Anda di halaman 1dari 6

Perkembangan Biologi Sel

Untuk mememnuhi tugas mata kuliah Biologi Sel


Yang dibimbing oleh Bapak Prof. Dr. Agr. Mohamad. Amin, S.Pd, M.Si

Disusun oleh :
Kelompok 8 offering I

Endah Retno. A. (170342615502)


Garin Nur .A. (170342615543)
Indah Anggita (170342615559)
Nadilah Nur .A. (170342615521)

Jurusan Biologi
Prodi Biologi
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Universitas Negeri Malang
Tahun 2018
Sejarah Perkembangan Biologi Sel

Perkembangan biologi dimulai dari bangsa Mesir mempraktikkan biologi dan ilmu
pengobatan sejak tahun 2000 SM yaitu kebudayaan dan kebiasaan bangsa ini mengawetkan
mayat (mumi) dengan ramuan sejenis balsam yang dibuat dari tumbuh-tumbuhan. Sejarah
perkembangan biologi sel tidak dapat dipisahkan dengan penemuan alat – alat optik, lensa dan
mikroskop ( bahasa Yunani: micros = kecil ; skopein = melihat ).

Robert Hooke menulis buku “Micrographia” tahun 1665. Dia menyebut adanya sel atau
pori ketika melihat irisan kayu di bawah mikroskop yang dikembangkan sendiri untuk pertama
kalinya dalam biologi. Mikroskop buatannya itu disebut mikroskop sederhana, karena lensanya
masih satu. Daya perbesarannya pun hanya 30x. Hooke menyebut bagian – bagian tubuh
tumbuhan itu “sel”, karena nampak berupa kamar – kamr kecil; berasal dari kata cella dari
bahasa Latin, yang artinya lobang. Hooke menggunakan pohon Qwerchusuber yang digunakan
dalam melihat irisan pada mikroskop.

Mikroskop sederhana ciptaan R. Hooke Sayatan sumbat botol dari gabus yang dilihat
Hooke di bawah mikroskopnya, dari ruang-ruang
kecil disebut “sel”

Pohon Qwerchusuber yang digunakan

oleh R.Hooke dalam melihat irisan

pada mikroskop
Anthony van Leeuwenhoek (1674) , seorang yang berkebangsaan Belanda merupakan
orang pertama yang menemukan mikroskop dan meneliti organisme mikroskopis seperti
berbagai Protozoa dan Rotifera yang oleh Beliau diberi nama ”animanculus”, beliau juga
membuat mikroskop sederhana dan dipergunakan untuk melihat mikroba (jasad renik) dalam
air, serta bagian – bagian yang mungkin terkandung dalam suatu cairan tubuh makhluk. Karena
itu ia dijuluki sebagai bapak mikrobiologi. Hasil pengamatan Antonie van Leeuwenhoek :
spermatozoon manusia (1677), bakteri, sirkulasi darah pada kapiler, serabut otot, protozoa,
jaringan dan struktur tumbuhan (Bawa, 1988).

T. schwann dan M. Schleiden (1839) merumuskan teori sel, yang berbunyi: “ sel adalah
unit dasar kehidupan. Semua tumbuhan dan hewan dibangun atas sel – sel. Sementara itu robert
Brown (1831) menemukan adanya inti dalam seel , dan menyimpulkan bahwa inti itu
komponen dasar dan selalu ada dalam sel.

H.J Dutrochet (1824), menemukan bahwa semua tumbuhan dan hewan terdiri dari sel
berbentuk gembungan yang sangat kecil. Tahun 1831, Robert Brown (1773-1858), seorang
yang berkebangsaan Inggris, menemukan inti sel (nukleus) setelah mengamati sel telur, sel
polen, sel dari jaringan anggrek. Tahun 1838, Mathias J. Schleiden, seorang ahli pengetahuan
berkebangsaan Jerman, berpendapat bahwa ada hubungan erat antara nukleus dan
perkembangan sel. Teodor Schawn (1839), menyebutkan bahwa sel adalah bagian dari
organisme. Tahun 1840, Johannes E. Purkinye (1787-1869), seorang yang berkebangsaan
Cekoslovakia, memperkenalkan istilah protoplasma.

