Anda di halaman 1dari 10

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

I. IDENTITAS
MATA PELAJARAN : PENDIDIKAN AGAMA BUDDHA
JENJANG SEKOLAH : SMP SMARATUNGGA AMPEL
MATERI POKOK : PELEPASAN AGUNG PANGERAN SIDDHARTA
KELAS : VIII
SEMESTER : GASAL
PERTEMUAN : 1 PERTEMUAN
ALOKASI WAKTU :2 X 40 MENIT

II. STANDAR KOMPETENSI:


1. Mengungkapkan Sejarah pangeran Siddharta Pada Masa bertapa dan Menjadi Buddha

III. KOMPETENSI DASAR :


1.1 Menceritakan Peristiwa Pelepasan Agung

IV. INDIKATOR :
a. Mengidentifikasi delapan anugrah yang diminta Pangeran Sidharta kepada ayahnya
b. Menjelaskan reaksi raja Sudhodana setelah pangeran sidharta meminta delapan
anugrah
c. Menceritakan peristiwa kepergian pangeran siddharta di tengah malam

V. TUJUAN PEMBELAJARAN :

Setelah pembelajaran ini, diharapkan siswa dapat:


Mendefinisikan peristiwa pelepasan agung pangeran Siddharta
a. Mengidentifikasi delapan anugrah yang diminta Pangeran Sidharta kepada ayahnya
b.Menjelaskan reaksi raja Sudhodana setelah pangeran sidharta meminta delapan
anugrah
c. Menceritakan peristiwa kepergian pangeran siddharta di tengah malam

VI. KARAKTER SISWA YANG DIHARAPKAN


1. Religius : taat,bersusila
2. Gemar membaca
3. Kerja keras
4. Tanggung jawab
5. Berbakti

VII. MATERI AJAR :


 Peristiwa pelepasan agung
A. Pangeran Sidharta Meninggalkan Istana
a. Delapan anugerah
Raja sudhodana menyambut kelahiran cucunya dengan pesta meriah, sementara
pangeran sidharta bahagia karena mengetahui cara mencapai kebahagiaan sejati yaitu
dengan menjadi pertapa. Ia mohon ijin kepada ayahnya untuk mencari cara
mengatasi usia tua,sakit dan mati. Setelah mendengar permohonan tersebut,raja
sudhodana marah dan kecewa. Sehingga pangeran sidharta mengajukan delapan
anugerah yaitu :
1. Anugerah supaya tidak menjadi tua,
2. Anugerah supaya tidak sakit,
3. Anugerah supaya tidak mati,
4. Anugerah supaya ayah tetap bersamaku,
5. Anugerah supaya semua wanita di istana bersama kerabat lain tetap hidup,
6. Anugerah supaya kerajaan ini tidak berubah dan tetap seperti sekarang,
7. Anugerah supaya yang pernah hadir di pesta kelahiranku dapat memadamkan nafsu
keinginan,
8. Anugerah supaya aku dapat mengakhiri kelahiran,usia yua dan mati.
Kaget karna permohonan tersebut di luar kemampuannya,raja membujuk pangeran
sidharta agar pergi setelah raja sudhodana mangkat. Raja sudhodana tetap tidak
memberikan izin,namun pangeran bersikeras untuk melaksanakan cita-citanya.
b. Meninggalkan Keluarga dan istana
Pangeran sidharta memasuki kamar yasodhara,memandangi putranya dengan haru
karena akan meninggalkannya. Selanjutnya pangeran keruang pesta dan karena letih ia
pun tertidur. Pada tengah malam pangeran yang terbangun melihat penari tidur simpang
siur di lantai dengan sikap yang beraneka ragam. Pangeran yang jijik dan muak karena
merasa di pekuburan dengan mayat bergelimpangan,memutuskan untuk meninggalkan
istana malam itu juga.Setelah memanggil channa untuk menyiapkan kuda
khantaka,pangeran pergi kekamar yasodara melihat istri dan anaknya.
Makna dari keinginan pangeran sidharta untuk meninggalkan istana adalah bahwa
semua orang perlu menanamka belas kasih dan kepeduliannya terhadap penderitaan
makhluk lain.
B. Perjalanan pangeran sidharta menjadi pertapa
Pangeran meninggalkan istana dengan menunggang Kanthaka yang berbulu putih
diikuti oleh Channa yang memegang buntut kuda. Seolah-olah sudah diatur terlebih
dulu oleh para dewa, Pangeran Siddhattha tidak mendapat kesukaran sewaktu hendak
keluar dari pintu gerbang istana dan waktu hendak keluar dari pintu tembok kota.
Para pengawalnya semua sedang tidur nyenyak dan Channa dengan mudah dapat
membuka pintu agar Pangeran dapat keluar dari istana dan keluar kota.
Ketika itu Pangeran dicegat oleh Dewa Mara yang jahat dan membujuknya untuk
kembali ke istana dan ia berjanji bahwa dalam waktu satu minggu, Pangeran akan
menjadi Raja negara Sakya. Pangeran tidak menggubris bujukan Dewa Mara, yang
membuat Dewa Mara menjadi marah dan mengancam akan terus membuntutinya.
a. Pelepasan Agung
Setelah sampai di luar kota, Pangeran berhenti sejenak dan memutar kudanya untuk
melihat kota Kapilavatthu untuk terakhir kali (di tempat itu kemudian didirikan sebuah
cetiya yang dinamakan Kanthakanivattana-cetiya). Saat itu terang bulan di bulan Asalha
dan Pangeran berusia 29 tahun.

