Anda di halaman 1dari 16

Daftar Pustaka

Beaty, Janice J. 2010. Observing Development of The Young Child. New Jersey:
PearsonEducation, Inc.

Dodge, Diane Trister, Laura J Colker, Cate Heroman. 2002. Creative Curriculum For
Preschool Fourth Edition, Washington DC : Cengage Learning.

Eliason, Claudia, Loa Jenkins. 2008. A Practical Guide to Early Childhood Curriculum
Eight Edition. New Jersey, Pearson Education, Inc. KURIKULUM
PENDIDIKAN
Essa, Eva L., Introduction to Early Childhood Education, Annotated Student’s Edition,
6th ed. Belmont, USA: Wadsworth, 2011.

http://www.educate.ece.govt.nz/learning/curriculumAndLearning/
Assessmentforlearning/KeiTuaotePae/Book1/
WhatAreTheEarlyChildhoodExemplars.aspx

Lynn Meltzer,Executive Function In Education: From Theory to Practise. Guilford Press


ANAK USIA DINI
Amazon.com, 2012 APA, MENGAPA, DAN BAGAIMANA

Alamat Tim Penulis


Enah Suminah (email: enahsuminah@kemdikbud.go.id)
Ali Nugraha (email: alinugraha.fip.upi@gmail.com)
Gunarti D. Lestari(email: tarie_henry@yahoo.co.id) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
Mareta Wahyuni (email: mareta_68@yahoo.com) Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat
Direktorat Pembinaan Pendidikan Anak Usia Dini
Tahun 2015
26 KURIKULUM PENDIDIKAN ANAK USIA DINI, APA, MENGAPA, DAN BAGAIMANA i
KURIKULUM PENDIDIKAN ANAK USIA DINI
APA, MENGAPA, DAN BAGAIMANA
Penutup

Kurikulum merupakan program pendidikan terstruktur yang dikembangkan


Diterbitkan oleh:
Direktorat Pembinaan Pendidikan Anak Usia Dini ditujukan untuk dapat mencapai tujuan pendidikan nasional. Penyempurnaan
Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat kurikulum perlu dilakukan terus-menerus seiring dengan perkembangan ilmu
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pengetahuan dan teknologi serta tantangan. Pengenalan Kurikulum 2013
PAUD merupakan bekal bagi pendidik untuk memahami apa, mengapa, dan
vi+ 26 hlm + foto; 21 x 28,5 cm bagaimana Kurikulum 2013 PAUD serta apa yang seharusnya dilaksanakan
ISBN: dalam rangka menerapkan kurikulum di satuan PAUD. Hal penting yang harus
978-602-73704-1-8 disadari dan diterapkan oleh komponen pelaksana PAUD adalah diperlukan
Pengarah: kelapangan hati, keluasan pikiran dalam menyikapi perubahan, karena
Ir. Harris Iskandar, Ph. D. Kurikulum 2013 PAUD bagian dari perubahan tersebut.
Penyunting: Bila mengharapkan kehidupan yang lebih baik, langkah pertama adalah
Ella Yulaelawati, M.A., Ph.D. kita harus berubah ke arah yang lebih baik.
Dra. Kurniati Restuningsih, M. Pd
Tim Penulis:
Enah Suminah
Ali Nugraha
Gunarti D. Lestari
Mareta Wahyuni
Desain/Layout:
Surya Evendi
Samsudin
Kontributor:
Ebah Suhaebah
Dumaria Simanjuntak
Foto-foto:
Dokumen Penulis
Sekretariat:
Noor Ilman
Amalia Khairati

ii KURIKULUM PENDIDIKAN ANAK USIA DINI, APA, MENGAPA, DAN BAGAIMANA 25


4. Ditetapkan minimal satu satuan PAUD yang dijadikan sebagai rujukan
untuk penerapan kurikulum.
Kata Sambutan
5. Mengoptimalkan gugus untuk pembahasan kurikulum lebih lanjut.
Satuan PAUD yang gurunya sudah dilatih dan memiliki pedoman
bukan berarti sudah mumpuni, tetapi perlu penajaman melalui

U
ndang-undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional
praktik baik untuk memantapkan di dalam satuan PAUD mapun saling menyebutkan bahwa kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan
membelajarkan di Gugus PAUD. mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai
6. Dilakukan pemantauan dan evaluasi serta pembinaan dan pendampingan pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan
terhadap pelaksanaan Kurikulum 2013 Pendidikan Anak Usia Dini yang tertentu. Berdasarkan pengertian tersebut, terdapat dua dimensi kurikulum. Dimensi
dilakukan oleh pengawas dan/atau penilik PAUD. pertama adalah rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran,
sedangkan yang kedua adalah cara yang digunakan untuk kegiatan pembelajaran.
7. Petugas penataan, pembinaan dan/atau pendampingan program harus
dilatih sehingga mereka dapat menjalankan tugasnya sebagai penjamin Kurikulum 2013 Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) mencakup pengembangan pada aspek
mutu dan evaluasi dampak. struktur kurikulum, proses pembelajaran dengan pendekatan saintifik, dan penilaian
yang bersifat autentik. Kurikulum 2013 mengusung pengembangan pembelajaran
Bagaimana Ketentuan Setiap Satuan PAUD dalam Penerapan konstruktivisme yang lebih bersifat fleksibel dalam pelaksanaan sehingga memberi ruang
pada anak untuk mengembangkan potensi dan bakatnya. Model pendekatan kurikulum
Kurikulum PAUD
tersebut berlaku dan ditetapkan di seluruh tingkat serta jenjang pendidikan sejak
Satuan PAUD yang menyelenggarakan Kurikulum 2013 diharapkan: Pendidikan Anak Usia Dini hingga Pendidikan Menengah. Keajegan model pendekatan
1. Membangun tim pendidik yang kompak dan memiliki satu pemahaman di semua jenjang ditujukan untuk membentuk sikap, pengetahuan, dan keterampilan
sama. Untuk hal ini kepala PAUD menjadi pemimpin tim dalam menuju peserta didik yang lebih konsisten sejak awal sehingga diharapkan peserta didik mampu
berkembang menjadi sumber daya manusia yang memiliki kompetensi sikap beragama,
pencapaian visi misi satuan PAUD.
kreatif, inovatif, dan berdaya saing dalam lingkup yang lebih luas.
2. Kepala Satuan PAUD dituntut memahami kurikulum lebih dalam
Sebagai jenjang paling dasar, Kurikulum 2013 Pendidikan Anak Usia Dini diharapkan
dibanding pendidik untuk membangun suasana belajar yang berkualitas
menjadi fundamen bagi penyiapan peserta didik agar lebih siap dalam memasuki jenjang
tinggi (Murphy & Schiller 1992). Kepala satuan PAUD membutuhkan pendidikan lebih tinggi. Mengantarkan anak usia dini yang siap melanjutkan pendidikan
pelatihan kurikulum di samping pelatihan perencanaan untuk perbaikan tidak hanya terbatas pada kemampuan anak membaca, menulis, dan berhitung, tetapi
sekolah, kepemimpinan administratif, kemampuan organisasi, juga dalam keseluruhan aspek perkembangan. Tanggung jawab ini harus dipikul bersama
lingkungan sekolah dan iklim, komunikasi, hubungan masyarakat, dan antara pemerintah, pengelola dan pendidikan PAUD, orang tua, serta masyarakat.

pengembangan profesional. Untuk menyamakan langkah, khususnya bagi para pelaksana layanan program PAUD,
3. Kepala satuan PAUD beserta guru harus memastikan bahwa yang guna perlu diberikan pedoman, pelatihan, dan acuan-acuan yang dapat dijadikan sebagai
rujukan para pendidik dalam menerapkan kurikulum 2013 Pendidikan Anak Usia Dini di
dipelajari anak bukan hanya dasar membaca, menulis, matematika,
satuan pendidikannya.
mendengarkan, dan keterampilan berbicara, tetapi juga menguraikan
Pencapaian pendidikan yang lebih baik melalui penerapan Kurikulum 2013 PAUD
kemampuan berpikir dan kualitas pribadi yang semua butuhkan untuk
merupakan suatu keniscayaan jika dilaksanakan bersama-sama oleh seluruh komponen.
mencapai keberhasilan pendidikan lebih lanjut. Terima kasih.
4. Kurikulum disusun berdasar pada Standar PAUD. Kurikulum berbasis
Jakarta, Oktober 2015
standar tidak hanya mencakup tujuan, dan sasaran standar, tetapi
Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini
segala sesuatu yang dilakukan untuk memungkinkan pencapaian hasil dan Pendidikan Masyarakat,
sesuai dengan standar.
5. Kepala satuan PAUD harus berkolaborasi dengan orang tua, anggota
masyarakat, dan semua pemilik kepentingan (stakeholder) untuk
berbagi keahlian, pendapat, dan bantuan mereka dalam menciptakan Ir. Harris Iskandar, Ph.D.
NIP 196204291986011001
kurikulum berdasarkan standar yang tinggi untuk belajar anak.

