Anda di halaman 1dari 18

LAPORAN PRAKTIKUM EFISIENSI ENERGI

BOILER
Laporan ini disusun untuk memenuhi penilaian praktikum mata kuliah Efisiensi Energi

Oleh:
Nama : Fithri Hifzhah Mulkillah
NIM : 141734014
Kelas : 3D – D4 Teknik Konservasi Energi
Dosen Pembimbing : Ir. Conny K. Wachjoe, M. Eng., Ph.D

PRODI D-IV TEKNIK KONSERVASI ENERGI


JURUSAN TEKNIK KONVERSI ENERGI
POLITEKNIK NEGERI BANDUNG
2017
1.1 Tujuan

1. Mahasiswa dapat mengetahui sistem ketel uap


2. Mahasiswa dapat memahami karateristik/parameter operasi operasi ketel uap
3. Mahasiswa dapat menentukan parameter kinarja sistem ketel uap
4. Mahasiswa dapat mengidentifikakasi operasi efisien sistem ketel uap
5. Mahasiswa dapat mengetahui dampak pengoperasian sistem ketel uap yang efisien

1.2 Dasar Teori


1.2.1 Metode langsung:
Pada perhitungan ketel ini dipilih metode langsung. Efisiensi dihitung dengan
menggunakan parameter-parameter energi masuk dan energi keluar sistim ketel uap yang
berguna. Formulasi untuk menghitung efisiensi dengan metode langsung sebagai berikut:
𝐸𝑛𝑒𝑟𝑔𝑖 𝑝𝑒𝑚𝑏𝑒𝑛𝑡𝑢𝑘𝑎𝑛 𝑢𝑎𝑝
𝐸𝑓𝑖𝑠𝑖𝑒𝑛𝑠𝑖 = × 100%
𝐸𝑛𝑒𝑟𝑔𝑖 𝑚𝑎𝑠𝑢𝑘 𝑠𝑖𝑠𝑡𝑒𝑚
Atau
(𝑀𝑎 − 𝑀𝑏𝑑)(𝐻𝑢𝑎 − 𝐻𝑎)
𝐸𝑓𝑖𝑠𝑖𝑒𝑛𝑠𝑖 = × 100%
𝑀𝑏. 𝑁𝐻𝐹 + 𝑀𝑎. 𝐻𝑎 + 𝑀𝑢. 𝐻𝑢
Jumlah energi kalor yang tersedia akibat proses pembakaran bahan bakar dapat
ditentukan dengan persamaan sebagai berikut:
Ebb = Mbb x NHF (k.Joule)
Mbb = Laju aliran bahan bakar (kg/s)
NHF = Nilai kalor bahan bakar cair (kJ/kg)
Jumlah energi udara pembakaran:
Eu = Mu x Hu
Mu= Laju aliran udara (kg/s)
Hu = Entalpi udara (kJ/kg)
Energi yang terkandung dalam air:
Ea = Ma x Ha
Ma = Laju aliran air (kg/s)
Ha = Entalpi air (kJ/kg)
Energi pembentukan uap
Energi yang digunakan untuk merubah air dengan entalpi yang dikandung air pengisian.
Besarnya dapat ditentukan dengan persamaan:
Eu = Ma (hu – ha) kJ
= Ma {Hu – cp(Ta-0)}
Ma = Massa air pengisian (kg/s)
hu = Entalpi uap (kJ/kg)
ha = Entalpi air pengisian (kJ/kg)
Cp = panas spesifik air pengisian ketel (kJ/kg oC)
Ta = Temperatur air pengisian ketel (oC)
Bd = Blowdown, dalam pengujian blowdown tidak dilakukan maka bd dianggap nol
Tekanan absolut uap:
= tekanan gauge + tekanan atmosfer
𝐻
=Pg + 750

= Pg + (1,33 x 10-3 H bar)


