Anda di halaman 1dari 8

1

BAB 1
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Kabupaten Kudus (untuk selanjutnya ditulis dengan Kudus), memiliki
banyak lembaga pendidikan yang berkualitas dari tingkat dasar hingga tingkat
menengah lanjutan. Lembaga pendidikan ini meliputi lembaga pendidikan umum,
dan lembaga pendidikan keagamaan. Hal ini menjadi daya tarik bagi masyarakat
dari luar Kudus untuk menyekolahkan putra-putrinya di lembaga-lembaga
pendidikan di Kudus yang berasal dari kabupaten lain di sekitar Kudus (misalnya
Jepara, Pati, dan Demak), serta ada siswa yang berasal dari luar Propinsi Jawa
Tengah. Salah satu permasalahan bagi siswa yang menempuh pendidikan di luar
kota asal adalah persoalan tempat tinggal.
Para orang tua siswa menginginkan agar putra-putri mereka yang masih
dalam taraf perkembangan selalu terkontrol keagamaan dan perilaku sosial dalam
kehidupan keseharian. Perilaku sosial meliputi kreativitas siswa dan siswa dalam
berbagai macam kegiatan, salah satunya dalam bidang industri kreatif dan
inovatif. Kementerian Perdagangan Indonesia menyatakan bahwa Industri kreatif
merupakan industri yang berasal dari pemanfaatan kreativitas, keterampilan serta
bakat individu untuk menciptakan kesejahteraan serta lapangan pekerjaan dengan
menghasilkan dan mengeksploitasi daya kreasi dan daya cipta individu tersebut.
Hal ini diharapkan dapat mencapai cita-cita bangsa Indonesia dengan visi yang
dikenal sebagai Visi Indonesia 2020 yang merupakan upaya untuk terwujudnya
masyarakat Indonesia yang religius, manusiawi, bersatu, demokratis, adil,
sejahtera, maju, mandiri serta baik dan bersih dalam penyelenggaraan negara.
Gema Sakti (Gerakan Madani Santri Aktif Kreatif Penuh Inovasi Sebagai
Upaya Peningkatan Minat Wirausaha Berbasis Industri Online Kreatif) ini
merupakan langkah yang akan diterapkan di Pondok Pesantren yang berupa
kegiatan dalam bidang industri dengan memanfaatkan kemajuan teknologi
informasi, yaitu sistem jual beli e-commerce yang sering disebut dengan jual beli
online.
1.2 Profil dan kondisi mitra

Sejak awal berdiri hingga saat ini, Pondok Pesantren YASIN merupakan
pondok pesantren yang mengkhususkan diri pada bidang Tahfidz Al Qur’an,
selain juga memberikan kajian bidang Tafsir, Hadits, Fiqih, dan Akhlaq. Santri
yang diterima di pondok pesantren ini merupakan siswa tingkat menengah
lanjutan, yang pada umumnya bersekolah di Sekolah Menengah Atas (SMA)
maupun Madrasah Aliyah (MA) yang ada di Kudus.
Visi Pondok Pesantren YASIN adalah menjadi pondok pesantren yang
mendidik santri agar memiliki kecakapan nurani, kecerdasan kognisi, dan
keterampilan dalam aksi. Adapun misinya yaitu:
2

