
gula merah, gula fruktosa dan gula HASIL DAN PEMBAHASAN
madu serta sari buah nanas bertujuan
untuk memperbaiki kualitas produk dan Persentase Pengendapan
sirup mengkudu. Hasil uji BNT (5%) maka dapat
diketahui bahwa perlakuan dan jenis
Blanching gula merah memiliki tingkat Persentase
Blanching bertujuan untuk Pengendapan tertinggi dan jenis gula
mengnonaktifkan bakteri dengan tidak lainnya yang digunakan dalam proses
merusak karakteristik dan bahan, pada pembuatan sirup mengkudu.

Tabel 1. Rata-rata Pengaruh Jenis Gula terhadap Tingkat Persentase Pengendapan


Sirup Mengkudu
Perlakuan Persentase Pengendapan Notasi
Gula Pasir 3,962 cd
Karamelisasi 3,762 b
Gula Merah 4,422 d
Fruktosa 3,422 a
Madu 3,902 cd
BNT 5% 0,302
Keterangan: Berbeda Nyata pada (P=5%)

AGRITEK Vol. 12 No. 1 JANUARI 2004


Jenis gula merah memiliki
persentase pengendapan yang relatif Total Gula
lebih tinggi dari jenis gula yang lain. Hasil analisis ragam
Karena jenis gula merah memerlukan menunjukkan hasil total gula dan
proses pelarutan dengan pemanasan beberapa jenis gula yang terkandung
dan memerlukan proses penyaringan, di dalam sirup mengkudu berbeda
gula merah secara fisik berbentuk sangat nyata antar perlakuan. Total
padatan, berbeda halnya dengan gula gula sirup mengkudu dipengaruhi oleh
pasir yang berbentuk kristal tetapi jenis gula yang digunakan, karena
memiliki tingkat kelarutan yang tinggi, masing- masing jenis gula memiliki
gula karamel, gula fruktosa dan madu tingkat kemanisan yang berbeda. Gula
yang berbentuk cair sehingga pada pasir memiliki total gula yang paling
proses pelarutan sangat mudah tinggi dibandingkan dengan jenis gula
terlarut, adanya perbedaan kondisi lainnya.
jenis gula menyebabkan perbedaan
persentase pengendapan pada bahan.

Tabel 2. Rata-rata Total Gula dari Beberapa Jenis Gula yang Digunakan pada
Pembuatan Sirup Mengkudu.
Perlakuan Total Gula Notasi
Gula Pasir 34,408 d
Karamelisasi 24,466 ab
Gula Merah 27,682 b
Fruktosa 24,278 a
Madu 32,992 c
BNT 5% 2,032
Keterangan: Berbeda Nyata pada (P = 5%)

Berdasarkan Tabel rata-rata menunjukkan bahwa pada perlakuan


total gula dari beberapa jenis gula yang (Gula merah), berbeda nyata dari
digunakan pada sirup mengkudu perlakuan lainnya (Gula pasir, Gula
menujukan gula pasir memiliki total karamelisasi, Fruktosa dan Madu).
gula yang lebih tinggi (34,408) dari Hasil uji BNT (5%)
jenis gula lainnya karena gula pasir menunjukan rata-rata pH pada sirup
terbuat dari nira tebu yang mengkudu antara 3,434 - 4,314, dapat
kemanisannya berkisar antara 100%, dilihat pada Tabel rata-rata jenis gula
gula fruktosa memiliki total gula merah lebih tinggi derajat asamnya
terendah (24,278) dari jenis gula (pH) dari jenis gula lainnya. Gula
lainnya karena gula fruktosa berasal fruktosa memiliki tingkat keasaman
dari ubi kayu (Tapioka) dengan tingkat yang relatif lebih rendah dari beberapa
kemanisan relatif lebih tinggi (165 %) jenis gula lainnya (gula pasir, gula
dari gula pasir (Media Komunikasi dan karamelisasi, gula merah, dan madu).
Informasi 1990). Derajat keasaman pada masing-
masing jenis gula berbeda tergantung
Derajat Keasaman (pH) pada jenis gula yang digunakan.
Hasil analisis ragam derajat
keasaman (pH) dari sirup mengkudu

