Anda di halaman 1dari 9

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

(RPP)

Satuan Pendidikan : SMK N/S


Mata Pelajaran : Komposisi Foto Digital
Bidang Keahlian : Multimedia
Kelas / Semester : XI/Ganjil
Tahun Pelajaran : 2017/2018
Alokasi Waktu : 9 JP ( 3 Pertemuan)

A. Kompetensi Inti
KI 3: Memahami, menerapkan, menganalisis, dan mengevaluasi tentang pengetahuan
faktual, konseptual, operasional lanjut, dan metakognitif secara multidisiplin sesuai
dengan bidang dan lingkup Komposisi Foto Digital pada tingkat teknis, spesifik, detil,
dan kompleks, berkenaan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan
humaniora dalam konteks pengembangan potensi diri sebagai bagian dari keluarga,
sekolah, dunia kerja, warga masyarakat nasional, regional, dan internasional.
KI 4: Melaksanakan tugas spesifik dengan menggunakan alat, informasi, dan prosedur kerja
yang lazim dilakukan serta memecahkan masalah sesuai dengan bidang kerja
Komposisi Foto Digital. Menampilkan kinerja mandiri dengan mutu dan kuantitas yang
terukur sesuai dengan standar kompetensi kerja.
Menunjukkan keterampilan menalar, mengolah, dan menyaji secara efektif,kreatif,
produktif, kritis, mandiri,kolaboratif, komunikatif, dan solutif dalam ranah abstrak terkait
dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan
tugas spesifik secara mandiri.
Menunjukkan keterampilan mempersepsi, kesiapan, meniru, membiasakan, gerak
mahir, menjadikan gerak alami, sampai dengan tindakan orisinal dalam ranah konkret
terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu
melaksanakan tugas spesifik secara mandiri.

B. Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK)


Indikator Pencapaian Kompetensi Materi
Kompetensi Dasar (KD)
(IPK) Pembelajaran
3.1 Menganalisis jenis-jenis 3.1.1 Menjelaskan pengertian Pengenalan
fotografi fotografi Fotografi
3.1.2 Menjelaskan sejarah  Pengertian
fotografi fotografi
3.1.3 Menyebutkan jenis-jenis  Sejarah
fotografi fotografi
3.1.4 Menjelaskan jenis-jenis  Jenis-jenis
fotografi fotografi
3.1.5 Mengidentifikasi jenis-jenis
fotografi

4.1 Menyajikan hasil analisis 4.11 Menyajikan hasil analisis


terhadap jenis-jenis terhadap jenis-jenis fotografi
fotografi

C. Tujuan Pembelajaran
Melalui proses mencari informasi, menanya, berdiskusi dan presentasi peserta didik di
harapkan dapat Menjelaskan pengertian fotografi, Menjelaskan sejarah fotografi,
Menyebutkan jenis-jenis fotografi, Menjelaskan jenis-jenis fotografi, Mengidentifikasi jenis-
jenis fotografi,dengan rasa rasa ingin tahu, tanggung jawab, displin selama proses
pembelajaran, bersikap jujur, percaya diri dan pantang menyerah, serta memiliki sikap
responsif (berpikir kritis) dan proaktif (kreatif), serta mampu berkomukasi dan bekerjasama
dengan baik

