Anda di halaman 1dari 13

KB masa nifas

1. Pengertian nifas

Nifas adalah masa setelah melahirkan hingga pulihnya rahim dan organ kewanitaan yang umumnya
diiringi dengan keluarnya darah nifas, berlangsung selama kurang lebih 6 minggu .

2. Pengertian kontrasepsi

Kontrasepsi (Contraception) adalah alat, obat, efek atau tindakan yang dimaksudkan untuk
mencegah kehamilan.

3. Macam – macam kontrasepsi

A. Alat kontrasepsi pada masa nifas untuk ibu menyusui

a. MAL

MAL adalah kontrasepsi yang mengandalakn pemberian ASI secara eksklusif. MAL dapat dipakai
sebagai kontrasepsi bila : menyusui secara penuh, lebih efektif jika pemberian pada saat ibu belum
haid sebanyak 8x sehari dan usia bayi kurang dari 6 bulan. Efektif sampai 6 bulan dan harus
dilanjutkan dengan pemakaian meted kontrasepsi lainnya.

b. Implant

Implan hormon sering disebut juga Norplant (satu-satunya merk implant yang beredar di Indonesia)
dan di daerah pada umumnya disebut susuk. Alat kontrasepsi jangka panjang ini berbentuk seperti
serpihan kayu dan dipasang di bawah kulit, di atas lengan atas wanita dan masing-masing
mengandung progestin lenovogestrel sintetis yang juga terkandung dalam beberapa jenis pil KB.
Implan hormon memiliki tingkat efektivitas yang cukup tinggi dengan rata-rata dalam jangka waktu 5
tahun pemakaian adalah 3,9 persen. Tapi untuk wanita dengan berat tubuh di atas 75 kilogram
memiliki resiko kegagalan yang lebih tinggi

c. IUD

IUD ( Intra Uterine Device) atau Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR) adalah alat kontrasepsi yang
berdaya guna dari 2 hingga 5 tahun. Setelah itu, alat ini dapat diganti dengan yang baru jika ingin
menjauhkan jarak lahir anak selanjutnya. Dipasang setinggi mungkin dalam rongga rahim (cavum
uteri). Spiral juga merupakan alat kontrasepsi yang sesuai jika ibu dalam keadaan sedang menyusui.
Jenis spiral yang sering digunakan di Indonesia adalah Copper-T, Copper-7, Multi load dan Lippes
Loop. Copper T adalah spiral berbahan polyethelen yang pada bagian vertikalnya diberi lilitan kawat
tembaga halus yang berfungsi sebagai antifertilisasi (anti pembuahan). Copper-7 hampir sama
dengan copper T hanya saja berbentuk angka 7 dan pemasangannya pun relatif lebih mudah. Multi
Load terbentuk dari plastik (polyethelene) dengan dua tangan kiri dan kanan yang berbentuk sayap
yang fleksibel. Tersedia 3 ukuran multi load, antara lain standar, small (kecil) dan mini. Dan jenis
spiral yang lain adalah Lippes Loop terbuat dari bahan plastik (polyethelene) berbentuk seperti spiral
atau huruf S bersambung. Lippes Loop memberikan keuntungan bila terjadi perforasi jarang
menyebabkan luka atau penyumbatan usus karena terbuat dari bahan plastik.

d. Tubektomi

Metode yang digunakan adalah dengan melakukan operasi kecil pada daerah rahim dengan tujuan
untuk mengikat saluran tuba falopii sehingga sel telur yang diproduksi tidak akan terbuahi.
Tubektomi ini dilakukan jika seorang perempuan sudah mempunyai anak lebih dari tiga, tidak ingin
punya anak lagi, dan berusia diatas 35 tahun. Sebelum dilakukan metode ini, akan ada lembar
persetujuan yang harus ditandangi oleh pasangan suami.

A. Alat kontrasepsi pada masa nifas untuk ibu yang tidak menyusui

a. KB suntik

Kontrasepsi suntikan adalah pencegah kehamilan yang dilakukan dengan cara menyuntikkan obat
berisi Depo Medorxi Progesterone Acetate (DMPA) pada otot (intra muskuler) di bagian bokong
(gluteus) yang dalam atau pada pangkal lengan. Cara kontrasepsi yang satu ini dinilai baik untuk
wanita yang masih menyusui anaknya dan dapat langsung digunakan setelah melahirkan.

