Anda di halaman 1dari 37

ANTI PLAGIAT

DR. ERWIN AZIZI JAYADIPRAJA,SKM.,M.KES


Presiden Hongaria Pal Schmitt
meletakkan jabatan pada Senin (2/4/2012)
setelah gelar doktornya pada 1992 dicabut
sesudah adanya pernyataan ia menjiplak
sebagian dari disertasi setebal 200
halaman

Berita: http://internasional.kompas.com/read/2012/04/03/07454695/Presiden.Hongaria.Mundur.karena.Kasus.Plagiat
Gambar: http://worldnews.nbcnews.com/_news/2012/04/02/10981451-hungary-president-pal-schmitt-quits-in-plagiarism-scandal
Universitas Heinrich Heine
mencabut gelar doctor Menteri
Pendidikan dan Riset Jerman,
Annette Schavan karena kasus
plagiat tesis doctoral yang dibuat
tahun 1980.

Berita: http://www.atmajaya.ac.id/web/KontenUnit.aspx?gid=berita-unit&ou=hki&cid=dituduh-menyontek-menteri-pendidikan-jerman-mundur
Gambar: http://www.spiegel.de/lebenundlernen/job/annette-schavan-doktortitel-vor-gericht-verloren-a-959597.html
Anggito Abimanyu,
mengundurkan diri sebagai
dosen UGM setelah artikel
opininya pada harian
kompas dituding menjiplak
karya Hatbonar Sinaga

Berita: http://www.lensaterkini.web.id/2016/08/5-kasus-plagiarisme-yang-gegerkan-dunia.html
Gambar: http://sp.beritasatu.com/home/lima-jam-diperiksa-anggito-abimanyu-mengaku-ditanya-2-pertanyaan/66480
(Soetanto, 2013)
Dalam kamus on line Merriam Webster, melakukan
plagiasi berarti:

Kata kerja transitif


•Mencuri dan menukar kata-kata atau ide orang lain
sebagai miliknya
Menurut Permen Pendidikan Nasional RI •Menggunakan produk orang lain tanpa
Nomor 17 Tahun 2010 dikatakan: menyebutkan sumbernya

“Plagiat adalah perbuatan sengaja atau Kata kerja intransitif


tidak sengaja dalam memperoleh atau •Melakukan pencurian karya sastra
mencoba memperoleh kredit atau nilai •Menampilkan ide atau produk baru dan orisinal
untuk suatu karya ilmiah, dengan yang berasal dari sumber yang telah ada
mengutip sebagian atau seluruh karya dan
atau karya ilmiah pihak lain yang diakui Source: http://www.merriam-
sebagai karya ilmiahnya, tanpa webster.com/dictionary/plagiarize?show=0&t=13639
menyatakan sumber secara tepat dan 47245,
memadai”.
Peraturan Menteri Pendidikan Nasional
RI no. 17 Tahun 2010 tentang SANKSI bagi
pelaku plagiat yaitu :

Sanksi bagi Mahasiswa Pasal 10 ayat (4):


1. Teguran
2. Peringatan tertulis
3. Penundaan pemberian sebagai hak mahasiswa
4. Pembatalan nilai satu atau beberapa mata
kuliah yang diperoleh mahasiswa.
5. Pemberhentian dengan hormat dari status
sebagai mahasiswa
6. Pemberhentian tidak dengan hormat dari
status sebagai mahasiswa atau;
7. Pembatalan ijazah apabila mahasiswa telah
lulus dari suatu program.
Peraturan Menteri Pendidikan Nasional RI no.
17 Tahun 2010 tentang SANKSI bagi pelaku plagiat
yaitu :
Sanksi bagi dosen/peneliti/tenaga kependidikan pasal
11 ayat (6) :
1. Teguran
2. Peringatan tertulis
3. Penundaan pemberian hak dosen/peneliti/tenaga
kependidikan.
4. Penurunan pangkat dan jabatan akademik/fungsional
5. Pencabutan hak untuk diusulkan sebagai guru
besar/profesor/ahli peneliti utama bagi yang
memenuhi syarat.
6. Pemberhentian dengan hormat dari status sebagai
dosen/peneliti/tenaga kependidikan.
7. Pemberhentian tidak dengan hormat dari status
sebagai dosen/peneliti/tenaga kependidikan.
8. Pembatalan ijazah yang diperoleh dari perguruan
tinggi yang bersangkutan.
Peraturan Menteri Pendidikan
Nasional RI no. 17 Tahun 2010
tentang SANKSI bagi pelaku plagiat yaitu
:

