Anda di halaman 1dari 13

1

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Belajar merupakan hal yang kompleks. Kompleksitas belajar tersebut dapat

dipandang dari berbagai aspek, dua diantaranya yaitu siswa dan guru. Dari segi siswa

misalnya, belajar dialami sebagai suatu proses, yakni proses mental dalam menghadapi

bahan belajar yang berupa keadaan, hewan, tumbuhan, manusia, dan bahan yang telah

terhimpun dalam buku pelajaran. Dari segi guru proses belajar tampak sebagai perilaku

belajar tentang sesuatu hal.

Belajar merupakan proses internal yang kompleks, melibatkan ranah-ranah kognitif,

afektif, dan psikomotorik, begitu juga dengan perkembangan sosial anak. Seyogyanya

guru dapat mengatur keempat hal tersebut dalam hal acara pembelajaran yang sesuai

dengan fase-fase belajar dan hasil belajar yang dikehendaki, sehingga tujuan dari

pembelajaran itu sendiri dapat tercapai dengan hasil yang maksimal.

Keempat aspek tersebut menjadi rumusan tujuan instruksional, aspek-aspek pembelajaran

B. Rumusan Masalah

1. Apa yang dimaksud dengan perasaan dan emosi?


2. Apa yang dimaksud dengan sikap?
3. Apa yang dimaksud dengan minat?

1
2

BAB II

Aspek Afektif dalam Belajar

A. Perasaan dan Emosi


1. Definisi Perasaan dan Emosi
a. Pengertian Perasaan
Perasaan dapat diartikan sebagai suasana psikis yang mengambil bagian
pribadi dalam situasi, dengan jalan membuka diri terhadap suatu hal yang berbeda
dengan keadaan atau nilai dalam diri. Apabila berfikir itu bersifat objektif maka
perasaan itu bersifat subjektif karena kebih banyak dipengaruhi oleh keadaan
diri.Apa yang baik, indah, menarik, bagi seseorang belum tentu baik, indah, dan
menarik bagi orang lain. Disamping itu perasaan juga berhubungan dengan
keadaan dan peristiwa jasmaniah.1
b. Pengertian Emosi
Menurut L. Crow dan A. Crow, emosi adalah pengalaman yang afektif
yang disertai oleh penyesuaian batin secara menyeluruh dimana keadaan mental
dan fisiologi sedang dalam kondisi yang meluap-luap, juga dapat diperluhatkan
dengan tingkah laku yang jelas dan nyata. Menurut Kaplan dan Saddock, emosi
adalah keadaan perasaan yang kopleks yang mengandung komponen jiwa, badan,
dan perilaku yang berkaitan dengan affect dan mood. Affect merupakan ekspresi
yang tampak oleh orang lain, dan affect dapat berfariasi sebagai respon terhadap
perubahan emosi, sedangkan mood adalah suatu perasaan yang meluas, meresap
dan terus menerus yang secara subjektif dialami dan diakatakan oleh individu dan
juga dilihat oleh orang lain.2 Menurut Gollemon, emosi merupakan suatu keadaan
biologis dan psikologis dan serangkaian kecenderungan untuk bertindak. Jadi
dapat disimpulkan bahwa emosi adalah suatu reaksi kompleks yang melibatkan
kegiatan dan perubahan yang mendalam yang disertai dengan perasaan yang
kuat.3

1
Wasty Soemanto, Psikologi Pendidikan,(Jakarta:Rineka Cipta,2006).37
2
Djali, Psikologi Pendidikan,(Jakarta:Bumi Aksara,2014).37
3
Nyayu Khadijah, Psikologi Pendidikan,(Jakarta:RajaGrafindo Persada,2014).137-138

