Anda di halaman 1dari 2

Pengaruh video intruksi pelayanan pada demam anak dan cedera kepala

tertutup di unit gawat darurat pediatrik

Shareen Ismail, MD,* Mark McIntosh, MD,* Colleen Kalynych, MSH, EDD,* Madeline Joseph,
MD,* ToddWylie, MD,*
Ryan Butterfield, MPHH,† Carmen Smotherman, MS,† Dale F. Kraemer, PHD,† and Sarah R.
Osian, PHD†

Pemahaman pasien dan perawat dalam diagnosis dan instruksi pelayanan mengalami sedikit
perubahan gdari tahun ketahun. Instruksi lisan dan tulisan sering disampaikan kepada pasien
secara tidak lengkap terutama di unit gawat darurat karena lingkungan UGD yang sangat sibuk,
waktu dan komunikas yang terbatas. Kurangnya pemahaman pada diagnosis dan proses penyakit
merupakan keluhan utama dari pengasuh yang membawa anak mereka ke departement gawat
darurat anak (ped). Kesalahan dalam mendiagnosis dan intruksi pelaksanaan dapat menyebabkan
tidak perlunya kunjungan ulang dan disparitas kunjungan.Studi menemukan bahwa pasien tidak
dapat menerima secara akurat ringkasan tentang diagnosis mereka dan instruksi pelayanan.
Evaluasi sebuah studi tentang video instruksi pelayanan pada demam, isu gastrointestinal, dan
asma di UGD dapat meningkatkan kepampuan pemahamam materi perawat. Demam dan cedera
kepala tertutup merupakan 2 masalah umum yag banyak ditemui di UGD pediatrik, dan memiliki
beberapa aspek yang dimodifikasi pada tindak lanjut dan kunjungan kembali berdasarkan pada
pemberian edukasi dan pemahaman. Studi ini bermaksud untuk menentukan jika inovasi video
instruksi pelayanan pada demem dan cedera kepala tertutup dapat meningkatkan kemampuan
perawat dalam diagnosis anak.

Studi desain penelitian ini menggunakan random desain, dlakukan uji coba dengan kenyamanan
sampling yang telah disetujui oleh dewan peninjau universitas Florida Health Science Center
Jacksonville institutional. Semua partisipan mengisi dan melengkapi informasi sebelum
pendaftaran. Penijau atau investigator juga melengkapi SMOG standar cetakan tesinstruksi
pelayanan pada demam dan cedera kepala tertutup yang digunakan di UGD pediatrik, diambil
dari EPIC electronik medical record program.
perawat yang ditunjuk di PED yang mencangkup anak dengan keluhan utama demam atau
cedere kepala tertutup (CHI) dan random didalam kelompok kontrol atau kelompok intervensi.
Setiap kelompok menerima standaar intuksi pelaksanaan dan pada kelompok intervensi melihat
video sebagai tambahannya. Participan menyelesaikan post test pegetahuan dan ddiikuti 2
minggu post visit untuk menentukan tindak lanjut perawatan. 63 perawat yang berpartisipasi
dalam penelitian ini. 11 partisipan hanya perbendidikan dibawah sekolah tinggi, dan 52 lainya
berpendidikan diatas sekolah tinggi. 31 perawat dengan anak demam dan 32 dengan CHI.
Grup perlakuan secara signifikan menunjukan persentase yang lebih tinggi menjawab benar pada
post test intervensi median (mdn)=88.89 dari pada kelompok kontrol (mdn=75.73); p<0.0001.
peserta didalam kelompok intervensi dengan pendidikan dibawah sekolah tinggi (mdn=89,47)
dan pendidikan diatas sekolah tinggi (mdn=88.89) mempunyai kesamaan hasil test (p=0.13),
sedangkan mereka yang ada di kelompok kontrol dengan pendidikan dibawah sekolah tinggi
(mdn = 66.67) secara signifikan nilai tes rendah dengan yang lebih dati sekola tinggi (mdn
=77.78); p=0.03. Berikut analisis studi:

1. Mengapa topik ini penting?


Instruksi pelayanan yang efektif merupakan salah satu kunci dalam memberikan
perawatan yang berkualitas di IGD, dengan memberikan pasien dan keluarganya
pemahaman yang jelas tentang diagnosis, rencana manajemen dan alasan untuk kembali.
Lingkungan gawat darurat pediatrik yang unik dengan keterbatasan waktu yang tersedia,
menguras perhatian, dan perawat dengan tingkat pendidikan dan kesehatan yang
bervariasi berkontribusi pada resiko tidak tercapainya proses pelayanan berkualitas.
2. Apa yang studi ini coba tampilkan?
Pada anak-anak yang dirawat di gawat darurat pediatrik dengan demam atau ditutup
cedera kepala. Kami mencoba menunjukan pada pemahaman perawat pada pentingnya
bagian dari pelayanan dan rencana pulang ketika video instruksi dimasukan dalam
standar penulisan pelayanan dan intruksi lisan.
3. Apa temuan utama pada studi ini?
Perawat yang menerima tambahan video instruksi pelayanan untuk demam atau cedera
kepala tertutup menunjukan kemampuan demonstrasi yang lebih baik dari perawat yang
hanya menerima standar dari perawatan lisan dan instruksi tertulis. Pemahaman yang
setara pada perawat yang menerima tambahan video instruksi pelayanan terlepas dari
tingkat pendidikan, tapi sedikit kurang pada perawat yang belum menyelesaikan
pendidikan tinggi, jika mereka hanya meneriman instruksi verbal dan tertulis.
4. Bagaimana dampak perawatan pasien?
Meambahkan video instruksi pelayanan untuk proses pelayanan di unit gawat darurat
anak mungkin dapat meningkatkan kemampuan perawat dalam pelayanan dan
manajemen rencana pulang dengan menyediakan koten dalam format visual dan
menambahkan instruksi verbal dan tertulis. Penyelesaian desain video instruksi pelayanan
mungkin meningkatkan komunikasi dokter-perawat dalam masyarakat dengan tigkat
pendidikan dan layanan kesehatan yang rendah.