Suntikan pertama dapat dilakukan dalam waktu empat minggu setelah melahirkan dan suntikan
berikutnya diberikan setiap satu bulan atau tiga bulan berikutnya.

b. IUD

IUD ( Intra Uterine Device) atau Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR) adalah alat kontrasepsi yang
berdaya guna dari 2 hingga 5 tahun. Setelah itu, alat ini dapat diganti dengan yang baru jika ingin
menjauhkan jarak lahir anak selanjutnya. Dipasang setinggi mungkin dalam rongga rahim (cavum
uteri). Spiral juga merupakan alat kontrasepsi yang sesuai jika ibu dalam keadaan Sedang menyusui.

Jenis spiral yang sering digunakan di Indonesia adalah Copper-T, Copper-7, Multi load dan Lippes
Loop. Copper T adalah spiral berbahan polyethelen yang pada bagian vertikalnya diberi lilitan kawat
tembaga halus yang berfungsi sebagai antifertilisasi (anti pembuahan). Copper-7 hampir sama
dengan copper T hanya saja berbentuk angka 7 dan pemasangannya pun relatif lebih mudah. Multi
Load terbentuk dari plastik (polyethelene) dengan dua tangan kiri dan kanan yang berbentuk sayap
yang fleksibel. Tersedia 3 ukuran multi load, antara lain standar, small (kecil) dan mini. Dan jenis
spiral yang lain adalah Lippes Loop terbuat dari bahan plastik (polyethelene) berbentuk seperti spiral
atau huruf S bersambung. Lippes Loop memberikan keuntungan bila terjadi perforasi jarang
menyebabkan luka atau penyumbatan usus karena terbuat dari bahan plastic.

c. Implant

Implan hormon sering disebut juga Norplant (satu-satunya merk implant yang beredar di Indonesia)
dan di daerah pada umumnya disebut susuk. Alat kontrasepsi jangka panjang ini berbentuk seperti
serpihan kayu dan dipasang di bawah kulit, di atas lengan atas wanita dan masing-masing
mengandung progestin lenovogestrel sintetis yang juga terkandung dalam beberapa jenis pil KB.
Implan hormon memiliki tingkat efektivitas yang cukup tinggi dengan rata-rata dalam jangka waktu 5
tahun pemakaian adalah 3,9 persen. Tapi untuk wanita dengan berat tubuh di atas 75 kilogram
memiliki resiko kegagalan yang lebih tinggi.

d. Tubektomi

Tubektomi adalah metode kontrasepsi permanen dengan melakukan pemblokiran saluran telur
wanita sehingga sel telur tidak bisa masuk ke dalam rahim. Cara pemblokiran pun ada beberapa
cara, yaitu dengan menggunakan implant, klip, atau cincin serta dengan memotong atau mengikat
saluran telur wanita. Sedangkan vasektomi adalah prosedur bedah minor yang memutus deferentia
vasa manusia dan kemudian diikat/ ditutup untuk mencegah sperma dari memasuki aliran mani
(ejakulasi).

e. Pil KB kombinasi

Pil sebagai alat kontrasepsi yang diminum merupakan cara pencegahan kehamilan sementara yang
paling efektif bila diminum secara teratur. Pil dapat digunakan untuk menghindari kehamilan
pertama atau menjarangkan waktu kehamilan-kehamilan berikutnya sesuai dengan keinginan
wanita. Pil dapat digunakan setelah terjadinya keguguran, menstruasi atau pada masa post partum
bagi ibu yang tidak menyusui bayinya. Beberapa pil KB kini dikembangkan untuk ibu-ibu yang
menyusui bayinya. Untuk konsumsi pil KB ini sebaiknya Anda diskusikan dengan dokter kandungan,
disesuaikan dengan kondisi masing-masing (menyusui atau tidak atau ada kontra indikasi lainnya)

