Anda di halaman 1dari 12

7

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Konsep Penyakit Anemia

2.1.1. Pengertian

Anemia adalah keadaan rendahnya jumlah sel darah merah dan kadar

hemoglobin (Hb) atau hematokrit (Ht) di bawah normal, anemia Defisiensi Fe

adalah kondisi dimana kandungan besi tubuh total menurun dibawah kadar

normal. (Baughman, 2000).

Anemia adalah karena kekurangan zat besi adalah suatu keadaan dimana

jumlah sel darah merah atau hemoglobin (protein pebgakut oksigen) dalam sel

darah berada dibawah normal,yang disebabkan kerana kurang zat besi.

(Kusumawardani, 2008).

Anemia adalah istilah yang menunjukkan rendahnya hitung sel darah

merah dan kadar hemoglobin dan hematokrit di bawah normal. Anemia bukan

merupakan penyakit, melainkan pencerminan keadaan suatu penyakit atau

gangguan fungsi tubuh. (Brunner and Suddarths, 2002)

2.1.2. Etiologi

Etiologi anemia defisiensi besi pada kehamilan, yaitu :

a. Hipervolemia, menyebabkan terjadinya pengenceran darah.

b. Pertambahan darah tidak sebanding dengan pertambahan plasma.


8

c. Kurangnya zat besi dalam makanan.

d. Kebutuhan zat besi meningkat.

e. Gangguan pencernaan dan absorbsi.

Etiologi anemia denfisiensi Fe adalah ketika sel darah merah mati,

zat besi di dalamnya dikembalikan ke sumsum tulang untuk digunakan

kembali oleh sel darah merah yang baru, tubuh kehilangan sejumlah besar

sel darah merah yang hilang karena pendarahan dan menyebabkan

kekurangan zat besi, kekurangan zat besi, kekurangan zat besi merupakan

salah satu penyebab terbanyak dari anemia dan satu-satunya penyebab

kekurangan zat besi pada dewasa adalah pendarahan.(Kusumawardani,

2009).

2.1.3. Patofisiologi

Zat besi (Fe) diperlukan untuk pembuatan hemoglobin (Hb),

Kekurangan Fe mengakibatkan kekurangan Hb, walaupun pembuatan

eritrosit juga menurun, tiap eritrosit mengandung Hb lebih sedikit dari

pada biasa sehinga timbul Anemia Hipokromik Mikrositik (Bambang

Purnomo, 2007).

Perubahan hematologi sehubungan dengan kehamilan adalah oleh

karena perubahan sirkulasi yang makin meningkat terhadap plasenta dari

pertumbuhan payudara. volume plasma meningkat 45-65% dimulai pada

trimester ke II kehamilan, dan maksimum terjadi pada bulan ke 9 dan

meningkatnya sekitar 1000 ml, menurun sedikit menjelang aterem serta


9

kembali normal 3 bulan setelah partus. Stimulasi yang meningkatkan

volume plasma seperti laktogen plasenta, yang menyebabkan peningkatan

sekresi aldesteron.

2.1.4. Tanda dan gejala

Gejala anemia pada umumnya cepat capek, jantung berdebar,

susah berkonsentrasi, mata berkunang-kunang, letih, lesuh sakit kepalah,

sedangkan gejala yang paling menonjol adalah pucat, lidah licin, mudah

marah dan sesak napas.

Pada anemia kekurangan zat besi tersebut memiliki gejalah tersendiri

diantara lain :

a. Pika : suatu keinginan memakan zat yang bukan makanan seperti es

batu, kotoran atau kanji.

b. Glositis: iritasi lidah

c. Keilosis: bibir pecah-pecah

d. Koilonikia: kuku jari tengan pecah-pecah dan bentuknya seperti

sendok.

Gejala anemia bisa diketahui pada stadium lanjut :

a. Stadium 1

Kehilangan zat besi melebihi asupannya,sehingah menghabiskan

cadangan dalam tubuh,terutama di sussum tulang.


10

b. Stadium 2

Cadangan besi yang telah berkurang tidak dapat memenuhi

kebutuhan untuk pembentukan sel darah merah, sehingah sel darah

merah yang dihasilkan jumlahnya lebih sedikit.

c. Stadium 3

Mulai terjadinya anemia, pada awal stadium ini, sel darah

merah tampak normal, tetapi jumlahnya lebih sedikit, kadar hematokril

menurun.

d. Stadium 4

Sumsum tulang berusaha untuk mengantikan kekurangan zat

besi dengan mempercepat pembelahan sel dan menghasilkan sel darah

merah dengan ukuran yang sangat kecil (mikrositik ), yang khas untuk

anemia kerena kekurangan zat besi.

e. Stadium 5

Demikian semakin memburuknya kekurangan zat besi dan

anemia, maka akan timbulnya gejala-gejala karena kekurangan zat besi

dan gejala-gejala karena anemia semakin memburuk.