2
3

2. Perbedaan perasaan dengan emosi


Perbedaan antara perasaan dan emosi tidak dapat dinyatakan dengan tegas, karena
keduanya merupakan suatu kelangsungan kualitas yang tidak jelas batasnya. Pada
suatu saat tertentu, suatu warna efektif dapat dikatakan sebagai perasaan, tetapi juga
dikatakan sebagai emosi. Oleh karena itu, yang dimaksudkan dengan emosi di sini
bukan terbatas pada pada emosi atau perasaan saja, tetapi meliputi setiap keadaan
pada setiap diri seseorang yang disertai dengan warna efektif, baik pada tingkat yang
lemah (dangkal) maupun pada tingkat yang kuat (mendalam).4
3. Jenis-jenis perasaan dengan emosi
a. Jenis-jenis perasaan
Perasaan dapat dibagi atas:
1) Perasaan jasmaniah, jenis perasaan ini sering pula disebut sebagai perasaan
rendah:
a) Perasaan sensoris yaitu perasaan yang berhubungan dengan stimuli
terhadap indra, misalnya: dingin, hangat, pahit, asam, dan sebagainya,
b) Perasaan vital, yaitu perasaan yang berhubungan dengan kondisi jasmani
pada umumnya, misalnya: lelah, lesu, letih, lemah, sehat, segar dan
sebagainya,
2) Perasaan rohaniah, sering pula disebut perasaan luhur, terdiri dari:
a) Perasaan intelektual, yaitu perasaan yang berhubungan dengan
kesanggupan intelektual dalam mengatasi suatu masalah, misalnya: senang
atau puas ketika berhasil(perasaan intelektual positif), kecewa atau jengkel
ketika gagal (perasaan intelektual negatif).
b) Perasaan etis, yaitu perasaan yang berhubungan dengan baik dan buruk
atau norma, misalnya: puas ketika mampu melakukan yang baik dan
menyesal ketika gagal melakukan yang baik.
c) Perasaan estetis, yaitu perasaan yang berhubungan dengan penghayatan
dan apresiasi tentang sesuatu yang indah atau tidak indah.

4
Ahmad Fauzi. Psikologi umum. (Bandung: Pustaka Setia. 2004). 54

3
4

d) Perasaa sosial, yaitu perasaan yang cenderung untuk mengikatkan diri


dengan orang-orang lain, misalnya: perasaan cinta sesama manusia, rasa
ingin bergaul, rasa ingin menolong dan sebagainya.
e) Perasaan harga diri, yaitu perasaan yang berhubungan dengan
penghargaan diri seseorang, misalnya: rasa senang, rasa puas, rasa bangga
akibat adanya pengakuan dan penghargaan dari orang lain.5
b. Jenis-jenis emosi
Secara garis besar emosi manusia dibedakan dalam dua bagian, yaitu:
1) Emosi yang menyenangkan atau emosi yang positif, yaitu emosi yang
menimbulkan perasaan positif pada orang yang mengalaminya, diantaranya
adalah cinta, sayang, senang, gembira, kagum dan sebagainya.
2) Emosi yang tidak menyenangkan atau emosi negative, yaitu emosi yang
menimbulkan perasaan negatif pada orang yang mengalaminya, diantaranya
adalah sedih, marah, benci, takut dan sebagainya.6
4. Peran perasaan dan emosi dalam belajar
Perasaan banyak mendasari dan juga mendorong tingkah laku manusia. Suasana
jiwa anak didik sangat mempengaruhi kegairahan belajarnya. Agar belajar anak dapat
berlangsung secara afektif pendidikan hendaknya mencipatakan situasi sedemikian
rupa, sehingga menimbulkan perasaan-perasaan yang menunjang aktivitas belajar
pada anak didik. Perasaan-perasaan baik yang jasmaniah maupun perasaan-perasaan
yang rohaniah dapat menambah kegairahan anak didik untuk belajar. Perasan-
perasaan anak didik hendaknya dikembangkan secara selaras (dalam hubungannya
dengan situasi belajar mengajar), serta seimbang (dalam hubungannya dengan
perkembangan pribadi anak didik).

Perasaan bereaksi terhadap lingkungan atau stimulinya atas dorongan emosi


sebagai kekuatan jiwa. Emosi ini erat berhubungan dengan jasmani. Karena itu,
perubahan-perubahan jasmaniah, baik jasmani luar maupun dalam diikuti dengan
timbulnya emosi, perubahan pernapasan, perubahan denyut jantung, perubahan darah,
perubahan pencernaan perut, berhubungan kesehatan badan, semuanya

5
Wasty Soemanto, Psikologi Pendidikan,(Jakarta:Rineka Cipta,2006).37-38
6
Nyanyu Khodijah. Psikologi Pendidikan,(Jakarta: Rajawali Press, 2014).139

4
5

mempengaruhi timbulnya emosi. Keadaan emosi yang stabil ataupun goncang


mempengaruhi perasaan. Karena pendidikan hendaknya mengenal serta
mengusahakan stabilitas emosi anak didik dalam mengusahakan stabilitas emosi,
tidak berarti pendidikan harus membunuh emosi anak melainkan menyeimbangkan
emosi anak.7 Emosi berpengaruh besar pada kualitas dan kuantitas belajar. Emosi
yang positif dapat mempercepat proses belajar dan mencapai hasil belajar yang lebih
baik, sebaliknya emosi yang negative dapat memperlambat belajar bahkan
menghentika sama sekali.8

