Anda di halaman 1dari 16

ACARA IV

PEMBUATAN TEH CELUP MANIS RENDAH KALORI KAYA


ANTIOKSIDAN

A. Tujuan Praktikum
Tujuan dari praktikum Acara IV “PembuatanTeh Celup Manis Rendah
Klaori Kaya Antioksidan” adalah :
1. Mengetahui proses pembuatan teh celup manis rendah kalori kaya
antioksidan.
2. Mengetahui formulasi teh celup manis rendah kalori kaya antioksidan yang
disukai.
B. Tinjauan Pustaka
Teh merupakan salah satu minuman yang sangat populer di dunia. Teh
dibuat dari pucuk daun muda tanaman teh (Camelia sinensi). Berdasarkan
proses pengolahannya, secara tradisional produk teh dibagi menjadi 3 jenis,
yaitu teh hijau, teh olong, dan teh hitam. Teh hijau banyak dikonsumsi oleh
masyarakat Asia terutama China dan Jepang, sedangkan teh hitam lebih
populer di negara-negara Barat. sementara teh olong hanya diproduksi di negeri
China. Zat bioaktif dalam teh yang bermanfaat bagi tubuh tidak hanya berupa
katekin. Ada satu jenis asam amino bebas yang disebut L-theanin, yang telah
terbukti bermanfaat untuk mengurangi stress, menurunkan tekanan darah
tinggi, dan bahkan bermanfaat meningkatkan daya ingat seseorang
(Hartoyo, 2003).
Daun teh mengandung 30-40% polifenol yang sebagian besar dikenal
sebagai katekin. Komposisi daun teh terkenal sangat kompleks. Lebih dari 400
komponen kimiawi telah diidentifikasi terkandung dalam daun teh. Jumlah
komponen kimiawi ini berbeda-beda tergantung pada tanah, iklim, dan usia
daun teh ketika dipetik. Katekin (polifenol) adalah antioksidan yang kuat, lebih
kuat daripada vitamin E, C, dan betakaroten. Di dalam teh terdapat beberapa
jenis katekin, yaitu epikatekin, epikatekin galat, epigallokatekin, epigalokatekin
galat, gallokatekin, dan katekin. Khasiat utama teh berasal dari senyawa
polifenol yang dikandungnya. Di dalam tubuh, senyawa ini membantu kinerja
enzim superoxide dismutase (SOD) yang berfungsi menyingkirkan radikal
bebas. Kemampuan katekin teh hijau menangkap radikal bebas 100 kali lebih
efektif daripada vitamin C dan 25 kali lebih efektif dari pada vitamin E. Di
samping polifenol, teh juga mengandung alkaloid dan mineral yang berkhasiat
bagi kesehatan (Syah, 2006).
Zat bioaktif dalam teh yang bermanfaat bagi tubuh tidak hanya berupa
katekin. Ada satu jenis asam amino bebas yang disebut L-theanin, yang telah
terbukti bermanfaat untuk mengurangi stres, menurunkan tekanan darah tinggi,
dan bahkan bermanfaat meningkatkan daya ingat seseorang. Theanin telah
diproduksi secara komersial dalam bentuk suplemen kesehatan atau
diaplikasikan dalam berbagai produk pangan. Teh memiliki kelebihan dalam
hal kandungan katekinnya (zat bioaktif utama dalam teh) yang lebih besar.
Oleh karena itu, teh sangat potensial untuk dikembangkan menjadi produk
oalahan pangan/minuman (pangan fungsional) dan farmasi yang sangat
bermanfaat bagi kesehatan (Hartoyo, 2010).
Teh oolong sering juga disebut semi-fermented tea, teh yang mengalami
fermentasi sebagian. Umumnya diproduksi di Taiwan dan China. Untuk
memproduksi teh oolong, daun teh dilayukan dengan cara dijemur dan
diangin-angin. Kemudian, daun teh disiapkan untuk proses oksidasi, seperti
pada proses pembuatan teh hitam. Perbedaannya, pada teh oolong oksidasi
hanya dilakukan sebagian. Lama proses oksidasinya tergantung pada
pembuatnya dan akan menghasilkan jenis teh oolong yang berbeda-beda.