Cara kontrasepsi pil tersedia dalam beberapa jenis, antara lain pil gabungan/ kombinasi, pil
berturutan dan pil khusus-progestin (pil mini). Pil gabungan maksudnya adalah penggabungan 2
hormon sintetis, yaitu hormon estrogen dan progestin yang hampir 100 % efektif bila diminum
secara teratur. Pil berturutan mengandung hormon estrogen yang disediakan untuk masa
pemakaian 14-15 hari pertama dari siklus menstruasi diikuti 5-6 hari pil gabungan antara estrogen
dan progestin pada sisa siklusnya. Keefektifan dari pil berturutan ini lebih rendah dari pil gabungan,
yaitu sekitar 98-99 %. Jenis pil terakhir adalah pil khusus – progestin (pil mini) yang merupakan cara
kontrasepsi yang mengandung bahan progestin sintesis dalam dosis yang kecil dan bersifat
mencegah kehamilan dengan mengubah mukosa dari leher rahim dan mengubah lingkungan lapisan
dalam rahim.

A. Alat kontrasepsi pasca nifas untuk ibu yang menyusui

a. MAL

Pada wanita menyusui yang mengalami amenore (tidak haid) yang menyusui eksklusif dengan
interval regular, teratur, termasuk malam hari (pada beberapa kasus, pada malam hari ASI diganti
dengan susu formula dalam botol dot, karena ada beberapa wanita yang malas menyusui jika
malam, dengan berbagai alasan, lelah, ngantuk, bayi rewel). Pemberian ASI eksklusif ini yang
berjalan dalam 6 bulan pertama setelah melahirkan, tanpa suplemen susu formula tambahan,
merupakan suatu proteksi kontrasepsi yang sama dengan yang dihasilkan oleh kontrasepsi oral
(efektifitasnya mencapai 98%). Inilah yang disebut Metode Amenore Laktasi (MAL). Menyusui efektif
ini untuk mencegah ovulasi, terjadinya pematangan sel telur dan pengeluarannya, yang akan
memungkinkan terjadinya pembuahan oleh sperma. Setelah terjadi menstruasi atau diatas 6 bulan
namun belum menstruasi, kemungkinan terjadinya ovulasi akan meningkat. Dengan Asi eksklusif
atau mendekati eksklusif, sebanyak 70% wanita mengalami amenore sampai 6 bulan, dan hanya 37
% yang mengalami sampai 1 tahun.

Menyusui eksklusif pada wanita sering mengakibatkan perdarahan bercak (spotting) pada 8 minggu
pertama postpartum, tapi perdarahan ini bukan ovulasi.

Pemberian makana/susu formula tambahan akan meningkatkan terjadinya ovulasi, karena frekuensi
menyusui akan berkurang, untuk itu diperlukan kontrasepsi untuk mencegah kehamilan. Ovulasi
terjadi sebelum 6 minggu postpartum pada sebagian besar wanita yang tidak menyusui eksklusif.

b. Implant

Implan hormon sering disebut juga Norplant (satu-satunya merk implant yang beredar di Indonesia)
dan di daerah pada umumnya disebut susuk. Alat kontrasepsi jangka panjang ini berbentuk seperti
serpihan kayu dan dipasang di bawah kulit, di atas lengan atas wanita dan masing-masing
mengandung progestin lenovogestrel sintetis yang juga terkandung dalam beberapa jenis pil KB.
Implan hormon memiliki tingkat efektivitas yang cukup tinggi dengan rata-rata dalam jangka waktu 5
tahun pemakaian adalah 3,9 persen. Tapi untuk wanita dengan berat tubuh di atas 75 kilogram
memiliki resiko kegagalan yang lebih tinggi. Kelebihan lainnya dari implan hormon ini adalah ibu
yang menggunakan implan ini tetap dapat menyusui.

