Anda di halaman 1dari 14

NASKAH KARYA PERORANGAN

(NKP)

JUDUL

UPAYA PERCEPATAN PROSES PENYIDIKAN PERKARA TINDAK


PIDANA KORUPSI OLEH SAT RESKRIM POLRES
LAMPUNG BARAT

OLEH:
JUHERDI SUMANDI, S.H.
PANGKAT/NRP: Bripka/77050738

0
BAB I

PENDAHULUAN

1. Latar Belakang

Keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) adalah

suasana yang tercipta pada individu manusia dan masyarakat

perasaan-perasaan, yaitu perasaan bebas dari gangguan fisik

maupun psikis, adanya rasa kepastian dan rasa bebas dari

kekhawatiran, keragu-raguan dan ketakutan, perasaan dilindungi dari

segala macam bahaya dan perasaan kedamaian lahiriah dan batiniah.

Kondisi kamtibmas yang stabil diperlukan sebagai prasyarat

pembangunan nasional dan kegiatan masyarakat dalam rangka

mencapai kesatuan nasional yang ditandai dengan terjaminnya

keamanan, ketertiban dan tegaknya hukum serta terbinanya

ketentraman. Oleh karena itu harus dikelola / dibina secara bersama

oleh seluruh komponen masyarakat dan pemerintah bersama-sama

dengan Polri.

Mewujudkan kamtibmas yang kondusif merupakan domain tugas

Polri sebagaimana yang diatur dalam Pasal 13 Undang-Undang

Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia,

yang berbunyi bahwa tugas pokok Polri adalah memelihara

kamtibmas, menegakkan hukum, melindungi, mengayomi dan

melayani masyarakat. Salah satu tindakan Polri dalam melaksanakan

tugas pokok tersebut Polri adalah melakukan penyelidikan dan

penyidikan terhadap semua tindak pidana sesuai dengan hukum

1
acara pidana dan peraturan perundang-undangan lainnya. Oleh

karena itu, Polri senantiasa mengembangkan diri menjadi sosok Polri

yang profesional, bermoral dan modern sehingga mampu

mewujudkan tegaknya supremasi hukum demi tercipta situasi

kamtibmas yang kondusif.

Untuk mencapai keberhasilan pelaksanaan tugas penyidikan

secara profesional dalam rangka penegakan supremasi hukum,

diperlukan dukungan kemampuan personil (SDM) yang profesional

serta dukungan anggaran yang memadai. Dengan dukungan

kemampuan personil (SDM) dalam melakukan penyidikan, serta

didukung dengan anggaran melalui APBN, sehingga pegunaan

anggaran penyidikan harus dapat dipertanggungjawabkan secara

transparan, profesional, efisien dan akuntabel, guna mendukung

profesionalisme penyidik dalam upaya penegakan hukum, khususna

terhadap tindak pidana korupsi.

Sat Reskrim merupakan unsur pelaksana tugas pokok yang

berada di bawah Kapolres. Satreskrim bertugas melaksanakan

penyelidikan, penyidikan, dan pengawasan penyidikan tindak pidana,

termasuk fungsi identifikasi dan laboratorium forensik lapangan serta

pembinaan, koordinasi dan pengawasan PPNS. Dalam melaksanakan

tugas Satreskrim menyelenggarakan fungsi:

a. Pembinaan teknis terhadap administrasi penyelidikan dan

penyidikan, serta identifikasi dan laboratorium forensik lapangan;

2
b. Pelayanan dan perlindungan khusus kepada remaja, anak, dan

wanita baik sebagai pelaku maupun korban sesuai dengan

ketentuan peraturan perundang-undangan;

c. Pengidentifikasian untuk kepentingan penyidikan dan pelayanan

umum;

d. Penganalisisan kasus beserta penanganannya, serta mengkaji

efektivitas pelaksanaan tugas Satreskrim;

e. Pelaksanaan pengawasan penyidikan tindak pidana yang

dilakukan oleh penyidik pada unit reskrim Polsek dan Satreskrim

Polres;

f. Pembinaan, koordinasi dan pengawasan PPNS baik di bidang

operasional maupun administrasi penyidikan sesuai dengan

ketentuan peraturan perundang-undangan;

g. penyelidikan dan penyidikan tindak pidana umum dan khusus,

antara lain tindak pidana ekonomi, korupsi, dan tindak pidana

tertentu di daerah hukum Polres.