D. Materi Pembelajaran
Pengenalan Fotografi
Pengertian fotografi
Fotografi (photography) berasal dari bahasa Yunani, dari kata photos (cahaya) dan
graphien (menggambar). Fotografi secara umum dapat diartikan dengan “ menggambar
dengan cahaya”. Pencahayaan tidak bisa lepas dari dunia fotografi. Tanpa cahaya,
seorang fotografer tidak akan dapat mengambil gambar dari proses pemotretan.
Menjelaskan sejarah fotografi
Menjelaskan jenis-jenis fotografi
1. Fotografi Jurnalistik (Photojournalism)
Meskipun fotografer amatir bisa masuk ke jenis fotografi ini tanpa pelatihan formal,
namun fotografi jurnalistik sering terbatas pada fotografer profesional. Salah satu
alasan jurnalistik umumnya dilakukan olehh para profesional adalah bahwa fotografer
harus benar-benar yakin bahwa jepretannya harus mempertahankan keaslian peristiwa
yang sebenarnya.Fotografi jurnalistik membutuhkan fotografer nya untuk memotret
sesuai dengan fakta aslinya, tidak ada perubahan atau tidak ada manipulasi terhadap
peristiwa aslinya. Foto dari fotografi jurnalistik sering berupa foto yang bermakna kuat
yang melibatkan pemirsa atau pembacanya ke dalam suatu cerita. Untuk mengetahui
bagaimana cara dan mempunyai feeling yang kuat dalam mengambil gambar dengan
menangkap emosi yang asli sering dipelajari hanya melalui praktek dan pengalaman
yang bertahun-tahun.
2. Fotografi dokumenter (Documentary Photography)
Foto dokumenter menceritakan sebuah peristiwa dengan gambar. Perbedaan utama
antara fotografi jurnalistik dan fotografi dokumenter adalah bahwa fotografi dokumenter
dimaksudkan sebagai dokumen sejarah era politik atau sosial, sementara fotografi
jurnalistik berisi peristiwa tertentu atau kejadian tertentu saja.
Seorang fotografer dokumenter mungkin memotret serangkaian gambar dari
tunawisma di pusat kota atau rentetan peristiwa pertempuran internasional. Setiap
topik dapat menjadi subyek fotografi dokumenter. Seperti foto jurnalistik, fotografi
dokumenter berusaha untuk menunjukkan kebenaran tanpa memanipulasi gambar.
3. Fotografi Aksi (Action Photography)
Seorang fotografer profesional yang mengambil foto aksi dapat mengkhususkan diri
dalam berbagai objek yang berbeda, fotografi olahraga adalah salah satu jenis aksi
tercepat dan paling menarik dari fotografi. Seperti halnya memotret suatu aksi, seorang
fotografer olahraga yang handal harus tahu objek nya dengan baik untuk
mengantisipasi kapan harus mengambil gambar. Aturan yang sama berlaku untuk
fotografer yang mengambil foto aksi hewan di alam atau foto anak-anak bermain bola
di sawah.
4. Fotografi Makro (Macro Photography)
Fotografi makro adalah jenis fotografi dengan pengambilan gambar dari jarak dekat.
Fotografi ini membutuhkan peralatan yang canggih dan mahal, akan tetapi fotografer
amatir dapat berlatih dengan menggunakan mode macro pada kamera digital. Objek
fotografi makro dapat berupa serangga, bunga, bulir air atau benda lain yang kalau di
close-up kan akan menghasilkan detail yang menarik.
5. Fotografi Mikro (Micro Photography)
Fotografi mikro menggunakan kamera khusus dan mikroskop untuk menangkap
gambar objek yang sangat kecil. Kebanyakan aplikasi fotografi mikro paling cocok
untuk dunia ilmiah. Misalnya, fotografi yang digunakan dalam disiplin ilmu yang
beragam seperti astronomi, biologi dan kedokteran
6. Fotografi Glamour (Glamour Photography)
Orang awam kadang-kadang menyamakannya dengan pornografi, mungkin karena
menampilkan ke seksian dan erotis tetapi sebenarnya bukanlah suatu hal yang porno.
Alih-alih berfokus pada ketelanjangan atau pose seram, fotografi glamour berusaha
untuk menangkap objek dalam pose yang menekankan kurva dan bayangan. Seperti
namanya, tujuan fotografi glamor adalah untuk menggambarkan model dalam cahaya
glamor.
7. Fotografi Aerial (Aerial Photography)
Seorang fotografer aerial mempunyai spesialisasi dalam mengambil foto dari udara.
Foto dapat digunakan untuk survei atau konstruksi, untuk memotret burung atau cuaca
pada film atau untuk tujuan militer. Fotografer aerial biasanya menggunakan pesawat,
parasut, balon dan pesawat remote control untuk mengambil foto dari udara
8. Fotografi Bawah Air (Underwater Photography)
Fotografi bawah air biasanya digunakan oleh penyelam scuba atau perenang snorkel.
Namun, biaya scuba diving, ditambah dengan peralatan fotografi sering mahal dan
berat di bawah air, membuat ini salah satu jenis kurang umum dalam dunia fotografi.
Demikian pula jika seorang fotografer amatir yang sudah memiliki peralatan fotografi
bawah air dan peralatan scuba, mengambil gambar bawah air dapat menjadi sesuatu
yang sulit, karena kacamata scuba yang besar dan mendistorsi visi fotografer.
9. Fotografi Seni Rupa (Fine Art Photography)
Fotografi seni rupa, juga dikenal hanya sebagai fotografi seni, mengacu pada cabang
fotografi yang didedikasikan untuk memproduksi foto untuk tujuan murni estetika.
Fotografi seni, yang biasanya dipajang di museum dan galeri, umumnya berkaitan
dengan penyajian benda-benda yang indah atau benda biasa dengan cara yang indah
untuk menyampaikan intensitas dan emosi.
10. Fotografi Pernikahan (Wedding Photography)
Fotografi pernikahan adalah campuran dari berbagai jenis fotografi. Meskipun album