24 KURIKULUM PENDIDIKAN ANAK USIA DINI, APA, MENGAPA, DAN BAGAIMANA iii
Kata Pengantar Apa Persyaratan dalam Penerapan
Kurikulum PAUD Indonesia?

P
edoman Implementasi Kurikulum 2013 Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)
merupakan acuan pelaksanaan kurikulum PAUD 2013 sesuai dengan teori,
filosofi, dan landasan pengembangan kurikulum tersebut yang disertai Pada bagian ini akan dipaparkan tentang Ketentuan Pemerintah Daerah
dengan contoh-contoh penerapannya. dan Setiap Satuan PAUD Dalam Penerapan Kurikulum 2013 PAUD. Pokok-
pokok pikiran yang akan dipaparkan, yaitu:
Pedoman disusun secara sederhana, menarik, ramah, dan aplikatif agar dapat
dipahami dan dilaksanakan oleh seluruh tenaga pendidik dan kependidikan PAUD • Bagaimana Ketentuan Pemerintah Daerah dalam Penerapan Kurikulum
yang kondisi dan potensinya beragam, serta dapat dijadikan rujukan sesuai dengan
PAUD
kajian-kajian yang melandasinya.
• Bagaimana Ketentuan Satuan PAUD dalam Penerapan Kurikulum PAUD
Pedoman implementasi Kurikulum 2013 PAUD ini merupakan contoh yang
2013?
memungkinkan penyesuaian lebih lanjut degan kondisi, potensi, dan budaya
setempat. Hal penting dalam Kurikulum 2013 PAUD adalah keterbukaan Kedua pertanyaan di atas merupakan pertanyaan kunci untuk dapat
dalam menerima perubahan, baik perubahan dalam cara berpikir, kebiasaan, memaknai Ketentuan Pemerintah Daerah dan Setiap Satuan PAUD Dalam
sikap, maupun cara kerja. Perubahan tersebut akan berimbas pada perubahan Penerapan Kurikulum 2013 PAUD. Paparan setiap jawaban dari pertanyaan di
sikap, pengetahuan, dan keterampilan peserta didik. Buku ini sangat terbuka atas dapat disimak berikut ini.
untuk perbaikan dan penyempurnaan di masa mendatang. Untuk itu, kami
mengundang para pembaca memberikan saran dan masukan untuk perbaikan dan
Bagaimana Ketentuan Pemerintah Daerah dalam Penerapan
penyempurnaan. Kurikulum PAUD
Saya mengucapkan terima kasih kepada penyusun, penelaah, penyunting, dan Dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 60 Tahun 2014
semua pihak yang telah bekerja keras menyelesaikan pedoman implementasi Pasal 7 tentang Pemberlakuan Kurikulum 2006 dan Kurikulum 2013 di nyatakan
Kurikulum 2013 Pendidikan Anak Usia Dini ini. Semoga Allah SWT senantiasa bahwa “Satuan pendidikan anak usia dini melaksanakan Kurikulum 2013 sesuai
melimpahkan rahmat dan karunia-Nya kepada kita semua dan dapat memberikan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.”Sesuai dengan ketentuan
yang terbaik bagi kemajuan pendidikan anak usia dini. tersebut, berarti satuan PAUD menerapkan Kurikulum 2013 secara bertahap
dan berjenjang.

Jakarta, Oktober 2015 Pemerintah Daerah diharapkan menunjang pelaksanaan kurikulum PAUD
Direktur Pembinaan Pendidikan Anak Usi
Usia Dini, untuk seluruh satuan PAUD di wilayahnya, dengan ketentuan:
1. Satuan PAUD yang akan melaksanakan Kurikulum 2013 diwajibkan
mengikuti pelatihan implementasi kurikulum yang dilaksanakan, baik
oleh pemerintah maupun biaya individu.
2. Satuan PAUD yang telah dilatih dilengkapi dengan pedoman penerapan
Ella Yulaelawati, M.A., Ph.D.
NIP 195804091984022001 kurikulum untuk memperdalam pemahaman tentang Kurikulum 2013
PAUD dan penerapannya.
3. Kurikulum sebagai acuan minimal yang dapat dikembangkan oleh
satuan PAUD sesuai dengan karakteristik, keunggulan, dan potensi
yang dimilikinya.

iv KURIKULUM PENDIDIKAN ANAK USIA DINI, APA, MENGAPA, DAN BAGAIMANA 23


p
proses pembelajaran dan mendorong keberhasilan anak di
‘‘...Satuan PAUD jenjang pendidikan berikutnya. Satuan PAUD seharusnya
je
Daftar Isi
seharusnya memfasilitasi pelaksanaan program keorangtuaan dalam
m
memfasilitasi berbagai bentuk kegiatan. Program pengasuhan terprogram
b
menjadi keharusan bila satuan PAUD memberikan layanan
m
pelaksanaan
program untuk anak usia 4-6 tahun tetapi jumlah jam
p
program pertemuannya kurang dari 900 menit (15 jam) dalam satu
p
Kata Sambutan ...................................................................................................... iii
keorangtuaan minggu. Program pengasuhan menggenapkan kekurangan
m
jam pertemuan belajar dalam satu minggu dilaksanakan
ja Kata Pengantar ..................................................................................................... iv
dalam berbagai
oleh orang tua di rumah. Pengasuhan terprogram disusun
o Daftar Isi ................................................................................................................ v
bentuk kegiatan...’
guru bersama orang tua.
g Apa yang mendasari pemikiran K 13 PAUD? ....................................................... 1

orang tua biologis, Kurikulum PAUD juga melibatkan orang-


Di samping o • Apakah Makna PAUD Dalam Pembangunan Bangsa? ............................. 1
orang dewasa yang ada di lingkungan anak. Pendidik bukan satu- • Ke manakah Arah Pembangunan PAUD Di Indonesia? ............................ 2
satunya sumber belajar yang memfasilitasi anak belajar, dan kelas bukan
• Mengapa PAUD Memerlukan Kurikulum Berkualitas? ............................ 4
satu-satunya tempat anak belajar. Anak dapat belajar di dalam, di luar,
• Perlukah Kurikulum Untuk Pendidikan Anak Usia Dini? ......................... 5
di kebun dan di semua tempat yang memungkinkan untuk mengenal,
benda, tumbuhan, orang, tempat, atau kejadian. Anak dapat belajar • Apa sajakah yang menjadi Landasan Pengembangan Kurikulum PAUD di
dari pendidik, orang tua, sumber lain, buku, dan sebagainya.Bahan ajar Indonesia? ................................................................................................... 8
dan alat peraga diambil dari lingkungan. Pembelajaran yang demikian Bagaimanakah Posisi Kurikulum PAUD dalam Rangka Pendidikan Nasional ... 11
lebih menghargai proses dari pada hasil semata. Untuk pelaksanaan
• Bagaimanakah Kedudukan K-13 PAUD dengan Kurikulum Pendidikan di
pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik kurikulum PAUD yang
Level Atasnya? ............................................................................................. 11
paling utama diperlukan perubahan pola pikir dan pola kerja pendidik.
• Bagaimanakah Keterkaitan Standar PAUD dan Kurikulum 2013 PAUD?. 13
5. Kurikulum dikembangkan dengan prinsip diversifikasi.
Bagaimanakah Karakteristik Kurikulum PAUD Indonesia? ................................. 15
Dalam rangka pembangunan pendidikan,
‘‘...Kurikulum setiap
se daerah memerlukan pendidikan • Ke manakah Arah Kurikulum PAUD Indonesia? ....................................... 15
yang
y sesuai dengan karakteristik daerah. • Arah Kurikulum 2013 PAUD? ..................................................................... 16
sebagai jantung
Kurikulum
K sebagai jantung pendidikan perlu • Apa sajakah Karakteristik Kurikulum PAUD Indonesia? .......................... 20
pendidikan perlu dikembangkan
d dan diimplementasikan secara
Apa Prasyarat dalam Menerapkan Kurikulum PAUD Indonesia? ....................... 23
dikembangkan dan kontekstual
k untuk merespon kebutuhan
• Bagaimana Ketentuan Pemerintah Daerah dalam Penerapan Kurikulum
diimplementasikan daerah
d dan anak di masa kini dan masa
mendatang.
m Kurikulum nasional yang PAUD ............................................................................................................ 23
secara kontekstual
ditetapkan
d dalam Permendikbud Nomor • Bagaimana Ketentuan Setiap Satuan PAUD dalam Penerapan Kurikulum
untuk merespon 146
1 Tahun 2014 bersifat rujukan yang harus PAUD ............................................................................................................ 24
kebutuhan daerah dikembangkan
d menjadi kurikulum operasional Penutup . ............................................................................................................. 25
dan anak di masa oleh
o satuan pendidikan agar sesuai dengan Daftar Pustaka ....................................................................................................... 26
kondisi
k dan kekhasan potensi daerah.
kini dan masa
mendatang...’

