Anda di halaman 1dari 22

KARYA TULIS

PENELITIAN DI BOSSCHA DAN FLOATING MARKET

NAMA : ZEFANYA YEDIJA


KELAS : 9B
NO ABSEN : 31
PENGANTAR
Pertama tama puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa.Ia telah mengaruniakan
segalanya,sehingga saya bisa menyelesaikan karya tulis ini dengan baik.saya juga berterima
kasih kepada semua sumber yang membantu mengerjakan karya tulis ini sehingga dapat
terselesaikan dengan baik dan benar.
Seperti yang kita ketahui ini adalah karya tulis.saya membuat karya tulis yang berisikan
laporan kegiatan outing yang saya jalankan Bersama teman teman saya dan bapak ibu guru
saya ke berbagai tempat di lembang.
Saya membuat karya tulis ini dengan maksud agr pembaca tahu banyak tentang apa
yang saya tulis di kaya tulis ini. Saya berharap karya tulis ini bias memberi informasi yang cukup
banyak agar pembaca juga tahu apa yang ada di tempat tempat yang saya kunjungi dan
seberapa serunya itu dan tidak ketinggalan juga untuk merekomendasika tempat yang saya
kunjungi ini.
Saya juga meminta kritik dan saran pembaca jika saya melakkan kesalahan dalam karya
tulis yang saya buat atau tidak berkenan di hati pembaca dan dapat membuat saran kepada
saya agar karya tulis saya dapat menjadi lebih baik lagi untuk kedepan dan dapat menambah
pengetahuan kita.
Saya juga tahu bahwa karya tulis yang saya buat passti masih jauh dari kata
sempurna.oleh sebab itu saya meminta agar para pembaca dapat embanatu karya tulis yang
saya buat agar menjadi lebih baik seperti yang saya katakan sebelumnya.
Akirnya,sekian pengantar dari saya,semoga pembaca membaca dengan senang dan
mendapat wawasan yang leih dengan melihat karya tulis saya ini.demikian juga saya berterima
kasih kepada pembaca yang bersedia memberikan saran kepada saya agar dapat menjadikan
karya tulis ini lebih baik lagi.

Karawang, Oktober 2017

Penulis
Daftar isi

Kata pengantar…………………………………………………………………………………………..... 1
Daftar isi………………………………………………………………………………………………….……. 2
BAB I. Pendahulan ………………………………………………………………………………..……… 3
BAB II. Isi/pembahasan masalah…………………………………………………………………… 6
BAB III. Penutup……………………………………………………………………….…………………... 21
Daftar pustaka………………………………………………………………………………………………. 22
BAB I
Pendahuluan
1.1 latar belakang
sebenarnya bosscha adalah tempat yang paling bagus untuk sisw a siswi yang suka atau
menggemari bahkan sangat antusias terhadap ilmu asntronomi atau hal hal yang berbau
tentang luar angkasa seperti bintang bintang dan planet planet yang ada di tata surya ini.
Bosscha juga sangat terkenal sampai mancanegara dan ilmuan imuan dating dari
berbagai negara ke bosscha demi penelitian terhadap bintang bintang dan planet planet yang
ada di tata surya ini.dan tempat ini juga baik untuk wisata siswa siswi agar dapat menambah
wawasan siswa siswi menjadi lebih berkembang dan terbuka.

Dan floating market juga terkenal sebagai tempat wisata di lembang. Banyak orang pergi
ke tempat ini menikmati pemandangan pemandangan dan menikmati berbagai macam
makanan makanan yang tersedia di floating market.

Tempat ini sebenarnya sangat unik bagi semua orang yang pernah dating kesana karena
selain ada tempat trek ATV yang sangat panjang dan tentunya sangat menegangkan.

1.2 Permasalahan
Bagaimana sejarah bosscha?
Apa itu bosscha?
Dimana letak bosscha itu?
Seperti apa bosscha itu?
Ada berapa teropong yang ada disana?
Bagaimana cara memakai teropong tersebut?
Seperti apa floatig market?
Apakah seperti pasar biasa?
Dimana letak Floating Market?
Apa keunikan dari Floating Market itu?
Berapa kisaran harga makanan di floaing market?
Bagaimana membayar makanan yang sudah kita makan di
Floating market?