1. meningkatkan keimanan dan ketakwaan semua individu yang berada di dalam


lingkungan pesantren;
2. mengoptimalkan potensi spiritual, kognisi dan aksi dalam bidang keagamaan
dengan internalisasi nilai-nilai yang terkandung dalam Al-Qur'an, sunnah dan
kitab salaf;
3. meletakkan dasar-dasar secara proporsional dan seimbang antara iman dan
ilmu, antara dzikir dan ikhtiar, antara ruh-akal dan fisik, antara kognitif-afektif
dan psikomotorik, antara personal dan komunal antara kepentingan dunia dan
akhirat sehingga menjadi insan yang berbudi luhur dan bertanggung jawab.
Tujuan umum Pondok Pesantren YASIN adalah mendidik kader-kader
agama dan bangsa yang lurus aqidahnya, benar ibadahnya, mulia akhlaknya,
optimal kapasitas intelektualnya, bugar badannya, sistematis pola pikirnya,
terampil kerjanya serta tinggi empati, simpati dan kepeduliannya terhadap sesama
dengan izin Allah SWT. Saat ini pondok pesantren YASIN diasuh oleh 8
(delapan) ustadz/ustadzah, dengan jumlah santri dalam lima tahun terakhir
ditunjukkan pada Tabel 1.

Tabel 1 Data jumlah santri pondok pesantren YASIN dalam 5 tahun terakhir
Jumlah santri
No. Tahun Pelajaran
Putra Putri
1. 2012 / 2013 15 97
2. 2013 / 2014 20 123
3. 2014 / 2015 20 141
4. 2015 / 2016 25 164
5. 2016 / 2017 30 186

Data prasarana tahun 2016 dituliskan pada Tabel 2. Saat ini sedang dilakukan
renovasi pada Gedung 2 dengan membangun lantai 3 pada Gedung 2, sehingga
pada tahun pelajaran 2017/2018 nanti telah dapat digunakan oleh santri baru yang
jumlahnya semakin meningkat. Data sarana dituliskan pada Tabel 3.

Tabel 2 Data prasarana pondok pesantren YASIN tahun 2016


No. Nama prasarana Jumlah
1. Gedung 3
2. Aula 1
3. Kamar santri putra (kapasitas 20) 2
4. Kamar santri putri (kapasitas 20) 4
5. Kamar santri putri (kapasitas 30) 4
6. Kamar mandi santri putra 3
7. Kamar mandi santri putri 15
8. Dapur 1
9. Gudang 1
3

Tabel 3 Data sarana pondok pesantren YASIN tahun 2016


No. Nama sarana Jumlah
1. Perangkat sound system 1 set
2. Akses Internet melalui Access Point 1 titik
3. Kasur bagi santri 216 unit
4. Lemari bagi santri 216 unit
5. Mesin cuci 8 unit
6. Kamera Closed Circuit Television (CCTV) 4 unit

1.3 Permasalahan mitra


Santri merupakan generasi muda bangsa yang di masa mendatang akan
mewarnai kehidupan bangsa. Sebagai salah satu komponen generasi muda, santri
juga mengalami (dan bahkan perlu menguasai) perkembangan teknologi terkini,
termasuk teknologi informasi dan komunikasi.
Kegiatan santri yang sehari-hari adalah belajar dan mengkaji segalah hal
yang berkaitan dengan agama. Jadwal kegiatan tersebut kadang menyisakan
waktu luang yang dirasa cukup disayangkan jika tidak digunakan untuk
melakukan hal yang lebih produktif. Hal yang memungkinkan untuk dikerjakan
oleh santri untuk mengisi waktu luang dan menghasilkan peghasilan adalah
wirausaha. Wirausaha yang kreatif dengan memanfaatkan kreatifitas para santri
dapat membantu memberikan pemasukan keuangan para santri. Jika wirausaha
hanya dilakuka secara konvensional pun belum cukup maka PKM Pengabdian
kepada Masyarakat ini bermaksud untuk memberikan solusi pengembangan
kreatifitas wirausaha berbasis multimedia dengan cara pelatihan, pengajaran, dan
pendampingan santri tentang wirausaha yang berbasis teknologi dan multimedia.