22 KURIKULUM PENDIDIKAN ANAK USIA DINI, APA, MENGAPA, DAN BAGAIMANA v


kegiatan yang terpadu dan kontekstual untuk
mewujudkan kematangan selaras dengan lingkup “...Pengembangan
perkembangan.Satu tema dapat dikembangkan tema
menjadi subtema, atau sub-subtema dengan mempertimbangkan
memperhatikan kedalaman, keluasan, ketersediaan
prinsip-prinsip
sumber, dan tingkat perkembangan anak.
pengembangan
Pembelajaran tematik disampaikan melalui prosedur
pembelajaran dengan pendekatan saintifik dan
tema (1)
habituasi. Mengacu pada prinsip diversifikasi dalam Kemenarikan, (2)
pendidikan, tema dalam kurikulum 2013 PAUD kedekatan, (3)
“Sempurnakanlah kurikulumnya, maka tidak ditetapkan secara sentralistik, tetapi dipilih
kesederhanaan, (4)
dan ditetapkan oleh satuan PAUD disesuaikan
menghasilkan pendidikan yang berkualitas ...” dengan kondisi dan ketersediaan sarana dan
keinsidentalan...”
Ali Nugraha prasarana lembaga PAUD. Pengembangan tema
mempertimbangkan prinsip-prinsip (1) kemenarikan, (2) kedekatan, (3)
kesederhanaan, dan (4) keinsidentalan.
Proses pembelajaran dengan pendekatan saintifik dan pembiasaan
dilaksanakan dalam suasana menyenangkan. Bermain dilaksanakan
dalam suasana belajar, sehingga ada kebebasan anak untuk
mengembangkan gagasan, bereksplorasi, tanpa melanggar aturan
bersama.
3. Menggunakan penilaian otentik dalam memantau perkembangan anak
Dalam penerapan kurikulum 2013 PAUD penilaian
menggunakan pendekatan otentik. Penilaian “...Hasil penilaian
mengukur kemajuan perkembangan yang dicapai digunakan sebagai
anak setelah mengikuti program yang dirancang
bahan laporan
dalam kurikulum.Penilaian dilaksanakan
secara berkelanjutan untuk mendapatkan data kepada orang
perkembangan yang dimunculkan anak pada saat tua dan sebagai
berkegiatan atau melalui karya yang dihasilkannya. masulkan untuk
Hasil penilaian disampaikan berupa laporan ditindaklanjuti
perkembangan yang ditulis secara deskripsi yang
pada kegiatan
menggambarkan capaian perkembangan anak.
Hasil penilaian digunakan sebagai bahan laporan
selanjutnya...”
kepada orang tua dan sebagai masukan untuk
ditindaklanjuti pada kegiatan selanjutnya.
4. Memberdayakan peran orang tua dalam proses pembelajaran
Kurikulum PAUD menempatkan orang tua sebagai partner dalam
mendidik. Pelibatan orang tua diyakini menjadi bagian penting dalam

vi KURIKULUM PENDIDIKAN ANAK USIA DINI, APA, MENGAPA, DAN BAGAIMANA 21


“...Secara komposisi
pengembangan Setiap jenjang pendidikan mengembangkan kemampuan

Kurikulum 2013 yang


y sama yaitu kemampuan sikap, pengetahuan, dan
keterampilan
k yang membedakan adalah keseimbangan
Apa yang Mendasari
PAUD lebih
Pemikiran K 13 PAUD?
komposisi.
k Secara komposisi pengembangan Kurikulum
menekankan pada 2013
2 PAUD lebih menekankan pada pembentukan sikap.
pembentukan Karenanya
K menjadi salah kaprah bila program PAUD
diukur
d dengan kemampuan akademik atau lebih rinci pada
sikap...”
kemampuan
k baca – tulis – dan hitung. Pada bagian ini akan dipaparkan beberapa hal yang menjadi dasar
pemikiran lahirnya. Kurikulum 2013 Pendidikan Anak Usia Dini di Indonesia.
Apa sajakah Karakteristik Kurikulum PAUD Indonesia? Pokok-pokok pikiran yang akan dipaparkan yaitu:
Kurikulum pendidikan anak usia dini memiliki karakteristik yang berbeda dengan kurikulum
• Apakah Makna PAUD dalam Pembangunan Bangsa?
satuan pendidikan persekolahan. Karakteristik Kurikulum 2013 PAUD adalah:
• Kemanakah Arah Pembangunan
1. Mengoptimalkan perkembangan anak PAUD di Indonesia?
Perkembangan anak meliputi aspek nilai agama dan moral, fisik-motorik, kognitif, • Mengapa PAUD Memerlukan
bahasa, sosial emosional, dan seni distimulasi secara seimbang agar seluruhnya Kurikulum Berkualitas?
mencapai perkembangan yang optimal. Perkembangan teroptimalkan bila • Apa sajakah yang menjadi Landasan
kebutuhan anak terpenuhi secara utuh Kurikulum harus mendukung
k Pengembangan Kurikulum PAUD di
“...Kurikulum terlaksananya layanan holistik-integratif dengan memadukan
te Indonesia?
harus mendukung layanan pendidikan, gizi, kesehatan, pengasuhan, perlindungan, dan
la
Semua pertanyaan di atas merupakan
kesejahteraan anak.
k
terlaksananya pertanyaan kunci yang mendorong
P
Penerapan Kurikulum 2013 PAUD diawali dengan melakukan Deteksi Dini lahirnya Kurikulum 2013 PAUD di
layanan holistik-
Tumbuh Kembang (DDTK). Deteksi dini diperlukan untuk mengetahui
T indonesia. Paparan setiap jawaban dari
integratif dengan apakah seorang anak tumbuh dan berkembang sesuai dengan usianya.
a pertanyaan di atas dapat disimak di
memadukan Hasil deteksi dini tumbuh kembang seorang anak menjadi dasar
H penjelasan berikut.
layanan untuk memberikan stimulasi dan intervensi yang tepat sesuai dengan
u
Apakah Makna PAUD Dalam Pembangunan Bangsa?
perkembangannya. Stimulasi dan intervensi tersebut dituangkan ke dalam
p
pendidikan,
program-program kegiatan untuk menunjang kemajuan perkembangan
p Pendidikan Anak Usia Dini, yang selanjutnya disingkat PAUD, merupakan suatu
gizi, kesehatan, upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia
anak. Pelaksanaannya dilakukan bekerja sama dengan layanan kesehatan
a
pengasuhan, dasar di Posyandu atau tempat layanan kesehatan lainnya.
d 6 (enam) tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan
perlindungan, dan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar
H penting lainnya bahwa Kurikulum PAUD bersifat inklusi dalam arti
Hal anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut. Beberapa
kesejahteraan menghargai keberagaman kemampuan anak, baik secara fisik maupun
m komponen yang dapat dijabarkan dari rumusan tersebut di atas, yakni:
anak...” mental tanpa harus membandingkan satu dengan lainnya. Terkait
m
dengan pemahaman tersebut penerapan kurikulum bersifat individual
d • PAUD berisi program pembinaan berupa kegiatan pendidikan.
disesuaikan
di ik dengan tingkat perkembangan anak walaupun penyusunan rencana • Sasaran PAUD adalah anak usia 0-6 tahun
pembelajarannya disusun untuk kelompok. • Program PAUD untuk mengembangkan seluruh potensi anak yang
2. Menggunakan pembelajaran tematik dengan pendekatan saintifik dalam pemberian mencakup lingkup perkembangan nilai agama dan moral, fisik motorik,
rangsangan pendidikan kognitif, bahasa, sosial emosional, dan seni.
Dalam model pembelajaran tematik mengakomodasi pengenalan konten nilai • Tujuan program PAUD adalah agar anak memiliki kesiapan mengikuti
agama dan moral, alam, kehidupan, manusia, budaya, dan simbol melalui pendidikan lebih lanjut.