c. IUD

IUD ( Intra Uterine Device) atau Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR) adalah alat kontrasepsi yang
berdaya guna dari 2 hingga 5 tahun. Setelah itu, alat ini dapat diganti dengan yang baru jika Anda
masih ingin menjauhkan jarak lahir anak selanjutnya. Dipasang setinggi mungkin dalam rongga rahim
(cavum uteri). Spiral juga merupakan alat kontrasepsi yang sesuai jika ibu dalam keadaan sedang
menyusui.
Jenis spiral yang sering digunakan di Indonesia adalah Copper-T, Copper-7, Multi load dan Lippes
Loop. Copper T adalah spiral berbahan polyethelen yang pada bagian vertikalnya diberi lilitan kawat
tembaga halus yang berfungsi sebagai antifertilisasi (anti pembuahan). Copper-7 hampir sama
dengan copper T hanya saja berbentuk angka 7 dan pemasangannya pun relatif lebih mudah. Multi
Load terbentuk dari plastik (polyethelene) dengan dua tangan kiri dan kanan yang berbentuk sayap
yang fleksibel. Tersedia 3 ukuran multi load, antara lain standar, small (kecil) dan mini. Dan jenis
spiral yang lain adalah Lippes Loop terbuat dari bahan plastik (polyethelene) berbentuk seperti spiral
atau huruf S bersambung. Lippes Loop memberikan keuntungan bila terjadi perforasi jarang
menyebabkan luka atau penyumbatan usus karena terbuat dari bahan plastic.

d. KB suntik progesteron

KB suntik Depo-provera ialah 6-alfa-metroksiprogesteron yang digunakan untuk tujuan kontrasepsi


parenteral, mempunyai efek progesterone yang kuat dan sangat efektif. Obat ini termasuk obat
depot. Noristerat termasuk dalam golongan kontrasepsi ini. Mekanisme kerja kontrasepsi ini sama
seperti kontrasepsi hormonal lainnya. Depo-provera sangat cocok untuk program postpartum oleh
karena tidak mengganggu laktasi.

e. Pil KB progesteron

Pil KB Laktasi adalah Pil KB yang cocok bagi ibu menyusui. Pil KB Laktasi berbeda dengan Pil KB yang
lain karena jika Pil KB biasa mengandung dua jenis hormon, yaitu hormon estrogen dan progesteron,
Pil KB Laktasi hanya mengandung satu jenis hormon, yaitu hormon Progestin. Hormon ini sangat
aman digunakan bagi ibu menyusui karena selain efektif mencegah kehamilan, hormon ini tidak
mengganggu produksi dan kualitas ASI. Justru, Pil KB Laktasi dapat menambah produktifitas ASI
sehingga Anda pun dapat tenang memberikan makanan terbaik bagi si buah hati. Manfaat lainnya,
Pil KB Laktasi dapat membantu haid menjadi teratur sekaligus menghilangkan nyeri haid, Pil KB
Andalan Laktasi juga dapat mencegah anemia dan kanker rahim sekaligus melindungi kesuburan,
sehingga jika suami berencana untuk mempunyai anak lagi, cukup berhenti meminum Pil KB Laktasi
dan kehamilan pun dapat Anda peroleh.

f. Kondom

Alat kontrasepsi kondom merupakan salah satu pilihan untuk mencegah kehamilan yang kini paling
popular di kalangan masyarakat. Penggunaan alat kontrasepsi yang satu ini dianggap paling praktis
dan relatif mudah karena tersedia di berbagai apotek atau supermarket di mana pun. Kini, hampir
semua orang bisa memakainya tanpa mengalami efek samping dan tersedia dalam aneka bentuk dan
aroma.

Kondom adalah kantong karet yang sedemikian rupa tipisnya dan biasanya terbuat dari lateks.
Kantong ini digunakan dengan cara melapisi penis yang dalam keadaan tegang sebelum dimasukkan
ke dalam liang vagina. Alat kontrasepsi ini telah terbukti dapat mencegah penularan berbagai
penyakit seksual yang banyak menjangkiti banyak orang, seperti HIV/AIDS. Saat ini telah dipasarkan
kondom khusus untuk wanita yang dapat digunakan untuk mencegah kehamilan.