B. Sikap
1. Pengertian Sikap
Sikap dapat didefinisikan dengan berbagai cara dan setiap definisi itu berbeda
satu sama lain. Trow mendefinisikan sikapa sebagai suatu kesiapan mental atau
emosional dalam beberapa jenis tindakan pada situasi yang tepat, Definisi sikap
menurut Allport menunjukkan bahwa sikap itu tidak muncul seketika atau dibawa
lahir, tetapi disusun dan dibentuk melalui pengalaman serta memberikan pengaruh
langsung kepada respon seseorang. Menurut Harlen sikap merupakan kesiapan atau
kecenderungan seseorang untuk bertindak dalam menghadapai suatu objek atau
situasi tertentu.
Jadi makna sikap yang terpenting apabila diikuti oleh objeknya. Sikap adalah
kecenderungan untuk bertindak berkenan dengan objek tertentu. Sikap bukan
tindakan nyata melainkan masih bersifat tertutup. 9
2. Komponen-komponen sikap
Sikap merupakan hubungan dari berbagai komponen yang terdiri atas:
a. Komponen kognitif, yaitu komponen yang tersusun atas dasar pengetahuan
dan informasi yang dimiliki seseorang tentang obyek sikapnya atau komponen
yang berkaitan dengan pengetahuan, pandangan, keyakinan atau bagaimana
meresapi obyek.

7
Wasty Soemanto, Psikologi Pendidikan,(Jakarta:Rineka Cipta,2006).38-39
8
Nyanyu Khodijah. Psikologi Pendidikan,(Jakarta: Rajawali Press, 2014).143
9
Djali, Psikologi Pendidikan,(Jakarta:Bumi Aksara,2014).114-115

5
6

b. Komponen afektif, yaitu komponen yang bersifat efaluatif yang berhubungan


dengan rasa senang dan tidak senang.
c. Komponen konatif, yaitu kesiapan seseorang untuk bertingkah laku yang
berhubungan dengan obyek sikapnya atau komponen yang berhubungan
dengan kecenderungan bertindak terhadap obyek. 10
3. Faktor-faktor yang memengaruhi sikap
a. Pengalaman pribadi
Apa yang telah dan sedang kita alami akan ikut membentuk dan
mempengaruhi penghayatan kita terhadap stimulus sosial.
b. Pengaruh orang lain yang dianggap penting
Orang lain di sekitar kita merupakan salah satu diantara komponen sosial
yang ikut mempengaruhi sikap kita. Seseorang yang dianggap penting,
seseorang yang kita harapkan persetujuannya bagi setiap gerak, tingkah dan
pendapat kita, seseorang yang tidak ingin kita kecewakan atau seseorang yang
berarti khusus bagi kita akan mempengaruhi pembentukan sikap kita terhadap
sesuatu. Contoh : Orang tua, teman sebaya, teman dekat, guru, istri, suami dan
lain-lain.
c. Pengaruh kebudayaan
Kebudayaan dimana kita hidup dan dibesarkan mempunyai pengaruh
besar terhadap pembentukan sikap kita.
d. Media massa
Sebagai sarana komunikasi, berbagai bentuk media massa seperti televisi,
radio, surat kabar, majalah dan lain-lain mempunyai pengaruh besar dalam
pembentukan opini dan kepercayaan. Adanya informasi baru mengenai
sesuatu hal memberikan landasan kognitif bagi terbentuknya sikap terhadap
hal tersebut.

10
http://www.khoirurosida.com/2012/08/pengertian-definisi-komponen-dan-ciri_3.html, diakses senin, 31
oktober 2016.

6
7

e. Lembaga pendidikan dan lembaga agama


Lembaga pendidikan serta lembaga agama sebagai suatu sistem
mempunyai pengaruh dalam pembentukan sikap dikarenakan keduanya
meletakkan dasar pengertian dan konsep moral dalam arti individu.