20 KURIKULUM PENDIDIKAN ANAK USIA DINI, APA, MENGAPA, DAN BAGAIMANA 1


Pendidikan anak usia dini di Indonesia memiliki kekhasan pertanyaan-pertanyaan yang muncul sebelumnya. Proses menalar merupakan bagian
dibanding dengan yang diterapkan di berbagai negara.
d penting dalam rangka membangun pengetahuan baru yang dihubungkan dengan
Kekhasan tersebut pada: (1) cakupan rentang usia, pengetahuan yang sudah dimiliki sebelumnya. Hasil proses menalar anak memiliki
ssasaran anak usia dini di Indonesia dari 0 – 6 tahun, pemahaman baru tentang suatu konsep. Tahap berikutnya (5) mengomunikasikan
ssedangkan di berbegai negara mencapai usia 8 tahun; (2) gagasan dan pemahaman tentang pengetahuan tentang konsep baru yang dituangkan
program layanan anak usia dini di Indonesia terdiri atas ke dalam berbagai hasil karya berupa lisan, seni, balok, dan lainnya.
Taman Kanak-Kanak (untuk anak 4-6 tahun), Kelompok
T
Gambar 10 Proses pendekatan saintifik
Bermain (prioritas anak usia 2-4 tahun), Taman Penitipan
Anak (prioritas usia 0-6 tahun), dan Satuan PAUD
A Mencari
SSejenis (anak 0-6 tahun); (3) jalur pendidikan. Taman
1 Mengamati
M 2 M
Menanya 3 Informasi 4 M
Menalar 5 M
Mengomunikasikan

Kanak-Kanak masuk dalam jalur pendidikan formal,


ssedangkan Kelompok Bermain, Taman Penitipan Anak, Dapat disimpulkan secara sederhana bahwa Kurikulum 2013 PAUD
mengembangkan kemampuan sikap, pengetahuan, dan keterampilan “...kurikulum
dan Satuan PAUD Sejenis masuk dalam jalur pendidikan
d
non formal. Kekhasan tersebut menjadikan PAUD di sebagai satu komponen yang saling terkait dan tidak dapat terpisahkan. 2013 PAUD
Indonesia spesifik dalam penyelenggaraannya karena Setiap subkomponen tersebut memiliki fokus arahan dan bila disatukan mengembangkan
ssetiap program layanan memiliki kekhasan masing- membangun kompetensi lulusan PAUD yang memiliki kesiapan
kemampuan sikap,
masing. Namun demikian semua program layanan PAUD mengikuti pendidikan lebih lanjut. Pembentukan sikap diarahkan
membangun kemampuan fungsi eksekutif (executive function) yang pengetahuan dan
memiliki tujuan yang sama yakni mengembangkan seluruh potensi anak yang mencakup
aspek nilai agama dan moral, fisik motorik, kognitif, bahasa, sosial emosional, serta seni ditenggarai dengan (1) kemampuan memori kerja otak dalam mengatur keterampilan sebagai
untuk mencapai kesiapan mengikuti pendidikan lebih lanjut. Gambar 11 k e m a m p u a n satu komponen
ARAH KUALITAS SIKAP PENGETAHUAN DAN mempertahankan
Pendidikan anak usia dini merupakan dasar yang memberi pengaruh nyata pada yang saling terkait
KETERAMPILAN ANAK CAPAIAN PAUD dan mengelola
keberhasilan di jenjang pendidikan di atasnya. Oleh karena itu, pendidikan anak usia dini dan tidak dapat di
informasi berbeda
dikembangkan dengan berdasar landasan keilmuan, landasan yurudis, sosial, budaya, dan Fungsi Eksekutif dalam waktu pisahkan...”
pedagogis baik secara teoretis maupun empiris.
singkat. (2)
Kemanakah Arah Pembangunan PAUD di Indonesia? fleksibilitas mental yang membantu
mempertahankan respons dari
Pendidikan anak usia dini termuat dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang
tuntutan yang berbeda dalam waktu
Sistem Pendidikan Nasional Pasal 28. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah
Sikap singkat. (3) kontrol diri dalam hal
memiliki arah pembangunan PAUD 2011
– 2045 yang dibagi dalam 5 tahap yakni:
Climber menentuan prioritas and menolak
tindakan/respons yang menarik.
(1) tahap perluasan layanan dari tahun
2002 – 2011 tahun, (2) tahap pemantapan Pembentukan pengetahuan

k
tifi
mutu dari tahun 2011 – 2015, (3) tahap PAUD konseptual untuk membangun

n
sai
standarisasi mutu nasional dari tahun kemampuan kreatif dengan
2015 – 2025 tahun, (4) tahap standar kir menggunakan cara berpikir
rpi
Berpikir Berpikir
Be

mutu internasional tahun 2025 – 2035, tinggi (higher order thinking).


Runut Tingkat Tinggi
dan (5) tahap layanan paripurna tahun Pengembangan keterampilan berpikir
(Prosedural) (Konseptual)
2035 - 2045. Dengan arah pembangunan runut prosedural yang diterapkan
jangka panjang demikian diharapkan Kreativitas baik melalui pembiasaan (habituasi)
tahun 2045 di saat Indonesia mencapai maupun pendekatan saintifik (saintific
approach).

2 KURIKULUM PENDIDIKAN ANAK USIA DINI, APA, MENGAPA, DAN BAGAIMANA 19


“...keterampilan K
Kemampuan keterampilan dikembangkan untuk mendukung Gambar 1
untuk mendukung kemampuan sikap dan kemampuan pengetahuan. Keterampil an
k
kemampuan sikap untuk mendukung kemampuan sikap diterapkan melalui proses
u ARAH PEMBANGUNAN PAUD 2011 - 2045
pembiasaan yang diawali dengan mengenalkan suatu sikap yang akan
p Layanan ANAK
di terapkan melalui dibangun agar anak: (1) mengetahui hal-hal yang baik (knowing the
d
Paripurna INDONESIA
Standar Mutu
proses pembiasaan HARAPAN
ggood), kemudian anak diajak untuk (2) memikirkan apa untungnya Internasional
(habituasi) yang jika sikap baik tersebut diterapkan dan kerugian bila sikap baik
ji KADO 100 TAHUN
tersebut ditinggalkan (thinking the good), langkah berikutnya anak
te INDONESIA
di awali dengan Standar Mutu MERDEKA
ddiajak (3) merasakan manfaat bila perilaku baik itu diterapkan Nasional
mengenalkan suatu (feeling the good), dan guru bersama anak (4) melakukan perilaku
(f SDM Berdaya
Insan Cerdas
Komprehensif
sikap yang akan di yyang baik (acting the good.) sebagai contoh baik, dan akhirnya anak Saing Global
SDM Andal
bangun...” (5) dibiasakan untuk menerapkan sikap baik dalam setiap kesempatan
(5
Pemantapan
(habituating the good).
(h Mutu
Fundamental SDM
Gambar 9. Berkualitas
PROSES PEMBIASAAN (HABITUASI) SIKAP PADA ANAK
2011: Gerakan Nasional PAUD
(Paudisasi)
PAUD
Mengetahui Memikirkan hal Merasakan hal baik Melakukan hal baik Membiasakan hal
hal-hal yang baik baik (Thinking the (Feeling the good) (Acting the good) baik (Habituating 2011 2015 2025 2035 2045
(Knowing the good) the good)
good) usia kemerdekaan ke-100 tahun, anak Indonesia tumbuh dan berkembang menjadi manusia
yang cerdas komprehensif.
Tahun 2015 memasuki tahap kedua yakni pemantapan mutu PAUD sebagai persiapan dasar
Kemampuan keterampilan untuk mendukung pengetahuan diterapkan melalui proses
pembentukan sumber daya manusia berkualitas. Di tahap kedua pembangunan PAUD telah
saintifik. Proses saintifik atau dalam kurikulum ini sering disebut pendekatan saintifik
banyak yang dipersiapkan di antaranya adalah implementasi kurikulum 2013 Pendidikan
yang bertujuan untuk membangun pola berpikir yang sistematis dengan rangkaian proses
Anak Usia Dini.
yang
y g saling g berkesinambungan dari yang paling konkrit berkembang menjadi karya nyata
sebagai
se hasil olah pikir tingkat tinggi. Keterampilan berpikir Program pembinaan haruslah dirancang, direncanakan, untuk diterapkan dengan teliti
“...proses saintifik atau sesuai dengan karakteristik anak. Program pembinaan tersebut dituangkan menjadi
saintifi
sa k diterapkan dalam proses pembelajaran yang dimulai
dalam kurikulum ini dengan:
d (1) mengamati dengan menggunakan seluruh alat indera kurikulum.
sering disebut sebagai sehingga
se merasakan sensasi yang ditimbulkan dari benda tersebut Kurikulum memandu pendidik dan tenaga kependidikan dalam memfasilitasi program
pendekatan saintifik kemampuan
k berpikir, (2) menanya sebagai proses memberi ruang pendidikan berkualitas yang mendukung tercapainya tujuan pendidikan. Kurikulum
kepada
k anak untuk menumbuhkan rasa ingin tahu terhadap benda PAUD harus mampu memberikan kontribusi kepada anak untuk mengembangkan seluruh
bertujuan untuk
yang
y diamatinya. Rasa ingin tahu sebagai pendorong bagi anak potensinya sehingga memiliki kemampuan yang berharga dalam mencapai keberhasilan
membangun pola untuk
u melakukan langkah berikutnya, yaitu (3) mengumpulkan di jenjang pendidikan berikutnya. Kurikulum menjadi panduan dalam penyiapan sumber
fikir yang sistematis informasi
in sebagai cara untuk menjawab rasa keingintahuannya. daya manusia berkualitas di masa datang yang dapat mengisi kebutuhan tenaga terdidik
dengan rangkaian Proses
P pengumpulan informasi dilakukan dengan melibatkan yang terampil sesuai dengan perkembangan pengetahuan, teknologi, dan pembangunan.
seluruh
se sumber belajar yang ada di lingkungan, tidak hanya terbatas
proses yang saling Kurikulum bukanlah program yang bersifat statis, berlaku sepanjang waktu. Perubahan
dari
d guru, tetapi dapat dari buku, internet, orang tua, pelaksana
kurikulum dimungkinkan dengan didasarkan pada kepentingan besar yang ingin dicapai
berkesinambungan. ...” profesi,
p dan sebagainya. Langkah selanjutnya adalah (4) menalar,
oleh suatu bangsa.
yakni
y mengolah informasi yang sudah terkumpul untuk menjawab

