Anda di halaman 1dari 6

LAPORAN PRAKTIKUM

TEKNIK FREKUENSI TINGGI DAN GELOMBANG MIKRO


PERCOBAAN 1
PERAMBATAN GELOMBANG MIKRO

Disusun Oleh :
Khalimatus Sa’diyah
4.31.14.0.12 / TE-4A

JURUSAN TEKNIK ELEKTRO


PROGRAM STUDI TEKNIK TELEKOMUNIKASI (D4)
POLITEKNIK NEGERI SEMARANG
2017
PERAMBATAN GELOMBANG MIKRO

A. TUJUAN

1. Mahasiswa dapat mengetahui tentang perambatan gelombang mikro


2. Mahasiswa dapat mensimulasikan perambatan gelombang mikro dengan alat
yang disediakan

B. DASAR TEORI

Microwave (gelombang mikro), merupakan pengiriman sinyal radio dengan


frekuensi sangat tinggi pada dua buah relay station (stasiun pengulang) yang terlihat
(tidak terhalang) satu sama lain. Pada gelombang mikro, kisaran frekuensinya adalah
dari 1GHz sampai 300 GHz. Propagasi/perambatan gelombang pada kisaran frekuensi
ini adalah propagasi line-of-sight (LOS). Oleh karena itu antenna microwave
umumnya diletakkan diatas gedung, tower, atau puncak bukit/gunug. Jarak antara
kedua stasiun dapat mencapai 30 mil (tergantung kelengkungan bumi), dan dapat
mengirimkan data 10 kali lebih besar dari kabel biasa tanpa perlu memikirkan cara
menanam kabel atau memasangnya dengan tiang sehingga dapat terhubung lebih
cepat. Namun demikian microwave rentan terhadap cuaca seperti hujan deras maupun
badai salju.

C. ALAT YANG DIGUNAKAN


1. GUN OSILATOR 9 GHz, teg 9 V DC
2. PIN diode modulator
3. Generator 1 KHz di atur teg 2 Vp-p
4. Antena Horn 2 buah
5. Chrystal detector
6. Osiloscope
7. Multimeter
D. GAMBAR RANGKAIAN

GUN PIN DIODA CRYSTAL


OSILATOR MODULATOR DETEKTOR

GENERATOR
1KHz
OSILOSCOPE

Gambar 1 : Pengukuran Langsung

GUN PIN DIODA CRYSTAL


OSILATOR MODULATOR DETEKTOR

ANTENA ANTENA
GENERATOR HORN HORN
1KHz
OSILOSCOPE
Gambar 1 : Pengukuran melewati media udara

E. LANGKAH KERJA
1. Buat rangkaian seperti blok diagram no 1 diatas.
2. Atur frekuensi gun osilator 9 GHz, tegangan 9 V DC, frekuensi generator 1 KHz
tegangan 2 Vp-p
3. Amati dan catat hasilnya
4. Buat rangkaian seperti blok diagram no 2 diatas
5. Amati gelombang yang ditampilkan pada oscilloscope dengan mengatur jarak
antenna penerima dan pemancar pada jarak (0.5, 1, 1.5, 2) meter.
F. HASIL PERCOBAAN

No. Penjelasan Gambar Gambar Hasil Percobaan


1 Generator Gel. Kotak

2 Pengukuran langsung

3 Pengukuran melewati media udara


dengan jarak antar antena 0,5 m

4 Pengukuran melewati media udara


dengan jarak antar antena 1 m

5 Pengukuran melewati media udara


dengan jarak antar antena 1,5 m
6 Pengukuran melewati media udara
dengan jarak antar antena 2 m.