1.3 Tujuan penelitian

 Mengenalkan kepada pembaca apa itu bosscha


 Memberitahu kepada pembaca dimana letak bosscha
 Menjelaskan seperti apa ripa bosscha itu kepada para pembaca
 Memberitahu kepada pembaca ada berapa banyak teropong di Bosscha
 Memberitahu kepada pembaca bagaimana cara memakai teropong yang benar
 Memberitahu kepada pembaca seperti apa Floating Market
 Memberitahu kepada pembaca dimana sebenarnya letak Floating Market
 Memberitahu kepada pembaca keunikan apa saja yang ada di Floating Market
 Memberitahu kepada pembaca berapa kisaran harga di floating market
 Memberitahu kepada pembaca bagaimana cara membayar di floating market

1.4 Metode penelitian

Metode penelitian yang saya gunakan adalah metode pengamatan dan juga
pencarian di internet.karena dengan mengamati saja tidak cukup untuk membuat karya
tulis ini agar terlihat lebih baik.

1.5 Kegunaan penelitian


Saya berharap penelitian ini akan berguna bagi para pembaca agar menambah
wawasan para pembaca agar lebih luas dan dapat menjadi rekomendasi untul para pembaca
agar dapat memeilih tempat wisata lebih baik dan asik.

1.6 Sistematika penelitian


Sistematika pepmbuatan karya tulis ini yaitu adalah Judul,kata pengantar,daftatr isi,bab
1 yang terdiri dari pendahuluan, bab 2 yang tediri dari isi,dan bab 3 yang terdiri dari penutup.
BAB II
ISI/PEMBAHASAN MASALAH
A. BOSSCHA

Teleskop Zeiss. Credit: Muhammad Yusuf

Observatorium Bosscha adalah lembaga riset yang berada di bawah naungan Fakultas
Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Institut Teknologi Bandung (FMIPA ITB). Hingga saat
ini, Observatorium Bosscha merupakan satu-satunya observatorium besar di Indonesia. Bersama-
sama dengan Program Studi Astronomi, FMIPA ITB, Observatorium Bosscha menjadi pusat
penelitian, pendidikan, dan pengembangan ilmu Astronomi di Indonesia.

Bersama-sama dengan Program Studi Astronomi, FMIPA ITB, Observatorium Bosscha menjadi
pusat penelitian, pendidikan, dan pengembangan ilmu Astronomi di Indonesia.

Selain mengemban tugasnya dalam penelitian dan pendidikan, Observatorium Bosscha


melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat, baik dalam bentuk kegiatan rutin maupun
kegiatan yang sifatnya insidental bergantung pada terjadinya fenomena astronomi yang menarik.
Observatorium Bosscha pun membuka peluang kolaborasi dan belajar bagi mahasiswa maupun
peneliti dari berbagai tempat di seluruh dunia. Peneliti dan mahasiswa dari berbagai tempat telah
datang untuk melakukan pengamatan astronomi, melakukan analisis data astrofisika, belajar
instrumentasi, dan lain sebagainya. Observatorium Bosscha juga menerima mahasiswa maupun
peneliti yang ingin belajar topik-topik non-astronomi yang relevan, misalnya tentang
sejarah, bangunan, manajemen, serta lingkungan di Observatorium Bosscha.

Tahun 2004, Observatorium Bosscha dinyatakan sebagai Benda Cagar Budaya oleh Pemerintah.
Oleh karena itu, keberadaan Observatorium Bosscha dilindungi UU Nomor 2/1992 tentang
Benda Cagar Budaya. Selanjutnya, tahun 2008, Pemerintah menetapkan Observatorium Bosscha
sebagai salah satu Objek Vital nasional yang harus diamankan.

Sejarah

Latar belakang pendirian

Observatorium Bosscha (1900-40)

Pada permulaan abad ke-20, para astronom mulai menyadari bahwa bintang-bintang
terikat satu sama lain membentuk sistem galaksi. Keinginan untuk meneliti dan memahami
struktur galaksi tersebut mendorong dibangunnya berbagai teleskop besar di Belahan Bumi
Selatan karena sebelumnya teleskop berukuran besar hanya terkonsentrasi di Belahan Bumi
Utara, terutama di Eropa dan Amerika Utara.