18 KURIKULUM PENDIDIKAN ANAK USIA DINI, APA, MENGAPA, DAN BAGAIMANA 3


Mengapa PAUD Memerlukan Kurikulum Berkualitas? Kemampuan sikap meliputi sikap spiritual dan sikap sosial. Kedua sikap ini membangun
kesadaran anak bahwa dirinya adalah makhluk ciptaan Tuhan, seorang individu yang
P
Pertanyaan yang banyak diajukan oleh masyarakat adalah “mengapa
memiliki kemampuan untuk pengembangan diri, dan bagian dari kelompok sosialnya.
Kurikulum kurikulum harus berubah?” Seperti yang diungkapkan pada bagian
k
Pengembangan kemampuan sikap dilaksanakan melalui pembiasaan yang dilakukan secara
terdahulu bahwa kurikulum tidak bersifat statis. Kurikulum dipandang
te
sebagai terus menerus sehingga muncul sikap dari menerima, merespons, memahami, menerapkan,
sebagai inti yang menggerakkan dan mengarahkan proses pendidikan.
se
inti yang hingga akhirnya menjadi perilaku yang membentuk karakter tangguh sebagai penentu
Kurikulum harus dapat mengembangkan potensi peserta didik menjadi
K
masa depan.
menggerakan kemampuan-kemampuan yang diperlukan dalam kelanjutan pendidikan
k
dan dan kehidupannya. Kurikulum harus memiliki jangkauan yang lebih luas
d Gambar 7 Pengembangan Kemampuan Sikap
dan jauh. Kurikulum harus menyiapkan anak untuk masa depan bukan
d
mengarahkan
hanya untuk masa kini. Masa kini tentu akan berbeda dengan masa lalu
h
proses dan masa depan karena dunia selalu berubah. Kurikulum harus responsif
d
pendidikan tterhadap
e kebutuhan dunia yang selalu berubah.
KKurikulum yang responsif berarti kurikulum yang menyadari kondisi saat
Menerima Merespons Memahami Menerapkan Berperilaku
iini
n dan memahami kondisi yang diharapkan di masa depan. Setidaknya
ada tiga kondisi yang memberikan alasan mengapa kurikulum berubah, yaitu: (1) perubahan
kondisi dan kebutuhan dunia yang semakin kompleks menuntut sumber daya manusia yang
responsif terhadap segala perubahan dan kritis terhadap permasalahan yang dihadapi;
(2) globalisasi di bidang ekonomi berakibat batasan antarnegara semakin longgar, dalam Pengembangan kemampuan pengetahuan dilakukan dengan mengenalkan konsep-
pemenuhan ketenagakerjaan. Oleh karena itu, kurikulum harus mampu membangun keluaran konsep tentang diri dan lingkungannya, baik lingkungan mikro, messo, maupun makro.
pendidikan menjadi sumber daya pembangunan yang memiliki kemampuan yang kompetitif, Merujuk pada tahap kognitif yang dikemukakan Bloom, proses pengenalan konsep dimulai
sikap kreatif, dan adversity yang tinggi; (3) pesatnya perkembangan sain dan teknologi dengan mengenal atau mengingat konsep – memahami – menerapkan – menganalisa –
sehingga dunia tanpa batas, dan semua mengetahui semua dan yang kuat mempengaruhi mengevaluasi – hingga menciptakan dari sebuah konsep menjadi hasil karya yang bermakna.
yang kurang kuat. Untuk itu, kurikulum pendidikan harus mampu membangun sikap dan Proses pengembangan kemampuan tersebut disesuaikan dengan tahap perkembangan
karakter kuat dari peserta didik agar tetap menjaga jati diri, kehormatan keluarga, dan berpikirnya anak usia dini yang masih berada di tahap berfikir pra-operasional.
kebanggaan bangsa tanpa harus merasa tertinggal dari negara lain; (4) Di bidang demografi,
Indonesia berada dalam posisi sangat menguntungkan dengan komposisi kurva usia muda,
Gambar 8. Piramida Bloom
artinya jumlah penduduk usia 0-9 tahun untuk tahun 2014 sebesar 47,2 juta atau 18,72%
(sumber BPS). Komposisi penduduk seperti ini menguntungkan bila sejak usia dini mereka Menciptakan
dididik secara tepat dengan pola pendidikan yang berkualitas, sebaliknya akan menjadi
petaka bila kurang disiapkan dengan baik karena kelak akan menjadi beban pembangunan.
Mengevaluasi

Menganalisis

Menerapkan

Mengingat

4 KURIKULUM PENDIDIKAN ANAK USIA DINI, APA, MENGAPA, DAN BAGAIMANA 17


D paparan ciri dan lingkup kurikulum, jelas bahwa kurikulum
Dari Gambar (1)
“...kurikulum bukan bukan hanya dokumen yang berisi rencana pembelajaran
b
Modal
sesuai dengan perkembangan anak, tetapi juga mencakup
se Pembangunan
haya dokumen Kompeten - Kurikulum
tujuan, konsep-konsep yang dikenalkan untuk memperluas
tu
yang berisi rencana
pembelajaran
pengalaman belajar anak, proses yang dilakukan untuk
p
membangun pengalaman bermakna, penilaian sebagai kendali
m
SDM Usia - PTK
Transformasi - Sarpras
sesuai mutu untuk melihat ketercapaian tujuan, keterlibatan guru,
m
orang tua, dan masyarakat yang mendukung dan memastikan
o
Produktif
perkembangan - Pembiayaan
anak; tetapi juga
kesesuaian kurikulum dengan agama, nilai moral, sosial, dan
k
budaya setempat.
b
Melimpah - Pengelolaan
Tidak Beban
menccakup tujuan, Ciri kurikulum yang baik tentu bukan hanya untuk kalangan
C Kompeten Pembangunan
konsep-konsep pendidik anggota NAECY, tetapi berlaku universal yang berarti
p
yang di kenalkan juga sebagai ciri umum dari sebuah kurikulum pendidikan
ju
untuk memperluas anak usia dini yang berkualitas.
a
UNESCO menggambarkan posisi penerapan PAUD di Indonesia diantara negara-
pengalaman belajar Arah Kurikulum 2013 PAUD
A negara lain di dunia. Angka partisipasi PAUD di Indonesia berada pada urutan
anak...” K
Kurikulum 2013 Pendidikan Anak Usia Dini bertujuan untuk ke-45 dari 45 negara. Sementara itu kualitas PAUD di Indonesia
mendorong berkembangnya potensi anak agar memiliki
m menduduki peringkat ke 44 setingkat di atas India. Rendahnya
kesiapan untuk menempuh pendidikan selanjutnya. Memaknai kesiapan menempuh layanan PAUD di Indonesia memberi kontribusi besar terhadap SDM yang
pendidikan selanjutnya mencakup kemampuan-kemampuan yang diperlukan untuk posisi hasil belajar pada jenjang pendidikan selanjutnya. di butuhkan
menunjang keberhasilan anak dalam mengikuti pendidikan di jenjang lebih tinggi. adalah manusia
Berdasarkan hasil PISA (Programme for International Student
Kemampuan yang dimaksud terdiri atas kemampuan sikap, kemampuan pengetahuan,
Assessment) 2012, kemampuan anak Indonesia usia 15 tahun yang memiliki
dan kemampuan keterampilan.
di bidang matematika, sains, dan membaca masih rendah
keterampilan
Gambar 6 Pembentukan sikap Krathwolh dibandingkan dengan anak-anak lain di dunia. Hasil PISA
2012, Indonesia berada di peringkat ke-64 dari 65 negara yang
dalam kehidupan
berpartisipasi dalam tes. Rata-rata skor matematika anak- dan karir,
Memiliki kesiapan menempuh jenjang anak Indonesia 375, rata-rata skor membaca 396, dan rata- keterampilan
rata skor untuk sains 382. Padahal, rata-rata skor OECD (the
dalam belajar...
Organization for Economic Cooperation and Development)
secara berurutan adalah 494, 496, dan 501. Analisa yang
yang ditunjang
Sikap Sikap dengan
Pengetahuan Keterampilan menarik dari kajian terhadap hasil tersebut dikarenakan
Spiritual Sosial proses pendidikan kurang mendorong kemampuan berpikir kemampuan
tingkat tinggi. Proses pendidikan di Indonesia masih kental
kretif, berfikir
pada tahap berpikir tingkat awal (mengingat/menghafal,
memahami, dan menerapkan), belum mendorong anak
kritis, dan
Pengalaman belajar bermakna mencapai kemampuan analisis, evaluatif, dan kreatif. berkarakter.
Kondisi-kondisi tersebut harus diatasi, mengingat eksistensi
dan perkembangan suatu bangsa terletak pada kualitas
bangsanya bukan tergantung pada sumber daya alam. Sumber daya manusia
Mendorong perkembangan optimal potensi peserta didik
yang dibutuhkan untuk menjawab tantangan di abad 21 adalah manusia