AGRITEK Vol. 12 No. 1 JANUARI 2004


Tabel 3. Rata-rata Pengaruh dari Beberapa Jenis Gula terhadap Derajat Asam (pH)
yang Terkandung dalam Sirup Mengkudu.
Perlakuan Derajad Asam (pH) Notasi
Gula Pasir 3,954 cd
Karamelisasi 3,714 b
Gula Merah 4,314 d
Fruktosa 3,434 a
Madu 3,834 bc
BNT 5% 0,314
Keterangan: Berbeda Nyata pada (P = 5%)

Jenis gula merah lebih tinggi Uji organoleptik


derajat keasamannya dari jenis gula
lainnya, disebabkan gula merah Warna
berasal dari nira kelapa, nira siwalan, Hasil analisis ragam
nira nipah, nira aren yang meiliki menunjukkan adanya perbedaan yang
derajat keasaman yang relatif tinggi. nyata (P = 5%) pada perlakuannya.
Jenis gula fruktosa lebih rendah derajat Sedangkan melalui uji BNT (5%) maka
keasamannya, disebabkan karena gula dapat diketahui bahwa perlakuan dari
fruktosa berasal dari ubi kayu jenis gula madu memiliki skor tertinggi
(Tapioka) yang memiliki derajat asam dari perlakuan jenis gula lainnya
yang relatif lebih rendah. artinya madu lebih disukai karena
madu dapat memberikan warna yang
lebih bening dari jenis gula pasir, gula
karamelisasi, gula merah dan fruktosa.

Tabel 4. Rata-rata Pengaruh Jenis Gula Terhadap Nilai Kesukaaan Warna Sirup
Mengkudu.
Perlakuan Pengaruh Jenis Gula Notasi
Gula Pasir 5,48 bc
Karamelisasi 3,86 a
Gula Merah 4,19 bc
Fruktosa 4,29 b
Madu 5,77 c
BNT 5% 1,112
Keterangan: Berbeda Nyata pada (P = 5%)

Gula madu memiliki tingkat kesukaan terhadap warna gula merah


kesukaan warna yang tinggi (7,04) dan gula karamelisasi akibat perlakuan
dibandingkan dari jenis gula lainnya, atau jenis gula yang digunakan
karena jenis gula madu cerah dan berwarna coklat kehitam-hitaman
bening tidak keruh seperti pada gula sehingga menghasilkan warna gelap,
pasir, karamelisasi gula merah dan karena pada dasarnya panelis lebih
fruktosa. Gula karamelisasi memiliki menyukai warna sirup mengkudu yang
tingkat kesukaan warna yang paling lebih terang dan tidak keruh. Hasil dari
rendah (3,86) disebabkan warna dari penambahan gula madu menghasilkan
jenis gula karamelisasi berwarna cokiat warna bening karena dipengaruhi oleh
kehitam-hitaman. Penurunan jumlah warna dari madu tersebut yang pada

AGRITEK Vol. 12 No. 1 JANUARI 2004


dasarnya berwarna bening. Jenis gula = 5%) antara perlakuan. Aroma dan
madu dapat memberikan warna yang sirup mengkudu dipengaruhi oleh jenis
lebih cerah dan bening dipengaruhi gula yang digunakan, karena masing-
oleh warna dan madu yang digunakan masing jenis gula memiliki aroma yang
berwarna bening dan transparan. Pada berbeda dengan tingkat aroma yang
dasamya warna dan suatu produk berbeda.
dipengaruhi oleh jenis gula yang Hasil uji BNT (5%) dapat
digunakan (Penebar Swadaya 1996). diketahui bahwa perlakuan dari jenis
gula madu memiliki tingkat kesukaan
Aroma yang lebih tinggi dari jenis gula lainnya,
Hasil uji organoleptik terhadap aroma sirup mengkudu dari jenis gula
aroma sirup mengkudu menunjukkan madu lebih disukai oleh konsumen
antara 3,64-6,31, hal ini menunjukan karena jenis gula madu dapat
panelis sebanyak 16 orang mengurangi aroma dan sirup
menyatakan cukup senang sampai mengkudu yang khas kurang
sangat senang. Hasil analisis ragam menyenangkan.
menunjukkan perbedaan yang nyata (P