Pg adalah tekan gauge dalam bar
H adalah tekanan barometri dalam mm air raksa
Maka efisiensi ketel uap:
𝑀𝑎(𝐻𝑢𝑎 − 𝐻𝑎)
𝜂=
𝑀𝑏. 𝑁𝐻𝐹 + 𝑀𝑢. 𝐻𝑢 + 𝑀𝑎. 𝐻𝑎
Keuntungan dan kerugian metode langsung:
Keuntungan:
 Pekerja pabrik dapat dengan cepat mengevaluasi efisiensi boiler
 Memerlukan sedikit parameter untuk perhitungan
 Memerlukan sedikit instrumen untuk pemantauan
 Mudah membandingkan rasio penguapan dengan data benchmark
Kerugian:
 Tidak memberikan petunjuk kepada operator tentang penyebab dari efisiensi sistim yang
lebih rendah
 Tidak menghitung berbagai kehilangan yang berpengaruh pada berbagai tingkat efisiensi
1.2.2 Metode tak langsung:
Standar acuan untuk Uji Boiler di tempat dengan menggunakan metode tidak langsung
adalah British Standard, BS 845:1987 dan USA Standard ASME PTC-4-1 Power Test Code
Steam Generating Units.
Metode tidak langsung juga dikenal dengan metode kehilangan panas.
Efisiensi dapat dihitung dengan mengurangkan bagian kehilangan panas dari 100 sebagai
berikut:
Efisiensi boiler = 100 – (i + ii + iii +iv + v + vi + vii)
Dimana kehilangan yang terjadi dalam boiler adalah kehilangan panas yang diakibatkan
oleh:
i : Gas cerobong yang kering
ii : Penguapan air yang terbentuk karena H2 dalam bahan bakar
iii : Penguapan kadar air dalam bahan bakar
iv : Adanya kadar air dalam udara pembakaran
v : Bahan bakar yang tidak terbakar dalam abu terbang/ flyash
vi : Bahan bakar yang tidak terbakar dalam abu bawah/ bottomash
vii : Radiasi dan kehilangan lain yang tidak terhitung
Data yang diperlukan untuk perhitungan efisiensi boiler dengan menggunakan metode
tidak langsung adalah:
 Analisis ultimate bahan bakar (H2, O2, S, C, kadar air, kadar abu)
 Persentase oksigen atau CO2 dalam gas buang
 Suhu gas buang dalam oC (Tf)
 Suhu ambeien dalam oC (Ta) dan kelembaban udara dalam kg/kg udara kering
 GCV bahan bakar dalam kkal/kg
 Persentase bahan yang dapat terbakar dalam abu (untuk bahan bakar padat)
 GCV abu dalam kkal/kg (untuk bahan bakar padat)
Keuntungan dan kerugian metode tidak langsung:
Keuntungan:
 Dapat diketahui neraca bahan dan energi yang lengkap untuk setiap aliran, yang
dapat memudahkan dalam mengidentifikasi opsi-opsi untuk meningkatkan
efisiensi boiler.
Kerugian:
 Perlu waktu lama
 Memerlukan fasilitas laboratorium untuk analisis

1.3. Alat Ukur yang Diperlukan


Perlengkapan pengukuran yang diperlukan dalam pengujian:
 Pengukuran temperatur
 Termokopel
 Termometer bola basah dan bola kering
 Pengukuran laju alir
 Meter laju alir
 orifice
 Pengukuran tekanan
 Manometer
 Pengukuran komposisi gas buang
 Analisis gas buang
 Pengukuran fraksi uap
 Separatting dan throttlingcalorimeter

1.4. Prosedur Praktikum


Berdasarkan Gambar 1, skematis titik pengukuran dan data yang diperlukan pada sistem
ketel uap mencerminkan proses kerja alat. Untuk kepentingan pengambilan data operasi
boiler hanya boleh dilakukan oleh laboran yang bersertifikat, sehingga praktikan lansung
melakukan pengukuran pada kondisi tunak (steady state).
Gambar 1. Skematis Ketel Uap untuk praktikum kinerja boiler.

