Anda di halaman 1dari 18

Perbedaan dan persamaan ktsp dan k13 tentang prosem,prota,silabus dan rpp

A. Pengertian Program Tahunan

Dalam pengertian program tahunan terdapat beberapa pendapat yang menjelaskan tentang

pengertian tersebut. Program tahunan adalah rencana penetapan alokasi waktu satu tahun untuk

mencapai tujuan(SK dan KD)yang telah ditetapkan. Penetapan alokasi waktu diperlukan agar

seluruh kompetensi dasar yang ada dalam kurikulum seluruhnya dapat dicapai oleh sisiwa.

penentuan alokasi waktu ditentukan pada jumlah jam pelajaran sesuai dengan struktur kurikulum

yang berlaku serta keluasan materi yang harus dikuasai oleh siswa.

Program Tahunan merupakan program umum setiap mata pelajaran untuk setiap kelas ,

berisi tentang garis-garis besar yang hendak dicapai dalam satu tahun dan dikembangkan oleh

guru mata pelajaran yang bersangkutan program ini perlu dipersiapkan dan dikembangkan oleh

guru sebelum tahun pelajaran dimulai , karena merupakan pedoman bagi pengembangan

program-progran berikutnya, yakni program semester, mingguan dan harian serta pembuatan

silabus dan sistem penilaian komponen-komponen program tahunan meliputi identifikasi(satuan

pendidikan,mata pelajaran, tahun pelajaran) standart kompetensi , kompetensi dasar , alokasi

waktu dan keterangan.

Program Tahunan merupakan program umum setiap mata pelajaran untuk setiap kelas

yang dikembangkan oleh guru mata pelajaran yang bersangkutan program ini telah dipersiapkan

dan dikembangkan oleh guru mata pelajaran sebelum tahun ajaran karena merupakan pedomkan

bagi pengembangan program-program berikutnya.

B. Langkah Penyusunan Program tahunan

Langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk mengembangkan program tahunan adalah


a. Lihat berapa jam alokasi waktu untuk setiap mata pelajaran dalam seminggu dan struktur

kurikulum seperti yang telah ditetapkan pemerintah, analisis berapa minggu efektif dalam satu

semester, seperti yang telah ditetapkandalam gambar alokasi waktu efektif

b. Melalaui analisis tersebut kita dapat menentukan berapa minggu waktu yang tersedia untuk

pelaksanan proses pembelajaran.

c. Menandai hari-hari libur, permulaan tahun pelajaran, minggu efektif,belajar, waktu

pembelajaran efektif (per minggu). Hari-hari libur meliputi:

a) Jeda tengah semester

b) Jeda antar semester

c) Libur akhir tahun pelajara

d) Hari libur keagaman

e) Hari libur umum termasuk hari-hari besar nasional

f) Hari libur khusus

d. Menghitung jumlah minggu efektif setiap bulan dan semester dalam satu tahun dan

memasukkan dalam format matrik yang tersedia.

e. Medistribusikan olokasi waktu yang disediakan untuk suatu mata pelajaran, pada setiap KD

dan topik bahasannya pada minggu efektif, sesuai ruang lingkup cakupan maeri, tingkat kesulitan

dan pentingnya materi tersebut, serta mempertimbangkan waktu untuk ulangan serta review

materi.

Sumber-sumber yang dapat dijadikan bahan pengembangan program tahunan antara lain :

Daftar Standard Kompetensi sebagai konsensus nasional yang dikembangkan dalam buku

Garis-Garis Besar Program Pengajaran (GBPP)setiap mata pelajaran yang akan dikembangkan
Skope dan Sekuensi setiap Kompetensi untuk mencapai tujuan pembelajaran diperlukan

materi pembelajaran, materi pembelajara tersebut disusun dalam pokok-pokok pembahasan yang

mengandung ide-ide pokok yang sesuai kompetensi dan tujuan pembelajaran .Skope adalah

ruanglingkupdan batasan-batasan keluasan setiap pokok dan sub pokok bahasan sedangkan

Sekuesi adalah urutan logis daripokok dan sub pokok bahasan. Pengembangan skope dan skuensi

ini bias dilakukan oleh masing – masing guru mata pelajaran, dan dapat dikembangkan dalam

kelompok kerja guru ( KKG ) untuk setiap mata pelajaran.