Apabila dosen/peneliti/tenaga
kependidikan sebagaimana dimaksud
pada ayat (2) huruf f, huruf g, dan huruf
h menyandang sebutan guru
besar/profesor/ahli peneliti utama, maka
dosen/ peneliti/tenaga kependidikan
tersebut dijatuhi sanksi tambahan
berupa pemberhentian dari jabatan guru
besar/profesor/ahli peneliti utama oleh
Menteri atau pejabat yang berwenang
atas usul perguruan tinggi yang
diselenggarakan oleh Pemerintah atau
atas usul perguruan tinggi yang
diselenggarakan oleh masyarakat melalui
Koordinator Perguruan Tinggi Swasta.
Peraturan Menteri Pendidikan Nasional
RI no. 17 Tahun 2010 tentang SANKSI bagi
pelaku plagiat yaitu :

Menteri atau pejabat yang berwenang dapat


menolak usul untuk mengangkat kembali
dosen/peneliti /tenaga kependidikan dalam
jabatan guru besar/profesor/ahli peneliti utama
atas usul perguruan tinggi lain, apabila
dosen/peneliti /tenaga kependidikan tersebut
pernah dijatuhi sanksi sebagaimana dimaksud
pada ayat (2) huruf f atau huruf g serta dijatuhi
sanksi tambahan berupa pemberhentian dari
jabatan jabatan guru besar/profesor/ahli peneliti
utama.
Peraturan Menteri Pendidikan Nasional
RI no. 17 Tahun 2010 tentang SANKSI bagi
pelaku plagiat yaitu :

Dalam hal pemimpin perguruan tinggi tidak


menjatuhkan sanksi sebagaimana dimaksud pada
ayat (1), ayat (2). dan ayat (3), Menteri dapat
menjatuhkan sanksi kepada plagiator dan kepada
pemimpin perguruan tinggi yang tidak
menjatuhkan sanksi kepada plagiator.

Sanksi kepada pemimpin perguruan tinggi


sebagaimana dimaksud pada ayat (5) berupa:
1. Teguran
2. Peringatan tertulis
3. Pernyataan Pemerintah bahwa yang
bersangkutan tidak berwenang melakukan
tindakan hukum dalam bidang akademik
Ruang Lingkup Plagiarisme

a. Mengutip kata‐kata milik orang lain dengan tidak memakai


tanda kutip dan tanpa menyebutkan identitas sumbernya.
b. Memakai ide, gagasan, pandangan atau teori orang lain
tanpa menyebutkan identitas sumbernya.
c. Memakai fakta (data, informasi) milik orang lain tanpa
menyebutkan identitas sumbernya.
d. Mengakui tulisan orang lain sebagai tulisan sendiri.
e. Melakukan parafrase (mengubah kalimat orang lain ke
dalam susunan kalimat sendiri tanpa mengubah idenya)
tanpa menyebutkan identitas sumbernya.
f. Menyerahkan suatu karya ilmiah yang dihasilkan dan/atau
telah dipublikasikan oleh pihak lain seolah‐olah sebagai http://www.anneahira.com/kata-pengantar-
karya sendiri. sebuah-makalah.htm
Tipe-tipe Plagiarisme

a. Clone artinya menjiplak karya tulis seseorang kata per kata


dan diakui sebagai karya sendiri.
b. CTRL-C artinya menjiplak sebagian besar karya tulis orang
lain hanya satu sumber tanpa ada perubahan.
c. Find-Replace artinya mengubah kata kunci dan kalimat tetapi
tidak mengubah substansi utama suatu sumber.
d. Remix artinya menyusun kalimat kembali dari berbagai
sumber menjadi suatu karya tulis.
e. Recycle artinya menggunakan karya terdahulu penulis tanpa
sitasi. Tipe plagiasi ini juga disebut “self-plagiarism” atau “auto
plagiarism”.
Tipe-tipe Plagiarisme (lanjutan)