Ide pembangunan observatorium di Hindia Belanda dikemukakan oleh insinyur-astronom


kelahiran MadiunJoan George Erardus Gijsbertus Voute. Dia melihat bahwa penelitian
astronomi terhambat karena kurangnya jumlah observatorium dan pengamat di Belahan Bumi
Selatan. Pada awalnya, Voûte meneliti di Cape Observatory, Afrika Selatan, namun kurangnya
dukungan pemerintah setempat membuat Voûte kembali ke Batavia, Hindia Belanda. Voûte
berusaha mempengaruhi beberapa astronom di Belanda untuk membangun Observatorium di
Hindia Belanda. Persahabatan antara Voûte dengan pengusaha kaya Karel Albert Rudolf
Bosscha dan Rudolf Albert Kerkhoven semakin memperkuat dukungan terhadap pembangunan
Observatorium.
Pembiayaan

Bosscha mengumpulkan pengusaha dan orang-orang terpelajar untuk membentuk


organisasi Nederlandsch-Indische Sterrenkundige Vereeniging (NISV—Perkumpulan Astronom
Hindia Belanda) untuk menyalurkan uang bagi pembangunan observatorium. Hingga tahun
1928, diperkirakan organisasi ini mampu menyumbangkan 1 juta Gulden untuk dana pendirian
dan operasional harian observatorium. Sebidang tanah di Lembang telah disumbangkan oleh
Ursone bersaudara, pengusaha pemerahan sapi Baroe Adjak, dan hak kepemilikan tanahnya telah
diserahkan kepada NISV.

Bosscha dan Voûte kemudian memberikan mandat kepada Observatorium Leiden untuk
mengawasi pembelian instrumen untuk observatorium. Bosscha meminta saran kepada direktur
Observatorium Leiden, Ejnar Hertzsprung, mengenai pengadaan teleskop dan juga mengenai
sistem pikul teleskop. Ia berharap untuk dapat memanfaatkan jatuhnya nilai tukar Mark Jerman
pasca Perang Dunia I agar dapat memperoleh teleskop Jerman berkualitas baik dengan harga
murah. Pada awal tahun 1921, Bosscha bersedia membayar sebuah teleskop dengan garis tengah
60 cm dan panjang fokus 10 meter. Teleskop ini kemudian dipesan dari perusahaan optik
ternama Jerman, Carl Zeiss Jena. Sebagai penghargaan atas jasa K.A.R. Bosscha dalam
pembangunan observatorium ini, maka nama Bosscha diabadikan sebagai nama observatorium
ini.

Pembangunan

Konstruksi Observatorium Bosscha dimulai pada tahun 1923. Pada tahun 1925 program
pengamatan sudah dimulai dengan instrumen yang ada. Carl Zeiss membutuhkan waktu tujuh
tahun untuk membuat dan mengantarkan teleskop 60 cm, yang tiba pada tahun 1928. Voûte
berkutat dengan kalibrasi teleskop besar tersebut selama dua tahun berikutnya hingga ia puas
dengan kinerjanya. Semenjak tahun 1923, Voûte mulai mengundang astronom-astronom Belanda
untuk bekerja di Observatoriumnya.

Publikasi internasional pertama Observatorium Bosscha dilakukan pada tahun 1933.


Namun kemudian observasi terpaksa dihentikan dikarenakan sedang berkecamuknya Perang
Dunia II. Setelah perang usai, dilakukan renovasi besar-besaran pada observatorium ini karena
kerusakan akibat perang hingga akhirnya observatorium dapat beroperasi dengan normal
kembali.

Kemudian pada tanggal 17 Oktober 1951, NISV menyerahkan observatorium ini kepada
pemerintah RI. Setelah Institut Teknologi Bandung (ITB) berdiri pada tahun 1959,
Observatorium Bosscha kemudian menjadi bagian dari ITB. Dan sejak saat itu, Bosscha
difungsikan sebagai lembaga penelitian dan pendidikan formal Astronomi di Indonesia.
Fasilitas

Teleskop radio 2,3 m

Terdapat 5 buah teleskop besar, yaitu:

Teleskop Refraktor Ganda Zeiss

Teleskop ini merupakan jenis refraktor (menggunakan lensa) dan terdiri dari 2 teleskop
utama dan 1 teleskop pencari (finder). Diameter teleskop utama adalah 60 cm dengan panjang
fokus hampir 11 m, dan teleskop pencari berdiameter 40 cm. Instrumen utama ini telah
digunakan untuk berbagai penelitian astronomi, antara lain untuk pengamatan astrometri,
khususnya untuk memperoleh orbit bintang ganda visual. Selain itu, teleskop ini juga digunakan
untuk pengamatan gerak diri bintang dalam gugus bintang, pengukuran paralak bintang guna
penentuan jarak bintang. Pencitraan dengan CCD juga digunakan untuk mengamati komet dan
planet-planet, misalnya Mars, Jupiter, dan Saturnus. Dengan menggunakan spektrograf BCS
(Bosscha Compact Spectrograph), teleskop ini secara kontinu melakukan pengamatan spektrum
bintang-bintang.

