Anda di halaman 1dari 6

rnaan,namun demikian penulis berusaha semaksimal mungkin agar Makalah

ini dapat bermanfaat bagi penulis sendiri,maupun terhadap pembaca.

Akahir kata semoga Makalah ini dapat bermanfaat bagi penulis dan
pembaca Makalah ini.

pembibimbiun

Ampana ,Juni 2012

Penulis

Irmawati.Sumaga
BAB I

PENDAHULUAN

A.Latar Belakang

Pembangunan bidang kesehatan pada dasarnya menyangkut pembangunan


fisik,mental maupun sosial,hal ini sesuai dengan UU No.23 tahun 1992 bahwa:

“kesehatan adalah keadaan sejahtera dari badan,jiwa dan sosial yang


memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomis”.

Dalam sistem kesehatan Nasional telah di cantumkan bahwa tujuan


pembangunan kesehatan adalah tercapainya kemampuan untuk hidup sehat
bagi setiap penduduk agar dapat mewujudkan derajat kesehatan yang
optimal.Derajat kesehatan sangat di pengaruhi oleh beberapa faktor,yaitu
faktor lingkungan,faktor perilaku,faktor pelayanan kesehatan dan faktor
keturunan.

Dalam perkembangannya pembangunan kesehatan telah mencapai


perubahan orientasi nilai dan pemikiran mengenai upaya pemecahan masalah
kesehatan yang mencakup upaya peningkatan
promotif,pencegahan(preventif),penyembuhan(kuratif),dan
pemulihan(rehabilitatif) yang bersifat menyeluruh,terpadu,dan
berkesinambungan.

Upaya perbaikan kesehatan masyarakat terus ditingkatkan antara lain


melalui pencegahan dan pemberantasan penyakit menular,diantaranya
adalah penyakit malaria.

Di Indonesia,malaria merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat


yang mempengaruhi angaka kematian bayi,anak umur dibawah lima tahun
dan ibu melahirkan serta menurunkan produktifitas tenaga kerja.Angka
kesakitan penyakit ini relatif masih cukup tinggi terutama di kawasan Timur
Indonesia.

Program pengendalian malaria merupakan salah satu bagian dari program


pemberantasan penyakit menular merupakan masalah kesehatan di
Indonesia.Upaya-upaya yang telah dilakukan telah dapat menurunkan angka
kesakitan dan kematian karena malaria,namun di beberapa daerah khususnya
di kawasan Indonesia Timur insiden penyakit ini masih relatif cukup
tinggi(Depkes RI.P2 B2.1999)

B.RUMUSAN MASALAH

Dari penjelasan latar belakang diatas,ada pun yang menjadi pokok


permasalahan ialah:

 Bagaimana cara penularan penyakit malaria?


 Bagaimana cara pengendalian dan pencegahan penyakit malaria?

C.TUJUAN

Untuk mengetahui dan memperoleh gambaran tentang sistem kegiatan


pencegahan malaria dan memperoleh gambaran tentang mekanisme
penemuan dan pengobatan penderita.
BAB II

Malaria adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh sporozoa dari Genus
Plasmodium dengan gambaran penyakit berupa demam yang sering
periodik,anemia,pembesaran limpa dan berbagai kumpulan gejala oleh karena
pengaruhnya pada beberapa organ misalnya otak,hati,dan ginjal.Penyakit ini
di tularkan oleh nyamuk Anopheles betina yang mengandung
plasmodium,dapat menyerang semua orang ,semua golongn
umur.Penyebaran penyakit malaria ditentukan oleh faktor yang disebut
Host(penjamu),Agent(parasit plasmodium),dan Environment(lingkungan).

Bagi penjamu ada beberapa faktor intrinsic yang dapay mempengaruhi


kerentanan penjamu terhadap agen.Agent atau penyebab penyakit adalah
semua unsur atau elemen hidup atau tidak hidup dimana dalam
kehadiranya,bila di ikuti dengan kontak yang evektif dengan manusia yang
rentan akan menjadi stimulasi untuk memudahkan terjadinya suatu proses
penyakit.