f. Hybrid artinya meramu secara sempurna sumber-sumber


sitasi dengan jiplakan kalimat tanpa menyebutkan sumbernya.
g. Mash-Up artinya menggabungkan salinan materi dari berbagai
sumber.
h. 404 Error artinya penulis mencantumkan yang tidak ada atau
keliru sebagai sumber informasinya.
i. Agregator artinya penulis melakukan sitasi dengan benar dari
sumber-sumber informasi, tetapi isi makalah hamper tidak
mengandung orisinalitas karya penulis.
j. Re-tweet artinya mencantumkan sumber sitasi, namun
penulis menyitasi struktur kalimat atau kata-kata yang sangat
mirip dengan aslinya.
Inilah bagian-bagian dari artikel milik Hatbonar Sinaga ( 2006) dengan OPINI Anggito Abimanyu di Kompas
10 Feb 2014:
Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/penulisugm/anggito-abimanyu-menjiplak-artikel-orang-opini-
nya-di-kompas-10-feb-2014_54f86306a333111c5f8b4bac
Apakah anda
melihat
persamaan?

http://malesbanget.com/2014/11/4-kasus-plagiat-
paling-terkenal-di-indonesia/
Kerangka teori harus berdasarkan
teori asal / grand theory.

Sebagai contoh masalah perilaku ibu hamil


dalam memeriksakan kehamilannya dapat
menggunakan kerangka teori dari Green
yang sering digunakan mahasiswa, atau
dapat juga menggunakan kerangka
teori reason action, Health Believe
Model, atau teori lain yang sesuai dengan
masalah penelitian yang dapat di temukan
dalam buku ajar Health Behavior Theory
for Public Health dan buku ajar lainnya.

Dapat dilakukan modifikasi namun tetap


menyebutkan teori awalnya.

https://moudyamo.wordpress.com/2016/02/01/bah-ajar-metlid-tinjauan-pustaka/
http://plagiarisma.net/
http://smallseotools.com/plagiarism-checker/
BAGAIMANA AGAR
TERHINDAR DARI
PLAGIAT?
http://id.wikihow.com/Memparafrasakan-Bahan-Kutipan
Langkah-langkah parafrasa
1. Baca secara keseluruhan teksnya (memahami pula
alur pikirnya).
2. Temukan ide pokok pada kalimat utama (kalimat
penjelas dan kalimat utama).
3. Setelah ditemukan, catat ide pokok pada setiap
paragraf.
4. pahami makna tersurat, (makna kata, frase, kalimat,
paragraf, subbab, bab).
5. Pahami makna tersirat,
6. Membedakan fakta-fakta dan detail wacana.
7. Menuliskan kembali inti pikiran penulis lain dengan
kalimat sendiri. (pilihlah kata yang efektif, sederhana).
8. Tuliskan sumber tulisan dalam teks dan cantumkan
dalam daftar pustaka.
"Dewasa ini, terlalu banyak "Siswa-siswa sekolah

Parafrasa
Kutipan Asli siswa sekolah menengah
yang menghabiskan seluruh
menengah
•Contoh parafrasa: terlalu terobsesi
belajar untuk UN dan ujian
waktunya untuk belajar terstandardisasi lainnya
keras untuk ujian sehingga mereka tidak
terstandardisasi. Mereka memiliki waktu untuk
tidak hanya akan memproses bahan-bahan
mendapatkan lebih banyak yang mereka pelajari dalam
pengetahuan jika mereka mata pelajaran sekolah
menghabiskan waktu untuk mereka. Belajar untuk ujian
mempelajari kurikulum terstandardisasi tidak hanya
sekolah daripada belajar memberikan pengetahuan
untuk ujian, tetapi mereka nyata yang sedikit bagi
juga akan menjadi orang mereka, tetapi juga
yang berpikiran terbuka.“ mencegah mereka menjadi
individu yang berpikiran
luas."
http://id.wikihow.com/Memparafrasakan-Bahan-Kutipan
LATIHAN 1
Kalimat asli : Komputer mampu membawa orang ke tempat-tempat yang
belum pernah bisa mereka kunjungi sebelumnya, termasuk
ke permukaan planet lain.