Teleskop Schmidt Bima Sakti

Teleskop Schmidt Bima Sakti mempunyai sistem optik Schmidt sehingga sering disebut
Kamera Schmidt. Teropong ini mempunyai diameter lensa koreksi 51 cm, diameter cermin
71 cm, dan panjang fokus 127 cm. Teleskop ini biasa digunakan untuk mempelajari struktur
galaksi Bima Sakti, mempelajari spektrum bintang, mengamati asteroid, supernova, Nova untuk
ditentukan terang dan komposisi kimiawinya, dan untuk memotret objek langit. Diameter lensa
71,12 cm. Diameter lensa koreksi biconcaf-biconfex 50 cm. Titik api/fokus 2,5 meter. Juga
dilengkapi dengan prisma pembias dengan sudut prima 6,10, untuk memperoleh spektrum
bintang. Dispersi prisma ini pada H-gamma 312A tiap malam. Alat bantu extra-telescope adalah
Wedge Sensitometer, untuk menera kehitaman skala terang bintang , dan alat perekam film.[5]

Teleskop Refraktor Bamberg

Teropong Bamberg juga termasuk jenis refraktor yang ada di Observatorium Bosscha,
dengan diameter lensa 37 cm dan panjang fokus 7 m. Teropong ini berada pada sebuah gedung
beratap setengah silinder dengan atap geser yang dapat bergerak maju-mundur untuk membuka
atau menutup. Karena konstruksi bangunan, jangkauan teleskop ini hanya terbatas untuk
pengamatan benda langit dengan jarak zenit 60 derajat, atau untuk benda langit yang lebih tinggi
dari 30 derajat dan azimut dalam sektor Timur-Selatan-Barat. Untuk objek langit yang berada di
langit utara atau azimut sektor Timur-Utara-Barat praktis tak dapat dijangkau oleh teleskop ini.
Teleskop ini selesai diinstalasi awal tahun 1929 dan digerakkan dengan sistem bandul gravitasi,
yang secara otomatis mengatur kecepatan teleskop bergerak ke arah barat mengikuti bintang
yang ada di medan teleskop sesuai dengan kecepatan rotasi bumi. Teleskop ini juga telah
dilengkapi dengan detektor modern, menggunakan kamera CCD.[6] Teleskop ini biasa digunakan
untuk menera terang bintang, menentukan skala jarak, mengukur fotometri gerhana bintang,
mengamati citra kawah bulan, pengamatan matahari, dan untuk mengamati benda langit lainnya.
Dilengkapi dengan fotoelektrik-fotometer untuk mendapatkan skala terang bintang dari intensitas
cahaya listrik yang di timbulkan. Diameter lensa 37 cm. Titik api atau fokus 7 meter.

Teleskop Cassegrain GOTO

Teleskop Goto berjenis reflektor Cassegrain dengan diameter cermin utama 45 cm.
Cermin utama yang berbentuk parabola memiliki panjang fokus 1,8 m dan cermin sekunder yang
berbentuk hiperbola memiliki panjang fokus 5,4 m. Teleskop ini merupakan bantuan dari
kementrian luar negeri Jepang melalui program ODA (Overseas Development Agency), Ministry
of Foreign Affairs, pada tahun 1989.[7] Dengan teleskop ini, objek dapat langsung diamati
dengan memasukkan data posisi objek tersebut. Kemudian data hasil pengamatan akan
dimasukkan ke media penyimpanan data secara langsung. Teropong ini juga dapat digunakan
untuk mengukur kuat cahaya bintang serta pengamatan spektrum bintang. Dilengakapi dengan
spektograf dan fotoelektrik-fotometer