2.1.5. Klasifikasi Anemia pada Ibu Hamil

Klasifikasi anemia Fe pada ibu hamil menurut WHO tahun 1972

yang ditetapkan dalam 3 kategori yaitu :

a. Normal (≥11 gr/dl)


11

b. Anemia ringan (8-11 g/dl)

c. Anemia berat (kurang dari 8 g/dl).

Berdasarkan hasil pemeriksaan darah ternyata rata-rata kadar

hemoglobin ibu hamil adalah :

a. Sebesar 11.28 mg/dl

b. Kadar hemoglobin terendah 7.63 mg/dl

c. Tertinggi 14.00 mg/dl.

Klasifikasi anemia yang lain adalah :

a. Hb 11 gr% : Tidak anemia

b. Hb 9-10 gr% : Anemia ringan

c. Hb 7 – 8 gr%: Anemia sedang

d. Hb < 7 gr% : Anemia berat.

2.1.6. Pengobatan anemia

Langkah pertama adalah menentukan sumber dan menghentikan

pendarahan, karena pendarahan, karena pendarahan merupakan penyebab

paling sering dari kekurangan zat besi, mungkin diperlukan obat-obatan

atau pembedahan untuk :

a. Mengendalikan pendarahan menstruasi yang sangat banyak

b. Memperbaiki tukak yang mengalami pendarahan

c. Mengangkat polip dari usus besar

d. Mengatasi pendarahan dari ginjal


12

Biasanya pada penderita anemia diberikan zat besi, sebagian besar

tablet zat besi mengandung ferosulfat, besi glukonal atau suatu

polisakarida, tablet besi akan diserap dengan maksimal jika diminum 30

menit sebelum makan, biasanya cukup diberikan 1 tablet/hari, kadang

diperlukan 2 tablet.

Kemampuan usus untuk menyerap zat besi terbatas karena itu

pemberian zat besi dalam dosis yang lebih besar sia-sia dan kemungkin

akan menyebabkan gangguan pencernaan dan sembelit, zat besi hampir

selalu menyebabkan tinja menjadi berwarna hitam dan ini adalah efek

samping yang normal dan tidak berbahaya.

Biasanya diperlukan waktu 3-6 minggu untuk memperbaiki

anemia karena kekurangan zat besi, meskipun pendarahan telah berhenti,

jika anemia sudah berhasil diperbaiki, penderita harus melanjutkan minum

tablet besi selama 6 bulan untuk,mengembalikan cadangan tubuh,

pemeriksaan darah biasanya dilakukan secarah rutin untuk menyakinkan

bahwa pasokan zat besi mencukupi dan pendarahan telah berhenti.

Kadang zat besi harus diberikan melalui suntikan, hal ini

dilakukan pada penderita yang tidak dapat mentoleransi tablet besi atau

penderita yang terus menerus kehilangan sejumlah besar darah karena

pendarahan yang berkelanjutan, waktu penyembuhan dari anemia yang

diobati dengan tablet besi maupun suntikan sama.


13

2.1.7. Penatalaksanaan

Berbagai praparat besi oral tersedia untuk penangananya. sulfat

ferosus, gukonat ferosus, dan fumarat ferosus, preparat yang paling

murah dan paling efektif adalah sulfat ferosus, tablet dengan sulut enterik

kurang bisa diabsorbsi dan harus dihindari secarah umum besi harus

dilanjutkan selama satu tahun setelah sumber pendarahan dapat terkontrol,

sehingga cadangan besi dapat kembali terpenuhi.

2.2. Pengetahuan

2.2.1. Definisi

Pengetahuan merupakan hasil dari apa yang diketahuai

seseorang dan ini terjadi setalah orang tersebut melakukan pegindraan

terhadap objek tertentu, pengetahuan atau kognitif merupakan dominan

yang sangat penting untuk terbentuknya tindakan seseorang

sebagaian besar pengetahuan manusia terletak pada mata dan

pengetahuan yang didapatnya. (Notoatmodjo,2003).

a. Ruang Lingkup Pengetahauan

Menurut Notoatmodjo (2003) mengungkapkan pengetahuan itu

mencakup lima katagori dan tingkatan yaitu :


14

1. Tahu (Know)

Tahu diartikan mengigat suatu yang telah dipelajari

sebelumnya,termaksut dalam pengetahuan, tingkat pengetahuan

ini adalah mengigat sesuatu yang spesifik dari seluruh bahasan

yang telah dipelajari.

