Anda di halaman 1dari 4

“Implementasi 7 Stars Doctor dalam Pelayanan Kesehatan di Indonesia”

Oleh:

Eva Zerlina Widyawati

201710330311032

Agar menghasilkan dokter-dokter yang mampu bekerja secara berkualitas,


maka ketika mahasiswa kedokteran nanti lulus dan terjun pada masyarakat
diharapkan memiliki kualitas yang berkompetensi seperti hasil rumusan WHO
(World Health Organization) dengan WONCA (World Organization of Family
Doctors) dalam artikelnya berjudul ''Doctors For Health, Awho Global Strategy
Of Changing Medical Education And Medical Practice For Health For All''
tepatnya pada tahun 1994 bertajuk “Five Star Doctor”. Dalam penerapannya,
diharapkan dokter masa kini dapat menjadi agen sebuah perubahan yang
dijabarkan sebagai berikut:

1. Care Provider ( Penyedia Pelayanan Kesehatan dan Perawatan )

Agar pasien dapat kembali ke keadaan optimal, mereka harus mendapat pelayanan
dokter yang peduli akan kesehatan mereka. Dokter harus melalukan pelayanan
yang kuratif, preventif dan rehabilitatif yang dilakukan secara komplementer,
terintegrasi dan berkesinambungan. Dengan begitu, mereka dapat menjanjikan
pelayanan yang berkualitas pada pasien.

2. Decision Maker ( Pengambil Keputusan )

Dalam prinsip five star doctor, dokter ditunutut untuk mengambil keputusan
dengan memperhatikan aspek efektivitas dan biaya. Dalam beberapa solusi yang
ada dokter harus bisa memilih manakah yang terbaik untuk sang pasien. Untuk
permasalahan pengeluaran, dokter dituntut untuk mengelola sebaik baiknya
sehingga tidak timbul kesenjangan antara dua pihak.

3. Communicator ( Komunikasi yang Baik )


Disini dokter harus menjadi sosok yang dapat meyakinkan para pasien dan juga
masyarakat dalam melakukan diagnosa dan terapi. Keterlibatan individu dalam
melakukan penyembuhan adalah sangat penting, karna paparan resiko kesehatan
sangat dipengaruhi oleh perilaku individu itu sendiri. Disini dokter berperan
dalam pengarahan agar individu tersebut tidak salah dalam melakukan pengobatan
mandiri.

4. Community Leader ( Pemimpin Masyarakat )

Sifat kepemimpinan sangat dibutuhkan oleh dokter, karna akan dibutuhkan dalam
pengarahan dan koordinasi yang dilakukan pada masyarakat agar terciptaknya
masyarakat yang sehat. Kebutuhan maupun masalah kesehatan baik di kota
maupun pedesaan tidak boleh dilupakan. Dengan mengetahui faktor penentu
kesehatan di lingkungan sosial dengan mengamati dan mengapresiasi setiap
keadaan sosial kesehatan disana, “five-star doctors” tidak akan mudah untuk
merawat individu yang seek help tapi juga akan mengambil langkah positif di
pergerakan kesehatan komunitas yang akan menguntungkan setiap individu
dengan jumlah besar.

5. Manager ( Pengelola Manajemen )

Agar pekerjaan dan pelayaan dokter tersusun secara rapi maka keterampilan
manajemen harus diterapkan. Ini akan memungkinkan mereka untuk melakukan
pertukaran informasi untuk membuat keputusan yang lebih baik, dan bekerja
dalam tim multidisiplin yang terkait erat dengan mitra lain untuk pembangunan
kesehatan dan sosial. Both old and new methods of dispensing care will have to
be integrated with the totality of health and social services, whether destined for
the individual or for the community. Metode pemberian layanan lama maupun
baru harus diintegrasikan dengan keseluruhan layanan kesehatan dan sosial, baik
yang ditujukan untuk individu atau masyarakat.

6. Researcher

Ilmu kedokteran selalu berkembang dan up to date karena virus, bakteri, penyakit
akan berkembang pula seiring waktu mengikuti pola hidup manusia yang
berkembang pula. Seperti contoh, pada awalnya Antibiotik banyak dianggap
orang bisa menyembuhkan banyak penyakit, terutama infeksi, bakteri, maupun
virus. Namun tidak dengan sekarang lagi, banyak dijumpai antibiotik yang
mengalami resistensi terhadap suatu penyakit. Bakteri, virus, parasit sudah
mampu melawan antibiotik sehingga diperlukan penemuan obat baru lagi yang
lebih efektif dan efisien. Maka dari itu, penelitian yang dilakukan dokter amat
penting dalam mengatasi kesehatan yang terkini.

7. Iman dan Taqwa

Kita harus selalu ingat bahwa dokter bukan Tuhan atau dewa yang mampu
menghidupkan, mematikan, memperpanjang ataupun memperpendek umur
manusia. Dapat diyakini bahwa dokter hanyalah perantara dari Allah SWT. untuk
membantu orang-orang yang mengalami beragam kesulitan, penyakit dan minta
pertolongan untuk kembali disehatkan agar hidupnya dapat dijalani dengan baik.
Adanya Iman dan Taqwa dalam jiwa seorang dokter akan membuat kerendahan
hati terhadap manusia lain, serta dapat bersemangat membantu banyak orang
dalam penyembuhan. Dan pekerjaan mereka tersebut tidak serta merta berpatok
dengan sebuah uang.

Contoh dari implementasi seven star doctor adalah sebagai berikut:


Telah diketahui bahwa di fakultas kedokteran UMM para mahasiswa tidak
hanya belajar dengan konsep memenuhi kriteria five star doctor, namun juga
diajarkan tentang keimanan agama islam. Terbukti pada beberapa blok terdapat
skill khusus ynag berhubungan dengan sisi agama islam yakni: Memandikan
jenazah, Mensucikan pasien yang sedang ingin beribadah, berceramah, dll. Sekian
banyak dokter lulusan dari UMM ini yang melayani para pasiennya dengan sangat
baik dan berkualitas dengan memberikan pelayanan yang memuaskan bagi pasien
yang diperiksanya. Tidak hanya itu, dua poin tambahan yakni researcher dan Iman
dan Taqwa juga dimiliki dokter tersebut. Ia sangat tanggap terhadap
perkembangan penyakit dengan mengadakan sejumlah penelitian dalam rangka
menangani penyakit-penyakit baru yang sedang berkembang. Selain itu, dokter
tersebut dapat melandasi pelayanannya bedasarkan keimanan terhadap Allah
SWT. Tak lupa ia menaati segala perintah dan menjauhi segala larangannya dalam
rangka meningkatkan ketaqwaan pada Nya agar pengobatan dokter tersebut tidak
melenceng dari agama dan meyakini bahwa kesembuhan tersebut datangnya dari
Allah bukan pada dirinya jadi rasa sombong itupun takkan terwujud.

DAFTAR PUSTAKA

1. Fakultas Kedokteran Universitas Hassanudin.Buku Panduan Mahasiswa


Program Studi Pendidikan Dokter. Makassar: Universitas Hassanudin; 2015.

2. Dr. dr. Fahmi Idris, M.Kes.Masa Depan Lulusan Dokter di Indonesia.


Palembang: Universitas Sriwijaya; 2016

3. Dr. Charles Boelen. THE FIVE-STAR DOCTOR: An asset to health care


reform?. Geneva: World Health Organization.

4. dr. Febri Endra, M.Kes. Kedokteran Keluarga. Malang: UMM Press; 2015

5.