G. ANALISA DATA
Berdasarkan percobaan yang telah dilakukan, proses transmisi data
menggunakan perambatan gelombang mikro melalui udara dapat dipengaruhi oleh
beberapa faktor. Dari data yang didapat menunjukkan bahwa jarak dapat
mempengaruhi sistem perambatan gelombang mikro dan mempengaruhi daya yang
diterima pada antenna penerima, semakin jauh jarak antenna maka semakin kecil daya
yang diterima sehingga mengakibatkan terganggunya proses transmisi.
Perbedaan posisi antenna penerima dan antenna pemancar mempengaruhi
sudut deviasi posisi dan pola radiasi antar antena sehingga mengakibatkan proses
transmisi data tidak maksimal dan mengakibatkan rugi-rugi daya. Seperti ditunjukkan
pada pengukuran yang melewati media udara dengan jarak antar antena 1,5 meter
dengan posisi antena penerima horisontal dan antena pemancar vertikal, posisi antena
penerima bergeser ke kanan dan antena pemancar bergeser ke kiri, berbeda
ketinggiannya, berbeda sudut kemiringannya, sehingga sinyal yang dipancarkan oleh
antenna pemancar tidak dapat diterima dengan maksimal oleh antenna penerima yang
ditunjukan tidak ada nya sinyal yang masuk di dalam osciloscope yang berarti tidak
adanya sinyal yang diterima oleh antena Rx.

H. KESIMPULAN
Berdasarkan percobaan perambatan gelombang mikro yang telah dilakukan, dapat
disimpulkan :
- Gelombang mikro yang dikirimkan melalui media secara langsung mengahasilkan
sinyal yang diterima pada penerima lebih baik daripada melalui media udara.
- Kualitas sinyal yang diterima pada penerima dapat dipengaruhi oleh jarak antara
antena pemancar dan penerima. Semakin jauh jarak antara antenna pemancar dan
penerima sinyal yang diterima semakin kecil.
- Polarisasi pada antena pemancar dan penerima mempengaruhi hasil sinyal yang
diterima pada bagian penerima. Polarisasi yang berbeda antar antena
mengakibatkan tidak dapat diterimanya sinyal oleh antena penerima (Rx).

I. PERTANYAAN DAN JAWABAN


1. Apa yang dimaksud dengan rugi-rugi lintasan?
Jawab : Yang dimaksud dengan rugi-rugi lintasan adalah akumulasi dari semua
efek redaman terkait dengan jarak dan interaksi dari propagasi gelombang dengan
benda-benda dilingkungan antara antena, nilai rugi-rugi lintasan sangat penting
untuk diketahui karena berguna dalam perhitungan link-budget.
Rugi-rugi lintasan tidak hanya terjadi pada proses pengiriman sinyal informasi
dari stasiun pemancar ke stasiun penerima, namun rugi-rugi lintasan terdapat
pada saluran transmisi
Rugi-rugi pada lintasan adalah redaman yang terjadi pada proses pentrasmisian
signal dari Tx hingga diterima oleh Rx. Redaman ruang bebas / path loss (LFS).
Redaman ruang bebas adalah hilangnya daya yang dipancarkan pada ruang bebas
pada saat pemancaran sehingga tidak seluruh daya dapat diterima oleh antena
penerima.

2. Bagaimanakah hasilnya jika letak antena tidak tepat (bergeser kekiri atau
kekanan, lebih tinggi dari yang satu)?
Jawab : Yang terjadi jika letak antena tidak tepat, misalnya bergeser kekiri atau
kekanan, atau lebih tinggi dari yang satunya adalah sinyal yang dipancarkan oleh
antena pemancar masih dapat diterima oleh antena penerima tetapi sinyal yang
diterima tidak maksimal.

3. Bagaimanakah hasilnya jika letak antena pemancar horisontal dan antena


penerima vertikal?
Jawab : Yang terjadi jika letak antena pemancar horisontal dan antena pemerima
vertikal adalah sinyal yang dipancarkan oleh antena pemancar tidak dapat
diterima oleh antena penerima karena propagasi gelombang antena pemancar
berbeda dengan propagasi gelombang penerima