Keterangan:
ma = kg air
mgb = massa gas buang
mu = massa uap
mb = massa bahan bakar
hu = entalpi uap
ha = entalpi air masuk ketel
Cgb = panas spesifik gas buang (CO2, CO, HC)
Tgb = temperatur gas buang
Ta = temperatur udara sekitar

1.4.1 Menghidupkan ketel uap


 Siapkan sumber kelistrikan
 Hidupkan saklar sumber listrik dari PLN (panel MCB)
 Hidupkan saklar unit air pendingin
 Hidupkan sistem kelistrikan ketel uap
 Siapkan suplai air
 Tutup katup suplai air Stefan bench No. 47
 Tutup katup suplai pompa vakum No. 42
 Buka katup suplai air No. 2
 Tutup katup bypass air lunak (soffner) No. 3
 Buka katup suplai air lunak No. 4
 Buka katup suplai tangki efek Water ketel uap No. 5
 Tutup katup suplai separatting dan throttling No. 7
 Buka katup suplai pada cooling Tower
 Tutup katup suplai air heat pulp No. 25
 Buka katup suplai air ke ketel uap suplai No. 1
 Nyalakan pompa suplai air (disebelah luar gedung) dan periksa sekitar 2,5 bar
 Siapkan pengisian boiler
 Buka katup keluaran air pengisi ketel No. 9
 Buka katup suplai air pengisi ketel uap No. 10
 Tutup katup blowdown ketel uap No. 11
 Periksa ketinggian air boiler
 Buka katup blower Water coloum No. 12
 Buka katup upper Water coloumNo. 13
 Tutup katup blower tricock No. 14
 Buka katup uppertricock No. 15
 Tutup katup Water coloum blowndown No. 16
 Periksa gelas penduga
 Pastikan handel ketiga katup yang terdapat pada gelas penduga selalu dalam
posisi vertikal
 Katup-katup pengeluaran ketel uap
 Tutup katup uap utama No. 17
 Buka katup pengukuran tekanan uap No. 62
 Tutup/kunci katup pengeluaran ketel uap No. 61
 Suplai bahan bakar ketel uap
 Pastikan volume tangki bahan bakar, minimal setengah penuh
 Buka katup suplai minyak tangki No. 18
 Buka katup suplai minyak ketel uap No. 19
 Buka katup kembalian minyak dari ketel uap No. 20
 Pastikan Red ide valve Farm pada suplai minyak ketel uap berada pada posisi
terbuka
 Sistem kelistrikan pada ketel uap
 Hidupkan saklar suplai listrik untuk ketel uap (terletak pada dinding dibelakang
superheater)
 Nyalakan saklar daya ketel uap pada kotak distribusi
 Putar kunci saklar start keteluap pada posisi on. Pada posisi ini pompa pengisian
air ketel uap bekerja dan memompa air dalam ketel uap. Hal ini berlangsung
terus sampai ketinggian air pada ketel uap mencapai batas yang ditentukan,
sehingga ketel uap siap untuk dioperasikan.
 Penyalaan burner
 Nyalakan electrical circuit breaker yang terletak disebelah kiri kotak kontrol
ketel uap dan tekan tombol berwarna hijau pada sebelah kanan kotak kontrol
 Burner motor akan bekerja dan setelah lebih kurang 15 detik proses pembakaran
dimulai
 Setelah proses pembakaran dimulai. Proses pembakaran selanjutnya diatur
secara otomatis oleh kontrol tekanan pada kotak panel, dimana pembakaran akan
trip pada kondisi tekanan sekitar 10 bar (tekanan pengesetan)
 Bila ketinggian air di dalam ketel uap mencapai batas terendah maka proses
pembakaran akan trip secara otomatis
 Pastikan tekanan air dalam gelas penduga pada 2-3 cm dibawah batas ketinggian
maksimal, jika perlu dikurangi ketinggian dengan membuka katup blowdown
ketel uap No. 11

1.4.2. Mematikan ketel uap


 Matikan electrical circuit breaker yang terletak pada sebelah kiri kotak kontrol
 Tutup katup suplai bahan bakar on. 18, 19, 20
 Buka katup ke atmosfer No. 29 (terletak diatassuperheater
 Buka katup blowndown ketel No. 11 kurang lebih seperempat putaran sampai
pompa air pengisian ketel menyala. Kemudian tutup kembali katup tersebut
 Tunggu beberapa saat dan ulangi langkah diatas sampai sekitar tiga kali sehingga
tekanan berada dibawah 2 bar
 Tutup katup No. 17
 Matikan sistem suplai listrik pada ketel uap
 Tutup kau suplai air pengisian ketel No. 10
 Tutup katup suplai air utama No. 1
 Buka sedikit katup uppertricock No. 15