Teleskop Refraktor Unitron


Teleskop Unitron adalah teropong refraktor dengan lensa objektif berdiameter 102 mm
dan panjang fokus 1500 mm. Teropong ini diinstalasi pada mounting Zeiss yang masih asli
dengan sistem penggerak bandul gravitasi, sama seperti pada teropong Bamberg. Dari segi
ukuran, teropong ini baik untuk pengamatan matahari maupun bulan, dan banyak digunakan
untuk praktikum mahasiswa. Dengan ukuran yang kecil dan ringan, teropong ini mudah dibawa
dan telah beberapa kali digunakan dalam ekspedisi pengamatan gerhana matahari total, misalnya
tahun 1983 di Cepu, Jawa Tengah, dan tahun 1995 di Sangihe Talaud, Sulawesi Utara.[8]
Teleskop ini biasa digunakan untuk melakukan pengamatan hilal, pengamatan gerhana bulan dan
gerhana matahari, dan pemotretan bintik matahari serta pengamatan benda-benda langit lain.
Dengan Diameter lensa 13 cm, dan fokus 87 cm

Teleskop Surya

Teleskop ini merupakan teleskop Matahari yang terdiri dari 3 buah telekop Coronado
dengan 3 filter yang berbeda, serta sebuah teleskop proyeksi citra Matahari yang sepenuhnya
dibuat sendiri. Fasilitas ini merupakan sumbangan dari Kementerian Pendidikan, Sains, dan
Kebudayaan, Negeri Belanda, Leids Kerkhoven-Bosscha Fonds, Departemen Pendidikan
Nasional, serta Kementerian Negara Riset dan Teknologi.

Teleskop radio 2,3m

Teleskop radio Bosscha 2,3m adalah adalah instrumen radio jenis SRT (Small Radio
Telescope) yang didesain oleh Observatorium MIT-Haystack dan dibuat oleh Cassi Corporation.
Teleskop ini bekerja pada panjang gelombang 21 cm atau dalam rentang frekuensi 1400-
1440 MHz. Dalam rentang frekluensi tersebut terdapat transisi garis hidrogen netral, sehingga
teleskop ini sangat sesuai untuk pengamatan hidrogen netral, misalnya dalam galaksi kita, Bima
Sakti. Selain itu, teleskop ini dapat digunakan untuk mengamati objek-objek jauh seperti
ekstragalaksi dan kuasar. Matahari juga merupakan objek yang menarik untuk ditelaah dalam
panjang gelombang radio ini. Obyek eksotik, seperti pulsar, juga akan menjadi taget pengamatan
dengan teleskop radio ini.

Cara Mengunjungi Observatorium Bosscha

Untuk masuk ke kompleks Bosscha sebenarnya tidak sulit karena tidak membutuhkan
tiket dan pengunjung bisa bebas berkeliaran di sekitarnya. Namun jika ingin melihat Teleskop
Zeiss dan masuk ke beberapa bangunan, maka pengunjung harus datang sesuai jadwal
kunjungan yang disediakan (ada slot jam khusus). Hari Selasa-Jumat Bosscha hanya menerima
kunjungan dari instansi/sekolah/organisasi, sedangkan untuk kunjungan perorangan bisa di
hari Sabtu jam 09.00 – 13.00. Di masing-masing hari tersebut ada kapasitas maksimum
pengunjung 200 orang. Hari Minggu dan Senin Bosscha tidak menerima pengunjung.

Di musim kemarau (April – Oktober), Bosscha mengadakan program kunjungan malam


di mana para pengunjung bisa mencoba meneropong menggunakan Teropong Bamberg jika
langit cerah. Untuk program tersebut pengunjung harus daftar terlebih dahulu dan kunjungan pun
hanya dibuka untuk hari Kamis dan Jumat.

Observatorium Bosscha
Lokasi: Jalan Peneropong Bintang, Lembang
Jam kunjungan siang untuk perorangan: Sabtu 09.00 – 13.00
Harga tiket kunjungan siang: Rp15.000
Harga tiket kunjungan malam: Rp20.000

B. FLOATING MARKET

Masuk Floating Market Lembang


Wisata Lembang

Wisata lembang bandung identik dengan wisata alam bernuansa pegunungan


yang indah dan menawan yang tentunya didukung oleh udara yang segar dan sejuk,
maka tak ayal banyak sekali wahana wisata bermunculan di lembang bandung. ada satu
tempat wisata di lembang bandung yang cukup primadona dan terpopuler karena
menyajikan konsep yang berbeda dengan tempat-tempat wisata yang ada di lembang
pada umumnya, dan tempat wisata tersebut adalah Floating Market lembang bandung.