Tahun 1859 Rudolf Virchow (1821-1902), seorang ahli fisiologi menyatakan bahwa
sel membelah menjadi dua sel. Sel berasal dari sel yang sudah ada. Tahun 1861, W. Schultze
menyatakan bahwa protoplasma merupakan dasar fisik dari kehidupan. Protoplasma adalah
substansi hidup yang berbatas membran dimana di dalamnya terdapat inti atau nukleus (Karp,
1984). E. Strasburger dan W. Flaming (1870-an), memperlihatkan bahwa inti sel memelihara
kelangsungan hidup suatu jenis makhluk dari satu generasi ke generasi berikutnya. O. Hertwig
(1875), membuktikan bahwa inti spermatozoa bersatu dulu dengan inti ovum untuk terjadinya
embrio atau generasi baru.

Tonggak-tonggak sejarah keilmuwan dengan teknik molekular semakin berkembang


mengikuti majunya teknologi molekular seperti berikut ini:

• 1966 Mengungkap kode genetik yang berlaku universal pada semua organisme

• 1972 Rekayasa genetik pada Escherichia coli melalui transformasi dengan plasmid
DNA rekombinan

• 1978 Rekayasa genetik pada Saccaromyces cerevisiae melalui transformasi dengan


plasmid DNA rekombinan

• 1983 Sekuensing genom virus, phage lamda

• 1984 Kariotyping khamir dengan menggunakan metode pulsed-field-


gelelectrophoresis
• 1985 Amplifikasi DNA in vitro dengan metode PCR

• 1995 Sekuensing genom Haemophilus influenzae

• 1996 Sekuensing genom eukariot, Saccaromyces cerevisiae 1977 Perkembangan


prosedur sekuensing cepat DNA

• 2000 Proyek sekuensing genom manusia, Homo sapiens

• 2003 Sintesis genom virus Phi-X174

• 2007 Sekuensing genom Vitis vinifera var. Pinot Noir

• 2010 Synthetic Life Generated: Konstruksi genom sintetik dari Mycoplasma


mycoides untuk menggantikan genom kerabatnya Mycoplasma capricolum

Cara mempelajari sel ada banyak macam seperti berikut :

1. Melihat di bawah mikroskop. Mikroskop mampu membesarkan bayangan obyek yang


diamati dari ratusan sampai puluhan ribu kali.

2. Mikroteknik. Untuk mengamati bagian-bagian sel secara terinci dan jelas, maka
jaringan yang mengandung sel itu harus dibuat jadi sedian atau preparat dulu. Jaringan
yang mengandung sel dibuat menjadi preparat dulu disayat tipis, diwarnai, diletakkan
pada gelas obyek, ditutup, dilem sehingga awet dan dapat disimpan lama tanpa merusak
komposisi sel dan jaringan itu, kemudian baru dilihat di bawah mikroskop.

3. Pertanaman. Menanam sel atau jaringan hidup yang diambil dari tubuh yang masih
segar atau masih hidup, ditaruh dalam larutan fisiologis atau serum darah, lalu diamati
di bawah mikroskop cahaya (MC).

4. Sitokimia. Memberi berbagai enzim ke jaringan, lalu dilihat akibatnya seperti butiran
atau perubahan warna sehingga diketahui fungsi organel.

5. Biokimia. Menganalisa susunan kimia organel dalam tabung reaksi di laborat.

6. Sitogenetika. Mengamati sel dengan melihat susunan genetisnya secara khusus.

7. Frezee – fracture. Jaringan dibekukan mendadak dalam cairan nitrogen -180⁰C lalu
dipecahkan dalam hampa udara dengan pisau logam. Dipanaskan dalam ruangan hampa
udara. Jaringan/fragmen sel kemudian dilarutka, lalu lepas dengan memberi asam pekat
(membuat replika)

8. Sentrifugasi. Jaringan dan sel dihancurkan (dihomogenkan), lalu dimasukkan ke alat


pemusing (sentrifugasi). Organel atau pecahan sel akan mengendap pada tabung sesuai
berat jenis, besar, dan bentuk butiran.

9. Autoradiografi. Jaringan diberi bahan yang radioaktif, diberi warna dan menghasilkan
gambar yang timbul
10. Difraksi sinar-X. Menyinari sel dengan sinar X lalu dibuat potretnya, digunakan untuk
menganalisa susunan kimia protein, ADN, ARN.