1.5. Data dan Pengukuran


Parameter pengukuran yang diperlukan dalam satu ketel uap tergantung pada batas yang
ditetapkan, peralatan ukur yang tersedia dan kondisi pengukuran. Dalam pengujian ini
parameter pengukuran yang diamati sebagai berikut:
 Bahan bakar
 Laju alir, Mbb (lt/dt)
 Temperatur, t bahan bakar (oC)
 Air pengisi ketel uap
 Laju alir, Ma (kg/dt)
 Temperatur, t air (oC)
 Tekanan, P (bar)
 Udara pembakaran
 Temperatur udara sekitar, ta (oC)
 Temperatur bola basah, twb (oC)
 Temperatur bola kering, tdb (oC)
 Uap
 Laju alir, Mu (kg/detik)
 Temperatur, t uap (oC)
 Tekanan, P uap (bar)
 Kualitas uap, x (%)
 Gas buang
 Laju alir, mg (kg/det)
 Temperatur, tgb (oC)
 Komposisi gas buang, CO2, CO, O2 (%)
1.6. Tabel Pengukuran

T. T. Volume Volume
Bukaan T. T. T. Flue = T T. Kec. P. P.
Fuel Flow T. Air Steam Throtling P. Uap Kondensat Steam
Beban Katup Percobaan Udara 0 Fuel pembakaran Steam Blower %CO Steam Throtling
(L) ( C) Supply Chamber (mmHg) (ml/ (ml/
Udara (0C) (0C) (0C) (0C) (km/jam) (bar) 0 0 (bar)
( C) ( C) menit) menit)
1 18,4 29 26 25 249 147 28,2 4 3,1 100 98 50 13, 6 102
25% 50%
2 20,3 30 26 25 256 154 28,2 4 4,8 136 110 5,8 51 12,4 100
1 28,4 29 26 25 258 150 6,3 4 4,2 123 94 156 20,8 140
50% 50% 2 29,1 30 26 25 257 148 8 4 4 122 106 166 14,4 130
3 31,6 30 25 25 254 146 8 4 3,9 121 109 140 13,6 134
1 34,3 30 26 25 251 140 28,2 2,2 3 110 106 4 200 10 120
75% 50%
2 36,6 31 26 25 248 138 28,2 3 2,8 120 104 4 208 10 102

Menghitung eff indirect :


Massa nya adalah uap yang dibuang
Volume steam = massa dikalikan delta entalpi  energi output
Bahan bakar, T pembakaran
% co2 di tabel di kurva eff pembakaran pada gas buang yg pling bagus CO skecil2nya dan O2 skecil2nya
1.7. Perhitungan dan Pembahasan
a. Karakteristik bahan bakar
No Karakteristik Satuan Batasan Metode Uji
Min Maks ASTM Lain
1 Bilangan Cetana :
Angka Cetana atau - 51 - D613 - 96
D64737 -
Indeks Cetana - 48 - 96a
2 Berat Jenis (pada suhu 150C) Kg/m3 820 860 D 4052 -96
3 Viskositas (pada suhu 400C ) mm2/s 2 4,5 D 445 -97
D 2522 -
4 Kandungan Sulfur % m/m - 0,05 3 98
5 Distilasi : D 88 -98a
0
T 90 C - 340
0
T 95 C - 360
0
Titik Didih Akhir C - 370
0
6 Titik Nyala C 55 - D 93 - 99c
0
7 Titik Tuang C - 18 D 97
8 Residu Karbon % m/m - 0,3 D 4530 -93
D 1744 -
9 Kandungan air mg/kg - 500 92
10 Stabilitas Oksidasi g/m3 - 25 D 2274 -94
11 Biological growth - nihil
12 Kandungan FAME % v/v - 10
13 Kandungan Metanol dan Etanol % v/v tak terdeteksi D 4815
14 Korosi Bilah Tembaga menit - class 1 D 130 -94
15 Kandungan Abu % m/m - 0,01 D 482 -95
16 Kandungan sedimen % m/m - 0,01 D 473
mg
17 Bilangan Asam Kuat KOH/g - 0 D 664
mg
18 Bilangan Asam Total KOH/g - 0,3 D 664
D 2276 -
19 Partikulat mg/l - 10 99
D 6079 - CEC F -05 -
20 Lubrisitas mikron - 460 99 A-96
Jernih dan
21 Penampilan Visual - terang
No.
22 Warna ASTM - 1 D 1500
b. Profil data