Floating Market Lembang menyajikan konsep wisata yang menggabungkan antara


perpaduan alam lembang yang mempesona dengan pasar terapung tradisional seperti
yang ada di bangkok thailand, sungai kuin banjarmasin dan langkat sumatra utara.
setiap wisatawan dapat merasakan sensasi belanja diatas perahu yang terapung di
danau seperti membeli makanan tradisional khas jawa barat, sayur mayur, ikan segar
dan lain-lain. Selain itu, Floating market lembang juga menyediakan berbagai macam
permainan anak-anak dan dewasa seperti perahu air, kereta air dan outbond yang
tentunya akan semakin menggairahkan anda berwisata. selain itu di floating market
lembang juga terdapat miniatur kereta api yang bisa di beli dan dijadikan sebagai buah
tangan untuk saudara dan kerabat dirumah.
Floating Market Lembang Bandung

A. Fasilitas yang tersedia di Floating Market Lembang :

Fasilitas yang tersedia di Floating Market Lembang cukup baik dan lengkap,
tentunya hal ini membuat nyaman wisatawan dalam menikmati wisata di floating
market lembang bandung ini, berikut Daftar Fasilitas yang tersedia di Floating Market
lembang:

1. Sarana Ibadah (mushola)

Mushola merupakan fasilitas atau sarana ibadah yang disediakan untuk


wisatawan muslim ketika berkunjung ke floating market lembang, sehingga wisatawan
tidak perlu khawatir untuk mencari tempat sholat jika waktu dzuhur atau ashar tiba.
mushola yang tersedia di floating market lembang cukup memadai dan bersih, bahkan
untuk pria dan wanita menggunakan mushola yang berbeda atau terpisah sehingga
setelah saya rasakan cukup nyaman beribadah di mushola yang ada di floating market
lembang.

Mushola Floating Market Lembang

2. Tempat Kuliner/Makan

Selain tempat kuliner yang tersedia di pasar terapung, di floating market


lembang juga terdapat fasilitas atau tempat kuliner bernuansa pesawahan dan resto
yang menyediakan berbagai macam jenis menu khas indonesia, asia dan eropa,
tentunya hal ini semakin menambah cita rasa anda dalam menikmati wisata di floating
market lembang bandung.
Rockpool Floating Market Lembang

3. Area berfoto ria di floating market lembang

Pada dasarnya sangat banyak sekali area berfoto ria di floating market lembang,
seperti ditepi danau, di pasar terapung, diarena bermain anak dan lainnya, namun ada
satu area yang sangat saya rekomendasikan untuk wisatawan berfoto ria yaitu di area
the Rock dimana diarea ini batu batu disusun sebaik dan seindah mungkin sehingga
seolah-olah mirip dengan taman batu yang indah.
Taman Batu Floating Market Lembang

4. Area Bermain Anak-Anak

Di floating market lembang bandung terdapat area bermain untuk anak-anak,


sehingga anak-anak akan senang dan terhibur ketika berwisata ke floating market
lembang. are bermain tersebut yaitu : Taman Miniatur Kereta api, Pancing Magnet,
Kereta Api mini, kampung leuit, tempat fauna dan lain-lain.
Permainan Anak Floating Market

5. Track yang baik Untuk mengelilingi Floating Market

Wisatawan dapat mengelilingi floating market dengan nyaman dan hati riang
melihat sekitar floating market dengan cara berjalan kaki menyusuri track yang
tersedia, keadaan track cukup baik, wisatawan dapat menyusuri track sambil
bercengkrama dengan keluarga, sahabat dan kerabat tanpa takut tersandung atau
jatuh, rintangan yang terdapat di track hanyalah padatnya pengunjung yang sama-sama
berjalan.