Satreskrim dipimpin oleh Kasatreskrim yang bertanggung jawab

kepada Kapolres dan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari di bawah

kendali Wakapolres. Satreskrim dalam melaksanakan tugas dibantu

oleh:

a. Urusan Pembinaan Operasional (Urbinopsnal), yang bertugas

melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap administrasi

serta pelaksanaan penyelidikan dan penyidikan, menganalisis

penanganan kasus dan mengevaluasi efektivitas pelaksanaan

tugas Satreskrim;

3
b. Urusan Administrasi dan Ketatausahaan (Urmintu), yang bertugas

menyelenggarakan kegiatan administrasi dan ketatausahaan;

c. Urusan Identifikasi (Urident), yang bertugas melakukan identifikasi

dan laboratorium forensik lapangan, dan pengidentifikasian untuk

kepentingan penyidikan dan pelayanan umum; dan

d. Unit, terdiri dari paling banyak 6 (enam) Unit, yang bertugas

melakukan penyelidikan dan penyidikan tindak pidana umum,

khusus, dan tertentu di daerah hukum Polres, serta memberikan

pelayanan dan perlindungan khusus kepada remaja, anak, dan

wanita baik sebagai pelaku maupun korban sesuai dengan

ketentuan peraturan perundang-undangan.

2. Permasalahan dan Persoalan

a. Permasalahan

1) Bagaimana SDM Sat Reskrim Polres Lampung Barat saat

ini?

2) Apa yang menjadi faktor penghambat dalam proses

penyidikan tindak pidana korupsi?

3) Bagaimana kondisi yang timbul terhadap penyidikan tindak

pidana korupsi Sat Reskrim Polres Lampung Barat yang

akan datang?

b. Persoalan

1) Bagaimana kondisi SDM Sat Reskrim Polres Lampung

Barat yang kurang memadai dalam penyidikan yang akan

datang?

4
2) Bagaimana mengembangkan kemampuan personil Sat

Reskrim Polres Lampung Barat menjadi penyidik yang

profesional?

3. Ruang Lingkup

Ruang lingkup penulisan Naskah Karya Perorangan (NKP) ini,

dibatasi pada upaya percepatan proses penyidikan perkara tindak

pidana korupsi oleh Sat Reskrim Polres Lampung Barat

4. MAKSUD DAN TUJUAN

Maksud dan tujuan dari penulisan ini adalah untuk mengetahui

dan memahami tentang:

1) Kondisi SDM Sat Reskrim Polres Lampung Barat saat ini

2) Faktor penghambat dalam proses penyidikan tindak pidana

korupsi oleh Sat Reskrim Polres Lampung Barat

3) Kondisi yang timbul terhadap penyidikan Sat Reskrim Polres

Lampung Barat yang akan datang

5
BAB II

PERMASALAHAN

A. Kondisi saat ini personil penyidik Sat Reskrim Polres Lampung


Barat

a. Kemampuan personil dan jumlah personil di Sat Reskrim Polres

Lampung Barat kurang memadahi karena yang ada saat

seorang bintara 5 (lima) orang dan Perwira 2 (dua) orang,

sehinga kurang maksimal dalam penyelidikan dan penyidikan

terhadap tindak pidana kriminal khusus di Wilayah hukum Polres

Lampung Barat.

b. Bidku Sat Reskrim Polres Lampung Barat masih kaku dan

prosedural dalam melakukan pemeriksaan dan koreksi terhadap

pengajuan Rencana Kebutuhan anggaran penyidikan sehingga

menyebabkan menurunnya semangat dan rasa tanggung jawab

anggota dalam membuat pengajuan Renbut.

c. Dengan keterbatasan personil Sat Reskrim Polres Lampung

Barat dan luasnya Wilayah hukum Polres Lampung Barat

sehingga kurang maksimal dalam menegakan hukum dan

pengungkapan kasus di bidang tindak pidana kriminal khusus.