pernikahan adalah sebuah foto dokumenter dari hari pernikahan, foto pernikahan dapat
diolah dan diedit untuk menghasilkan berbagai efek. Sebagai contoh, seorang
fotografer bisa mengolah beberapa gambar dengan toning sepia untuk memberi
mereka lihat, lebih klasik abadi.
Sebagai tambahan, seorang fotografer pernikahan harus memiliki keahlian dalam
fotografi potret, mereka juga harus menggunakan teknik foto yang glamor untuk
mengabadikan momen terbaik
11. Fotografi Periklanan (Advertising Photography)
Karena fotografi memainkan peran penting dalam periklanan, fotografer profesional
banyak memutuskan karier mereka sebagai fotografer periklanan. Fotografi iklan butuh
hasil yang unik dan eye-catching hal ini berarti fotografer dapat memainkan beberapa
jenis fotografi, termasuk fotografi makro dan fotografi glamor
12. Fotografi Perjalanan (Travel Photography)
Fotografi perjalanan adalah jenis fotografi yang melibatkan dokumentasi pemandangan
suatu daerah, orang, budaya, adat istiadat dan sejarah. Society of America Fotografi
mendefinisikan foto perjalanan sebagai foto yang mengekspresikan perasaan dari
waktu dan tempat, menggambarkan daerah, orang-orangnya, atau budaya dalam
keadaan aslinya, dan tidak memiliki keterbatasan geografis.
Perjalanan fotografi dapat dibuat oleh para profesional atau amatir. Contoh fotografi
perjalanan profesional dapat ditemukan di majalah National Geographic. Fotografi
perjalanan amatir sering dibagi secara online melalui situs berbagi foto seperti Flickr
atau situs jejaring social seperti Facebook
13. Fotografi Vernakular (Vernacular Photography)
Fotografi vernacular sering disebut juga fotografi amatir karena mengacu kepada
penciptaan foto oleh fotografer amatir atau fotografer yang tidak dikenal yang
mengambil foto kehidupan sehari-hari dan hal-hal yang umum sebagai objek. Contoh
foto vernakular adalah foto perjalanan dan liburan, foto-foto keluarga, foto teman-
teman, foto, dll.
14. Fotografi Jalanan (Street Photography)
Fotografi jalanan adalah jenis fotografi dokumenter yang menampilkan objek dalam
situasi candid di tempat umum seperti jalanan, taman, pantai, mall, dll
15. Fotografi Malam (Night Photography)
Fotografi malam, seperti namanya, adalah pengambilan foto outdoor di senja atau
pada malam hari. Karena kurangnya cahaya yang tersedia dalam fotografi malam hari,
fotografer akan menggunakan pencahayaan buatan atau menggunakan eksposure
yang lama untuk memastikan bahwa sensor cukup menerima cahaya dari objek.
16. Fotografi Infra Merah (Infra Red Photography)
Fotografi inframerah mengacu pada jenis fotografi di mana foto yang diambil sensitif
terhadap cahaya inframerah. Dalam fotografi inframerah, biasanya fotografer
menggunakan filter yang hanya melewatkan panjang gelombang inframerah menuju
sensor dan menghasilkan sebuah foto. Panjang gelombang warna untuk foto yang
biasa adalah 400nm (nano meter) hingga 700nm sedangkan infra red mempunyai
panjang gelombang 700nm sampai 1200nm.
Hasil dari foto inframerah bisa menjadi foto hitam-putih yang kontras atau foto false-
color, seperti contohnya warna daun yang hijau segar akan terlihat putih,
pemandangan yang panas akan tampak seperti di musim salju dan seperti di dunia
lain.
17. Fotografi Balistik (Ballistics Photography)
Balistik Fotografi adalah jenis fotografi yang berhubungan dengan pengambilan foto
dari peluru yang ditembakkan dari pistol atau peluru yang menembus target masing-
masing. Teknik-teknik yang terlibat dengan mengambil foto terkait balistik adalah sama
dengan yang untuk setiap subjek lain dari fotografi kecepatan tinggi, seperti gambar
dari percikan cairan atau popping balon.
Seperti halnya fotografi khusus yang lain, fotografi balistik menuntut seperangkat
peralatan tertentu. Selain flash berkecepatan tinggi, seorang fotografer juga perlu
pemicu untuk menyelaraskan kecepatan flash dengan kamera yang berkecepatan
tinggi
18. Fotografi Hitam-Putih (Black and White Photography)
Pada awal sejarah fotografi, fotografi hitam-putih adalah satu-satunya pilihan seorang
fotografer untuk mengambil gambar. Bahkan ketika foto berwarna sudah tersedia, foto
hitam-putih pada awalnya mempunyai kualitas yang lebih baik dan lebih murah untuk
mengembangkan daripada foto berwarna.
Seiring dengan kualitas foto berwarna semakin membaik, foto berwarna menjadi
pilihan yang lebih populer sehingga menyebabkan popularitas fotografi hitam-putih
menurun. Akan tetapi fotografi hitam-putih untuk saat ini lebih cenderung digunakan
untuk menimbulkan efek tertentu sehingga foto yang dihasilkan lebih bermakna
19. Fotografi Perperangan (War Photography)
Fotografi perperangan menangkap foto dari konflik bersenjata dan kehidupan di daerah
yang dilanda perang. Meskipun foto-foto dapat memberikan representasi yang lebih
langsung daripada lukisan atau gambar, foto-foto tersebut kadang-kadang dimanipulasi
sehingga menciptakan foto yang tidak obyektif dalam jurnalistik
20. Fotografi Busana (Fashion Photography)
Fotografi busana adalah jenis fotografi yang berkonsentrasi pada mengambil foto dari
pakaian atau aksesoris (pada model atau sendirian) yang akan diterbitkan di majalah
fashion, iklan atau beredar di kalangan desainer