Kalender pendidikan penyusunan kalender pendidikan selama satu tahun pelajaran

mengacu pada efesiensi, efektifitas dan hak-hak peserta didik.

PROGRAM TAHUNAN

Sekolah : ............................

Mata Pelajaran : ...............................

Kelas/Program : ..............................

Tahun Ajaran : 2012-2013

STANDAR

KOMPETENSI/ ALOKASI
NO. NO. SK/KD KET.
KOMPETENSI WAKTU

DASAR

1.

2.

3.

4.

CONTOH PROGRAM TAHUNAN


TAHUN PELAJARAN 2011/2012

Satuan Pendidikan : MAN

Mata Pelajaran : Qur’an Hadits

Kelas :X

Tahun Pelajaran : 2011/2012

Smt. Jenis Kegiatan Alokasi Ket

Waktu

X/I 1.Memahami pengertian Al-Qur’an dan bukti 6

keotentikannya

2.memahami isi pokok ajaran al-qur’an 4

3.Memahami fungsi al-Qur’an dalam kehidupan 4

4.Memahami cara-cara mencari surat dan ayat 2

dalam Al-Qur’an

5.Memahami ayat-ayat Al-Qur’an tentang 6

manusia dan tugasnya sebagai khalifah dibumi

6.Memahami ayat-ayat Al-Qur’an tentang 2

demokrasi

7.Ulangan bulanan dan perbaikan 8

Jumlah alokasi waktu 32

X/II 1.Memahami istilah-istilah Hadits 6

2.Memahami sanad dan matan hadits 4


3.Mendeskripsikan fungsi hadits terhadap Al- 6

Qur’an

4.Memahami pembagian hadits dari segi kuantitas 4

dan kualitasnya

5.Memahami ayat-ayat Al-Qur’an tentang 10

keikhlasan beribadah

Jumlah Alokasi Waktu 30

Padang 26 oktober 2011

Mengetahui,

Kepala sekolah
C. Rencana Program Semester

Program semester ialah program yang berisikan garis-garis mengenai hal-hal yang hendak

dilaksanakan dan dicapai dalam satu semester. Program semester ini merupakan penjabaran dari

program tahunan.

Pada umumnya komponen-komponen program semester ini yaitu: identifikasi (satuan

pendidikan, mata pelajaran, semester, tahun pelajaran), bulan, standar kompetensi dan materi

pokok yang hendak disampaikan, waktu yang direncanakan dan keterangan-keterangan.

Semester adalah satuan waktu yang digunakan untuk penyelenggaraan program pendidikan.

Kegiatan yang dilaksanakan dalam semester itu ialah kegiatan tatap muka, praktikum, keraja

lapangan, mid semester, ujian semester dan berbagai kegiatan lainya yang diberi penilaian

keberhasilan.

Dalam program pendidikan semester dipakai satuan waktu terkecil, yaitu satuan semester

untuk menyatakan lamanya satu program pendidikan. Masing-masing program semester sifatnya

lengkap dan merupakan satu kebulatan dan berdiri sendiri. Pada setiap akhir semester segenap

bahan kegiatan program semester yang disajikan harus sudah selesai dilaksanakan dan

mahasiswa yang mengambil program tersebut sudah dapat ditentukan lulus atau tidak.

Program semester berisikan garis-garis besar mengenai hal-hal yang hendak dilaksanakan dan

dicapai dalam semester tersebut. Program semester ini merupakan penjabaran dari program

tahunan. Kalau program tahunan disusun untuk menentukan jumlah jam yang diperlukan untuk

mencapai kompetensi dasar, maka dalam program semester diarahkan untuk menjawab minggu

keberapa atau kapan pembelajaran untuk mencapai kompetensi dasar itu dilakukan.
Pada umumnya program semester ini berisikan tentang bulan, pokok bahasan yang hendak

disampaikan, waktu yang direncanakan, dan keterangan-keterangan.

Format untuk program semesteran dapat dilihat pada halaman berikut ini.