(Somantri, 2011).
Teh hitam merupakan jenis teh yang paling umum di Asia Selatan
(India, Sri Langka, Bangladesh) dan sebagian besar negara-negara di Afrika,
seperti di Kenya, Burundi, Rwanda, Malawi dan Zimbabwe. Cara pengolahan
teh hitam melalui tahap-tahap seperti pelayuan, penggulungan, oksidasi
polifenol, pengeringan dan sortasi. Teh hitam mengandung senyawa fenol dan
flavonoid yang menghasilkan banyak manfaat, terutama sebagai antioksidan
(Surdayat, 2014).
Teh hijau merupakan teh yang tidak mengalami oksidasi (unfermented
teas). Dalam proses produksinya, daun teh segar dipanaskan untuk mematikan
proses oksidasi. Ada beberapa cara yaitu : dijemur dengan panas matahari (sun-
dried), basket-fired, pan-fired, tumble-dried, oven-dried, dan steamed. Sun-
dried adalah metode yang paling tradisional yaitu dengan mengeringkan daun
teh yang baru dipetik di bawah sinar matahari. Basket-fired adalah proses
pengeringan teh yang dilakukan di beberapa daerah di China. Caranya, daun
teh yang telah dipetik diletakkan di atas wadah pipih lebar dari bambu,
kemudian diletakkan di atas arang panas selama beberapa saat. Pan-fried
adalah daun teh yang sudah dipetik dipanaskan dalam kuali besar sampai
mencapai tingkat kelembapan yang diinginkan. Tumble-dried adalah proses
pengeringan teh dengan menggunakan silinder yang dialiri panas dan daun teh
diletakkan didalamnya. Oven-dried adalah variasi modern dari basket-frying,
menggunakan uap panas yang dialirkan ke daun teh dalam oven
(Somantri, 2011).
Teh herba manis (teh hijau stevia-herba) yang disukai konsumen dan
menentukan kadar antioksidan dan kalorinya. Sebagai pemanis digunakan
stevia karena diketahui memiliki kapasitas antioksidan. Herba yang digunakan
terdiri dari jahe, kayu manis dan cengkeh karena kandungan senyawa fenolik
yang dapat berperan sebagai antioksidan dan secara kultural biasa digunakan
dalam minuman. Teh herba manis yang disukai konsumen berdasarkan warna,
aroma, rasa dan kenampakan kesuluruhan seduhan teh adalah formula dengan
proporsi teh hijau: stevia 65 : 35, proporsi herba 15% terhadap campuran teh
hijau-stevia, menggunakan lebih dari satu macam herba. Teh herba manis ini
memperlihatkan kadar antioksidan yang tingi yaitu 157.73 – 162.67 mg
fenol/saji. Total kalori teh yang diuji jauh lebih rendah dibandingkan gula,
yaitu sebesar 30-152 kal/saji. Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa teh
herba manis ini cukup prospektif untuk dikembangkan sebagai minuman
fungsional berbasis bahan lokal (Ariviani, 2012).
Stevia reboudiana (Bertoni) merupakan tanaman pemanis termasuk
familia Asteraceae, dan berasal dari Paruguay yang saat ini sudah menyebar ke
beberapa Negara Asia, Eropa, dan Canada. Daun tanaman ini mengandung
steviosid dan rebaudiosid A yang tingkat kemanisannya sampai 300 kali dari
sukrosa yang terkandung dalam tanaman tebu. Selain bahan pemanis makanan
dan minuman, ekstrak daun stevia juga bermanfaat bagi kesehatan karena
berkadar kalori rendah, antioksidan, anti jamur, dan non karsinogenik. Daun
kering stevia hanya mngandung kalori sebesar 2,42 kcal/g, lebih rendah dari
bahan pemanis yang lain seperti aspartame yang mengandung 4 kcal/g.
keunggulan stevia disbanding sukrosa dan aspartame adalah mengurangi risiko
serangan penyakit diabetes. Stevia juga dapat berfungsi sebagai bahan