Perjalanan diteruskan melintasi perbatasan negara Sakya, Koliya, dan Malla, kemudian
dengan satu kali loncatan menyeberangi Sungai Anoma. Setelah sampai di tepi sungai
anoma dengan merenungkan arti nama sungai anoma (yang berarti tidak sia-
sia),pangeran sidharta mengucapkan tekad agar pelepasannya tidak sia-sia.
Pangeran turun dari kuda, melepas semua perhiasannya dan memberikannya kepada
Channa, mencukur kumisnya, memotong rambut di kepalanya dengan pedang dan
melemparkannya ke udara (yang disambut oleh Dewa Sakka dan membawanya ke surga
Tavatimsa untuk dipuja di Culamani-cetiya). Rambut yang tersisa sepanjang dua anguli
(± dua inci) semasa hidupnya tetap sepanjang itu dan tidak tumbuh-tumbuh lagi.
Chana merasa sedih karena di tinggal oleh pangeran sidharta. Kuda khantaka sedih
sekali dan matanya basah dengan air mata,kemudian kuda tersebut meninggal.
Pelepasan agung oleh pangeran sidharta adalah melepaskan semua kemewahan dan
kesenangan duniawi untuk menjadi pertapa. Makna dari peristiwa ini adalah bahwa
manusia perlu mengurangi kemelekatan terhadap kemewahan dan kesenangan demi
belas kasih.

b. Pertemuan pertapa siddharta dengan raja Bimbisara


Raja bimbisara ,raja kerajaan Magadha menawarkan agar petapa sidharta tinggal dan
akan diberi setengah dari kerajaannya. Pangeran sidharta menolak,karena beliau akan
mencari obat untuk menghentikan usia tua,sakit dan mati dengan menjadi petapa.
Makna pertemuan pertapa sidharta dengan raja bimbisara adalah bahwa tekad untuk
mencapai keinginan tidak akan goyah oleh godaan apapun.
c. Pertapa Sidharta berguru
Pada Alara Kalama di kota vesali, pertapa Sidharta berguru tentang cara
bermeditasi,pengertian hukum karma dan tumimbal lahir. Dalam waktu singkat ia
menyamai keadaan” kekosongan tanpa batas”. Karena pengetahuantersebut belum
menjawab sebabb musabab kelahiran dan cara mengakhiri usia tua,sakit dan mati
pertapa sidharta akhirnya mencari guru lain.
Pertapa gotama akhirnya akhirnya berguru dengan uddhaka ramaputta dan
mempelajari tentang cara bermeditasi tingkat tinggi. Dalam waktu singkat ia mencapai
keadaan “pencerapan pun bukan pencerapan”. Karena belum menemukan cara untuk
mengatasi usia tua,sakit dan mati,beliau pamit menuju ke senanigama di uruvela.
Makna masa berguru pertapa sidharta adalah bahwa usaha untuk mencapai cita-cita
dapat dilakukan dengan kesungguhan tanpa putus asa.
VIII. PENDEKATAN, STRATEGI DAN METODE :

