Anda di halaman 1dari 5

APLIKASI BETON PRATEGANG PADA

BANGUNAN GEDUNG

Pelat dan Lantai Kisi Beton Prategang

Sistem pelat beton prategang secara ideal cocok untuk konstruksi lantai
dan atap bangunan-bangunan industri dimana beban-beban hidup yang
harus dipikul mempunyai tingkat yang lebih tinggi dan diinginkan luas
lantai yang tidak terpotong untuk alasan – alasan mana diperlukan
bentangan yang lebih panjang diantara unsur-unsur tumpuannya.

Pelat inti berongga prategang pracetak dengan atau tanpa lapisan atas
adalah elemen-elemen struktural dalam konstruksi industri dan gedung
panil besar. Pelat tersebut yang diproduksi pada tempat-tempat
pengecoran panjang dengan memakai sistem pratarik dan dipotong
menjadi bagian-bagian dengan panjang bentangan tertentu yang lebih
pendek, terutama dipakai dalam lantai satu arah yang dipikul secara
bebas oleh dinding-dinding atau balok-balok transversal.

Pelat inti pratarik pracetak dengan berbagai tipe rongga dipakai secara
luas sebagai panil-panil lantai dari bangunan-bangunan sipil dan industri
di Uni Soviet. Panil-panil berongga dari tipe lubang lonjong lebih ekonomis
untuk bentang yang lebih besar karena berisi volume beton paling sedikit
dibandingkan dengan panil-panil berlubang bundar.

Pita pita beton prategang telah dipakai sebagai perkuatan untuk pelat inti
berongga. Pita-pita ini terdiri dari kawat atau strand yang ditarik dan
ditanam dalam beton bermutu tinggi dengan penampang melintang
bintang atau persegi panjang dengan dimensi 40 mmsampai 80 mm.
Pemasukan elemen-elemen pratarik di daerah tarik batang lentur beton
akan menghasilkan suatu peningkatan yang nyata dalam beban-beban
yang menyebabkan retakan yang nampak pada beton yang dicor
ditempat.
Panil-panil atap yang berukuran besar dan mempunyai rusuk-rusuk dalam
arah tegak lurus dipakai untuk bentangan sampai dengan 12 m. Salah
satu aplikasinya adalah pada panil atap berusuk secara khas berukuran
3m x 12 m yang umum dipakai di Uni Soviet.
Panil-panil pelat T tunggal dan ganda prategang telah dipakai secara luas
untuk struktur-struktur industri di A.S karena keuntungannya yang
mencolok dalam hal kecepatan konstruksinya. Unit-unit monolitik yang
menggabungkan balok dan pelat dapat dipakai untuk bentangan yang
bervariasi dari 6 m sampai 25 m. Di A.S dimana sering dipilih bentangan
yang panjang, unit T ganda diterima secara luas untuk dipakai dalam
instalasi pembuatan makanan, instalasi perawatan, gudang, dan industri
mobil dimana beban-beban layannya melampaui 5 Kn/m2. unit-unit T
ganda dan tunggal jga dapat dipakai sebagai unit-unit dinding.
Konstruksi pelat angkat (lift slab) telah dipakai secara luas di A.S selama 2
dasawarsa terakhir. Pelat datar dicor dan diberi prategang di atas tanah
dan kemudian diangkat ke kedudukannya dengan dongkrak-dongkrak
hidrolik yang dipasang di atas kolom-kolom. Pemberian prategang pada
pelat menerus dua arah mengurangi tebalnya, membatasi lendutan dan
mengurangi retak-retak pada pelat. Pelat angkat beton prategang padat
pada umumnya paling ekonomis untuk bentangan dengan batas – batas
antara 6 m sampai 10 m.

Beton prategang sangat cocok untuk membentuk lantai dengan panil


ceruk (coffer)* atau kisi (grid) dengan rusuk dua arah pada beton yang
diberi pasca tarik. Lantai kisi beton prategang lebih langsing , siap
dipertanggungjawabkan untuk penanganan artistik, dan mempunyai
lendutan lebih kecil di bawah beban-beban kerja akibat pengaruh
kombinasi prategang dalam arah-arah utama. Pelat beton prategang
dengan panil ceruk ternyata lebih murah bila dibandingkan dengan kisi-kisi
beton bertulang untuk sistem lantai dari bangunan-bangunan
perdagangan dan industri.
*coffer = panil pada langit-langit yang menjorok ke dalam untuk dekorasi.

(Sumber : Bab 17 tentang Pelat dan Lantai Kisi Beton Prategang Buku
Beton Prategang Edisi Kedua karya KRISHNA RAJU – file terlampir)