antioksidan alami. Ekstrak daun stevia dalam mengikat radikal electron bebas
dan superoksida, sehingga meminimalkan berkembangnya sel-sel kanker
(Djajadi, 2013).
Kualitas pemanis stevia didasarkan atas aroma, rasa, penampilan dan
tingkat kemanisannya. Tidak seperti pemanis lainnya, stevia tidak memberikan
rasa pahit pada akhirnya. Rahasia kemanisan stevia terletak pada molekul
kompleksnya yang disebut steviosid yang merupakan glikosida tersusun dari
glukosa, sophorose dan steviol. Stevia menawarkan banyak keuntungan bagi
kesehatan yang telah dibuktikan oleh lebih dari 500 penelitian, diantaranya
tidak mempengaruhi kadar gula darah, aman bagi penderita diabetes, mencegah
kerusakan gigi engan menghambat pertumbuhan bakteri di mulut, membantu
memperbaiki pencernaan dan meradakan sakit perut, baik untuk mengatur
badan, untuk membatasi makanan manis berkalori tinggi (Raini, 2011).
Cengkeh (Syzygium aromaticum) merupakan tanaman rempah yang
sejak lama digunakan dalam industri rokok kretek, makanan, minuman dan
obat – obatan. Bagian tanaman yang dapat dimanfaatkan untuk keperluan di
atas adalah bunga, tangkai bunga dan daun cengkeh. Banyaknya kegunaan
cengkeh ini disebabkan karena bunga, tangkai bunga dan daun cengkeh
mengandung minyak cengkeh yang mempunyai rasa dan aroma khas dan
banyak disenangi orang, selain itu minyak tersebut mempunyai sifat stimulan,
anestetik, karminatif, antiemetik, antiseptik dan antispasmodik
(Nurdjannah, 2004).
Kayu manis umumnya digunakan dalam berbagai bidang industri. Mulai
dari industri farmasi, minuman, makanan, kosmetik, rokok, dan masih banyak
lagi lainnya. Selain rasa dan aroma yang khas, ternyata kandungan kayu
manis juga melimpah. Senyawa yang mendominasi kayu manis adalah minyak
atsiri, safrole, eugenol, tannin, cinnamaladehyde, kalsium oksalat, zat
penyemak, dan dammar. Senyawa minor seperti etil sinamat, betakarofilen,
linalool, metil kavikol, cinnzelanol, kumarin, benzoate, benzyl, dan juga
felandren. Semua senyawa yang terkandung di dalam kayu manis ini
bermanfaat dalam dunia pengobatan. Ada beragam penyakit yang bisa
disembuhkan dengan menggunakan terapi kayu manis antara lain masuk angin,
mengobati tekanan darah tinggi, asma, rematik, batuk, sariawan dan masih
banyak lagi lainnya (Roussel, 2009).
Rimpang jahe digunakan sebagai penyedap makanan seperti bumbu
dapur, bahan industri minuman dan parfum, makanan kecil dan obat-obatan.
Rimpang jahe mengandung 0,8-3,3% minyak atsiri dan ±3% oleoresin,
bergantung kepada klon jahe yang bersangkutan. Adapun zat-zat yang
terkandung di dalam rimpangnya antara lain vitamin A, B, dan C, lemak,
protein, pati, damar, asam organik, oleoresin (gingerin), dan minyak terbang
(zingeron, zingerol, zingeberol, borneol, sineol dan feladren). Secara
tradisional jahe digunakan untuk menyembuhkan beberapa penyakit, seperti
kurang nafsu makan, kepala pusing, encok, batuk kering, masuk angin, terkilir,
bengkak-bengkk, gatal-gatal, muntah-muntah, kolera, difteri dan lain-lain
(Santoso, 1988).
C. Metodologi
1. Alat
a. Benang
b. Blender
c. Cup
d. Kantung teh celup
e. Kompor
f. Label
g. Neraca analitik
h. Panci
i. Piring kertas
j. Sealer
k. Sendok
l. Teko
2. Bahan
a. Air
b. Daun Stevia kering
c. Herba ( jahe bubuk, kayu manis bubuk, cengkeh)
d. Teh hijau
3. Cara Kerja
Teh hijau-stevia herba : jahe, cengkeh, kayu manis