PROGRAM SEMESTER

Nama Sekolah :

Mata Pelajaran :

Kelas :

Semester :

Al Juli Agustus Septemb Oktober Novembe Desembe


S
ok er r r
K
N . 3 4 1 2 3 4 5 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
.
o W
K
ak
D
tu

Dari format semesteran di atas maka tampak jelas bahwa program ini pada dasarnya

sebagai penjabaran dari program tahunan. Cara pengisian program di atas adalah sebagai berikut:

a. Tentukan Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD) yang ingin dicapai. Dalam

hal ini guru tidak perlu merumuskan SK dan KD, sebab semuanya sudah ditentukan dalam

Standar Isi (SI), yakni pada Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang sudah kita kenal

, kecuali kalau kita memang diharuskan merumskan SK dan KD sendiri, misalnya dalam

merumuskan kurikulum Muatan Lokal (Mulok).


b. Lihat program tahunan yang telah kita susun untuk menentukan alokasi waktu atau jumlah

jam pelajaran setiap SK dan KD itu.

c. Tentukan pada bulan dan minggu keberapa proses pembelajaran KD itu akan dilaksanakan.

D. Langkah-langkah Penyusunan Program Semester

a. Memasukkan KD, topik dan sub topik bahasan dalam format Program Semester.

b. Menentukan jumlah jam pada setiap kolom minggu dan jumlah tatap muka per minggu untuk

mata pelajaran.

c. Mengalokasikan waktu sesuai kebutuhan bahasan topik dan sub topik pada kolom minggu

dan bulan.

d. Membuat catatan atau keterangan untuk bagian-bagian yang membutuhkan penjelasan.

Kelebihan KTSP :

 Mendorong terwujudnya otonomi sekolah dalam penyelenggaraan pendidikan.


 Mendorong para guru, kepala sekolah, dan pihak manajemen sekolah untuk semakin
meningkatkan kreativitasnya dalam penyelenggaraan program-program pendidikan.
 KTSP memungkinkan bagi setiap sekolah untuk menitikberatkan dan mengembangkan mata
pelajaran tertentu yang aspektabel bagi kebutuhan siswa..
 KTSP akan mengurangi beban belajar siswa yang sangat padat dan memberatkan kurang lebih
20%.
 KTSP memberikan peluang yang lebih luas kepada sekolah-sekolah plus untuk mengembangkan
kurikulum sesuai dengan kebutuhan.

Kekurangan KTSP :

 Kurangnya SDM yang diharapkan mampu menjabarkan KTSP pada kebanyakan satuan
pendidikan yang ada
 Kurangnya ketersediaan sarana dan prasarana pendikung sebagai kelengkapan dari pelaksanaan
KTSP
 Masih banyak guru yang belum memahami KTSP secara Komprehensif baik konsepnya,
penyusunanya maupun prakteknya di lapangan
 Penerapan KTSP yang merokomendasikan pengurangan jam pelajaran akan berdampak
berkurangnya pendapatan guru.
Sejarah Kurikulum 2013

Kurikulum 2013 merupakan kurikulum yang sedang dalam tahap perencanaan dan saat ini sedang dalam
proses pelaksanaan oleh pemerintah, karena ini merupakan perubahan dari struktur kurikulum KTSP.
Perubahan ini dilakukan karena banyaknnya masalah dan salah satu upaya untuk memperbaiki kurikulum
yang kurang tepat.

Dalam KTSP, kegiatan pengembangan silabus merupakan kewenangan satuan pendidikan, namun
dalam Kurikulum 2013 kegiatan pengembangan silabus beralih menjadi kewenangan pemerintah, kecuali
untuk mata pelajaran tertentu yang secara khusus dikembangkan di satuan pendidikan yang bersangkutan.

Meskipun silabus sudah di kembangkan oleh pemerintah pusat , namun guru tetap dituntut untuk
dapat memahami seluruh pesan dan makna yang terkandung dalam silabus, terutama untuk kepentingan
operasionalisasi pembelajaran. Oleh karena itu, kajian silabus tampak menjadi penting, baik dilakukan
secara mandiri maupun kelompok sehingga diharapkan para guru dapat memperoleh perspektif yang lebih
tajam, utuh dan komprehensif dalam memahami seluruh isi silabus yang telah disiapkan tersebut.