E. Metode Pembelajaran
1. Pendekatan : Scientific Learning
2. Model Pembelajaran : Discovery Learning (Pembelajaran Penemuan)
3. Metode : Ceramah, Diskusi,Tanya Jawab, Praktek, Penugasan

F. Media, Alat, Bahan dan Sumber Pembelajaran


1. Media LCD projector
2. Laptop
3. Bahan Tayang ( Slide Power Point)
4. Whiteboard
5. Spidol
6. Penggaris

G. Sumber Belajar
1. Bahan Ajar Komposisi Foto Digital kurikulum 2013
2. Internet
3. Sumber lain yang relevan

H. Langkah-langkah Pembelajaran
1 Pertemuan Ke-1 ( 3 x 45 menit ) Waktu
Kegiatan Pendahuluan
Guru :
Orientasi
 Melakukan pembukaan dengan salam pembuka dan berdoa untuk memulai
pembelajaran (PPK Religius)
 Memeriksa kehadiran peserta didik sebagai sikap disiplin
 Menyiapkan fisik dan psikis peserta didik dalam mengawali kegiatan
pembelajaran.
Apersepsi
15
 Mengaitkan materi/tema/kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan dengan
menit
pengalaman peserta didik dengan materi/tema/kegiatan sebelumnya,
 Mengingatkan kembali materi prasyarat dengan bertanya.
 Mengajukan pertanyaan yang ada keterkaitannya dengan pelajaran yang akan
dilakukan. (Berpikir Kritis)
Motivasi
 Memberikan gambaran tentang manfaat mempelajari pelajaran yang akan
dipelajari.
 Apabila materi/tema/projek ini kerjakan dengan baik dan sungguh-sungguh ini
dikuasai dengan baik, maka peserta didik diharapkan dapat menjelaskan
1 Pertemuan Ke-1 ( 3 x 45 menit ) Waktu
tentang:
 Pengertian fotografi
 Menyampaikan tujuan pembelajaran pada pertemuan yang berlangsung
 Mengajukan pertanyaan.
Pemberian Acuan
 Memberitahukan materi pelajaran yang akan dibahas pada pertemuan saat itu.
 Memberitahukan tentang kompetensi inti, kompetensi dasar, indikator, dan
KKM pada pertemuan yang berlangsung (Literasi dan Komunikatif)
 Pembagian kelompok belajar
 Menjelaskan mekanisme pelaksanaan pengalaman belajar sesuai dengan
langkah-langkah pembelajaran.
Kegiatan Inti
Sintak Model
Kegiatan Pembelajaran
Pembelajaran
Orientasi peserta Mengamati
didik kepada Peserta didik diberi motivasi atau rangsangan untuk
masalah memusatkan perhatian pada topik
 Pengertian fotografi
dengan cara :
 Mengamati (Literasi)
Peserta didik diminta untuk mengamati lembar
kerja,gambar/video pemberian contoh-contoh materi/soal
untuk dapat dikembangkan peserta didik, dari media
interaktif, dsb yang berhubungan dengan:
 Pengertian fotografi
 Membaca (dilakukan di rumah sebelum kegiatan
pembelajaran berlangsung),
Peserta didik diminta membaca materi dari buku paket
atau buku-buku penunjang lain, dari internet/materi yang
berhubungan dengan 105
 Pengertian fotografi menit
 Mendengar
Peserta didik diminta untuk mendengarkan pemberian
materi oleh guru yang berkaitan dengan:
 Pengertian fotografi
 Menyimak,
Peserta didik diminta untuk menyimak penjelasan
pengantar kegiatan/materi secara garis besar/global
tentang materi pelajaran mengenai :
 Pengertian fotografi
untuk melatih kesungguhan, ketelitian, mencari informasi.
Mengorganisasikan Menanya
peserta didik Guru memberikan kesempatan pada peserta didik untuk
mengidentifikasi sebanyak mungkin pertanyaan yang
berkaitan dengan gambar yang disajikan dan akan dijawab
melalui kegiatan belajar, contohnya :
 Mengajukan pertanyaan tentang : (HOTS)
 Pengertian fotografi
yang tidak dipahami dari apa yang diamati atau
1 Pertemuan Ke-1 ( 3 x 45 menit ) Waktu
pertanyaan untuk mendapatkan informasi tambahan
tentang apa yang diamati (dimulai dari pertanyaan faktual
sampai ke pertanyaan yang bersifat hipotetik) untuk
mengembangkan kreativitas, rasa ingin tahu, kemampuan
merumuskan pertanyaan untuk membentuk pikiran kritis
yang perlu untuk hidup cerdas dan belajar sepanjang
hayat.
Membimbing Mengumpulkan informasi
penyelidikan Peserta didik mengumpulkan informasi yang relevan untuk
individu dan menjawab pertanyan yang telah diidentifikasi melalui kegiatan:
kelompok  Membaca sumber lain selain buku teks, (Literasi TIK)
Mengunjungi laboratorium komputer perpustakaan sekolah
atau internet untuk mencari dan membaca artikel tentang
 Pengertian fotografi
 Mengumpulkan informasi
Mengumpulkan data/informasi melalui diskusi kelompok
atau kegiatan lain guna menemukan solusi masalah terkait
materi pokok yaitu
 Pengertian fotografi
 Mendiskusikan
 Saling tukar informasi tentang :
 Pengertian fotografi
oleh peserta didik dari kelompok lainnya sehingga
diperoleh sebuah pengetahuan baru yang dapat dijadikan
sebagai bahan diskusi kelompok kemudian, dengan
menggunakan metode ilmiah yang terdapat pada buku
pegangan peserta didik atau pada lembar kerja yang
disediakan dengan cermat untuk mengembangkan sikap
teliti, jujur, sopan, menghargai pendapat orang lain,
kemampuan berkomunikasi, menerapkan kemampuan
mengumpulkan informasi melalui berbagai cara yang
dipelajari, mengembangkan kebiasaan belajar dan belajar
sepanjang hayat.
Mengembangkan Mengkomunikasikan
dan menyajikan Peserta didik berdiskusi untuk menyimpulkan
hasil karya  Menyampaikan hasil diskusi berupa kesimpulan
berdasarkan hasil analisis secara lisan, tertulis, atau
media lainnya untuk mengembangkan sikap jujur, teliti,
toleransi, kemampuan berpikir sistematis, mengungkapkan
pendapat dengan sopan
 Mempresentasikan hasil diskusi kelompok secara klasikal
tentang :
 Pengertian fotografi
 Mengemukakan pendapat atas presentasi yang
dilakukan dan ditanggapi oleh kelompok yang
mempresentasikan
 Bertanya atas presentasi yang dilakukan dan peserta didik
lain diberi kesempatan untuk menjawabnya.
 Menyimpulkan tentang point-point penting yang muncul
1 Pertemuan Ke-1 ( 3 x 45 menit ) Waktu
dalam kegiatan pembelajaran yang baru dilakukan berupa
: Laporan hasil pengamatan secara tertulis tentang
 Pengertian fotografi
 Menjawab pertanyaan yang terdapat pada buku pegangan
peserta didik atau lembar kerja yang telah disediakan.
 Bertanya tentang hal yang belum dipahami, atau guru
melemparkan beberapa pertanyaan kepada siswa.
 Menyelesaikan uji kompetensi yang terdapat pada buku
pegangan peserta didik atau pada lembar lerja yang telah
disediakan secara individu untuk mengecek penguasaan
siswa terhadap materi pelajaran
Menganalisa & Mengasosiasikan
mengevaluasi Peserta didik menganalisa masukan, tanggapan dan koreksi
proses pemecahan dari guru terkait pembelajaran tentang:
masalah  Pengertian fotografi
 informasi yang sudah dikumpulkan dari hasil
kegiatan/pertemuan sebelumnya maupun hasil dari
kegiatan mengamati dan kegiatan mengumpulkan
informasi yang sedang berlangsung dengan bantuan
pertanyaan-pertanyaan pada lembar kerja.
 Peserta didik mengerjakan beberapa soal mengenai
 Pengertian fotografi
 Menambah keluasan dan kedalaman sampai kepada
pengolahan informasi yang bersifat mencari solusi dari
berbagai sumber yang memiliki pendapat yang berbeda
sampai kepada yang bertentangan untuk
mengembangkan sikap jujur, teliti, disiplin, taat aturan,
kerja keras, kemampuan menerapkan prosedur dan
kemampuan berpikir induktif serta deduktif dalam
membuktikan :
 Pengertian fotografi
Kegiatan Penutup
Peserta didik :
 Membuat rangkuman/simpulan pelajaran.tentang point-point penting yang
muncul dalam kegiatan pembelajaran yang baru dilakukan.
 Melakukan refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan. (Literasi)
Guru :
 Memeriksa pekerjaan siswa yang selesai langsung diperiksa. Peserta didik
15
yang selesai mengerjakan projek dengan benar diberi paraf serta diberi nomor
menit
urut peringkat, untuk penilaian projek.
 Memberikan penghargaan kepada kelompok yang memiliki kinerja dan
kerjasama yang baik
 Merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk tugas kelompok/
perseorangan (jika diperlukan).
 Mengagendakan pekerjaan rumah.
 Menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya

I. Penilaian, Pembelajaran Remedial dan Pengayaan


1. Teknik Penilaian
a. Penilaian Kompetensi Pengetahuan
1) Tes Tertulis
a) Pilihan ganda
b) Uraian/esai
2) Tes Lisan
b. Penilaian Kompetensi Keterampilan
1) Proyek, pengamatan, wawancara’
2) Portofolio / unjuk kerja
3) Produk,
2. Instrumen Penilaian
 Terlampir

3. PembelajaranRemedial dan Pengayaan


a. Remedial
 Remidial dapat diberikan kepada peserta didik yang belum mencapai KKM
maupun kepada peserta didik yang sudah melampui KKM. Remidial terdiri atas
dua bagian : remedial karena belum mencapai KKM dan remedial karena belum
mencapai Kompetensi Dasar
 Guru memberi semangat kepada peserta didik yang belum mencapai KKM
(Kriteria Ketuntasan Minimal). Guru akan memberikan tugas bagi peserta didik
yang belum mencapai KKM (Kriterian Ketuntasan Minimal).
b. Pengayaan
 Pengayaan diberikan untuk menambah wawasan peserta didik mengenai materi
pembelajaran yang dapat diberikan kepada peserta didik yang telah tuntas
mencapai KKM atau mencapai Kompetensi Dasar.
 Pengayaan dapat ditagihkan atau tidak ditagihkan, sesuai kesepakatan dengan
peserta didik.
 Direncanakan berdasarkan IPK atau materi pembelajaran yang membutuhkan
pengembangan lebih luas

……………, 17 Juli 2017

Mengetahui
Kepala SMK N/S Guru Mata Pelajaran

…………………………………… …………………………………….
NIP/NRK. NIP/NRK.

Anda mungkin juga menyukai