Fuel Flow terhadap Waktu


40

35
Fuel Flow (L)
30
28.385
25 Fuel Flow (L)
baseline
20

15
15 25 35 45 55
waktu ke- (menit)

Temperature Gas Buang terhadap Waktu


260

258

256
T. Flue (oC)

254
253.285 T. Flue
252 baseline
250

248
15 25 35 45 55
waktu ke - (menit )
Temperature Steam terhadap Waktu
155
154
153
152
T steam (oC) 151
150
149 T. Steam
148 baseline
147
146 146.142
145
15 25 35 45 55
waktu ke - (menit)

Volume kondensat terhadap Waktu


21
Volume Kondensat (ml/menit)

20
19
18
17 Volume Kondensat
16 (ml/ menit)
15
baseline
14
13 13.182
12
15 25 35 45 55
waktu ke - (menit)
Volume Steam terhadap Waktu
145

Volume Kondensat (ml/menit


140
135
130
125
120 Volume Steam
115 118.285 baseline
110
105
100
15 25 35 45 55
waktu ke - (menit)

c. Efisiensi Pembakaran
Pada perhitungan efisiensi pembakaran kali ini menggunakan metode Direct /
langsung sebagai berikut :
𝑒𝑛𝑒𝑟𝑔𝑖 𝑝𝑒𝑚𝑏𝑒𝑛𝑡𝑢𝑘𝑎𝑛 𝑈𝑎𝑝
Efisiensi Boiler = 𝑥 100 %
𝑒𝑛𝑒𝑟𝑔𝑖 𝑚𝑎𝑠𝑢𝑘 𝑠𝑖𝑠𝑡𝑒𝑚

Dalam praktikum ini diketahui beberapa data sebagai berikut :


 Massa jenis bb : 0,82 kg/L
 Nilai kalor bahan bakar solar : 47146,5 kJ/kg
 Massa air yang digunakan : 0,22034 m3
 Massa jenis air air : 996,79 kg/ m3
 Entalpi air (ha)
Entalpi
Suhu
Air
Air (0C)
(kJ/kg)
26 109,01
26 109,01
26 109,01
26 109,01
25 104,83
26 109,01
26 109,01
 Entalpi uap (hu)
Suhu
Entalpi Uap
Uap
(kJ/kg)
(0C)
147 2742,068
154 2750,776
150 2745,9
148 2743,312
146 2740,824
140 2733,5
138 2730,872

 Energi Pembentukan Uap


o Eu= ma (hu − ha) 𝑘𝐽/s
a. Pada percobaan 2 (waktu ke 20 menit bukaan katup udara 50% dan pada beban
25%)
𝑚𝑎𝑠𝑠𝑎 𝑎𝑖𝑟 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑑𝑖𝑔𝑢𝑛𝑎𝑘𝑎𝑛 𝑥 𝑚𝑎𝑠𝑠𝑎 𝑗𝑒𝑛𝑖𝑠 𝑎𝑖𝑟
 Ma = 𝑤𝑎𝑘𝑡𝑢
0,22034 𝑚3 𝑥 996,79 𝑘𝑔/𝑚3
= 25𝑥60𝑠
= 0,14642181 kg/s
 Eu = 0,14642181 kg/s x (2742,068-109,01) kJ/kg
= 386,803 kJ/s
b. Pada percobaan 2 (waktu ke 35 menit bukaan katup udara 50% dan pada beban
50%)
𝑚𝑎𝑠𝑠𝑎 𝑎𝑖𝑟 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑑𝑖𝑔𝑢𝑛𝑎𝑘𝑎𝑛 𝑥 𝑚𝑎𝑠𝑠𝑎 𝑗𝑒𝑛𝑖𝑠 𝑎𝑖𝑟
 Ma = 𝑤𝑎𝑘𝑡𝑢
0,22034 𝑚3 𝑥 996,79 𝑘𝑔/𝑚3
= 35𝑥60𝑠