Adapun penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) masih merupakan kewenangan


guru yang bersangkutan, yaitu dengan berusaha mengembangkan dari Buku Babon (termasuk silabus)
yang telah disiapkan pemerintah.

Kurikulum 2013, yang rencananya diterapkan mulai tahun ajaran 2013/2014, masih menimbulkan pro dan
kontra di kalangan praktisi pendidikan. Pihak yang mendukung kurikulum baru menyatakan, Kurikulum
2013 memadatkan pelajaran sehingga tidak membebani siswa, lebih fokus pada tantangan masa depan
bangsa, dan tidak memberatkan guru dalam penyusunan kurikulum tingkat satuan pendidikan.

Pihak yang kontra menyatakan, Kurikulum 2013 justru kurang fokus karena menggabungkan mata
pelajaran IPA dengan Bahasa Indonesia di sekolah dasar. Ini terlalu ideal karena tidak
mempertimbangkan kemampuan guru serta tidak dilakukan uji coba dulu di sejumlah sekolah sebelum
diterapkan.

Kelebihan Kurikulum 2013 :

Lebih menekankan pada pendidikan karakter. Selain kreatif dan inovatif, pendidikan karakter juga
penting yang nantinya terintegrasi menjadi satu. Misalnya, pendidikan budi pekerti luhur dan karakter
harus diintegrasikan kesemua program studi.

 Asumsi dari kurikulum 2013 adalah tidak ada perbedaan antara anak desa atau kota. Seringkali
anak di desa cenderung tidak diberi kesempatan untuk memaksimalkan potensi mereka.
 Merangsang pendidikan siswa dari awal, misalnya melalui jenjang pendidikan anak usia dini.
 Kesiapan terletak pada guru. Guru juga harus terus dipacu kemampuannya melalui pelatihan-
pelatihan dan pendidikan calon guru untuk meningkatkan kecakapan profesionalisme secara terus
menerus.

Kekurangan Kurikulum 2013 :

Pemerintah seolah melihat semua guru dan siswa memiliki kapasitas yang sama dalam kurikulum 2013.
Guru juga tidak pernah dilibatkan langsung dalam proses pengembangan kurikulum 2013.
 Tidak ada keseimbangan antara orientasi proses pembelajaran dan hasil dalam kurikulum 2013.
Keseimbangan sulit dicapai karena kebijakan ujian nasional (UN) masih diberlakukan.
 Pengintegrasian mata pelajaran IPA dan IPS dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia untuk
jenjang pendidikan dasar tidak tepat, karena rumpun ilmu pelajaran-pelajaran tersebut berbeda.

A. Pendahuluan
Dalam kegiatan pendidikan seharusnya para pendidik mengetahui tentang perencanaan untuk
memperlancar suatu system pendidikan dan pembelajaran yang efektif dan efisien, dan dengan
perencanaan yang matang maka kegiatan pendidikan akan mampu berjalan dengan baik dan dapat
mencapai tujuan yang ingin dicapai
Program tahunan, program semester, dan pekan efektif merupakan rancangan kegiatan yang akan
dilaksanakan dalam sistem pendidikan dalam suatu lembaga pendidikan.
Dengan adanya kebutuhan sebagaimana diatas maka kami akan memaparkan mengenai program
tahunan, program semester dan pekan efektif serta langkah-langkah penyusunannya