16 KURIKULUM PENDIDIKAN ANAK USIA DINI, APA, MENGAPA, DAN BAGAIMANA 5


yang memiliki keterampilan dalam kehidupan dan karir,
keterampilan dalam belajar yang mencakup 4 C, yakni:
critical thinking, communication, collaboration, creativity, dan
keterampilan menguasai teknologi, informasi, dan media.
Hal penting yang harus dipahami bersama bahwa memiliki
Bagaimanakah Karakteristik
pengetahuan semata tidak atau kurang mampu membantu
eksistensi seseorang bila tidak ditunjang dengan kemampuan Kurikulum PAUD Indonesia?
kreatif, berpikir kritis, dan berkarakter.
K
Kajian kondisi yang didukung data empirik tersebut mendorong
...sangatlah penting perlunya peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia sejak usia
p Pada bagian ini akan dipaparkan tentang arah dan karakteristik Kurikulum 2013
bila pengalaman dini, secara menyeluruh dan tersistematis, mulai dari peninjauan
d Pendidikan Anak Usia Dini Indonesia. Pokok-pokok pikiran yang akan dipaparkan, yaitu:
ulang kurikulum untuk semua jenjang pendidikan, peningkatan
u
belajar bermakna kualitas pendidik dan tenaga kependidikan serta peningkatan
k
• Ke manakah arah Kurikulum PAUD Indonesia?
dan berkualitas • Apa sajakah Karakteristik Kurikulum PAUD Indonesia?
kualitas standar lainnya.
k
Kedua pertanyaan di atas merupakan pertanyaan kunci untuk dapat memaknai arah
untuk anak usia PPerlukah Kurikulum Untuk Pendidikan Anak Usia Dini? dan karakteristik Kurikulum 2013 Pendidikan Anak Usia Dini Indonesia. Paparan setiap
dini di rencanakan, U
Usia dini merupakan tahapan kehidupan penting dalam jawaban dari pertanyaan di atas dapat disimak berikut ini.
di terapkan secara pertumbuhan fisik, perkembangan intelektual, emosional
p
seksama dan dan sosial anak. Pertumbuhan kemampuan mental dan fisik
d Ke manakah Arah Kurikulum PAUD Indonesia?
mengalami kemajuan yang sangat cepat sejak lahir sampai
m Asosiasi nasional untuk anak usia dini di Amerika yang lebih dikenal dengan nama National
komprehensif... Asociation Early Child Years (NAECY) memberi batasan lingkup kurikulum sebagai berikut:
usia enam tahun. Para ahli neurosain berpendapat bahwa masa
u
agar mencapai pembentukan jaringan sel otak terjadi sangat cepat di masa usia
p 1. Kurikulum berisi materi yang dipelajari anak
tujuan sesuai yang ini. Jaringan tersebut menghubungkan antarsel neuron yang sudah
in 2. Kurikulum adalah proses yang diikuti oleh anak mencapai tujuan yang ditetapkan
diharapkan... dibekali Tuhan sebagai modal dasar kecerdasan.
d 3. Kurikulum berisi dukungan guru kepada anak untuk mencapai tujuan
4. Kurikulum perpaduan ketika proses belajar dan mengajar terjadi
Gambar 2
Lebih lanjut NAECY menjabarkan ciri-ciri kurikulum PAUD yang baik adalah sebagai berikut:
PERKEMBANGAN JARINGAN OTAK MANUSIA
1. Direncanakan dengan sangat hati-hati
Human brain development
2. Menarik
Fungsi kognitif yang lebih tinggi
3. Melibatkan banyak pihak
Pendengaran Bahasa Experience-dependent synapse formation
Neurogenesis in the hippocampus 4. Sesuai dengan perkembangan anak
& penglihatan Receptive
l
Hig
he
in g / h ear i n g (Angular a (Pre r cog 5. Menghargai budaya dan bahasa yang digunakan anak
See
ng rus/B

f r on n
tal etive
uag roc
gy

al cortex/audit 6. Menyeluruh, mencakup seluruh aspek perkembangan


Visu ory co cor
tex func
e/s a’s

rtex)
(

pe ar

) tio
7. Mengarahkan pada capaian keluaran yang positif untuk semua anak
ech ea

pro ns
6-24 prenatal days duc
(Prefrontal co ) tion Synaptogenesis
rtex) 8. Dikembangkan berdasarkan atas hasil penelitian
Neurulation

Cell migration (-3 mounths to 15-18 years)


(6-24 prenatal Myelination Adult levels of synapses
9. Menekankan pada keterlibatan guru dan anak secara aktif
weeks)
(-3 mounths to 5-10 years) 10. Memperhatikan pada aspek sosial dan keterampilan memenuhi aturan
-9 -8 -7 -6 -5 -4 -3 -2 -1 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 30 40 50 60 70
11. Menerapkan cara penilaian mutu, efektivitas guru, dan anak
Dekade
Konsepsi

Tahun
Lahir

Masuk SD

Tamat SLTA

Bulan Bulan
12. Anak melakukan secara aktif
Usia 13. Pembelajaran konsep mengarahkan anak untuk memahami dan menguasai
Sumber: Sally Gantham-Mcgregor, et al, Child Development in Developing Countries 1, The Lancet, Reprint, p 61, Vol pengetahuan dan keterampilan dasar
369, UK: Williams Press, 2007 14. Menekankan pada pembelajaran yang bermakna dan berkesesuaian

6 KURIKULUM PENDIDIKAN ANAK USIA DINI, APA, MENGAPA, DAN BAGAIMANA 15


7. Standar Pengelolaan adalah kriteria tentang perencanaan, pelaksanaan, Semakin banyak jaringan antarsel neuron terbentuk maka kapasitas otak anak semakin baik.
dan pengawasan kegiatan pendidikan pada tingkat satuan atau Jaringan antarsel terbentuk sebagai proses belajar anak. Dapat dipastikan proses belajar yang
program PAUD. terencana dengan baik memberikan pengalaman belajar yang berkualitas tinggi. Pengalaman
8. Standar Pembiayaan adalah kriteria tentang komponen dan besaran belajar awal yang positif membantu, perkembangan sosial dan emosional intelektual anak
biaya personal serta operasional pada satuan atau program PAUD. dan menjadi dasar yang kuat untuk keberhasilan sekolah nanti. Penelitian terkini tentang
pembentukan fungsi eksekutif (executive function) yang dilakukan Harvard University di tahun
Fungsi dan kedudukan Standar PAUD dijelaskan dalam Permendikbud No.
2011 menyatakan bahwa kecerdasan yang dibentuk melalui jaringan (wiring) sel neuron di
137/2014 Pasal 4, dan Pasal 5, sebagai berikut:
usia dini, tetapi pembentukan kemampuan pengendalian diri juga diawali di usia 4 – 6 tahun.
1. Menjamin mutu pendidikan anak usia dini,
Gambar 3
2. Landasan dalam melakukan stimulan pendidikan dalam membantu
pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani sesuai dengan Kemampuan dalam kerja memori, fleksibilitas mental, dan pengaturan diri
tingkat pencapaian perkembangan anak,
3. Mengoptimalkan perkembangan anak secara holistik dan integratif,
4. Mempersiapkan pembentukan sikap, pengetahuan, dan keterampilan

Perkembangan Fungsi Eksekutif


anak, dan
5. Acuan yang dipergunakan dalam pengembangan kurikulum PAUD.