6. Toilet/ WC Umum

Toilet yang tersedia cukup bersih, namun menurut saya jumlah toilet yang
tersedia masih kurang, hal tersebut terasa apabila pengunjung banyak, saya sampai
harus mengantri selama 20 menit hanya untuk sekedar buang air kecil saja.
B. Harga Tiket Floating Market Lembang :

Untuk harga tiket masuk floating market lembang cukup murah dan unik,
dikatakan murah karena harga tiketnya hanya Rp. 15.000 saja, sedangkan dikatakan
unik karena setiap tiket dapat ditukar dengan soft drink berupa lemon tea, hot
cappuccino dan hot chocolate. cukup menarik bukan???
Sedangkan Untuk Harga Permainan dan Wahana Wisata lain yang ada di floating
market lembang juga cukup murah. Berikut harga tiket masuk floating market lembang
serta harga permainan/wahana yang ada di floating market lembang :

1. Harga Tiket Masuk dan Parkir Floating Market Lembang :

NO Hari dan Parkir Harga Tiket Keterangan

1 Senin-Jumat Rp. 15.000 Jam buka : 09.00-17.00


WIB

2 Sabtu-Minggu Rp. 15.000 Jam Buka : 09.00-20.00


WIB

3 Parkir Mobil Rp. 30.000

4 Parkir Motor Rp. 5000


Tiket Masuk Floating Market Lembang

2. Harga Tiket Permainan/Wahana yang ada di Floating Market :

NO Nama Permainan/Wahana Harga Tiket Keterangan

1 Outbond Untuk Anak Rp. 25.000 untuk 1 orang anak

2 Taman Kelinci Rp. 20.000 untuk 1 orang anak

3 Taman Miniatur Kereta Api Rp. 20.000 untuk 1 orang anak

4 Lokomotif Mini Rp. 25.000 untuk 1 orang anak

5 Becak dan Mobil Mini Rp. 20.000 untuk 1 orang anak


6 Mancing Magnet Rp. 20.000 untuk 1 orang anak

7 Kampung Kandang Rp. 20.000 untuk 1 orang anak

8 Jasa Penyebrangan Danau Rp. 1000 sekali nyebrang

9 Kereta Air Rp. 20.000/orang Waktu ± 20 Menit

10 Paddle Boat Rp. 30.000/orang Waktu ± 30 Menit

11 Sepeda Air (Water Cycle) Rp. 50.000/sepeda 2 Waktu ± 30 Menit


orang

12 Sampan (Dinghy) Rp. 70.000/Sampan 4 Waktu ± 30 Menit


org.

13 Kano (canoe) Rp. 50.000/kano 2 orang Waktu ± 30 Menit

C. Akses menuju lokasi :

Akses menuju floating market lembang bandung cukup mudah, anda yang bersal
dari bandung melalui jl. setiabudi-ledeng dan lembang, anda harus melewati pasar
lembang dan berputar mengikuti jalan yang mengarah ke bandung kembali, setelah itu
wisatawan akan memasuki jl. grand hotel lembang,.

Untuk lokasi floating market tepat sebelah kiri.


Alamat lengkapnya : Jl. Grand Hotel No. 33 E Lembang

Menarik bukan tempat wisata lembang bandung yang satu ini, jangan wisatawan
lewatkan jika melancong ke lembang bandung ya. dan bagi wisatawan yang hendak
memerlukan penginapan disekitar floating market lembang silahkan kunjungi tempat
tersebut.

Dan yang unik dari floaing market ini adalah kita dapat merasakan berbelanja dan
makan makan diatas perahu.didalamnya juga terdapat kota mini yang berada di dalam floating
market tersebut.
BAB III

Penutup

3.1 Kesimpulan

Ada banyak sekali informasi yang terdapat di bosscha.selain itu kita dapat menambah
wawasan kita dengan mengunjungi obsertorium bosscha.kita juga dapat melihat pemandangan
pemandangan yang indah di bosscha karena tempat ini terletak di puncak.

Dan juga tempat wisata rekomendasi lainnya di lembang adalah Floating


Market.disana ada banyak sekali tempat tempat yang dapat dikunjungi seperti kota miniature
kereta, trek ATV dan masih banyak lainnya seperti yang sudah saya sebutkan di bagian isi.

3.2 Saran

Sebaiknya para pembaca mengunjungi ke tempat tempat diatas karena tempat diatas
sangat baik dan bagus untuk dikunjungi mulai dari anak anak hingga dewasa.dan selain itu juga
biaya pengeluaran tidak terlalu mahal jika dibandingkan tempat tempat wisata lainnya.
DAFTAR PUSTAKA

1. https://bosscha.itb.ac.id/id/index.php/jadwal-kunjungan/
2. https://bosscha.itb.ac.id/id/index.php/tentang-bosscha/
3. https://CO.id.wikipedia.org/wiki/Observatorium_Bosscha
4. http://www.wisatalembangbandung.com/2015/06/fasilitas-dan-harga-tiket-masuk-
floating-market-lembang.html#