B. Pengertian
1. Pengertian Program Tahunan
Program adalah sederetan kegiatan yang akan dilakukan untuk mencapai suatu tujuan tertentu.Dalam
pengertian program tahunan terdapat beberapa pendapat yang menjelaskan tentang pengertian tersebut.
Program tahunan adalah rencana penetapan alokasi waktu satu tahun ajaran untuk mencapai tujuan
(standar kompetensi dan kompetensi dasar) yang telah ditetapkan. Penetapan alokasi waktu diperlukan
agar seluruh kompetensi dasar yang ada dalam kurikulum seluruhnya dapat dicapai oleh siswa.
Program tahunan merupakan program umum setiap mata pelajaran untuk setiap kelas, yang
dikembangkan oleh guru mata pelajaran yang bersangkutan. Program ini perlu dipersiapkan dan
dikembangkan oleh guru sebelum tahun ajaran, karena merupakan pedoman bagi pengembangan
program-program berikutnya, seperti program semester, program mingguan, dan program harian atau
program pembelajaran setiap pokok bahasan, yang dalam KBK dikenal modul.
Dalam program perencanaan menetapkan alokasi waktu untuk setiap kompetensi dasar yang harus
dicapai, disusun dalam program tahunan. Dengan demikian, penyusunan program tahunan pada dasarnya
adalah menetapkan jumlah waktu yang tersedia untuk setiap kompetensi dasar.
2. Pengertian Program Semester
Semester adalah satuan waktu yang digunakan untuk penyelenggaraan program pendidikan. Kegiatan
yang dilaksanakan dalam semester itu ialah kegiatan tatap muka, praktikum, keraja lapangan, mid
semester, ujian semester dan berbagai kegiatan lainya yang diberi penilaian keberhasilan.
Dalam program pendidikan semester dipakai satuan waktu terkecil, yaitu satuan semester untuk
menyatakan lamanya satu program pendidikan.Masing-masing program semester sifatnya lengkap dan
merupakan satu kebulatan dan berdiri sendiri. Pada setiap akhir semester segenap bahan kegiatan program
semester yang disajikan harus sudah selesai dilaksanakan dan mahasiswa yang mengambil program
tersebut sudah dapat ditentukan lulus atau tidak.
Program semester berisikan garis-garis besar mengenai hal-hal yang hendak dilaksanakan dan dicapai
dalam semester tersebut. Program semester ini merupakan penjabaran dari program tahunan.
Kalau program tahunan disusun untuk menentukan jumlah jam yang diperlukan untuk mencapai
kompetensi dasar, maka dalam program semester diarahkan untuk menjawab minggu keberapa atau kapan
pembelajaran untuk mencapai kompetensi dasar itu dilakukan.
Pada umumnya program semester ini berisikan tentang bulan, pokok bahasan yang hendak
disampaikan, waktu yang direncanakan, dan keterangan-keterangan.

3. Pengertian Analisis pekan evektif


Pekan efektif adalah hitungan hari-hari efektif yang ada pada tahun pelajaran berlangsung. Untuk
membantu kemajuan belajar peserta didik, di samping modul perlu dikembangkan program mingguan dan
harian. Program ini merupakan penjabaran dari program semster dan program modul. Melalui program ini
dapat diketahui tujuan-tujuan yang telah dicapai dan yang perlu diulang, bagi setiap peserta didik. Melalui
program ini juga diidentifikasi kemajuan belajar setiap peserta didik, sehingga dapat diketahui peserta
didik yang mendapat kesulitan dalam setiap modul yang dikerjakan, dan peserta didik yang memiliki
kecepatan belajar di atas rata-rata kelas.
Bagi peserta didik yang cepat bisa diberikan pengayaan, sedang bagi yang lambat dilakukan
pengulangan modul untuk mencapai tujuan yang belum dica[ai dengan menggunakan waktu cadangan.
Cara menentukan Pekan efektif
· Menentukan jumlah minggu selama satu tahun.
· Menghitung jumlah minggu tidak efektif selama 1 tahun.
· Menghitung jumlah minggu efektif dengan cara jumlah minggu dalam 1 th dikurang jumlah
minggu tidak efektif .
· Menghitung jumlah jam efektif selama satu tahun dengan cara jumlah minggu efektif dikali
jumlah jam pelajaran per minggu.

C. Langkah-Langkah Menyusun Program Tahunan Dan Program Semester


Dalam penyusunan program tahunan ada beberapa langkah yang perlu untuk di perhatikan
1. Langkah-langkah Penyusunan Program Tahunan
a) Menelaah kalender pendidikan, dan ciri khas sekolah/madrasah berdasarkan kebutuhan tingkat
satuan pendidikan.
b) Menandai hari-hari libur, permulaan tahun pelajaran, minggu efektif,belajar, waktu pembelajaran
efektif (per minggu). Hari-hari libur meliputi
a. Jeda tengah semester
b. Jeda antar semester
c. Libur akhir tahun pelajara
d. Hari libur keagaman
e. Hari libur umum termasuk hari-hari besar nasional
f. Hari libur khusus
c) Menghitung jumlah minggu efektif setiap bulan dan semester dalam satu tahun dan memasukkan
dalam format matrik yang tersedia.
d) Medistribusikan olokasi waktu yang disediakan untuk suatu mata pelajaran, pada setiap KD dan
topik bahasannya pada minggu efektif, sesuai ruang lingkup cakupan maeri, tingkat kesulitan dan
pentingnya materi tersebut, serta mempertimbangkan waktu untuk ulangan serta review materi.