B. Faktor-Faktor yang mempengaruhi.

a. Faktor Internal

1. Kekuatan

1). Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Polri yang

merupakan payung/dasar/landasan hukum dalam

6
mengoptimalkan pengelolaan anggaran penyelidikan dan

penyidikan di Polres Lampung Barat termasuk Sat Reskrim

Polres Lampung Barat.

2). Komitmen pimpinan Polri untuk mendukung profesionalisme

dalam pelaksanaan tugas melalui program anggaran

berbasis kinerja.

3). Perkap No. 7 Tahun 2007 Tentang Tata Cara Pengawasan

dan Pemeriksaan di Lingkungan Organisasi Polri yang

merupakan payung hukum dalam mengoptimalkan

pengelolaan anggaran penyidikan di Sat Reskrim Polres

Lampung Barat.

2. Kelemahan

1). Masih lemahnya komitmen pimpinan Polres Lampung Barat

dan pimpinan Ditreskrimsus dalam mengoptimalkan

pengelolaan anggaran penyelidikan dan penyidikan.

2). Masih lemahnya pemahaman, pengetahuan dan

keterampilan personil di Sat Reskrim Polres Lampung Barat

dalam penanganan perkara dan penyerapan anggaran

sehingga berpengaruh terhadap penyidikan di Sat Reskrim

Polres Lampung Barat.

b. Faktor Eksternal

1. Peluang

1). Adanya dukungan pemerintah dalam meningkatkan

profesionalisme Polri dalam pelaksanaan tugas pokok

7
khususnya dalam penyidikan tindak pidana khusus

menggunakan anggaran yang transparan dan akuntabel.

2). Adanya berbagai LSM yang banyak menyoroti kinerja

krimsus dalam melakukan penyidikan seperti Indonesian

Police Watch dan lain-lain sehingga akan menjadi semangat

untuk terus melakukan peningkatan kemampuan penyidik di

lingkungan Krimsus Polres Lampung Barat.

2. Ancaman

1). Media massa yang selalu memberitakan negatif terhadap

proses penegakkan hukum Polri, khususnya dalam

penanganan tindak pidana khusus, sehingga mempengaruhi

optimalisasi penyidikan di lingkungan Polres Lampung Barat,

termasuk Sat Reskrim Polres Lampung Barat.

2). Masih lemahnya peran serta masyarakat dalam memberikan

informasi terhadap tindak pidana kriminal khusus sehingga

cenderung bertambah banyak yang melakukan kejahatan

bidang ekonomi karena kurang maksimal dalam

penangannya.

C. Kondisi yang diharapkan

a. Terwujudnya perencanaan anggaran penyidikan di Sat Reskrim

Polres Lampung Barat yang riil sesuai dengan waktu yang

ditentukan, berbasis pada kinerja, bottom up, serta sesuai

dengan perkembangan lingkungan strategis (kalender

kamtibmas).

8
b. Meningkatkan kemampuan persolnil (SDM) melalui pelatihan

sesuai bidang krimsus guna optimalisasi tugas dan fungsi Sat

Reskrim dalam penyidikan di Polres Lampung Barat.

c. Penambahan personil sesuai dengan struktur oraganisasi pada

Sat Reskrim sehingga tugas dan peranan memberikan

bimbingan teknis wilayah jajaran Polres Lampung Barat dapat

berjalan optimal.

D. Upaya Pemecahan Masalah.

a. Umum

Dalam rangka mendukung optimalisasi proses penyidikan

di Sat Reskrim Polres Lampung Barat, perlu adanya peningkatan

kemampuan personil sehingga dalam pelaksanaan penyidikan

dapat optimal. Oleh karena itu, diperlukan dukungan anggaran

yang memadai guna mendukung pelaksanaan tugas penyidikan

di lingkungan Polres Lampung Barat, termasuk di Sat Reskrim

Polres Lampung Barat.

b. Upaya

1. Optimalisasi Tugas dan Fungsi Ditreskrimsus Unit

Tipidter Dalam Penyidikan Di Polres Lampung Barat.

1) Meningkatkan peran dan fungsinya dalam penyelidikan

dan penyidikan tindak pidana khusus yaitu tindak pidana

ekonomi, tindak pidana korupsi dan tindak pidana

tertentu diwilayah hukum Polres Lampung Barat

9
2) Meningkatkan peran dan fungsinya dalam Menganalisa

kasus beserta penanganannya serta mempelajari dan

mengkaji efektifitas pelaksanaan tugas di Sat Reskrim

Polres Lampung Barat.