g. KB alami

Merupakan kombinasi antara bermacam metode KB Alamiah (metode lendir serviks dan suhu badan
basal) untuk menentukan masa subur/ovulasi. Cara kontrasepsi yang paling sederhana sekaligus
aman bagi ibu yang menyusui adalah kontrasepsi tanpa menggunakan obat atau alat. Dua cara yang
paling lazim digunakan adalah senggama terputus dan pantang berkala. Senggama terputus adalah
cara kontrasepsi yang paling tua dan memiliki efektifitas yang sangat rendah. Pasangan dapat
bersenggama sebagaimana biasa tapi pada puncak senggama, alat kemaluan pria dikeluarkan dari
liang vagina dan sperma dikeluarkan di luar. Sedangkan pantang berkala atau sistem kalender adalah
cara kontrasepsi yang diterapkan dengan cara tidak melakukan senggama pada saat istri dalam masa
subur. Kekurangan sistem ini adalah sangat sukar dilakukan dan membutuhkan waktu yang lama
untuk “tidak bersenggama”. Sangat tidak dianjurkan bagi pasangan, khususnya istri yang tidak dapat
menghitung siklus haidnya setiap bulan.

B. Alat kontrasepsi pasca nifas untuk ibu yang tidak menyusui

a. Implant

Implan hormon sering disebut juga Norplant (satu-satunya merk implant yang beredar di Indonesia)
dan di daerah pada umumnya disebut susuk. Alat kontrasepsi jangka panjang ini berbentuk seperti
serpihan kayu dan dipasang di bawah kulit, di atas lengan atas wanita dan masing-masing
mengandung progestin lenovogestrel sintetis yang juga terkandung dalam beberapa jenis pil KB dan
untuk tidak menyusui.

b. IUD

IUD ( Intra Uterine Device) atau Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR) adalah alat kontrasepsi yang
berdaya guna dari 2 hingga 5 tahun. Setelah itu, alat ini dapat diganti dengan yang baru jika Anda
masih ingin menjauhkan jarak lahir anak selanjutnya. Dipasang setinggi mungkin dalam rongga rahim
(cavum uteri). Spiral juga merupakan alat kontrasepsi yang sesuai jika ibu dalam keadaan sedang
menyusui.

Jenis spiral yang sering digunakan di Indonesia adalah Copper-T, Copper-7, Multi load dan Lippes
Loop. Copper T adalah spiral berbahan polyethelen yang pada bagian vertikalnya diberi lilitan kawat
tembaga halus yang berfungsi sebagai antifertilisasi (anti pembuahan). Copper-7 hampir sama
dengan copper T hanya saja berbentuk angka 7 dan pemasangannya pun relatif lebih mudah. Multi
Load terbentuk dari plastik (polyethelene) dengan dua tangan kiri dan kanan yang berbentuk sayap
yang fleksibel. Tersedia 3 ukuran multi load, antara lain standar, small (kecil) dan mini. Dan jenis
spiral yang lain adalah Lippes Loop terbuat dari bahan plastik (polyethelene) berbentuk seperti spiral
atau huruf S bersambung. Lippes Loop memberikan keuntungan bila terjadi perforasi jarang
menyebabkan luka atau penyumbatan usus karena terbuat dari bahan plastic.

c. KB suntik kombinasi

Kontrasepsi suntik kombinasi adalah suatu cara kontrasepsi dengan jalan penyuntikan sebagai
usaha pencegahan kehamilan berupa hormon progesterone dan estrogen pada wanita usia subur.

d. Pil KB kombinasi

Pil kombinasi mengandung estrogen dan progesteron dengan profil sebagai berikut :

a. Efektif dan reversibel

b. Harus diminum setiap hari

c. Sangat jarang terjadi efek samping yang serius

d. Pada bulan – bulan pertama efek samping berupa mual dan perdarahan bercak yang tidak
berbahaya dan segera hilang

e. Dapat digunakan oleh semua ibu usia reproduksi, baik yang sudah memiliki anak maupun belum

f. Dapat mulai di minum setiap saat jika yakin tidak hamil

g. Tidak di anjurkan diminum oleh ibu yang menyusui

h. Dapat digunakan sebagai kontrasepsi darurat

e. Kondom

Kondom pria adalah menghalangi terjadinya pertemuan spermatozoa dan ovum dengan cara
menampung sperma diujung kondom sehingga sperma tidak dapat masuk ke dalam vagina.