Tabel 5. Rata-rata Pengaruh Jenis Gula Terhadap Tingkat Kesukaan Aroma Sirup
Mengkudu.
Perlakuan Pengaruh Jenis Gula Notasi
Gula Pasir 4,74 b
Karamelisasi 3,64 a
Gula Merah 4,77 b
Fruktosa 4,96 c
Madu 6,31 d
BNT 5% 1,26
Keterangan: Berbeda Nyata pada (P = 5%)

Jenis gula madu memiliki tingkat Cita Rasa


kesukaan terhadap aroma yang tinggi Hasil dari analisis ragam
(6,31) dibandingkan dengan jenis gula menunjukkan perbedaan yang nyata
lainnya. Aroma dan sirup mengkudu (P=5%) antara perlakuan. Sedangkan
jenis gula madu lebih disukai karena dari hasil uji BNT (5%) diketahui bahwa
aroma dan jenis gula madu lebih tajam perlakuan dari jenis gula madu
dari jenis gula pasir, gula karamelisasi, memiliki rata-rata tingkat kesukaan
gula merah. dan fruktosa, sehingga yang paling tinggi. Jenis gula
jenis gula madu dapat menutupi aroma (Fruktosa) dan (Madu), memiliki skor
sirup mengkudu yang khas. Selain itu kesukaan rasa yang relatif tinggi, tetapi
sari buah nanas murni yang memiliki jenis gula madu memiliki skor yang
aroma yang sangat tajam pula, paling tinggi dibandingkan dengan gula
digunakan sebagai flavour dalam pasir, gula karamelisasi, gula merah,
proses pengolahan yang membantu maupun gula fruktosa.
mengurangi aroma dari sirup
mengkudu.

AGRITEK Vol. 12 No. 1 JANUARI 2004


Tabel 6. Rata-rata Pengaruh Jenis Gula Terhadap Rasa Sirup Mengkudu.
Perlakuan Pengaruh Jenis Gula Notasi
Gula Pasir 5,85 c
Karamelisasi 4,28 a
Gula Merah 5,10 b
Fruktosa 5,22 bc
Madu 6,72 d
BNT 5% 1,60
Keterangan: Berbeda Nyata pada (P = 5%)

Jenis gula madu memiliki penambahan gula adalah sebagai


tingkat kesukaan terhadap rasa yang pemberi rasa manis, selain itu dapat
paling tinggi (6,72) dibandingkan menghambat pertumbuhan mikroba
dengan jenis gula lainnya. Rasa dan jika diberikan dalam konsentrasi yang
sirup mengkudu jenis gula madu lebih tinggi (Winanno dan Fardiaz, 1988).
disukai oleh konsumen karena rasa
dari jenis gula madu lebih tajam dan Perlakuan Terbaik
berasa dibandingkan jenis gula Perlakuan terbaik ditentukan
lainnya. Selain itu dilakukan dengan metode “De Garmo “, yang di
penambahan sari buah nanas murni peroleh hasil jenis gula madu sebagai
yang memiliki rasa manis yang sangat perlakuan terbaik yang digunakan
tajam, digunakan sebagai flavour dalam proses pengolahan sirup
dalam proses pengolahan yang mengkudu. Adapun hasil dari
membantu mengurangi cita rasa dan perhitungan terbaik dapat dilihat pada
sirup mengkudu. Fungsi dari Tabel 7.

Tabel 7. Nilai Hasil Perhitungan Terbaik.


No Jenis Gula Nilai Produk
1 Gula Pasir 2,990
2 Karamelisasi 1,760
3 Gula Merah 3,088
4 Fruktosa 2,354
5 Madu 3,305

Berdasarkan Tabel 7 di atas Kapasitas Produksi sirup mengkudu


dapat diketahui bahwa nilai hasil perhari berdasarkan jumlah buah
produk jenis gula madu lebih tinggi mengkudu yang dapat diperoleh dari
daripada jenis gula pasir, gula pasaran perhari.
karamelisasi, gula merah dan gula
fruktosa. Biaya Proyek

Kapasitas Produksi Kebutuhan Bahan Baku


Proyek direncanakan dalam 1 Buah mengkudu didapat dari
hari berproduksi sebanyak 1 kali pasaran yang dijual dan dimanfaatkan
proses pemasakan dengan kapasitas oleh ibu rumah tangga. Harga jual
produksi 50 kg buah mengkudu buah mengkudu per kg Rp.2000,-
dengan hasil rata rata menjadi sirup harga untuk bahan baku dan bahan
mengkudu sebanyak 200 botol perhari.