f. Pengaruh faktor emosional


Tidak semua bentuk sikap dipengaruhi oleh situasi lingkungan dan
pengalaman pribadi seseorang, kadang-kadang sesuatu bentuk sikap
merupakan pernyataan yang didasari oleh emosi yang berfungsi yang
berfungsi sebagai penyaluran frustasi atau pengalihan bentuk mekanisme
pertahanan ego.11
4. Sikap dalam belajar
Sikap belajar ikut menetukan intensitas kegiatan belajar. Sikap belajar
yang positif akan menimbulkan intensitas kegiatan yang lebih tinggi dibanding
dengan sikap belajar yang negative. Peranan sikap bukan saja ikut menentukan
apa yang dilihat seseotang, melainkan juga bagaimana ia melihatnya.
Segi afektif dalam sikap merupakan sumber motif. Sikap belajar yang
positif dapat disamakan dengan minat, sedangkan minat akan memperlancar
jalannya pelajaran siswa yang malas, tidak mau belajar dan gagal dalam belajar,
disebabkan oleh tidak adanya minat.
Berdasarkan hal-hal yang dikemukakan di atas dapat disimpulkan bahwa
sikap belajar ikut berperan dalam menentukan aktivitas belajar siswa. Sikap
belajar yang positif berkaitan erat dengan minat dan motivasi. Oleh karena itu,
apabila faktor lainnya sama, siswa yang sikap belajarnya positif akan belajar lebih
aktif dan dengan demikian akan memperoleh hasil yang lebih baik dibandingkan
siswa yang sikap belajarnya negative. Cara mengembangkan sikap belajar yang
positif:
a. Bangkitkan kebutuhan untuk menghargai keindahan, untuk mendapat
penghargaan dan sebagainya.
b. Hubungkan dengan pengalaman yang lampau.

11
https://bukunnq.wordpress.com/2012/03/06/makalah-sikap/, diakses senin, 31 oktober 2016.

7
8

c. Beri kesempatan untuk mendapatkan hasil yang baik.


d. Gunakan berbagai metode belajar seperti diskusi, kerja kelompok, membaca,
dan sebagainya.12

C. Minat
1. Pengertian minat
Minat adalah rasa lebih suka dan rasa keterkaitan pada suatu hal atau aktivitas,
tanpa ada yang menyuruh. Minat pada dasarnya adalah penerimaan akan suatu
hubungan antara diri sendiri dengan suatu diluar diri, semakin kuat atau dekat
hubungan tersebut, semakin besar minatnya. Crow and Crow mengatakan bahwa
minat berhubungan dengan gaya gerak yang mendorong seseorang untuk menghadapi
atau berurusan dengan orang, benda, kegiatan, dan pengalaman yang disarang oleh
kegiatan itu sendiri.
Jadi, minat dapat di ekspresikan melalui pernyataan yang menunjukkan bahwa
siswa lebih menyukai suatu hal dari oada yang lainnya, dapat pula dimanifestasikan
melalui partisipasi dalam suatu aktivitas.13
2. Faktor-faktor yang memengaruhi minat
Dalam buku Muhibbin Syah, Disebutkan faktor yang memengaruni minat ada
dua, yaitu:
a. Faktor intrinsik, yaitu hal dan keadaan yang berasal dari dalam diri siswa sendiri
yang dapat mendorongnya melakukan tindakan belajar, meliputi perasaan,
menyenangi materi dan kebutuhan terhadap materi tersebut.
b. Faktor ekstrinsik, yaitu hal dan keadaan yang datang dari luar individu siswa yang
juga mendorongnya untuk melakukan kegiatan belajar, meliputi pujian, hadiah,
peraturan atau tata tertib sekolah, suri tauladan orang tua dan cara mengajar
gurunya.14

12
Djali, Psikologi Pendidikan,(Jakarta:Bumi Aksara,2014).116-117
13
Ibid. 121
14
Muhibbin Syah, Psikologi Belajar, (Jakarta: Logos, 1999). 137.

8
9

3. Upaya meningkatkan minat belajar siswa

Pada dasarnya cara meningkatkan minat belajar siswa dipengaruhi oleh


lingkungan dan kebiasaan siswa. Minat belajar seorang siswa akan lebih meningkat
jika setiap selesai ulangan orang tua selalu memberikan hadiah. Cara meningkatkan
minat belajar siswa dimulai dari cara orang tua mendidik dan kebiasaan siswa itu
sendiri. Jika orang tua selalu memperhatikan dan selalu menyuruh belajar anak dijam
yang sama setiap hari, maka akan menjadi kebiasaan anak tersebut, jika mereka sudah
menyukai belajar minat belajar siswa akan meningkat dalam dirinya. Kemudian
meningkatkan belajar siswa dengan memberikan motivasi-motivasi agar mereka tidak
malas belajar. Meningkatkan minat belajar juga dipengaruhi dari cata mengajar
seorang guru. Guru yang lucu, sabar, dan santi saat mengajar namun mudah dipahami
lebih disukai siswa jika dibandingkan dengan guru yang killer dan terlalu serius.
Meningkatkan.15

15
http://Duniapelajar.com/2014/01/03/cara-meningkatkan-minat-belajar-siswa/, diakses 31 oktober 2016.