A. Pendekatatan: pembelajaran langsung


B. Strategi dan Metode: Ceramah, Tanya Jawab,video dan Diskusi.

IX. LANGKAH-LANGKAH/KEGIATAN PEMBELAJARAN :

A. Pertemuan pertama:
1. KegiatanAwal:
a. Pembukaan (10 menit) :
- Doa (membaca paritta Namakkhara Gatha)
- Guru mengajak siswa melakukan meditasi konsentrasi sejenak.
- Apersepsi: Guru menanyakan pada siswa pengalaman dalam hidup mengenai
keikhlasan/ melepas
2. Kegiatan Inti (60 menit ):
a. Eksplorasi (Pendalaman Materi):
a. Guru menjelaskan secara garis besar mengenai peristiwa pelepasan agung
b. Siswa mencari referensi pengetahahuan tentang pelepasan agung dari berbagai
sumber

b. Elaborasi(Membuat Kesimpulan, Memberi Argumentasi dari materi yang sedang


dipelajari)

a. Siswa diberikan satu kasus mengenai kejadian yang berkaitan dengan pelepasan
agung, siswa mendiskusikan masalah tersebut.
c. siswa memaparkan hasil diskusinya kepada siswa lain.

b. Konfirmasi(Penguatan Pemahaman Materi)

a. Siswa menyimpulkan hasil diskusi


b. Guru memberi penguatan hasil diskusi dan materi pelajaran.
c. Guru memberikan tes lisan untuk mengukur kemampuan pemahaman siswa. Contoh
: Jelaskan yang dapat anda teladani dari : pangeran siddharta meniggalkan
istana,pelepasan agung,pertemuan dengan raja bimbisara dan masa berguru pertapa
siddharta !
d. KegiatanAkhir (10 menit ):
a. Guru menyampaikan tindak lanjut kegiatan pembelajaran dengan memberikan tugas.
b. Doa Penutup (Membaca paritta Namakhara Gatha)

X. ALAT, MEDIA DAN SUMBER BELAJAR :

A. Alat/Media:
 Power Point
B. Sumber Bahan:
 Buku teks
1. Buku Paket Dharmacakra kelas VIII SMP halaman 1
2. Buku paket Ehipassiko kelas VIII SMP halaman 1
4. Internet

XI. PENILAIAN DAN TINDAK LANJUT :


A. Prosedur:
1. Penilaian Proses melalui pengamatan
2. Penilaian Hasil Belajar melalui test.

B. Bentuk Penilaian:
1. penugasan
2. tes tertulis

Teknik : Tes tertulis


Kisi-kisi soal :
Bentuk : Uraian singkat
Contoh instrumen :
1. Tindakan apa yang akan kalian lakukan jika orang tua kalian tidak menyetujui cita-
cita kalian?
C. Alat Penilaian:
1. Alat penilaian :
NO Kriteria Penilaian Skor

1 Tidak menjawab sama sekali 0

2 Memberi jawaban salah 1

3 Memberi jawaban benar tetapi tidak 3


lengkap
4 Memberi jawaban benar sesuai 4
konsep
Keterangan : jumlah skor maksimal 20
Nilai = jumlah Perolehan skor x 100 = Nilai ahir
20