Penimbangan Penimbangan

Penghalusan dengan Penghalusan dengan


blender blender

Penimbangan 2 gr Penimbangan 0,5 gr:1


gr;1,5gr

Pencampuran

Pemasukan ke dalam tea bag

Pemasangan benang

Penutupan tea bag dengan


sealer

Penyeduhan
Air 500 ml

Pengadukan

Penuangan ke dalam cup

Pengujian organoleptik

Gambar 4.1 Proses Pembuatan teh celup manis rendah kalori kaya antioksidan
D. Hasil dan Pembahasan
Tabel 4.1 Hasil Uji Organoleptik Teh Celup Manis Rendah Kalori Kaya
Anti Oksidan
Kode Parameter
Sampel Warna Rasa Kenampakan
a a
236 2,28 2,28 2,48a/b
a a
856 2,32 2,00 2,24a
478 3,08b 2,36a 2,44a/b
913 3,24b/c 2,44a 2,96b/c
c/d a
149 3,72 2,00 2,84b/c
789 3,92d 3,04b 3,28c
Sumber: Laporan Sementara
Keterangan

1. Skor :
1 = sangat tidak suka
2 = tidak suka
3 = netral
4 = suka
5 = sangat suka
2. Kode sampel dan formulasi
236 = campuran teh hijau-stevia 8 gr + herba: jahe, cengkeh, kayu manis
1,5gr
856 = campuran teh hijau-stevia 8,5gr + herba: jahe, cengkeh, kayu manis
1gr
478 = campuran teh hijau-stevia 8,5gr + herba: jahe, cengkeh, kayu manis
0,5gr
913 = campuran teh hijau-stevia 8,5gr + herba: jahe, cengkeh, kayu manis
1,5gr
149 = campuran teh hijau-stevia 8gr + herba: jahe, cengkeh, kayu manis
1gr
789 = campuran teh hijau-stevia 8gr + herba: jahe, cengkeh, kayu manis
0,5gr
Teh merupakan salah satu minuman yang sangat populer di dunia. Teh
dibuat dari pucuk daun muda tanaman teh (Camelia sinensi). Berdasarkan
proses pengolahannya, secara tradisional produk teh dibagi menjadi 3 jenis,
yaitu teh hijau, teh olong, dan teh hitam (Hartoyo, 2003). Daun teh
mengandung 30-40% polifenol yang sebagian besar dikenal sebagai katekin.
Komposisi daun teh terkenal sangat kompleks. Lebih dari 400 komponen
kimiawi telah diidentifikasi terkandung dalam daun teh. Jumlah komponen
kimiawi ini berbeda-beda tergantung pada tanah, iklim, dan usia daun teh
ketika dipetik. Katekin (polifenol) adalah antioksidan yang kuat, lebih kuat
daripada vitamin E, C, dan betakaroten (Syah, 2006).
Komoditas teh dihasilkan dari pucuk daun tanaman teh melalui proses
pengolahan tertentu. Secara umum berdasarkan cara pengolahannya, teh dapat
diklasifasikan tiga jenis, yaitu teh hijau, teh oolong, dan teh hijau. Teh hijau
dibuat dengan cara menginkatifasi enzim oksidase yang ada dalam pucuk dau
teh segar, dengan cara pemanasan atau penguapan menggunakan uap panas,
sehingga oksidasi enzimatik terhadap katekin dapat dicegah. Teh hitam dibuat
dengan cara memanfaatkan terjadinya oksidasi enzimatis terhadap kandungan
katekin teh. Sementara teh oolong dihasilkan melalui proses pemanasan yang
dilakukan segera setelah proses rolling/penggulangan daun dengan tujuan
untuk menghentikan proses fermentasi. Oleh karena itu, teh oolong disebut
sebagai teh semi-fermentasi, yang memiliki karakteristik khusus dibandingkan
dengan teh hijau dan teh hitam (Hartoyo, 2003).
Berdasarkan analisis SPSS terhadap uji organoleptic yang dilakukan
diperoleh hasil sebagai berikut, pada parameter warna teh celup dengan kode
236 dan 856 berada pada subset yang sama disubset 1 dengan penilaian -1,16
menunjukan bahwa warna teh celup tidak berbeda nyata. Pada kode 478 dan
913 berada disubset 2 dan 3 dengan penilaian -0,5 dan 0 . Sedangkan pada
kode sampel 149 dan 789 berada pada subset yang sama dengan penilaian 1,16.
Kode sampel 236, 856 dan 149, 789 berada pada subset yang berbeda sehingga
menyatakan berbeda nyata.
Pada parameter rasa kode sampel 236, 856, 478, 913 dan 149 berada
pada subset yang sama sehingga menunjukan bahwa sampel tidak berbeda