Kondom Pada pria merupakan sarung atau selubung karet yang berbentuk silinder dapat terbuat
dari lateks(karet), plastik(vinyl), atau bahan alami(produksi hewani) yang dipasang pada penis saat
bersenggama. Muaranya tebal dan kalau digulung berbentuk rata atau mempunyai bentuk seperti
puting susu. Ketebalan pada umumnya 0,02mm .
f. Tubektomi

Kontrasepsi mantap pada wanita adalah setiap tindakan pada kedua saluran telur yang
mengakibatkan kurang atau pasangan yang bersangkutan tidak akan mendapat keturunan lagi.
Kontrasepsi ini untuk jangka panjang dan sering disebut tubektomi.

C. Alat kontrasepsi pasca nifas untuk ibu yang menyusui

a. MAL

Pada wanita menyusui yang mengalami amenore (tidak haid) yang menyusui eksklusif
dengan interval regular, teratur, termasuk malam hari (pada beberapa kasus, pada malam hari
ASI diganti dengan susu formula dalam botol dot, karena ada beberapa wanita yang malas
menyusui jika malam, dengan berbagai alasan, lelah, ngantuk, bayi rewel). Pemberian ASI
eksklusif ini yang berjalan dalam 6 bulan pertama setelah melahirkan, tanpa suplemen susu
formula tambahan, merupakan suatu proteksi kontrasepsi yang sama dengan yang dihasilkan
oleh kontrasepsi oral (efektifitasnya mencapai 98%). Inilah yang disebut Metode Amenore
Laktasi (MAL). Menyusui efektif ini untuk mencegah ovulasi, terjadinya pematangan sel
telur dan pengeluarannya, yang akan memungkinkan terjadinya pembuahan oleh sperma.
Setelah terjadi menstruasi atau diatas 6 bulan namun belum menstruasi, kemungkinan
terjadinya ovulasi akan meningkat. Dengan Asi eksklusif atau mendekati eksklusif, sebanyak
70% wanita mengalami amenore sampai 6 bulan, dan hanya 37 % yang mengalami sampai 1
tahun.

Menyusui eksklusif pada wanita sering mengakibatkan perdarahan bercak (spotting) pada 8
minggu pertama postpartum, tapi perdarahan ini bukan ovulasi.

Pemberian makana/susu formula tambahan akan meningkatkan terjadinya ovulasi, karena


frekuensi menyusui akan berkurang, untuk itu diperlukan kontrasepsi untuk mencegah
kehamilan. Ovulasi terjadi sebelum 6 minggu postpartum pada sebagian besar wanita yang
tidak menyusui eksklusif.

b. Implant

Implan hormon sering disebut juga Norplant (satu-satunya merk implant yang beredar di
Indonesia) dan di daerah pada umumnya disebut susuk. Alat kontrasepsi jangka panjang ini
berbentuk seperti serpihan kayu dan dipasang di bawah kulit, di atas lengan atas wanita dan
masing-masing mengandung progestin lenovogestrel sintetis yang juga terkandung dalam
beberapa jenis pil KB. Implan hormon memiliki tingkat efektivitas yang cukup tinggi dengan
rata-rata dalam jangka waktu 5 tahun pemakaian adalah 3,9 persen. Tapi untuk wanita dengan
berat tubuh di atas 75 kilogram memiliki resiko kegagalan yang lebih tinggi. Kelebihan
lainnya dari implan hormon ini adalah ibu yang menggunakan implan ini tetap dapat
menyusui.

c. IUD

IUD ( Intra Uterine Device) atau Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR) adalah alat
kontrasepsi yang berdaya guna dari 2 hingga 5 tahun. Setelah itu, alat ini dapat diganti
dengan yang baru jika Anda masih ingin menjauhkan jarak lahir anak selanjutnya. Dipasang
setinggi mungkin dalam rongga rahim (cavum uteri). Spiral juga merupakan alat kontrasepsi
yang sesuai jika ibu dalam keadaan sedang menyusui.