LEMBAR PENILAIAN KOGNITIF


Hari/Tanggal : .................................................
Materi : .................................................
Butir Soal Nilai
No. Nama Siswa
Pertemuan

1 2 3 4 5 6 7 8 9
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
LEMBAR PENILAIAN AFEKTIF
Hari/Tanggal : .................................................
Materi : .................................................
Aspek Penilaian
No. Nama Siswa Kelas Kedisi- Kesan- Deskripsi
Kerapian
plinan tunan
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
Keterangan pemberian penilaian:
A: Sangat Baik (skor: 5)
B: Baik (skor: 4)
C: Cukup Baik (skor: 3)
D: Kurang (skor: 2)
E: Sangat Kurang (skor: 1)
* Nilai Akhir dalam bentuk huruf
LEMBAR PENILAIAN PSIKOMOTORIK
Hari/Tanggal : .................................................
Materi : .................................................
Nilai
Aspek Penilaian
akhir
Total
No. Nama Siswa Kelas Ketrp. Ketrp.
Ketrp. nilai
Menjaw Meresp
Bertanya
ab on
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
16
17
18
19
20
Keterangan pemberian penilaian:
50 : Sangat Baik
40 : Baik
30 : Cukup Baik
20 : Kurang
10 : Sangat Kurang

2. Soal dan Kunci Jawaban.


3. contoh istrument

Contoh instrumen :

1.Sebutkan delapan anugerah yang diminta Pangeran Sidharta kepada ayahnya.


2. Jelaskan tanggapan raja terhadap permintaan Pangeran Sidharta tentang delapan
anugerah yang diminta

3.Jelaskan alasan mengapa Pangeran sidharta pergi pada tengah malam !

4.Jelaskan peristiwa yang terjadi di tepi sungai Anoma

5.bagaimana keadaan Channa dan kuda Kanthaka setelah di tinggal pangeran Sidharta ?

Kunci jawab
1. a. Anugerah supaya tidak menjadi tua
b. Anugerah supaya tidak sakit
c. Anugerah supaya tidak mati
d. Anugerah supaya ayah tetap bersamaku
e. Anugerah supaya semua wanita di istana bersama kerabat lain tetap hidup
f. Anugerah supaya kerajaan ini tidak berubah dan tetap seperti sekarang
g. Anugerah supaya yang pernah hadir di pesta kelahiranku dapat memadamkan
nafsu keinginan
h. Anugerah supaya aku dapat mengakhiri kelahiran,usia tua dan mati
2. Raja Sudhodhana merasa kaget dengan permohonan dari pangeran Sidharta karena
diluar kemampuannya.
3. karena pangeran sidharta merasa jijik dan muak melihat para penari tidur simpang
siur di lantai dalam sikap yang beraneka ragam
4. pangeran sidharta menghunuskan pedang emas dan menebas rambutnya. Rambut
pangeran sidharta dilembar dengan mahkotanya yang kemudian melayang di udara
disambut oleh dewa sakka dengan keranjang permata. Pangeran sidharta melemparkan
pakian kerajaan-Nya ke udara dan diraih oleh brahma chatikara( Ghatikara).
5. channa merasa sedih dan kanthaka enggan diajak pergi. Kanthaka sedih sekali
matanya basah dengan air mata,demikianlah akhirnya khantaka meninggal karena sedih
dan patah hati.

Rubrik Penilaian

No Soal Skor
Jawaban benar Jawaban salah
1. 1. 4 0
2. 2. 4 0
3. 3. 4 0
4. 4. 4 0
5. 5. 4 0

Keterangan : jumlah benar = Nilai Akhir


2
: Skor maksimal= 20 = Nilai Akhir
2
Boyolali, 18Juli 2017

Mengetahui

Guru Pamong Praktikan


Pendidikan Agama Buddha

Suwarno, S.Ag Dhama Yanti


NIP NIM.1408211153

Mengetahui
Kepala sekolah

TRI YATI, S.Pd


NIP.