nyata. Sedangkan kode sampel 789 dengan kode sampel 236, 856, 478, 913
berada pada subset yang berbeda sehingga menunjukan sampel yang diberi
perlakuan campuran teh hijau-stevia 8gr + herbal: jahe, cengkeh, kayu manis
0,5gr berbeda dengan sampel yang lain.
Pada parameter kenampakan diperoleh hasil sebagai berikut kode sampel
236 dan 478 berada pada subset yang sama sehingga teh celup dengan
formulasi campuran teh hijau dan stevia 8gr dan 8,5gr serta ditambah dengan
herbal jahe, cengkeh, kayu manis sebanyak 1,5gr dan 0,5gr memiliki
kenampakan seduhan yang tidak berbeda nyata. Sampel dengan kode 913 dan
149 berada pada subset yang sama sehingga kenampakkan seduhan pada teh
celup tidak berbeda nyata. Kode sampel 856 dan 789 berada pada subset yang
berbeda sehingga kenampakkan teh celup dengan formulasi teh hijau dan stevia
8,5gr dan 8gr serta herbal 1gr dan 0,5gr memiliki kenampakkan yang berbeda
nyata.
Teh yang dibuat dalam praktikum merupakan teh rendah kalori karena
menggunakan stevia sebagai pemanis alami dan herba (cengkeh, kayu manis,
dan jahe) sebagai antioksidan. Teh herba manis ini memperlihatkan kadar
antioksidan yang tingi yaitu 157.73 – 162.67 mg fenol/saji. Total kalori teh
yang diuji jauh lebih rendah dibandingkan gula, yaitu sebesar 30-152 kal/saji.
Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa teh herba manis ini cukup
prospektif untuk dikembangkan sebagai minuman fungsional yang rendah
kalori dan berbasis bahan lokal (Ariviani, 2012).
Daun stevia mengandung steviosid dan rebaudiosid A yang tingkat
kemanisannya sampai 300 kali dari sukrosa yang terkandung dalam tanaman
tebu. Selain bahan pemanis makanan dan minuman, ekstrak daun stevia juga
bermanfaat bagi kesehatan karena berkadar kalori rendah, antioksidan, anti
jamur, dan non karsinogenik. Daun kering stevia hanya mngandung kalori
sebesar 2,42 kcal/g, lebih rendah dari bahan pemanis yang lain seperti
aspartame yang mengandung 4 kcal/g. keunggulan stevia disbanding sukrosa
dan aspartame adalah mengurangi risiko serangan penyakit diabetes. Stevia
juga dapat berfungsi sebagai bahan antioksidan alami. Ekstrak daun stevia
dalam mengikat radikal electron bebas dan superoksida, sehingga
meminimalkan berkembangnya sel-sel kanker (Djajadi, 2013).
Senyawa yang terdapat di dalam cengkeh antara lain yaitu eugenol,
minyak atsiri cengkeh juga mengandung senyawa asetileugenol, beta-
caryophyllene, dan vanilin. Terdapat pula kandungan tanin, asam galotanat,
metal salisilat (suatu zat penghilang nyeri), asam krategolat, beragam senyawa
flavonoid (yaitu eugenin, kaemferol, rhamnetin, dan eugenitin), berbagai
senyawa triterpenoid (yaitu asam oleanolat, stigmasterol, dan kampesterol),
serta mengandung berbagai senyawa seskuiterpen. Minyak atsiri cengkeh
dimanfaatkan untuk mengobati rasa nyeri pada gigi. Cengkeh memiliki sifat
mampu meningkatkan produksi asam lambung, menggiatkan gerakan
peristaltic saluran pencernaan, juga dikatakan sebagai obat cacing alami.
Cengkeh memiliki sifat pedas, hangat, aromatik, dan dapatmenjaga kehangatan
pada ginjal, sehingga penambahan cengkeh didalam pembuatan teh celup ini
untuk menambah flavour (kandungan eugenol) (Cortes, 2014).
Kandungan oleoresin kayu manis antara lain minyak atsiri, aroma khas,
dan bahan kimia organik yang memberikan rasa pedas. Minyak atsiri kayu
manis memiliki kandungan cinamic aldehyde (60-75%), eugenol (10%),
benzeldehyde, methyl amyil keton, phellandre, pinene, cymene, nonyladehyde,
linalool, cumin aldehyde, caryphylene dan ester asam butirat. Komponen