2. Memahami (Comprehention)

Memahami diartikan sebagai kemampuan untuk

menjelaskan secara benar tentang objek yang diketahuai dan

dapat menginterprestasikan suatu materi.

3. Analisis ( Analysis )

Analisis diartikan sebagai kemampuan untuk menjabarkan

materi suatu objek kedalam komponen – komponen, tetapi masih

ada kaitannya satu sama lainnya.

4. Sintesis ( Synthesis )

Kemmpuan untuk melakukan atau menghubungkan bagian

- bagian kedalam suatu bentuk keseluruan yang baru atau

kemapuan untuk menyusun komponen yang baru dari formulasi

yang telah ada.

5. Evaluasi ( Evaluation )
15

Kemampuan untuk melakukan justifikasi atau penilaian

terhadap suatu materi atau objek yang ada.

Pengukuran pengetahuan dapat dilakukan dengan cara

wawancara atau kuesioner yang menayakan tentang isi materi

yang diukur dari objek penelitian atau respon.Pengetahuan yang

kita ingin kan atau kita ketahui dapat kita sesuai kan dengan

tingkat di atas, untuk menginterpensikan data,kita gunakan

kriteria standar objektif sebagai berikut:

>85% = Baik

65%-75% = Cukup

<65% = Kurang

2.3. Sikap

2.3.1. Definisi

Sikap merupakan reaksi atau respon yang masih tertutup dari

seseorang terhadap suatu stimulus atau objek ( Notoatmodjo, 2007 ).

Pembentukan sikap menurut Azwar ( 2003 ), dari adanya interaksi

sosial yang dialami oleh individu. Dalam interaksi sosialnya, indivindu

berkreasi membentuk pola sikap tertentu tentang berbagai objek

psikologis yang di hadapinya, faktor yang mempengarui sikap tersebut

adalah pengalaman pribadi, kebudayaan, orang lain yang dianggap

penting, media massa, institusi dan faktor emosi, sikap merupakan


16

kesiapan untukk bereaksi terhadap objek dilingkunganya tertentu sebagai

penghayatan terhadap objek, secara rinci. Dalam diagram di bawah ini ;

Gambar 2.1
Proses Terbentuknya Prilaku

Proses Reaksi Tingkah


Stimulasi Laku

Stiulasi /
Rangsangan

Sikap
( Tertutup )

2.4. Status Ekonomi

2.4.1. Definisi

Status ekonomi adalah suatu keadaan yang mengambarkan tingkat

kesejahteraan setiap masyarakat dan keluarga, status ekonomi dalam

bidang kesehatan sangatlah berpengaruh terhadap proses perawatan dan

kesembuhan pesien, kenyataan dilapangan orang-orang yang berstatus

ekonomi yang lebih tinggi akan mendapatkan perawatan yang lebih baik

dari pada orang-orang yang berstatus lebih rendah.


17

Oleh kerena itu orang yang berstatus ekonomi yang tinggi memiliki

kesempatan untuk sembuh lebih cepat dibandingkat orang yang berstatus

ekonomi rendah.

Dalam masyarakat status ekonomi di bagi menjadi dua bagian yaitu

mampu dan tidak mampu, Orang yang mampu jika penghasilannya

perbulan lebih dari pada orang yang tidak mampu dengan penghasilan

atua lebih atau Upah Minimal Regional ≥ Rp. 1100.000(UMR), sedangkan

yang tidak mampu perbulanya dibawah Upah Minimal Regional ≤ Rp.

1100,000 (UMR). (Sumsel)

2.5. Hasil Penelitian Terkait Dengan Anemia Fe Pada Ibu Hamil

Menurut penelitian Andrian (2007) ada hubungannya antara

pengetahuan,sikap dan status ekonomi ibu dengan penyakit anemia Fe

yang mencakup kubutuhan nutrisi ibu hamil.

Hasil penelitian Aziz (2008) di puskesmas Bandung ibu yang

mengalami anemia Fe sebanyak 32 orang kerena kurang menkonsumsi

Tablet Fe.
18

Beri Nilai