AGRITEK Vol. 12 No. 1 JANUARI 2004


pembantu diasumsikan setiap tahun Hasil Penjualan
naik sebesar 10%. Harga jual untuk sirup
mengkudu setiap botol ditetapkan
Tenaga Kerja Langsung dan Tak sebesar Rp.20.500,00 sesuai dengan
Langsung harga dipasaran.
Ongkos Tenaga Kerja
Langsung berdasarkan upah minimum Rencana Modal Tahunan Untuk
regional daerah Jawa Timur sebesar Produksi Sirup Mengkudu
Rp. 5000. diasumsikan dalam satu Rencana modal tahunan untuk
tahun terdapat 300 hari kerja atau 25 produksi sirup mengkudu terdiri dan
hari kerja dalam satu bulan, dengan perincian biaya modal, investasi
jumlah Tenaga Kerja Langsung enam (modal tetap), perincian modal operasi
orang dan Tenaga Kerja Tak Langsung (modal variabel), untuk menafsir
sebanyak dua orang. kebutuhan alat-alat beserta harganya
diperlukan informasi tentang
Biaya Pengadaan Mesin Peralatan kebutuhan alat-alat dan harganya.
dan Bangunan Modal kerja dan aktiva lancar yaitu
Biaya pengadaan alat dan aktiva yang berubah menjadi kas
bangunan terdiri dari biaya pengadaan dalam jangka waktu yang pendek
mesin dan peralatan, peralatan kantor, (Husnan,1984).
pengadaan transportasi, utilitas,
penyusutan mesin dan peralatan, biaya Analisis Kelayakan Finansial
pengadaan tanah dan bangunan serta Analisa kelayakan finansial
pajak tanah dan bangunan, biaya merupakan pengkajian dari suatu
pengemasan. usaha proyek apabila dilaksanakan
dapat berjalan dan berkembang sesuai
Harga Pokok Produksi Sirup dengan tujuan.
Mengkudu
Berdasarkan kapasitas Net Present Value (NPV)
produksi, hasil produksi sirup Hasil perhitungan nilai NPV
mengkudu itu, 50%nya dari volume pada perlakuan jenis gula madu
bahan baku untuk satu bulan, produksi dengan konsentrasi gula 30% pada
sebanyak 25 kali/bulan, dengan suku bunga 18% sebesar Rp.
kapasitas tiap kali produksi 50 kg buah 27.122.000,18 pada tahun pertama .
mengkudu yang menghasilkan 50 liter Hal ini berarti proyek tersebut layak
sirup mengkudu yang dikemas dalam untuk didirikan karena NPV > 0.
masing-masing kemasan berisi
sebanyak 200ml/botol. Maka jumlah Net Benefit Cost Ratio (Net B/C
dalam satu tahunnya adalah 12 bulan x Ratio)
25 hari x 501t = 15.000 lt, jadi dalam Hasil dari perhitungan B/C
satu tahun sirup rnengkudu di produksi Ratio menunjukkan adanya selisih
sebanyak 15.000 lt. 15.000 x 50% = biaya manfaat sebesar 1,214. dan Net
7500 botol/tahun. Artinya dalam satu B/C Ratio path perlakuan jenis gula
tahun sirup mengkudu menghasilkan madu dengan konsentrasi 30%
7.500 kemasan. Harga pokok produksi sebesar 1,0. Net B/C Ratio > 1 berarti
sirup mengkudu adalah Rp. proyek layak untuk dijalankan.
16.881,14,-.