2. Langkah-langkah Penyusunan Program Semeste


a) Memasukkan KD, topik dan sub topik bahasan dalam format Program Semester
b) Menentukan jumlah jam pada setiap kolom minggu dan jumlah tatap muka per minggu untuk mata
pelajaran
c) Mengalokasikan waktu sesuai kebutuhan bahasan topik dan sub topik pada kolom minggu dan bulan.
d) Membuat catatan atau keterangan untuk bagian-bagian yang membutuhkan penjelasan

D. Contoh Format Analisis Pekan Efektif, Program Tahunan, dan Program Semerster
1. Format Analisis Pekan Efektif

Minggu
Jumlah Minggu
Semester Bulan tdk Keterangan
Minggu efektif
efektif
I Juli

Agustus

September

Oktober

November

Desember

Jumlah
II Januari

Februari

Maret

April

Mei

Juni

Jumlah
Jakarta, ................... 2011 Guru Mata Pelajaran
(----------------------------)
2. Format Program Tahunan
Satuan Pendidikan :
Mata Pelajaran :
Kelas/Program :
Tahun Pelajaran :
Standar Kompetensi Konsep/Sub Alokasi Keterangan
Kompetensi Dasar Konsep Waktu
Smster I (KD) (Pokok
Bahasan)

Jumlah
Standar Kompetensi Konsep/Sub Alokasi Keterangan
Kompetensi Dasar Konsep Waktu
Smster II (KD) (Pokok
Bahasan)

Jumlah
Mengetahui Samarinda, ................... 2012
Kepala Madrasah Guru Mata Pelajaran
(..................................) (.................................)

3. Silabus adalah rencana pembelajaran pada suatu dan/atau kelompok mata pelajaran/tema
tertentu yang mencakup standar kompetensi, kompetensi dasar, materi pokok/pembelajaran,
kegiatan pembelajaran, indikator, penilaian, alokasi waktu, dan sumber/ bahan/ alat belajar.
4. RPP merupakan singkatan dari Rencana Pelaksanaan Pembelajaran, yang berarti rencana
yang menggambarkan prosedur dan pengorganisasian pembelajaran untuk mencapai satu
kompetensi dasar yang ditetapkan dalam Standar Isi dan dijabarkan dalam Silabus. Lingkup
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran paling luas mencakup 1 (satu) kompetensi dasar yang terdiri
atas 1 (satu) indikator atau beberapa indikator untuk 1 (satu) kali pertemuan atau lebih. Rencana
Pelaksanaan Pendidikan (RPP) pada hakekatnya merupakan perencanaan jangka pendek untuk
memperkirakan atau memproyeksikan apa yang akan dilakukan dalam pembelajaran. Dengan
demikian RPP merupakan upaya untuk memperkirakan tindakan yang akan dilakukan dalam
kegiatan pembelajaran.
 Langkah-langkah Pengembangan Silabus

Sebagaimana telah dikemukakan dalam uraian sebelumnya Silabus adalah rencana pembelajaran
pada suatu dan/atau kelompok mata pelajaran/tema tertentu yang mencakup standar kompetensi,
kompetensi dasar, materi pokok/pembelajaran, indikator, penilaian, alokasi waktu, dan
sumber/bahan/alat belajar. Silabus merupakan penjabaran standar kompetensi dan kompetensi
dasar ke dalam materi pokok/pembelajaran, kegiatan pembelajaran, dan indikator pencapaian
kompetensi untuk penilaian.Silabus mata pelajaran disusun berdasarkan seluruh alokasi waktu
yang disediakan untuk mata pelajaran selama penyelenggaraan pendidikan di tingkat satuan
pendidikan. Penyusunan silabus memperhatikan alokasi waktu yang disediakan per semester, per
tahun, dan alokasi waktu mata pelajaran lain yang sekelompok.