Nyamuk berkembang biak dengan baik bila lingkungan sesuai dengan


keadaan yang dibutukan olah nyamuk yang berkembang biak.faktor-faktor
lingkungan dapat dikelompokkan menjadi:

 Lingkungan fisik
 Lingkungan kimiawi
 Lingkungan biologis(flora dan fauna)
 Lingkungan sosial budaya

Cara penularan penyakit malaria yaitu:

1. Penularan secara alamia(natural injektion).Malaria di tularkan oleh


nyamuk Anopheles ,nyamuk ini jumlahnya kurang lebih ada 80 jenis
dan dari 80 jenis itu,hanya kurang lebih 16 jenis yang menjadi vektor
penyebat malaria di Indonesia.
2. Penularan yang tidak alamiah.
a) Malaria bawaan(congenital)

Terjadi pada bayi yang baru dilahirkan karena ibunya menderita


malaria.Penularan terjadi melalui tali pusat atau plasenta.
b) Secara mekanik

Penularan terjadi melalui transfusi darah atau melalui jarum


suntik.Penularan melalui jarum suntik banyak terjadi pada para
morfinis yang menggunakan jarum suntik yang tidak steril lagi.Cara
penularan ini pernah dilaporkan disalah satu rumah sakit di
Bandung pada tahun 1981,pada penderita yang dirawat dan
mendapatkan suntikan intravena dengan menggunakan alat suntik
yang dipergunakan untuk menyuntik beberapa pasien,dimana alat
suntik itu seharusnya dibuang sekali pakai(disposible).

c) Secara oral(melalui mulut)

Cara penularan ini pernah dibuktikan pada


burung,ayam(p.gallinasium),burung dara(p.Relection),dan
monyet(p.knowles).Pada umumnya sumber infeksi bagi malaria
pada manusia adalah manusia lain yang sakit malaria baik dengan
gejala maupun tanpa gejala klimis.

Penemuan penderita adalah menemukan pasien atau orang yang datang


berobat ke puskesmas dengan gejala demam menggigil,sakit kepala,kemudian
di ambil specimen darahnya untuk diperiksa dilaboratorium untuk
mengetahui apakah ia mengidap parasit malaria atau tidak.

Cara pengendalian dan pencegahan penyakit malaria,yaitu:

Penyebaran malaria ditularkan oleh tiga komponen yang saling terkait


disebut Host,Agent,dan Environment yang merupakan rantai penularan
penyakit malaria.Penyebaran malaria terjadi apabila ketiga rantai komponen
tersebut diatas saling mendukung.

a. Pengendalian vektor dilakukan dengan cara membunuh nyamuk


dewasa(penyemprotan rumah menggunakan insektisida),membunuh
jentik(kegiatan anti larva)dan menghilangkan atau mengurangi tempat
perindukan.Penyemprotan rumah pada prinsipnya memperpendek
umur nyamuk.Dengan dibunuhnya nyamuk maka parasit yang ada
dalam tubuh pertumbuhannya tidak sampai selesai,sehingga
penyebaran transmisi penyakit dapat terputus.
Demikian juga kegiatan anti larva dan mengurangi atau
menghilangkan tempat-tempat perindukan sehingga perkembangan
jumlah(density) nyamuk dapat dikurangi dengan akan berpengaruh
terjadinya transmisi penyakit malaria.
b. Penemuan dan pengobatan penderita
1. Mencari penderita malaria
Salah satu cara untuk memutuskan penyebaran penyakit adalah
dengan cara menemukan penderita sedini mungkin baik
dilakukan secara aktif oleh petugas khusus yang mengunjungi
rumah secara teratur(active case detection) maupun dilakukan
secara pasif(passive case detection),yaitu memeriksa semua
pasien yang berkunjung keunit pelayanan kesehatan(UPK),yaitu
polindes,pustu,puskesmas dan rumah sakit baik swasta maupun
pemerintah yang menunjukkan gejala klinis malaria.Bagi m,ereka
yang diduga malariadiambil daerahnya,dan dilakukan
pemeriksaan parasitologi dilaboratorium untuk meyakinkan
bahwa pasien itu menderita penyakit malaria.
2. Pengobatan malaria klinis

Ada beberapa cara dan jenis pengobatan terhadap tersangka atau


penderita yang meliputi:

a. Pengobatan malaria klinis

Pengobatan yang diberikan berdasarkan gejala klinis dan


ditujukan untuk menekan gejala klinis malaria dan membunuh

genus untuk mencegah terjadinya penularan tesebut.