= 0,104587 kg/s
 Eu = 0,104587 kg/s x (2743,312-109,01) kJ/kg
= 275,507 kJ/s
c. Pada percobaan 2 (waktu ke 50 menit bukaan katup udara 50% dan pada beban
75%)
𝑚𝑎𝑠𝑠𝑎 𝑎𝑖𝑟 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑑𝑖𝑔𝑢𝑛𝑎𝑘𝑎𝑛 𝑥 𝑚𝑎𝑠𝑠𝑎 𝑗𝑒𝑛𝑖𝑠 𝑎𝑖𝑟
 Ma = 𝑤𝑎𝑘𝑡𝑢
0,22034 𝑚3 𝑥 996,79 𝑘𝑔/𝑚3
= 50𝑥60𝑠

= 0,073210903 kg/s
 Eu = 0,073210903 kg/s x (2730,872-109,01) kJ/kg
= 191,944 kJ/s
 Energi Masuk Sistem
o Ebb = mbb x NHF (kJ)
a. Pada percobaan 2 (waktu ke 20 menit bukaan katup udara 50% dan pada
beban 25%)
 𝑚𝑏𝑏 = 𝐿𝑎𝑗𝑢 𝑎𝑙𝑖𝑟 𝑏𝑎ℎ𝑎𝑛 𝑏𝑎𝑘𝑎𝑟 𝑥 𝑚𝑎𝑠𝑠𝑎 𝑗𝑒𝑛𝑖𝑠 𝑏𝑎ℎ𝑎𝑛 𝑏𝑎𝑘𝑎𝑟
20,3 𝐿
= 25 𝑥 60 𝑠 x 0,82 kg/L

=0,011097333 𝑘𝑔/𝑠
𝑘𝑔
 Ebb = 0,0125 𝑥 47146,5 kJ/kg
𝑠

= 523,2 kJ/s
b. Pada percobaan 2 (waktu ke 35 menit bukaan katup udara 50% dan pada
beban 50%)
 𝑚𝑏𝑏 = 𝐿𝑎𝑗𝑢 𝑎𝑙𝑖𝑟 𝑏𝑎ℎ𝑎𝑛 𝑏𝑎𝑘𝑎𝑟 𝑥 𝑚𝑎𝑠𝑠𝑎 𝑗𝑒𝑛𝑖𝑠 𝑏𝑎ℎ𝑎𝑛 𝑏𝑎𝑘𝑎𝑟
29,1 𝐿
= 35 𝑥 60 𝑠 x 0,82 kg/L

=0,011362857 kg/s
𝑘𝑔
 Ebb = 0,01136 𝑠
𝑥 47146,5 kJ/kg

= 535,718 kJ/s
c. Pada percobaan 2 (waktu ke 50 menit bukaan katup udara 50% dan pada
beban 75%)
 𝑚𝑏𝑏 = 𝐿𝑎𝑗𝑢 𝑎𝑙𝑖𝑟 𝑏𝑎ℎ𝑎𝑛 𝑏𝑎𝑘𝑎𝑟 𝑥 𝑚𝑎𝑠𝑠𝑎 𝑗𝑒𝑛𝑖𝑠 𝑏𝑎ℎ𝑎𝑛 𝑏𝑎𝑘𝑎𝑟
36,6 𝐿
= 50 𝑥 60 𝑠 x 0,82 kg/L