1.4 Kondisi dan potensi wilayah

Pondok Pesantren YASIN beralamat di kelurahan Sunggingan RT 1 RW 3


nomor 256 Kudus. Kelurahan Sunggingan merupakan satu dari 10 kelurahan dan
15 desa yang terdapat di kecamatan Kota kabupaten Kudus. Kelurahan
Sunggingan memiliki luas sekitar 35 hektar. Peta kelurahan Sunggingan
ditunjukkan pada Gambar 1. Dari Gambar 1 terlihat bahwa wilayah Sunggingan
dilewati oleh sungai Kali Gelis, yang juga membelah kota Kudus menjadi dua
wilayah.
Jumlah penduduk kelurahan Sunggingan pada tahun 2012 (data dari Kantor
Kelurahan Sunggingan) adalah 6.156 orang, dengan penduduk laki-laki berjumlah
2.932 orang dan perempuan 3.224 orang. Di kelurahan ini terdapat empat buah
masjid, satu pondok pesantren, dua Taman Kanak-kanan (TK) swasta, dua
Sekolah Dasar (SD) negeri, satu Madrasah Ibtidaiyah (MI) swasta, satu Madrasah
Tsanawiyah (MTS) swasta dan satu Madrasah Aliyah (MA) swasta. Selain itu,
terdapat pula satu Rumah Bersalin (RB) swasta, bidan praktek swasta, pos
4

pelayanan terpadu (posyandu) sekali dalam satu bulan, serta pondok bersalin desa
(polindes) yang melayani warga setiap Senin dan Kamis.
Secara ekonomi, warga masyarakat Sunggingan di antaranya
bermatapencaharian sebagai pedagang, guru, pengrajin kuningan, pengrajin
gypsum, pengrajin bordir, pengusaha konveksi, pengusaha sirup, dan pengusaha
jenang. Secara umum, kehidupan sosial di kelurahan Sunggingan berjalan dengan
baik.

Keterangan : Lokasi pondok pesantren YASIN

Gambar 1 Peta kelurahan Sunggingan

1.5 Tujuan
1. Menerapkan ilmu pengetahuan yang didapatkan pada dunia
perkuliahan.
2. Membantu terlaksananya penerapan UUD 1945 pasal 31.
3. Membantu Pondok Pesantren Yasin Kudus untuk mengembangkan
potensi wirausaha para santri.
4. Memberi pemahaman mendasar kepada santri Pondok Pesantren Yasin
Kudus mengenai wirausaha berbasis teknologi informasi dan
multimedia.
5. Mengubah pola pikir santri kea rah yang lebih maju untuk menjadikan
industry kreatif dan inovatf di Pondok Pesantren Yasin Kudus.
5

6. Mengajarkan para santri untuk dapat mandiri berwirausaha dengan


cara membuat suatu kerajinan rumahan.

1.6 Luaran Yang Diharapkan


1. Santri dapat mengoptimalkan potensi yang ada ke arah yang lebih
baik, dengan menerapkan usaha berbasis teknologi informasi, serta
mampu menata diri untuk memepersiapkan masa depan yang lebih
maju dan berpengalaman.
2. Lahirnya industri kreatif dan inovatif baru di Pondok Pesantren Yasin
Kudus

1.7 Manfaat Kegiatan


1. Membantu santri dalam menerapkan usaha dalam bentuk e-commerce.
2. Membentuk suatu perkumpulan santri yang kreatif dan inovatif.
3. Mewujudkan program besar pemerintah dalam meningkatkan jumlah
industri kreatif yang ada.
4. Memberikan program pendidikan dan pelatihan industri kreatif
berbasis teknologi informasi dan multimedia terhadap santri putri di
Pondok Pesantrean Yasin Kudus.
6

BAB II
GAMBARAN UMUM MASYARAKAT SASARAN

Kudus merupakan kota dengan budaya isalami yang kental, dengan


beberapa ikon-ikon kota yang menjadi symbol kebudayaan Kota Kudus. Pondok
pesantren sangat erat hubungannya dengan Kota Kudus ini, dengan kebudayaanya
yang telah melekat dalam kehidupan sehari-hari.
Sebagian dari anak-anak usia sekolah, baik berasal dari Kota Kudus
maupun dari kota lain mengenyam pendidikan dalam lembaga pendidikan pondok
pesantren. Menjadi wajar adanya saat mereka ditanya mengenai teknologi
informasi yang ada saat ini dan mereka tidak merasa asing dengan situs jual beli
online atau e-commerce. Pada realita di kehidupa sehari-hari metode transaksi ini
sangat diminati oleh masarakat umum maupun di lingkungan para santri. Selain
itu kegiatan wirausaha yang berbasis multimedia di lingkungan pesantren belum
banyak yang diterapkan.
7