Simpulan

Perkembangan sel mulai awal penemuannya hingga saat ini mengalami perkembangan
yang sangat besar seiring dengan berkembangnya teknologi. Perkembangan sel sangat
dibutuhkan oleh masyarakat saat ini, terkait dengan banyaknya kebutuhan di bidang kesehatan,
pangan, dan lingkungan. Berkembangnya sel hingga saat ini tidak lepas dari jasa para ilmuwan
zaman dahulu.

Berawal dari Robert Hooke yang menemukan mikroskop yang memiliki perbesaran
30x dan mengamati sayatan sel gabus muncullah kata cellula yang berarti lapisan kosong yang
dibatasi oleh dinding. Penemuan selanjutnya dilakukan oleh Anthony van Leeuwanhoek, yang
menemukan protozoa (cilliata) dari rendaman jerami yang diamati dengan mikroskop
buatannya yang memiliki perbesaran 300x. Jadi, mikroskop buatan Anthony van Leeuwanhoek
lebih modern daripada mikroskop buatan Robert Hooke. H.J Dutrochet, menemukan bahwa
semua tumbuhan dan hewan terdiri dari sel berbentuk gembungan yang sangat kecil.
Sedangkan Robert Brown menemukan inti sel (nukleus) setelah mengamati sel telur, sel polen
menggunakan mikroskop yang diciptakan oleh Anthony, sel dari jaringan anggrek. Schawn
dan Matias Schleiden berpendapat “Sel adalah unit dasar kehidupan. Semua tumbuhan dan
hewan dibangun atas sel-sel”. Sedangkan J. Purkinye memperkenalkan istilah protoplasma,
yakni cairan yang mengisi ruang yang disebut sel oleh Hooke. Dari uraian di atas dapat
disimpulkan bahwa sel adalah unit struktural, unit fungsional, unit hereditas.

Daftar Rujukan

Amin, M. 2015. Biologi sebagai Sumber Belajar untuk Generasi Masa Kini dan Mendatang
dan Berintegritas dan Berperadaban Tinggi. Malang. UM

Bawa, W. 1988. Dasar-Dasar Biologi Sel.Jakarta. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan


Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi Pengembangan Lembaga Pendidikan Tenaga
Kependidikan

Yatim, W. 1996. Biologi Modern : Biologi Sel. Bandung. Tarsito


No Nama Isi Pertanyaan Nama Penjawab Isi Pertanyaan
Penanya

1 Fakhriza R. Apakah organisme bersel Nadilah N. Iya, karena nama lain dari
Vianto tunggal yang diamati Robert Anggraeni organisme bersel tunggal
Hooke untuk pertama kali adalah uniselular.
dapat disebut sebagai
uniseluler?

2 Dila Amelia Mengapa protoplasma disebut Endah Retno A. Karena protoplasma


sebagai unit dasar kehidupan? S. mengandung inti atau
nukleus dan organe lain
yang berfungsi untuk
pengatur proses yang
terjadi dalam suatu
organisme. Misal pada
proses metabolisme tubuh

3 Inayatul Mengapa penemuan pada Indah Anggita Pada masa awal


Hasanah awal penemuan belum penemuan, tegnologi yang
sebagus dengar masa digunakan masih
sekarang? Padalah pada masa sederhana, tidak seperti
itu sudah berkembang masa sekarang. Karena
penemuan tentang sel atau perkembangan biologi
biologi? berbading lurus dengan
tegnologi yang ada.

4. Farindra Mengapa Schwann disebut Garin N. Aini Karena Schwan


Septyanto sebagai bapak sitology berpendapat bahwa “sel
modern? adalah unit dasar
kehidupan. Semua
tumbuhan dan hewan
dibangun atas sel”. Lalu
seorang ilmuwan bernama
O. Hertwig
memperkenalkan cabang
ilmu baru dari biologi
yakni sitology, yang
mempelajari tentang
kehidupan sel.

5 Ayu Paridah Apa sel menurut kelompok Endah Retno A. Sel sebagai unit terkecil
anda? S. yang menyusun makhluk
hidup.