AGRITEK Vol. 12 No. 1 JANUARI 2004


Internal rate of Return (IRR) KESIMPULAN
Hasil perhitungan niIai IRR
pada perlakuan jenis gula madu Perlakuan dengan jenis gula
dengan konsentrasi gula 30% sebesar madu memiliki tingkat kesukaan yang
42.497.001. karena IRR yang dimiliki lebih tinggi dari perlakuan lainnya, gula
lebih tinggi dan suku bunga bank maka madu memberikan pengaruh yang
proyek dapat terus dijalankan. nyata dibandingkan dengan perlakuan
jenis gula pasir, gula karamelisasi, gula
Break Event Point (BEP) merah dan fruktosa.
Analisa finansial ini ditujukan Hasil Analisa kelayakan
untuk menentukan jumlah produk atau dengan metode yaitu Net Present
jumlah penghasilan yang harus dicapai Value (NPV) pada suku bunga 18%
agar tercapai titik impas penerimaan NPV pada tahun pertama sebesar Rp.
dan pengeluaran sehingga akan dapat 27.122.000,18. Net B/C Ratio sebesar
diketahui keadaan perusahaan 1,0 dan selisih biaya manfaat dan
tersebut dalam waktu tertentu. analisis B/C Ratio sebesar 1,214.
Berdasarkan hasil perhitungan sebesar 42.497.001, karena IRR yang
diperoleh nilai 350 15,90 unit atau 4,6 dimiliki tebih tinggi dan suku bunga
%. Bank 18% maka proyek dapat terus
dijalankan. Berdasarkan BEP diperoleh
Return Cost Ratio (RJC Ratio) nilai 35015,90 unit atau 4,6%. RJC
RJC Ratio merupakan Ratio sebesar 1,24 artinya
perbandingan (nisbah) antara memperoleh keuntungan dan layak
penerimaan dan biaya. Secara teoritis untuk diteruskan. Sedangkan jangka
R/C Ratio = 1 artinya proyek tidak waktu yang diperlukan untuk
mengalami kerugian dan tidak mengembalikan biaya-biaya yang tclah
mendapat keuntungan. Hasil dikeluarkan (Payback Periode (PbP)
perhitungan diketahui bahwa R/C Ratio tercapai pada tahun ke 1,22,
dari proyek sirup mengkudu dari jenis dinyatakan layak karena angka PbP
gula madu sebesar 1,241 artinya yang dihasilkan lebih kecil dan usia
proyek memperoleh keuntungan dan guna proyek.
tidak rugi, hal ini menunjukkan bahwa
proyek layak untuk SARAN
dijalankan/diteruskan.
Penelitian lebih lanjut
Payback Periode (PbP) mengenai pengaruh dari perbandingan
Payback Periode adalah konsentrasi madu yang ditambahkan
jangka waktu yang diperlukan untuk serta pengaruh konsentrasi flavour
mengembalikan biaya-biaya yang telah yang digunakan terhadap kekentalan,
dikeluarkan guna membiayai suatu aroma dan cita rasa sirup mengkudu
proyek, berdasarkan perhitungan dengan kualitas yang lebih baik.
diperoleh bahwa Payback Periods Penelitian lanjutan juga
untuk perlakuan sirup mengkudu jenis tentang faktor selain gula yaitu analisa
gula madu, konsentrasi 30% akan komposisi kimia kandungan yang
tercapai pada tahun ke l,22. Proyek terdapat dalam sirup mengkudu perlu
tersebut dinyatakan layak karena dilakukan, untuk mengetahui pengaruh
angka PbP yang dihasilkan lebih kecil dari faktor faktor tersebut dari sifat fisik
dan usia guna proyek. maupun kimia sirup mengkudu.

AGRITEK Vol. 12 No. 1 JANUARI 2004


DAFTAR PUSTAKA

Atjung. 1981. Tanaman Obat dan


Minuman Segar. CV Yasaguna
Jakarta.

Husnan. S. dan Suwarsono. 1984.


Studi Kelayakan Proyek. BPIE.
Yogyakarta

Kumalaningsih. S. 1986. Teknologi


Pangan, Jilid I. PT. Jawa Pos.
Surabaya.

Moryati Soedibyo,.M. B. R. A. 1998.


Alam Sumber Kesehatan
Manfaat dan Kegunaan. Balal
Pustaka.

Syamsuhidayat. S. S dan Hutapea. R.


1991, Inventaris Tanaman
Obat Indonesia. Bahitbangkes.
Depkes RI. Jakarta.

Winamo. F. G. 1991. Pangan, Gizi,


Teknologi dan Konsumen.
Penerbit PT. Gramedia
Pustaka Utama. Jakata.

AGRITEK Vol. 12 No. 1 JANUARI 2004


Lampiran 1. Diagram Alir Proses Pembuatan Sirup Mengkudu

AGRITEK Vol. 12 No. 1 JANUARI 2004


Lampiran 2. Diagram Alir Pembuatan Sirup Mengkudu

By :

Willy sirait
PTKI MEDAN

AGRITEK Vol. 12 No. 1 JANUARI 2004