utama minyak kayu manis yaitu sinamaldehida, augenol, aceteugenol, dan
aldehide. Penambahan kayu manis pada pembuatan teh celup ini untuk
meningkatkan aroma khas (mengandung eugenol) dan antioksidan
(mengandung sinamaldehida) (Suwarto, 2014).
Oleoresin pada jahe digunakan sebagai bahan penyedap makanan dan
minuman, yang memiliki karakteristik rasa dan aroma sama dengan rempah-
rempah aslinya. Oleoresin jahe mengandung 15-35% minyak atsiri jahe, yang
mengandung citral, methyl-heptone, monylaldehyde, linalol, delta borneol,
esters, phenol, dan sesquiterpene. Jahe bisa dimanfaatkan untuk makanan,
contohnya kue jahe, dan obat-obatan contohnya untuk mengobati masuk angin
dan perut mulas. Penambahan jahe pada pembuatan teh celup ini untuk
meningkatkan aroma khas dan antioksidan (Santoso, 1991).
Mengkonsumsi teh banyak manfaat yang baik bagi tubuh. Manfaat teh
celup rendah kalori bagi kesehatan juga dapat meningkatkan pembakaran
kalori. Selain itu dapat memacu penurunan berat badan tanpa meningkatkan
detak jantung (Gilbert, 2006). Teh Celup memang banyak kasiatnya, ada yang
digunakan sebagai pelangsing tubuh, relaksasi, hingga pelancar pencernaan.
Selain itu teh juga disebut mengandung antioksidan yang bermanfaat untuk
mengurangi radikal bebas yang ada dalam tubuh (Nanta, 2007).
Pengolahan teh melalui proses pelayuan, penggulungan, fermentasi,
pengeringan, dan pengemasan. Pada proses pelayuan, terjadi peningkat enzim,
peruraian protein, dan peningkatkan kandungan kafein sehingga menghasilkan
bau yang sedap. Pada proses penggulungan terjadi oksidasi yang
memungkinkan terbentuknya warna coklat dan bau spesifik. Proses fermentasi
atau oksidasi enzimatis, merupakan proses oksidasi senyawa polifenol dengan
bantuan enzim polifenol oksidase, menghasilkan substansi theaflavia dan
thearubigin. Substansi tersebut akan menemukan sifat strength colour, quality,
dan briskness pada air seduhannya. Pada proses pengeringan, terjadi
penghentian pada proses oksidasi sehingga terbentuk rasa, warna, dan bau
spesifik. Selanjutnya teh dilakukan pengemasan (Setyamidjaja, 2000).
Pada saat praktikum menggunakan tea bag agar mempermudah saat
penyeduhan supaya tidak perlu dilakukan penyaringan, mempertahankan umur
layak minum dan menjadi tahan lama (Keuskamp, 2013).
Teh mengandung banyak komponen yaitu polifenol, mineral, berbagai
vitamin seperti C, E, K, B2, flavonoid, metilksantin, asam amino, klorofil, dan
kafein. Perbedaan kandungan zat pada teh hijau dan teh hitam terletak pada
kandungan vitamin C dalam teh. Vitamin C ditemukan pada teh hijau, karena
pada proses oksidasi teh hitam merusak seluruh vitamin C yang ada
(Sumanto, 2009).
Penentuan mutu teh meliputi warna, aroma dan rasa seduhan. Warna
hijau pada teh hijau maupun teh oolong misalnya, sangat dipengaruhi oleh
kandungan klorofil A. Warna coklat dan hitam pada teh hitam sangat
dipengaruhi oleh keberadaan feofirbid dan feofitin. Sementara itu, pada
seduhan teh hitam komponen bioaktif yang sangat berperan adalah teaflavin,
tearubigin, flavonol dan glikosidanya. Karakter mutu teh yang juga mudah
dikenali adalah aroma. Aroma merupakan aspek kritis dalam kualitas yang
dapat menentukan diterima tidaknya teh tersebut oleh konsumen. Untuk dapat
dikonsumsi, teh terlebih dahulu harus diseduh menggunakan air panas.
Seduhan inilah yang kemudian menjadi bagian terpenting dalam penilaian
karakteristik mutu teh. Rasio antara polifenol dan kafein disebut-sebut sebagai
faktor yang paling menentukan kualitas seduhan teh (Rohdiana, 2015).