Cobalah membuat parafrasenya


Parafrase : Melalui komputer, orang dapat pergi ke tempat yang belum
pernah mereka kenal. (Krisnawati, 2000, hlm 57).
LATIHAN 2
Naskah Asli:
Sangatlah pelik untuk mendefinisikan plagiasi saat kalian melakukan
ringkasan atau parafrase. Keduanya memang berbeda, tetapi batas-batas
parafrase dan ringkasan sangatlah tipis sehingga kalian tidak menyadari
jika kalian berpindah dari melakukan parafrase menjadi meringkas,
kemudian berpindah ke malakukan plagiasi. Apapun tujuanmu, parafrase
yang sangat mirip dengan naskah asli dianggap sebagai melakukan
plagiasi, meskipun kalian telah menuliskan sumbernya (Booth et al.,
2005, hlm 203).
LATIHAN 2
Sangatlah sulit untuk mendefinisikan plagiasi saat ringkasan dan
parafrase terlibat didalamnya, karena meskipun mereka berbeda,
batas-batas keduanya sangatlah samar, dan seorang penulis mungkin
tidak mengetahui kapan ia melakukan ringkasan, parafrase atau
plagiasi. Meski demikian, parafrase yang sangat dekat dengan
sumbernya diperhitungkan sebagai hasil plagiasi, meskipun sumber
aslinya dicantumkan disana (Booth et al., 2005, hlm 203).

Paragraf ini dianggap hasil plagiasi karena parafrase yang


sangat mirip dengan naskah aslinya:
LATIHAN 2

Sangatlah sulit untuk membedakan antara ringkasan, parafrase dan


plagiasi. Kalian berisiko melakukan plagiasi jika kalian melakukan
parafrase yang sangat mirip, meskipun kalian tidak bermaksud untuk
melakukan plagiasi dan mencantumkan sumber naskah aslinya (Booth
et al., 2005, hlm 203).

Contoh ini menunjukkan parafrase yang berada diperbatasan


antara plagiasi dan yang diijinkan:
LATIHAN 2
Menuruth Booth, Colomb, dan Williams, penulis terkadang melakukan
plagiasi tanpa mereka sadari karena mereka menggira melakukan
ringkasan, saat mereka melakukan parafrase yang terlalu mirip dengan
naskah asli, suatu aktifitas yang disebut plagiasi. Bahkan saat aktifitas
tersebut dilakukan dengan tidak sengaja dan sumber pustakanyapun
dituliskan (hlm 203).

Contoh parafrase yang aman dan tidak dianggap sebagai plagiasi


LATIHAN 3
Naskah Asli:

Mahasiswa sering berlebihan dalam menggunakan kutipan langsung saat


membuat catatan, sebagai akibatnya mereka menggunakan kutipan yang
berlebihan dalam tugas karya ilmiah (paper). Mungkin hanya sekitar
10% dari manuskrip akhir yang diperbolehkan muncul dalam bentuk
kutipan langsung. Oleh sebab itu, kalian harus berusaha untuk
membatasi jumlah penulisan yanag sama persis dengan materi sumber
saat kallian menulis catatan. Lester, James D. Writing Research papers.
2nd ed. (1976): 46-47.
LATIHAN 3
Parafrase versi plagiat:

Mahasiswa sering menggunakan terlalu banyak kutipan langsung saat


mereka menulis catatan. Sebagai akibatnya, ada banyak kutipan langsung
dalam paper tugas akhir mereka. Seharusnya hanya sekitar 10% paper
berisi kutipan langsung. Dengan demikian, sangatlah penting untuk
membatasi jumlah materi yang dikopi saat melakukan catatan.
LATIHAN 3
Parafrase yang legal:

Dalam paper ilmiah, mahasiswa sering mengutip berlebihan, dan gagal


untuk mengubah materi yang dikutip ke level yang diinginkan. Karena
masalahnya bersumber dari penulisan catatan, maka sangatlah penting
untuk meminimalkan pencatatan materi atau kata per kata yang sama
persis (Lester 46-47).

https://srirti.files.wordpress.com/2011/11/parafrase.doc
Terimakasih
Semoga Bermanfaat

Erwin Azizi Jayadipraja erwinazizijayadipraja@gmail.com 085241518709 Erwinslow