Jenis spiral yang sering digunakan di Indonesia adalah Copper-T, Copper-7, Multi load dan
Lippes Loop. Copper T adalah spiral berbahan polyethelen yang pada bagian vertikalnya
diberi lilitan kawat tembaga halus yang berfungsi sebagai antifertilisasi (anti pembuahan).
Copper-7 hampir sama dengan copper T hanya saja berbentuk angka 7 dan pemasangannya
pun relatif lebih mudah. Multi Load terbentuk dari plastik (polyethelene) dengan dua tangan
kiri dan kanan yang berbentuk sayap yang fleksibel. Tersedia 3 ukuran multi load, antara lain
standar, small (kecil) dan mini. Dan jenis spiral yang lain adalah Lippes Loop terbuat dari
bahan plastik (polyethelene) berbentuk seperti spiral atau huruf S bersambung. Lippes Loop
memberikan keuntungan bila terjadi perforasi jarang menyebabkan luka atau penyumbatan
usus karena terbuat dari bahan plastic.

d. KB suntik progesteron

KB suntik Depo-provera ialah 6-alfa-metroksiprogesteron yang digunakan untuk tujuan


kontrasepsi parenteral, mempunyai efek progesterone yang kuat dan sangat efektif. Obat ini
termasuk obat depot. Noristerat termasuk dalam golongan kontrasepsi ini. Mekanisme kerja
kontrasepsi ini sama seperti kontrasepsi hormonal lainnya. Depo-provera sangat cocok untuk
program postpartum oleh karena tidak mengganggu laktasi.

e. Pil KB progesteron

Pil KB Laktasi adalah Pil KB yang cocok bagi ibu menyusui. Pil KB Laktasi berbeda dengan
Pil KB yang lain karena jika Pil KB biasa mengandung dua jenis hormon, yaitu hormon
estrogen dan progesteron, Pil KB Laktasi hanya mengandung satu jenis hormon, yaitu
hormon Progestin. Hormon ini sangat aman digunakan bagi ibu menyusui karena selain
efektif mencegah kehamilan, hormon ini tidak mengganggu produksi dan kualitas ASI.
Justru, Pil KB Laktasi dapat menambah produktifitas ASI sehingga Anda pun dapat tenang
memberikan makanan terbaik bagi si buah hati. Manfaat lainnya, Pil KB Laktasi dapat
membantu haid menjadi teratur sekaligus menghilangkan nyeri haid, Pil KB Andalan Laktasi
juga dapat mencegah anemia dan kanker rahim sekaligus melindungi kesuburan, sehingga
jika suami berencana untuk mempunyai anak lagi, cukup berhenti meminum Pil KB Laktasi
dan kehamilan pun dapat Anda peroleh.

f. Kondom

Alat kontrasepsi kondom merupakan salah satu pilihan untuk mencegah kehamilan yang kini
paling popular di kalangan masyarakat. Penggunaan alat kontrasepsi yang satu ini dianggap
paling praktis dan relatif mudah karena tersedia di berbagai apotek atau supermarket di mana
pun. Kini, hampir semua orang bisa memakainya tanpa mengalami efek samping dan tersedia
dalam aneka bentuk dan aroma.

Kondom adalah kantong karet yang sedemikian rupa tipisnya dan biasanya terbuat dari
lateks. Kantong ini digunakan dengan cara melapisi penis yang dalam keadaan tegang
sebelum dimasukkan ke dalam liang vagina. Alat kontrasepsi ini telah terbukti dapat
mencegah penularan berbagai penyakit seksual yang banyak menjangkiti banyak orang,
seperti HIV/AIDS. Saat ini telah dipasarkan kondom khusus untuk wanita yang dapat
digunakan untuk mencegah kehamilan.
g. KB alami

Merupakan kombinasi antara bermacam metode KB Alamiah (metode lendir serviks dan
suhu badan basal) untuk menentukan masa subur/ovulasi. Cara kontrasepsi yang paling
sederhana sekaligus aman bagi ibu yang menyusui adalah kontrasepsi tanpa menggunakan
obat atau alat. Dua cara yang paling lazim digunakan adalah senggama terputus dan pantang
berkala. Senggama terputus adalah cara kontrasepsi yang paling tua dan memiliki efektifitas
yang sangat rendah. Pasangan dapat bersenggama sebagaimana biasa tapi pada puncak
senggama, alat kemaluan pria dikeluarkan dari liang vagina dan sperma dikeluarkan di luar.
Sedangkan pantang berkala atau sistem kalender adalah cara kontrasepsi yang diterapkan
dengan cara tidak melakukan senggama pada saat istri dalam masa subur. Kekurangan sistem
ini adalah sangat sukar dilakukan dan membutuhkan waktu yang lama untuk “tidak
bersenggama”. Sangat tidak dianjurkan bagi pasangan, khususnya istri yang tidak dapat
menghitung siklus haidnya setiap bulan.