 Langkah-langkah penyusunan rpp


Langkah-langkah menyusun suatu rencana pelaksanaan pembelajaran meliputi beberapa
hal berikut.
a. Identitas mata pelajaran
b.Tuliskan nama mata pelajaran, kelas, semester, dan alokasi waktu ( jam pertemuan ).
c. Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar
d.Tuliskan standar kompetensi dan kompetensi dasar sesuai dengan Standar Isi.
e. Indikator
f. Pengembangan indikator dilakukan dengan beberapa pertimbangan berikut.
· Setiap KD dikembangkan menjadi beberapa indicator (lebih dari dua).
· Indikator menggunakan kata kerja operasional yang dapat diukur dan diobservasi.
· Tingkat kata kerja dalam indikator lebih rendah atau setara
dengan kata kerja KD atau SK.
· Prinsip pengembangan indicator adalah urgensi, Kontinuitas, Relevansi dan Kontekstual.
· Keseluruhan indikator dalam satu KD merupakan tanda-tanda, perilaku, dan lain-lain untuk
pencapaian kompetensi yang merupakan kemampuan bersikap, berfikir dan bertindak secara
konsisten.
g. Materi pembelajaran
Cantumkan materi pembelajaran dan lengkapi dengan uraiannya yang telah dikembangkan dalam
silabus.
 CONTOH FORMAT SILABUS

Nama Sekolah : SMA NEGERI 1 MAKARTI JAYA


Mata Pelajaran : MATEMATIKA
Kelas/Program: X
Semester :1
STANDAR KOMPETENSI:
1. Memecahkan masalah yang berkaitan dengan bentuk pangkat, akar, dan logaritma.

KOMPETENSI MATERI POKOK/ KEGIATAN SUMB


INDIKATOR PENILAIAN WAKTU
DASAR PEMBELAJARAN PEMBELAJARAN BELA
KOMPETENSI MATERI POKOK/ KEGIATAN SUMB
INDIKATOR PENILAIAN WAKTU
DASAR PEMBELAJARAN PEMBELAJARAN BELA

1.1 Menggunakan
Bentuk Pangkat,
aturan pangkat, · Mengubah Jen Sumber
Akar, dan
akar, dan bent ·Buku
Logaritma
logaritma Paket
· Bentuk Pangkat ·Buku
· Bentuk Akar referen
· Bentuk Logaritma lain

 CONTOH FORMAT RPP

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN


SEKOLAH : SMA Negeri…………..
MATA PELAJARAN : MATEMATIKA
KLS/PROGRAM/SEMESTER : XI/IPA/ 1
TAHUN PELAJARAN : …………./……….
STANDAR KOMPETENSI : Menggunakan aturan statistic pencacahan, dan sifat-sifat pecahan
pemecahan masalah.
KOMPETENSI DASAR : Menentukan ruang sampel suatu percobaan
1. Menentukan banyaknya kemungkinan kejadian dari berbagai situasi
2. Menuliskan himpunan kejadian dari suatu percobaan
ALOKASI WAKTU : 8 x 45 menit
A. MATERI PEMBELAJARAN:
Ruang Sampel
B. METODE PEMBELAJARAN: Inkuiri
1. Tanya jawab
2. Penugasan
C. LANGKAH LANGKAH KEGIATAN PEMBELAJARAN
1. Kegiatan Awal (Apersepsi) :
- Motivasi siswa sesuai dengan pokok bahasan
- Mengingat kembali materi yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya
- Membahas PR
2. Kegiatan Inti
- Siswa mendaftar titik-titik sampel dari suatu percobaan acak
- Siswa menentukan ruang sampel dari percobaan acak tunggal dan kombinasi
- Siswa menentukan titik sampel
3. Kegiatan Akhir (Penutup)
- Merangkum
- Pemberian tugas
D. SUMBER PEMBELAJARAN
1. Buku pegangan siswa
2. Modul MGMP sekolah
3. LKS
E. PENILAIAN
1. Tehnik : Tes tertulis