BAB III

METODE PELAKSANAAN

Dalam setiap kegiatan ilmiah, agar lebih terarah dan rasional dibutuhkan
adanya suatu metode yang tepat untuk mencapai tujuan. Metode ini diartikan
sebagai cara untuk mengarahkan suatu kegiatan sehingga mendapatkan hasil yang
optimal.

Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah sebagai berikut :


3.1 Metode Pendekatan
Metode pendekatan ditekankan pada pendekatan emosional untuk
mendukung pemahaman dari kondisi psikologi masyarakat tujuan yang labil atau
mudah tergoncang. Metode ini kami rancang sedemikian rupa sehingga dapat
memunculkan rasa antusias para santri untuk mengikuti kegiatan yang telah kami
agendakan. Kegiatan sosialisasi awal kami selingi dengan perkenalan disertai
dengan permainan yang menarik dan interaktif sehingga terciptanya suasana yang
nyaman dan kondusif sehingga dalam proses transfer ilmu lebih tepat sasaran. Di
tengah-tengah kegiatan sosialisasi tersebut, kami sekaligus berbaur dengan para
sanri agar menambah nuansa keakraban dan timbul suasana yang hangat, erat,
dekat serta bersahabat.

3.2 Metode Distract and Atrract


Metode Distract and Atrract adalah metode yang menerapkan strategi
untuk membuat masyarakat atau komunitas tujuan menjadi tidak minat dengan
apa yang mereka minati sekarang sehingga mengganti fokus mereka terhadap hal
lain yang lebih positif dan menguntungkan.

3.3 Metode Change Mindset


Metode Change Mindset merupakan metode yang menerapkan proses
perubahahan pola pikir masyarakat tujuan dengan menggunakan doktrin dan studi
kasus tertentu sehingga timbul suatu inisiatif dan gambaran ke depan sehingga
mampu melahirkan satu peta pemikiran baru (mind map).

3.4 Pelatihan
Setelah sistem dibangun, dilakukan pelatihan pengisian konten kepada mitra.

3.5 Pendampingan
Untuk memantau hasil pelatihan yang telah diberikan, dilakukan pendampingan
kepada mitra selama satu bulan.
8

BAB 4. BIAYA DAN JADWAL KEGIATAN

4.1 Anggaran biaya


Ringkasan anggaran biaya disusun pada Tabel 5.

Tabel 5 Ringkasan anggaran biaya PKM-M


No. Jenis Pengeluaran Biaya (Rp)
1. Peralatan penunjang: web hosting, computer 6.200.000
2. Bahan habis pakai: desain web, kertas HVS, konsumsi 5.330.000
3. Perjalanan: perjalanan ke Kudus 600.000
4. Lain-lain: penggandaan proposal dan laporan, spanduk 360.000
Jumlah 12.490.000

4.2 Jadwal kegiatan


Jadwal kegiatan disusun pada Tabel 6.

Tabel 6 Jadwal kegiatan PKM-M


Bulan 1 Bulan 2 Bulan 3 Bulan 4 Bulan 5
Jenis Kegiatan Minggu Minggu Minggu Minggu Minggu
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
Survey lokasi mitra

Pendekatan
kebutuhan mitra
Memperisapkan
peralatan penunjang
kegiatan
Pembuatan system
alat penunjang
kegiatan
Pelatihan tentang
konten kepada mitra
Pendampingan
terhadap konten yang
sudah diberikan
Penyusunan Laporan
dan Dokumentasi
Penyusunan Laporan
Pertanggungjawaban