9
10

KESIMPULAN

1. Perasaan dan Emosi


a. Definisi perasaan dan emosi
Perasaan diartikan sebagai suasana psikis yang mengambil bagian pribadi
dalam situasi, sedangkah emosi diartikan sebagai suatu reaksi kompleks yang
melibatkan kegiatan dan perubahan yang mendalam yang disertai dengan
perasaan yang kuat.
b. Perbedaan perasaan dan emosi
Perbedaan antara perasaan dan emosi tidak dapat dinyatakan dengan tegas,
karena keduanya merupakan suatu kelangsungan kualitas yang tidak jelas
batasnya. Pada suatu saat tertentu, suatu warna efektif dapat dikatakan sebagai
perasaan, tetapi juga dikatakan sebagai emosi.
c. Jenis-jenis perasaan dan emosi
 Jenis-jenis perasaan
 Perasaan jasmaniah
 Perasaan rohaniah
 Jenis-jenis emosi
 Emosi yang menyenangkan atau emosi yang positif,
 Emosi yang tidak menyenangkan atau emosi negative.
d. Peran perasaan dan emosi dalam belajar
Perasaan banyak mendasari dan juga mendorong tingkah laku manusia.
Suasana jiwa anak didik sangat mempengaruhi kegairahan belajarnya. Agar
belajar anak dapat berlangsung secara afektif pendidikan hendaknya
mencipatakan situasi sedemikian rupa, sehingga menimbulkan perasaan-
perasaan yang menunjang aktivitas belajar pada anak didik. Perasaan bereaksi
terhadap lingkungan atau stimulinya atas dorongan emosi sebagai kekuatan
jiwa. Emosi ini erat berhubungan dengan jasmani. Emosi berpengaruh besar
pada kualitas dan kuantitas belajar. Emosi yang positif dapat mempercepat
proses belajar dan mencapai hasil belajar yang lebih baik, sebaliknya emosi
yang negative dapat memperlambat belajar bahkan menghentikat sama sekali.

10
11

2. Sikap
a. Pengertian sikap
Sikap adalah kecenderungan untuk bertindak berkenan dengan objek
tertentu. Sikap bukan tindakan nyata melainkan masih bersifat tertutup.
b. Komponen-komponen sikap
1. Komponen kognitif,
2. Komponen afektif,
3. Komponen konatif.
c. Faktor-faktor yang memengaruhi sikap
1. Pengalaman pribadi,
2. Pengaruh orang lain yang dianggap penting,
3. Pengaruh kebudayaan,
4. Media massa,
5. Lembaga pendidikan dan lembaga agama,
6. Pengaruh faktor emosional
d. Sikap dalam belajar
Sikap belajar ikut berperan dalam menentukan aktivitas belajar siswa.
Sikap belajar yang positif berkaitan erat dengan minat dan motivasi. Oleh
karena itu, apabila faktor lainnya sama, siswa yang sikap belajarnya positif
akan belajar lebih aktif dan dengan demikian akan memperoleh hasil yang
lebih baik dibandingkan siswa yang sikap belajarnya negative.
3. Minat
a. Pengertian minat
Minat adalah rasa lebih suka dan rasa keterkaitan pada suatu hal atau
aktivitas, tanpa ada yang menyuruh. minat dapat di ekspresikan melalui
pernyataan yang menunjukkan bahwa siswa lebih menyukai suatu hal dari
oada yang lainnya, dapat pula dimanifestasikan melalui partisipasi dalam
suatu aktivitas.
b. Faktor-faktor yang memengaruhi minat
1. Faktor intrinsik,
2. Faktor ekstrinsik

11
12

c. Upaya meningkatkan minat belajar siswa


Pada dasarnya cara meningkatkan minat belajar siswa dipengaruhi oleh
lingkungan dan kebiasaan siswa. Cara meningkatkan minat belajar siswa juga
dipengaruhi dari keluarga dan guru.

12
13

DAFTAR PUSTAKA

Djali, Psikologi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara, 2014

Fauzi Ahmad. Psikologi umum. Bandung: Pustaka Setia, 2004

Khodijah, Nyanyu, Psikologi Pendidikan. Jakarta: RajaGrafindo Persada, 2006

Soemanto, Wasty, Psikologi Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta, 2006

Syah Muhibbin, Psikologi Belajar. Jakarta: Logos, 1999

http://Duniapelajar.com/2014/01/03/cara-meningkatkan-minat-belajar-siswa/, diakses 31 oktober 2016.

https://bukunnq.wordpress.com/2012/03/06/makalah-sikap/, diakses senin, 31 okto 2016.

13