= 0,010004 kg/s
𝑘𝑔
 Ebb = 0,010004 𝑥 47146,5 kJ/kg
𝑠

= 471,653 kJ/s
𝐸𝑛𝑒𝑟𝑔𝑖 𝑝𝑒𝑚𝑏𝑒𝑛𝑡𝑢𝑘𝑎𝑛 𝑈𝑎𝑝 (𝐸𝑢)
 Efisiensi Boiler = 𝑥 100%
𝐸𝑛𝑒𝑟𝑔𝑖 𝑚𝑎𝑠𝑢𝑘 𝑠𝑖𝑠𝑡𝑒𝑚 (𝐸𝑏𝑏)
a. Pada percobaan 2 (waktu ke 20 menit bukaan katup udara 50% dan pada beban
25%)
𝐸𝑢
 𝐸𝑓𝑖𝑠𝑖𝑒𝑛𝑠𝑖 𝑏𝑜𝑖𝑙𝑒𝑟 = 𝑥 100%
𝐸𝑏𝑏
386,803
= 𝑥100%
523,2
= 73,930 %
b. Pada percobaan 2 (waktu ke 35 menit bukaan katup udara 50% dan pada beban
50%)
𝐸𝑢
 𝐸𝑓𝑖𝑠𝑖𝑒𝑛𝑠𝑖 𝑏𝑜𝑖𝑙𝑒𝑟 = 𝑥 100%
𝐸𝑏𝑏
275,507
= 𝑥100%
535,72
= 51,427 %

c. Pada percobaan 2 (waktu ke 50 menit bukaan katup udara 50% dan pada beban
75%)
𝐸𝑢
 𝐸𝑓𝑖𝑠𝑖𝑒𝑛𝑠𝑖 𝑏𝑜𝑖𝑙𝑒𝑟 = 𝑥 100%
𝐸𝑏𝑏
191,944
= 𝑥100%
471,653
= 40,696 %
Tabel Hasil Perhitungan
Waktu Bukaan Efisiensi
ke- Percobaan Beban Katup =(Eu/Ebb)x100
(menit) Udara Eu (kJ/s) Ebb (kJ/s) (%)
20 1 481,9104 592,7887 81,29733
25% 50%
25 2 386,8034 523,2004 73,93193
30 1 321,7412 609,9709 52,74817
35 2 50% 50% 275,5075 535,7189 51,42879
40 3 240,8468 509,025 47,39048
45 1 213,4854 491,1268 43,46949
75% 50%
50 2 191,9445 471,6536 40,697

1.7.1. Pembahasan
Efisiensi boiler berkaitan dengan beban, pembakaran, dan kualitas air (feed water dan
boiler water). Pada praktikum boiler kali ini efisiensi tertinggi didapatkan pada saat beban
sebesar 25% dengan bukaan katup 50% yaitu sebesar 81,295% (perhitungan
menggunakan direct method). Adapun syarat terjadinya proses pembakaran pada boiler
yakni bahan bakarnya mengandung hidrokarbon, adanya oksigen, dan sumber panas
(burner). Feed water (air pengisi boiler) harus diolah terlebih dahulu sebelum di
masukkan ke dalam boiler agar kandungan air yang masuk ke dalam boiler murni, tidak
mengandung asam atau basa (yang berarti pH nya harus netral), karena pH air boiler
adalah parameter operasi yang harus diawasi secara terus menerus (agar tidak terjadi
korosi dan untuk mencegah timbulnya kerak pada permukaan boiler). Hal ini dilakukan
agar kualitas uap yang dihasilkan baik, sehingga dapat meningkatkan efisiensi pada
boiler.
1.8. Kesimpulan
Pada praktikum kali ini dapat disimpulkan bahwa :

1. Efisiensi boiler berkaitan dengan beban, pembakaran, dan kualitas air (umpan
air dan air boiler).
2. Perhitungan efisiensi pada boiler memiliki dua metode yaitu direct dan indirect.
3. Efisiensi tertinggi diperoleh pada saat beban sebesar 25% dengan bukaan katup
konstan pada setiaap keadaan beban yakni 50% dengan nilai efisiensinya
sebesar 81,297%.
4. Efisiensi terkecil diperoleh pada saat beban sebesar 75% yaitu 40,697%
5. Untuk menghasilkan kualitas uap yang baik, perlu diperhatikan kualitas airnya
baik pada feed water maupun boiler water.

1.9. Daftar Pustaka


Maridjo. 1995. “Petunjuk Praktikum Mesin Konversi”. Bandung : Politeknik Negeri
Bandung
Riza, Bina Restituta & Imam Paryanto. 2015. “Kajian Teknis dan Uji Pemanfaatan
Biodiesel B-20 pada Kendaraan Bermotor dan Alat Berat”.
http://nusantarainitiative.com/wp-content/uploads/2015/02/BRDST_Presentasi-Seminar-
B20-17-Feb-2015.pdf