B. Alat kontrasepsi pasca nifas untuk ibu yang tidak menyusui

a. Implant

Implan hormon sering disebut juga Norplant (satu-satunya merk implant yang beredar di
Indonesia) dan di daerah pada umumnya disebut susuk. Alat kontrasepsi jangka panjang ini
berbentuk seperti serpihan kayu dan dipasang di bawah kulit, di atas lengan atas wanita dan
masing-masing mengandung progestin lenovogestrel sintetis yang juga terkandung dalam
beberapa jenis pil KB dan untuk tidak menyusui.

b. IUD

IUD ( Intra Uterine Device) atau Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR) adalah alat
kontrasepsi yang berdaya guna dari 2 hingga 5 tahun. Setelah itu, alat ini dapat diganti
dengan yang baru jika Anda masih ingin menjauhkan jarak lahir anak selanjutnya. Dipasang
setinggi mungkin dalam rongga rahim (cavum uteri). Spiral juga merupakan alat kontrasepsi
yang sesuai jika ibu dalam keadaan sedang menyusui.
Jenis spiral yang sering digunakan di Indonesia adalah Copper-T, Copper-7, Multi load dan
Lippes Loop. Copper T adalah spiral berbahan polyethelen yang pada bagian vertikalnya
diberi lilitan kawat tembaga halus yang berfungsi sebagai antifertilisasi (anti pembuahan).
Copper-7 hampir sama dengan copper T hanya saja berbentuk angka 7 dan pemasangannya
pun relatif lebih mudah. Multi Load terbentuk dari plastik (polyethelene) dengan dua tangan
kiri dan kanan yang berbentuk sayap yang fleksibel. Tersedia 3 ukuran multi load, antara lain
standar, small (kecil) dan mini. Dan jenis spiral yang lain adalah Lippes Loop terbuat dari
bahan plastik (polyethelene) berbentuk seperti spiral atau huruf S bersambung. Lippes Loop
memberikan keuntungan bila terjadi perforasi jarang menyebabkan luka atau penyumbatan
usus karena terbuat dari bahan plastic.

c. KB suntik kombinasi

Kontrasepsi suntik kombinasi adalah suatu cara kontrasepsi dengan jalan penyuntikan
sebagai usaha pencegahan kehamilan berupa hormon progesterone dan estrogen pada wanita
usia subur.

d. Pil KB kombinasi

Pil kombinasi mengandung estrogen dan progesteron dengan profil sebagai berikut :

a. Efektif dan reversibel

b. Harus diminum setiap hari

c. Sangat jarang terjadi efek samping yang serius

d. Pada bulan – bulan pertama efek samping berupa mual dan perdarahan bercak yang tidak
berbahaya dan segera hilang

e. Dapat digunakan oleh semua ibu usia reproduksi, baik yang sudah memiliki anak
maupun belum

f. Dapat mulai di minum setiap saat jika yakin tidak hamil

g. Tidak di anjurkan diminum oleh ibu yang menyusui


h. Dapat digunakan sebagai kontrasepsi darurat

e. Kondom

Kondom pria adalah menghalangi terjadinya pertemuan spermatozoa dan ovum dengan cara
menampung sperma diujung kondom sehingga sperma tidak dapat masuk ke dalam vagina.

Kondom Pada pria merupakan sarung atau selubung karet yang berbentuk silinder dapat
terbuat dari lateks(karet), plastik(vinyl), atau bahan alami(produksi hewani) yang dipasang
pada penis saat bersenggama. Muaranya tebal dan kalau digulung berbentuk rata atau
mempunyai bentuk seperti puting susu. Ketebalan pada umumnya 0,02mm .

f. Tubektomi

Kontrasepsi mantap pada wanita adalah setiap tindakan pada kedua saluran telur yang
mengakibatkan kurang atau pasangan yang bersangkutan tidak akan mendapat keturunan lagi.
Kontrasepsi ini untuk jangka panjang dan sering disebut tubektomi.