Merujuk pada kedudukan Standar PAUD sebagai acuan dalam pengembangan


kurikulum 2013 PAUD, ketentuan dalam kurikulum merupakan penjabaran
dari standar, tidak ada pertentangan pada keduanya. Dan keterkaitan antara
standar dan kurikulum PAUD dapat disimak pada gambar di bawah ini :

0
6-8

-15

-24

-29

-35
-49

-60
-59

-75

-80

-85
0
1

3
4

5
6

9-1
12

20

25

30
40

50
65

70

76

81
Usia
Center on the Developing Child, Harvard University (2011). Building the Brain ‘ATC) System: How Early Experiences
Gambar 6 Shape the Development of Executive Function.

HUBUNGAN STANDAR DENGAN PENGEMBANGAN Merujuk pada pengertian kurikulum sebagaimana yang
KURIKULUM 2013 PAUD tercantum dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 “ ... Kurikulum
tentang Sistem Pendidikan Nasional, bahwa “Kurikulum adalah PAUD memberi
seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan arah pada proses
Kurikulum bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman
stimulasi yang di
• STTPA • STTPA penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai
• Isi • KL dan KD • Isi tujuan pendidikan tertentu”, berarti sangatlah penting bila laksanakan secara
• Proses • Program Pengembangan
• Proses pengalaman belajar bermakna dan berkualitas untuk anak usia cermat, hati-hati
• Pembiasaan dan Pendekatan dini direncanakan, diterapkan secara saksama dan komprehensif
• Penilaian • Penilaian sesuai karakter
Saintifik agar mencapai tujuan yang diharapkan.
• Otentik anak...”
Standar Standar Kurikulum PAUD memuat tujuan, hasil belajar,
K
proses, konten yang sesuai dengan tingkat
p
perkembangan anak untuk membangun pengetahuan,
p etahuan keterampilan,
keterampilan
dan sikap yang diperlukan untuk mendukung kesiapan anak belajar di
d
jenjang pendidikan yang lebih lanjut. Kurikulum PAUD memberi arah
je
pada proses stimulasi yang dilaksanakan secara cermat, hati-hati, sesuai
p
dengan karakteristik anak dan dinilai secara komprehensif dari data yang
d
otentik. Proses stimulasi yang tidak direncanakan tidak akan mampu
o

14 KURIKULUM PENDIDIKAN ANAK USIA DINI, APA, MENGAPA, DAN BAGAIMANA 7


mencapai tujuan yang diharapkan. Oleh karena itu, penting bagi setiap satuan kemampuan akademik yang harus dikuasi anak. Keberhasilan kurikulum PAUD
pendidikan anak usia dini memiliki dan mengembangkan kurikulum di tingkat ditandai dengan pencapaian kematangan tahap perkembangan sesuai dengan
satuan pendidikan (KTSP). kelompok usia anak tanpa label pintar – tidak pintar, atau lulus – tidak lulus.

Apa sajakah yang menjadi Landasan Pengembangan Kurikulum Bagaimanakah Keterkaitan Standar PAUD dan Kurikulum 2013 PAUD?
PAUD di Indonesia? Tahun 2014 Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menerbitkan Peraturan
Kurikulum 2013 Pendidikan Anak Usia Dini dikembangkan dengan berlandaskan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 137 tahun 2014 tentang Standar
pada berbagai kajian, baik secara teoretis, empiris, yuridis, maupun sosial budaya. Pendidikan Anak Usia Dini dan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan
Intisari dari beberapa kajian tersebut, sebagai berikut: Nomor 146 tahun 2014 tentang Kurikulum 2013 Pendidikan Anak Usia Dini.

Gambar 4 Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia pengertian standar adalah ukuran tertentu
yang dijadikan sebagai patokan. Dengan demikian standar menetapkan persyaratan
LANDASAN PENGEMBANGAN K-13 PAUD
formal yang menciptakan kriteria, metode, proses, dan teknis seragam yang harus
dipenuhi. Merujuk pada pengertian tersebut standar PAUD berisi ukuran-ukuran
FILOSOFIS atau patokan-patokan yang harus dipenuhi dalam penyelenggaraan PAUD.
Standar PAUD terdiri atas delapan standar, yaitu; (1) Standar Tingkat Pencapaian
Perkembangan Anak (STPPA), (2) Standar Isi, (3) Standar Proses, (4) Standar Penilaian,
SOSIOLOGIS (5) Standar Pendidik dan Kependidikan, (6) Standar Pengelolaan, (7) Standar Sarana
YURIDIS
LANDASAN KUR dan Prasarana, dan (8) Standar Pembiayaan.
2013 PAUD Dalam Pasal 1 Bab I Ketentuan Umum Permendikbud No. 137 tahun 2014 ditetapkan
pengertian Standar sebagai berikut:
1. Standar Tingkat Pencapaian Perkembangan Anak (STPPA) adalah kriteria
PSIKOPEDAGOGIS TEORITIS tentang kemampuan yang dicapai anak pada seluruh aspek perkembangan
dan pertumbuhan, mencakup aspek nilai agama dan moral, fisik-motorik,
1. Landasan Filosofis, bahwa kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan: kognitif, bahasa, sosial-emosional, serta seni (Pasal 1 (2) Permendikbud nomor
a. berakar pada budaya bangsa yang beragam 137/2013).
b. peserta didik adalah pewaris budaya bangsa yang kreatif dan peduli. 2. Standar Isi adalah kriteria tentang lingkup materi dan kompetensi menuju
c. proses pendidikan memerlukan keteladanan, pengayoman yang dilakukan tingkat pencapaian perkembangan yang sesuai dengan tingkat usia anak.
secara terus menerus 3. Standar Proses adalah kriteria tentang pelaksanaan pembelajaran pada
d. kegiatan pembelajaran dilakukan melalui bermain. satuan atau program PAUD dalam rangka membantu pemenuhan tingkat
pencapaian perkembangan yang sesuai dengan tingkat usia anak.
2. Landasan Sosiologis, bahwa kurikulum dituntut untuk:
4. Standar Penilaian adalah kriteria tentang penilaian proses dan hasil
a. sesuai dengan tuntutan (harapan) dan norma yang berlaku di masyarakat
pembelajaran dalam rangka mengetahui tingkat pencapaian yang sesuai
b. bersifat inklusif untuk membentuk sikap saling menghargai dan
dengan tingkat usia anak.
memberlakukan semua anak setara, bebas dari diskriminasi dalam bentuk
5. Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan adalah kriteria tentang kualifikasi
apa pun.
akademik dan kompetensi yang dipersyaratkan bagi pendidik dan tenaga
3. Landasan Teoretis
kependidikan PAUD.
a. Kurikulum 2013 Pendidikan Anak Usia Dini dikembangkan dengan
6. Standar Sarana dan Prasarana adalah kriteria tentang persyaratan pendukung
mengacu pada teori pendidikan berbasis standar dan kurikulum berbasis
penyelenggaraan dan pengelolaan pendidikan anak usia dini secara holistik
kompetensi.
dan integratif yang memanfaatkan potensi lokal.