E. KESIMPULAN
Dari Acara IV Pembuatan Teh Celup Manis Rendah Kalori Kaya
Antioksidan yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa :
1. Proses pembuatan teh celup manis rendah kalori kaya antioksidan
dilakukan dengan penimbangan bahan, kemudian di masukkan ke kantung
celup, pemasangan benag dan direkatkan menggunakan sealer. Setelah teh
sudah siap kemudian di seduh dengan air untuk kemudian dilakukan uji
organoleptik.
2. Formulasi yang baik dari segi warna, rasa, dan kenampakan keseduhan
yaitu formulasi sampel 789 dengan campuran teh hijau-stevia 8 gr + herba
0,5 gr.
DAFTAR PUSTAKA

Ariviani, Setyaningrum dan Dwi Ishartani. 2012. Formulasi Teh Herba Manis
(Teh Hijau-Stevia-Herba): Organoleptik, Antioksidan dan Total Kalori.
Jurnal Pangan. Universitas Sebelas Maret. Surakarta.
Cortes, Diego Francisco. 2014. Clove (Syzygium Aromaticum): A Precious Spice.
Asian Pacific. Journal Of Tropical Biomedicine. Vol. 4 (2) : 1-2.
Djajadi. 2013. Pengembangan Tanaman Stevia reboudiana (Bertoni) di Indonesia.
Jurnal Perspektif Vol 13, No. 1 : 25-33.
Gilbert. 2006. Nutrition Science News: Supplements for Weight Loss. The Natural
Foods Merchandiser. No. 42-44
Hartoyo, Arif. 2003. Teh & Khasiatnya bagi Kesehatan. Kanisius : Yogyakarta.
Keuskamp, Joost A., Bas J. J., Dingemans., Taru Lehtinen., Judith M Sarneel., and Mariet
M Hefting. 2013. Tea Bag Index: a novel approach to collect uniform
decomposition data across ecosystems. Journal Methods in Ecology and
Evolution 4 : 1070–1075.
Nanta. 2007. Bahaya Teh Celup. Kanisius : Yogyakarta.
Nurdjannah, Nanan. 2004. Diversifikasi Penggunaan Cengkeh. Jurnal Pangan.
Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pasca Panen Pertanian.Vol. 3
(2) : 61 – 70.
Raini, Mariana dan Ani Isnawati. 2011. Khasiat dan Keanan Stevia Sebagai
Pemanis Pengganti Gula. Jurnal Media Litbang Kesehatan. Vol. 21 (4).
Rohdiana, Dadan. 2015. Teh : Proses, Karakteristik dan Komponen Fungsional.
PT Media Pangan Indonesia : Jakarta.
Roussel, Anne Marie., Hininger, Isabelle., Benaraba, Rachida., Ziegenfuss., And
Anderson, Richard A. 2009. Antioxidant Effects Of A Cinnamon Extract In
People With Impaired Fasting Glucose That Are Overweight Or Obese.
Journal Of Teh American College Of Nutrition. Vol. 28 (1) : 1-2.
Santoso, Budi Hieronymus. 1991. Jahe. Penerbit Kanisius.Jakarta..
Setyamidjaja, Djoehana. 2000. Teh Budidaya dan Pengolahan Pascapanen.
Kanisius. Yogyakarta.
Somantri, Ratna dan Tantri. 2011. Kisah dan Khasiat Teh. Gramedia Pustaka
Utama. Jakarta.
Sudaryat, Yayat., Mimin Kusmiyati., Citra Ratu Pelangi., Ardi Rustamsyah., dan
Dadan Rohdiana. 2015. Aktivitas antioksidan seduhan sepuluh jenis mutu
the hitam (Camellia sinensis (L.) O. Kuntze) Indonesia. Jurnal Penelitian
Teh dan Kina. Vol. 18 (2) : 95-100.
Sumanto, Agus. 2009. Tetap Langsing dan Sehat dengan Terapi Diet. PT
AgroMedia Pustaka : Jakarta.
Suwarto., Yuke Octavianty dan Silvia Hermawati. 2014. Top 15 Tanaman
Pekebunan. Penebar Swadana. Jakarta.
Syah, Andi Nur Alam. 2006. Taklukkan Penyakit dengan Teh Hijau. PT
AgroMedia Pustaka : Jakarta.
LAMPIRAN

Gambar 4.2 Serbuk teh hijau dan stevia Gambar 4.3 Serbuk herba

Gambar 4.4 Teh celup manis rendah kalori kaya antioksidan