3) Meningkatkan pembinaan teknis, koordinasi dan

pengawasan operasional serta administrasi penyidikan

oleh PPNS di wilayah hukum Polres Lampung Barat

4) Meningkatkan kemampuan dalam melaksanakan

pengawasan penyidikan Tindak Pidana Khusus di

lingkungan Polres Lampung Barat.

2. Optimalisasi Peningkatan SDM Sat Reskrim Polres

Lampung Barat.

1) Peningkatkan kualitas SDM penyidik dalam rangka

proses pengumpulan dan pengolahan data serta

menyajikan informasi dan data program kegiatan Sat

Reskrim.

2) Peningkatkan kualitas SDM penyidik dalam rangka

menyelasaikan permasalahan hukum secara professional

dan akuntabilitas.

3) Peningkatkan kualitas SDM penyidik dalam rangka

penegakan hukum secara profesional, objektif,

proporsional, Transparan dan akuntabel untuk menjamin

kepastian hukum dan rasa keadilan.

10
BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan

a. Peran dan fungsi Sat Reskrim Polres Lampung Barat ditingkatkan

agar dapat melaksanakan perannya secara optimal baik internal

organisasi jajaran Unit Tipidter Sat Reskrim maupun di Polres

Lampung Barat secara umum

b. Kepercayaan masyarakat bagi Polri sangat penting, karena

melalui kepercayaan tersebut, dukungan yang penuh dan luas dari

berbagai pihak akan mengalir, sehingga semakin menguatkan

Polri untuk melaksanakan tugas-tugas yang lebih baik ke depan,

oleh karena itu, pada tugas Sat Reskrim Polres Lampung Barat

secara internal, pengemban fungsi Sat Reskrim Polres Lampung

Barat melalui kerjasama dengan stakeholders, agar tidak henti-

hentinya meyakinkan dan menampilkan kepada masyarakat

berbagai langkah dan tindakan positif Polri, baik dalam bidang

pembinaan maupun operasional, sehingga dalam setiap hati dan

pandangan warga masyarakat akan semakin melekat sosok Polri

sebagai penolong, pelayan dan sahabat masyarakat, serta

penegak hukum yang jujur, benar, adil, transparan dan akuntabel.

11
B. Saran

a. Perlunya Biro SDM menyelenggarakan pelatihan guna

meningkatakan kemampuan dan keterampilan personil di Sat

Reskrim Polres Lampung Barat dalam penanganan perkara

secara profesional sesuai dengan Undang Undang yang berlaku.

b. Perlunya memacu motivasi anggota Sat Reskrim Polres Lampung

Barat dengan memberikan dukungan anggaran dalam

pelaksanaan kegiatan operasional penyidikan Ditreskrimsus

khususnya di Unit II Subdit IV.

12
DAFTAR PUSTAKA

-------Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2002 Tentang


Kepolisian Negara Republik Indonesia.
-------Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2003 Tentang
Pengelolaan Keuangan Negara.
-------Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2004 Tentang
Perbendaharaan Negara.
------Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 4 tahun 2009 tentang
Pertambangan Mineral dan Batubara.
------Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 32 tahun 2009 tentang
Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.
------Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 22 tahun 2001 tentang
Minyak dan Gas Bumi.
------Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 41 tahun 1999 tentang
Kehutan.
-------Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 42 Tahun
2009 Tentang Pengawasan Anggaran Pemerintah.
------ Andi Hamzah Pengantar hukum Acara Pidana Indonesia, Galia
Indonesia 2001.
------ Atmasasmita Romli, Sistem Peradilan Pidana, Binacipta Bandung
1996.
------ Barda Nawawi Arief, masalah penegakan hukum dan kebijakan
penanggulangan kejahatan, PT. Cipta Aditya Bakti Bandung 2001.
------ Mardjono, Sistem peradilan pidana Indonesia melihat kejahatan dan
penegakan hukum dalam batas-batas toleransi, pusat keadilan dan
pengabdian hukum, Jakarta 1994.
------ M. Yahya Harahap, pembahasan permasalahan dan penerapan
KUHP, Sinar Grafika, Jakarta 2000.

13