8 KURIKULUM PENDIDIKAN ANAK USIA DINI, APA, MENGAPA, DAN BAGAIMANA 13


Gambar 5 b. Pendidikan berbasis standar berarti bahwa Kurikulum 2013 PAUD mengacu
KETERKAITAN KURIKULUM pada Standar PAUD yang ditetapkan dalam Permendikbud Nomor 137 Tahun
ANTAR TINGKAT/JENJANG PENDIDIKAN 2014. Proses pengembangan kurikulum secara langsung berlandaskan pada
empat standar yakni standar tingkat pencapaian perkembangan anak,
STRUKTUR Pengembangan standar isi, standar proses, dan standar penilaian pendidikan. Sementara
PAUD
KURIKULUM kepribadian itu, empat standar lainnya dikembangkan lebih lanjut untuk mendukung
DIKNAS Muatan umum : nasional, lokal implementasi kurikulum.
Muatan umum : nasional, lokal c. Kurikulum berbasis kompetensi berarti bahwa Kurikulum 2013 PAUD
DIKMEN Peminatan akademik
STANDAR dirancang untuk memberikan pengalaman belajar seluas-luasnya bagi anak
KOMPETENSI Peminatan kejuruan
PNF untuk mengembangkan kemampuan yang berupa sikap, pengetahuan, dan
LULUSAN Peminatan lintas minat/penalaman
minat keterampilan yang direfleksikan dalam kebiasaan berpikir dan bertindak.
Program kecakapan hidup 4. Landasan Pedagogis
SIKAP KETERAMPILAN PENGETAHUAN Kurikulum satuan/program pendidikan Kurikulum 2013 PAUD memahami bahwa sebagai individu yang unik,
Kurikulum mata pelajaran memiliki kecepatan perkembangan yang berbeda, dan belum mencapai masa
Pedoman implementasi operasional konkret. Oleh karena itu dalam mengelola kegiatan pembelajaran
Kompetensi inti
Pemerintah Buku Teks Pelajaran
Kompetensi Dasar menggunakan pendekatan pembelajaran yang sesuai dengan tahapan
Buku Panduan Guru
Provinsi Mulok dikmen
perkembangan dan potensi setiap anak.
Kab/kota Mulok dikdas 5. Landasan Yuridis
PENGELOLA
KURIKULUM Kurikulum 2013 PAUD berdasar pada perundangan dan peraturan yang
Satuan pend Mulok, KTSP, RPP dan KBM
berlaku dan sesuai dengan kaidah-kaidah yang ada. Landasan yuridis yang
digunakan dalam pengembangan Kurikulum 2013 PAUD adalah sebagai
Dari gambar (5) di atas kita dapat melihat bahwa Kurikulum
berikut:
2013 dilaksanakan pada seluruh jenjang pendidikan, dari
a. Pembukaan UUD 1945
jenjang PAUD, SD, SMP, SMA hingga SMK, termasuk untuk
“… Kemudian daripada itu untuk membentuk suatu Pemerintah Negara
Pendidikan Nonformal. Struktur kurikulum di semua jenjang
P
“...Kurikulum Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh
berisi kompetensi inti dan kompetensi dasar.Kompetensi
b
tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum,
2013 merupakan inti dan kompetensi dasar mencakup kompetensi sikap,
in
mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia
kurikulum Nasional pengetahuan, dan keterampilan.
p
yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial,
bersifat terbuka, Kurikulum 2013 merupakan kurikulum nasional yang bersifat
K …”
terbuka artinya memberi peluang kepada daerah dan satuan
te
artinya memberi b. Pasal 31 Undang Undang Dasar 45
pendidikan untuk memperkaya kurikulum sesuai dengan
p
Ayat (1) Setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan; dan
peluang kepada karakteristik daerah atau satuannya. Provinsi berkewenangan
k
ayat (2) Setiap warga negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan
daerah dan satuan mengembangkan muatan lokal untuk kurikulum pendidikan
m
pemerintah wajib membiayainya. (3) Pemerintah mengusahakan dan
pendidikan untuk menengah. Kabupaten/kota berkewenangan mengembangkan
m
menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional yang meningkatkan
muatan lokal untuk kurikulum SD dan SMP, sedangkan
m
memperkaya keimanan dan ketaqwaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan
satuan pendidikan termasuk satuan PAUD mengembangkan
sa
kehidupan bangsa yang diatur dengan undang-undang.
sesuai dengan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP).
K
c. Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional No. 20 tahun 2003 Bagian
karakteristik daerah Kekhasan kurikulum di tiap jenjang terdapat pada konten.
K Ketujuh Pendidikan Anak Usia Dini (Pasal 28)
dan satuannya...” Konten kurikulum PAUD dikenalkan untuk membangun
K 1) Pendidikan anak usia dini diselenggarakan sebelum jenjang pendidikan
pengalaman belajar, tidak menitikberatkan pada pencapaian
p dasar.

12 KURIKULUM PENDIDIKAN ANAK USIA DINI, APA, MENGAPA, DAN BAGAIMANA 9


2) Pendidikan anak usia dini dapat diselenggarakan melalui jalur
pendidikan formal, nonformal, dan/ atau informal.
3) Pendidikan anak usia dini pada jalur pendidikan formal berbentuk
Bagaimanakah Posisi
Taman Kanak-kanak (TK), Raudhatul Athfal (RA), atau bentuk lain yang
sederajat. Kurikulum PAUD dalam
4) Pendidikan anak usia dini pada jalur pendidikan nonformal berbentuk
Kelompok Bermain (KB), Taman Penitipan Anak (TPA), atau bentuk lain
yang sederajat.
Rangka Pendidikan Nasional
5) Pendidikan anak usia dini pada jalur pendidikan informal berbentuk
pendidikan keluarga atau pendidikan yang diselenggarakan oleh
lingkungan. Pada bagian ini akan dipaparkan posisi atau kedudukan
6) Ketentuan mengenai pendidikan anak usia dini sebagaimana dimaksud strategis Kurikulum 2013 Pendidikan Anak Usia Dini dalam konteks
dalam ayat (1), ayat (2), ayat (3), dan ayat (4) diatur lebih lanjut dengan dan lingkup Pendidikan Nasional. Pokok-pokok pikiran yang akan
Peraturan Pemerintah. dipaparkan, yaitu:
d. Undang Undang Perlindungan Anak No. 23 Tahun 2002 • Bagaimanakah Kedudukan K-13 PAUD dengan
Pasal 4 berbunyi ”Setiap anak berhak untuk dapat hidup, tumbuh, Kurikulum Pendidikan di Tingkat Atasnya? “...Pembentukan
berkembang, dan berpartisipasi secara wajar sesuai dengan harkat dan
• Bagaimanakh Keterkaitan Standar PAUD dan Kurikulum SDM yang
martabat kemanusiaan, serta mendapat perlindungan dari kekerasan dan
2013 PAUD? handal harus
diskriminasi”; Pasal 9 ayat 1 ”Setiap anak berhak memperoleh pendidikan
dan pengajaran dalam rangka pengembangan pribadinya dan tingkat Kedua pertanyaan di atas merupakan pertanyaan kunci di muali sejak
kecerdasannya sesuai dengan minat dan bakatnya”; Pasal 9 ayat 2 ”Selain untuk dapat memaknai posisi atau kedudukan strategis usia dini secara
hak anak sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), khusus bagi anak yang Kurikulum 2013 Pendidikan Anak Usia Dini dalam konteks
berkelanjutan
menyandang cacat juga berhak memperoleh pendidikan luar biasa, dan lingkup Pendidikan Nasional. Paparan setiap jawaban
sedangkan bagi anak yang memiliki keunggulan juga berhak mendapatkan dari pertanyaan di atas, adalah : hingga jenjang
pendidikan khusus”. pendidikan
e. Peraturan Pemerintan Nomor 13 Tahun 2015 tentang perubahan kedua Bagaimanakah Kedudukan K-13 PAUD dengan
tertinggi dalam
atas Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Kurikulum Pendidikan di Tingkat Atasnya?
satu sistem
Pendidikan. Kurikulum 2013 Pendidikan Anak Usia Dini merupakan
Pada pasal 77G yaitu struktur kurikulum pendidikan anak usia dini berisi pendidikan...”
bagian yang tak terpisahkan dari kebijakan pengembangan
program pengembangan nilai agama dan moral, motorik, kognitif, bahasa, kurikulum pendidikan nasional, dan memiliki kesinambungan
sosial-emosional, dan seni. dengan kurikulum 2013 pada jenjang pendidikan di
f. Perpres No. 60 tahun 2013 tentang Pengembangan Anak Usia Dini Holistik atasnya. Kurikulum 2013 menetapkan struktur kurikulum yang
Integratif. sama untuk semua jenjang pendidikan tanpa menghilangkan
g. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 137 Tahun 2014 kekhasan program masing-masing. Kebijakan tersebut didasarkan
tentang Standar Nasional Pendidikan Anak Usia Dini. pada pemahaman bahwa pembentukan sumber daya manusia yang
h. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 146 Tahun 2014 andal harus dimulai sejak usia dini secara berkelanjutan hingga
tentang Kurikulum 2013 Pendidikan Anak Usia Dini. jenjang pendidikan tertinggi dalam satu sistem pendidikan. Secara
i. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 160 Tahun 2014 jelas dapat dilihat pada gambar (5) berikut ini.
tentang Pemberlakukan Kurikulum 2006 dan Kurikulum 2013.
j. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 84 Tahun 2014
tentang Pendirian Satuan PAUD Kurikulum 2013 Pendidikan Anak Usia Dini.

10 KURIKULUM PENDIDIKAN ANAK USIA DINI, APA, MENGAPA, DAN BAGAIMANA 11